cover
Contact Name
Supartina Hakim
Contact Email
supartinahakim@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6281355940558
Journal Mail Official
supartinahakim@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Paccerakkang No.82, Paccerakkang, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90241, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Media Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar
ISSN : 20865937     EISSN : 27157288     DOI : https://doi.org/10.32382/fis.v15i2
Ruang lingkup media fisioterapi adalah jurnal kesehatan yang mengelola artikel kesehatan dalam rumpun ilmu fisioterapi : 1. Fisioterapi Muskuloskeletal 2. Fisioterapi Neuromuskular 3. Fisioterapi Kardiovaskular dan Respirasi 4. Fisioterapi Geriatrik 5. Fisioterapi Pediatrik 6. Fisioterapi Ergonomi dan Kesehatan Kerja 7. Fisioterapi Olahraga, dan 8. Fisioterapi Kesehatan Masyarakat
Articles 73 Documents
ANALISIS FAKTOR RISIKO NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA LANSIA DI KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR : Analysis of Risk Factors for Low Back Pain in The Elderly in Biringkanaya District, Makassar City Islam, Fahrul; Sudaryanto; Syarifuddin, Syarifuddin; Hasbiah, Hasbiah; Durahim, Darwis; Awal, Muhammad
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2024): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v16i2.1201

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) biasanya merupakan gejala disfungsi pada sistem muskuloskeletal NPB digambarkan sebagai perasaan nyeri, ketegangan otot, atau kekakuan lokal pada bagian bawah batas kosta dan di atas lipatan glutea inferior, tanpa disertai penjalaran ke tungkai sampai kaki (sciatica). Penyebab paling umum dari nyeri punggung bawah adalah kerobekan otot atau ligamen. Sejalan dengan meningkatnya usia akan terjadi degenerasi pada tulang dan keadaan ini mulai terjadi saat seseorang berusia 30 tahun. Pada usia 30 tahun terjadi degenerasi yang berupa kerusakan jaringan, penggantian jaringan menjadi jaringan parut, pengurangan cairan. Semakin tua seseorang, semakin tinggi risiko orang tersebut tersebut mengalami penurunan elastisitas pada tulang yang menjadi pemicu timbulnya gejala NPB. Pada umumnya keluhan muskuloskeletal mulai dirasakan pada usia kerja yaitu 25-65 tahun. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko nyeri punggung bawah di dengan menggunakan metode Observational analysis dengan Desain cross sectional study dimana penelitian ini terdiri atas dua tahapan yaitu tahap pertama pengumpulan data faktor risiko pada responden yang mengalami nyeri punggung bawah dan tahap kedua menganalisis risiko yang menyebabkan nyeri punggung bawah .Hasil penelitian menunjukkan bahwa dilihat dari faktor usia ditemukan paling banyak penderita NPB adalah usia >46 tahun sebanyak 45 orang (76,3%). Dilihat dari faktor indeks massa tubuh (IMT) ditemukan paling banyak penderita NPB yang overweight (berdasarkan IMT) yaitu sebanyak 45 orang (76,3%). Dilihat dari faktor lingkar perut ditemukan paling banyak penderita NPB yang tergolong kategori obesitas sebanyak 32 orang (54,2%). Kemudian dilihat dari sikap tubuh saat memutar dan mengangkat/memindahkan barang/objek ditemukan lebih banyak penderita NPB yang memiliki sikap tubuh yang tidak ergonomis sebanyak 55 orang (93,2%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penderita NPB paling banyak terjadi pada usia > 46 tahun, kategori overweight (berdasarkan IMT), kategori obesitas (berdasarkan lingkar perut) dan sikap tubuh yang tidak ergonomis.
SURVEI KEBUTUHAN PEMUSTAKA PERPUSTAKAAN JURUSAN FISIOTERAPI, POLTEKKES MAKASSAR 2024: Survey of Library Needs of Physiotherapy Departement, Poltekkes Makassar 2024 Burhan; Awal, Muhammad; Dermawan, Ikhsan; Arpandjaman
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2024): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v16i2.1202

Abstract

Penambahan koleksi per tahun 2% dari total koleksi (judul) yang sudah ada, atau minimal 1 judul untuk 1 mata kuliah dipilih yang lebih besar. Pemilihan pustaka merupakan kegiatan awal dari pembinaan koleksi. Pembinaan koleksi harus direncanakan sebaik-baiknya agar layanan yang diberikan oleh perpustakaan benar- benar dapat memenuhi kebutuhan pemustaka. Maksud dilakukannya Survey ini adalah mendapatkan informasi tentang kebutuhan koleksi di perpustakaan jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar yang menjadi prioritas dalam pengadaan koleksi, dengan demikian bermanfaat bagi pemustaka untuk menunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Survey ini dilaksanakan terhadap 58 responden. Data dianalisa secara Diskriptif Kuantitatif. Hasil survey menunjukkan bahwa responden menghendaki jenis koleksi yang tersedia dalam bentuk tercetak, online dan bersifat mutakhir dengan menggunakan bahasa asing ataupun indonesia.
FAKTOR RESIKO KEJADIAN PENYAKIT KARDIOVASKULAR PADA PEKERJA KANTORAN DI KOTA MAKASSAR: Risk factors for cardiovascular disease among office workers in Makassar Syahri, Nur Awalia; Hakim, Supartina; Halimah, Andi; Lestari, Virny Dwiya; Nugraha, Rahmat; Mahmud, Isfawati
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2024): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v16i2.1216

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan prokram kerja prioritas dari Kementerian Kesehatan sejakan dengan program Transformasi Kesehatan sebab 71% jumlah kematihan disebabkan oleh PTM. Sebanyak 35% dari angka tersebut adalah disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler. Penyebab penyakit kardiovaskular ini dapat disebabkan dari berbagai faktor resiko yang berkembang sejak usia produktif 20 – 30 tahun karena pada usia ini kita menjalankan pola hidup secara optimal namun jika terjadi penurunan kualitas pola hidup pada masa tersebut maka akan berdampak pada kondisi kesehatan di masa kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa prevalensi dan distribusi faktor-faktor resiko penyakit kardiovaskuler pada pekerja kantor yang memiliki keterbatasan aktivitas fisik diakrenakan kesibukan pekerjaan di kantor. Penelitian ini menunjukkan sebanyak 83.33% pekerja duduk (tanpa aktivitas fisik) dengan durasi di atas 6 jam dan ditambah dengan presentasi yang tinggi terhadap riwayat hipertensi sebesar 13.33% dan mengalami kolesterol tinggi sebanyak 23.33%. Hal ini menunjukkan keterlibatan berbagai jenis faktor resiko dapat berpotensi meningkatkan kejadian penyakit kardiovaskular.
PENGARUH PEMBERIAN SUSTAINED NATURAL APROPHYSEAL GLIDES (SNAGS) DAN MC. KENZIE EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DAN PENINGKATAN RANGE OF MOTION (ROM) PADA NON-SPESIFIK LOW BACK PAIN DI RSUD SINJAI: Effect of Sustained Natural Aprophyseal Glides (SNAGS) and Mc. Kenzie Exercise on Reducing Pain and Increasing Range of Motion (ROM) in Non-Specific Low Back Pain at RSUD SInjai Ramba, Yonathan; Hidaya, Andi Nurul; Tang, Aco; Hendrik; Erawan, Tiar; Thahir , Muh
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2024): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v16i2.1217

Abstract

Non-spesifik low back pain dapat menyebabkan nyeri, spasme otot, dan ketidakseimbangan otot yang mengurangi stabilitas perut dan punggung bawah, membatasi gerak pinggang, mengubah postur tubuh, dan menyebabkan kecacatan pada pasien.. Jenis penelitian ini adalah pra-experimen coba dengan desain penelitian yang digunakan adalah single-group pre-trial post-trial design, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mc. Latihan Kenzie dan luncuran alami. secara konsisten dalam mengurangi rasa sakit dan meningkatkan ROM lumbal pada pasien yang tidak terpengaruh. -Nyeri punggung bawah yang non spesifik di RSUD Sinjai dengan sampel sebanyak 22 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan analisis uji coba sampel yang cocok pada kelompok perlakuan, diperoleh hasil p=0,000 untuk PSFS, p=0,000 untuk fleksi lumbal, p=0,000 untuk ekstensi lumbal. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari intervensi latihan McKenzie dan luncuran alami yang berkepanjangan terhadap pereda nyeri dan peningkatan ROM lumbal pada nyeri pinggang nonspesifik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah intervensi Mc. Kenzie exercise dan SNAGS signifikan efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan ROM lumbal pada pasien non-spesifik low back pain
PENGARUH PELVIC FLOOR EXERCISE TERHADAP ENURESIS PRIMER USIA 4 - 7 TAHUN DI KELURAHAN BULUROKENG: The Effect Of Pelvic Floor Exercise On Primary Enuresis Aged 4 - 7 Years In Bulurokeng Village Saadiyah, Sri; Multazam, Suci; Ahmad, Hasnia; Muthiah , Sitti; Fajriah , Siti Nurul; Fahriana, Sri Gunda
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2024): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v16i2.1219

Abstract

Enuresis merupakan pengeluaran air kemih yang tidak disadari oleh seseorang yang pengendalian kandung kemihnya diharapkan sudah tercapai. Hal ini terjadi pada anak-anak yang tidak bisa menahan buang air kecil dalam keadaan yang lama seperti pada saat tidur . Gangguan berkemih disebabkan oleh produksi urin terlalu banyak pada malam hari,karena tidak cukup hormon antidiuretik (ADH), stress emosional dan kegelisahan, mengalami gangguan tidur, ukuran kandung kemih yang kecil, dan kebiasaan toilet siang hari yang tidak normal. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan menggunakan time series design, bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelvic floor exercise terhadap enuresis primer usia 4-7 tahun di Kelurahan Bulurokeng dengan menggunakan alat ukur kuesioner Dysfunctional Voiding and Incontinence Scoring System (DVISS) yang digunakan untuk mengukur enuresis pada anak. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 15 orang yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh data ordinal sehingga menggunakan analisis Uji Wilcoxon maka diperoleh nilai p=0,01 (p<0,05) yang berarti ada pengaruh signifikan pelvic floor exercise terhadap enuresis primer usia 4-7 tahun di Kelurahan Bulurokeng. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh pelvic floor exercise terhadap enuresis primer usia 4-7 tahun di Kelurahan Bulurokeng.
PEMBERIAN MC. KENZIE TERHADAP PERUBAHAN FORWARD HEAD POSTURE PADA PETANI BAWANG: Effects of giving MC Kenzie on Changes in Forward Head Posture in Onion Farmers Hendrik; Thahir, Muh; Hakim, Supartina; Arpandjaman; Abdillah Juniarto, Muhammad
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 1 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i1.1491

Abstract

Forward Head Posture merupakan kelainan postural yang dapat dijumpai secara umum dan digambarkan sebagai perpindahan posisi kepala ke arah anterior dan diklasifikasikan sebagai salah satu postur yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Mckenzie Exercise terhadap perubahan Forward Head Posture pada petani bawang. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen, menggunakan rancangan time series design dan melibatkan satu kelompok. Mc Kenzie exercise dilakukan sebanyak 12x intervensi selama 4 pekan, dengan sampel sebanyak 27 orang yang memenuhi kriteria inklusi maupun eksklusi. Kemudian pengukuran yang digunakan adalah Craniovertebral Angle yang diukur menggunakan ImageJ software untuk menilai sudut CVA. Berdasarkan hasil uji analisi data menggunakan uji Paired Sample T Test diperoleh nilai p < 0,05 pada pre test dan post test, yang berarti terdapat pengaruh pemberian mckenzie exercise terhadap perubahan forward head posture. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian Mckenzie Exercise terhadap perubahan Forward Head Posture pada petani bawang.  
PENGARUH SCIATIC EXERCISE DAN NEURODYNAMIC MOBILIZATION UNTUK MENGURANGI NYERI PADA ISCHIALGIA AKIBAT SPONDYLOSIS: The Effect of Sciatic Exercise and Neurodynamic Mobilization to Reduce Pain in Ischialgia due to Spondylosis Ahmad, Hasnia; Muthiah , Siti; Hastura; Fajriah , Siti Nurul; Dermawan, Ikhsan
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 1 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i1.1492

Abstract

Kasus ischialgia akibat spondylosis adalah kondisi yang melemahkan dimana pasien mengalami rasa sakit dan parestesia dalam distribusi saraf ischiadicus atau akar saraf lumbosacral yang terkait. Metode: Penelitian ini adalah penelitian Quasi eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di RSUD dr.Lapalaloi kota Maros. Waktu penelitian bulan Januari 2024 sampai dengan bulan Februari 2024. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh sciatic exercise dan neurodynamic mobilization untuk mengurangi nyeri pada pasien ischialgia di RSUD dr. Lapalaloi Maros. Ada 31 orang pasien nyeri pada pasien ischialgia akibat spondylosis di Rumah Sakit Dr. Lapalaloi yang berusia 40 - 60 tahun sebagai populasi, kemudian besar sampel ditentukan dengan rumus slovin sehingga diperoleh besar sampel 29 orang yang diambil secara purposive  sampling. Data dikumpul yaitu data pribadi dan data aktualitas nyeri dengan menggunakan instrumen visual analogue scale. Hasil: analisis diperoleh ada pengaruh sciatic exercise dan neurodynamic mobilization terhadap pengurangan nyeri pada pasien ischialgia dengan nilai p=0,000<0,05. Kesimpulan: Latihan sciatic exercise dan neurodynamic mobilization memberikan pengaruh terhadap penurunan aktualitas nyeri pasien ischiatic akibat spondylosis.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA CEDERA ANTERIOR CRUCIATUM LIGAMENT DEXTRA DI CLUB FUTSAL : Physiotherapy Management of Dextra Anterior Cruciate Ligament Injury At Futsal Club Saadiyah, Sri; Tang, Aco; Zahra, St Nadhifa; Ramba, Yonathan; Halimah, Andi
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 1 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i1.1493

Abstract

Anterior cruciatum ligament merupakan cedera umum, terutama menyerang individu muda, individu yang aktif secara fisik. Cedera ini ditandai oleh ketidakstabilan sendi, menyebabkan penurunan aktifitas, dan dapat menyebabkan kualitas hidup menurun terkait dengan fungsi lutut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi pada kasus Cedera Anterior Cruciatum Ligament. Jenis penelitian ini merupakan peneltian yang menggali satu jenis kasus dengan menggunakan dua sampel dan memberikan perlakuan yang sama kepada kedua sampel tersebut selama penelitian. Penelitian ini dilakukan di Club Futsal Kalem Fc FAI-UMI bulan Januari sampai Februari 2024. Prosedur pengambilan data    dilakukan dengan cara yaitu primer. Hasil pemeriksaan ditemukan problematik adanya nyeri, kelemahan otot, keterbatasan gerak dan gangguan aktifitas pada sendi lutut. Setelah dilakukan tindakan fisioterapi selama 8 kali pertemuan maka didapat hasil yaitu penuurunan nilai nyeri dari pasien A pada nyeri tekan yaitu 4,0 menjadi 1,5 nyeri gerak 5,2 menjadi 3,0 nyeri fungsional 6,4 menjadi 4,0 sedangkan pasien B pada nyeri tekan 3,3 menjadi 1,2 nyeri gerak 4,3 menjadi 2,1 nyeri fungsional 5,4 menjadi 3,1 yang dinilai dengan Visual Analouge Scale, peningkatan kekuatan otot pada  pasien A terdapat nilai M. Quadricep 3 menjadi 4 dan M. Hamstring 3 menjadi 4 sedangkan pasien B terdapat nilai M. Quadricep 3 menjadi 4 dan M. Hamstring 3 menjadi 4 dinilai dengan Manual Muscle Test, peningkatan Lingkup Gerak Sendi pasien A  Aktif-Fleksi S 0°-0°-83° menjadi S 0°-0°-120° dan Pasif-Fleksi S 0°-0°-90° menjadi S 0°-0°-125° sedangkan pasien B Aktif-Fleksi S 0°-0°-92° menjadi S 0°-0°-130° dan Pasif-Fleksi S 0°-0°-98° menjadi S 0°-0°-137° dinilai dengan goniometer, dan peningkatan Activity Daily Living (ADL) nilai pasien A nyeri pada gerakan jongkok keberdiri, jalan 6 meter, naikturun tangga 3 menjadi 1, kesulitan pada jongkok keberdiri jalan 6 meter dan naik turun tangga 3 menjadi 1, dan ketergantungan pada jongkok keberdiri, jalan 6 meter, naik turun tangga 2 menjadi 1 sedangkan pasien B nyeri pada gerakan jongkok ke berdiri, jalan 6 meter, naik turun tangga 3 menjadi 1, kesulitan pada jongkok keberdiri, jalan 6 meter, naik turun tangga yaitu 2 menjadi 1 dan ketergantungan pada jongkok keberdiri, jalan 6 meter, naik turun tangga yaitu 2 menjadi 1 dinilai dengan menggunakan Skala JETTE. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pemberian Ultrasound, Terapi Manual dan Terapi Latihan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan fungsional pada cedera ACL dan karena itu penulis menyarankan kepada fisioterapis untuk menggunakan modalitas Ultrasound, Terapi Manual dan Terapi Latihan sebagai modalitas utama pada kondisi ACL.
RHYTMIC INITIATION DAN CORE STABILITY BERPENGARUH TERHADAP PENINGKATAN FUNGSIONAL PASIEN POST STROKE NON HEMORHAGE: Rhythmic Initiation and Core Stability in Functional Improvement of Post Stroke Non Hemorrhage Patients Lestari, Virny Dwiya; Durahim, Darwis; Wahyuni, Sri; Islam, Fahrul; Awal, Muhammad; Syarifuddin
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 1 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i1.1494

Abstract

Stroke merupakan kondisi gangguan motorik dan sensorik yang terjadi akibat adanya gangguan sirkulasi darah di otak berupa penyumbatan maupun perdarahan. Gangguan aktivitas funsional pada pasien post stroke terjadi karena adanya gangguan sensorik, motorik, maupun kognitif sehingga berdampak pada berpengaruh pada kemampuan bergerak, keseimbangan, dan kontrol postural. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain one group pre-post test, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik ryhtmic initiation dan  core stability terhadap peningkatan kemampuan fungsional pasien hemiparese post stroke non hemoragic. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan dengan sampel sebanyak 14 orang diukur dengan functional independence measure yang mengalami post stroke 2 sampai 6 bulan dan memiliki hambatan fungsional dengan penanganan sebanyak 12 kali. Hasil penelitian diperoleh adanya pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian teknik ryhtmic initiation dan  core stability dengan uji statistik interferensial pre test dan post test pada kelompok sampel menunjukkan nilai (p=0,003) yang berarti bahwa intervensi teknik ryhtmic initiation dan  core stability dapat meningkatakan kemampuan yang signifikan pada pasien hemiparese post stroke non hemoragic. Kesimpulan penelitian ini adalah adanya pengaruh pemberian teknik rhytmic initiation dan core stability terhadap peningkatan kemampuan fungsional pasien hemiparese post stroke non hemoragic di Rumah Sakit Khusus Daerah Dadi Provinsi Sulawesi Selatan. 
KOMBINASI TIBIAL POSITIONAL CORRECTION DAN LATIHAN CLOSE CHAIN STABILIZING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN NAIK TURUN TANGGA PADA PENDERITA OSTEOARTHRITIS LUTUT: Combination of Tibial Positional Correction and Close Chain Stabilizing Exercises in Improving Stair Climbing Ability in Patients with Knee Osteoarthritis Mahmud, Isfawati; Fahriana, Sri Gunda; Nugraha , Rahmat
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 1 (2025): Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/fis.v17i1.1495

Abstract

Osteoarthritis lutut merupakan penyakit degeneratif sendi yang disebabkan oleh kerusakan kartilago sehingga berpotensi menurunkan kemampuan gerak dan fungsi gerak tubuh, salah satunya yaitu penurunan kemampuan saat naik turun tangga. Hal ini ditandai dengan adanya nyeri yang mengakibatkan penderita mengalami keterbatasan gerak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas kombinasi tibial positional correction dan latihan close chain stabilizing dalam meningkatkan kemampuan naik turun tangga pada penderita osteoarthritis lutut. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pre-test dan post test control group design. Subjek penelitian ini berjumlah 22 orang, dibagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok 11 orang. Kelompok 1 (n=11) diberi latihan close chain stabilizing saja, sedangkan kelompok 2 (n=11) mendapatkan intervensi kombinasi tibial positional correction dan latihan close chain stabilizing. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya penurunan bermakna waktu tempuh naik turun tangga sebelum dan setelah perlakuan dari kedua kelompok. Kelompok 1 terjadi penurunan dari 8,84±0,8 detik menjadi 8,49±0,73 detik (nilai p<0,001) dan kelompok 2 menurun dari 9,06±0,57 detik menjadi 7,80±0,45 detik (nilai p<0,001). Penurunan waktu tempuh pada kelompok 2 lebih besar dibandingkan dengan kelompok 1 (nilai p=0,016). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi tibial positional correction dan latihan close chain stabilizing lebih baik dalam meningkatkan kemampuan naik turun tangga daripada intervensi latihan close chain stabilizing saja pada penderita osteoarthritis lutut.