cover
Contact Name
Henny Puspita Sari
Contact Email
hennypuspitasari@unespadang.ac.id
Phone
+6281371117408
Journal Mail Official
info.jrip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran No. 26 B, Purus, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25115
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Research Ilmu Pertanian
Published by Universitas Ekasakti
ISSN : 27472175     EISSN : 27472167     DOI : https://doi.org/10.31933/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Research Ilmu Pertanian (JRIP) diterbitkan oleh LPPM Universitas Ekasakti untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari dalam dan luar Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti. Jurnal ini berisi penulisan hasil penelitian yang berada dalam ruang lingkup disiplin ilmu terkait dengan Ilmu Pertanian untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Articles 169 Documents
Keragaman Morfologi Tembakau (Nicotiana tabacum L.) Lokal Kabupaten Lima Puluh Kota Berdasarkan Analisis Klaster UPGMA Putra, Jerry Aldani; Yusniwati; Swasti, Etti
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/fyvw9j17

Abstract

Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan sentra produksi tembakau lokal di Sumatera Barat yang masih mempertahankan beberapa kultivar tradisional. Penelitian ini bertujuan menganalisis keragaman morfologi tembakau (Nicotiana tabacum L.) lokal serta hubungan fenotipik antar aksesi menggunakan analisis klaster. Penelitian dilakukan Agustus–Desember 2025 melalui survei eksploratif dengan purposive sampling terhadap 11 aksesi dari tujuh kecamatan. Karakterisasi mencakup karakter kualitatif dan kuantitatif berdasarkan deskriptor morfologi. Data dianalisis menggunakan koefisien kemiripan dan metode UPGMA. Hasil menunjukkan karakter kualitatif relatif seragam dengan koefisien kemiripan 0,54–1,00, sedangkan karakter kuantitatif lebih bervariasi dengan koefisien 0,40–0,69. Analisis klaster kuantitatif membagi aksesi menjadi dua kelompok utama dengan tingkat keragaman fenotipik sedang. Tinggi tanaman, diameter batang, dan ukuran daun berkontribusi dominan terhadap pembentukan klaster. Keragaman morfologi ini berpotensi dimanfaatkan dalam konservasi plasma nutfah dan program pemuliaan tembakau lokal.
Varietal Influence on the Abundance and Community Structure of Plant-Parasitic Nematodes in Potato Fields of Solok Regency, Indonesia Tama, Duma Putri; Trizelia; Liswarni, Yenny; Ananda, Hal Adi Fikri; Hidayatullah, Annisa
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Februari 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/sqwk2d74

Abstract

Potatoes (Solanum tuberosum L.) are a strategic horticultural commodity in Indonesia, but their productivity is often hampered by attacks from plant-parasitic nematodes. This study aims to determine the effect of potato varieties on the abundance and structure of plant-parasitic nematode communities in the potato production centre of Solok Regency. Soil samples were collected randomly using the zig-zag method from red and white potato fields at several locations with different elevations. Nematodes were extracted using the Baermann funnel method, followed by population calculation, genus identification, and frequency of occurrence analysis. The results showed that the parasitic nematode community was dominated by the genus Meloidogyne in both varieties, with higher populations and frequency of occurrence in red potato varieties. White potato varieties showed lower total nematode populations with more diverse community structures. These differences indicate the influence of variety on the development of plant parasitic nematode populations. These findings emphasise the importance of variety selection as part of an integrated nematode management strategy in potato cultivation in Solok Regency.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Tanaman Padi (Oryza sativa) Studi Kasus di Kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat Mohamad Rendi Bachtiar Bachtiar; Dulbari Dulbari; Tri Pujiana
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/b96ggr06

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya tanaman padi (Oryza sativa) sebagai komoditas utama ketahanan pangan nasional serta adanya permasalahan stagnasi produktivitas di Kecamatan Kebun Tebu, Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas padi serta mengidentifikasi solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu 10 desa dengan masing-masing 5 petani sehingga total responden berjumlah 50 petani. Data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, penyebaran angket, serta pengukuran ubinan pada petak 2,5 m × 2,5 m. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas padi serta mengidentifikasi solusi terhadap berbagai permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas padi berkisar antara 3,3–7,7 ton/ha dengan rata-rata 5,7 ton/ha. Faktor iklim (79%), kualitas benih (77,5%), pengendalian hama (72%), dan irigasi (70,5%) berada pada kategori tinggi dalam mempengaruhi produktivitas. Permasalahan utama prioritas I (sangat mendesak) dalam usaha tani padi di Kecamatan Kebun Tebu adalah keterbatasan sarana irigasi dan pemupukan yang tidak sesuai rekomendasi karena sangat memengaruhi produktivitas padi. Selanjutnya, Prioritas II (mendesak) meliputi rendahnya penggunaan benih bermutu dan pengendalian OPT yang belum optimal, sedangkan Prioritas III (cukup mendesak) meliputi rendahnya kerja sama kelompok tani dan tingginya biaya produksi yang turut memengaruhi optimalisasi hasil produksi padi.
Tingkat Persepsi Petani Padi terhadap Skema Kemitraan (Contract Farming) dengan BUMD di Kabupaten Lampung Barat Achmad Aidil Al Athif; Subarjo Subarjo; Tri Pujiana; Destieka Ahyuni
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/sr98vj46

Abstract

Program kemitraan atau contract farming tanaman padi antara petani dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pangan di Kabupaten Lampung Barat diselenggarakan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengatasi persoalan permodalan, akses teknologi, dan kepastian pasar yang selama ini dihadapi petani padi. Keberhasilan program kemitraan sangat ditentukan oleh persepsi petani terhadap skema yang dijalankan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola contract farming tanaman padi antara petani dengan BUMD Kabupaten Lampung Barat, mengkaji tingkat persepsi petani padi terhadap skema kemitraan tersebut, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat persepsi petani. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei berpendekatan kuantitatif deskriptif, melibatkan seluruh populasi sebanyak 28 petani padi peserta kemitraan sebagai responden (sensus). Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner berskala Likert tiga tingkat, kemudian dikategorikan berdasarkan nilai median dan kuartil skor persepsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan mengarah pada bentuk Kerja Sama Operasional Agribisnis (KOA) yang melibatkan pemerintah daerah, BUMD Pangan, PT. Pesagi Mandiri, distributor sarana produksi, dan petani. Sebanyak 60,7% petani menyatakan persepsi positif terhadap pola kemitraan, sementara 39,3% menyatakan persepsi negatif, terutama terkait mekanisme penetapan harga. Adapun faktor-faktor pembentuk persepsi petani sebagian besar berada pada kategori sangat positif (64,3%), didukung oleh pemahaman terhadap konsep kemitraan, pengalaman bertani, jaminan pemasaran, dan kualitas pendampingan teknis dari BUMD. Penelitian ini merekomendasikan perlunya evaluasi mekanisme harga dan penguatan sosialisasi kepada petani mitra guna meningkatkan keberlanjutan program kemitraan.
Peran Sekolah Lapang Dalam Mendukung Pelaksanaan Standar Kelapa Sawit Berkelanjutan Pada Petani Swadaya Perkumpulan Karya Serumpun Juliono; Partini; Marlina
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/z6zpbr68

Abstract

Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan strategis yang memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Indonesia. Seiring dengan meningkatnya tuntutan global terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, petani kelapa sawit swadaya dihadapkan pada berbagai tantangan dalam memenuhi standar keberlanjutan. Salah satu pendekatan yang dikembangkan untuk memperkuat kapasitas petani adalah melalui penyelenggaraan sekolah lapang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah lapang dalam mendukung penerapan standar kelapa sawit berkelanjutan pada perkumpulan petani Karya Serumpun. Penelitian menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif (mixed method), dilakukan terhadap perkumpulan petani Karya Serumpun. Jumlah sampel penelitian terdiri atas 30 orang responden. Data diperoleh melalui wawancara terstruktur, wawancara mendalam, dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah lapang memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani mengenai praktik budidaya kelapa sawit yang baik, pengelolaan lingkungan, penggunaan sarana produksi secara tepat, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip keberlanjutan. Program ini juga meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penerapan standar kelapa sawit berkelanjutan dalam pengelolaan usaha tani mereka. Meskipun masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya, seperti perbedaan tingkat pemahaman peserta dan keterbatasan waktu kegiatan, sekolah lapang dinilai efektif sebagai media pembelajaran bagi petani. 
Keanekaragaman Ikan Family Cyprinidae Di Sungai Sekalo, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Mohd Yusuf Amrullah; Rini Hertati; Bayu Krisna Hati
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/7ehv8h75

Abstract

Ekosistem sungai merupakan komponen penting dari sistem air tawar yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi, terutama ikan. Salah satu famili ikan dominan di perairan tawar Indonesia adalah famili Cyprinidae. Keanekaragaman spesies ikan dalam famili Cyprinidae dapat berubah karena masih banyak tempat potensial sebagai habitat ikan air tawar, terutama di hutan yang belum sepenuhnya diinventarisasi dan informasi tentang keberadaan spesies ikan famili Cyprinidae di Sungai Sekalo masih minim. Penelitian ini dilakukan di Sungai Sekalo dari Juni hingga Juli 2025 yang dibagi menjadi 3 titik stasiun penelitian yang ditentukan berdasarkan metode purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan observasi langsung di lapangan, dengan melakukan aktivitas penangkapan ikan langsung menggunakan berbagai alat tangkap di Sungai Sekalo. Hasil identifikasi ikan famili Cyprinidae yang tertangkap adalah 10 spesies dengan total 79 individu di seluruh stasiun pengamatan. Indeks keanekaragaman di semua stasiun adalah 2,28 dalam kategori sedang, dengan keanekaragaman di stasiun I sebesar 2,213 (kategori sedang), stasiun II sebesar 2,249 (kategori sedang) dan stasiun III sebesar 2,246 (kategori sedang).
Elisitasi Stres Abiotik pada Kultur Jaringan Tanaman Obat untuk Produksi Metabolit Sekunder: Tinjauan Literatur Murgayanti; Alifiyan Anur; Zahira Shofa
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/6th08398

Abstract

Tanaman obat merupakan sumber metabolit sekunder yang bernilai penting dalam bidang farmasi, pangan fungsional, kosmetik, dan industri bahan alam. Namun, produksi senyawa tersebut sering tidak stabil karena dipengaruhi oleh faktor genetik, lingkungan, jenis organ, dan kondisi pertumbuhan. Artikel review ini bertujuan mengkaji peran elisitasi stres abiotik in vitro pada kultur jaringan tanaman obat dalam meningkatkan produksi metabolit sekunder melalui tinjauan respons fisiologis, biokimia, dan metabolik. Penyusunan artikel dilakukan melalui penelusuran literatur dari berbagai basis data ilmiah dengan fokus pada kultur jaringan, stres abiotik, elisitasi, dan metabolit sekunder tanaman obat. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres abiotik seperti salinitas, stres osmotik, suhu, radiasi ultraviolet, logam berat, dan nanopartikel dapat memicu perubahan status air, turgor, biomassa, klorofil, dan viabilitas kultur. Respons tersebut berkaitan dengan pembentukan spesies oksigen reaktif, aktivasi enzim antioksidan, akumulasi prolin dan osmoprotektan, serta regulasi fitohormon dan jalur biosintesis metabolit sekunder. Dengan demikian, elisitasi stres abiotik in vitro berpotensi menjadi strategi bioteknologi untuk meningkatkan produksi metabolit sekunder tanaman obat secara lebih terkontrol dan aplikatif
Penerapan Sarunisasi Sebagai Upaya Perlindungan Buah Pisang Kepok di Kabupaten Nias Perti Citra Damarni Waruwu; Silvia Siska Halawa; Kasih Iman Gulo; Newyear Krisman Jaya Harefa; Teguh Wa'asaro Zebua; Budieli Putra Zalukhu; Areani Zebua; Desepi Aferius Laoli; Nince Anjeli Gulo; Natalia Kristiani Lase
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/asq0ht16

Abstract

Pisang kepok merupakan komoditas hortikultura unggulan di Indonesia yang produksinya rentan terhadap serangan hama seperti thrips, ulat buah, dan lalat buah, serta risiko luka gesek yang mempercepat pembusukan. Artikel ini mengkaji praktik ‘sarunisasi’, yaitu pembungkusan tandan pisang kepok menggunakan plastik atau kertas yang dilakukan secara turun-temurun oleh petani di Kabupaten Nias, sebagaimana diamati melalui kegiatan magang mahasiswa di Dusun II, Desa Fadoro Lauru, Kecamatan Hiliduho. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi visual, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan membandingkannya pada literatur ilmiah nasional dan internasional dalam lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa sarunisasi dilakukan sejak jantung pisang mulai mekar hingga sebelum sisir buah terbuka penuh, dengan tiga tujuan utama, yaitu melindungi buah dari hama, mencegah luka gesek yang menjadi jalan masuk patogen, dan menjaga kualitas fisik buah untuk mempertahankan nilai jualnya. Pada beberapa kasus, praktik ini dipadukan dengan penyemprotan insektisida secara terbatas. Temuan ini memperlihatkan bahwa sarunisasi merupakan bentuk kearifan agronomis lokal yang secara prinsip sejalan dengan kajian ilmiah mengenai pengemasan tandan pisang (fruit bagging) di berbagai negara penghasil pisang, sekaligus membuka peluang pengembangan lebih lanjut melalui uji coba bahan pembungkus alternatif dan edukasi penggunaan insektisida yang lebih aman.
Keberlanjutan Agrowisata: Sebuah Tinjauan Literatur Review Dengan Publish or Perish (POP) dan Vosviewer Hasrat Jan krisman Laoli; Rika fitri Ilvira
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/mqrvb326

Abstract

Agrowisata merupakan sektor strategis yang mengintegrasikan pertanian dan pariwisata. Namun, pencapaian keberlanjutan jangka panjang memerlukan keseimbangan multidimensi. Artikel ini menyintesis literatur mengenai faktor-faktor penentu keberlanjutan agrowisata yang mencakup empat pilar: ekonomi, sosial, lingkungan, dan kelembagaan. Metode penelitian yang digunakan adalah *Systematic Literature Review* (SLR) disertai analisis bibliometrik menggunakan perangkat lunak Publish or Perish (PoP) dan VOSviewer terhadap 200 artikel yang diterbitkan antara tahun 2006 dan 2026. Temuan tinjauan menunjukkan adanya pergeseran dari dominasi awal motif keuntungan ekonomi menuju tata kelola kelembagaan dan ketahanan ekologis di era modern. Analisis visual menggunakan VOSviewer mengungkapkan terbentuknya empat klaster yang saling terkait, dengan aspek kelembagaan berperan sebagai jangkar bagi dimensi-dimensi lainnya. Penelitian mengenai agrowisata telah berkembang melampaui orientasi ekonomi tradisional pada periode 2006–2015—yang awalnya hanya berfokus pada diversifikasi pendapatan petani dan kewirausahaan, seperti di Italia, Amerika Serikat, dan Spanyol. Pada periode 2016–2026, penelitian beralih pada penguatan dimensi sosial melalui pemberdayaan masyarakat (pariwisata berbasis masyarakat atau *Community-Based Tourism*), sementara isu lingkungan global mendorong lahirnya paradigma baru yang berpusat pada ketahanan lanskap, adaptasi perubahan iklim, dan praktik pertanian berkelanjutan, sebagaimana terlihat di Indonesia, Malaysia, dan Tiongkok. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya sinergi antara regulasi pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat lokal demi menjamin keberlanjutan agrowisata yang adaptif terhadap perubahan iklim dan transformasi digital.  
Analisis kerentanan penghidupan dan strategi adaptasi petani padi terhadap variabilitas iklim di kabupaten polewali mandar Aulia Nurul Hikmah; Putra Astaman; Dwi Laila Maulida
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/t27w8530

Abstract

Kabupaten Polewali Mandar sebagai sentra produksi padi di Sulawesi Barat menghadapi tantangan serius akibat ketidakpastian musim, kekeringan, dan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerentanan penghidupan petani padi terhadap variabilitas iklim menggunakan pendekatan Livelihood Vulnerability Index (LVI) serta mengidentifikasi strategi adaptasi yang dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan Juli hingga Agustus 2025 dengan metode pengambilan sampel probability sampling terhadap 60 rumah tangga petani padi. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan perhitungan LVI yang mencakup tiga komponen utama yaitu paparan (exposure), sensitivitas (sensitivity), dan kapasitas adaptif (adaptive capacity), serta analisis deskriptif terhadap strategi adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai LVI sebesar 0,478 yang termasuk dalam kategori kerentanan sedang. Komponen sensitivitas memiliki nilai tertinggi, terutama pada indikator ketergantungan terhadap satu sumber air (0,900). Paparan tertinggi terjadi pada indikator pergeseran musim (0,533), sedangkan kapasitas adaptif terendah pada indikator tidak menerima bantuan (0,750) dan tidak melakukan diversifikasi usaha (0,617). Strategi adaptasi yang paling dominan adalah mengganti jenis varietas (75%) dan membuat sumur bor (61,7%).