cover
Contact Name
Faiqul Azmi
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6281329350720
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No.I, Purwosari, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
ISSN : 25485423     EISSN : 25485431     DOI : https://doi.org/10.26751/ijf.v8i2.2250
Core Subject : Health,
Focus and Scope pada IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) antara lain: 1. Biologi Farmasi/Farmasi Bahan Alam 2. Farmakologi 3. Farmasi Klinis 4. Teknologi Farmasi 5. Kimia Farmasi 6. Manajemen Farmasi 7. Farmasi Komunitas
Articles 84 Documents
SUPLEMENTASI MIKROMINERAL, VITAMIN DAN JUS MENGKUDU TERHADAP KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA TELUR PUYUH Shinta Dwi Kurnia; Tyas Rini Saraswati; Sri Isdadiyanto
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 6, No 1 (2021): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v6i1.1546

Abstract

Telur puyuh mempunyai kandungan kolesterol yang tinggi. Resiko mengkonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol tinggi sudah diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikromineral (Fe, Co, Cu, Zn), vitamin (A, B1, B12, C) dan jus mengkudu dalam rangka pemeliharaan untuk meningkatkan karakteristik kualitas kimiawi melalui kadar kolesterol dan trigliserida pada telur puyuh. Hewan coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah puyuh Jepang (Coturnix coturnix japonica L.) dengan jumlah 60 ekor puyuh betina umur 2 minggu. Penambahan mikromineral, vitamin dan jus mengkudu pada air minum yang diberikan secara ad libitum. Puyuh dibagi menjadi 4 kelompok percobaan dengan 5 ulangan masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ekor puyuh, yaitu kontrol (P0), mikromineral dan vitamin (P1), jus mengkudu (P2), dan campuran ketiganya (P3). Data yang diperoleh diolah menggunakan Analysis of Varian (ANOVA) dengan dasar rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian larutan mikromineral, vitamin dan jus mengkudu mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida telur puyuh secara nyata. Kata Kunci: telur puyuh, mikromineral, vitamin, mengkudu
EVALUASI KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ETANOL DAUN SANGKETAN (ACHYRANTHES ASPERA) DENGAN SPEKTROFOTOMETRI Yulis Trinovita; Yayuk Mundriyastutik; Zaenal Fanani; Ana Nurul Fitriyani Ana Nurul Fitriyani
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v4i1.800

Abstract

Masyarakat biasanya menggunakan daun Sangketan untuk mengobati sawanan dengan mengusapkan daun sangketan, bawang, dlingo, dan bengkle yang sudah dihaluskan kemudian dioleskan pada ubun-ubun, kuping, leher, tangan, dan kaki. Daun sangketan mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, steroid, dan terpenoid. Flavonoid telah terbukti mencegah atau memperlambat perkembangan beberapa kanker. Sebagian besar bertindak sebagai agen anti-oksidan dan anti-inflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil flavonoid dari ekstrak etanol daun sangketan (Achyrantes Aspera) secara kualitatif. Menggunakan metode eksperimen dengan pendekatan one shot case study. Serbuk simplisia di maserasi dengan etanol 96% selama 8 hari disertai pengadukan, filtrat diuapkan hingga menjadi ekstrak kental. Pengujian kadar flavonoid total ekstrak dilakukan dengan spektrofotometer, menggunakan larutan baku kuersetin. Hasil analisis dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis, konsentrasi ekstrak Sangketan 100 ppm lebih mendekati nilai absorbansi baku quersetin pada panjang gelombang 419,8 nm, dengan kadar flavonoid total 47,23%. Berdasarkan analisis dengan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 419,8 nm, ekstrak etanol daun sangketan mengandung flavonoid total dengan kadar 47,23%. tanin.
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PERSEPSI VAKSINASI COVID-19 MELALUI MEDIA LEAFLET DI DESA SUMBEREJO KABUPATEN PATI Ria Etikasari; Nirmala Manik; Vivin Rosvita; Intansari Setyaningrum
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 7, No 2 (2022): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v7i2.1759

Abstract

Latar Belakang : Pandemi virus corona menjadi masalah kesehatan masyarakat utama saat ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang terkena dampak pandemi Covid-19. Dalam upaya penanggulangan pandemi Covid-19, vaksinasi Covid-19 ini bertujuan untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid19. Hambatan utama pelaksanaan vaksinasi Covid-19 adalah keraguan masyarakat terhadap vaksin. Kurangnya informasi dan edukasi tentang vaksinasi menjadikan persepsi masyarakat terhadap vaksin menjadi negatif. Oleh karena itu, pemberian edukasi pada penelitian ini dimaksudkan untuk memberikan informasi mengenai vaksinasi Covid-19 sehingga persepsi terhadap vaksin Covid-19 tidak mengarah ke arah persepsi negatif.    Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh edukasi melalui leaflet terhadap persepsi masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19. Metode : Pada penelitian ini menggunakan jenis penelitian pra eksperimen one grup pretest postest dengan penedekatan studi cross sectional. Pengambilan sampel secara non probability sampling menggunakan pendekatan purposive sampling Hasil Penelitian : Hasil pretest dan postest menujukkan bahwa pada setiap kategori pertanyaan yang diberikan, hampir semua mengalami kenaikan nilia yang signifikan yaitu nilai postest lebih tinggi dari nilai pretest. Pada uji normalitas didapatkan hasil 0,017 lebih besar dari 0,05 yang menunjukkan data berdistribusi normal. Uji hipotesis t-test berpasangan didapatkan hasil 0,000 kurang dari 0,05 yang menunjukkan bahwa hipotesis (H1) diterima. Kesimpulan : Berdasarkan hasil data diatas dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi berpengaruh terhadap persepsi masyarakat Desa Sumberejo terhadap vaksinasi Covid-19.
EVALUASI PIGMEN KAROTENOID KARANG LUNAK SARCOPHYTON SP. SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI POTENSIAL MASA DEPAN Ria Etikasari; Rika Murharyanti; Awang Surya Wiguna
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 2, No 1 (2017): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v2i1.414

Abstract

AbstractInfectious diseases can be treated using antibiotics. Source of antibiotic producer can come from marine microbe. Soft coral Sarcophyton sp., is reported to have bioactive compound alkaloids, steroids, and flavonoids. Carotenoid pigments of soft coral symbiont bacteria are potentially antibacterial compounds. This study aims to evaluate antibacterial activity of carotenoid pigment from soft coral symbiont Sarcophyton sp., to growth of pathogenic bacteria and to know difference antibacterial activity of carotenoid pigment at concentration 0,5%, 0,75%, and 1% with sink method.Sample used were carotenoid pigment of methanol extract from soft coral symbiont bacteria Sarcophyton sp. Purposive sampling technique with soft coral criteria Sarcophyton sp., colored yellow. Sampling soft coral Sarcophyton sp., from waters of Pulau Cemara Besar, Karimunjawa with snorkeling at depth 2 meters. Carotenoid pigment acting as antibacterial extracted by maceration method using methanol solvent until all bacterial cells are pale. Carotenoids produced by symbiont bacteria have antibacterial activity against pathogenic bacteria Staphylococcus aureus ATCC 25923 with diameter average inhibitory zone at 0.5% concentration 0.678 cm, 0.75% concentration 0.978 cm, 1% concentration 1.416 cm and diameter inhibitory zone positive control amoxicillin trihydrate at 1.875 cm.Keywords: Sarcophyton sp., carotenoid, antibacterial , Staphylococcus aureus AbstrakPenyakit infeksi dapat diobati dengan menggunakan antibiotik. Sumber penghasil antibiotik bisa berasal dari mikroba laut. Karang lunak Sarcophyton sp., dilaporkan memiliki kandungan senyawa bioaktif alkaloid, steroid, dan flavonoid. Pigmen karotenoid dari bakteri simbion karang lunak merupakan senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri pigmen karotenoid dari bakteri simbion karang lunak Sarcophyton sp. terhadap pertumbuhan bakteri patogen serta mengetahui perbedaan aktivitas antibakteri pigmen karotenoid pada konsentrasi 0,5 %, 0,75 %, dan 1 % dengan metode sumuran.Sampel yang digunakan adalah ekstrak metanol pigmen karotenoid dari bakteri simbion karang lunak Sarcophyton sp. Teknik sampling yang digunakan adalah purposif dengan kriteria karang lunak Sarcophyton sp., berwarna kuning. Pengambilan sampel karang lunak Sarcophyton sp., dari perairan Pulau Cemara Besar, Karimunjawa dengan teknik snorkeling pada kedalaman 2 meter. Pigmen karotenoid yang berfungsi sebagai antibakteri diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol hingga seluruh sel bakteri berwarna pucat. Karotenoid yang diproduksi bakteri simbion tersebut memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen Staphylococcus aureus ATCC 25923 dengan rata – rata diameter zona hambat pada konsentrasi 0,5 % sebesar 0,678 cm, konsentrasi 0,75 % sebesar 0,978 cm, konsentrasi 1 % sebesar 1,416 cm serta diameter zona hambat kontrol positif amoksisilin trihidrat sebesar 1,875 cm.Kata Kunci: Sarcophyton sp., karotenoid, antibakteri, Staphylococcus  aureus
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL DENGAN PENGETAHUAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIKA MASYARAKAT DESA JATISARONO KULON PROGO Sari, Julia Wanda; Muslim, Ahmad Suriyadi; Akhyasin, Akhyasin; Sholihah, Sitta Hasanatin; Ridwan, Ridwan
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2227

Abstract

AbstrakPenggunaan antibiotik mulai mengalami pergeseran dari tahun ke tahun, tidak jarang masyarakat menggunakan antibiotik dengan tidak tepat. Berbagai faktor mempengaruhi tingkat pengetahuan pada kalangan masyarakat antara lain adalah faktor sosial. Karakter sosial menggambarkan tentang perbedaan usia, jenis kelamin, pekerjaan dan tingkat pendidikan. Gambaran sosial dapat mempengaruhi perilaku dari masyarakat dan outcome dari kesehatan masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan faktor sosial usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan masyarakat dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotika di masyarakat Desa Jatisarono Kulon Progo. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Peneliti menggunakan purposive sampling dengan mengambil jumlah sampel di Desa Jatisarono sebanyak 98 orang. Analisis bivariat menggunakan uji chi square dan kendall tau serta instrument yang digunakan adalah kuisioner dalam bentuk google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara usia dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik di masyarakat dengan P Value 0,317 (p0,05). Ada hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik di masyarakat dengan P Value 0,042 (p0,05). Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik di masyarakat dengan P Value 0,000 (p0,05). Tidak ada hubungan antara usia dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik di masyarakat Desa Jatisarono Kulon Progo. Ada hubungan antara jenis kelamin dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik di masyarakat Desa Jatisarono Kulon Progo. Ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik di masyarakat Desa Jatisarono Kulon Progo. AbstractThe use of antibiotics has begun to shift from year to year, it is not uncommon for people to use antibiotics inappropriately. Various factors influence the level of knowledge in society, including social factors. Social characteristics describe differences in age, gender, occupation and level of education. Social images can influence people's behavior and public health outcomes. The aim of this research is to find out how the social factors of age, gender, level of community education relate to knowledge of antibiotic use in the Jatisarono Kulon Progo Village community. This type of research is an analytical survey with a cross sectional approach. Researchers used purposive sampling by taking a total of 98 samples from Jatisarono Village. Bivariate analysis used chi square and Kendall Tau tests and the instrument used was a questionnaire in the form of Google Form. The results of the study showed that there was no relationship between age and knowledge in the use of antibiotics in the community with a P value of 0.317 (p0.05). There is a relationship between gender and knowledge of antibiotic use in the community with a P value of 0.042 (p0.05). There is a relationship between education level and knowledge in the use of antibiotics in the community with a P value of 0.000 (p0.05). There is no relationship between age and knowledge in the use of antibiotics in the community of Jatisarono Village, Kulon Progo. There is a relationship between gender and knowledge of antibiotic use in the Jatisarono Kulon Progo Village community. There is a relationship between the level of education and knowledge in the use of antibiotics in the Jatisarono Kulon Progo Village community. 
EVALUASI KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN REGULER TERHADAP PELAYANAN KEFARMASIAN DI APOTEK RAWAT JALAN RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Bintari Tri S; Nurul Huda; Noor Haryati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 5, No 2 (2020): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v5i2.1422

Abstract

AbstrakLatar Belakang: Standar pelayanan kefarmasian adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman bagi tenaga kefarmasian dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian. Sedangkan pelayanan kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Tujuan: Mengetahui tingkat kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian jenis studi deskriptif tentang evaluasi pelayanan. Pendekatan pada penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Peneliti dalam penelitian ini tidak melakukan intervensi atau perlakuan terhadap subjek penelitian tetapi hanya memberikan kuesioner (self administered). Dalam hal ini pengumpulan data pasien dari pasien diperoleh dari pasien rawat jalan reguler RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan februari 2021. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di RSUD. Dr. Moewardi total adalah 84,5 %. Kesimpulan: Pasien rawat jalan reguler di RSUD Dr. Moewardi merasa sangat puas terhadap pelayanan kefarmasian apotek rawat jalan reguler.
HUBUNGAN PERSEPSI PENYAKIT DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA ASMA DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) WILAYAH PATI eko retnowati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 3, No 1 (2018): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v3i1.688

Abstract

Latar belakang: Asma merupakan penyakit yang berpotensi serius memberikan beban besar pada penderita, keluarga dan masyarakat dikarenakan gejala pada pernapasan, pembatasan kegiatan, dan flare-up (serangan) yang kadang-kadang memerlukan perawatan kesehatan yang mendesak dan mungkin berakibat fatal. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi penyakit pasien asma dengan kualitas hidupnya di BKPM Pati. Subyek penelitian sejumlah 83 responden yang terdiagnosa menderita asma, laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18-55 tahun. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional yang bersifat observatif. Pengumpulan data melalui wawancara dan pengisian kuisioner yang dilakukan periode Mei – September 2015. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner data karakteristik dan AQLQ (Asthma Quality of Life Quesionnaire) dan B-IPQ (Brief-Illness Perception) kuisioner sederhana persepsi terhadap penyakit. Hasil penelitian: Hubungan yang bermakna(p 0,05) antara persepsi penyakit dengan kualitas hidup pasien asma. Persepsi negatif kecuali pada kontrol diri, kontrol pengobatan dan pemahaman terhadap penyakit asmanya. Kesimpulan : Persepsi penyakit penderita asma mempengaruhi kualitas hidup 
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP Candida albicans Salsabila Khairunnisa; Endang Setyowati; Muhammad Nurul Fadel; Arif Fahrudin
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 6, No 2 (2021): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v6i2.1745

Abstract

Background : Infectious diseases are one of the problems that often occur in Indonesia. One of the most common infections is an infection caused by the fungus  Candida albicans. The incidence of antifungal resistance has become a problem so that new innovations are needed. One of them is the development of medicinal plants that have been studied to have antifungal properties. One of them is the Ciplukan plant (Physalis angulata L.). Ciplukan leaves contain active compounds in the form of alkaloids, saponins, tannins, and flavonoids which are biologically active compounds as antimicrobials. Objective: To determine the antifungal activity of the ethanol extract of Ciplukan leaf (Physalis angulata L.) cream against the fungus Candida albicans. Methods: This study used disc diffusion with concentrations of 5%, 10%, and 15% placed on SDA media that had been overgrown with Candida albicans which would then be incubated and the diameter of the inhibition zone was measured. Results: At a concentration of 5% on day 1 and day 21, the diameter of the inhibition zone was 15 mm and 14 mm, 10% concentration got results on day 1 18 mm and day 21 was 15 mm, then 15% concentration on day 1 1st and 21st got a result of 20 mm, and the positive control got a result of 34 mm on day 1 and on day 21 got 33 mm. Conclusion: Based on the data above, it can be concluded that the cream of ethanol extract of Ciplukan leaves (Physalis angulata L.) can inhibit the fungus Candida albicans. Keywords: Ciplukan Leaf, Candida albicans, Antifungal Activity
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FLAVONOID TOTAL PADA EKSTRAK ETANOL BIJI DAN KULIT MELINJO (GNETUM GNEMON L.) DENGAN METODE DPPH Hasriyani Hasriyani; Akhyasin Akhyasin; Latifah Dikdayani
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 6, No 1 (2021): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v6i1.1197

Abstract

Latar Belakang: Salah satu tanaman yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan adalah tanaman melinjo (Gnetum gnemon L.). Pada tumbuhan melinjo (Gnetum gnemon L.) terdapat berbagai macam senyawa metabolit sekunder. Senyawa tersebut dapat berfungsi sebagai bahan obat tradisional. Senyawa metabolit sekunder tersebut diantaranya alkaloid, flavonoid, saponin, tanin.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid total pada biji dan kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dengan metode DPPH.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Analisis kuantitatif yaitu untuk mengetahui uji aktivitas antioksidan dan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol biji dan kulit melinjo (Gnetum gnemon L.) dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstra etanol untuk biji dan kulit melinjo memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Hasil uji kuantitatif antioksidan yang diperoleh nilai IC50 pada ekstrak etanol biji melinjo 0,043 µg/mL dan kulit melinjo 0,121 µg/mL. Untuk hasil dari uji kuantitatif kadar senyawa flavonoid pada biji melinjo sebesar 1,26 mgQE/gram sedangkan pada kulit melinjo diperoleh kadar sebesar 1,37 mgQE/gram.Kesimpulan: Ekstrak biji dan kulit melinjo menunjukkan adanya aktivitas antioksidan yang memiliki kategori sangat kuat. Ekstrak kulit melinjo memiliki kadar flavonoid total lebih tinggi dari pada ekstrak biji melinjo.Kata Kunci: Biji Melinjo, Kulit Melinjo, Ekstrak Etanol, Antioksidan, DPPH.
SANGKETAN (ACHYRANTHES ASPERA) AGEN SITOTOKSIK POTENSIAL DI MASA DEPAN Zaenal Jnal Fanani
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 2, No 1 (2017): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v2i1.419

Abstract

 AbstractCancer become major public health burden and primary care for cancer still consists surgery, chemotherapy, radiation therapy also immunotherapy. However, harmful side effects of cancer drugs and radiation still threat to cancer patients. Chemoprevency is latest approach that growing rapidly, using natural ingredients or synthetic agents to prevent, inhibit or reverse tumorigenesis and suppress development cancer cell.Phytochemical screening of Achyranthes aspera leaf has cytotoxicity on Artemia salina, indicates presence of essential oils, free terpenoid compounds, triterpenoid saponins, flavonoids and polyphenols. Flavonoid compounds can act anti-cancer is β sitosterol. This compound can increase proliferation of peripheral blood lymphocytes and increase cytotoxic effect of natural killer cells.Methanol extract of Achyranthes aspera, alkaloid, non-alkaloid and saponin fractions has shown significant inhibitory effect on early antigen activation Epstein-Barr virus. In vitro study of methanol extract, non-alkaloids fraction showed most significant inhibitory activity. In vivo study, all fractions methanol extract had cytotoxic activity, which shown inhibit carcinogenesis DMBA / TPA in mouse skin.Keywords: Cancer, Achyranthes aspera, β sitosterol, Cytotoxic  AbstrakKanker telah menjadi beban kesehatan utama bagi masyarakat dan perawatan utama untuk kanker masih terdiri atas operasi, kemoterapi, terapi radiasi dan imunoterapi. Namun, efek samping yang berbahaya dari obat kanker dan radiasi masih menjadi ancaman bagi penderita kanker. Kemoprevensi adalah pendekatan terbaru yang berkembang pesat dengan menggunakan bahan alami atau agen sintetis untuk mencegah,menghambat atau membalikkan tumorigenesis serta menekan perkembangan kanker.Skrining fitokimia yang dilakukan terhadap daun Achyranthes aspera yang mempunyai daya sitotoksik terhadap Artemia salina, menunjukkan adanya kandungan minyak atsiri, senyawa terpenoid bebas, saponin triterpenoid, flavonoid dan polifenol. Senyawa flavonoid yang dapat berperan sebagai anti kanker adalah β sitosterol. Senyawa ini dapat meningkatkan proliferasi limfosit darah perifer dan meningkatkan efek sitotoksik sel pembunuh alami.Ekstrak metanol Achyranthes aspera, pada fraksi alkaloid, non-alkaloid dan saponin telah menunjukkan efek penghambatan yang signifikan pada aktivasi antigen awal virus Epstein-Barr. Pada studi in vitro ekstrak metanol, fraksi non-alkaloid menunjukkan aktivitas penghambatan yang paling signifikan. Dalam studi in vivo, semua fraksi dari ekstrak metanol memiliki aktivitas sitotoksik, yang telah dibuktikan dapat menghambat karsinogenesis oleh DMBA/TPA pada kulit tikus.Kata Kunci: Kanker, Achyranthes aspera, β sitosterol, Sitotoksik