cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,377 Documents
IMPLEMENTASI MEDIA SMART TV DAN MATERI AJAR BERBASIS DIGITAL PADA PEMBELAJARAN PAI DI SDN 11 LOLONG KOTA PADANG Shintia Mulyawati; Zulbaidah Zulbaidah; Afnibar Afnibar; Ulfatmi Ulfatmi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the implementation of Smart TV and digital-based teaching materials in Islamic Religious Education (PAI) learning at Lolong 11 Public Elementary School, Padang City. The research method used was descriptive qualitative with a field study approach, through observation, interviews, and documentation with the principal, teachers, and students. The results indicate that the use of Smart TV as a learning medium can increase student interest in learning, facilitate understanding of religious concepts, and create a more interactive learning environment. The visual and contextual presentation of digital materials has been proven to assist teachers in conveying Islamic Religious Education (PAI) values ​​more effectively. These findings demonstrate that digital media-based learning not only addresses the challenges of developing educational technology but also strengthens the internalization of spiritual values ​​in the context of modern learning. In conclusion, the implementation of Smart TV and digital materials has a positive impact on improving the quality of Islamic Religious Education (PAI) learning, particularly in terms of effectiveness, interactivity, and relevance to students' lives in the digital era.
PENERAPAN MANAJEMEN DIARE DALAM OPTIMALISASI ELIMINASI FEKAL PADA PASIEN DI IGD RS PELAMONIA MAKASSAR Sudarman Sudarman; Akbar Asfar; Muhajirin Maliga; Erna Erawati
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan manajemen diare dalam mengoptimalkan eliminasi fekal pada pasien diare akut yang dirawat di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit TK II Pelamonia Makassar. Proses asuhan keperawatan diterapkan melalui lima tahap sistematis, meliputi pengkajian komprehensif, penetapan diagnosis keperawatan, perumusan rencana intervensi, implementasi tindakan terapeutik, serta evaluasi luaran keperawatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen diare secara terstandar, terarah, dan berkesinambungan berkontribusi signifikan dalam menurunkan frekuensi buang air besar, memperbaiki konsistensi feses, serta mencegah ketidakseimbangan elektrolit. Peran perawat menjadi krusial dalam memberikan asuhan keperawatan holistik yang berorientasi pada kebutuhan individual pasien, sehingga mampu mempercepat pemulihan klinis secara menyeluruh. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan manajemen diare sesuai standar operasional prosedur merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan pada pasien diare.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PJOK MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) PADA SISWA KELAS III SDN NGADIREJO 1 KEDIRI Faishal Dhedy Ramdhani; Bambang Yuwono; Weda Weda
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari studi penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan capaian belajar peserta didik kelas III SDN Ngadirejo 1 Kediri pada pelajaran PJOK semester pertama tahun ajaran 2024/2025. Penelitian ini adalah sebuah Penelitian Tindakan Kelas. Subyek penelitian dilakukan pada peserta didik kelas III SDN Ngadirejo 1 Kediri sejumlah 25 peserta didik. Penelitian tindakan kelas ini mengadopsi desain dua siklus, yang tiap siklusnya mencakup tahapan merencanakan, melaksanakan, mengamati, dan merefleksikan. Data dikumpulkan melalui pengamatan aktivitas belajar peserta didik, hasil penilaian mata pelajaran PJOK, dan dokumentasi. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa menggunakan model problem based learning dalam pembelajaran PJOK dapat mengoptimalkan capaian belajar peserta didik. Pada hasil belajar siklus I, peserta didik mencapai ketuntasan belajar sebesar 56%. Hasil capaian belajar pada siklus II, peserta didik mendapatkan kenaikan persentase ketuntasan capaian belajar sebesar 76%. Peserta didik mengambil peran yang lebih sentral dan aktif dalam pengalaman belajar mereka ketika model problem based learning diterapkan, sehingga dapat menumbuhkan suasana belajar positif, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, menghasilkan lingkungan belajar yang mendukung terciptanya pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkaya pemahaman peserta didik, serta tercapainya hasil belajar yang optimal.
Analisis Yuridis terhadap Kejahatan Finansial Modern: Perbandingan Pengaturan Hukum Pidana antara Crypto Crime dan Fintech Ilegal di Indonesia Anisa Anisa; Zahra Destu Mulyani; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat melakukan transaksi keuangan, termasuk di Indonesia. Munculnya aset kripto dan layanan fintech memberikan keuntungan bagi masyarakat, tetapi juga memicu berbagai masalah baru, seperti tindak pidana ekonomi modern seperti kejahatan kripto, penipuan investasi digital, dan keberadaan fintech ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum pidana di Indonesia terhadap kejahatan keuangan modern yang berbasis teknologi digital serta meninjau bentuk tanggung jawab hukum terhadap pelaku dan penyelenggara platform ilegal. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum nasional seperti KUHP, UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, serta UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang belum secara jelas mengatur kegiatan berbasis aset digital dan blockchain. Akibatnya, penerapan hukum terhadap kejahatan kripto dan fintech ilegal menghadapi kekurangan dalam segi norma, teknis, dan yurisdiksi lintas negara. Penelitian ini merekomendasikan adanya aturan khusus mengenai kejahatan keuangan berbasis aset digital serta peningkatan kerja sama antar lembaga untuk memperkuat penerapan hukum pidana di era ekonomi digital.
PENERAPAN HUKUM ACARA PIDANA TERHADAP KEJAHATAN SIBER (CYBERCRIME) Frank Bradley Refra
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam bidang hukum pidana. Salah satu dampak negatif dari kemajuan teknologi adalah munculnya kejahatan siber (cybercrime), yaitu tindak pidana yang dilakukan dengan menggunakan jaringan komputer atau internet sebagai sarana utama. Kejahatan siber menimbulkan tantangan baru bagi sistem peradilan pidana Indonesia karena karakteristiknya yang berbeda dengan tindak pidana konvensional. Meskipun Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) masih menjadi dasar utama dalam proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan perkara pidana, namun dalam praktiknya penerapan hukum acara pidana terhadap cybercrime sering menghadapi kendala, terutama dalam hal pembuktian, yurisdiksi, dan identifikasi pelaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana hukum acara pidana diterapkan dalam penanganan kejahatan siber di Indonesia serta menilai efektivitasnya dalam memberikan kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak asasi manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, literatur hukum, serta berbagai putusan pengadilan yang relevan dengan kasus kejahatan siber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan KUHAP terhadap tindak pidana siber masih terbatas karena belum secara eksplisit mengatur mengenai alat bukti elektronik dan prosedur digital forensik. Meskipun Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2020 telah memberikan dasar hukum tambahan untuk pembuktian dan persidangan elektronik, masih terdapat kendala berupa kurangnya kemampuan teknis aparat penegak hukum, perbedaan standar pembuktian, serta keterbatasan kerja sama internasional dalam menangani pelaku lintas negara. Oleh karena itu, diperlukan reformasi hukum acara pidana yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk pengakuan formal terhadap bukti digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia penegak hukum, dan pembentukan mekanisme kerja sama lintas negara dalam penegakan hukum siber. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan hukum acara pidana di Indonesia agar mampu menjawab tantangan era digital, dengan tetap menjunjung tinggi asas keadilan, kepastian hukum, dan perlindungan hak asasi manusia dalam proses peradilan pidana.
Eksaminasi Implementasi Sanksi Pidana dan Denda Administratif terhadap Pelaku Modifikasi Meteran Listrik (Pencurian Arus) dalam Perspektif UU Ketenagalistrikan: Apakah Efek Jera Denda Rp 2,5 Miliar Tercapai? Cryspiano Kapitan Lamalewa; Dana Tegar Satria
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini analisis implementasi penegakan hukum untuk kasus Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Pencurian Listrik (Mencurangi Arus) Melalui Modifikasi Meteran dengan Undang-Undang Ketenagalistrikan No 30 Tahun 2009. Meskipun dalam kategori delik khusus dengan ancaman pidana penjara dan denda Rp2,5 Miliar (Indonesia, 2009), dalam praktik, penindakan lebih didominasi oleh sanksi administratif P2TL (PT PLN (Persero), 2023). Data di beberapa unit menunjukkan tingginya penyelesaian kasus di luar jalur pidana (Amirah, Haryanti, & Pratiwi, 2024). Penelitian ini mengkritik PLN (Persero) yang lebih mendominasi dengan sanksi administratif P2TL yang diatur dalam regulasi internal perusahaan (PT PLN (Persero), 2023), dan berorientasi pada pemulihan kerugian (Alfaraby, 2021). Ini berakibat pada tumpulnya efek jera dari pidana. Inkonsistensi sanksi terlihat jelas, di mana fokus penegakan lebih mengarah pada tuntutan kompensasi daripada pada vonis pidana maksimal, sebagaimana terlihat dalam beberapa putusan pengadilan (Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 2020). Penulis merekomendasikan kepada penyidik Tipidter untuk lebih agresif... dengan penjatuhan sanksi pidana kumulatif (penjara dan denda) untuk menjamin efek jera dan mengembalikan fungsi delik khusus (Muladi & Arief, 1998). Sebagai penegakan hukum publik, bukan sekadar instrumen penagihan pada korporasi, sanksi pidana harus berorientasi pada tujuan pemidanaan integratif yang memberikan efek jera (Muladi & Arief, 1998).
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL MELALUI MEKANISME REHABILITASI DAN GANTI RUGI MENURUT HUKUM PIDANA INDONESIA Triana Khaidira; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran berat terhadap martabat dan hak asasi manusia yang berdampak luas terhadap perkembangan fisik maupun psikologis korban. Negara memiliki kewajiban untuk memberikan perlindungan hukum yang komprehensif, tidak hanya dalam bentuk penegakan pidana terhadap pelaku, tetapi juga pemulihan hak-hak korban melalui mekanisme rehabilitasi dan ganti rugi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi anak korban kekerasan seksual berdasarkan ketentuan hukum pidana Indonesia, khususnya dalam perspektif rehabilitasi dan kompensasi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara menelaah bahan-bahan pustaka seperti buku-buku, jurnal ilmiah, dan sumber daring (online) yang relevan dengan permasalahan yang diteliti. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual di Indonesia telah diakomodasi melalui hak atas rehabilitasi medis dan psikososial, serta pemberian ganti rugi yang difasilitasi oleh Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Namun, implementasi di lapangan masih menghadapi kendala, seperti minimnya koordinasi antar lembaga penegak hukum, keterbatasan dana kompensasi, dan kurangnya pendampingan psikologis berkelanjutan bagi korban. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan mekanisme pelaksanaan agar pemenuhan hak rehabilitasi dan ganti rugi bagi anak korban kekerasan seksual dapat berjalan secara efektif dan berkeadilan.
PRAGMASEMANTICS ANALYSIS OF COMMERCIALADVERTISEMENTS IN THE AMERICAN FASHION INDUSTRY Alwan Maulana; Ahmad Zaenal Abidin; Tatu Siti Rohbiah
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the era of globalization and the development of communication technology, commercial advertising has become one of the main means of shapping public perception of brands and products, especially in the highly competitive and dynamic fashion industry of the United States. Advertising in this industry serves not only as a promotional tool, but also as a complex communication medium that relies on language to influence, persuade, and bulid brand identity. Therefore, understanding the meaning behind advertising messages is important to explore the communication strategies used. Pragmasemantics analysis, which combines the study of meaning (semantics) with the use of language in a social (pragmatic) context, offers a critical approach to understanding how advertising messages are design to produce a particular effect on audiences. This approach allows analysis not only of the literal meaning of the advertising text, but also of the implicit meanings, assumptions, implications, and persuasive strategies used to influence consumers. The fashion industry in America is known not only for its products, but also for its advertising-built naratives-naratives that are often loaded with symbolism, lifestyle, and cultural values. Thus, analyzing advertising from a pragmatic perspective becomes essential to understand how meaning is constructed and how consumers are targeted linguistically and psychologically. This study also contributes to broader discussion in linguistics and media studies by demonstrating how language in advertising reflects and reinforce social ideologies, aspirations, and consumers identity in a globalized marketplace. Through a pragmasemantics lens, this research reveals the power of linguistics choises in shaping emotional engagement, creating desire, and aligning consumer behaviour with brand ideologies.
PERLINDUNGAN HAK ASASI MANUSIA DALAM TAHAP PENANGKAPAN DAN PENAHANAN Jabbar Nur Davi; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas perlindungan hak asasi manusia (HAM) pada tahap penangkapan dan penahanan dalam proses peradilan pidana di Indonesia. Tahap penangkapan dan penahanan merupakan fase paling krusial karena di dalamnya rawan terjadi pelanggaran hak-hak dasar tersangka, seperti hak atas kebebasan, hak untuk tidak disiksa, dan hak memperoleh bantuan hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif, KUHAP, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, serta berbagai instrumen internasional seperti International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) telah memberikan perlindungan yang cukup terhadap hak tersangka. Namun, dalam praktiknya masih sering terjadi pelanggaran, misalnya penangkapan tanpa surat perintah, penahanan melebihi batas waktu, atau tindakan kekerasan oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan mekanisme pengawasan eksternal terhadap aparat penegak hukum dan penegakan sanksi tegas bagi pelanggar agar perlindungan HAM dapat terwujud secara nyata dalam setiap proses hukum.
Konstruksi Makna Pengalaman Matrimonial Suami dengan Pasangan Narcissistic Personality Disorder (NPD): Studi Fenomenologi Eksistensial Harry Yulianto
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan Kepribadian Narsistik (NPD) pada istri menciptakan dinamika relasi marital yang destruktif. Namun, perspektif suami sebagai korban masih terabaikan dalam literatur. Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi makna pengalaman matrimonial suami yang hidup dengan pasangan NPD. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi eksistensial ini melibatkan tujuh suami sebagai partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model Colaizzi. Temuan mengungkap empat tema utama yang merepresentasikan konstruksi makna pengalaman suami: (1) Hipervigilansi dan Kehidupan dalam Ketegangan Konstan; (2) Erosi Identitas dan Harga Diri; (3) Relasi Eksploitatif dan Objektivikasi; serta (4) Strategi Koping dan Survival dalam Tekanan. Dinamika ini secara sistemik mengikis kualitas pernikahan, menciptakan "penjara psikologis" yang melelahkan, serta memicu proses pencarian makna eksistensial. Suami korban NPD bukanlah pihak yang pasif, melainkan agen aktif yang berusaha menemukan makna dan mempertahankan agency di tengah penderitaan. Penelitian ini menekankan urgensi intervensi yang sensitif gender dan memvalidasi pengalaman unik korban laki-laki, yang sering disembunyikan akibat norma maskulinitas