cover
Contact Name
Putra
Contact Email
putra@akipba.ac.id
Phone
+6281368191992
Journal Mail Official
jits@akipba.ac.id
Editorial Address
Jl. Bukit Munggu No. 1 Tanjung Enim, Kec. Lawang Kidul, Kab. Muara Enim, Sumatera Selatan
Location
Kab. muara enim,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
ISSN : -     EISSN : 30258871     DOI : https://doi.org/10.62278/jits
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) adalah sebuah jurnal blind peer-review yang didedikasikan untuk publikasi hasil penelitian yang berkualitas dalam bidang Teknik dan Sains namun tak terbatas secara implisit. Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) merupakan jurnal elektronik dan cetak yang menyediakan forum untuk mempublikasikan artikel penelitian asli, artikel review dari kontributor, dan berita teknologi baru mencangkup bidang Teknik dan Sains namun tak terbatas secara implisit. Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) menerima artikel ilmiah dengan lingkup penelitian pada: 1) Teknik Pertambangan; 2) Teknik Geologi; 3) Teknik Survei dan Pemetaan; 4) Teknik Kimia; 5) Teknik Elektro; 6) Teknik Mesin dan Industri; 7) Komputer Sains; 8) Bidang teknik terkait lainnya.
Articles 101 Documents
Eksplorasi Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Gedung: Studi Kualitatif dari Perspektif Kontraktor dan Konsultan Pengawas Unggul Sitorus; M Efrizal Lubis; Novdin M Sianturi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.133

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi gedung masih menjadi salah satu permasalahan utama yang memengaruhi keberhasilan penyelenggaraan proyek karena berdampak pada peningkatan biaya, penyimpangan jadwal, penurunan produktivitas, serta menurunnya kinerja proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab keterlambatan proyek konstruksi gedung serta menganalisis keterkaitan antar faktor berdasarkan perspektif kontraktor dan konsultan pengawas melalui pendekatan kajian literatur kualitatif. Penelitian menggunakan metode library research dengan menganalisis 32 artikel ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data akademik internasional. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola-pola yang konsisten mengenai penyebab keterlambatan proyek. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh tema utama penyebab keterlambatan, yaitu perencanaan proyek, manajemen keuangan, pengadaan material, sumber daya manusia, manajemen peralatan, komunikasi, koordinasi pemangku kepentingan, manajemen desain, faktor lingkungan, dan praktik manajemen proyek. Perencanaan proyek yang kurang matang, komunikasi yang tidak efektif, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta keterlambatan pengambilan keputusan merupakan faktor yang paling dominan dan saling memengaruhi selama pelaksanaan proyek. Selain itu, kontraktor cenderung menekankan kendala operasional, sedangkan konsultan pengawas lebih berfokus pada aspek pengendalian proyek dan koordinasi. Penelitian ini memberikan sintesis yang komprehensif mengenai mekanisme keterlambatan proyek konstruksi serta dapat menjadi acuan dalam meningkatkan perencanaan, komunikasi, koordinasi, dan manajemen risiko guna meminimalkan keterlambatan proyek.
Analisis Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Konstruksi Skala Menengah: Sebuah Kajian Literatur Unggul Sitorus; Novdin M Sianturi; M Efrizal Lubis
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.134

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi karena tingginya tingkat risiko kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kompleksitas aktivitas dan lingkungan kerja. Meskipun berbagai regulasi dan standar keselamatan telah diterapkan, implementasi K3 pada proyek konstruksi skala menengah masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi K3 pada proyek konstruksi skala menengah dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi, hambatan yang dihadapi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode library research dengan memanfaatkan berbagai artikel ilmiah, buku, standar internasional, dan dokumen resmi yang relevan. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul secara konsisten dalam berbagai penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi K3 dipengaruhi oleh komitmen manajemen, budaya keselamatan, kompetensi pekerja, penerapan manajemen risiko, penggunaan alat pelindung diri, serta kepatuhan terhadap regulasi. Sebaliknya, keterbatasan anggaran, lemahnya pengawasan, rendahnya kesadaran pekerja, dan pelaksanaan pelatihan yang belum optimal menjadi hambatan utama. Penerapan sistem manajemen K3 secara terintegrasi disertai penguatan budaya keselamatan dan peningkatan kompetensi pekerja menjadi strategi utama dalam meningkatkan kinerja keselamatan pada proyek konstruksi skala menengah.
Fabrikasi DSSC Berbasis TiO2/SiO2-Karbon Aktif Melalui Screen Printing dengan Sensitizer Bit Merah: Analisis Efisiensi pada Berbagai Intensitas Cahaya Randy Ahmad Fauzan; Agus Supriyanto; Ade Suhara; Khoirudin Khoirudin; Amir Amir; Dodi Mulyadi; Karina Chintya Lestari; Nafisa Rizki Maulida; Muhamad Taufik Ulhakim
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memfabrikasi Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) berbasis fotoanoda komposit TiO₂/SiO₂-karbon aktif menggunakan metode screen printing dan ekstrak buah bit merah (Beta vulgaris) sebagai fotosensitizer alami, serta menganalisis pengaruh variasi intensitas cahaya terhadap efisiensi konversi energi. Fotoanoda dikarakterisasi menggunakan XRD, SEM, EDX, dan UV-Vis. Karakterisasi menunjukkan bahwa komposit memiliki struktur kristalin yang baik, morfologi permukaan berpori, serta komposisi unsur yang sesuai. Analisis UV-Vis memperlihatkan puncak serapan maksimum pada panjang gelombang 530 nm dan perkiraan energi celah optik sebesar 2,34 eV. Pengujian fotovoltaik dilakukan menggunakan lampu LED berdaya 8, 10, dan 12 W. Pengujian menunjukkan bahwa intensitas cahaya yang lebih besar memperbaiki parameter kinerja DSSC. Performa optimum diperoleh pada daya 12 W, ditandai oleh nilai Voc sebesar 0,71 V, Jsc sebesar 0,131 mA/cm², FF sebesar 45,1%, dan efisiensi konversi energi sebesar 0,053%. Secara keseluruhan, komposit TiO₂/SiO₂-karbon aktif dan fotosensitizer ekstrak buah bit merah berpotensi digunakan sebagai material ramah lingkungan dalam pengembangan DSSC berbiaya rendah.
Pengaruh Suhu Pemanasan terhadap Total Moisture dan Calorific Value dalam Proses Peningkatan Kualitas Batubara Coklat Pempieno Rizka Nourishma; Arief Pambudi Nugraha; Ade Purnama Jaya
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu pemanasan (190–205°C) terhadap Total Moisture (TM) dan Calorific Value (CV) pada proses peningkatan kualitas batubara peringkat rendah (brown coal upgrading) dari Seam S, Pit 4 PT. Baturona Adimulya. Sebanyak 16 sampel batubara dipanaskan pada suhu 190°C hingga 205°C dengan interval 1°C dan diamati pada hari ke-3, 6, 9, 12, dan 15. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear dilakukan untuk menentukan hubungan antara suhu pemanasan dengan TM dan CV. Hasil penelitian menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat antara suhu pemanasan dan TM pada hari ke-15 (r = -0,866; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan suhu sebesar 1°C menurunkan TM sebesar 0,045%. Nilai kalor menunjukkan penurunan rata-rata dari sekitar 5.862 kkal/kg (hari ke-3) menjadi sekitar 5.725 kkal/kg (hari ke-15). Model regresi linear menjelaskan 75% variasi TM pada hari ke-15 (R² = 0,750). Penelitian ini merekomendasikan suhu pemanasan optimal 198–202°C dengan durasi minimal 9 hari untuk mencapai target TM < 10,2% dan CV > 5.720 kkal/kg.
Perbandingan Perilaku Struktur Gedung Kantor Pelindo Teluk Bayur Akibat Beban Gempa dan Beban Gempa-Tsunami Berdasarkan Analisis Simpangan Antar Lantai dan Efek P-Delta Muhammad Sodri Renjani; Rehni Setiati; Sucitra Wijaya; Doli Jumat Rianto; Irfan Satria Permana; Randy M Oswara
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.138

Abstract

Indonesia memiliki tingkat aktivitas seismik yang tinggi dengan potensi gempa dan tsunami besar. Namun, peraturan nasional belum mengatur secara rinci prosedur beban tsunami, sehingga bangunan di daerah pesisir umumnya hanya dirancang untuk beban gempa tanpa memperhitungkan dampak beban tsunami dalam perencanaan struktur bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja struktur bangunan beton bertulang yang dikenai beban gempa dan tsunami berdasarkan analisis simpangan antar lantai dan efek P-Delta. Penelitian ini menggunakan metode numerik dengan perangkat lunak ETABS v18. Analisis beban gempa mengacu pada SNI 1726:2019. Sementara beban tsunami dihitung berdasarkan FEMA P-646. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur yang hanya menerima beban gempa masih memenuhi persyaratan deviasi dan stabilitas menurut SNI 1726:2019. Namun, penambahan beban tsunami menyebabkan peningkatan signifikan pada respons struktur, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan perpindahan maksimum dari 38,885 mm menjadi 660,891 mm. Nilai koefisien stabilitas (θ) juga meningkat dari 0,05229 menjadi 0,82164, melebihi batas yang diizinkan sehingga struktur tidak lagi memenuhi persyaratan stabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa beban tsunami memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku struktur. Oleh karena itu, evaluasi dan perencanaan bangunan di daerah pesisir perlu mempertimbangkan kombinasi beban gempa dan tsunami untuk meningkatkan tingkat keamanan dan keandalan struktur.
Analisis Upaya Preventif Ketidakpastian Pasokan Bahan Baku melalui Pendekatan Safety Stock dan Reorder Point Yuni Susilawati; Ade Suhara; Amallia Amallia; Annisa Indah Pratiwi; Suryadi Suryadi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.140

Abstract

PT. Tri Jaya Teknik merupakan perusahaan dengan sistem produksi make-to-order yang menghadapi ketidakpastian pasokan berupa keterlambatan pengiriman dan kesulitan memperoleh bahan baku sesuai spesifikasi yang berpotensi menghambat proses produksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pengadaan bahan baku, mengidentifikasi risiko keterlambatan pengadaan, serta menentukan pengendalian persediaan menggunakan metode Safety Stock dan Reorder Point (ROP). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif yang didukung pendekatan kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada bagian purchasing, meliputi data pembelian besi hollow berukuran 60 × 60 × 2,3 mm dan lead time pengadaan selama Januari–April 2026. Data pembelian digunakan sebagai proksi permintaan karena data pemakaian material belum terdokumentasi lengkap. Analisis menunjukkan adanya risiko pengadaan yang berkaitan dengan ketidakpastian ketersediaan material, variasi kinerja pemasok, dan keterlambatan pengiriman. Hasil pengolahan menunjukkan rata-rata permintaan sebesar 54,98 batang per hari dengan standar deviasi 24,85 batang per hari. Pada tingkat pelayanan 95% dan lead time normal dua hari, diperoleh Safety Stock sebesar 58 batang dan ROP sebesar 168 batang. Kedua metode dapat menjadi dasar pengambilan keputusan pengadaan yang lebih terukur untuk mengantisipasi kekurangan bahan baku dan keterlambatan produksi. Namun, hasilnya perlu dievaluasi menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang dan data pemakaian yang lebih lengkap.
Pengaruh Bedding shear terhadap Kestabilan Lereng Tunggal Menggunakan Analisis Keseimbangan Batas dan Probabilistik: Studi Kasus pada Area Highwall Tambang Batubara Terbuka PT. “X”di Kalimantan Selatan, Indonesia Luliana Luliana; Astrid Fadhilah; Roy Reeverdy; Muhammad Annis Wichi Luthfina; Febiyora Chandra Kirana
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.142

Abstract

Beberapa kejadian longsoran telah dilaporkan akibat keberadaan bedding shear, yaitu lapisan yang tersusun atas laminasi yang mengalami pergeseran (sheared lamination) dan batulempung karbonan (carbonaceous mudstone) yang berasosiasi dengan rembesan air ke dalam lapisan tersebut. Bidang diskontinuitas yang terbentuk menciptakan bidang lemah yang berpotensi menjadi bidang gelincir sehingga memicu terjadinya longsoran. Material penyusun lereng pada lokasi penelitian terdiri atas batupasir, batulempung, serpih berlaminasi, batulanau, dan batubara. Lereng memiliki bidang diskontinuitas berupa bidang perlapisan dan kekar. Geometri lereng tunggal pada lokasi penelitian memiliki tinggi sekitar ±17 m dengan sudut kemiringan 29°. Salah satu kejadian pergerakan massa batuan terjadi di PIT “X”, tepatnya dengan elevasi RL -160 hingga -174, yang disebabkan oleh keberadaan bedding shear pada lantai lapisan batubara (floor seam) T110. Analisis dilakukan menggunakan metode Direct Shear Strength Test (DST), Rock Mass Rating (RMR), serta metode Keseimban’gan Batas (Limit Equilibrium Method). Analisis Probability of Failure (PoF)  dilakukan menggunakan perangkat lunak Slide 6.0 dengan menerapkan kriteria keruntuhan Mohr–Coulomb dan Generalized Hoek–Brown. Berdasarkan hasil analisis, pada lereng dengan sudut kemiringan 34° diperoleh Probability of Failure (PoF)  sebesar 23%, sedangkan pada lereng dengan sudut kemiringan 64° diperoleh Probability of Failure (PoF)  sebesar 17,5%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa keberadaan bedding shear memberikan pengaruh terhadap stabilitas lereng dan berpotensi menjadi bidang gelincir yang memicu terjadinya longsoran.
Produksi Briket dari Karbon Aktif Serbuk Kayu Mahoni melalui Variasi Temperatur Aktivasi untuk Energi Terbarukan Muhamad Taufik Ulhakim; Ade Suhara; Nafisa Rizki Maulida; Farah Nadira Noer; Bella Kharisma; Annissa Novalinda Al-Mi’raj; Rezki Diwanti Suci Lestari; Desti Martina
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.143

Abstract

Limbah serbuk kayu mahoni (Swietenia mahagoni) memiliki kandungan karbon yang tinggi, tetapi pemanfaatannya sebagai bahan bakar padat bernilai tambah masih terbatas. Selain itu, hubungan antara temperatur aktivasi, struktur karbon, karakteristik proksimat, dan performa pembakaran briket belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh temperatur aktivasi terhadap karakteristik karbon aktif berbasis serbuk kayu mahoni dan kualitas briket yang dihasilkan. Serbuk kayu dikarbonisasi, diimpregnasi menggunakan H3PO4 dengan rasio 1:3 (b/v), kemudian diaktivasi selama 2 jam pada temperatur 600, 700, dan 800 °C. Karbon aktif hasil aktivasi dikarakterisasi menggunakan X-ray diffraction (XRD), sedangkan briket yang dibuat dari karbon aktif tersebut diuji melalui analisis proksimat, pengukuran nilai kalor, laju pembakaran, dan lama pembakaran. Hasil XRD menunjukkan bahwa seluruh sampel karbon aktif memiliki struktur karbon amorf dengan puncak lebar pada 2θ sekitar 24-26° serta kecenderungan peningkatan keteraturan struktur pada temperatur aktivasi yang lebih tinggi. Peningkatan temperatur aktivasi dari 600 menjadi 800 °C menyebabkan penurunan kadar air briket dari 6,80% menjadi 3,70%, kadar zat terbang dari 25,80% menjadi 17,40%, dan laju pembakaran dari 0,113 menjadi 0,093 g/menit. Sebaliknya, peningkatan temperatur aktivasi menyebabkan kenaikan kadar abu dari 5,10% menjadi 10,20%, karbon terikat dari 62,30% menjadi 68,70%, nilai kalor dari 4.253 menjadi 4.768 kal/g, dan lama pembakaran dari 41,8 menjadi 54,9 menit. Dengan demikian, temperatur aktivasi 800 °C menghasilkan kinerja pembakaran terbaik, yaitu nilai kalor dan karbon terikat tertinggi, laju pembakaran terendah, serta durasi terpanjang, meskipun kadar abu meningkat.
Tinjauan Sistematis Metode Desulfurisasi Batubara : Pendekatan Biologis, Kimia, Fisika, dan Hybrid Pempieno Rizka Nourishma
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.144

Abstract

Kandungan sulfur pada batubara merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi kualitas batubara serta menjadi sumber emisi sulfur dioksida (SO₂) yang berkontribusi terhadap pencemaran udara dan hujan asam. Berbagai teknologi desulfurisasi telah dikembangkan melalui pendekatan fisika, kimia, biologis, dan hybrid, namun kajian yang membandingkan kinerja, mekanisme, keterbatasan, serta prospek pengembangannya secara komprehensif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menyusun tinjauan sistematis terhadap perkembangan teknologi desulfurisasi batubara berdasarkan 36 artikel ilmiah internasional yang telah melalui proses peer review. Kajian dilakukan dengan menganalisis jenis batubara, bentuk sulfur, mekanisme desulfurisasi, kondisi operasi, teknik karakterisasi, efisiensi penghilangan sulfur, serta aspek keberlanjutan teknologi. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode fisika efektif dalam menghilangkan sulfur anorganik, sedangkan metode kimia memberikan efisiensi desulfurisasi yang lebih tinggi melalui mekanisme oksidasi selektif, namun memerlukan konsumsi reagen yang lebih besar. Metode biologis menawarkan proses yang lebih ramah lingkungan dan selektif terhadap sulfur organik, meskipun masih terkendala laju reaksi dan penerapan pada skala industri. Sementara itu, metode hybrid menunjukkan potensi terbaik karena mampu mengintegrasikan keunggulan berbagai pendekatan sehingga meningkatkan efisiensi desulfurisasi sekaligus mempertahankan kualitas batubara. Kajian ini menegaskan bahwa integrasi metode hybrid, didukung teknik karakterisasi modern dan evaluasi keberlanjutan, merupakan arah yang paling prospektif dalam pengembangan teknologi clean coal di masa mendatang.
Nilai Ground Shear Strain Pada Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman Adelia Saras Nugraheni; Dwi Wahyu Hardiyanto; Luliana Luliana; Idarwati Idarwati
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.145

Abstract

Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berada pada zona transisi antara endapan vulkanik Gunung Merapi di bagian utara dan zona aktif Sesar Opak di bagian selatan, sehingga tergolong wilayah rawan guncangan gempa bumi. Kondisi geologi yang bervariasi antarwilayah menyebabkan respons tanah terhadap gelombang seismik juga bervariasi, sehingga diperlukan kajian mengenai potensi deformasi tanah melalui parameter Ground Shear Strain (GSS). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi nilai GSS di empat desa, yaitu Jogotirto, Kalitirto, Sendangtirto, dan Tegaltirto, sebagai indikator potensi deformasi tanah akibat aktivitas seismik. Nilai GSS dihitung dengan memanfaatkan data sekunder hasil akuisisi mikroseismik yang telah diolah menggunakan metode HVSR dari penelitian sebelumnya, meliputi nilai indeks kerentanan seismik (Kg) dan percepatan tanah maksimum (PGA), mengacu pada persamaan Nakamura (γ = Kg × 10⁻⁶ × αmax). Hasil penelitian menunjukkan nilai GSS di Kecamatan Berbah berkisar antara 8,063 × 10⁻³ hingga 1,460 × 10⁻². Nilai tertinggi terkonsentrasi di bagian tengah hingga selatan Desa Tegaltirto, serta sebagian selatan Kalitirto dan tenggara Jogotirto, sedangkan nilai terendah tersebar di sebagian besar Sendangtirto, barat laut Kalitirto, dan bagian tengah Jogotirto. Berdasarkan klasifikasi Ishihara (1982), nilai GSS di wilayah penelitian tergolong dalam kategori elastoplastis hingga mendekati kategori keruntuhan, dengan Tegaltirto sebagai wilayah yang paling berpotensi mengalami penurunan tanah, pemadatan, dan likuefaksi akibat kedekatannya dengan Sesar Opak dan sedimen permukaan yang relatif longgar. Hasil ini menegaskan bahwa Tegaltirto perlu menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana dan perencanaan pembangunan infrastruktur tahan gempa di Kecamatan Berbah.

Page 10 of 11 | Total Record : 101