cover
Contact Name
M Rusli B
Contact Email
mruslib@gmail.com
Phone
+6285242908070
Journal Mail Official
pusdig.id@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Griya Lumandi Permai Blok B19, Kec. Wara Selatan, Palopo
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Social Society
ISSN : -     EISSN : 28088506     DOI : https://doi.org/10.54065/28088506
Core Subject : Humanities, Social,
Journal Social Society merupakan karya ilmiah yang diterbitkan oleh Pustaka Digital Indonesia. Journal Social Society menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang ditulis berdasarkan hasil kajian dan kajian literatur di bidang Manajemen & Administrasi Publik. Journal Social Society menerbitkan edisinya dua kali setahun yaitu pada bulan juni dan desember. Fokus Kajian & ruang lingkup, Seperti (1) Tansformasi Digital Layanan & Administrasi Publik, (2) Kebijakan Perlindungan Sosial Masyarakat, (3) Kebijakan, Organisasi, dan Manajemen Layanan, (4) Manajemen dan Perlindungan Karyawan, dll
Articles 322 Documents
Pengaruh Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pengawasan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan di PO.Cipta Karya Mandiri Tugumulyo Muhammat Fatdly; Surajiyo Surajiyo; Rudi Azhar
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1413

Abstract

Employee performance is an important factor in maintaining productivity, product quality, and operational sustainability. At PO. Cipta Karya Mandiri Tugumulyo, several employees were still unable to achieve the predetermined work targets, resulting in decreased output, defective products, cutting errors, and finishing results that did not meet specifications. This condition indicates the urgency of examining factors that may influence employee performance, particularly Occupational Safety and Health (OHS), supervision, and work discipline. This study aimed to determine the effect of OHS, supervision, and work discipline, both partially and simultaneously, on employee performance at PO. Cipta Karya Mandiri Tugumulyo. This research used a quantitative approach. The population consisted of all employees of PO. Cipta Karya Mandiri Tugumulyo, with a total sample of 47 respondents selected using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using t-tests and F-tests. The results showed that OHS had a significant effect on employee performance, with a t-count value of 2.211 greater than the t-table value of 1.671. Supervision also had a significant effect on employee performance, with a t-count value of 5.177 greater than the t-table value of 1.671. Furthermore, work discipline had a significant effect on employee performance, with a t-count value of 4.615 greater than the t-table value of 1.671. Simultaneously, OHS, supervision, and work discipline affected employee performance, as indicated by an F-count value of 7.525 greater than the F-table value of 2.53. These findings imply that improving OHS implementation, strengthening supervision, and enhancing work discipline are essential strategies for improving employee performance.
Integrasi Pengawasan Keuangan Internal Daerah Sidoarjo Tahun 2021-2022 Kalyana Larasati; Nimas Bening; Revienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanida
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1417

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas integrasi pengawasan keuangan internal daerah dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo pada periode 2021–2022 sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik. Penelitian ini mengkaji integrasi pengawasan internal keuangan daerah melalui implementasi Sistem Informasi Keuangan Sidoarjo (SIKSDA) di Kabupaten Sidoarjo pada periode 2021–2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka, observasi, dan analisis dokumen. Fokus penelitian diarahkan pada peran sistem informasi keuangan daerah dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi pengelolaan keuangan publik, serta fungsi pengawasan internal dalam memastikan bahwa praktik pengelolaan keuangan telah sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SIKSDA memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan ketertiban pencatatan transaksi, percepatan administrasi keuangan, kemudahan penyusunan laporan keuangan, serta peningkatan aksesibilitas data bagi para pemangku kepentingan. Selain itu, pengawasan internal berperan penting dalam mendeteksi kesalahan administratif, memperkuat akuntabilitas anggaran, dan mendukung proses audit yang lebih efektif. Namun, implementasi sistem masih menghadapi beberapa tantangan, terutama keterbatasan kapasitas sumber daya manusia serta perlunya penguatan infrastruktur teknologi. Implikasi penelitian ini adalah pemerintah daerah perlu mengoptimalkan integrasi sistem informasi keuangan dan pengawasan internal melalui pelatihan yang berkelanjutan, penyempurnaan sistem, serta penguatan mekanisme pengawasan berbasis data. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah serta mendukung pengelolaan keuangan publik yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel. Sebagai kesimpulan, integrasi SIKSDA dan pengawasan internal merupakan strategi penting dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah di Kabupaten Sidoarjo.
The Influence of the Work Environment and Motivation on Employee Performance at PT Sinergi Gula Nusantara Takalar Sugar Factory Aminiah Hati; Edi Jusriadi; M. Hidayat
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1418

Abstract

Employee performance is a critical factor in achieving organizational effectiveness and competitiveness, particularly in the manufacturing sector where productivity and operational efficiency are highly dependent on human resources. However, creating a conducive work environment and maintaining employee motivation remain significant challenges for many organizations, including the sugar industry. This study aims to examine the influence of the work environment and motivation on employee performance at PT Sinergi Gula Nusantara, Takalar Sugar Factory. The research employed a quantitative approach with an explanatory design to analyze the relationships between variables. The population consisted of 84 employees, and a saturated sampling technique (census method) was applied, ensuring that all employees were included as respondents. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that both the work environment and motivation have a positive and significant effect on employee performance. The t-test results show that the work environment variable has a significant effect (t = 2.282; p < 0.05), while motivation demonstrates a stronger influence (t = 8.363; p < 0.05), indicating that motivation is the dominant factor affecting employee performance. Furthermore, the coefficient of determination (R²) value of 0.617 suggests that 61.7% of the variation in employee performance is explained by the work environment and motivation, while the remaining 38.3% is influenced by other factors not examined in this study. These findings imply that organizations should prioritize the development of supportive working conditions and effective motivational strategies to enhance employee performance. The study contributes to the human resource management literature by providing empirical evidence from the manufacturing sector, particularly within the sugar industry context. In conclusion, both the work environment and motivation significantly improve employee performance, with motivation emerging as the most influential factor.
Penganggaran dan Pelaporan Kualitas Laporan Keuangan Studi Kasus di Desa Ayula Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Meilan Ripansa; Harun Blongkod
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1422

Abstract

Urgensi penelitian ini adalah untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan kualitas laporan keuangan desa melalui penguatan sistem penganggaran dan pelaporan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penganggaran dan pelaporan terhadap kualitas laporan keuangan di Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Penganggaran dan pelaporan merupakan elemen penting dalam pengelolaan keuangan desa karena berkaitan erat dengan transparansi, akuntabilitas, serta keandalan informasi keuangan yang disajikan kepada para pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 102 responden yang terdiri dari masyarakat dan perangkat desa di Desa Ayula. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, berdasarkan kriteria responden yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan informasi keuangan desa. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS 24 dan SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penganggaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, dengan nilai estimasi sebesar 0,633, nilai Critical Ratio (C.R.) sebesar 4,812, dan nilai p-value < 0,05. Sementara itu, pelaporan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kualitas laporan keuangan, dengan nilai estimasi sebesar 0,218, nilai C.R. sebesar 1,678, dan nilai p-value sebesar 0,093 > 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas laporan keuangan di Desa Ayula lebih dominan dipengaruhi oleh faktor penganggaran dibandingkan pelaporan. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pemerintah desa perlu memperkuat proses penganggaran dan meningkatkan sistem pelaporan agar dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih relevan, andal, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, peningkatan kualitas laporan keuangan desa harus dimulai melalui proses penganggaran yang tertib, terarah, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pengaruh Ketimpangan Pendapatan dan Kemiskinan terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kelurahan Gubeng Evana Gusti Yanuarizta; Ariqah Tania Putri; Indah Prabawati; Firre An Suprapto
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1424

Abstract

Kota Surabaya merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar serta dinamika sosial ekonomi yang kompleks. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya tahun 2025, jumlah penduduk Kota Surabaya diperkirakan mencapai sekitar 3,08 juta jiwa. Kondisi tersebut menuntut pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan untuk memiliki data yang akurat, mutakhir, dan terintegrasi sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah melalui pendataan Sustainable Development Goals (SDG’s) yang bertujuan menyediakan basis data pembangunan yang komprehensif hingga tingkat rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana peran kelurahan melalui pendataan SDG’s dalam mendukung upaya pengurangan kemiskinan sehingga tujuan “Kelurahan Tanpa Kemiskinan” dapat terwujud di Kelurahan Gubeng, Kota Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Selain itu, kelurahan memiliki kapasitas dalam proses pendataan melalui dukungan sistem informasi, kelembagaan yang ada, serta sumber daya manusia (SDM) hingga tingkat rumah tangga sehikebarungga data yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar perencanaan pembangunan yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran dalam mendukung program pengentasan kemiskinan.
The Influence of Teamwork and Reward on Employee Performance at Hisana Fried Chicken Makassar City Rohani Rohani; Zalkha Soraya; Rahayu Japar
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1428

Abstract

Urgency of the study: This study is essential to examine how teamwork and reward systems influence employee performance, thereby providing valuable insights for improving organizational effectiveness and service quality at Hisana Fried Chicken Makassar City. Employee performance is a critical factor in achieving organizational goals and maintaining business competitiveness. According to human resource management theory, effective teamwork and appropriate reward systems are among the key determinants of employee performance, as they enhance motivation, collaboration, and work effectiveness. This study aims to examine the influence of teamwork and reward on employee performance at Hisana Fried Chicken Makassar City. The research employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through Likert-scale questionnaires distributed to 210 employees selected using a saturated sampling technique, in which all members of the population were included as respondents. The collected data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that teamwork has a positive and significant effect on employee performance (p < 0.05). Likewise, reward demonstrates a positive and significant influence on employee performance (p < 0.05). Simultaneously, teamwork and reward account for 53.7% of the variance in employee performance (Adjusted R² = 0.537). Furthermore, reward was found to have a more dominant effect than teamwork in improving employee performance. These findings support motivational and organizational behavior theories, which emphasize the importance of recognition and collaborative work environments in enhancing employee outcomes. The practical implication of this study is that organizations should strengthen teamwork practices and optimize reward systems to improve employee performance. In conclusion, both teamwork and reward significantly contribute to employee performance, with reward emerging as the most influential factor.
The Influence of Digital Shadowing and Organizational Culture on the Speed of Adaptation of New Employees in the Soppeng Regent's Office Annisa Ramadhani; M. Yusuf Alfian Rendra Anggoro; Sahrullah Sahrullah
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1429

Abstract

This study is urgently needed to determine how digital shadowing and organizational culture influence the adaptation speed of new employees, enabling the Soppeng Regent's Office to enhance onboarding effectiveness, accelerate workforce integration, and improve organizational performance. The rapid advancement of digital transformation has significantly reshaped organizational practices, particularly in employee onboarding and adaptation processes within public sector institutions. This study aims to examine the influence of digital shadowing and organizational culture on the speed of adaptation among new employees at the Soppeng Regent’s Office, Indonesia. A quantitative approach with a cross-sectional survey design was employed, involving 52 respondents selected through stratified random sampling. Data were collected using structured questionnaires and analyzed using multiple linear regression with SPSS. The findings reveal that both digital shadowing and organizational culture have a positive and significant effect on employee adaptation speed, both partially and simultaneously. Digital shadowing enhances learning efficiency by enabling new employees to observe workflows and access real-time information, thereby accelerating task understanding and reducing uncertainty. Meanwhile, ohrganizational culture demonstrates a more dominant influence, indicating that a supportive and adaptive work environment plays a critical role in facilitating employee adjustment. The coefficient of determination (R²) shows that 46% of the variation in adaptation speed is explained by the two variables, while the remaining is influenced by other factors. These results highlight the importance of integrating technological onboarding strategies with a conducive organizational culture to optimize employee adaptation. This study contributes to the literature on digital transformation and human resource management in public sector organizations, particularly in developing countries, by emphasizing the synergy between technological and socio-cultural factors in accelerating employee integration.
The Effect of Additional Employee Income Compensation on the Performance of State Civil Servant Employees at the Regional Secretariat of Gowa Regency Mardiana Mardiana; Siti Aisyah; Sitti Marhumi
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1430

Abstract

The urgency of this study lies in evaluating how additional employee income compensation contributes to improving the performance of State Civil Servants and in providing insights for developing more effective compensation policies within the Regional Secretariat of Gowa Regency. This study aims to examine the effect of Additional Employee Income (Tambahan Penghasilan Pegawai/TPP) as a form of compensation on the performance of State Civil Apparatus (ASN) at the Regional Secretariat of Gowa Regency. The research adopts a quantitative approach using a causal associative design to identify the relationship between compensation and employee performance. Data were collected through structured questionnaires distributed to all 75 ASN employees using a saturated sampling technique. The collected data were analyzed using simple linear regression, supported by validity, reliability, and classical assumption tests to ensure the robustness of the model. The results indicate that compensation has a positive and statistically significant effect on employee performance, as evidenced by a t-value of 8.667 and a significance level of 0.000. Furthermore, the coefficient of determination (R²) shows that 50.7% of the variation in employee performance can be explained by compensation, while the remaining 49.3% is influenced by other factors. These findings highlight the critical role of financial incentives in enhancing employee productivity, responsibility, and work quality in the public sector. The study contributes to the literature on human resource management by providing empirical evidence from a regional government context, emphasizing that the effectiveness of compensation depends not only on its financial value but also on fairness, transparency, and consistency in implementation.
Pengaruh Beban Kerja dan Motivasi terhadap Kinerja Karyawan di PT. PLN (Persero) ULP Tanjung Morawa Sri Ayuni; Supriadi Supriadi; Julkarnain Julkarnain
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1437

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya menganalisis pengaruh beban kerja dan motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam mendukung efektivitas pelayanan kelistrikan di PT. PLN (Persero) ULP Tanjung Morawa. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung kualitas, keandalan, dan keberlanjutan layanan listrik publik, khususnya pada unit layanan milik negara seperti PT PLN (Persero) ULP Tanjung Morawa. Beban kerja dan motivasi merupakan dua aspek penting yang dapat memengaruhi kemampuan pegawai dalam menyelesaikan tugas secara efektif dan mencapai target organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan motivasi terhadap kinerja pegawai pada PT PLN (Persero) ULP Tanjung Morawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, yang melibatkan seluruh populasi sebanyak 80 pegawai sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan IBM SPSS versi 26. Teknik analisis data meliputi uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, koefisien determinasi, uji t, dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 63,7%, yang menunjukkan bahwa beban kerja dan motivasi menjelaskan 63,7% variasi dalam kinerja pegawai. Secara parsial, beban kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai thitung < ttabel (1,962 < 1,991) dan nilai signifikansi 0,053 > 0,05. Sementara itu, motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, yang ditunjukkan oleh nilai thitung > ttabel (11,540 > 1,991) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, beban kerja dan motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai Fhitung > Ftabel (67,683 > 3,12) dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen perlu memprioritaskan strategi untuk memperkuat motivasi pegawai sekaligus menjaga keseimbangan beban kerja. Kesimpulannya, motivasi merupakan faktor dominan yang memengaruhi kinerja pegawai, sedangkan beban kerja perlu dikelola untuk mendukung kinerja yang optimal.
Peran E-Budgeting dalam Meningkatkan Transparansi dan Monitoring Keuangan Publik di Surabaya Annisa Rahmawati; Zahwa Laudia Mysah; Ravienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanidah
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1443

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengevaluasi efektivitas penerapan e-budgeting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan keuangan publik guna mencegah penyimpangan anggaran serta memperkuat tata kelola pemerintahan digital yang partisipatif di Kota Surabaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji peran strategis sistem e-budgeting dalam memperkuat transparansi serta efektivitas pengawasan keuangan publik di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Sebagai pelopor penerapan konsep smart city di Indonesia, Surabaya telah menyatukan sistem perencanaan dan penganggaran untuk membentuk tata kelola pemerintahan yang bertanggung jawab. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik analisis isi web (web content analysis) terhadap portal resmi pemerintah, seperti situs BPKAD dan portal Open Data Surabaya. Temuan penelitian mengungkap bahwa penerapan e-budgeting secara nyata telah memajukan transparansi proaktif lewat publikasi dokumen anggaran yang rutin di ranah daring. Dari sisi teknis, fitur locking system dan audit trail pada sistem e-budgeting terbukti ampuh sebagai alat pengawasan internal yang dapat menghalangi campur tangan ilegal serta mengurangi risiko manipulasi anggaran atau timbulnya dana tidak resmi. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan kendala utama terkait kualitas data, yakni kecenderungan publikasi dokumen dalam format statis (PDF) yang menghambat aksesibilitas data terbuka bagi masyarakat guna melakukan analisis secara independen. Di samping itu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan masih bersifat reaktif akibat minimnya fitur interaktif pada sistem tersebut. Secara keseluruhan, walaupun e-budgeting berhasil mengurangi kesenjangan informasi birokrasi, diperlukan penguatan transparansi partisipatif melalui penyediaan format data yang dapat dibaca mesin serta pengembangan dasbor publik. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas monitoring keuangan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengelolaan anggaran daerah secara lebih terbuka dan berkelanjutan. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengevaluasi efektivitas penerapan e-budgeting dalam meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan keuangan publik guna mencegah penyimpangan anggaran serta memperkuat tata kelola pemerintahan digital yang partisipatif di Kota Surabaya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji peran strategis sistem e-budgeting dalam memperkuat transparansi serta efektivitas pengawasan keuangan publik di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Sebagai pelopor penerapan konsep smart city di Indonesia, Surabaya telah menyatukan sistem perencanaan dan penganggaran untuk membentuk tata kelola pemerintahan yang bertanggung jawab. Pendekatan penelitian yang diterapkan bersifat kualitatif deskriptif, dengan menggunakan teknik analisis isi web (web content analysis) terhadap portal resmi pemerintah, seperti situs BPKAD dan portal Open Data Surabaya. Temuan penelitian mengungkap bahwa penerapan e-budgeting secara nyata telah memajukan transparansi proaktif lewat publikasi dokumen anggaran yang rutin di ranah daring. Dari sisi teknis, fitur locking system dan audit trail pada sistem e-budgeting terbukti ampuh sebagai alat pengawasan internal yang dapat menghalangi campur tangan ilegal serta mengurangi risiko manipulasi anggaran atau timbulnya dana tidak resmi. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan kendala utama terkait kualitas data, yakni kecenderungan publikasi dokumen dalam format statis (PDF) yang menghambat aksesibilitas data terbuka bagi masyarakat guna melakukan analisis secara independen. Di samping itu, partisipasi masyarakat dalam pengawasan masih bersifat reaktif akibat minimnya fitur interaktif pada sistem tersebut. Secara keseluruhan, walaupun e-budgeting berhasil mengurangi kesenjangan informasi birokrasi, diperlukan penguatan transparansi partisipatif melalui penyediaan format data yang dapat dibaca mesin serta pengembangan dasbor publik. Penguatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas monitoring keuangan publik sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pengelolaan anggaran daerah secara lebih terbuka dan berkelanjutan.