cover
Contact Name
Widia
Contact Email
jurnalpendikbud@gmail.com
Phone
+6281337237577
Journal Mail Official
widia@habi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 30316421     EISSN : 3031643X     DOI : https://doi.org/10.56842/jpk
JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan memuat hasil belajar dan pembelajaran, kajian konseptual dan hasil penelitian tentang Pendidikan dan Kebudayaan yang ada Sekolah dan Masyarakat pada umumnya yang dapat memberikan khasanah keilmuan. Jurnal ini terbit 4 kali dalam 1 tahun. Journal Title : JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan ISSN : 3031-643X (online) & 3031-6421 (cetak) DOI Prefix : 10.56842 Editor in Chief : Widia Publisher : STKIP Harapan Bima Frequency : Terbit 4 kali dalam satu tahun (Januari, April, Juli and Oktober)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 100 Documents
Integrasi Kearifan Lokal dalam IPS SD untuk Karakter dan Kesadaran Sosial Digital Siswa: Systematic Literature Review Jessy Parmawati Atmaja; Yuyun Yuningsih RS; Firmansah Firmansah
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i3.1437

Abstract

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran sosial siswa. Namun, dominasi pendekatan tekstual membuat pembelajaran IPS sering kali kehilangan konteks kulturalnya, terutama di daerah yang kaya akan kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren, mengidentifikasi research gap, dan menawarkan kerangka konseptual baru mengenai integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Data dikumpulkan dari 65 artikel ilmiah yang diterbitkan pada rentang tahun 2015 hingga 2026 melalui pangkalan data Scopus, Sinta, ERIC, dan Google Scholar. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian tentang integrasi kearifan lokal dalam IPS SD masih didominasi oleh pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada satu daerah tertentu. Penelitian yang menghubungkan kearifan lokal dengan penguatan karakter dan kesadaran sosial secara simultan masih sangat terbatas, terutama di wilayah Indonesia Timur. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis yang signifikan bagi guru PGSD, pengembang kurikulum, serta pembuat kebijakan. Kontribusi tersebut diwujudkan dalam bentuk panduan merancang pembelajaran IPS yang tidak hanya kontekstual dan berkarakter, tetapi juga responsif terhadap tantangan literasi sosial di era digital.
Peningkatan Motivasi dan Kreativitas Siswa melalui Model Pembelajaran Berbasis Teknologi dalam Pembelajaran Sejarah di SMA faidin faidin; Suharti Suharti
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i3.1085

Abstract

Integrasi teknologi dalam pembelajaran sejarah telah menjadi strategi penting untuk meningkatkan motivasi belajar dan kreativitas siswa di sekolah menengah atas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas penerapan Model Pembelajaran Berbasis Teknologi (MPBT) dalam pembelajaran sejarah melalui pengukuran perubahan motivasi belajar dan kreativitas siswa sebelum dan sesudah penerapan model tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Woha, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner motivasi belajar yang diadaptasi dari Academic Motivation Scale (AMS) serta instrumen tes kreativitas, kemudian dianalisis menggunakan uji paired-samples t-test dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MPBT memberikan peningkatan yang positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa (t(29) = 8,47; p 0,001; d = 1,54) serta kreativitas siswa (t(29) = 7,93; p 0,001; d = 1,41). Nilai ukuran efek yang tinggi menunjukkan bahwa MPBT memberikan dampak yang kuat terhadap kedua variabel penelitian. Temuan ini mendukung perspektif konstruktivisme dan Self-Determination Theory yang menekankan pentingnya pembelajaran aktif dan pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sejarah. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi guru sejarah, pengembang kurikulum, dan pengambil kebijakan dalam merancang pembelajaran sejarah yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan kelompok kontrol, jumlah sampel yang lebih besar, serta berbagai konteks sekolah guna meningkatkan generalisasi hasil penelitian.
Hubungan Antara Tingkat Kemandirian Belajar dengan Prestasi Belajar IPA Siswa MTS Al-Falah Nipa Eti Setiawati; Ewisahrani Ewisahrani; Eva Nursa'ban
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i3.1423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kemandirian belajar dengan prestasi IPA siswa kelas 2 MTs Al Falah Nipa. Kemandirian belajar siswa diukur menggunakan kuesioner dengan lima indikator utama, yaitu perencanaan belajar, pelaksanaan belajar, evaluasi belajar, motivasi mandiri, dan penggunaan sumber belajar. Prestasi IPA diukur melalui tes prestasi yang mencakup soal pilihan ganda dan uraian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, dan sampel yang digunakan terdiri dari 54 siswa kelas 2A dan 2B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berada pada kategori kemandirian belajar sedang, dengan sebagian kecil yang memiliki kemandirian tinggi. Korelasi Pearson antara kemandirian belajar dan prestasi IPA menunjukkan nilai r = 0,65, yang menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Semakin tinggi tingkat kemandirian belajar, semakin baik prestasi IPA siswa. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar pembelajaran di MTs Al Falah Nipa dapat lebih menekankan pada pengembangan kemandirian belajar siswa untuk mendukung pencapaian prestasi akademik yang lebih baik, khususnya dalam mata pelajaran IPA.
Eksistensi dan Perkembangan Tradisi Mubeng Ringin dalam Pernikahan di Mbah Bregas Seyegan sebagai Bentuk Pelestarian Nilai Budaya dan Identitas Lokal Masyarakat Anik Widiastuti; Zulfaa Nabila Fauziyyah; Najla Labibah Alfath
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 3 (2026): Juli 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i3.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal-usul, makna filosofis, proses pelaksanaan, serta dinamika perkembangan Tradisi Mubeng Ringin di wilayah Seyegan, termasuk peran masyarakat dan pengalaman pelaku tradisi dalam menjaga keberlangsungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi ini diturunkan dari pitutur leluhur yang berkaitan dengan sosok Mbah Bregas, yang memiliki keterkaitan sejarah dengan runtuhnya Majapahit serta proses penyebaran Islam di Jawa melalui tokoh-tokoh seperti Sunan Kalijaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Tradisi ini memiliki makna filosofis sebagai sarana penanaman nilai-nilai kehidupan, khususnya sebagai pengingat bagi pasangan pengantin untuk menjalankan kewajiban terhadap orang tua, agama, dan negara yang disimbolkan melalui prosesi mengelilingi pohon beringin sebanyak tiga kali. Selain itu, proses pelaksanaannya melibatkan tahapan tertentu yang mengandung unsur simbolik dan religius dengan peran penting juru kunci serta partisipasi masyarakat. Dalam perkembangannya, tradisi ini mengalami penyesuaian seiring perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai utama yang diwariskan
Analysis of Student Midterm Test Scores and The Decline of Learning Interest in Physics Almi Nursa'bani; Rizal Adimayuda; Arip Nurahman
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.1521

Abstract

This descriptive study analyzes the Midterm Test (UTS) scores of Physics for grades XII Science 1 and XII Science 2 at SMA Muhammadiyah Banyuresmi and explores the factors behind students' declining interest in learning science. Data were collected through documentation of UTS scores from both classes (37 students each) and analyzed quantitatively to determine passing percentages, and qualitatively to explore possible causes. The results show that the average score in XII Science 1 was 22.97 and in XII Science 2 was 21.76, both far below the minimum mastery criterion (KKM) of 75. Only 8% of students in XII Science 1 and 3% in XII Science 2 passed the KKM. Literature analysis suggests that low scores relate to monotonous lecture-based teaching methods, lack of practicum activities, low mathematical foundations, misconceptions, and low learning motivation. The study concludes that innovative and interactive teaching strategies, such as Problem Based Learning, Quantum Teaching, and Project Based Learning, along with the use of teaching aids and direct observation of physics phenomena, are needed to increase students' interest and achievement in Physics.
Descriptive Analysis of Grade VIII Physics Test Scores Neng Suci Hasnabila; Irma Fitria Amalia; Dini Andriani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 2 (2026): April 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i2.1524

Abstract

This study aims to describe students' mastery of Physics material at the junior high school level through a descriptive analysis of test scores. The research was conducted on 32 grade VIII students of SMPN 1 Sukawening Garut using a descriptive quantitative approach. Data were collected through documentation of student test scores and analyzed using measures of central tendency (mean, median, mode) and score-interval frequency distribution. The results show that the average score was 75.36, the median was 73, and the mode was 62, with scores ranging from 58 to 100. Based on the minimum mastery criterion (KKM) of 75, only 12 of the 32 students (37.5%) passed, while 20 students (62.5%) had not yet reached mastery. The score distribution shows that most students are concentrated in the moderate-to-high interval (70-100), although a considerable number remain in the moderate-low interval (60-69). These findings indicate an uneven mastery of physics concepts among students, highlighting the need for remedial programs for students below the standard and enrichment activities for high-achieving students.
Persepsi Calon Guru Sains di Perguruan Tinggi Kabupaten Garut Terhadap Energi Nuklir dan PLTN dalam Mendukung Target Net Zero Emission Salma Hanifah Riyahanna; Arip Nurahman; Nina Widiawati
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.1522

Abstract

The transition toward Net Zero Emission (NZE) requires Indonesia to consider nuclear energy as a clean energy source. However, public perception, particularly among pre-service science teachers, remains varied. This study aims to identify the perception of pre-service science teachers in Garut Regency toward nuclear energy and nuclear power plants (NPP), to assess Indonesia's readiness to build an NPP by 2030, to determine the extent to which the curriculum supports knowledge related to NPP, and to identify the information media that support their understanding. A descriptive quantitative approach was used with a sample of 226 respondents, pre-service science teacher students from IPI and UNIGA. The results show that the majority of respondents still hold a negative perception of nuclear energy (34.51%), and 66.80% consider Indonesia not yet ready to build an NPP by 2030. The curriculum was considered inadequate by 70.35% of respondents, so 88.50% proposed adding a specific course. Field visits were rated as the most effective learning strategy by most respondents (62.37%), while social media remains the main information source used by 82.74% of respondents in seeking information about nuclear energy and NPP. The study affirms the need to strengthen the curriculum and educational strategies to improve knowledge related to nuclear energy and NPP.
Analysis of Student Learning Outcomes in Physics Subject of Class Yusi Junianingsih; Arip Nurahman; Dini Andriani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 2 (2026): April 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i2.1525

Abstract

This study aims to analyze student learning outcomes in Physics based on Midterm Test (UTS) completion scores. A descriptive method with a qualitative approach was used, with data collected through survey and documentation techniques from class X-C of SMA Muhammadiyah Banyuresmi, consisting of 24 students (14 male, 10 female). The results show that the average student score was 38.75, with only 4 students (16.7%) achieving completion while 20 students (83.3%) had not completed and required remedial teaching. The average score falls within the 35-54 interval, categorized as low. Frequent mobile phone use during lessons and the dominance of conventional, teacher-centered lecture methods were identified as key contributing factors. These findings indicate the need to evaluate the physics learning process and to design more effective and engaging teaching strategies to improve students' conceptual understanding.
Implementasi Augmented Reality Laboratory untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa pada Praktikum Fisika Dasar Dewi Nur Putri Purnamasari; Irma Fitria Amalia; Ali Ismail
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 2 (2026): April 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i2.1523

Abstract

Pendidikan tidak cukup hanya dengan mengetahui teori, tetapi juga memerlukan pemahaman konsep dalam berbagai disiplin ilmu, salah satunya fisika. Fisika pada umumnya dianggap sulit karena menggabungkan konsep alam semesta yang abstrak dengan kompleksitas matematis, terutama pada materi seperti listrik dinamis yang aliran elektronnya tidak dapat diamati secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta efektivitas penggunaan aplikasi Augmented Reality (AR) Laboratory pada praktikum fisika terhadap pemahaman konsep mahasiswa pada materi listrik dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one-group pretest-posttest), melibatkan 22 mahasiswa tingkat 1 Pendidikan Fisika Institut Pendidikan Indonesia Garut. Data diperoleh dari tes pemahaman konsep pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, dan analisis N-gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai meningkat dari 37,00 (pretest) menjadi 78,69 (posttest). Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 ( 0,05), yang menunjukkan pengaruh signifikan dari penggunaan aplikasi AR-Lab terhadap pemahaman konsep mahasiswa. Rata-rata skor N-gain sebesar 0,66 (66%) termasuk kategori cukup efektif, dengan peningkatan terbesar pada indikator menafsirkan konsep dalam representasi matematis dan peningkatan terkecil pada indikator memberi contoh dan meringkas rangkaian. Disimpulkan bahwa aplikasi AR-Lab memiliki pengaruh yang signifikan dan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada praktikum fisika materi listrik dinamis.
Analysis of PSAT Scores as A Basis for Evaluating Physics Learning Tiara Ramadani; Rizal Adimayuda; Arip Nurahman
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.1520

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai PSAT (Penilaian Sumatif) Fisika siswa kelas XI MIA-5 SMAN 17 Garut sebagai dasar evaluasi proses pembelajaran fisika. Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif diterapkan pada nilai seluruh 36 siswa, dianalisis menggunakan rata-rata, varians, simpangan baku, distribusi kategori nilai, dan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai sebesar 65,36 dengan simpangan baku 20,76, yang mengindikasikan variasi kemampuan siswa yang cukup tinggi. Berdasarkan interval kategori, 2,8% siswa berada pada kategori sangat rendah, 25% rendah, 30,6% sedang, 27,8% tinggi, dan 13,9% sangat tinggi. Mengacu pada Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 69, hanya 18 dari 36 siswa (50%) yang mencapai ketuntasan, yaitu 25 poin persentase di bawah standar ketuntasan klasikal sebesar 75%. Selisih rata-rata antara nilai siswa yang belum tuntas dengan KKM adalah 21,50 poin, menunjukkan kesenjangan konseptual yang cukup besar. Temuan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran fisika di kelas XI MIA-5 belum sepenuhnya efektif dan diperlukan strategi pengajaran yang lebih adaptif, variatif, dan terstruktur untuk mengurangi kesenjangan capaian.

Page 10 of 10 | Total Record : 100