cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
intelekcendikiawannusantara@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
ariffiandi03@gmail.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30464560     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara (JICN) adalah Jurnal Multi Disiplin Semua Bidang Ilmu sebuah publikasi yang melayani sebagai wadah bagi penelitian interdisipliner dan kolaboratif di berbagai bidang ilmu. Jurnal ini memperoleh keunggulan dengan mencakup berbagai disiplin ilmu, seperti ilmu sosial, hukum, pertanian, pendidikan, ekonomi, manajemen, sejarah, komputer, kesehatan, sains alam, ilmu sosial, bahasa, humaniora, dan ilmu lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,569 Documents
Analisis Proses Pengembangan Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan Ainuz Zahra Nasution; Maulidiyah Siregar; Raihana Syakilla; Anggi Nailah Afrah Ritonga
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengembangan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan. Penelitian dilakukan untuk mengkaji bagaimana sekolah merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kurikulum dalam masa transisi kebijakan pendidikan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Negeri 5 Percut Sei Tuan dilaksanakan secara bertahap, di mana kelas VII menerapkan Kurikulum Merdeka, sedangkan kelas VIII dan IX masih menggunakan Kurikulum 2013 yang diperkaya dengan pendekatan pembelajaran mendalam. Proses pengembangan kurikulum dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu analisis konteks, penyusunan dokumen kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi dan penyempurnaan kurikulum. Pendekatan pembelajaran mendalam diterapkan melalui kegiatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, berbasis proyek, pemecahan masalah, diskusi, dan eksplorasi lingkungan sehingga mampu meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta kemampuan menghubungkan pengetahuan dengan situasi nyata. Meskipun menghadapi tantangan berupa perbedaan tingkat kesiapan guru, penyesuaian perangkat pembelajaran, dan keterbatasan sarana pendukung, sekolah mampu mengatasinya melalui penguatan kapasitas pendidik, kolaborasi antarguru, dan evaluasi berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan pembelajaran mendalam dapat mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013, serta menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengembangan kompetensi peserta didik
Persepsi Siswa terhadap Guru BK Sebagai Helper Spiritual di SMPN 1 Pontang Siti Mahmudah; Ukhti Sulistia; Siti Chosiah; Nazri Ihlasul Amal; Herlina Pratiwi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru Bimbingan dan Konseling (BK) memiliki peran penting dalam membantu peserta didik mengatasi berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Selain membantu dalam aspek pribadi, sosial, belajar, dan karier, guru BK juga dapat berperan sebagai helper spiritual yang memberikan pendampingan berdasarkan nilai-nilai agama dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap peran guru BK sebagai helper spiritual di SMPN 1 Pontang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap lima siswa yang pernah mengikuti layanan BK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki persepsi positif terhadap peran guru BK sebagai helper spiritual. Guru BK dipandang sebagai sosok yang memberikan motivasi, nasihat keagamaan, serta membantu siswa menghadapi masalah dengan pendekatan spiritual. Siswa merasa lebih tenang, termotivasi, dan mampu mengambil keputusan yang lebih baik setelah mendapatkan bimbingan dari guru BK. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang beranggapan bahwa guru BK hanya berperan dalam menangani pelanggaran tata tertib sekolah. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai fungsi dan peran guru BK secara menyeluruh.
Harmoni Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Mewujudkan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara yang Demokratis Nayla Salsabila; Ezrani Simatupang; enny Rizky Brada Hutauruk; Putra Wahid; Arif Subarkah Perangin Angin; Poniman Poniman
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak dan kewajiban warga negara merupakan dua unsur mendasar yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Keduanya memiliki hubungan timbal balik yang harus dilaksanakan secara seimbang agar tercipta kehidupan masyarakat yang tertib, adil, dan demokratis. Di Indonesia, pengaturan mengenai hak dan kewajiban warga negara telah dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila. Namun, perkembangan globalisasi dan teknologi informasi menghadirkan tantangan baru yang memengaruhi pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut, seperti rendahnya kesadaran hukum, penyalahgunaan kebebasan berpendapat, serta menurunnya kepedulian terhadap kepentingan umum. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep hak dan kewajiban warga negara, landasan konstitusionalnya, serta pentingnya membangun harmoni di antara keduanya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan salah satu faktor penting dalam memperkuat demokrasi, menjaga persatuan nasional, dan mewujudkan tujuan pembangunan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat untuk menjalankan hak dan kewajiban secara bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Peran Pendidikan Islam Dalam Menanamkan Sikap Multikultural Pada Generasi Muda Resti Yulastri; Mutia Mutia; Putri Azani
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran pendidikan Islam dalam menanamkan sikap multikultural pada generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan meningkatnya keberagaman sosial-budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kontribusi pendidikan Islam dalam membentuk sikap toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, serta penguatan nilai-nilai moderasi beragama pada peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, melalui analisis terhadap berbagai literatur, ayat Al-Qur’an, hadis, serta kajian ilmiah yang relevan dengan pendidikan Islam dan multikulturalisme. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda yang inklusif melalui internalisasi nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin, pendidikan akhlak, serta pembiasaan sikap saling menghormati dalam keberagaman. Selain itu, integrasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat memperkuat sikap moderat dan mencegah munculnya sikap intoleran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan Islam tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter multikultural yang harmonis dan damai di kalangan generasi muda.
Peran Artificial Intelligence dalam Menciptakan Keunggulan Kompetitif Melalui Sistem Informasi Manajemen Rendinova Cahyadi Nasution; Kevin Jeremi Doniartha Saragih; Muhammad Rizal
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan Buatan (AI) telah menjadi salah satu teknologi paling berpengaruh dalam bisnis modern, memungkinkan organisasi untuk meningkatkan efisiensi, kualitas pengambilan keputusan, dan kinerja kompetitif. Studi ini bertujuan untuk meneliti peran Kecerdasan Buatan dalam menciptakan keunggulan kompetitif melalui Sistem Informasi Manajemen (SIMS). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka melalui analisis jurnal akademik, buku, dan publikasi ilmiah yang relevan terkait AI, SIMS, dan keunggulan kompetitif. Temuan menunjukkan bahwa integrasi AI ke dalam Sistem Informasi Manajemen meningkatkan kemampuan organisasi untuk mengumpulkan, memproses, menganalisis, dan memanfaatkan data secara lebih efektif. Teknologi seperti pembelajaran mesin, pemrosesan bahasa alami, dan analitik prediktif memungkinkan organisasi untuk menghasilkan informasi yang akurat dan tepat waktu, mendukung pengambilan keputusan manajerial, dan meningkatkan efisiensi operasional. Lebih lanjut, AI berkontribusi pada keunggulan kompetitif dengan mendorong inovasi, meningkatkan layanan pelanggan, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, dan meningkatkan kemampuan adaptasi organisasi terhadap perubahan lingkungan bisnis. Namun, implementasi AI juga menghadapi tantangan, termasuk masalah kualitas data, biaya investasi teknologi, masalah keamanan siber, dan kebutuhan akan sumber daya manusia yang terampil. Oleh karena itu, organisasi harus mengembangkan strategi yang tepat untuk memaksimalkan manfaat AI sekaligus meminimalkan potensi risiko. Studi ini menyimpulkan bahwa AI memainkan peran penting dalam memperkuat Sistem Informasi Manajemen dan mendukung pencapaian keunggulan kompetitif berkelanjutan di era digital
Integrasi Teori Akuntansi Positif dan Nilai Teologis dalam Praktik Pelaporan Keuangan Rendinova Cahyadi Nasution
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teori akuntansi positif dan nilai teologis dalam praktik pelaporan keuangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, standar akuntansi, serta sumber teologis yang relevan. Analisis data dilakukan melalui content analysis untuk memahami hubungan antara perilaku praktik akuntansi dan nilai-nilai moral dalam pelaporan keuangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori akuntansi positif masih relevan dalam menjelaskan perilaku pelaku akuntansi, termasuk praktik oportunistik seperti manajemen laba. Namun, pendekatan tersebut cenderung berfokus pada realitas praktik tanpa memberikan batasan moral terhadap tindakan tersebut. Dalam perspektif teologis, nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, dan keadilan menjadi prinsip penting dalam praktik pelaporan keuangan. Oleh karena itu, integrasi teori akuntansi positif dan nilai teologis dapat menciptakan pelaporan keuangan yang tidak hanya berkualitas secara teknis, tetapi juga berintegritas secara moral dan spiritual.
Karya Ordo Fransiskan Fratum Minorum (OFM) di Manggarai pada era kontemporer Maria Kristina Ngoe; Fransiska Dewi Setiowati Sunaryo; I Kadek Surya Jayadi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kontribusi Ordo Fratrum Minorum (OFM) terhadap Perkembangan Gereja Katolik di Manggarai 2010–2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami peran Ordo Fransiskan (OFM) dalam perkembangan Gereja Paroki Kristus Raja Pagal di Manggarai, memahami pengaruh Ordo Fransiskan (OFM) terhadap kehidupan masyarakat katolik di manggarai, dan memahami tentang implikasi peran ordo fransiskan (OFM) bagi perkembangan kehidupan sosial umat Katolik di Manggarai. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung ke lapangan, wawancara mendalam dengan pastor, bruder, dan tokoh agama, serta studi pustaka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontribusi Ordo Fransiskan di Manggarai memiliki peranan yang sangat signifikan dalam perkembangan Gereja Katolik di Manggarai yang melalui pelayanan pastoral, pendidikan, sosial, inkulturasi budaya, dan pastoral ekologi. Selain itu, kehadiran OFM yang melalui Biara Santo Yosef Pagal tidak hanya memperkuat kehidupan religius umat, tetapi membawah perubahan sosial, mempererat hubungan Gereja dengan budaya lokal, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Pagal Manggarai pada tahun 2010-2022. Kata Kunci: Kontribusi, Ordo Fransiskan, Katolik
Transisi dari Sekolah ke Kampus: Penyesuaian Mahasiswa BKPI Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Awal Perkuliahan Juwairiyah Juwairiyah; Siti Auliya Febriyanti; Deswita Wijaya; Moch Fauzan Robiana; Herlina Pratiwi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses transisi dari sekolah menengah menuju perguruan tinggi sering kali menjadi fase yang paling menantang bagi mahasiswa baru karena adanya perubahan signifikan pada aspek akademik, sosial, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transisi tersebut dengan fokus pada dinamika penyesuaian diri mahasiswa baru Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten di awal masa perkuliahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui penyebaran kuesioner terbuka (open-ended questionnaire) berbasis Google Form kepada 15 mahasiswa semester awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyesuaian diri mahasiswa berjalan secara dinamis. Pada dimensi akademik, mahasiswa menunjukkan kesiapan yang sangat tinggi dalam menginternalisasi kemandirian belajar (andragogi). Sebaliknya, pada dimensi sosial dan emosional, mahasiswa menghadapi hambatan pelik berupa kecemasan sosial, homesickness, dan kesulitan manajemen waktu. Meski begitu, sebagai calon konselor, mahasiswa prodi BKPI memiliki kemampuan refleksi diri yang baik untuk menerapkan dasar regulasi emosi secara mandiri, sehingga tetap optimis menyelesaikan studi. Keberhasilan transisi ini juga didukung kuat oleh support system kampus berupa integrasi nilai keislaman, bimbingan dosen penasihat akademik, dan dukungan teman sebaya (peer support)
Analisis Yuridis Penyalahgunaan Anggaran Kegiatan Kebudayaan dalam Perspektif Tindak Pidana Korupsi (Studi Putusan Nomor: 58/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt.Pst) Agung Prastyo; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran pemerintah tidak hanya menimbulkan kerugian keuangan negara, tetapi juga menghambat pencapaian tujuan penyelenggaraan pelayanan publik dan pembangunan sektor kebudayaan. Pengelolaan anggaran kegiatan kebudayaan pada prinsipnya harus dilaksanakan berdasarkan asas transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan penyimpangan yang dilakukan melalui manipulasi pelaksanaan kegiatan, penyalahgunaan kewenangan, serta keterlibatan beberapa pihak dalam proses pengadaan dan realisasi anggaran. Salah satu perkara yang mencerminkan fenomena tersebut adalah Putusan Nomor 58/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt.Pst, yang berkaitan dengan pengelolaan kegiatan pada Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyalahgunaan anggaran dalam penyelenggaraan kegiatan kebudayaan serta mengkaji penerapan hukum pidana korupsi terhadap pelaku berdasarkan putusan tersebut. Fokus penelitian diarahkan pada pola perbuatan yang mengakibatkan kerugian keuangan negara, keterlibatan para pihak, dan pertimbangan hukum yang digunakan dalam penegakan pertanggungjawaban pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan berupa bahan hukum primer, khususnya putusan pengadilan dan peraturan perundang-undangan mengenai pemberantasan tindak pidana korupsi, yang kemudian dianalisis secara kualitatif untuk memperoleh gambaran mengenai penerapan norma hukum terhadap fakta-fakta yang terungkap di persidangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyimpangan dalam perkara ini tidak hanya berkaitan dengan pelanggaran prosedur administratif, tetapi juga mencerminkan adanya penyalahgunaan kewenangan dan pengelolaan anggaran yang tidak sesuai dengan tujuan penggunaannya. Perbuatan tersebut melibatkan mekanisme yang terstruktur melalui pelaksanaan berbagai kegiatan kebudayaan sehingga menimbulkan kerugian keuangan negara dan bertentangan dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Putusan ini sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan internal, peningkatan integritas aparatur, serta penerapan hukum yang konsisten sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di sektor pengelolaan anggaran daerah
Dinamika dan Analisis Hukum Ekonomi Syariah di Era Digital: Studi Komprehensif P2P Lending, Crowdfunding, dan E-Wallet Syariah Meutia Lintang Khoiryana; Ihza Adzkal Anam Pratama; Najwa Iqlima Azalia Buchori; Ragil Kurniawan Putra Ramadan; Baidhowi Baidhowi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong lahirnya inovasi keuangan berbasis syariah (Islamic fintech) di Indonesia, khususnya dalam bentuk peer-to-peer (P2P) lending syariah, crowdfunding syariah, dan e-wallet syariah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis praktik ketiga instrumen fintech syariah tersebut dalam perspektif hukum ekonomi syariah, mengevaluasi tingkat kepatuhan syariah (sharia compliance) dan legalitasnya di Indonesia, serta mengidentifikasi tantangan dan solusi dalam pengembangannya di era digital. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kepustakaan melalui analisis terhadap Al-Qur'an, hadis, fatwa DSN-MUI, serta peraturan OJK dan Bank Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual, fintech syariah telah mengadopsi akad-akad Islam seperti mudharabah, musyarakah, murabahah, wadiah, dan qardh yang sesuai dengan prinsip larangan riba, gharar, dan maisir. Namun dalam implementasinya, masih ditemukan permasalahan signifikan berupa kurangnya transparansi akad, potensi riba terselubung dalam struktur biaya layanan, serta praktik sharia washing yang memanfaatkan label syariah tanpa kepatuhan substantif. Dari sisi regulasi, kerangka hukum yang ada melalui POJK No. 77/POJK.01/2016, POJK No. 57/POJK.04/2020, dan Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018 telah memberikan landasan yang cukup, namun masih memiliki celah dalam pengaturan detail akad digital dan pengawasan kepatuhan syariah. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi masyarakat, keterbatasan SDM yang menguasai teknologi dan syariah secara simultan, serta belum optimalnya sistem pengawasan. Solusi yang direkomendasikan mencakup penguatan regulasi yang adaptif, pemanfaatan teknologi blockchain untuk transparansi akad, peningkatan edukasi syariah digital, serta sinergi antara pemerintah, regulator, akademisi, dan ulama dalam membangun ekosistem fintech syariah yang kredibel dan berkelanjutan.