cover
Contact Name
Widia
Contact Email
jurnalpendikbud@gmail.com
Phone
+6281337237577
Journal Mail Official
widia@habi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Published by STKIP Harapan Bima
ISSN : 30316421     EISSN : 3031643X     DOI : https://doi.org/10.56842/jpk
JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan memuat hasil belajar dan pembelajaran, kajian konseptual dan hasil penelitian tentang Pendidikan dan Kebudayaan yang ada Sekolah dan Masyarakat pada umumnya yang dapat memberikan khasanah keilmuan. Jurnal ini terbit 4 kali dalam 1 tahun. Journal Title : JPK: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan ISSN : 3031-643X (online) & 3031-6421 (cetak) DOI Prefix : 10.56842 Editor in Chief : Widia Publisher : STKIP Harapan Bima Frequency : Terbit 4 kali dalam satu tahun (Januari, April, Juli and Oktober)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 78 Documents
Interaksi Harmoni Jemaat Gereja dengan Masyarakat Muslim Sebagai Masyarakat Multi Religius di Desa Jenggawah Anugraini, Putri Salsabilah; Amrozi, Shoni Rahmatullah; Laila, Intan Nur
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i3.653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi sosial yang harmonis terjadi antara jemaat Gereja GPdI El-Roi dan masyarakat Muslim di Desa Jenggawah, serta faktor-faktor yang mendukung kerukunan antarumat beragama di desa tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Tahapan penelitian meliputi pengumpulan data primer dari narasumber utama, pengamatan situasi sosial, serta analisis data secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sosial antara jemaat gereja dan masyarakat Muslim berjalan sangat baik dengan sikap saling menghormati dan komunikasi terbuka. Jemaat aktif dalam kegiatan sosial seperti pembagian sembako dan partisipasi dalam perayaan sosial nasional yang melibatkan masyarakat luas. Meskipun terdapat perbedaan budaya dan bahasa, prinsip lokalitas dan nilai toleransi mampu menjembatani perbedaan tersebut sehingga tidak menimbulkan konflik. Dukungan aktif dari aparat keamanan serta peran tokoh masyarakat memperkuat suasana yang aman dan kondusif. Kesimpulannya, interaksi sosial yang asosiatif dan inklusif, didukung oleh nilai budaya lokal dan partisipasi aktif berbagai pihak, menjadi kunci terwujudnya kerukunan antarumat beragama di Desa Jenggawah.
Pengaruh Program Latihan Plyometric Terhadap Peningkatan Daya Ledak Otot Tungkai pada Atlet Sepak Takraw SMA Hidayat, Farid; Yamin, Muhammad; Faidin, Faidin
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i3.617

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program latihan plyometric terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai pada atlet sepak takraw SMA Negeri 1 Wera. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan olahraga dengan dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas 15 atlet sepak takraw kelas VII dan VIII SMA Negeri 1 Wera. Pengumpulan data dilakukan melalui tes vertical jump yang diukur pada tahap pretest, pasca siklus I, dan pasca siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor vertical jump dari 35 cm pada pretest menjadi 42 cm pada pasca siklus I, dan meningkat menjadi 52 cm pada pasca siklus II. Peningkatan ini menunjukkan bahwa program latihan plyometric yang terstruktur secara bertahap efektif dalam meningkatkan daya ledak otot tungkai atlet sepak takraw. Program latihan ini juga meningkatkan motivasi dan partisipasi atlet dalam setiap sesi latihan. Temuan ini merekomendasikan penerapan latihan plyometric sebagai alternatif latihan yang efektif dalam pembinaan atlet sepak takraw tingkat pelajar.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Pembelajaran IPS Berbasis Budaya Lokal pada Siswa SMP Rostati, Rostati; Gufran, Gufran
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i3.647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) berbasis budaya lokal dalam memperkuat Profil Pelajar Pancasila di era Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik, salah satunya melalui penguatan dimensi Profil Pelajar Pancasila seperti beriman dan bertakwa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Pendekatan budaya lokal dipandang relevan karena mampu menghubungkan peserta didik dengan akar identitasnya serta menumbuhkan kesadaran terhadap keberagaman sosial-budaya di sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di sekolah menengah pertama di wilayah yang memiliki kekayaan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam pembelajaran IPS dapat memperkuat nilai-nilai luhur yang sejalan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, meningkatkan partisipasi aktif siswa, serta memperkaya pengalaman belajar yang kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan model pembelajaran IPS berbasis budaya lokal secara sistematis untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara efektif.
Efektivitas Pelatihan Spiritual Terhadap Subjective Well Being Remaja Khaerunnisa, Asrifa Rosa; Mutmainnah, Ahmad Ridha; Imaldia, Monica Angelina; Hatala, Abd Rahim; Alwi, M Ahkam
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i3.527

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas pelatihan spiritual dalam meningkatkan subjective well-being pada remaja SMA. Studi ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok eksperimen dan kontrol yang masing-masing diberikan pretest dan posttest. Pelatihan spiritual diberikan kepada 16 siswa kelompok eksperimen selama dua hari, sedangkan 12 siswa kelompok kontrol tidak menerima perlakuan. Pengukuran dilakukan menggunakan skala subjective well-being yang telah diadaptasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada subjective well-being siswa kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol. Selain itu, ditemukan bahwa peningkatan lebih besar terjadi pada siswa perempuan dibandingkan laki-laki setelah intervensi. Pelatihan ini membantu siswa dalam membangun kesadaran diri, hubungan bermakna, serta memaknai hidup, sehingga berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pendidikan spiritual dalam pembentukan karakter dan kesehatan mental remaja secara holistik.
Peran Dukungan Keluarga dalam Mengurangi Kesepian pada Lansia: Kajian Literatur Wahyuni, Andi Sri; Nur, Haerani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.492

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran dukungan keluarga dalam mengurangi tingkat kesepian pada lansia, mengidentifikasi bentuk-bentuk dukungan keluarga yang paling efektif, serta menganalisis pengaruh dukungan keluarga terhadap kondisi psikologis lansia. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 30 artikel penelitian dari 10 tahun terakhir. Tahapan penelitian meliputi pemilihan topik, pencarian artikel relevan, analisis tematik, serta sintesis hasil penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa kehadiran keluarga yang aktif melalui komunikasi, perhatian, dan keterlibatan emosional mampu membangun rasa keterhubungan dan memperkecil perasaan terisolasi pada lansia. Bentuk-bentuk dukungan keluarga yang paling efektif mencakup dukungan emosional berupa perhatian dan kasih sayang, dukungan praktis dalam membantu kegiatan sehari-hari, kehadiran fisik melalui waktu bersama, serta dukungan sosial dengan melibatkan lansia dalam aktivitas komunitas. Semua bentuk dukungan ini memberikan kontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan emosional dan sosial lansia, sehingga mereka merasa lebih dihargai dan dicintai. Selain itu, dukungan keluarga berpengaruh signifikan terhadap kondisi psikologis lansia. Oleh karena itu kesimpulannya, dukungan keluarga menjadi faktor kunci dalam mengurangi kesepian dan menjaga kesehatan mental lansia, sehingga peran keluarga perlu diperkuat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup pada masa lanjut usia.
Strategi Guru IPAS dalam Menghadapi Tantangan Pembelajaran Abad 21 Irawati, Yovita; Fauzi, Azra; Supriyanto, Tri
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam pembelajaran IPA IPS  (IPAS) di SDN Sukamaju dan menganalisis strategi yang diterapkan untuk mengatasi tantangan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan angket yang disebarkan kepada 4 guru, 6 siswa, dan 2 wali siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama yang dihadapi oleh guru di SDN Sukamaju adalah keterbatasan sumber daya pembelajaran, rendahnya motivasi siswa, dan kurangnya keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, guru di SDN Sukamaju menerapkan beberapa strategi, seperti penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, pendekatan pembelajaran berbasis konteks lokal, dan peningkatan komunikasi dengan orang tua. Meskipun terdapat beberapa hambatan, strategi yang diterapkan menunjukkan hasil yang positif dalam meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian ini menyarankan agar sekolah memperbaiki penyediaan sumber daya pembelajaran dan melibatkan lebih banyak orang tua dalam mendukung pembelajaran IPAS.
Peran Keberfungsian Keluarga Terhadap Perkembangan Individu: Studi Literatur Halim, Nurul Khafifah; Nur, Haerani
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.517

Abstract

Keberfungsian keluarga merujuk pada kualitas dinamika interaksi dalam keluarga dan menjadi elemen penting dalam mendukung perkembangan individu secara optimal pada setiap tahap kehidupan. Artikel ini bertujuan untuk meninjau berbagai literatur yang membahas dampak keberfungsian keluarga terhadap aspek-aspek kehidupan individu, mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Melalui kajian terhadap 30 jurnal ilmiah, ditemukan bahwa keluarga yang berfungsi baik, mampu menjadi sumber dukungan emosional, sosial, dan psikologis yang signifikan. Keberfungsian keluarga berkontribusi terhadap perkembangan identitas diri, regulasi emosi, keberhasilan akademik, dan kemampuan membentuk relasi interpersonal yang sehat. Fungsi-fungsi keluarga, seperti afeksi, sosialisasi, kontrol, ekonomi, dan perlindungan, menjadi pondasi dalam menciptakan lingkungan tumbuh-kembang yang sehat dan adaptif. Sebaliknya, disfungsi keluarga dapat memicu berbagai permasalahan seperti kenakalan remaja, kecemasan, depresi, kesepian, kesulitan sosial, dan gangguan perilaku. Temuan dari studi ini menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk individu yang sehat secara mental dan sosial. Kajian ini juga menggarisbawahi perlunya intervensi psikososial yang holistik untuk meningkatkan keberfungsian keluarga, guna memaksimalkan potensi individu dalam lingkungan yang suportif.
Integrasi Tradisi Rimpu dalam Pembelajaran Seni Budaya untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Fatmawati, Fatmawati; Fauzi, Azra; Supriyanto, Tri
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan tradisi Rimpu dalam pembelajaran Seni Budaya di Sekolah Dasar guna meningkatkan kreativitas siswa. Tradisi Rimpu merupakan salah satu warisan budaya dari masyarakat Bima-Dompu yang mengandung nilai estetika, etika, dan spiritual yang dalam. Pembelajaran berbasis tradisi ini diharapkan dapat merangsang kreativitas siswa dalam menggali ide dan ekspresi seni, sekaligus memperkenalkan mereka pada nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini dilakukan di SDN Inpres Rite, Kabupaten Bima, dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Rimpu dalam pembelajaran seni budaya efektif meningkatkan kreativitas siswa, dengan peningkatan signifikan pada dimensi fluency, flexibility, originality, dan elaboration. Meskipun demikian, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu dan fasilitas, yang mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Berdasarkan temuan ini, pembelajaran berbasis kearifan lokal seperti Rimpu dapat dijadikan model untuk meningkatkan kreativitas dan pelestarian budaya lokal di sekolah dasar.
Pengaruh Psikoedukasi Berbasis Pure Model dalam Meningkatkan Subjective Well Being Pengangguran Terdidik Usia Dewasa Mutmainnah, Ahmad Ridha; Imaldia A.P, Monica Angelina; Tahir, Nur Alfiah; Daud, Muh.; Siswanti, Dian Novita
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi psikoedukatif berbasis PURE Model dalam meningkatkan subjective well-being (SWB) pada individu dewasa yang mengalami pengangguran. Desain yang digunakan adalah mixed methods dengan model embedded, di mana pendekatan kuantitatif (Eksperimental) menjadi dominan dan data kualitatif mendukung pemahaman hasil. Tiga partisipan yang memenuhi kriteria dipilih melalui purposive sampling. Tahapan penelitian meliputi pre-test, intervensi psikoedukatif selama empat hari berdasarkan empat domain PURE Model (Purpose, Understanding, Responsibility, Evaluation), serta post-test. Instrumen yang digunakan adalah Life Satisfaction Scale, PANAS, dan Flourishing Scale. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan uji normalitas dan paired t-test dengan bantuan RStudio, sedangkan data refleksi dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor SWB, namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,078). Meskipun demikian, analisis kualitatif menunjukkan transformasi positif dalam makna hidup, motivasi, dan sikap partisipan terhadap diri dan masa depan. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi berbasis makna dapat memperkuat kesejahteraan psikologis, terutama dalam situasi ketidakpastian pekerjaan. Dengan demikian, PURE Model dinilai potensial sebagai pendekatan alternatif dalam meningkatkan SWB pada kelompok rentan seperti pengangguran terdidik.
Profil Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar Pada Kurikulum Merdeka: Ditinjau Dari Akses, Analisis, Kreasi, dan Etika Nurdin, Nurdin; Widia, Widia; Atmaja, Jessy Parmawati
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 2, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v2i4.690

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan profil literasi digital siswa kelas V SD Negeri Sanolo berdasarkan empat dimensi UNESCO, yaitu akses, analisis, kreasi, dan etika, dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei cross-sectional terhadap 20 siswa sebagai responden melalui teknik total sampling. Instrumen berupa angket skala Likert empat poin yang terdiri dari 24 butir pernyataan terdistribusi ke empat dimensi literasi digital. Data dianalisis dengan menghitung skor rata-rata dan mengkategorikannya menjadi tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor literasi digital sebesar 78,23 (kategori sedang), dengan 66,7% siswa berada pada kategori sedang dan 33,3% kategori tinggi. Dimensi akses memperoleh skor tertinggi (92,22%), diikuti etika (89,31%), sedangkan dimensi analisis (65,56%) dan kreasi (65,83%) berada pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa siswa memiliki kemampuan baik dalam mengoperasikan perangkat, mengakses informasi, dan menjaga etika digital, namun masih memerlukan penguatan dalam keterampilan berpikir kritis dan kreasi konten digital. Rekomendasi penelitian menekankan integrasi pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan dimensi analisis dan kreasi, penyediaan fasilitas pendukung, serta pelatihan literasi digital bagi guru.