cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,377 Documents
DAMPAK TUNTUTAN ORANGTUA TERHADAP KESIAPAN BELAJAR CALISTUNG DALAM PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Lilis Listiawati; Tanto Aljauharie Tantowie; Desi siryani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian orang tua beranggapan bahwa anak yang bersekolah pada jenjang taman kanak-kanak perlu dibekali kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) sebagai bentuk kesiapan fisik dan psikologis sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah dasar. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah anak usia di bawah 7 tahun yang telah memasuki sekolah dasar, bahkan beberapa taman kanak-kanak di Indonesia menerima peserta didik berusia kurang dari 4 tahun. Namun, pada kondisi ideal, anak usia di bawah 7 tahun umumnya belum siap untuk melanjutkan ke jenjang sekolah dasar jika ditinjau dari tahapan perkembangan fisik-motorik, kognitif, sosial emosional, bahasa, serta nilai agama dan moral. Secara khusus, Sudjarwo (Republika, 2010) menyatakan bahwa pengenalan calistung sebelum anak berusia 7 tahun dapat menghambat perkembangan kecerdasan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak tuntutan orang tua terhadap kesiapan belajar calistung dalam perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara dan observasi, serta dianalisis menggunakan Grounded Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuntutan orang tua memberikan dampak positif dan negatif. Dampak positif mencakup kemudahan dan kecepatan anak dalam mengikuti pembelajaran, sedangkan dampak negatif meliputi peningkatan stres, perilaku gaduh, serta gangguan psikologis yang muncul akibat tekanan belajar.
PERAN INTERAKSI ORANG TUA DALAM PERKEMBANGAN KOMUNIKASI RESEPTIF PADA ANAK USIA DINIPENELITIAN DI LAPANGAN KB. PAUD AL – ISTIQOMAH Imas Masadah; Selamet Selamet; Desi Suryani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era globalisasi, kemampuan berkomunikasi dalam berbagai bahasa menjadi kompetensi strategis untuk menghadapi tuntutan pendidikan dan dunia kerja. Masa prasekolah memiliki peran fundamental dalam membentuk kemampuan berbahasa yang menjadi dasar bagi perkembangan komunikasi dan proses belajar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh peran orang tua dalam pengembangan kemampuan komunikasi serta kecerdasan bahasa anak usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara dan observasi terhadap tiga anak berusia 4–6 tahun beserta orang tua mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang terjalin antara orang tua dan anak secara signifikan memengaruhi pembentukan karakter, pola berpikir, dan pengalaman belajar anak di sekolah. Orang tua tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga mitra dialog yang menyediakan ruang aman bagi anak dalam mengekspresikan perasaan maupun persoalan mereka. Interaksi yang intens, seperti kegiatan mendengarkan, membaca bersama, bermain, dan bercerita, terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kecerdasan bahasa. Aktivitas mendengarkan memperkuat konsentrasi dan keterampilan auditif anak, sedangkan membaca bersama dan bermain mendorong stimulasi linguistik yang komprehensif, sementara metode bercerita menumbuhkan imajinasi, kreativitas, serta kemampuan verbal. Dengan demikian, keterlibatan aktif orang tua menjadi faktor determinan dalam mengoptimalkan perkembangan kemampuan berbahasa dan komunikasi anak usia dini, sehingga memberikan landasan penting bagi keberhasilan akademik dan sosial di masa depan.
PENGARUH GUAVA JUICE (JAMBU BIJI) TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN IBU HAMIL TRIMESTER III PENDERITA ANEMIA DI DESA SUKAKERTA KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2024 Muhamad Ardhul Syahwaliana; Indri Sarwili; Lannasari Lannasari
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia pada ibu hamil, khususnya pada trimester III, menjadi masalah kesehatan yang signifikan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil adalah dengan memberikan intervensi jus jambu biji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Guava Juice (Jambu Biji) terhadap peningkatan hemoglobin ibu hamil trimester III penderita anemia di Desa Sukakerta, Kabupaten Cianjur. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperiment two group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling terhadap 20 responden dan instrumen yang digunakan mengukur hemoglobin adalah digital hemoglobin measures dengan analisa statistik menggunakan uji beda t-test. Hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian Guava Juice berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hemoglobin pada ibu hamil trimester III penderita anemia dengan p-value 0,000 dan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan pemberian Guava Juice dan perlakuan kontrol terhadap peningkatan hemoglobin pada ibu hamil trimester III dengan p-value 0,000. Berdarsarkan hasil pelitian tersebut peneliti menyaraknan bagi ibu hamil penderita anemia untuk mengkonsumsi guava juice secara teratur dan guna meningkatkan kadar hemoglobin.
Antara Budaya dan Inovasi: Studi Komparatif Dampak Teknologi terhadap Kehidupan Masyarakat Desa Wisnu Ardhana; Yehezkiel D Ambarita; Rizkyna Halyza; Jonathan Penalosa Marpaung
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi saat ini telah secara radikal mengubah susunan sosial masyarakat pedesaan. Di era digital yang bergerak cepat dan sangat kompetitif, daerah pedesaan semakin menjadi pusat pertanian, dan hubungan sosial didasarkan pada saling membantu dan kerja sama. Dengan latar belakang ini, penelitian ini, melalui studi literatur, mengkaji hubungan antara budaya pedesaan dan kemajuan teknologi. Investigasi berfokus pada dua masalah sentral: bagaimana inovasi teknologi mempengaruhi lanskap budaya dan sosial daerah pedesaan. Bagaimana budaya dapat mempertahankan warisan budaya mereka sambil mengakomodasi perubahan ini. Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa inovasi bersifat ambivalen. Di satu sisi, meningkatkan ekonomi desa dalam hal peningkatan efisiensi produksi dan hubungan dengan pasar digital; Di sisi lain, hal ini menyebabkan masalah bagi sistem nilai tradisional, seperti munculnya interaksi tatap muka dan munculnya gaya hidup individualistis. Namun, sejauh penelitian sebelumnya telah menunjukkan, masyarakat desa juga tidak berdiam diri ketika arus inovasi mencapai mereka. Sebaliknya, mereka menggabungkan nilai-nilai lama seperti gotong royong, musyawarah, dan solidaritas sosial ke dalam lingkungan digital, membentuk bentuk baru solidaritas dan kolaborasi virtual. Hubungan antara budaya dan inovasi tidak kontradiktif, menurut artikel ini. Inovasi berbasis nilai-nilai lokal memperkuat ketahanan sosial (ketahanan budaya), dan budaya lokal yang kuat adalah fondasi bagi inovasi berkelanjutan. Oleh karena itu, modernisasi desa tidak harus mengakibatkan erosi budaya; sebaliknya, hal ini dapat menghasilkan budaya hibrida yang lebih tangguh terhadap tantangan global. Artikel ini ditutup dengan model konseptual transformasi budaya desa di era teknologi yang menekankan pentingnya sinergi antara inovasi digital dan kearifan lokal.
Analysis Degradasi Moral Sopan Santun Siswa di Sekolah Dasar Sherly Nadia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena degradasi moral sopan santun di kalangan siswa sekolah dasar berdasarkan tinjauan sistematis terhadap literatur ilmiah yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015-2025. Metode penelitian menggunakan systematic literature review. Pencarian artikel dilakukan pada database Google Scholar, dan Portal Garuda menggunakan kata kunci yang relevan. Dari 56 artikel yang diidentifikasi, 2 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil analisis mengidentifikasi lima dimensi utama degradasi moral sopan santun: (1) bentuk degradasi sopan santun yang dominan, (2) faktor penyebab, (3) dampak terhadap lingkungan pendidikan, (4) peran keluarga dan sekolah, serta (5) strategi penanganan dan intervensi. Temuan menunjukkan adanya peningkatan perilaku tidak sopan seperti penggunaan bahasa kasar, kurangnya penghormatan terhadap guru, dan perilaku disruptif di kelas. Faktor-faktor yang berkontribusi meliputi pengaruh media digital, perubahan pola asuh, kurangnya role model positif, serta pergeseran nilai sosial-budaya. Dampak degradasi moral sopan santun teridentifikasi pada tingkat individu, kelas, dan iklim sekolah secara keseluruhan. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi multidimensional antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun kembali budaya sopan santun melalui pendekatan pendidikan karakter yang terintegrasi dan berkesinambungan. Implikasi dari studi ini menyoroti urgensi pengembangan kurikulum yang menempatkan nilai-nilai moral dan etika sebagai fondasi pendidikan dasar dalam menghadapi tantangan era digital.
Kedudukan Barang Bukti dalam Pembuktian Perkara Pidana Menurut KUHAP Muhammad Attar Rabbiefashya; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui, memahami, dan menganalisis secara mendalam mengenai kedudukan barang bukti dalam sistem pembuktian menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) serta hubungan yang terjalin antara barang bukti dan alat bukti dalam proses pembuktian perkara pidana. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana peranan barang bukti dalam menentukan terbuktinya suatu tindak pidana serta bagaimana kedudukannya dalam konstruksi hukum acara pidana Indonesia. Penelitian ini berupaya menjelaskan secara mendalam konsep dan posisi barang bukti (corpus delicti) dalam sistem pembuktian menurut KUHAP. Barang bukti memiliki kedudukan yang penting dalam proses peradilan pidana, namun secara normatif tidak dikategorikan sebagai alat bukti yang sah sebagaimana diatur dalam Pasal 184 KUHAP. Pemisahan antara barang bukti dan alat bukti memiliki dasar filosofis dan yuridis yang penting, yang menunjukkan adanya perbedaan fungsi antara keduanya. Selain itu, penelitian ini juga menelaah hubungan fungsional antara barang bukti dan alat bukti. Keduanya memiliki keterkaitan yang erat dalam rangka membangun keyakinan hakim terhadap kebenaran suatu peristiwa pidana. Barang bukti tidak dapat berdiri sendiri sebagai dasar pembuktian, melainkan berfungsi sebagai sarana pendukung yang memperkuat dan menjelaskan alat bukti lain, seperti keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk, dan keterangan terdakwa. Dengan demikian, nilai pembuktian barang bukti bergantung pada alat bukti yang mengaitkannya dengan tindak pidana yang terjadi. Penelitian ini juga dimaksudkan untuk memahami bagaimana konsep barang bukti diterapkan dalam praktik peradilan pidana di Indonesia. Melalui analisis terhadap putusan-putusan pengadilan dan penerapan ketentuan hukum acara, diharapkan dapat diketahui sejauh mana hakim menilai dan menggunakan barang bukti sebagai unsur pendukung dalam proses pembuktian perkara pidana. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu hukum acara pidana, khususnya dalam bidang pembuktian. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi aparat penegak hukum seperti penyidik, penuntut umum, dan hakim dalam memahami serta menerapkan fungsi barang bukti secara tepat dan proporsional di dalam proses pembuktian. Dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif, penelitian ini berfokus pada analisis terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin, serta putusan-putusan pengadilan yang relevan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang kedudukan barang bukti dan hubungannya dengan alat bukti dalam sistem pembuktian pidana Indonesia. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam sistem KUHAP, barang bukti (corpus delicti) bukan merupakan alat bukti yang berdiri sendiri, melainkan bukti tambahan yang memperkuat alat bukti lain yang sah menurut ketentuan Pasal 184 KUHAP. Barang bukti memiliki nilai penting sebagai penunjang pembuktian dan membantu hakim dalam menilai kebenaran materiil suatu perkara. Hubungan antara alat bukti dan barang bukti bersifat saling melengkapi, di mana alat bukti berfungsi untuk menjelaskan keterkaitan atau relevansi barang bukti dengan perkara yang sedang diperiksa. Barang bukti baru memiliki nilai pembuktian apabila keberadaannya dapat diterangkan melalui alat bukti yang sah. Dengan demikian, barang bukti dalam sistem pembuktian menurut KUHAP memiliki peran strategis sebagai pendukung alat bukti (supporting evidence) yang membantu mewujudkan kebenaran materiil di persidangan, namun tidak dapat berdiri sendiri sebagai alat bukti yang sah menurut hukum acara pidana Indonesia.
Problematika Pembuktian Alat Bukti Digital Dalam Hukum Acara Pidana Di Indonesia: Analisis Teori Pembuktian Dan Praktik Peradilan Rafly Maulana Akbar; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah memberikan pengaruh besar terhadap sistem pembuktian dalam hukum acara pidana di Indonesia. Salah satu isu utama yang muncul adalah terkait posisi serta legitimasi alat bukti digital dalam proses penegakan hukum pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai persoalan yang muncul dalam pembuktian alat bukti digital dengan meninjau teori pembuktian serta penerapannya dalam praktik peradilan. Metode yang digunakan ialah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) belum secara tegas mengatur mengenai alat bukti digital, sehingga menimbulkan perbedaan interpretasi di kalangan aparat penegak hukum. Meskipun demikian, keberadaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta beberapa putusan Mahkamah Agung telah menegaskan bahwa bukti digital dapat diterima sebagai alat bukti yang sah apabila memenuhi prinsip autentisitas, integritas, dan relevansi. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan peningkatan kemampuan aparat penegak hukum untuk menjawab tantangan pembuktian digital di masa mendatang.
Pemuda Dalam Melestarikan Budaya Lokal Menghadapi Peran Globalisasi dan Modernisasi Mufidin Nafis; Jeremia Steven Tambunan; Sahru Azkiya Putra Ramadhan; Jones Panjaitan; Bisru Hafi; Sismudjito Sismudjito
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis peran krusial pemuda dalam melestarikan budaya lokal di tengah tantangan globalisasi dan modernisasi yang menimbulkan ancaman erosi identitas serta mengurangi minat generasi penerus terhadap warisan leluhur. Menggunakan metode studi literatur kualitatif yang melibatkan analisis mendalam terhadap 10 artikel ilmiah, penelitian ini mencakup beragam konteks regional di Indonesia, mulai dari Melayu Riau, Minangkabau, hingga kasus di Bali dan Semarang, yang kesemuanya bertujuan mengidentifikasi model-model pelestarian efektif yang memanfaatkan potensi unik pemuda. Hasil penelitian secara tegas membuktikan hipotesis utama  bahwa pelestarian paling efektif adalah melalui sinergi kearifan lokal dengan inovasi digital (Vitry & Syamsir, 2024). Temuan menunjukkan bahwa pemuda memiliki potensi superior berupa kreativitas, inovasi, dan penguasaan teknologi informasi untuk melakukan re-packaging budaya lokal yang relevan bagi generasi mereka. Pemuda bertransformasi dari pewaris pasif yang rentan menjadi kreator adaptif dan komunikator digital yang memanfaatkan media sosial untuk dokumentasi dan promosi pariwisata budaya (Wijaya dkk.), bahkan melihatnya sebagai bagian dari upaya bela negara (Ibrahim, 2020). Ini mengatasi permasalahan format presentasi budaya yang selama ini dianggap kaku dan gagal bersaing dengan konten global. Model pelestarian ini diperkuat secara holistik oleh dukungan institusional (seperti program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat - Rahmadani & Hasrul, 2021 atau peran otoritas moral Lembaga Adat) dan inisiatif berbasis komunitas ("Kampung Tematik" dan Irhandayaningsih, 2018) yang menciptakan Ruang Interaksi Budaya Nyata dan pembelajaran yang efektif. Disimpulkan bahwa peran pemuda sangat penting sebagai penentu kelangsungan budaya, mengubah modernisasi dari ancaman menjadi strategi ofensif yang menciptakan "ekonomi budaya" untuk mempromosikan dan mempertahankan eksistensi budaya bangsa di kancah global.
Transformasi Sosial dan Budaya di Desa Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir pada Era Globalisasi Eileen Regina Anggita Br Pelawi; Joya Amanda Pinem; Nazwa Anastasya; Geby Trisnawati Br Manalu; Astini Sihombing; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis trasnformasi sosial dan budaya di Desa Tomok, Kec. Simanindo, Kab. Samosir, dalam konteks pengaruh globalisasi dan perkembangan pariwisata. Desa Tomok merupakan salah satu desa wisata budaya di kawasan Danau Toba yang mengalami perubahan signifikan dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Kajian ini menggunakan metode studi literatur (literature riview) dengan menelusuri berbagai sumber ilmiah seperti jurnal, buku, laporan penelitian, dan artikel akademik yang relevan dengan topik transformasi sosial, globalisasi, dan identitas budaya lokal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penduduk Desa Tomok telah mengalami transformasi dari masyarakat agraris ke masyarakat wisata budaya. Perubahan ini ditunjukkan oleh perubahan dalam mata pencaharian, pola interaksi sosial, dan masuknya nilai-nilai kontemporer yang sesuai dengan adat Batak Toba. Dimungkinkan untuk memahami bahwa proses transformasi menimbulkan perubahan ekonomi selain memperdebatkan identitas antara nilai tradisional dan modern. Teori-teori seperti Teori Identitas Sosial, Teori Transformasi Budaya, dan Anthony Giddens membantu memahami hal ini. Masyarakat Tomok berhasil beradaptasi dengan globalisasi tanpa sepenuhnya kehilangan akar budaya lokal. Mereka mempertahankan identitas Batak Toba dengan menjaga kesenian seperti Tari Sigale-gale, rumah adat Bolon, dan upacara adat, yang sekarang menjadi daya tarik wisata. Singkatnya, perubahan sosial dan budaya yang terjadi di Desa Tomok menunjukkan bagaimana masyarakat lokal dapat mengatasi perubahan global sambil tetap mempertahankan nilai-nilai budaya tradisional dan mengikuti kemajuan ekonomi.
PENGARUH POLUSI UDARA TERHADAP TANAMAN PERKOTAAN Amanda Delvia; Amellia Amellia; Aminatus Suriah; Kesya Febia Putri; Pelita Sitanggang; Tria Esti Juliana Gultom
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi udara merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang berdampak signifikan terhadap ekosistem perkotaan, termasuk pada pertumbuhan dan kesehatan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh polusi udara terhadap tanaman yang tumbuh di lingkungan perkotaan dengan meninjau parameter fisiologis, morfologis, dan biokimia tanaman. Sumber polutan utama seperti partikulat (PM₂.₅ dan PM₁₀), sulfur dioksida (SO₂), nitrogen dioksida (NO₂), dan ozon (O₃) diketahui dapat mengganggu proses fotosintesis, respirasi, serta menurunkan kadar klorofil daun. Tanaman yang terpapar polusi udara secara terus-menerus menunjukkan gejala nekrosis, klorosis, penurunan laju pertumbuhan, dan produktivitas yang rendah. Meskipun demikian, beberapa jenis tanaman perkotaan memiliki kemampuan adaptasi dan toleransi yang lebih baik terhadap polutan udara tertentu, sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bioindikator maupun penyerap polutan (fitoremediasi). Hasil kajian ini menegaskan pentingnya pemilihan spesies tanaman yang toleran polusi dan penerapan kebijakan penghijauan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas udara serta menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah perkotaan.