cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281339822225
Journal Mail Official
jurnalpensi@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Institut Seni Indonesia Denpasar
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
ISSN : -     EISSN : 28087798     DOI : https://doi.org/10.59997/pensi
Jurnal Pensi terbit bulan Juni dan September.  Jurnal Pensi dikonstruksi sebagai jurnal online (e-journal). Jurnal ini di-review menggunakan sistem blind review. Jurnal Pensi ditujukan sebagai media pengembangan keilmuan pendidikan seni untuk dapat dipublikasikan secara berkelanjutan. Publikasi ini nantinya agar dapat diakui oleh lembaga-lembaga akreditasi dan diakui secara luas. Topik yang diterima adalah: Kajian Pendidikan Seni Kajian Nilai Pendidikan Teknologi Pembelajaran Kurikulum Pendidikan Studi Kasus Pendidikan Pengembangan Media Pembelajaran Pengembangan Media Pembelajaran dalam Aplikasi Pengembangan Video Pembelajaran Evaluasi Pendidikan Seni Inovasi Pengembangan Instrumen Penilaian Pendidikan Seni
Articles 110 Documents
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE GI PADA PEMBELAJARAN TEATER DI SMA NEGERI 1 SELEMADEG Santi, Ni Putu Ira Karisma
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4520

Abstract

Menurut rincian program pada Platform Merdeka Belajar, penerapan kurikulum merdeka dimulai dengan asesmen awal pembelajaran, kemudian melakukan pembelajaran berdiferensiasi melalui beberapa model pembelajaran diantaranya pembelajaran yang inovatif, dan penerapan literasi serta numerasi di sekolah. Dengan adanya hal tersebut, perlu adanya inovasi dalam kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Salah satunya dengan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran yang relevan. Pada mata pelajaran Seni Budaya kelas XI A di SMA Negeri 1 Selemadeg telah ditentukan oleh sekolah untuk memilih cabang seni teater. Tujuan dari pembelajaran seni teater ini agar peserta didik mampu memahami seni teater, sejarah seni teater, unsur-unsur seni teater, penyusunan naskah, dan manajemen seni pertunjukan teater secara teori dan praktis, mengalami penerimaan terhadap keberagaman, dan melatih pengembangan keterampilan sosial. Kegiatan ini menggunakan model pembelajaran inovatif yaitu Kooperatif Learning Tipe Groups Investigation yang berarti peserta didik dibentuk ke dalam kelompok kecil dan lebih banyak untuk aktif bersama kelompoknya yang dirangsang melalui pertanyaan-pertanyaan pemantik oleh guru. Tahapan pembelajaran yang dilakukan yakni persiapan, penyampaian, pelatihan, dan penampilan dengan capaian yang dihasilkan yakni 100%. Karena mampu mempraktikkan dengan maksimal manajemen serta pementasan seni teater berdasarkan teori yang telah diberikan. Peserta didik mampu meraih nilai yang memuaskan sehingga penerapan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Groups Investigation berhasil dilaksanakan pada pembelajaran seni teater. Kontribusi yang diberikan dapat dirasakan oleh peserta didik, mitra/sekolah, dan mahapeserta didik melalui penawaran dan praktik langsung yang bersifat alternatif dengan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Groups Investigation.
IDENTIFIKASI PERTUNJUKAN ARJA KERAMAS LAKON DUKUH SILADRI Karisma, Luh Putu Elik Sri; Susianti, Ni Putu Evi; Cahyani, Ni Putu Nilam; Rani, Ni Komang; Oktariani, Ni Putu Gekariska; Suratni, Ni Wayan; Gayatri, Ni Putu Ratna Dewi
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4523

Abstract

Seni pertunjukan drama tari arja merupakan salah satu kesenian tradisional Bali yang dijunjung tinggi dan memiliki prestise tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengapresiasi seni pertunjukan drama tari arja, khususnya pertunjukan drama tari Arja Keramas dengan lakon Dukuh Siladri yang dibawakan oleh Sanggar Seni Siwaratri di Desa Keramas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi literatur. Data dikumpulkan dari pertunjukan drama tari Arja Keramas, wawancara dengan maestro Seni pertunjukan drama tari Arja Keramas, serta studi literatur tentang Seni pertunjukan drama tari arja. Penelitian ini menemukan bahwa Seni pertunjukan drama tari Arja Keramas memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi, baik dari segi estetika, makna, maupun fungsi. Lakon Dukuh Siladri sarat dengan pesan moral tentang kesetiaan, keberanian, dan pengorbanan. Pertunjukan ini juga berfungsi sebagai media hiburan, pendidikan, dan pelestarian budaya Bali. Seni pertunjukan drama tari Arja Keramas merupakan warisan budaya Bali yang perlu dilestarikan. Pertunjukan ini memiliki nilai-nilai budaya yang tinggi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Bali.
PEMBELAJARAN TARI PUSPAWRESTI, MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF LEARNING TIPE JIGSAW DI SMP N 3 ABIANSEMAL Dharmayanti, Ni Komang Astiti; Mudiasih, Ni Wayan; Iriani, Ni Wayan
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4525

Abstract

Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dunia kerja dan kemajuan teknologi yang pesat dengan tujuan meningkatkan kompetensi lulusan. Salah satu program MBKM yaitu Asistensi Mengajar. Asistensi Mengajar membahas mengenai pembelajaran Tari Puspawresti dengan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw di SMP Negeri 3 Abiansemal. Perumusan masalahnya berupa konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian hasil pembelajaran dan kontribusi pembelajaran. Model pembelajaran yang digunakan model pembelajaran Kooperatif Learning Tipe Jigsaw dikombinasikan dengan metode ceramah, demonstrasi, penugasan dan tanya jawab. Materi yang dibahas mengenai pengertian, jenis-jenis, keunikan tari kreasi serta mempraktikkan Tari Puspawresti secara berkelompok. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa konsep pembelajaran yang diberikan terdiri dari 14 kali pertemuan dengan sistem penilaian berupa penilaian pengetahuan dan keterampilan. Output dari kegiatan pembelajaran yaitu peserta didik mampu berkontribusi secara aktif dalam pembelajaran, serta meningkatkan sikap toleransi dan kerjasama. Tahapan pembelajaran yang dilaksanakan dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan, tahap penyampaian, tahap latihan dan tahap penampilan. Capaian pembelajaran yang diraih oleh peserta didik menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta didik mendapatkan nilai dengan skala baik dan sangat baik. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Learning tipe Jigsaw pada kelas IX di SMP Negeri 3 Abiansemal telah berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan penulis. Hasil kegiatan ini memberikan kontribusi bagi peserta didik, mitra dan penulis.
PENERAPAN METODE BELAJAR DARI IDOLA DALAM BERNYANYI LAGU POPULER DI SMP NEGERI 2 DENPASAR Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4526

Abstract

Pelaksanaan kegiatan asistensi mengajar berlokasi di SMP Negeri 2 Denpasar melalui kegiatan intrakurikuler pada mata pelajaran Seni Budaya di kelas IX. Sesuai hasil observasi bahwa, pembelajaran seni musik di kelas IX ini kurang inovatif dari metode pembelajarannya, dalam artian peserta didik belum pernah diberikan pembelajaran secara praktik. Untuk itu dipilihlah kelas IX yang difokuskan dalam asistensi mengajar ini yaitu kelas IX.1 dan IX.2, sebab kelas ini memiliki minat besar untuk mempelajari seni musik. Materi yang diajarkan adalah menyanyikan lagu populer secara solo/tunggal dan secara vokal grup. Kedua materi ini bertujuan agar peserta didik mampu memahami dan melaksanakan teknik vokal yang baik saat bernyanyi, dan dapat mengembangkan ornamentasi melodis dalam bentuk penyajian vokal secara solo ataupun vokal grup. Materi ini diajarkan dengan menerapkan metode belajar dari idola (Balado) sebagai metode utama karena peserta didik dituntut untuk mempelajari teknik vokal berdasarkan idola yang disukainya. Metode ini didukung dengan pendekatan student centered, serta teknik pembelajaran ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi dan penugasan. Setelah menerapkan metode Balado ini ternyata peserta didik memperoleh peningkatan dalam hasil belajar dan keterampilan yang sangat baik dengan rata-rata 92% di kelas IX.1 dan 90% di kelas IX.2. Hal ini memberikan dampak bagi kontribusi pembelajaran dan prestasi sekolah.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK ANSAMBEL PADA SISWA KELAS VII DI SMP SANTO YOSEPH DENPASAR Kaningsi, Skolastika Natalia; Mawan, I Gede; Kusuma, Putu Sandra Devindriati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4532

Abstract

Sasaran pokok yang dicapai dalam pelajaran Seni Musik terutama musik ansambel adalah penanaman rasa musikalitas, mengembangkan sikap dan kemampuan berkreasi, menghargai seni, dan meningkatkan kreativitas. Proses pembelajaran musik ansambel di SMP Santo Yoseph Denpasar sangat baik dan memiliki sarana dan prasarana yang dapat mendukung pembelajaran musik ansambel. Rumusan masalah yang diangkat terkait dengan konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian pembelajaran dan kontribusi pembelajaran musik ansambel pada kelas VII di SMP Santo Yoseph Denpasar. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, dan metode Cooperative Learning Tipe Jigsaw. Hasil menunjukan bahwa pembelajaran musik ansambel di SMP Santo Yoseph Denpasar dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap pelatihan (practice) dan tahap penampilan (performance). Tahap persiapan (preparation) yaitu pendidik mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri atas silabus, modul ajar, dan materi pelajaran. Tahap penyampaian (presentation) yaitu tahapan pemberian materi kepada peserta didik untuk membantu peserta didik mendapatkan materi atau pembelajaran yang baru. Tahap pelatihan (practice) yaitu kegiatan inti dari pembelajaran dimana peserta didik berlatih dalam kelompok kecil. Tahap penampilan (presentation) yaitu tahap akhir dari pembelajaran, dimana peserta didik menampilkan pertunjukan kelompok musik ansambel.
PERSEPSI GURU TERHADAP OPTIMALISASI MEDIA DARING DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Alzhafif, Devan Rais; Putri, Anggia Mutiara; Pebriani, Imelia; Handayani, Pipit Tri
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5719

Abstract

Era digital semakin berkembang apalagi semenjak wabah COVID-19, segala aktivitas dilakukan dari rumah sehingga teknologi sangat dimanfaatkan, terutama dalam pendidikan. Para siswa di sekolah memiliki kebiasaan baru dengan pembelajaran secara daring. Namun, guru dan siswa masih kesulitan dalam pembelajaran seni rupa yang membutuhkan praktik secara langsung. oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perspektif guru terhadap pemanfaatan media daring dalam pembelajaran seni rupa di tiga sekolah yang ada di Jawa Barat, yaitu MAN 4 Cirebon, SMAN 1 Kadugede, dan SMKN 14 Bandung. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data secara wawancara dengan guru seni rupa dari tiga sekolah berbeda. hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pembelajaran daring memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas waktu dan tempat. Namun, tetap saja masalah yang selalu muncul seperti koneksi internet tidak stabil dan keterbatasan perangkat pada siswa, hingga mengurangi kedisiplinan siswa. Para narasumber mengungkapkan pembelajaran daring akan lebih efektif jika hanya memberikan teori tanpa praktik seni secara langsung. Namun, dengan teknologi terbaru pembelajaran praktik seni dapat diatasi, contohnya media video dan gambar bersama secara digital live time. dapat disimpulkan, optimalisasi media daring dapat mendukung pembelajaran seni rupa. Diperlukan strategi dan teknologi yang lebih baik untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran seni rupa, terutama pada aspek praktik seni. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pengaruh bagi pengembang strategi pembelajaran seni rupa dengan era digital agar lebih efektif.
PENDIDIKAN SENI SEBAGAI ALAT PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN BUDAYA BATIK DI SMK NEGERI 4 PALANGKARAYA Wahyuriani, Ni Wayan Ratih; Sustiawati, Ni Luh; Trisnawati, Ida Ayu
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5720

Abstract

Pendidikan seni memiliki peran strategis dalam melestarikan dan mengembangkan budaya lokal seperti batik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pendidikan seni di SMK Negeri 4 Palangkaraya dapat digunakan sebagai wadah untuk pelestarian dan pengembangan budaya batik. Penelitian ini menggunakan metodologi studi kasus yang dipadukan dengan metode deskriptif kualitatif. Analisis dokumen pembelajaran, wawancara guru dan siswa, serta observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI Program Keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil SMK Negeri 4 Palangkaraya dengan penekanan pada mata pelajaran batik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni di SMK tidak hanya mengenalkan teknik pembuatan batik, tetapi juga menyisipkan nilai-nilai budaya, sejarah, dan filosofi batik kepada siswa. Selain itu, keterlibatan siswa dalam kegiatan praktik langsung dan proyek berbasis komunitas menjadi faktor penting dalam mengembangkan potensi inovasi mereka terhadap desain batik kontemporer. Dengan demikian, pendidikan seni di SMK menjadi instrumen penting dalam menjaga keberlanjutan budaya batik sekaligus meningkatkan kreativitas siswa.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN GARAP TARI DI SMKN 5 DENPASAR Jayastha, I Nyoman Bagus Kawiantara; Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari; Pramanasari, Kadek Diah
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5721

Abstract

Model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) merupakan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, mendorong mereka untuk merancang, merealisasikan, dan merefleksikan proyek nyata—dalam konteks ini adalah karya tari. Di SMK Negeri 5 Denpasar, khususnya pada pembelajaran garap tari kelas XI Seni Tari, model PJBL telah diterapkan untuk menjawab kebutuhan akan lulusan yang profesional, kreatif, serta adaptif terhadap dinamika dunia seni pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi model PJBL dalam pembelajaran garap tari guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih terstruktur dan berdampak pada prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model PJBL efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa pada setiap tahap pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi proyek tari. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, PJBL juga melatih kemampuan pemecahan masalah dan kolaborasi siswa. Dampak positif dari implementasi ini menunjukkan bahwa PJBL layak dijadikan model alternatif dalam pembelajaran seni di SMK. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang kontekstual dan relevan dengan tuntutan dunia kerja di bidang seni pertunjukan.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELARAN HASIL REKONSTRUKSI TARI LEKO DI BANJAR PAREKAN DESA SIBANG GEDE Maharani, Ni Ketut Putri Anggi; Iriani, Ni Wayan; Anggraeni, Reni
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5722

Abstract

Tari Leko yang terdapat dan tumbuh di Banjar Parekan Desa Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, sekarang ini , merupakan warisan budaya secara turun menurun. Tari ini merupakan kelanjutan dari tari Joged Udegan (Gudegan). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan video pembelajaran hasil rekonstruksi Tari Leko di Banjar Parekan, Desa Sibang Gede, sebagai salah satu upaya pelestarian budaya tradisional Bali. Tari Leko merupakan salah satu bentuk kesenian tradisional yang memiliki nilai historis dan kultural yang tinggi, namun saat ini mengalami penurunan minat dan penguasaan generasi muda. Oleh karena itu, perlu adanya inovasi dalam metode pembelajaran yang dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan memudahkan pemahaman tentang tari tersebut.. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Proses pengembangan dimulai dengan analisis kebutuhan, perancangan konsep video pembelajaran, pembuatan konten video yang mencakup gerakan, pola lantai, dan interpretasi nilai-nilai budaya dalam Tari Leko, serta uji coba untuk mengevaluasi kualitas dan efektivitas video pembelajaran tersebut. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan praktisi tari, dan uji coba kepada sejumlah responden yang terdiri dari siswa dan guru seni budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video pembelajaran yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan yang sangat baik berdasarkan penilaian ahli dan respons positif dari pengguna. Video ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam proses pembelajaran seni tari di sekolah maupun masyarakat umum, sehingga Tari Leko dapat terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda.
DISHARMONISASI MANAJEMEN PERTUNJUKAN DALAM KOMUNITAS POLAH SMANSE DI SMA NEGERI 1 SELEMADEG TABANAN Aryanti, Ni Made Dita Maylia; Haryati, Ni Made; Widyastuti, Ida Ayu Gede Sasrani
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5723

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan memperbaiki disharmonisasi manajemen pertunjukan yang terjadi dalam Komunitas Polah SMANSE di SMA Negeri 1 Selemadeg, Kabupaten Tabanan yang bergerak khususnya dalam bidang seni tari. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan jenis penelitian field research. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun analisis data dalam penelitian ini adalah bagaimana sistem manajemen pertunjukan yang baik dilihat dari suatu organisasi seni berskala kecil hingga berpengaruh kepada manajemen seni pertunjukan secara luas. Serta memahami beberapa aspek yang menjadi penyebab kurang efektifnya sistem manajemen pada Komunitas Polah. Temuan dalam penelitian ini menunjukan bahwa kurangnya budaya manajerial pada Komunitas Polah SMANSE yang menyebabkan disharmonisasi dalam perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan pada konteks manajemen pertunjukan. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menyarankan dapat menerapkan teori manajemen POAC (planning, organization, actuating, controlling) menurut George R. Terry (1975) guna menekan disharmonisasi manajemen pertunjukan melalui kegiatan workshop manajemen pertunjukan. Upaya ini dilakukan untuk dapat memperbaiki sistem pengorganisasian manajemen pertunjukan pada Komunitas Polah SMANSE, serta menunjukan pentingnya sistem manajemen pertunjukan dalam setiap komunitas baik di ruang lingkup kecil maupun besar agar dapat berkembang dengan optimal. Sehingga manajemen pertunjukan ini dapat menjadi acuan pada pengelolaan sistem manajemen seni pertunjukan dan membangun kerjasama tim agar berjalan lebih harmonis.

Page 9 of 11 | Total Record : 110