cover
Contact Name
Purba Sanjaya
Contact Email
p.sanjaya@fp.unila.ac.id
Phone
+6282229226300
Journal Mail Official
jurnalpengabdianfpunila@gmail.com
Editorial Address
Jl. Soemantri Brojonegoro 1, Gedong Meneng, Bandar Lampung, Lampung Province, Indonesia (Kode Pos : 35145)
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Published by Universitas Lampung
ISSN : 28292243     EISSN : 28292235     DOI : http://dx.doi.org/10.23960/jpfp.v2i2.7916
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas lampung (JPFP) adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang terbit dua kali setahun yaitu pada bulan Maret, dan September oleh Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Artikel yang dimuat meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan ilmu agroteknologi, agronomi dan hortikultura, ilmu tanah, ilmu hama dan penyakit tanaman, ilmu peternakan, ilmu agribisnis, ilmu teknologi hasil pertanian, ilmu kehutanan, ilmu keteknikan pertanian, ilmu perikanan dan kelautan.
Articles 297 Documents
Pembuatan Produk Olahan Jeruk sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Petani Jeruk di Desa Wiyono Pesawaran Lampung Susilawati, Susilawati; Herdiana, Novita; Anungputri, Pramita Sari; Fadhallah, Esa Ghanim
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6605

Abstract

Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran dikenal sebagai salah satu wilayah di provinsi Lampung yang memiliki potensi buah jeruk yang besar dan sebagian besar mata pencaharian warga adalah sebagai petani jeruk. Petani jeruk di Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran belum mengetahui lebih banyak terkait olahan buah jeruk, sedangkan produk olahan buah jeruk diketahui memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petani jeruk di Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran dalam mengolah buah jeruk menjadi produk olahan yang dapat bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi para petani jeruk. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui tahapan, yaitu evaluasi awal (pre-test), pemberian materi dan demonstrasi mengenai pengolahan jeruk, dan evaluasi akhir (post-test). Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah petani jeruk di Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara keseluruhan dari warga mengenai pengolahan jeruk dari awalnya sebesar 11,1% menjadi 100%. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi usaha alternatif bagi petani sebagai tambahan penghasilan untuk meningkatkan perekonomian petani.Kata kunci: ekonomi, jeruk, Lampung, produk olahan, Pesawaran
Penggunaan Kolam Terpal Geomembrane pada Kegiatan Budidaya Ikan Lele Sangkuriang di Kelompok Tani Marga Jaya Santoso, Limin; Elisdiana, Yeni; Setyawan, Agus; Hasani, Qadar
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6670

Abstract

Salah satu desa di Pesawaran yang berpotensi untuk pengembangan ikan air tawar, khususnya ikan lele adalah desa Sungai Langka. Oleh karena itu kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat tentang teknik budidaya ikan lele sangkuriang  yang memiliki banyak keunggulan dengan menggunakan terpal Geomembrane. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di kelompok tani Marga Jaya, Sungai Langka. Penyuluhan dan pelatihan dilakukan antara bulan Juni sampai Oktober 2022 dengan metode diskusi, ceramah, dan demonstrasi budidaya ikan lele di kolam geomembrane. Kolam terpal geomembrane memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dipasang, lebih kuat dan awet, serta harganya yang relatif terjangkau. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, sebanyak 10 responden menyatakan materi penyuluhan dan pelatihan cocok dengan permasalahan mitra. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peserta. Selama pengabdian para peserta cukup antusias dan bersemangat sehingga semua tahapan budidaya ikan lele dapat berjalan sesuai dengan rencana. Penggunaan kolam terpal geomembrane ini sangat memudahkan bagi petani ikan sehingga banyak menarik minat para petani. Hasil panen ikan lele juga menunjukkan adanya peningkatan produksi per satuan luas dibandingkan dengan kolam tanah.  
PENGGUNAAN APLIKASI AGROPED DALAM MENINGKATKAN PEMASARAN HASIL PERTANIAN DAN SARANA KONSULTASI BAGI PETANI KOTA BANDAR LAMPUNG Manik, Tumiar Katarina; Timotiwu, Paul Benyamin; Agustiansyah, Agustiansyah; Ginting, Yohanes Cahya
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6687

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Bandar Lampung. Petani dan kelompok tani mempunyai produk unggulan, tetapi mempunyai persoalan dalam hal pemasaran. Masalah lainnya adalah petani dan penyuluh pertanian memerlukan bimbingan dan informasi dalam mengatasi permasalahan di lapang. Suatu aplikasi yang diberi nama AGROPED berbasis mobile dibuat sebagai alternatif bagi para petani untuk memasarkan hasil pertanian, mendapatkan konsultasi pertanian dan informasi terkait pertanian. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan, dan mempraktekkan aplikasi AGROPED fitur konsultasi sebagai alternatif komunikasi antar petani dan dosen dosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Kegiatan meliputi : menjalankan komunikasi dengan kelompok tani, survey potensi dan permasalahan petani mitra, pelatihan penggunaan AGROPED. Waktu pelaksanaan Bulan Juni – September 2022. Jumlah petani yang terdaftar dalam AGROPED pada pencatatan terakhir adalah 126 sedangkan jumlah petani yang aktif menggunakan AGROPED sebagai media konsultasi tercatat 51 petani. Sebagai langkah awal hasil yang dicapai sesuai target tetapi kelanjutan kegiatan ini masih memerlukan banyak usaha dan dukungan.
PEMANFAATAN AGENSIA HAYATI UNTUK MENGENDALIKAN HAMA DAN PENYAKIT JAGUNG DI DESA REJO MULYO, LAMPUNG SELATAN Lestari, Puji; Helina, Selvi; Ginting, Cipta; Maryono, Tri
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6726

Abstract

Abstrak: Kecamatan Tanjung Bintang merupakan salah satu penyokong produksi jagung provinsi Lampung. Produksi jangung di Desa Rejo Mulyo, Kecamatan Tanjung Bintang belum mencapai produksi optimum. Hal ini karena berbagai permasalahan yang dihadapi oleh petani, diantaranya benih, pemupukan, serta permasalahan hama dan penyakit tanaman jagung. Upaya mengatasi masalah hama dan penyakit umumnya dilakukan dengan penyemprotan pestisida oleh petani. Beberapa pestisida sulit terurai, sehingga penggunaan pestisida dalam jangka waktu yang lama berdampak negatif terhadap lingkungan, pencemaran terhadap produk pertanian, serta resistensi hama dan patogen tanaman. Metode yang digunakan adalah pembimbingan melalui sosialisasi mengenai hama dan penyakit pada tanaman jagung, pemanfaatan agensia hayati untuk pengendalian hama dan penyakit jagung, dan pelatihan pembuatan dan perbanyakan massal agens hayati Trichoderma. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan: 1. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh anggota dan pengurus Gapoktan Jaya Makmur, Desa Rejo Mulyo, kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan, Penyuluh Pertanian Desa Rejo Mulyo, dan para petani; 2. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan yang ditunjukan oleh keaktfannya dalam menyimak dan merespon penyampaian materi serta aktif bertanya dan memberi tanggapan terhadap setiap permasalahan yang dibahas, 3. Adanya peningkatan penguasaan pengetahuan tentang pengenalan hama dan penyakit pada tanaman jagung yang signifikan yang ditunjukkan oleh hasil evalusai setelah diberi penyuluhan lebih yaitu mayoritas peserta memiliki pengetahuan yang baik hingga sangat baik (85,9%) dan tidak ada peserta yang memiliki nilai dengan kriteria kurang.
INTENSIFIKASI BUDIDAYA IKAN LELE PADA POKDAKAN MINA SUKA MAJU DI KECAMATAN PEKALONGAN,LAMPUNG TIMUR Supono, Supono; Damai, Abdullah Aman
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6769

Abstract

Desa Siraman merupakan salah satu desa yang terletak di Kec. Pekalongan, Kab. Lampung Timur. Desa Siraman memiliki Kelompok Pembudidaya Ikan yang berjumlah 12 kelompok. Salah satu diantaranya terletak di Dusun II yang memiliki nama Kelompok Budidaya Ikan “Mina Suka Maju”. Permasalahan yang dihadapi mitra Pokdakan Mina Suka Maju Desa Siraman Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur berdasarkan focus group discussion yang dilakukan Tim Pelaksana adalah rendahnya pendapatan yang diperoleh jika dibandingkan dengan biaya produksi dan resiko yang harus dihadapi pembudidaya ikan. Berdasarkan permasalahan yang muncul pada kelompok pembudidaya ikan Mina Suka Maju, tim pengusul menawarkan penerapan teknologi budidaya ikan dengan sistem Biofloc.  Metode pengabdian meliputi: survei untuk mengidentifikasi tempat dan keadaan masyarakat sasaran serta mengadakan focus group discussion (FGD).  Tahap berikutnya adalah penyuluhan dengan metode sharing dan contoh kasus (casestudy), pelatihan,dan simulasi paket teknologi biofloc. Monitoring dan evaluasi guna menilai keberhasilan program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilakukan secara berkala terhadap kinerja tim dan keberhasilan program. Kegiatan yang telah dilakukan tim pelaksana Pengabdian kepadaMasyarakat ini  antara lain penyuluhan, pembuatan kolam ikan yang dilengkapi dengan plastik dasar kolam dan blower, penebaran benih, pendederan, dan pembesaran ikan lele dengan sistem intensif.  Setelah menerapkan budidaya dengan sistem intensif, produktivitas kolam bisa dinaikkan, dari 250 kg/kolam menjadi 450 kg per kolam.
PENGEMBANGAN SISTEM AGRIBISNIS CABAI MERAH PADA KELOMPOK TANI TUNAS HARAPAN DI DESA BINJAI NGAGUNG KECAMATAN BEKRI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Lestari, Dyah Aring Hepiana; Sayekti, Wuryaningsih Dwi; Prasmatiwi, Fembriarti Erry; Ismono, Hanung; Lestari, Fitri Yuni; Yasmin, Rania A.S.
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6780

Abstract

Sejak tahun 1998, Kelompok Tani (Poktan) Tunas Harapan di Desa Binjai Ngagung, Kecamatan Bekri, Kabupaten Lampung Tengah mengusahakan komoditas cabai merah. Produktivitas yang dihasilkan tergolong tinggi yakni sebesar 13 ton/ha. Walaupun demikian, bila ditinjau dengan pendekatan sistem agribisnis, maka pengusahaan cabai merah ini belum menunjukkan kinerja yang maksimal (baru 73,17 persen dari skor maksimal). Peran poktan dalam agribisnis cabai merah juga belum maksimal (baru 41,22 persen dari skor maksimal). Peran terbaik yang dicapai poktan hanya di subsistem pengadaan sarana produksi, sedangkan peran di subsistem usahatani, subsistem pengolahan hasil, subsistem pemasaran, dan subsistem jasa layanan penunjang perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan anggota poktan tentang: 1) pembukuan usahatani cabai merah, 2) pengembangan pengolahan produk cabai merah, 3) perluasan jaringan pemasaran cabai merah, dan 4) penguatan kelembagaan poktan. Metode yang digunakan adalah penyuluhan (ceramah dan diskusi) serta pendampingan.  Hasil kegiatan menunjukkan bahwa setelah kegiatan penyuluhan dilakukan, pengetahuan anggota poktan mengenai sistem agribisnis cabai merah meningkat sebesar 46,96 persen. Anggota poktan antusias mengikuti kegiatan pengabdian kepada masyarakat terlihat dari persentase kehadiran sebesar 80 persen dari anggota aktif yang diundang. Diskusi berjalan lancar serta aktif.  Dari kegiatan pendampingan, pengurus sudah mempunyai contoh pembukuan dan analisis pendapatan usahatani cabai merah. Pembukuan usahatani oleh anggota poktan, pengembangan produk olahan, perluasan pemasaran, dan penguatan kelembagaan poktan merupakan tindak lanjut yang perlu dilakukan.
PETAK PERCONTOHAN TUMPANGSARI KEDELAI (Glycine max [L.] Merrill) DENGAN SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) DI DATARAN TINGGI SEKINCAU LAMPUNG BARAT Pramono, Eko; Handayani, Tundjung Tripeni; Manik, Tumiar Katarina; Hadi, Muhammad Syamsoel
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6786

Abstract

Para petani di Kecamatan Sekincau Kabupaten Lampung Barat memiliki keterampilan yang tinggi dalam budidaya tanaman untuk produksi berbagai tanaman hortikultura sayuran. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk memperkenalkan suatu teknik produksi tanaman pangan dengan pertanaman tumpangsari antara kedelai dan singkong. Kegiatan dilaksanakan di Desa Sekincau, Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat pada Juni- Oktober 2022, yaitu di lahan Balai Benih Induk Tanaman Sayuran. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode petak percontohan atau demontrasi yang disertai dengan ceramah, diskusi dan partisipasi peserta. Khalayak sasarannya adalah para petani, para penyuluh pertanian lapangan, para siswa sekolah kejuruan pertanian, dan para sarjana pertanian. Ada empat pola tumpangsari akan ditunjukkan dalam petak percontohan tersebut. Target luaran pertama yang dicapai adalah semua peserta 39 orang (100%) penyuluhan melihat langsung pertanaman tumpangsari kedelai[1]singkong dari yang semula hanya 28,5%. Setelah melihat langsung pertanaman tumpangsari kedelai-singkong ini, semua peserta (100%) faham dan yakin bahwa tanaman kedelai maupun singkong pada tumpangsari kedelai-singkong tidak saling terganggu pertumbuhannya dan perkembangannya. Perubahan respon psikomotorik yang terjadi pada semua peserta (100%) menyatakan mampu dan bisa bercocok tanam tumpangsari kedelai-singkong, dan sebagian besar peserta (75%) di masa depan mau bercocok tanam tumpangsari kedelai singkong. Sebagian peserta (25%) menyatakan belum tahu di masa depan akan melakukan budidaya tumpangsari tersebut dengan alasan tidak memiliki lahan yang baik.
Sosialisasi Manajemen Pemeliharaan Sapi Krui dan Pelayanan Kesehatan Ternak di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung Kurniawati, Dian; Adhianto, Kusuma; Dakhlan, Akhmad; Rafian, Teguh
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6809

Abstract

Kabupaten Pesisir Barat merupakan kabupaten yang berada di ujung barat Provinsi Lampung. Mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, peternak, dan nelayan. Jenis ternak yang dibudidayakan adalah Sapi Krui. Sebagian besar peternak mengeluhkan beberapa permasalahan yang dihadapi dalam budidaya Sapi Krui, diantaranya banyak sapi yang pertumbuhannya kurang maksimal (lambat), sapi terserang penyakit, serta produktivitasnya rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan dari program Pemerintah  Daerah Kabupaten Pesisir Barat yaitu memberikan sosialisasi tentang manajemen pemeliharaan ternak dan pelayanan kesehatan ternak di Kabupaten Pesisir Barat. Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, sosialisasi, dan pelayanan kesehatan ternak dan evaluasi pelaksanaan. Peserta kegiatan ini adalah para peternak yang ada di Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung yang berasal dari empat wilayah di Kabupaten Pesisir Barat, yaitu Krui Selatan, Pesisir Selatan, Pesisir Utara, dan Pulau Pisang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi Peternak di wilayah Kabupaten Pesisir Barat. Peternak lebih memahami sistem pemeliharaan ternak sapi Krui yang tepat serta perawatan kesehatan ternak secara mandiri, dan diharapkan dari kegiatan ini peternak dapat meningkatkan produktivitas sapi Krui sehingga mengalami peningkatan dan berdampak terhadap perbaikan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat.
Pengembangan Pertanian Frontier di Desa Sidokaton, Kecamatan Gisting, Tanggamus Evizal, Rusdi; Widagdo, Setyo; Yusnaini, Sri; Solikhin, Solikhin; Dirmawati, Suskandini Ratih; Sadiyah, Nyimas; Sugiatno, Sugiatno; Karyanto, Agus; Prasmatiwi, Fembriarti Erry
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6831

Abstract

Gisting merupakan representasi wilayah pertanian frontier, antara pedesaan padat penduduk dan gunung berupa hutan lindung, yang merupakan sentra produksi sayur, ternak, kopi, dan pariwisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yang dilaksanakan di Desa Sidokaton, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok tani Tanggamus Handayani dalam memahami pengembangan pertanian frontier dan agroforestry untuk peningkatkan produktivitas lahan dan pengembangan agrowisata menuju desa wisata. Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan tatap muka, Focus Group Discussion (FGD), pendampingan penguatan kelompok, serta anjangsana dan anjangkarya. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa anggota PERMA AGT Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Pengabdian ini dapat berjalan lancer dengan skore partisipasi 10 (skor 0-15) dan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengembangan sistem usahatani pertanian dan agroforestry di wilayah frontier desa dan hutan lindung pegunungan serta pengembangan agrowisata dengan skore 38 (dari 0-50) yang berkategori baik.
Pelatihan Pembuatan Sambel Uleg Botol di KWT Wonodadi Kecamatn Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Koesoemawardani, Dyah; Nurjanah, Siti; Nurainy, Fibra; Hidayati, Sri
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 2 No 1, Maret 2023
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v2i1.6934

Abstract

Mata pencaharian masyarakat desa WonodadiPringsewu sebagaian besar sebagai petanisayura. Tanaman cabai merah besar menjadi salah satu komoditas primadonanya. Permasalahanya cabai merah merupakan komoditas yang mudah rusak dan memiliki  harga yang sangat fluktuatif, apalagi saat panen raya harga cabai turun drastis.Solusinya adalah dengan mengolah cabaimenjadi produk yang bernilai jual. KWT di desa Wonodadi Pringsewu merupakan KWT yang melakukan usaha diversifikasi produk cabai. Salah satu olahannya adalah sambal uleg. Namun demikian mitra memiliki keterbatasan dalam hal cara pengolahan, cara pengemasan, cara produksi pangan yang baik dan cara menghitung analisis finasial usahanya.   Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 1) melakukan penyuluhan  dan pelatihan tentang teknologi tentang pembuatan sambel uleg dan inovasi produknya, 2)penyuluhan tentang cara produksi pangan olahan yang baik, 3) membantu memperbaiki sistem kemasan,  pelabelan  dan pemasaran, 4) penyuluhan tentang analisis finansial usaha. Tujuan kegiatan ini adalah terciptanya KWT yang tangguh dan tanggap dengan perkembangan teknologi dan tuntutan konsumen pada jenis dan kualitas produk yang dihasilkan, penerapan teknologi proses pembuatan sambel uleg yang khas sehingga tercapai nilai tambah produk, terwujudnya jejaring pasar yang luas, terbukanya peluang kerja baru serta terciptanya sinergi antara perguruan tinggi dengan dunia usaha. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa mitra sangat antusias dengan kegiatan pengabdian ini ditunjukkan dengan semangat peserta dalam mengikuti kegiatan penyuluhan, praktek dan mengaplikasikan praktek. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan peserta mengenai pengolahan sambel uleg dan  cara produksi olahan pangan yang baik dari nilai rata-rata 50 menjadi 80.