cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 769 Documents
Manajemen Pengelolan Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Massa Di Dinas Pendidikan Kota Semarang Aisyah, Sheila Firliana; Pramusinto, Hengky
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a7hn8272

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis manajemen pengelolaan media sosial sebagai sarana komunikasi massa di Dinas Pendidikan Kota Semarang dengan menggunakan kerangka fungsi manajemen POAC, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap informasi pendidikan yang cepat, transparan, dan interaktif melalui media sosial, sementara praktik pengelolaan komunikasi digital pemerintah daerah masih menghadapi persoalan pada aspek perencanaan konten, kapasitas sumber daya manusia, koordinasi lintas bidang, dan evaluasi berbasis data. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan yang dipilih secara purposif, yaitu pengelola Instagram, pengelola pesan masuk dan kanal TikTok serta YouTube, serta pengelola website dan informasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan kategori POAC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah berfungsi sebagai kanal penyebaran informasi pendidikan dan ruang interaksi publik. Namun, fungsi perencanaan belum didukung strategi konten, segmentasi audiens, dan SOP yang baku. Fungsi pengorganisasian telah memiliki pembagian tugas, tetapi masih terkendala keterbatasan SDM, pekerjaan rangkap, dan ketergantungan pada aliran data dari bidang lain. Fungsi pelaksanaan relatif responsif, tetapi tingginya volume interaksi publik belum sepenuhnya diimbangi kapasitas penanganan pesan. Fungsi pengawasan masih sederhana karena evaluasi belum berbasis indikator kinerja yang terstruktur. Penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas komunikasi digital pemerintah tidak hanya ditentukan oleh jumlah platform dan intensitas unggahan, tetapi oleh integrasi fungsi manajemen POAC, kapasitas organisasi, dan pemanfaatan data engagement sebagai dasar pengambilan keputusan. This study analyzes social media management as a means of mass communication at the Semarang City Education Office using the POAC management framework, namely planning, organizing, actuating, and controlling. The study is motivated by the increasing public demand for fast, transparent, and interactive educational information through social media, while local government digital communication practices still face challenges related to content planning, human resource capacity, interdepartmental coordination, and data-based evaluation. This research employed a descriptive qualitative approach. Informants were selected purposively because they were directly involved in managing Instagram, incoming public messages, TikTok and YouTube channels, as well as the official website and public information services. Data were collected through interviews, observation, and documentation, then analyzed thematically based on the POAC categories. The findings show that social media has functioned as a channel for disseminating educational information and facilitating public interaction. However, the planning function has not been supported by a clear content strategy, audience segmentation, or formal standard operating procedures. The organizing function has included task distribution, yet it remains constrained by limited human resources, overlapping duties, and dependence on data flows from other units. The actuating function is relatively responsive, but the high volume of public interaction has not been fully balanced by adequate message-handling capacity. The controlling function remains limited because evaluation is not yet based on structured performance indicators. This study demonstrates that the effectiveness of government digital communication is determined not merely by the number of platforms or posting intensity, but by the integration of POAC functions, organizational capacity, and the use of engagement data for strategic decision-making.
Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Operasi Hitung Pecahan Peserta didik dengan Metode Game Based Learning (GBL) Berbantuan Media Kartu Pecahan Septiani, Kamely Nurmutia; Sobry, M; Hidayati, Djuita
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/v6z4cv42

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep operasi hitung pecahan pada peserta didik kelas V MI Al-Ma'rifatul Islamiyah Dasan Agung disebabkan oleh pembelajaran yang monoton, kurangnya penggunaan metode dan media inovatif, serta keterbatasan keterlibatan aktif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep operasi hitung pecahan melalui penerapan metode Game Based Learning (GBL) berbantuan media kartu pecahan pada peserta didik kelas V di MI Al-Ma’rifatul Islamiyah Dasan Agung. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang di laksanakan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Sedangkan instrumen yang digunakan berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas peserta didik, serta tes. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan indikator persentase ketuntasan klasikal (ditetapkan ≥85%), nilai rata-rata kelas, serta kriteria keberhasilan aktivitas guru dan peserta didik berdasarkan kategori persentase skor perolehan, serta mengetahui keterlaksanaan penerapan metode Game Based Learning berbantuan media kartu pecahan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Pada Siklus I, persentase ketuntasan klasikal peserta didik hanya mencapai 57,14% dengan nilai rata-rata 69,52. Namun, setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran dengan metode Game Based Learning berbantuan media kartu pecahan pada Siklus II, ketuntasan klasikal peserta didik meningkat pesat menjadi 90,47% dengan nilai rata-rata 86,90. Dengan demikian, terjadi peningkatan ketuntasan kalsikal sebesar 33,33% dari siklus I ke siklus II. Selain itu, aktivitas peserta didik juga meningkat dari 60,71% pada siklus I menjadi 87,49% dengan kategori sangat aktif pada siklus II, sehingga terjadi peningkatan sebesar 26,78%. Aktivitas guru juga turut mengalami peningkatan dari 64,06% pada siklus I menjadi 89,06% di siklus II dengan peningkatan sebesar 25% dari siklus I ke siklus II. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan metode Game Based Learning (GBL) berbantuan media kartu pecahan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep operasi hitung pecahan peserta didik kelas V MI Al-Ma’rifatul Islamiyah Dasan Agung.
Pengaruh Penggunaan Media Papan Perkalian Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Terhadap Kemampuan Operasi Hitung Peserta Didik Kelas III SDN 06 Ampenan Andriami, Anggun Julia; Intiana, Siti Rohana Hariana; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1b7yk293

Abstract

Rendahnya kemampuan operasi hitung perkalian pada peserta didik sekolah dasar seringkali disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat hafalan tanpa pemahaman konsep yang konkret dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media papan perkalian berbasis kearifan lokal suku Sasak terhadap kemampuan operasi hitung peserta didik kelas III SDN 06 Ampenan. Novelty dalam penelitian ini terletak pada integrasi kearifan lokal suku Sasak pada media tradisi begibung dengan penggunaan dulang sebagai representasi konsep perkalian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental bentuk One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 26 peserta didik kelas III SDN 06 Ampenan yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest peserta didik adalah 41,54, sedangkan nilai rata-rata posttest meningkat menjadi 84,62. Uji normalitas menunjukkan data posttest tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkan dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji hipotesis diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal dalam media pembelajaran matematika tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep perkalian peserta didik secara signifikan, tetapi juga dapat melestarikan budaya lokal serta menjadi alternatif model pembelajaran kontekstual bagi guru di sekolah dasar.
Pengaruh Penerapan Metode SAS (Struktural Analitik Sintetik) terhadap Kemampuan Membaca Permulaan Siswa SDN 26 Mataram Etiningsih, Tikah; Sukri; Rahmatih , Aisa Nikmah; Asrin
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3z81ek76

Abstract

Rendahnya kemampuan membaca permulaan siswa kelas II terlihat ketika diberikan teks bacaan. Banyak siswa yang kesulitan dalam mengeja kata. Penelitian eksperimen semu dengan desain pretest-posttest ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) terhadap kemampuan membaca permulaan siswa di SDN 26 Mataram. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa kelas II. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas II di SDN 26 Mataram. Data dikumpulkan melalui observasi dan tes untuk mengukur indikator kemampuan membaca yang meliputi pengenalan huruf vokal, konsonan, suku kata, kata, dan kelancaran membaca kalimat. Hasil observasi menunjukkan bahwa keterlaksanaan sintaks metode SAS pada setiap pertemuan mencapai skor maksimal dengan persentase 100% (kategori sangat baik). Nilai N-Gain yang diperoleh adalah 0,47 (kategori sedang). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca permulaan yang signifikan, dengan rata-rata nilai post-test sebesar 78,42. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator, di antaranya: kemampuan membaca huruf vokal (86,90 menjadi 100), huruf konsonan (76,19 menjadi 92,85), suku kata (57,14 menjadi 75), kata (51,19 menjadi 70,23), dan kelancaran membaca kalimat (25 menjadi 55,95). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode SAS berpengaruh positif secara signifikan terhadap kemampuan membaca permulaan siswa serta mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Kata kunci: Metode SAS, Kemampuan Membaca Permulaan, Sekolah Dasar.
Struktur Aljabar Linear dalam Transformasi Geometri: Kajian Berbasis Teori APOS Akbar, Purnama Raya; Azriansah, Muhammad
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e1ps2y27

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan representasi matriks dan koordinat homogen dalam transformasi geometri analitik serta mengidentifikasi hambatan kognitif mahasiswa berdasarkan Teori APOS (Action, Process, Object, Schema). Kajian ini menggunakan metode studi literatur melalui analisis konseptual dan teoretis terhadap dua kasus transformasi geometri, yaitu rotasi kurva parabola dan komposisi transformasi afin bertingkat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan konvensional masih cenderung menempatkan mahasiswa pada tahap prosedural (Action). Sementara itu, penggunaan representasi matriks dan koordinat homogen dapat membantu mahasiswa memahami transformasi secara lebih menyeluruh sehingga pemahaman konsep berpotensi berkembang menuju tahap Object dan Schema. Selain digunakan untuk merepresentasikan transformasi, koordinat homogen juga dapat menjadi alternatif pendekatan dalam menghubungkan konsep geometri dan aljabar linear yang selama ini sering dipelajari secara terpisah.
Pengembangan Media Papan Perkalian Dengan Pendekatan Etnomatematika Kre Alang Terhadap Pemahaman Konsep Perkalian Siswa Kelas III Sdn 1 Ampenan Ramadahani, Ilham Kharisma; Istiningsih, Siti; Wahyuningsih, Baiq Yuni
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/m2y4a970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media Papan Perkalian Kre Alang berbasis etnomatematika yang valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep materi perkalian 1--10 pada siswa kelas III SDN 1 Ampenan, Kota Mataram. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Media papan perkalian kre alang dirancang dengan mengintegrasikan motif-motif geometris kain tenun Sumbawa sebagai visualisasi konkret konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), dengan justifikasi kesesuaiannya untuk pengembangan produk pembelajaran yang sistematis dan terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media PAPERKA dinyatakan sangat valid berdasarkan validasi ahli materi pertama sebesar 91% dan ahli materi kedua sebesar 84%, serta valid oleh ahli media sebesar 72% (kategori valid). Media PAPERKA dinyatakan sangat praktis berdasarkan angket respon siswa sebesar 92% dan respon guru sebesar 96%. Selain itu, media papan perkalian kre alang terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep perkalian siswa berdasarkan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test dengan nilai Z = -4.461 dan Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,001, di mana sebanyak 96,3% siswa mengalami peningkatan nilai setelah menggunakan media papan perkalian kre alang.
Peran Eksrakulikuler Pramuka Dalam Menanamkan Civic Disposition Pada Peserta Didik di MAN 1 Lombok Timur Suryana, Muhamad Haris; Alqadri, Bagdawansyah; Nurlatifah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/a4bvxt40

Abstract

Pendidikan karakter kewarganegaraan (civic disposition) menjadi semakin penting di tengah tantangan global seperti individualisme dan lunturnya nilai kebangsaan. Sekolah sebagai laboratorium moral tidak hanya mengandalkan pembelajaran intrakurikuler, tetapi juga kegiatan ekstrakurikuler, salah satunya adalah Pramuka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program ekstrakurikuler Pramuka dan bentuk civic disposition yang ditanamkan melalui kegiatan tersebut pada peserta didik di MAN 1 Lombok Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Subjek penelitian adalah pembina Pramuka dan peserta didik, sedangkan informan meliputi kepala sekolah dan guru PPKn. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini menggunakan triangulasi teknik (membandingkan data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi), triangulasi sumber (menggali informasi dari pembina Pramuka, peserta didik, kepala sekolah, dan guru PPKn), serta triangulasi waktu (melakukan pengumpulan data pada hari latihan rutin, saat kegiatan insidental, dan pada momentum tertentu seperti perkemahan dan bakti sosial). Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ekstrakurikuler Pramuka di MAN 1 Lombok Timur terbagi menjadi tiga kategori: (1) program rutin mingguan, (2) program insidental dan tematik, dan (3) program pengembangan kapasitas. Bentuk civic disposition yang berhasil ditanamkan meliputi: tanggung jawab sosial, disiplin dan kepatuhan pada aturan, kerja sama dan musyawarah, serta toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan. Kesimpulannya, ekstrakurikuler Pramuka berperan efektif sebagai laboratorium penanaman watak kewarganegaraan melalui metode learning by doing dan internalisasi nilai-nilai Dasa Dharma secara berkelanjutan
Analisis Potensi Guru  dalam Mengembangkan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas II SD Negeri 1 Daleman Cantika, Nursita Bela; Purwati, Panca Dewi; Kamil, Muhammad Mumtaz; Umar, M. Jazuli; Zahrah, Fadhwa Haifa
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zyzbhr66

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi 2 guru kelas II SD Negeri 1 Daleman dalam merancang strategi pembelajaran Bahasa Indonesia, menganalisis faktor pendukung (dukungan kepala sekolah, komunitas belajar, fasilitas) dan faktor penghambat (keterbatasan teknologi, waktu, keragaman kemampuan siswa) , serta merumuskan rekomendasi pengembangan yang kontekstual seperti pelatihan media dan asesmen formatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada dua guru kelas II yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi pedagogik guru dalam kategori cukup baik, tercermin dari kemampuan menyusun perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dan mengelola kelas secara kondusif. Faktor pendukung meliputi dukungan kepala sekolah, komunitas belajar, dan ketersediaan fasilitas, sedangkan faktor penghambat mencakup keterbatasan kompetensi teknologi, waktu, dan keberagaman kemampuan peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan media dan asesmen formatif serta pendampingan berkelanjutan.
Optimalisasi Aset Dalam Mendukung Kinerja Beyond kWh di PLN UPT Pematangsiantar Batubara, Rikson; Adi, Tri Wahyu
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mr3xdr41

Abstract

Transformasi industri ketenagalistrikan mendorong perusahaan utilitas untuk mengembangkan sumber pendapatan di luar penjualan energi listrik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh digitalisasi aset dan pengelolaan aset terhadap efisiensi operasional, inovasi berbasis layanan aset, serta pendapatan Beyond kWh di PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Pematangsiantar. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 107 responden yang terdiri atas pegawai yang terlibat dalam pengelolaan aset, operasi transmisi, perencanaan, dan fungsi pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional serta inovasi berbasis layanan aset. Sebaliknya, digitalisasi aset belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi operasional maupun inovasi layanan. Penelitian ini juga menemukan bahwa inovasi berbasis layanan aset memiliki pengaruh signifikan terhadap pendapatan Beyond kWh, sedangkan efisiensi operasional belum memberikan dampak langsung terhadap peningkatan pendapatan non-kWh. Temuan tersebut menegaskan bahwa optimalisasi aset transmisi tidak cukup hanya melalui digitalisasi, tetapi memerlukan tata kelola aset yang kuat dan pengembangan model bisnis inovatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi PLN dalam memperkuat strategi pemanfaatan aset untuk mendukung transformasi bisnis Beyond kWh. The transformation of the electricity industry has encouraged utility companies to develop alternative sources of value and revenue beyond electricity sales. This study aims to analyze the effects of asset digitalization and asset management on operational efficiency, asset service-based innovation, and employees’ perceived Beyond kWh revenue performance at PLN Transmission Implementation Unit (UPT) Pematangsiantar. The study employed a quantitative approach using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method. Data were collected through questionnaires distributed to 107 respondents consisting of employees involved in asset management, transmission operations, planning, and other supporting functions. The results indicate that asset management has a positive and significant effect on operational efficiency and asset service-based innovation. In contrast, asset digitalization does not show a significant effect on either operational efficiency or asset service-based innovation within the proposed model. The study also finds that asset service-based innovation has a positive and significant effect on employees’ perceived Beyond kWh revenue performance, whereas operational efficiency does not demonstrate a significant effect. These findings suggest that optimizing transmission assets requires not only digitalization initiatives but also strong asset governance and the development of innovative asset utilization business models. However, the findings should be interpreted with caution as they are based on employees’ perceptions and indicate a high degree of similarity among several constructs, which warrants further investigation in future studies. This study is expected to provide insights for PLN in strengthening asset utilization strategies to support its Beyond kWh business transformation.
Rancang Bangun Prototype Tap Changer Otomatis Berbasis IoT Menggunakan Transformator Satu Fasa Skala Laboratorium Japriansyah, Dimas Aryo; Koerniawan, Tony; Rabbani, Arya Rambu; Fajar, Artyastu; Arasyid, Tsabit
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/y7hakf06

Abstract

Voltage fluctuations in distribution systems may cause service voltages to exceed standard limits, requiring transformer tap regulation mechanisms to maintain voltage stability. However, testing tap changers on full-scale distribution transformers involves safety risks, high costs, and limited flexibility for laboratory modifications. This study aims to design and evaluate an Internet of Things (IoT)-based tap changer prototype using a single-phase laboratory-scale transformer. The research employed an experimental design-and-development approach consisting of hardware design, software development, prototype assembly, and laboratory testing. The system comprises a single-phase transformer with five secondary-side tap positions, an ESP32 microcontroller, a PZEM-004T v3.0 sensor, a five-channel active-LOW relay module, and the Blynk platform for remote monitoring and control. Output voltage was measured every three seconds and used as the basis for tap selection within a voltage range of 198 V to 231 V. Testing was conducted using three types of loads: a 60 W incandescent lamp, a rheostat, and a combined incandescent lamp-rheostat load. The results show that Tap 2 to Tap 5 maintained output voltages within the acceptable range, while Tap 1 remained below the minimum standard limit under all load conditions. The maximum positive voltage deviation was +2.27% at Tap 5 under the incandescent lamp load, whereas the maximum negative deviation was -11.59% at Tap 1 under the combined load condition. The PZEM-004T sensor achieved an average relative error of 0.35% compared with a clamp power meter for voltage measurements. These findings indicate the preliminary feasibility of the proposed prototype as an IoT-based laboratory simulation and educational platform for transformer tap regulation, particularly under resistive loads and limited testing conditions. Further studies are required to evaluate system performance under inductive loads, dynamic voltage fluctuation scenarios, and long-term automatic control operation.