cover
Contact Name
Henny Puspita Sari
Contact Email
hennypuspitasari@unespadang.ac.id
Phone
+6281371117408
Journal Mail Official
info.jrip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Veteran No. 26 B, Purus, Kec. Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat 25115
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Research Ilmu Pertanian
Published by Universitas Ekasakti
ISSN : 27472175     EISSN : 27472167     DOI : https://doi.org/10.31933/jrip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Research Ilmu Pertanian (JRIP) diterbitkan oleh LPPM Universitas Ekasakti untuk menyebarluaskan hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari dalam dan luar Fakultas Pertanian Universitas Ekasakti. Jurnal ini berisi penulisan hasil penelitian yang berada dalam ruang lingkup disiplin ilmu terkait dengan Ilmu Pertanian untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pembangunan nasional.
Articles 169 Documents
Analisis Keasaman (pH) dan Status Unsur Hara Tanah Serta Rekomendasi Pemupukan Spesifik Lokasi di Desa Banuagea Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara Linda Heppy Karisda Nazara; Della Howu Howu Zendrato; Iman Victor Telaumbanua; Fersi Roman Lase; Juwita Sartika Halawa; Patricia Zeni Ferbriani Waruwu; Tritumeiman Waruwu; Asdian Julianti Lawolo; Windi Syahputri Mawar Waruwu; Putra Hidayat Telaumbanua
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/1zf7xs49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keasaman (pH) tanah serta mendiagnosis status unsur hara makro (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) pada lahan pertanian di Desa Banuagea, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara. Pengujian dilakukan menggunakan dua metode standar lapangan, yaitu Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk sampel tanah basah (Sampel Onodao’o dan Sampel Laehuwa) serta Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) untuk lahan demplot jagung. Hasil pengujian menunjukkan variasi tingkat keasaman yang signifikan: Sampel Onodao’o tergolong masam (pH 4–5) dengan tekstur berpasir, Sampel Laehuwa agak masam (pH 5–6), sedangkan Lahan Demplot Jagung memiliki kondisi awal masam (pH 4–5) yang berhasil ditingkatkan menjadi agak basa (pH 7–8) setelah pemberian pereaksi kapur (dolomit). Berdasarkan diagnosis hara, direkomendasikan aplikasi pemupukan spesifik lokasi, mencakup pemberian dolomit sebesar 1–2 ton/ha untuk menetralisir keasaman, penyesuaian dosis pupuk tunggal (Urea, SP-36, KCl), serta formulasi pupuk majemuk NPK 15:15:15 guna mengoptimalkan produktivitas komoditas pertanian lokal secara berkelanjutan.
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Bawang Merah Dan Lama Perendaman Terhadap Pertumbuhan Microgreens Jagung Hibrida (Zea mays L.) Eka Fitrianti; Hellina Rahmisari; Primadiyanti Arsela
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/b6bjhy86

Abstract

Penelitian ini mengkaji potensi ekstrak bawang merah sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) alami bagi fase awal pertumbuhan microgreens jagung hibrida (Zea mays L.). Melalui pendekatan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial tiga ulangan, studi ini menguji interaksi antara tingkat konsentrasi ekstrak (20%, 40%, 60%) dan durasi perendaman benih (3, 6, 9 jam). Uji ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap persentase perkecambahan dan bobot segar, dengan efektivitas tertinggi ditemukan pada dosis 60%. Sebaliknya, variabel waktu perendaman maupun interaksi kedua faktor tidak memberikan dampak nyata. Oleh sebab itu, aplikasi ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 60% direkomendasikan untuk memacu pertumbuhan awal tanaman ini.
Pengaruh Kombinasi Media Tanam Dan Umur Panen Pada Pertumbuhan Microgreen Sawi Hijau (Brasica juncea L.) Hellina Rahmisari; Rizqa Khoirunnisa; Primadiyanti Arsela
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/s635kj39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam, umur panen, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan microgreen sawi hijau (Brassica juncea L.). Penelitian dilaksanakan pada 27 April hingga 10 Mei 2026 di Desa Padang Jaya, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang menguji dua faktor, yaitu media tanam M1 (cocopeat 100%), M2 (cocopeat 50% + arang sekam 50%), M3 (kompos + cocopeat) dan umur panen T1 (8 HST), T2 (10 HST), T3 (12 HST). Data kemudian dianalisis menggunakan ANOVA taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa media tanam berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman 6 dan 8 HST, jumlah daun 8 HST, serta bobot segar 10 HST, dengan perlakuan M3 yang cenderung memberikan hasil terbaik. Sementara itu, umur panen berpengaruh nyata terhadap jumlah daun dan bobot segar pada 8 HST. Interaksi antara kedua faktor juga berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 6 dan 8 HST, di mana kombinasi perlakuan M2T2 sukses menghasilkan tanaman tertinggi pada 8 HST. Secara keseluruhan, kombinasi media tanam yang tepat dan penentuan umur panen yang optimum terbukti efektif meningkatkan hasil microgreen sawi hijau.
Inovasi Penyedap Rasa Berbasis Protein Nabati dan Hasil Samping Udang Fiki Maideja; Yurnalis; Eddwina Aidila Fitria; I Ketut Budaraga; Nita Yessirita; Leffy Hermalena
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/g9jr9035

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) mengetahui pengaruh perbandingan kacang merah dengan cangkang dan kepala udang terhadap karakteristik penyedap rasa alami, 2) mengetahui berapa perbandingan kacang merah dengan cangkang dan kepala udang terbaik untuk menghasilkan penyedap rasa alami. Data pengamatan dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Ducan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada taraf 1%. Perlakuan pada penelitian ini adalah perbandingan kacang merah dan limbah cangkang udang yaitu : A = 15:85%, B = 30:70%, C = 45:55%, D = 60:40%, E = 75:25%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa , perbandingan kacang merah dengan cangkang dan kepala udang berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air, kadar protein, NaCl, sedangkan berpengaruh tidak nyata terhadap kelarutan penyedap rasa. Semua perlakuan dalam penelitian ini menghasilkan penyedap rasa alami yang memenuhi mutu yang ditetapkan SNI 01-4273-1996. Bumbu penyedap rasa terbaik berdasarkan uji organoleptik adalah perlakuan E dengan nilai rasa 4,93, aroma 4,96 tekstur 4,29 dan warna 5,36, serta uji kimia terbaik dengan kadar air 4,29%, protein 22,18%, NaCl 5,04%, kelarutan 54,83%.
Pengaruh  Abu Sekam Padi dan Bokashi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Hijau pada Tanah Suboptimal Edy Syafril Hayat; Sri Andayani; Ida Ayu Suci
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/r33m6s48

Abstract

  Lahan suboptimal dibatasi oleh pH tanah rendah, ketersediaan hara makro yang rendah, dan kondisi air yang sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan menentukan dosis abu sekam padi dan bokashi pupuk kandang burung puyuh untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang hijau. Percobaan dilaksanakan pada Februari–Juni 2024 di Pontianak menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial. Abu sekam padi diberikan sebanyak 0, 40, dan 80 g/polibag, sedangkan bokashi sebanyak 0, 80, dan 160 g/polibag. Sembilan kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Data tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, berat kering biji, dan pH tanah dianalisis menggunakan analisis varians dan uji BNJ 5%. Interaksi 40 g abu sekam padi dan 80 g bokashi berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang. Abu sekam padi berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat kering biji, sedangkan bokashi juga berpengaruh terhadap pH tanah.   
Eco Enzyme Limbah Organik untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Main Nursery Syaifuddin Islami; Hadi Rafindo; Ermawati; Aslan Sari Thesiwati
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/5yv5gs80

Abstract

Kebutuhan bibit kelapa sawit bermutu meningkat seiring perluasan dan peremajaan perkebunan, sehingga diperlukan perlakuan organik yang mudah diaplikasikan pada fase pembibitan utama. Penelitian ini bertujuan mengetahui respons pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) fase main nursery terhadap beberapa konsentrasi eco enzyme. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Ampang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, pada ketinggian sekitar 10 m dpl, mulai Maret sampai Juli 2025. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktor tunggal dengan enam taraf konsentrasi eco enzyme, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, dan 5 ml/L, masing-masing diulang empat kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi bibit, jumlah daun, jumlah akar, panjang akar terpanjang, diameter batang, bobot segar, luas daun, dan normalitas bibit. Data dianalisis menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Tukey HSD taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa eco enzyme berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit dan jumlah daun, serta berpengaruh sangat nyata terhadap panjang akar terpanjang. Konsentrasi 5 ml/L menghasilkan tinggi bibit 64,58 cm, jumlah daun 10,37 helai, dan panjang akar terpanjang 50,48 cm. Eco enzyme 5 ml/L dapat digunakan sebagai perlakuan organik pendukung pertumbuhan vegetatif bibit kelapa sawit fase main nursery.
Pengaruh Biaya Produksi, Luas Lahan, dan Irigasi Terhadap Hasil Produksi Padi pada Petani Desa Pangkur Aliffya Nori Nur Qolbu Janah; Ninik Srijani; Novita Erliana Sari
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/yytnze57

Abstract

Hasil produksi padi dipengaruhi oleh berbagai faktor produksi, seperti biaya produksi, luas lahan, dan irigasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap hasil produksi padi petani di Desa Pangkur, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 204 petani dan sampel 68 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin dan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan data memenuhi persyaratan analisis. Uji parsial menunjukkan biaya produksi (Sig. 0,000) dan irigasi (Sig. 0,004) berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi, sedangkan luas lahan tidak berpengaruh signifikan (Sig. 0,321). Uji simultan menunjukkan biaya produksi, luas lahan, dan irigasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil produksi padi (Sig. 0,000). Penelitian ini menyimpulkan bahwa biaya produksi dan irigasi merupakan faktor utama yang memengaruhi peningkatan hasil produksi padi di Desa Pangkur.
Penentuan Pola Tanam dan Permodelan Pertanaman dari Aspek Pendapatan Petani pada Lahan Persawahan Irigasi di Kecamatan Walenrang Kabupaten Luwu Jasman; Annas Boceng; Yasmin
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/sdv00y24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola tanam yang paling sesuai dan optimal pada lahan persawahan irigasi di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, menganalisis pendapatan petani berdasarkan berbagai pola tanam yang diterapkan, serta menyusun model pola tanam berbasis pendapatan sebagai dasar perencanaan usahatani yang lebih efektif. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan analisis pendapatan dan linear programming untuk menentukan pola tanam yang memberikan keuntungan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam padi–padi–padi (Indeks Pertanaman/IP 300) merupakan pola tanam yang paling optimal pada lahan persawahan irigasi di Kecamatan Walenrang karena menghasilkan pendapatan tertinggi dibandingkan pola tanam lainnya. Analisis pendapatan menunjukkan bahwa pola tanam padi–padi–padi memberikan pendapatan sebesar Rp106.483.330 per tahun, sedangkan pola tanam padi–padi–bero menghasilkan pendapatan sebesar Rp70.579.660 per tahun dan pola tanam padi–palawija–bero sebesar Rp47.483.330 per tahun. Hasil analisis linear programming memperkuat bahwa pola tanam padi–padi–padi merupakan alternatif terbaik dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya usahatani dan meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, pola tanam tersebut direkomendasikan sebagai model perencanaan usahatani pada lahan persawahan irigasi di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu.
Analisis Dampak Pemupukan Berimbang di Kecamatan Wara Barat Kota Palopo Musyguppi; Taruna; Akmal
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/tsc8jv63

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan pupuk berimbang untuk meningkatkan produksi padi sawah di Kecamatan Wara Barat, Kota Palopo. Penelitian bertujuan mengidentifikasi karakteristik petani padi sawah dan menganalisis dampak penggunaan pupuk berimbang terhadap produksi padi. Penelitian dilaksanakan pada 8 Mei hingga 4 Juli 2026 menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian ditentukan secara sengaja dengan jumlah sampel 33 petani yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak proporsional. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 42–55 tahun, berpendidikan sekolah dasar, memiliki pengalaman berusahatani selama 18–27 tahun, serta mengusahakan lahan seluas 0,25–0,67 hektare. Hasil uji perbedaan rata-rata berpasangan menunjukkan bahwa penggunaan pupuk berimbang berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan produksi padi. Rata-rata peningkatan produksi mencapai 494,30 kilogram dengan rentang estimasi 481,83–506,77 kilogram pada tingkat kepercayaan 95 persen. Dengan demikian, penggunaan pupuk berimbang perlu diterapkan secara terukur dan didukung pendampingan teknis mengenai dosis serta waktu aplikasi yang tepat.
Pengaruh Pemberian Poc Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) Syamsuwirman; Yulfi Desi; Noval Agusto
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/2mr6q679

Abstract

Penelitian pengaruh pemberian POC terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.) telah dilaksanakan di kelurahan Korong Gadang, Kuranji, Padang bulan Februari sampai April 2025. Tujuan penelitian melihat pengaruh dan mendapatkan konsentrasi POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L.). Rancangan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 5 kelompok. Sebagai perlakuan adalah : A= konsentrasi 0% (0 ml POC). B= konsentrasi 3% (30 ml POC + 970 ml air. C= konsentrasi 6% (60 ml POC + 940 ml air). D= konsentrasi 9% (90 ml POC + 910 ml air). E= konsentrasi 12% (120 ml POC + 880 ml air). Data dari hasil pengamatan yang diperoleh dianalisis secara statistika dengan menggunakan sidik ragam (uji F), jika F hitung > F tabel dilanjutkan dengan (DNMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh sangat berbeda nyata terhadap panjang polong pertanaman, dan berpengaruh tidak berbeda nyata terhadap : panjang tanaman, umur berbunga, umur panen pertama, jumlah polong pertanaman, jumlah polong perplot, berat polong pertanaman dan berat perpolong tanaman kacang panjang. Belum ditemukan konsentrasi POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut dengan pemberian POC yang lebih tinggi range konsetrasinya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.