cover
Contact Name
Technical Support
Contact Email
jurnalpjpi.lapad@gmail.com
Phone
+6283193714008
Journal Mail Official
jurnal.pjpi@lapad.id
Editorial Address
Jl. Tj.Majid Jl. Tj. Barangan, Bukit Baru, Kec. Ilir Barat. I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30153
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
ISSN : 29869439     EISSN : 29869528     DOI : -
Core Subject : Education,
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Secara khusus tema yang di membahas tentang : Pembelajaran Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Learning), Manajemen Pendidikan Islam dan Umum (Management of Islamic and General Education), Teknologi Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Technology), Inovasi Pendidikan Islam dan Umum (Innovation in Islamic and General Education), Strategi Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Strategy), Kurikulum Pendidikan Islam dan Umum (Islamic and General Education Curriculum), Tokoh-Tokoh Pendidikan Islam dan Umum (Figures of Islamic and General Education), Al Quran dan Hadis terkait Pendidikan Islam dan Pendidikan Umum (Al Quran and Hadith related to Islamic Education and General Education), Pendidikan Karakter dan Usia Dini (Character Education and Early Age), Pendidikan Luar Biasa Lainnya (Bencana, Kemasyarakatan, Anti Korupsi, Bela Negara, dll)
Articles 149 Documents
Analisis Peran Orang Tua Terhadap Motivasi Belajar Anak Nahbila Anjani; Mhd. Fuad Zaini Siregar
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i1.631

Abstract

Dengan memahami tahap-tahap pertumbuhan anak, orang tua dapat mendapatkan pandangan yang lebih baik untuk meningkatkan semangat belajar anak mereka, serta mengidentifikasi bagaimana berbagai gaya pengasuhan mempengaruhi pencapaian pendidikan anak-anak. Pendidikan yang berhasil dimulai dari berbagai faktor motivasi, baik yang berasal dari dalam maupun luar. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran orang tua dalam merangsang motivasi belajar anak. Penelitian dilakukan di Sukorejo Huta 4 Riah Naposo Kabupaten Simalungun dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan deskriptif. Orang tua dipilih sebagai subjek penelitian, dan data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menerapkan pendekatan pengasuhan demokratis secara efektif dapat membangun disiplin dan membentuk karakter, sehingga meningkatkan motivasi belajar anak-anak .
Analisis Fasilitas Dan Ekstrakurikuler Siswa Di SLB Negeri Keleyan Nailis Saadah; Harsiwi, Nova Estu
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.650

Abstract

Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Analisis yang digunakan yakni analisis fasilitas dan ekstrakurikuler siswa. Penelitian ini dilakuan di SLB Negeri Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui fasilitas dan ekstrakulikuler siswa yang ada di SLB Negeri Keleyan. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru kelas dan siswa SLB Negeri Keleyan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas yang disediakan sekolah sudah memadai dan layak digunakan seperti guiding block yang berguna sebagai panduan berjalan untuk pejalan kaki penyandang tunanetra dan media pembelajaran yang disediakan sudah bervariasi , tempat duduk yang nyaman , setiap kelas menggunakan AC , musholla dan toilet yang bersih. Sedangkan, ekstrakulikuler yang terdapat di SLB keleyan adalah; 1) Pramuka ; 2) Berwirausaha ; 3) Menari ; 4) Menyanyi dan bermain musik ; 5) Membuat kerajinan ; 6) Tataboga.
Tantangan Dalam Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus di SLB PGRI 01 Kamal. Setia Hasanah Zuhdi; Nova Estu Harsiwi
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.655

Abstract

Pendidikan adalah hak asasi setiap individu, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), yang memerlukan pendidikan khusus untuk mengoptimalkan potensi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh guru dalam mendidik ABK dan strategi yang digunakan untuk mengatasi tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan wawancara sebagai teknik pengumpulan data, dilakukan di SLB PGRI 01 Kamal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam mendidik ABK meliputi pengaturan emosi, interaksi sosial, penyampaian materi, dan penentuan metode pembelajaran yang tepat. Strategi yang diterapkan guru antara lain memberikan dukungan emosional, berkomunikasi aktif dengan orang tua, menggunakan media visual, dan menyelenggarakan kegiatan yang meningkatkan interaksi sosial. Pelatihan dan workshop bagi guru juga berperan penting dalam meningkatkan kompetensi mereka. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan yang fleksibel dan dukungan yang konsisten untuk mencapai perkembangan optimal ABK.
Pola Komunikasi Guru Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) SLB Negeri Keleyan, Socah Bangkalan Eka Trisna Wahani; Nova Estu Harsiwi
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.656

Abstract

Pada dasarnya siswa berkebutuhan khusus membutuhkan perlakuan yang lebih daripada siswa normal, hal ini dikarenakan mereka memiliki kekurangan pada dirinya yang menyebabkan siswa kesulitan dalam menerima dan merespon apa yang guru sampaikan. Permasalahan yang ada pada artikel ini yaitu penulis ingin mengetahui pola komunikasi yang dilakukan guru di SLB Negeri Keleyan selama melakukan proses belajar mengajar pada siswa tunarungu di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan melakukan wawancara pada salah satu guru yang mengajar siswa tunarungu Tingkat sekolah dasar. Observasi dilakukan pada saat guru mengajar. Dokumentasi dilakukan pada saat observasi berlangsung. Dari hasil observasi, pola komunikasi yang diterapkan oleh guru di SLB Negeri Keleyan ini adalah pola komunikasi secara verbal dan pola komunikasi secara non verbal. Pola komunikasi tersebut diterapkan karena dianggap bisa menunjang proses pembelajaran.
Telaah Kurikulum Merdeka dalam Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadits di MAN I Ogan Ilir Asmi Yuniarti; Imelda Indriyani; Lija Kholilaty; Sri Rahayu; Susilawati; Rangga Pranata; Dwi Noviani
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelaah implementasi Kurikulum Merdeka dalam mata pelajaran Al-Qur'an Hadits di MAN I Ogan Ilir. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian yaitu di MAN 01 Ogan Ilir, Informan penelitian dalam penelitian ini yaitu ,guru Al-Qur'an Hadis, dan siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis dalam kelas X meliputi yang lebih mendasar. Dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis kelas X siswa diberikan kesempatan untuk memahami materi persamaan dan perbedaan hadis, sunnah, khabar, serta atsar. Serta diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mengemukakan pendapat dan bertanya kepada guru tentang materi hadis yang kurang dipahami. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami hadis secara menyeluruh dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi kurikulum merdeka dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti seorang guru dapat menggunakan berbagai metode pembelajaran yang akan memfokuskan siswa agar lebih aktif dalam kegiatan belajar mengajar, membangun suasana aktif bertanya kepada peserta didik. Evaluasi pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka pada MAN 01 Ogan Ilir dapat menggunakan berbagai bentuk evaluasi salah satunya pada mata pelajaran Al-Qur’an dan Hadis menggunakan evaluasi LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik). Dengan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis, yang mana evaluasi tersebut ditujukan untuk mengetahui sampai mana peserta didik tersebut paham materi, dapat lebih berfokus pada pengembangan karakter dan potensi siswa baik dalam aspek agama dan kehidupan sehari-hari serta diharapkan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan.
Hambatan dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka di MTSN Ogan Ilir Annisa Seftiani; Mey Sherly Shyafitri; M. Maulana Wahhid A; Pita Rupiani; Riska Anggraini; Rini Anggraini
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.690

Abstract

Kajian ini dilakukan karena pemerintah mengeluarkan peraturan baru mengenai kurikulum pendidikan dan memperkenalkan kurikulum unik yang mengedepankan kemampuan dan karakter siswa.Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mempelajari penerapan kurikulum mandiri di MTSN Ogan Ilir.Penelitian ini dilakukan di Gunung Laudlatul Ulm dengan menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode wawancara.Informan penelitian ini adalah kepala sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Hasil survei menunjukkan bahwa guru masih mengalami rendahnya otonomi belajar, kurangnya bahan referensi, kesenjangan akses pembelajaran, dan manajemen waktu sebagai penghambat implementasi kurikulum. Di sisi lain, permasalahan yang dihadapi sektor pendidikan adalah (1) penyiapan guru (sumber daya manusia) yang menjadi pilar penerapan kurikulum mandiri; (2) kemampuan guru dalam mendukung fasilitas teknologi berbasis digital; (3) memperluas jaringan komunikasi dan kerjasama antar satuan pendidikan dan kelompok kepentingan; (4) kesulitan dalam melaksanakan fungsi penilaian pembelajaran sebagai bagian integral pembelajaran; Penilaian pembelajaran merupakan komponen penting yang sering diabaikan sekolah dalam mencapai tujuan kurikulumnya.
Tela’ah Kurikulum K13 dan Kurikulum Merdeka Di SMA N 1 Indralaya Utara Arik Ariadi; Azzah Ulia Rona; Azzizir Rohim; Indri Julianti; Syarif Hidayat; Yanti Sundari
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.691

Abstract

Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya, setiap kurikulum pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena kita harus tetap mendukung upaya pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia demi menciptakan peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan sesuai dengan pancasila demi memenuhi perkembangan zaman. Salah satu penyebab terjadinya perubahan kurikulum di Indonesia karena ilmu pengetahuan itu sendiri yang senantiasa berubah-ubah. Perubahan dalam masyarakat, eksplosi ilmu pengetahuan dan lain-lain mengharuskan adanya perubahan kurikulum. Perubahan-perubahan itu menyebabkan kurikulum yang berlaku tidak lagi relevan, dan ancaman ini akan senantiasa dihadapi oleh setiap kurikulum. Kurikulum 2013 memunculkan pro dan kontra di kalangan pendidik dan masyarakat tentang sejumlah aspek dalam penerapan kurikulum 2013. Menurut pemakalah perubahan dan pembaruan kurikulum harus dipahami sebagai hal yang sudah lazim, karena kurikulum harus selalu beradaptasi dengan zaman dan kebutuhan. Meskipun masih prematur, namun ada beberapa hal yang dirasakan oleh banyak kalangan terutama yang langsung berhadapan dengan kurikulum itu sendiri. Perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 diharapkan dapat menghasilkan masa depan anak bangsa yang cerah yang berimplikasi pada kemajuan bangsa dan negara.
Implementasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Dengan Kurikulum Merdeka Di Kelas XI TKJ 3 SMK Negeri Indralaya Selatan Jery Pratama; Liniar Salsa Junita; Lisda Mulina; Yuni Isnaini; Irjaini Saputra; Dwi Noviani
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dengan Kurikulum Merdeka di kelas XI TKJ 3 SMK Negeri Indralaya Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Siswa menjadi lebih aktif dan kreatif dalam mengikuti proses pembelajaran. Guru juga lebih fleksibel dalam menyusun rencana pembelajaran dan dapat menyesuaikan materi dengan kebutuhan dan minat siswa. Namun, terdapat beberapa kendala seperti kurangnya fasilitas pendukung dan keterbatasan waktu dalam mengevaluasi pencapaian kompetensi siswa. Secara keseluruhan, implementasi Kurikulum Merdeka di kelas XI TKJ 3 SMK Negeri Indralaya Selatan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, namun perlu adanya dukungan lebih lanjut dari pihak sekolah dan pemerintah untuk mengatasi kendala yang ada.
Kesiapan SMK Lingua Prima Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Amelia Putri; Deviska Ayu Alpiani; Dita Waroza; Mery Faddilah; Siti Zulaika; Yuke Oktadara
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.695

Abstract

Penelitian ini membahas kesiapan SMK Lingua Prima dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan pada kesiapan guru dan siswa SMK Lingua Prima dalam mengembangkan kemandirian dan keberanian siswa dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMK Lingua Prima telah siap dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan memberikan keleluasaan kepada guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan pendidikan yang lebih efektif dan efisien.
Peranan Guru Pai Dalam Menanamkan Nilai Nilai Islami Melalui Pembiasaan Uci Purnama Sari; Tiara Aziza; Cempaka Rendra Futri; Wahyu Tiskardian
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 2 No. 2 (2024): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v2i2.707

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya persepsi bahwa sekolah negeri kurang memberikan perhatian dalam menanamkan niliai nilai islam pada peserta didik, maka dari itu pentingnya peranan guru PAI untuk melakukan penanaman nilai nilai islam pada peserta didik di lingkungan sekolah, sehingga siswa dapat melakukan hal yang sama. mengembangkan kepribadian Islami. Permasalahan yang ada adalah peran spesifik oleh guru PAI untuk menanamkan nilai nilai islami kepada peserta didik, ini menjadikan kemauan penulis untuk melakukan penelitian lebih dalam lagi mengenai permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah agar dapat mengetahui peran guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai Islam melalui pembiasaan pada siswa di SMA Negeri 05 Bengkulu Selatan. Untuk menggambarkan faktor-faktor yang menghambat dan faktor yang mendukung guru PAI dalam mengajarkan nilai-nilai Islami melalui kebiasaan kepada siswa SMA. Dalam Penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan melalui pendekatan deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PAI dalam menanamkan nilai-nilai islami pada siswa dilakukan melalui pembiasaan, yaitu (1) Guru sebagai seorang pendidik. (2) Guru sebagai sorang pembimbing. (3) Guru sebagai teladan dan panutan. (4) Guru sebagai seorang penasihat. Faktor yang menghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam penanaman nilai-nilai Islami kepada peserta didik di tingkat SMA dengan metode pembiasaan yaitu (1) Latar belakang siswa. (2) Rendahnya minat siswa. (3) Lingkungan sekolah. (4) Keterbatasan waktu Adapun faktor pendukung untuk menanamkan nilai nilai islami pada siswa SMAN 05 Bengkulu Selatan yaitu (1) Sarana dan prasarana (2) Hubungan masyarakat sekolah

Page 9 of 15 | Total Record : 149