cover
Contact Name
Heri Dwi Santoso
Contact Email
heridwi.santoso@unimus.ac.id
Phone
+6282329058143
Journal Mail Official
lppm@unimus.ac.id
Editorial Address
LPPM Unimus Jl. Kedungmundu Raya No.18, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Unimus
ISSN : 26543257     EISSN : 26543168     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional Unimus merupakan wadah publikasi hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional Unimus yang diselenggarakan tahunan oleh Lembaga Penelitian dan pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Muhammadiyah Semarang.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 949 Documents
Pemberdayaan Mitra UKM Lariis Fresh Drink melalui Pembuatan Produk Inovasi Jamu Cair dan Serbuk dari Tanaman Family Zingiberaceae sp. Primanitha Ria Utami; Devi Ristian Octavia; Mega Barokatul Fajri; Salma Nur Azizah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan Mitra UKM Lariis Fresh Drink selama masa pandemi Covid-19 adalah aspek produksi dan aspek kemasan produk. Pada aspek produksi, masih renndahnya tingkat pemahaman mitra dalam hal pengolahan bahan herbal yang tepat, alat produksi juga masih manual, dan keterbatasan alat yang digunakan oleh mitra, menyebabkan proses produksi membutuhkan waktu yang lama, kapasitas hasil produksi terbatas, dan pendapatan juga menjadi belum optimal. Pada aspek kemasan produk, mitra belum memiliki inovasi varian ukuran kemasan produk dan varian komposisi bahan produk, padahal kondisi saat ini tingkat persaingan produk sejenis  semakin tinggi,khususnya pada masa pandemi Covid-19, menyebabkan permintaan pasar terhadap minuman herbal sebagai imun booster meningkat. Persaingan sangat terlihat pada variasi komposisi herbal lain selain kunyit, bentuk sediaan yang tidak hanya cair tetapi juga serbuk. Tim Pelaksana menawarkan solusi melakukan pemberdayaan kepada mitra UKM Lariis Fresh Drink melalui inovasi produk dari tanaman Family Zingiberaceae sp.. Solusi untuk aspek produksi, mitra mendapatkan pelatihan dan pendampingan CPOTB, alat produksi juga akan di upgrade menggunakan berbasis IPTEK. Sedangkan pada aspek kemasan, solusinya dengan cara mereformulasi komposisi kunyit asam dengan madu, kombinasi  antara tanaman kunyit dengan tanaman family Zingiberaceae sp.lainnya misalnya dengan jahe dan temulawak. Selain itu juga membuat variasi sediaan “Herboost Powder”. Inovasi Produk “Herboost Drink” dan “Herboost Powder” akan diberikan dengan berbagai variasi ukuran Ukuran botol dan standing pouch untuk serbuk herbal. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kualitas produk dari segi rasa, inovasi hasil produk setelah melalui proses produksi dan peningkatan kapasitas produk menjadi lebih cepat, dan peningkatan omzet harian/bulananKata Kunci : Jamu,Kunyit,Inovasi,Zingiberaceae  
Peningkatan Daya Saing dan Strategi Usaha Untuk Kelompok Ibu Rumah Tangga yang Tergabung Dalam Usaha Jahit “Yuni Phea” Di Kecamatan Siantar Selatan Kota Pematang Siantar Marisi Butarbutar; Acai Sudirman; Agus Perdana Windarto; Erbin Chandra
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 5 (2022): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Guna Menunjang Pencapaian Sustainable Developm
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi pra survei di lapangan, wawancara, dan pengamatan terhadap Mitra, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan prioritas yang dihadapi mitra diantaranya, masih lemahnya manajemen organisasi terkait efektivitas kerjasama tim ibu rumah tangga dan jugapengurus kelompok dalam aktivitas kegiatannya. Kemudian kapasitas produksi yang terbatas dikarenakan kurangnya ketersediaan mesin jahit, sehingga anggota masih memanfaatkan mesin sesama anggota yang dimiliki dan sudah berusia cukup tua yang menyebabkan kapasitas produksi terbatas. Market share yang belum diidentifikasi dengan jelas dan upaya promosi yang belum optimal melalui media digital yang diakibatkan belum pahamnya pengetahuan mengenai strategipemasaran dan penggunaan media pemasaran. Indikator  keberhasilan kegiatan Pengabdian ini berupa peningkatan kapasitas produksi pada mitra yakni mitra berhasil memproduksi hasil kerajinan dalam jumlah yang lebih banyak dan memiliki spesifikasi yang lebih jelas. peningkatanmanajemen usaha pada mitra yakni, telah diterapkannya dan terciptanya tim kerja yang kohesif serta implementasi strategi pemasaran pada usaha dengan ditunjukkan kenaikan omset.Kata Kunci: Daya Saing, Strategi Usaha, Usaha Jahit
Upaya Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pemanfaatan Daun Kelor Sebagai Minuman Siap Saji Untuk Pencegahan Stunting di Kecamatan Tuah Negeri Rostika Flora; Fatmalina Febri; Indah Yuliana; Desri Maulina Sari; Yuliarti Yuliarti; Yeni Anna Appulembang; Risnawati Tanjung; Helfi Nolia; Aguscik Aguscik
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi oleh negaraberkembang, termasuk Indonesia. Angka kejadian stunting di pedesaan lebih tinggi dibandingkanperkotaan. Rendahnya pendapatan orang tua di pedesaan berpengaruh terhadap asupan gizi anakdan berdampak terhadap kejadian  sunting. Salah satu desa dengan angka kejadian stunting cukuptinggi adalah desa Lubuk Rumbai  yang terletak di Kecamatan Tuah Negeri.  Di desa LubukRumbai banyak terdapat daun kelor yang ditanam oleh penduduk setempat. Pemanfaatan daunkelor sebagai bahan pangan fungsional belum banyak  diketahui oleh masyarakat, selama ini daunkelor hanya dimanfaatkan sebagai sayuran. Daun kelor mengandung kalsium, zat besi, protein,vitamin A, vitamin B dan vitamin C yang penting untuk pertumbuhan anak.  Kegiatanpengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melatih ibu  dalam memanfaatkan daun kelor sebagaiminuman siap saji, yaitu teh daun kelor untuk pencegahan stunting. Metode: Kegitan pengabdian masyarakat diadakan di Desa Lubuk Rumbai Kecamatan Tuah Negeri,dengan kelompok sasaran ibu yang mempunyai anak balita.  Kegiatan yang dilakukan berupapendidikan kesehatan  tentang pencegahan stunting dan peragaan pembuatan minuman teh daunkelor. Sebelum dan sesudah kegiatan pendidikan kesehatan, dilakukan evaluasi terhadappengetahuan ibu tentang pencegahan stunting.  Hasil: hasil evaluasi pengetahuan didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan ibu dalampencegahan stunting setelah diberi pendidikan kesehatan. Peragaan pembuatan teh daun kelor diikuti dengan baik oleh ibu, setelah selesai peragaan ibu mmpu melakukan simulasi pembutan tehdaun kelor. Kesimpulan: terjadi  peningkatan pengetahuan ibu dalam memanfaatkan bahan lokal yaitu daunkelor  sebagai pangan fungsional untuk mencegah stunting pada anak.Kata Kunci:  pencegahan stunting, stunting, teh daun kelor.
Sistem Penyimpanan Vaksin Di 5 Puskesmas Kota Semarang Dian Nintyasari Mustika; Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tetapidilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah diolah, berupa toksin mikroorganisme yangtelah diolah menjadi toksoid, protein rekombinan yang apabila diberikan kepada seseorang akanmenimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Seluruh prosespenyimpanan dan distribusi vaksin dari pusat sampai ke tingkat pelayanan, harus mempertahankankualitas vaksin tetap tinggi agar mampu memberikan kekebalan yang optimal kepada sasaran.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran sistem penyimpanan vaksin di lima puskesmas diKota Semarang. Metode penelitian : penelitian deskriptif dengan tehnik sampling accidentalsampling dan pengamatan langsung pada objek yang dilaksanakan di lima Puskesmas di kotaSemarang. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Hasil penelitian :  diketahui sebanyak 80,0% tidaktersedia cold room/kamar dingin di puskesmas. Seluruh responden menyatakan bahwa di puskesmasmereka tidak tersedia freezer room/kamar beku. Sebanyak 40,0% menyatakan terdapat vaccinerefrigerator sesuai SNI dan PQS dari WHO. Sebanyak 80,0% menyatakan bahwa memiliki VaccineRefrigerator model buka atas, 1 responden memiliki model buka depan. Sebanyak 40,0%menggunakan sistem Absorbsi pada Vaccine Refrigerator, 40,0% sistem Kompresi. Hanya 1 respondenyang menyatakan terdapat vaccine frezeer sesuai SNI dan PQS dari WHO. Sebanyak 2 respondenmenyatakan memiliki Vaccine frezeer model buka atas dan 1 responden menggunakan sistemKompresi. Sebanyak 60,0% menyatakan bahwa selotip pada thermostat vaccine frerigerator/freezersudah terpasang. Kesimpulan : sistem penyimpanan vaksin di 5 Puskesmas Kota Semarangdidapatkan beberapa sudah tersedia vaccine refrigerator sesuai SNI dan PQS dari WHO, sudahmenggunakan system kompresi pada vaccine freezer, terpasang selotip pada thermostat vaccinerefrigerator/freezer. Kata Kunci : sistem penyimpanan vaksin.
Analisis Keakuratan Makna Terjemahan Istilah Inggris Di Bidang Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Dalam Bahasa Indonesia Siti Aisiyah S; Yogi Setiawati; Imam Hariadi S
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kajian penerjemahan buku-buku sains dan teknologi, masalah kesepadanan kata dan istilah,biasanya muncul karena tidak semua kata dan istilah dalam buku-buku itu dapat diterjemahkansecara langsung dan sepadan dengan pesan (makna) dalam Bahasa sumber. Kesepadanan kata danistilah dapat dicapai melalui analisis keakuratan makna. Beberapa ilmuwan telah melakukanpenelitian tentang istilah dalam berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu kedokteran, keuangan, dokumenkontrak, dan hidrologi. Namun, sejauh yang kami ketahui belum ada ilmuwan yang menerapkanmetodologi tersebut dalam menganalisis istilah, khususnya istilah Kesehatan dan Keselamatan Kerja(K3). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan keakuratanmakna istilah K3 dalam Bahasa Inggris dan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Penelitian inimenggunakan model penelitian komparatif, yaitu istilah K3 dalam Bahasa Inggris dibandingkandengan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalampenelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sebanyak 58 istilah dalam bentuk kata dan frasa  besertamaknanya dianalisis tanpa konteksnya dalam kalimat dengan menggunakan analisis komponenmakna. Dari analisis tersebut, dapat diperoleh keakuratan makna istilah K3 dalam Bahasa Inggrisdan terjemahannya dalam Bahasa Indonesia. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebanyak 57 istilahyang maknanya akurat, dan hanya satu istilah yang maknanya kurang akurat. Berdasarkan hasilanalisis, dapat disimpulkan bahwa hampir semua  terjemahan istilah K3 dalam Bahasa Indonesiaadalah padanan istilah Bahasa Inggris di bidang tersebut. Diharapkan hasil penelitian ini dapatmemberikan kontribusi dalam penyusunan glosarium/kamus Istilah Teknik Sipil. Kata Kunci: Keakuratan makna, istilah K3, terjemahan K3 dalam Bahasa Indonesia, analisiskomponen makna.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Financial Help Seeking Behavior Pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Ivana Reissa; Tania Priscilia; - Evelyn
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu hal yang menjadi prioritas bagi seorang mahasiswa. Dalammenempuh pendidikan tersebut salah satu faktor yang menunjang lancarnya kegiatan pendidikanadalah faktor ekonomi. Mahasiswa yang mengalami kesulitan ekonomi akan berusaha mencaribantuan keuangan (financial help seeking behavior) baik dari pihak profesional maupun nonprofesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi financialhelp seeking behavior pada mahasiswa penerima beasiswa. Penelitian ini merupakan penelitianasosiatif dengan metode kuantitatif. Jumlah sampel pada penelitian ini berjumlah 70 responden.Penelitian ini akan menggunakan kuesioner yang akan disebarkan melalui google form. Metodeanalisis data pada penelitian ini menggunakan software SPSS. Penelitian ini menghasilkan variabelfinancial stress, financial education, financial knowledge, dan financial self efficacy tidak berpengaruhsignifikan terhadap financial help seeking behavior. Penelitian ini juga membuktikan bahwa peranvariabel financial self efficacy sebagai variabel moderator tidak dapat memoderatori hubungan antarafinancial stress terhadap financial help seeking behavior. Kata Kunci: Financial Help Seeking Behavior, Financial Stress, Financial Education,Financial Knowledge, Financial Self Efficacy
PKM Pemberian Cup Susu Kedelai Guna Meningkatkan Penjualan IRT SMilk Di Kota Bontang Nuruddin Wahyu Eko Saputro; Nalendro Mataram; Anis Siti Nurrohkayati
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan di kota Bontang yang menjual atau mengelola susu kedelai di kota Bontang Kalimantan Timur. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan usaha susu kedelai. Selama ini usaha susu kedelai belum optimal melalui diversifikasi usaha pembuatan susu kedelai dalam kemasan atau pelastic cup,sehingga kedepannya dapat menjadi komoditas ekonomi baru bagi masyarakat. Selain itu, mitra juga diharapkan memiliki sistem administrasi dan tata kelola yang jelas di bidang keuangan, produksi dan pemasaran sebagai upaya pemberdayaan masyarakat di Kota Bontang. Mengingat manfaat sari kedelai ini sangat besar maka diperlukandiversifikasi produk agar produknya lebih diterima pasar. Program ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu 1) Menjadikan kedelai menjadi minuman siap minum, 2) Alih teknologi pengemasan, 3) Aspek pemasaran dan manajemen produk pengolahan kedelai menjadi minuman kemasan siap minum, dan 4) Analisis kelayakan memproduksi minuman berbahan dasar kedelai. Melalui pelatihan dan pengembangan teknologi pengolahan sari kedelai menjadi produk komoditas ekonomi berupa minuman dalam kemasan siap minum yang dilakukan dapatmemberikan alternatif usaha ekonomi baru di masyarakat. Setelah dilaksanakan program kegiatan pengabdian masyarakat dengan pendekatan pelatihan dan pendampingan kepada mitra telah mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi olahan minuman kedelai yang hasilnya hampir dua kali lipat dari aslinya. Kata Kunci: Susu Kedelai, Cangkir Pelastik, Penjualan, Bontang
PKM Kelompok Industri Rumah Tangga Rengginang Desa Walen Simo Boyolali Sudarno Sudarno; Huriyah Huriyah
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 1 (2018): Hilirisasi & Komersialisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat untuk Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Walen, merupakan desa yang berada di Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali, Sebagian besar pendudukdesa Walen berprofesi sebagai petani, namun selain bertani, memiliki usaha pembuatan makanan  rengginang. Industri ini sudah ada sejak 1981, tetapi tidak berkembang karena keterbatasan keadaan.  Dimulai sejak  awalproses produksi rengginang yang hanya menggunakan dandang kecil untuk memasak beras ketan, setelah masak kemudian dicetak dengan tangan yang bentu hasilnya tidak bagus dan ukuran berbeda-beda sertamemakan waktu yang lama, setelah dicetak kemudian dikeringkan dengan dijemur, yang hanya mengandalkansinar matahari sehingga pada musim hujan produksi rengginang mengalami penurunan, hanya mampumemproduksi setengahnya saja dari musim kemarau. Rengginang yang siap dijual, hanya ditempatkan pada taskresek saja  dan untuk membedakan hanya diberi tanda merah untuk rasa manis dan yang rasa gurih tidak diberitanda. Sehingga tampilan produk rengginang ini tidak menarik minat pembeli kecuali yang sudah biasamembeli. Dengan kondisi tersebut di atas, sangat membutuhkan adanya teknologi tepat guna (TTG) berupamesin pengeringan rengginang, alat pencetak  rengginang dan pengarahan untuk pengepakan yang menarik,serta pelatihan pemasaran dan administrasi keuangan yang baik. Dengan menerapkan TTG mampumeningkatkan produktivitas rengginang sebesar 75%, sehingga omzet penjualannya meningkat yangberpengaruh pada meningkatnya laba yang diperoleh sebesar Rp. 63.000,-/hari. Dan dilakukannya pelatihan-pelatihansangat membantu mitra dalam mengembangkan usahanya, baik dari segi pengelolaan keuangan,pemasaran dan pengemasan dan pemberian label pada produk yang akan dijual. Dengan adanya TTG dankegiatan-kegiatan tersebut membantu mitra untuk tumbuh dan berkembang lebih baik serta meningkatkanproduktifitas dan keberlanjutan usaha dan mampu meningkatkan tarap hidup masyarakat sekitarnya.
Generalized Space Time Autoregressive Modeling With Variable Exogenous (Gstar-X) (Case Study: Inflation In Six Cities Of Central Java) Alwan Fadlurohman; Tiani Wahyu Utami; Rochdi Wasono
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 3 (2020): Optimalisasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Menuju Kemandirian di Tengah P
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inflasi adalah kecenderungan naiknya harga barang dan jasa yang berlangsung secara terus menerus. Inflasi merupakan data time series bulanan yang diduga juga dipengaruhi oleh unsur antar lokasi. Pemodelan untuk peramalan inflasi yang melibatkan unsur waktu dan lokasi (spatio temporal) dapat menggunakan metode Generalized Space Time Autoregressive (GSTAR). Untuk menambah akurasi dalam peramalan, model GSTAR dikembangkan menjadi model GSTARX dengan melibatkan variabel eksogen. Variabel eksogen yang digunakan dalam pemodelan GSTARX untuk peramalan Inflasi ini adalah variasi kalender idul fitri yaitu inflasi pada bulan di hari raya idul fitri. Studi kasus dalam pemodelan GSTARX ini diterapkan untuk peramalan inflasi enam kota Survei Biaya Hidup (SBH) di Jawa Tengah yaitu Cilacap, Purwokerto, Semarang, Kudus, Magelang dan Surakarta. Tujuan penelitian ini adalah ingin mendapatkan model GSTARX yang terbaik untuk pemodelan inflasi enam kota SBH diJawa Tengah. Didapatkan 2 (dua) model GSTARX dengan nilai RMSE masing-masing adalah model dengan bobot lokasi seragam memiliki nilai RMSE sebesar 0,6108, model dengan bobot lokasi invers jarak memiliki nilai RMSE sebesar 0,6124. Dapat disimpulkan bahwa model GSTARX menggunakan bobot lokasi seragam adalah model terbaik. Kata Kunci : GSTAR, GSTARX, Inflasi, Jawa Tengah, Survei Biaya Hidup.
Faktor Internal ODHA yang Berpengaruh Terhadap Ketidaktepatan Konsumsi ARV di Wilayah Semarang Tuti susilowati; Selamet Hidayat; Sutini Sutini; Slamet Riyadi; Risnawati Risnawati; Ana Bina Sari; Muchlis Achsan Udji Sofro
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 2 (2019): Tantangan Implementasi Hasil Riset Perguruan Tinggi untuk Industrialisasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi HIV /AIDS di dunia  mengalami peningkatan, begitu pula di Indonesia. Menurut WHO  kasus HIV/AIDS didunia tahun 2017   sekitar 36,9 juta jiwa,  di Indonesia sampai awal 2018 ada 291.129jiwa, Jawa Tengah 23.508 jiwa , Semarang  sampai Mei 2018 ada 4800 jiwa. ODHA yang dinyatakan reaktif HIV dianjurkan segera konsumsi ARV. Obat ARV berfungsi menekan perkembangan virus sehingga  penderitaHIV/AIDS dianjurkan  teratur konsumsi ARV seumur hidup.  Temuan data menunjukkan kepatuhan  ARV  bagi penderita  masih  rendah, sehingga banyak faktor yang berpengaruh terhadap ketidaktepatan minum  ARV.  Hal ini diperkuat dengan penemuan  kasus Loss to follow up (LTFU)  yang  meningkat.  Tujuan: mengetahui faktor internal ODHA yang  berpengaruh terhadap  ketidaktepatan konsumsi ARV di wilayah Semarang Metode:Menggunakan observasional analitik, pendekatan cross sectional, jumlah sampel:  55 ODHA yang  berobat di wilayah Semarang.Tekhnik sampling  non random jenis purposif sampling. Hasil: Faktor internal ODHA  yangberpengaruh terhadap ketidaktepatan konsumsi ARV  antara lain  status pekerjaan  yang sibuk   RP  1,896 (95% CI   1,068  - 3,368  p =  0,022), infeksi oportunistik  semakin banyak  RP  2,545   (95% CI  1,489- 4,351     p= 0,001), keikutsertaan ODHA dalam KDS terlambat  RP  2,182 (95% CI   1,264  -3,767  p = 0,004 ) Kesimpulan: faktor internal ODHA yang berpengaruh terhadap ketidaktepatan konsumsi ARV dan dinyatakan bermakna antara lain status pekerjaan yang  sibuk, infeksi oportunistik  semakin banyak  , keikutsertaan ODHA dalam KDS  terlambat .Kata kunci:  Faktor internal ODHA, ketidaktepatan konsumsi ARV, Semarang