cover
Contact Name
Muhamad Ahyar Rasidi
Contact Email
dosenpgsd@gmail.com
Phone
+6287865186492
Journal Mail Official
ccgedu.org@gmail.com
Editorial Address
Yayasan Cendekia Citra Gemilang, Indonesia Kantor Pusat: Jln. By Pass BIL Batujai No. Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Global Education Trends
ISSN : -     EISSN : 30308623     DOI : https://doi.org/10.61798/get.v1i2.39
Global Education Trends with E-ISSN: 3030-8623 is an international journal-recognized education area and is published twice a year (June and December). The aim of this journal is to publish studies of high-quality research results in the fields of teaching, learning, instruction, curriculum development, learning environment, teacher education, educational technology, and educational development. Research can relate to all levels, from early childhood to the highest age levels. Global Education Trends, as an international journal, has editorial advisory board members from various countries around the world. Articles submitted to the Journal are always reviewed by two members of the Editorial Advisory Board (double-blind peer review) and, in some cases, if necessary, by other members of the Board. Depending on the evaluation report of the Editorial Advisory Board members, the article is published or not. The article evaluation process takes approximately three months. Authors are responsible for errors, if any, in the articles they publish. Articles must not be previously published elsewhere. PS: For further information, contact: editor.get@ccg-edu.org
Articles 33 Documents
PEMBINAAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SOSIAL Mar Ahtus Sili; Arrosikh
Global Education Trends Vol. 3 No. 2 (2025): GLOBAL EDUCATION TRENDS
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v3i2.402

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah putus sekolah yang terus meningkat setiap tahun akibat berbagai faktor internal maupun eksternal. Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja Karya Mandiri Bengkel merupakan lembaga sosial di bawah Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki kewenangan, tugas, dan tanggung jawab dalam merehabilitasi serta memberdayakan remaja putus sekolah maupun remaja yang rentan mengalami masalah sosial. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berupaya mengkaji pembinaan remaja putus sekolah dalam pembentukan perilaku sosial di lembaga tersebut, termasuk faktor-faktor penghambat dan pendukung yang memengaruhi proses pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan perilaku sosial remaja putus sekolah di Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja Karya Mandiri dilaksanakan melalui empat bentuk utama, yaitu pembinaan orientasi, pembinaan pengembangan kepribadian, pembinaan kecakapan, dan pembinaan lapangan. Adapun faktor penghambat dalam proses pembinaan meliputi rendahnya kedisiplinan remaja, keterbatasan jumlah pembina, keragaman usia, tingkat pendidikan, latar belakang remaja, serta pergaulan yang kurang terkontrol. Sementara itu, faktor pendukung meliputi ketersediaan anggaran, kegiatan makan malam bersama, kerja sama yang baik antara pembina, pihak luar, dan masyarakat, serta sarana dan prasarana yang memadai. Kata kunci: Pembinaan, remaja, putus sekolah, perilaku sosial
INOVASI PEMBELAJARAN FIQIH BERBASIS PROJECT BASED LEARNING DALAM KURIKULUM BERBASIS CINTA Ahmad Masrukin; Amaliatul Lailliyyah
Global Education Trends Vol. 4 No. 1 (2026): Global Education Trends
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v4i1.1246

Abstract

Pembelajaran Fiqih di madrasah masih cenderung berorientasi pada aspek kognitif dan metode ceramah sehingga keterampilan praktik ibadah siswa belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil penerapan Project Based Learning (PjBL) pada Kurikulum Berbasis Cinta dalam meningkatkan pemahaman praktik ibadah siswa kelas VII di MTs An-Nawawiyah Kepung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran fiqih berbasis PjBL pada Kurikulum Berbasis Cinta mampu menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan bermakna melalui kegiatan proyek praktik ibadah. Pembelajaran ini tidak hanya meningkatkan pemahaman dan keterampilan praktik ibadah siswa, tetapi juga menumbuhkan motivasi spiritual, tanggung jawab, empati, dan pembiasaan ibadah secara lebih konsisten. Dengan demikian, integrasi PjBL dengan Kurikulum Berbasis Cinta dapat menjadi inovasi pembelajaran fiqih yang lebih aplikatif, humanis, dan mendukung pengembangan aspek kognitif, afektif, serta psikomotorik siswa secara holistik.
ANALISIS PERAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK GENERASI TERTIB BERIBADAH DI PONDOK PESANTREN AL UBAIDAH 2 KERTOSONO Miftahul Kirom Al Muzakki; Anita Puji Astutik
Global Education Trends Vol. 4 No. 1 (2026): Global Education Trends
Publisher : YAYASAN CENDEKIA CITRA GEMILANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61798/get.v4i1.1256

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk generasi religius di Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru PAI berperan sebagai pendidik, mentor, dan teladan dalam menanamkan nilai-nilai religius melalui integrasi kurikulum formal, kegiatan ekstrakurikuler, dan pembiasaan ritual keagamaan. Faktor pendukung utama adalah lingkungan pesantren yang kondusif, kolaborasi dengan pengasuh pesantren, serta metode pembelajaran kontekstual. Tantangan utama adalah pengaruh era digital yang berpotensi menggeser fokus santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran Guru PAI bersifat multidimensional dan kritis dalam membentuk karakter religius santri.

Page 4 of 4 | Total Record : 33