cover
Contact Name
Fitri Sri Rizki
Contact Email
fitrisririzki.cici@gmail.com
Phone
+6285754728035
Journal Mail Official
jkfnakfaryarsiptk@gmail.com
Editorial Address
Jalan Panglima A'Im No 2 kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
ISSN : 27988704     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional adalah jurnal akses terbuka dan peer-review yang diterbitkan oleh Akademi Farmasi Yarsi Pontianak. Jurnal ini diterbitkan dua kali per tahun pada bulan Juni dan Desember. Jurnal Komunitas Farmasi Nasional menerbitkan artikel penelitian di bidang farmasi dan ilmu kesehatan terkait.
Articles 81 Documents
POTENSI DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP BAKTERI Bacillus cereus tri Sudarwati; Tri Hajar
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ocimum sanctum L. is the main essential oil plant that is commercially cultivated in many countries. The purpose of the study was to determine the ability of basil leaf extract (Ocimum sanctum L.) in inhibiting the growth of Bacillus cereus bacteria. Bacillus cereus will grow when the substrate contains carbohydrates. Food poisoning occurs in general because it contains a high amount of Bacillus cereus bacteria. The research design used in this study is an analytical type based on an analytical review littarature. Researchers use the Google Scholar database. The data used in this study comes from the results of research that has been published in national and international online journals. Based on the results of the resume of articles, it is known that basil leaf extract (Ocimum sanctum L.) can inhibit the growth of bacillus cereus bacteria. Inhibition zones formed because basil leaves contain flavonoids, alkaloids, saponins and tannins which are antibacterial. The solvent used in the manufacture of extraction is ethanol because it is universal. diffusion inhibition power test method, Diameter of the formed inhibitory zone is classified in several categories. Basil leaf extract has an antibacterial influence on a concentration of 100% with a large inhibitory zone of 11±1.73 mm belonging to the category of strong.
MASKER GEL DARI EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI MERAH (Psidium guajava L.) Densi Selpia Sopianti; Abdul Aziz Zulhakim; Tri Yanuarto
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antioxidant compounds can reduce the adverse effects on the skin due to the presence of free radicals. One of the plants that contain antioxidants is guava red leaves (Psidium guajava L) which in the past, the Bengkulu community, especially young women, often used guava leaves as a face mask that was pounded and rubbed on the face. There are developments in the times that demand everything in a more practical form so that the aim of the study was to find out whther the formulation of a gel mask from guajava leaf met the physical requirements for a gel mask. The method in this study uses an experimental method, which begins with the extraction of red guajava leaf using the maceration method with 96% ethanol solvent. Gel masks were made with various concentrations of guava leaf extract F0 0%, F1 3%, F2 6% and F3 9%. Further evaluation of the preparations included Organoleptic Test, Homogeneity Test, pH Test, Spreadability Test, Viscosity Test, Irritation Test, Adhesion Test, Dry Time Test and Hedonic Test. The evaluation results show that the four formulas have met the required evaluation requirements.
UJI AKTIVITAS ANTIHIPERGLIKEMIA EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG SENGKUANG Dracontomelon dao (Blanco) Merr & Rolfe TERHADAP MENCIT PUTIH (Mus musculus) JANTAN GALUR SWISS WEBSTER inderiyani inderiyani; Sulastri Herdaningsih; Ihsanul Arief Arief
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a serious chronic disease that occurs when the pancreas does not produce enough insulin or when the body cannot effectively use the insulin it produces. Sengkuang Dracontomelon dao (Blanco) Merr & Rofle has the potential as an alternative treatment for DM because it contains secondary metabolites in the form of alkaloids, tannins and flavonoids which have antihyperglycemic properties. This study aims to determine the antihyperglycemic activity of sengkuang stem bark against male white mice. Sengkuang bark is processed into simplicia and then macerated using 96% ethanol as a solvent. Then the extract was used to test antihyperglycemic activity by measuring initial glucose levels with a glucose test strip and given a test solution in the form of 0.5% Na.CMC suspension; glibenclamide 65 mg/kgbb; ethanol extract of sengkuang stem bark dose of 100 mg/kgbb; 200 mg/kgbb and 400 mg/kgbb. Then the test animals were induced with glucose 75 gram/kgbb and blood glucose levels were measured at 0, 30, 60, 90, 120, 150 and 180 minutes. The results showed that the ethanol extract of sengkuang bark at a dose of 400 mg/kgbb had activity as antihyperglycemic indicated by a significant difference with the negative control group. Keywords : Antihyperglycemia, diabetes mellitus, ethanol extract of sengkuang bark, Dracontomelon dao (Blanco) Merr & Rofle
Aktivitas Mukolitik Ekstrak Etanol Kulit Buah Jeruk Sambal (Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse) Secara In Vitro DINA YUSPITA SARI; Sanitasari; Ratna Widyasari
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An in vitro study of the mucolytic activity of the ethanol extract of limau citrus peel (Citrus amblycarpa (Hassk.) Ochse) has been carried out. This study aims to prove the mucolytic activity of the ethanol extract of limau citrus peel in vitro and determine the appropriate concentration. The mucolytic activity was tested using a Brookfield viscometer with 5 treatments and 3 repetitions every 15 minutes for 1 hour with different concentrations, namely: positive control (0.2% Acetylcysteine), negative control (0.5% Na-CMC), and ethanol extract of limau citrus peel with concentrations of: 1.6%, 2.1%, and 2.6%. The results of this study show that the percentage of mucolytic activity in extracts with concentrations of 1.6%, 2.1%, and 2.6% were 4.108%, 9.906%, and 16.952%. The results indicate that the three extract concentrations provide mucolytic activity.
PROFIL KEJADIAN MEDICATION ERROR DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT “X” DI JAKARTA UTARA TAHUN 2020 Herty Nur Tanty; Charles; Siti Aisyah; Lianitami Atmawati
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tujuan pelayanan kefarmasian yaitu melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien. Salah satu Standar Pelayanan Minimal Farmasi Rumah Sakit adalah tidak adanya kejadian kesalahan pemberian obat (100%). Medication error juga merupakan salah satu jenis medical error yang paling umum terjadi di rumah sakit.  Kesalahan pengobatan juga dapat menimbulkan berbagai macam efek negatif bagi pasien. Dalam proses penggunaan obat yang meliputi prescribing, transcribing, dispensing dan administering, dispensing menduduki peringkat pertama. Maka dari itu, perlu dilakukan evaluasi mengenai fase dan tipe medication error. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil kejadian medication error di Instalasi farmasi Rumah Sakit “X” Jakarta Utara tahun 2020. Penelitian ini mengumpulkan data secara retrospektif dan disajikan dalam bentuk tabel. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif. Metode pengambilan data dilakukan dengan total sampling yaitu semua laporan kejadian medication error di Instalasi Farmasi Rumah Sakit “X” tahun 2020 sebanyak 37 kejadian. Penelitian ini menunjukkan hasil kejadian medication error pada fase prescribing sebesar 0%, fase transcribing 29,73%, fase dispensing sebesar 62,16%, dan fase administering sebesar 8,11%..   Kata Kunci: medication error, transcribing, dispensing, administering
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol 96% Daun Cincau Hijau (Premna oblongifolia Merr) Terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Penyebab Jerawat Tria Prayoga; Nia Lisnawati; Putri Eka Sari; Fidri Setia Ningsih
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jerawat adalah peradangan yang disertai dengan penyumbatan saluran kelenjar minyak kulit dan rambut (saluran pilosebasea). Pengobatan jerawat dilakukan dengan cara menurunkan jumlah koloni Propionibacterium acnes atau hasil metabolismenya dan menurunkan inflamasi pada kulit. Penggunaan antibiotik dalam jumlah besar dapat memicu terjadinya resistensi antibiotik.  Cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) digunakan masyarakat Indonesia sebagai salah satu bahan alam dapat mengobati berbagai macam penyakit. Daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) memiliki senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid. Senyawa alkaloid dan saponin dalam dunia medis memiliki khasiat sebagai senyawa antibakteri dan keberadaan senyawa flavonoid pada daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) merupakan indikasi adanya aktivitas antibakteri dan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 96% daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian ini yaitu penelitian eksperimental membuktikan adanya aktivitas antibakteri ekstrak daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan metode difusi cakram.. Pada penelitian ini sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% untuk daun cincau hijau dan diperoleh ekstrak kental setelah itu diidentifikasi kandungan senyawa kimia. Metode difusi cakram digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol 96% daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr). Klindamisin sebagai kontrol positif digunakan untuk menjadi pembanding aktivitas antibakteri. Etanol 96% sebagai kontrol negatifnya. Hasil identifikasi kandungan senyawa kimia menujukkan adanya senyawa alkaloid, saponin, tanin dan flavonoid yang memiliki sifat antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata diameter zona hambat yang terbentuk pada ekstrak daun cincau (Premna oblongifolia Merr) dengan konsentrasi 80% sebesar 2,32 mm dan konsentrasi 40% sebesar 1,72 mm sementara konsentrasi 20% tidak menunjukkan adanya aktivitas maka hasil dari penelitian ini semakin besar konsentrasi ekstrak maka semakin besar diameter daya hambat yang terbentuk. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 96% daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes pada konsentrasi tinggi.   Kata Kunci: Jerawat, Daun cincau hijau (Premna oblongifolia Merr) , Antibakteri, Propionibacterium acnes, Maserasi, Difusi Cakram.
Identification of Secondary Metabolites of Garlic Peels Extract (Allium sativum) Mercyska Suryandari Mercyska; Galuh Gondo Kusumo; Ade Ferdinan
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of garlic often only makes use of the root part, while the garlic skin is often thrown away without optimal utilization and ends up as waste. Garlic skin has the potential to be developed as a treatment, one of which is for cholesterol because it contains phytochemical compounds. Previous studies have shown that using different solvents during the extraction process will produce different secondary metabolites. So the purpose of this study was to find out the secondary metabolites of garlic skin extract (Allium sativum L.) qualitatively when extracted using 5 different solvents. In this research, the method used was phytochemical screening on garlic skin extract (Allium sativun L.). n-Hexane, Ethyl Acetate, Acetone, 96% Ethanol, and Chloroform using remaceration extraction method separately. The results showed that the yield value was 0.90%; 1.34%; 1.00%; 3.90%; 1.20%. The results showed that the n-Hexane extract of garlic (Allium sativum L.) peels contained steroids and terpenoids; ethyl acetate extract contains alkaloids, steroids and terpenoids; acetone extract contains saponins, steroids, terpenoids and tannins; 96% ethanol extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, terpenoids, and tannins; and finally the chloroform extract of garlic skin contains alkaloids, steroids, terpenoids and tannins. So it can be concluded that the secondary metabolites in garlic peel extract contain alkaloids, flavonoids, saponins, steroids, terpenoids and tannins.the study, methods, results and conclusions, can describe qualitatiive and quantitative information.
TINGKAT PENGETAHUAN PEMAIN FUTSAL TERHADAP PENGGUNAAN ANESTESI SPRAY Fadli Fadli; Muhammad Purnama Reza
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK               Futsal merupakan olahraga yang paling popular dan digemari oleh masyarakat Indonesia terutama laki-laki dari anak-anak, remaja, dan dewasa, olahraga futsal juga merupakan olahraga yang sering rawan cedera. Cedera yang menimbulkan rasa sakit, yang sering dialami oleh pemain futsal, kebanyakan terjadi pada tubuh bagian bawah yang meliputi lutut dan pergelangan kaki. Salah satu cara untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri akibat cedera adalah dengan menggunakan semprotan anestesi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan pemain futsal di daerah hulu tentang penggunaan obat bius semprot. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pengumpulan data. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner yang disebarkan secara offline dengan cara dibagikan langsung kepada responden dan menggunakan skala guttman. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 63 pemain futsal di Desa Meliau Hulu Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh. Hasil Berdasarkan penelitian, seluruh tingkat pengetahuan pemain futsal di Desa Meliau Hulu Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau tentang penggunaan obat bius semprot dari 10 pernyataan diperoleh kriteria cukup dengan rata-rata 74,13%. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui bahwa pengetahuan pemain futsal di Desa Meliau Hulu Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau tentang penggunaan obat bius semprot sudah memiliki kategori pengetahuan baik.     Kata kunci: pemain futsal, pengetahuan dan anestesi spray
UJI STABILITAS FISIK SEDIAAN SERBUK INSTAN DENGAN KOMBINASI JAHE, TEMULAWAK, KUNYIT DAN SEREH Husnani Husnani; Rissti Zulfitri
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instant powder drink is a drink made from fresh or dry ingredients that are boiled for less than 60 minutes, then added sugar or without sugar and the water is evaporated until sugar crystals or powder are obtained. This study aims to determine the physical stability of instant powder drinks with the composition of ginger, ginger, turmeric, lemongrass and sugar. The physical stability test of instant powder was carried out at room temperature for one month, namely at 0, 7, 14, 21 and 28 days. The parameters observed included dissolving time, pH, water content and organoleptic tests including color, aroma and taste. The results showed that the instant powder drink preparation can be said to be stable from 5 weeks of observation on days 0, 7, 14, 21, 28. The results showed that the instant powder drink preparation on the evaluation of the water content test, dissolving time test, organoleptic test, and pH meter test met the standard requirements for instant powder drinks.
AKTIVITAS MUKOLITIK IN VITRO EKSTRAK ETANOLIK DAUN SAWO MANILA (Manilkara zapota (L.) P.Royen) TERHADAP PUTIH TELUR BEBEK ari irfana; Ade Ferdinan; Erwan Kurnianto
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Daun Sawo manila (Manilkara zapota (L.)) merupakan anggota sapotaceae yang banyak dibudidayakan terlebih dibudidayakan di pekarangan rumah. Penelitian lain menyatakan bahwa senyawa kimia yang diduga memiliki aktivitas mukolitik adalah saponin, tanin, flavonoid dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol Daun sawo memiliki aktivitas mukolitik atau tidak, sehingga dapat diketahui kebermanfaatannya secara jelas dan ilmiah. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah secara in vitro menggunakan putih telur bebek sebagai dahak buatan dengan membandingkan aktivitas mukolitik dengan konsentrasi formula I 0,5%, formula II 1%, dan formula III 1,5%. Aktivitas mukolitik di uji dengan menggunakan viskometer Brookfield LVT 230 kemudian diukur viskositasnya dan dilakukan pengujian statistik dengan p<0,05. Hasil penelitian menunjukan Aktivitas mukolitik ekstrak etanol Sawo manila (Manilkara zapota (L.)) pada menit ke 60 didapat kan persentase Aktifitas mukolitik konsentrasi ekstrak 0,5 % yaitu 34,6 % , konsentrasi ekstrak 1 % yaitu 35,3 %, konsentrasi ekstrak 1,5 % yaitu 55,3% sedangkan aktivitas mukolitik dari kontrol positif asetilsistein 0,2% pada menit ke 60 yaitu sebesar 60,3% Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol Sawo manila (Manilkara zapota (L.)) menunjukan bahwa memiliki Aktifitas mukolitik dan aktifitas paling baik yaitu pada konsentrasi Ekstrak sawo 1,5% karna memiliki persentase hampir sama dengan Kontrol positif.   Kata Kunci : Mukolitik, ekstrak etanol daun Sawo manila (Manilkara zapota (L.)). Viskositas, Putih Telur Bebek