cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281339822225
Journal Mail Official
jurnalpensi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 28087798     DOI : https://doi.org/10.59997/pensi
Jurnal Pensi terbit bulan Juni dan September.  Jurnal Pensi dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Pensi ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan pendidikan seni untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Topik yang diterima adalah: Kajian Pendidikan Seni Kajian Nilai Pendidikan Teknologi Pembelajaran Kurikulum Pendidikan Studi Kasus Pendidikan Pengembangan Media Pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran dalam Aplikasi Pengembangan Video Pembelajaran Evaluasi Pendidikan Seni Inovasi Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Seni
Articles 110 Documents
PEMBELAJARAN SENI RUPA MENDESAIN POSTER GLOBAL WARMING DENGAN MEMANFAATKAN SAMPAH PLASTIK DI KELAS VIII SMP NEGERI 5 MENGWI Dewi, Gusti Ayu Padma; Yulinis, Yulinis; Putra, I Gede Gunadi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5724

Abstract

Program asistensi mengajar ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan penumpukan sampah plastik sekaligus meningkatkan kreativitas siswa dalam berkarya seni rupa. Melalui pembelajaran mendesain poster bertema global warming, siswa diajak memanfaatkan sampah plastik sebagai media kolase. Metode pelaksanaan kegiatan ini mengadaptasi model pembelajaran Project Based Learning, di mana siswa kelas VIII F SMP Negeri 5 Mengwi diberikan kebebasan berkreasi dengan memanfaatkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) pada sampah plastik. Proses pembelajaran juga diimbangi dengan metode lain seperti ceramah, tanya jawab, diskusi, dan demonstrasi. Kegiatan pembuatan poster dilakukan secara berkelompok untuk menumbuhkan kerja sama antar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa karya poster yang dipajang di mading sekolah tidak hanya mencerminkan peningkatan nilai pengetahuan, keterampilan, dan sikap siswa, tetapi juga membuktikan bahwa pembelajaran mendesain poster dengan memanfaatkan sampah plastik berjalan efektif dan efisien. Dampak positif dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran siswa akan isu lingkungan melalui pemanfaatan limbah dan pengembangan kreativitas mereka dalam seni rupa.
PEMANFAATAN BARANG BEKAS SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DI MIS DARUL ULUM Aisyah; Mahmudah, Istiyati; Fitriana, Eni; Nurhasanah, Rosyifa Lala
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.2723

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran SBK, untuk mengetahui faktor yang mendorong keberhasilan keberhasilan siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran SBK serta untuk mengetahui faktot yang menghambat keberhasilan siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran SBK. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat analisis deskriptif. Subjek penelitian dalam penelitian ini ialah guru dan siswa kelas IV MIS Darul Ulum Palangka Raya, dan barang bekas sebagai media. Pada teknik pengumpulan data, peneliti menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif Miles, Huberman, dan Saldana, yang meliputi kondensasi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa: 1) Kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media pembelajaran SBK dapat menghasilkan karya yang baru baik berupa gambar yang indah 2) Dalam berkarya tersebut ada beberapa faktor yang mendorong keberhasilan siswa dalam memanfaatkan barang bekas yakni siswa memiliki keinginan untuk mencoba hal yang baru dan bermanfaat dari barang bekas, kemudian dampingan serta dukungan dari orang tua dan dukungan serta motivasi dari lingkungan sekolah atau dari guru.
PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PERMAINAN ULAR TANGGA DI KELAS VIII SMP NEGERI 1 BANJARANGKAN KLUNGKUNG Suari, Dewa Ayu Dewi Indra; Iriani, Ni Wayan; Anggraeni, Reni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3045

Abstract

Seni budaya merupakan salah satu muatan pelajaran wajib yang diselenggarakan di dalam penyelenggara pendidikan. Mulai dari jenjang pendidikan dasar (SD) hingga menengah atas dan kejuruan (SMA/SMK). Kualitas guru memiliki peranan yang penting terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. Media pembelajaran merupakan suatu yang sangat penting dalam penyampaian materi dari guru kepada siswa. Kegiatan Asistensi Mengajar ini dilakukan dengan memilih SMP Negeri 1 Banjarangkan Klunkung sebagai mitra selama proses belajar mengajar berlangsung. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih 3 bulan dengan menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT), siswa memainkan permainan dengan anggota-anggota tim lain untuk memperoleh skor bagi tim mereka masing-masing. Ciri khas dalam pembelajaran Cooperative Learning tipe Teams Games Tournaments (TGT) dengan pembelajaran Cooperative lainnya adalah adanya turnamen. Tujuan penerapan model pembelajaran Teams Games Tournament adalah peningkatan minat siswa dalam pembelajaran Seni budaya (Tari) dan juga adanya peningkatan hasil belajar siswa. Bermain berperan penting dalam perkembangan sosial dan emosi seorang anak, selain itu bermain juga berperan langsung terhadap perkembangan kognisi anak. Salah satu permainan yang familiar dengan anak dari zaman dahulu sampai saat ini adalah permainan ular tangga. Permainan ular tangga dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena permainan ular tangga merupakan jenis permainan yang di dalamnya terdapat strategi, kejujuran, ketangkasan, kepemimpinan, wawasan dan kerja sama.
PEMBELAJARAN TARI PRAWIRENG PUTRI DENGAN MODEL KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMPN 4 PETANG Wulandari, Ni Nyoman Arnis; Mudiasih, Ni Wayan; Widyarto, Rinto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3062

Abstract

Asistensi Mengajar merupakan salah satu bagian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka bertujuan mendorong mahasiswa mampu menguasai berbagai keilmuan sebagai bekal memasuki dunia kerja. Asistensi mengajar ini dengan materi pembelajaran tari Kreasi Prawireng Putri menggunakan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 4 Petang. Masalah yang dirumuskan berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran dengan Kooperatif Learning tipe Jigsaw yang dipadukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Konsep pembelajaran dipersiapkan dengan materi mengenai pengertian tari kreasi, jenis tari kreasi, unsur pendukung tari dan memperagakan gerak tari kreasi dengan menggunakan unsur pendukung. Adapun tahapan pembelajaran sesuai keterampilan mengajar, yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap pelatihan dan tahap penampilan hasil. Sedangkan hasil pembelajaran dengan penerapan sistem penilaian wiraga, wirama, wirasa. Wiraga (raga atau tubuh), proses penilaian pada gerak kepala sampai kaki hingga ketepatan gerak. Wirama (ritme atau tempo) dalam pembelajaran tari, mengenal pula adanya tempo, yakni ketika menari tubuh penari wajib menguasai ritme atau tempo. Kesesuaian gerak dengan ritme dan ketepatan gerak dengan hitungan yang dinilai. Selanjutnya wirasa (perasaan yang diekspresikan lewat mimik wajah), yang dinilai mengenai penghayatan dalam menari dan keserasian antara gerak dengan ekspresi. Hasil penilaian bahwa, peserta didik sudah mampu memahami dan melakukan tari Kreasi tersebut. Peserta didik bertambah wawasannya mengenai tari Prawireng Putri tentang keperwiraan prajurit Wanita. Kontribusi pembelajaran Asistensi Mengajar ini memberikan kesempatan mahasiswa dapat memberikan kontribusi baik bagi peserta didik dan bagi sekolah memiliki kader seni siswa yang mampu dibanggakan dalam pelestarian dan pengembangan seni budaya.
PEMBELAJARAN KOREOGRAFI DASAR DENGAN METODE TEAM BASED PROJECT PADA KELAS XII MIPA 1 DI SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 MARGA, KABUPATEN TABANAN Arini, Si Ayu Rai Celuk; Dewi, Ni Made Liza Anggara; Putra, I Gede Gunadi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3074

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pembelajaran Koreografi Dasar dalam mata pelajaran Seni Budaya dengan menerapkan metode pembelajaran Team Based Project pada kelas XII MIPA 1 di SMA Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini ialah, berdasarkan data empiris yang ada di lapangan peserta didik dituntut agar mampu menciptakan suatu karya tari, sedangkan pada realitanya tidak semua peserta didik memiliki kemampuan dalam mencipta dan menata gerak tari. Adapun permasalahan yang dirumuskan pada penelitian ini ada empat, yaitu: bagaimana konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian pembelajaran, dan kontribusi pembelajaran Koreografi Dasar dalam mata pelajaran Seni Budaya yang diberikan kepada SMA Negeri 1 Marga, Kabupaten Tabanan. Hasil penelitian yang dilaksanakan dalam 16 kali pertemuan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diterapkan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif dengan sistem penilaian berupa penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan, serta out put dari pembelajaran ini yaitu peserta didik mampu berperan aktif dalam menyusun koreografi sederhana secara berkelompok. Pembelajaran dilaksanakan dalam empat tahapan. Pertama tahap persiapan komponen pembelajaran, kedua tahap penyampaian materi Koreografi Dasar, ketiga tahap latihan menyusun gerak koreografi, dan keempat tahap penampilan sekaligus dilakukan penilaian. Adapun hasil dari proses pembelajaran yang telah dilaksanakan ialah sebagian besar peserta didik mendapatkan skala nilai baik dan amat baik. Hal ini menunjukkan bahwa capaian pembelajaran telah tercapai. Pembelajaran Koreografi Dasar dengan Metode Team Based Project mampu memberikan rangsangan positif bagi pengalaman berkreativitas siswa dalam menata gerak tari secara berkelompok.
IMPLEMENTASI PROGRAM KOMUNITAS PECINTA SENI DAERAH DI SEKOLAH PENGGERAK SMP NEGERI 1 PUPUAN TABANAN Dewi, Ni Putu Rahayu Mas Ruscita; Sustiawati, Ni Luh; Kusuma, Putu Sandra Devindriati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3087

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Implementasi Program Komunitas Pecinta Seni Daerah di Sekolah Penggerak SMP Negeri 1 Pupuan Tabanan. Program Komunitas Pecinta Seni Daerah merupakan program yang dibuat dengan tujuan meningkatkan kreativitas peserta didik dalam bidang seni khusunya seni daerah/seni yang berkembang di daerah sekitar dengan tujuan untuk mewujudkan pendidikan karakter peserta didik di SMP Negeri 1 Pupuan yaitu Profil Pelajar Pancasila. Latar belakang dibentuknya program ini adalah sebagai pelestarian seni budaya daerah dengan kultur masyarakat Pupuan yang bernuansa keanekaragaman suku (Bali, Tionghoa/Cina, Jawa dan Madura) dan agama (Hindu, Islam, Budha dan Kristen). Rumusan masalah pada penelitian ini membahas tentang bagaimana kebijakan, implementasi serta apa faktor pendukung & penghambat Implementasi Program Komunitas Pecinta Seni Daerah di Sekolah Penggerak SMP Negeri 1 Pupuan Tabanan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teori implementasi program menurut David C. Korten. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam serta dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi/menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (a) program, program Komunitas Pecinta Seni Daerah atau Kopi Sianida sudah baik dikarenakan beberapa aspek yaitu adanya alasan yang melatarbelakangi dibuatnya program serta adanya kebijakan yang diambil dalam mencapai tujuan program, (b) organisasi pelaksana, yaitu adanya organisasi pelaksana yang jelas mulai dari dibentuknya Komunitas Belajar sebagai perwujudan Sekolah Penggerak hingga diwujudkan melalui pelatihan melalui ekstrakurikuler oleh guru pembina serta kesesuaian antara tugas program dengan organisasi pelaksana hal ini dibuktikan dengan baiknya pelaporan dan pelaksanaan program Komunitas Pecinta Seni Daerah, (c) kelompok sasaran, target atau kelompok sasaran yang jelas dari program Kopi Sianida sehingga tujuan program dapat tercapai seperti meningkatnya kreativitas peserta didik serta kesadaran dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya.
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER DI SMP NEGERI 3 BANGLI Dewi, Ni Kadek Sri Yulia; Dewi, Ni Made Liza Anggara; Adipurwa, A. A. Trisna Ardanari
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3110

Abstract

Kegiatan asistensi mengajar yang dilaksanakan tentang pembelajaran tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together pada kelas VII di SMP Negeri 3 Bangli. Tari Puspawresti dirasa tepat dipergunakan sebagai materi ajar seni budaya karena tarian ini termasuk tari tradisi Bali yang memiliki pola gerak sederhana yang tercipta dari pola gerak tari pependetan. Pemberian pembelajaran ini sebagai usaha dalam memperkenalkan budaya tradisional daerah terkhusus tari Puspawresti sebagai salah satu tari tradisi Bali yang patut dibangkitkan kembali eksistensinya. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan agar peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan secara utuh dan detail tari Puspawresti, selain itu peserta didik mampu menguasai dan mempraktikkan gerak tari Puspawresi perbagian serta komposisi tariannya, dan mampu merubah tingkah laku dan menumbuhkan sikap sopan santun serta kedisiplinan peserta didik, baik dalam disiplin waktu, disiplin dalam berkegiatan, serta disiplin dalam kehadiran. Disamping itu, menumbuhkan rasa dan sikap toleransi serta kooperatif antar siswa dalam kelompok. Dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together akan memacu keaktifan siswa dalam pembelajaran dan belajar saling kooperatif antar anggota kelompok, karena dalam model pembelajaran ini siswa diberikan kebebas untuk mengutarakan pendapat dan saling bertukar pengetahuan serta kemampuannya khususnya yang berkaitan dengan pratik tari Puspawresti. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini melalui tiga sistem penilaian yaitu penilaian pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Capaian pembelajaran yang diraih oleh siswa menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mendapatkan nilai dengan skala baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Learning together pada kelas VII di SMP Negeri 3 Bangli telah berjalan baik dan sesuai dengan harapan.
LITERASI PROGRAM TALKSHOW MECANDETAN DAN SARASASTRA DI YAYASAN JANAHITA MANDALA UBUD Gita, Ida Ayu Kiran Sandra; Putra, I Wayan Diana; Haryati, Ni Made
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3144

Abstract

Yayasan Janahita Mandala Ubud sebagai sebuah “Yayasan” didirikan oleh Bapak Drs. Tjokorda Gde Putra Sukawati dan Bapak Prof. Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si pada penghujung Tahun 2020. Dalam usaha melestarikan, memajukan serta menguatkan  dan mengaktualisasi nilai-nilai kearifan lokal yang bernafaskan Kebudayaan Bali. Yayasan Janahita Mandala Ubud memiliki enam program acara  yaitu Mecandetan (acara talkshow bertema gamelan/karawitan Bali),Wadhu Wakya (acara talkshow bertema perempuan), Reka Jana (acara mesatua anak-anak), Masolah (acara talkshow tentang tarian Bali), Sarasastra (diskusi kesusastraan Bali) dan Bincang Santai. Acara Mecandetan dan Sarasastra rutin dilakukan setiap bulannya. Output dari program ini berupa buku hasil dari pemikiran para seniman dan budayawan. Rumusan masalah yang terdapat dalam magang/praktik kerja ini adalah mengenai Bagaimana penerapan Literasi Program Talkshow Mecandetan dan Sarasastra di Yayasan Janahita Mandala Ubud, Tahapan apa saja yang dilakukan dalam proses pelaksanaan Literasi Program Talkshow Mecandetan dan Sarasastra, Apa tujuan pelaksanaan Aktivitas Literasi Literasi Program Talkshow Mecandetan dan Sarasastra. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program magang/prakrik kerja di Yayasan Janahita Mandala ubud yaitu metode observasi, dokumentasi dan kepustakaan. Hasil dari program magang/praktik kerja di Yayasan Janahita Mandala Ubud memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa prodi pendidikan seni pertunjukan, selain menjadi tenaga pendidik yang profesional juga mampu membuat modul sumber literasi bahan ajar disekolah.
PEMBELAJARAN SENI TARI NUSANTARA (TARI TIBA MEKA) DI SANGGAR PARIPURNA BONA GIANYAR Amat, Michelin Gaudilia; Mawan, I Gede; Kandiraras, Tudhy Putri Apyutea
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3160

Abstract

Sanggar Paripurna merupakan salah satu sanggar seni yang ada di Bali. Sanggar Paripurna dengan kemampuan dan kualitasnya telah mengantar mereka sampai pada panggung internasional serta banyak prestasi dalam negeri dimana sanggar ini ikut dalam menjadi bagian dari itu. Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk melaksanakan kegiatan program MBKM Asistensi Mengajar pada Sanggar Paripurna. Sanggar ini menjadi tujuan penulis untuk mencari sebuah pengalaman mengajar menjadi seorang pendidik pada satuan pendidikan non formal melalui pembelajaran seni tari nusantara khususnya pada tarian Tiba Meka yang berasal dari daerah Manggarai kepulauan Flores-NTT. Melalui pembelajaran seni tari nusantara, peserta didik akan mengetahui bahwa ternyata ada banyak keberanekaragaman kesenian serta kebudayaan yang ada di ranah Nusantara. Pembelajaran tari nusantara khususnya tari Tiba Meka di Sanggar Paripurna menggunakan metode drill dan metode demonstrasi, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tahap pembelajaran seni tari Tiba Meka di Sanggar Paripurna menggunakan 4 tahapan, yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan (performance). Hasil dari kegiatan program MBKM Asistensi Mengajar dengan materi Pembelajaran Seni Tari Nusantara (Tari Tiba Meka) di Sanggar Paripurna adalah kemajuan para peserta didik yang pesat didalam proses belajar mengajar yang dipengaruhi oleh metode dan juga model belajar yang diterapkan oleh mahasiswa. Dengan penerapan metode pembelajaran yang dikomparasikan dengan strategi mengajar yang menarik, dapat berguna dalam memperkaya model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik. Sehingga para peserta didik terlihat lebih aktif saat kegiatan pembelajaran berlangsung dan para peserta didik lebih rajin untuk mengembangkan bakat mereka.
PEMBELAJARAN MUSIK REKORDER DENGAN METODE DRILL PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 8 DENPASAR Suwari, Ni Wayan Gayatri Wedha; Yulinis, Yulinis; Widyarto, Rinto
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3161

Abstract

Program kegiatan Asistensi Mengajar merupakan salah satu bagian dari aktivitas pembelajaran. Pelaksanaan Asistensi Mengajar mempunyai beberapa tahapan sebelum terjun langsung ke lapangan yang dipilih. Penerapan Asistensi Mengajar dengan praktik pembelajaran pada mata pelajaran Seni Budaya bidang Musik ansambel di SMP Negeri 8 Denpasar. Sekolah ini dijadikan mitra karena telah menjadi salah satu sekolah favorit di Denpasar yang sudah terakreditasi A. Pembelajaran musik rekorder selama ini hasilnya belum maksimal, masih sekedar teori, praktik kurang menjadi perhatian. Pembelajaran musik rekorder bertujuan menerapkan ilmu ke peserta didik agar peserta didik mengetahui dan menambah informasi yang akurat tentang musik untuk dapat mempresentasikan hasil belajar. Pembelajaran musik rekorder menggunakan metode drill dengan peserta didik melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan agar peserta didik memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi. Proses tahapan pembelajaran musik rekorder di SMP Negeri 8 Denpasar menggunakan 4 tahapan yaitu: tahap persiapan, penyampaian, pelatihan, dan tahap penampilan. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran musik yang diberikan. Rumusan masalahnya adalah mengenai konsep pembelajaran musik rekorder dan tahapan pembelajaran, serta capaian hasil pembelajaran musik rekorder. Selain itu kontribusi pembelajaran musik rekorder terhadap siswa, guru, dan sekolah. Hasil pembelajaran rata-rata peserta didik sudah memahami materi bermain musik ansambel khususnya rekorder. Peserta didik sudah mengetahui cara memainkan rekorder dengan baik. Kontribusi siswa, guru, dan sekolah yaitu: berkontribusi dalam pembelajaran seni budaya di kelas VIII, membantu guru pamong membuat soal ulangan harian, memeriksa hasil ujian siswa, serta pembelajaran Seni Budaya dapat dikontribusikan pada kegiatan sekolah, seperti bermain musik di acara HUT sekolah, pesta kesenian sekolah, dan mengikuti perlombaan.

Page 10 of 11 | Total Record : 110