cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
ESENSI KREATIVITAS DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK : STUDI FENOMENOLOGIS GURU SENI RUPA SMP Mulyeti Marzal; Fuji Astuti; Ardipal; Jupriani; Heldi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7372

Abstract

Implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) pada seni rupa SMP terkendala persepsi guru berorientasi produk terhadap kreativitas, membatasi proses eksploratif esensial pengembangan artistik. Penelitian ini mengungkap pemahaman guru seni rupa SMP terhadap kreativitas dalam konteks PjBL. Menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) kualitatif, penelitian menargetkan 3-5 guru purposif dari Kabupaten Siak berpengalaman minimal lima tahun. Pengumpulan data meliputi wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi kelas, dan analisis dokumen, dianalisis melalui tahapan IPA: reading-re-reading, initial noting, pengembangan tema emergen, dan koneksi antar tema. Hasil mengidentifikasi empat tema terkait: kreativitas sebagai kualitas produk, PjBL sebagai tugas terstruktur, kesadaran proses terhambat praktik, dan peran fasilitasi guru terbatas. Temuan menunjukkan guru terjebak paradigma produk meski mengenali proses. Penelitian menyimpulkan penguatan refleksi pedagogis melalui penilaian berbasis proses krusial untuk PjBL autentik, merekomendasikan pelatihan guru dan fleksibilitas institusional.
PERAN PEMBELAJARAN SENI RUPA DALAM MENDUKUNG REGULASI EMOSI PESERTA DIDIK SMP PADA FASE REMAJA AWAL Yosi Elinda; Fuji Astuti; Ardipal Ardipal; Jupriani Jupriani; Heldi Heldi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7374

Abstract

Peserta didik SMP pada fase remaja awal mengalami ketidakstabilan emosi dan keterbatasan regulasi emosi yang memicu perilaku impulsif serta konflik sebaya yang mengganggu iklim belajar. Studi literatur ini mengkaji peran pembelajaran seni rupa dalam mendukung regulasi emosi peserta didik SMP. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, populasi terdiri dari publikasi ilmiah (2019-2025) yang disampel secara purposive (20-30 sumber) dari Google Scholar dengan fokus pembelajaran seni rupa, regulasi emosi, dan perkembangan remaja. Instrumen berupa dokumen pustaka dianalisis melalui model interaktif Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian, dan verifikasi. Hasil menunjukkan pembelajaran seni rupa menyediakan ruang ekspresi emosional aman, meningkatkan pengenalan emosi melalui proses kreatif, serta membentuk perilaku adaptif seperti pengendalian impuls dan resolusi konflik. Kesimpulannya, pembelajaran seni rupa berorientasi proses secara strategis memperkuat regulasi emosi dan keterampilan sosial-emosional.
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Status Kesehatan Mahasiswa Pendidikan Jasmani Universitas Pamulang Ilona Pratiwi Hutabarat; Veni Elisyah; Muhamad Ali Ode
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan dan kebugaran jasmani merupakan komponen penting dalam mendukung aktivitas akademik dan kesiapan profesional mahasiswa Pendidikan Jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kebugaran jasmani dan status kesehatan mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Universitas Pamulang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan mahasiswa aktif yang mengikuti perkuliahan praktik. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober melalui tes kebugaran jasmani menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) serta pengisian kuesioner status kesehatan. Analisis data dilakukan secara statistik deskriptif dan disajikan dalam bentuk nilai rata-rata, persentase, tabel, dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori kebugaran jasmani sedang hingga baik, dengan nilai rata-rata kebugaran sebesar 67,8. Status kesehatan mahasiswa secara umum berada pada kategori baik dengan skor rata-rata 72,4, meskipun masih ditemukan sebagian mahasiswa pada kategori cukup dan kurang. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi kebugaran jasmani dan kesehatan mahasiswa Pendidikan Jasmani secara umum tergolong cukup baik, namun tetap memerlukan upaya pembinaan yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perencanaan program pembelajaran, pembinaan kebugaran, dan promosi kesehatan di lingkungan perguruan tinggi.
the Evaluating Traditional Game-Based Instructional Strategies to Enhance Cognitive Skills in Physical Education Learning Ubaedi Ubaedi; Rahmat Gunawan; Ilona Pratiwi Hutabarat; Doki Harpinus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of traditional game-based instructional strategies in enhancing elementary school students’ cognitive skills in physical education (PE) learning. The research employed a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group approach. The study was conducted in a primary school located in a mountainous area with limited access to digital learning resources, emphasizing the importance of contextual and low-cost instructional alternatives. The participants consisted of eighteen fourth- and fifth-grade students who were divided into an experimental group (n = 9) and a control group (n = 9). The experimental group received PE instruction integrated with traditional games, while the control group was taught using conventional instructional methods. Students’ cognitive skills were measured using a cognitive assessment instrument administered before and after the intervention. Data were analyzed using descriptive statistics, paired-samples t-tests, independent-samples t-tests, and normalized gain (N-Gain) analysis. The results indicated that both groups experienced significant improvements in cognitive performance; however, the experimental group demonstrated substantially higher learning gains. The experimental group achieved a mean gain of 12.56 (52.7%), compared to 7.67 (37.9%) in the control group. Inferential analysis revealed a statistically significant difference in posttest scores favoring the experimental group. These findings suggest that traditional game-based instructional strategies are effective in improving students’ cognitive skills in physical education learning, particularly in educational settings with limited technological resources.
Disclosure of CSR and ESG Information in Sustainability Accounting Reporting of Public Companies in Indonesia: A Literature Review Christine Dewi Nainggolan; Linda Lidyawati; Agus Sriyanto; Edison Sihombing; Liper Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study reviews previous research on the disclosure of Corporate Social Responsibility (CSR) and Environmental, Social, and Governance (ESG) information in sustainability accounting reports of public companies in Indonesia. The main purpose of this paper is to summarize key discussions in the literature, identify commonly used theories and research methods, and highlight existing research gaps related to CSR and ESG disclosure practices. Materials and Methods. This study employs a literature review approach by collecting academic articles from national and international journals. The reviewed studies were published in reputable journals indexed in Scopus, Web of Science, and SINTA within the last ten years. Articles were selected based on their relevance to CSR disclosure, ESG disclosure, sustainability accounting, and public companies in Indonesia. The selected literature was systematically analyzed and classified based on research topics, theoretical frameworks, research methods, and key findings to identify overall patterns and research trends. Results. The review indicates a significant increase in CSR and ESG disclosure research in Indonesia over the past decade. Most studies apply legitimacy theory, stakeholder theory, and agency theory as the main theoretical foundations to explain corporate disclosure behavior. Quantitative approaches, particularly content analysis combined with regression or panel data analysis, dominate the research methods, while qualitative and mixed-method studies remain limited. Empirical findings generally suggest that CSR and ESG disclosure are positively associated with firm value, financial performance, and investor responses, although the quality and consistency of disclosures vary widely across companies and industries. Regulatory developments, such as mandatory sustainability reporting requirements, have encouraged broader disclosure practices; however, disclosure quality and standardization remain ongoing challenges. Conclusion. This review highlights several research gaps, including the limited use of integrated theoretical perspectives, insufficient attention to disclosure quality and assurance, and the lack of longitudinal and comparative studies. Future research is encouraged to explore the effectiveness of ESG disclosure, its real impact on corporate sustainability performance, and the role of institutional and regulatory factors in improving sustainability reporting practices in Indonesia.
Inovasi kebijakan Hibrida berbasis Tri Hita Karana: Mengatasi Dampak Overtourism pada Tata Ruang Pesisir Bali Menuju Resiliensi Iklim 2030-2045 Ni Putu Ari Setiawati; Ni Wayan Sutiani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7389

Abstract

Overtourism di pantai selatan Bali telah mencapai titik kritis dengan 6 juta wisatawan pada 2025, menyebabkan pelanggaran tata ruang pesisir menjadi masif, erosi 2-3 m/tahun, dan limbah 1.500 toN/hari, mengancam keberlanjutan 70% PDRB Bali dari pariwisata. Tujaun penelitian ini adalah menganalisis dampak multidimensi overtourism terhadap tata ruang pesisir, mengevaluasi kelemahan regulasi RTRW 2021-2041 dan Perda 16/2009, dan mengembangkan model kebijakan hibrida berbasis Tri Hita Karana untuk visi zero violation 2030-2045 selaras SDGs Goal 11 dan 13. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif analitis kualitatif menggunakan data sekunder dari BPS Bali, KLHK, dan 15 artikel jurnal open akses 2020-2025, dianalisis melalui literature review sistematis dan analisis konten tematik dengan triangulasi sumber untuk validitas. Hasil menunjukkan 80% wisatawan terkonsentrasi di selatan Bali memicu 60 kasus pelanggaran RTRW (demolisi Bingin 2025), kerugian ekonomi Rp. 1 Triliun, dan konflik sosial lokal-investor. Model Bali Pesisir Lestari (BPL) hibrida diusulkan: monitoring GIS dan banjar adat, moratorium hotel, eco-zone insentif PBB 30% di utara Bali, dan edukasi Tri Hita Karana, dengan proyeksi pengurangan pelanggaran 50% dalam 3 tahun. Kesimpulan menggarisbawahi urgensi implementasi pilot Bingin 2026 melalui kolaborasi DPD-RI, Kemenparekraf, menuju Blue Economy ASEAN dan sertifikasi Blue Flag. Revisi UU Penataan Ruang integrasi kearifan lokal dan monitoring BPS berkala direkomendasikan untuk resiliensi iklim 3030-2045.
Kualitas Mikrobiologi dan Ph Sui Wu’u Potongan Karkas Entok (Chairina Moschata) yang Diawetkan dengan Metode Pengawetan Tradisional Sui Wu’u Xaveriana Seran; Gemini Ermiani Mercurina Malelak; Heri Armadianto; Bastari Sabtu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai pH potongan karkas entok yang diawetkan dengan metode sui wu’u dan kualitas mikrobiologi, Total Plate Count (TPC), E.coli, Bakteri Asam Laktat (BAL). Materi yang digunakan adalah potongan karkar entok, tepung jagung dan garam. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) 3×5 terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan meliputi P1: dada 400 g + tepung jagung 200% + garam 6% P2: paha atas 400 g + tepung jagung 200% + garam 6% P3: paha bawah 400 g + tepung jagung 200% + garam 6% , disimpan dalam bambu betung. Variabel yang diamati pH daging segar, pH sui wu’u, TPC, E.coli dan BAL. Data dianalisis menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) dilanjtkan dengan uji jarak Berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan nilai pH karkas segar dan sui wu’u berbeda sangat nyata (P<0,01), sedangkan TPC, E.coli dan BAL tidak berbeda nyata (P>0,05). pH karkas paha menurun setelah pengawetan, sedangkan pH dada tidak berubah. Disimpulkan bahwa perlakuan sui wu’u menurunkan pH paha, sedangkan TPC, E.coli dan BAL sama untuk semua potongan karkas.
Pengembangan Buku Pengasuhan Unggul Sarat dengan Kearifan Lokal dan Digitalisasi (Pusaka) di TPA Asmaul Husna Kota Gorontalo Agustini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7391

Abstract

Artikel ini membahas PUSAKA (Pengasuhan Unggul Sarat dengan Kearifan dan Digitalisasi), sebuah model pengasuhan inovatif yang diimplementasikan di TPA Asmaul Husna Kota Gorontalo yang mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi digital untuk memperkuat pendidikan karakter anak usia dini di rumah dan sekolah. Program ini terinspirasi oleh tiga prinsip Ki Hajar Dewantara, Asih, Asah, dan Asuh, dan dirancang untuk menyinergikan guru, pengasuh, dan orang tua dalam menumbuhkan tujuh kebiasaan inti anak-anak Indonesia: disiplin, kesehatan jasmani dan rohani, akhlak yang baik, kemandirian, kreativitas, keterampilan sosial, dan keseimbangan emosional. Studi ini dimulai dengan penilaian terhadap 40 orang tua, yang mengungkapkan bahwa sekitar 75% menerapkan pola pengasuhan otoriter, 10% permisif, dan 15% memiliki komunikasi yang tidak efektif, sementara 60% cenderung sepenuhnya mendelegasikan perkembangan anak kepada lembaga karena tuntutan pekerjaan. PUSAKA kemudian dikembangkan dengan mengintegrasikan konten budaya lokal seperti permainan tradisional, makanan daerah, dan semangat gotong royong ke dalam buku panduan pengasuhan yang dilengkapi dengan Kode QR yang terhubung dengan lagu, video, cerita rakyat, dan permainan digital berbasis GCompris yang dapat diakses bersama oleh orang tua dan anak di rumah. Selama enam bulan implementasi, hasil penilaian menunjukkan peningkatan pola pengasuhan positif hingga 75% dan pertumbuhan keterlibatan orang tua dari 40% menjadi 70%, disertai dengan perubahan perilaku yang terlihat pada anak-anak seperti kehadiran tepat waktu, doa teratur, antusiasme dalam aktivitas fisik, pengenalan makanan lokal, dan kemampuan untuk menceritakan kembali cerita moral. Komunikasi yang harmonis antara orang tua dan pengasuh menjadi lebih terjalin, dan praktik pengasuhan di rumah dan sekolah menjadi lebih selaras, memberikan anak-anak pengalaman belajar yang konsisten yang mencerminkan pengasuhan berkualitas yang berakar budaya dan didukung teknologi. Inovasi PUSAKA berpotensi untuk direplikasi di lingkungan pendidikan anak usia dini lainnya di Kota Gorontalo dan di seluruh Indonesia untuk mendukung pengembangan generasi muda yang cerdas, berkarakter baik, dan berwawasan sosial. Tujuan penelitian ini adalah model pengasuhan inovatif yang diimplementasikan di TPA Asmaul Husna Kota Gorontalo yang mengintegrasikan kearifan lokal dan teknologi digital untuk memperkuat pendidikan karakter anak usia dini di rumah dan sekolah. Bahan dan metode Bahan Penelitian (Research Materials) bahan penelitian yang digunakan meliputi buku panduan pengasuhan PUSAKA, konten kearifan lokal, seperti: Permainan tradisional, Makanan daerah, Cerita rakyat, media digital berbasis QR Code, berisi lagu anak, video edukatif, cerita Pendidikan karakter, permainan digital (GCompris). penelitian ini menggunakan penelitia R&D dengan metode campuran (mixed methode) dan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) Hasil produk berupa model pengasuhan inovatif (PUSAKA). Diawali dengan analisis kebutuhan (assessment orang tua), dilanjutkan dengan pengembangan, implementasi, dan evaluasi model, bertujuan untuk perbaikan praktik pengasuhan dan pendidikan karakter. Kesimpulan model PUSAKA (Pengasuhan Unggul Sarat dengan Kearifan dan Digitalisasi) merupakan inovasi pengasuhan yang efektif dalam memperkuat pendidikan karakter anak usia dini melalui sinergi antara orang tua, guru, dan pengasuh. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal dengan pemanfaatan teknologi digital yang ramah anak, berlandaskan prinsip Asih, Asah, dan Asuh Ki Hajar Dewantara, mampu menjawab permasalahan dominannya pola pengasuhan yang kurang tepat serta rendahnya keterlibatan orang tua dalam proses perkembangan anak. Implementasi PUSAKA selama enam bulan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pola pengasuhan positif dan keterlibatan orang tua, yang diikuti oleh perubahan perilaku anak ke arah yang lebih disiplin, religius, mandiri, sehat, serta memiliki keterampilan sosial dan keseimbangan emosional yang lebih baik. Selain itu, komunikasi antara orang tua dan pengasuh menjadi lebih harmonis, sehingga praktik pengasuhan di rumah dan di lembaga pendidikan menjadi lebih selaras dan konsisten.
Analisis Semiotika Cancel Culture pada Film Oshi No Ko (Live Action) Mizra Ardiyansyah; Muhammad Fathoni
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7395

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena cancel culture dalam film Oshi No Ko (Live Action) dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film sendiri sebagai media audio visual memiliki kemampuan untuk membangun makna, membentuk persepsi, serta merepresentasikan fenomena sosial yang berkembang di era digital. Cancel culture adalah fenomena sosial yang ditandai dengan penghakiman massal, ujaran kebencian, dan tekanan psikologis terhadap public figure melalui media sosial. Film Oshi No Ko (Live Action) dipilih sebagai objek penelitian karena secara eksplisit menunjukkan sisi gelap dari industri hiburan, khususnya bagaimana konstruksi media dan opini publik berdampak pada kondisi psikologis seorang public figure muda, yang direpresentasikan melalui karakter Akane. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika Roland Barthes yang mencakup makna denotatif, konotatif, dan mitos. Data diperoleh melalui observasi mendalam terhadap adegan-adegan film yang relevan dengan isu cancel culture serta dokumentasi visual berupa tangkapan layar, didukung oleh studi literatur dari jurnal ilmiah dan sumber terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa cancel culture direpresentasikan melalui simbol visual, narasi media, dan ekspresi karakter yang menegaskan adanya hukuman sosial, tekanan emosional, serta kerentanan psikologis. Pada tingkat mitos, film ini membangun pemaknaan bahwa media dan opini publik memiliki kuasa besar dalam membentuk realitas sosial dan menentukan nilai individu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian semiotika dan komunikasi visual dalam memahami representasi isu sosial kontemporer pada media film.
Peningkatan Sumber Daya Manusia pada Destinasi Wisata Pantai Ancol Septia Lestari; Dominique Lyneelle Puti; Steven Gilbert Aditia; Fachreza Ridho Thaimiyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7399

Abstract

Sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor strategis dalam menentukan kualitas pelayanan dan daya saing destinasi wisata, khususnya pada destinasi wisata perkotaan dengan tingkat kunjungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas SDM di Destinasi Wisata Ancol serta mengidentifikasi aspek pelayanan yang perlu ditingkatkan guna mendukung kepuasan pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain deskriptif. Data kuantitatif diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 35 pengunjung, sedangkan data kualitatif diperoleh dari analisis ulasan pengunjung pada platform Google Review. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan tematik, serta diperkuat dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum petugas Ancol dinilai ramah, sopan, dan profesional. Namun demikian, masih ditemukan kelemahan pada aspek responsivitas, kemudahan menemukan petugas di beberapa area, serta pengelolaan kebersihan dan fasilitas umum. Temuan ini selaras dengan Teori Pengembangan SDM dan Teori Kualitas Pelayanan (SERVQUAL), yang menegaskan bahwa peningkatan kompetensi, responsivitas, dan peran aktif SDM sangat berpengaruh terhadap kepuasan wisatawan. Penelitian ini menegaskan bahwa pengembangan SDM merupakan faktor fundamental dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing destinasi wisata Ancol.