cover
Contact Name
Faiqul Azmi
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6281329350720
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No.I, Purwosari, Kec. Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi)
ISSN : 25485423     EISSN : 25485431     DOI : https://doi.org/10.26751/ijf.v8i2.2250
Core Subject : Health,
Focus and Scope pada IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) antara lain: 1. Biologi Farmasi/Farmasi Bahan Alam 2. Farmakologi 3. Farmasi Klinis 4. Teknologi Farmasi 5. Kimia Farmasi 6. Manajemen Farmasi 7. Farmasi Komunitas
Articles 84 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN CIPLUKAN (Physalis angulata L.) TERHADAP Candida albicans Muhamad Khudzaifi; Muhammad Nurul Fadel; Fahrudin Arif; Akhyasin Akhyasin; Eko Retnowati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 7, No 2 (2022): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v7i2.1762

Abstract

Latar belakang : Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan yang banyak terjadi di Indonesia. Salah satu infeksi yang banyak ditemukan adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida albicans. Kejadian resistensi antijamur telah menjadi permasalahan sehingga diperlukan adanya inovasi baru. Salah satunya dengan pengembangan tanaman obat yang telah diteliti memiliki khasiat sebagai antijamur. Salah satunya adalah tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.). Daun ciplukan memiliki kandungan senyawa aktif berupa alkaloid, saponin, tanin, dan flavonoid yang merupakan senyawa aktif biologis sebagai antimikroba. Tujuan : Mengetahui aktivitas antijamur krim ekstrak etanol daun Ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap jamur Candida albicans. Metode : Penelitian ini menggunakan difusi cakram dengan konsentrasi yang digunakan yaitu 5%, 10%, dan 15% diletakkan pada media SDA yang telah ditumbuhi oleh jamur Candida albicans yang kemudian akan diinkubasi serta diukur diameter zona hambatnya. Hasil : Pada konsentrasi 5% pada hari ke 1 dan ke 21 didapatkan diameter zona hambat sebesar 15 mm dan 14 mm, konsentrasi 10% mendapatkan hasil pada hari ke 1 18 mm dan hari ke 21 sebesar 15 mm, kemudian konsentrasi 15% pada hari ke 1 dan ke 21 mendapat hasil 20 mm, dan pada kontrol positif didapati hasil 34 mm pada hari ke 1 dan pada hari ke 21 mendapat 33 mm. Kesimpulan : Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak etanol daun Ciplukan (Physalis angulata L.) dapat menghambat jamur Candida albicans.
ANALISA LAMANYA WAKTU PELAYANAN RESEP RACIKAN DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT ISLAM KENDAL Endang Setyowati; Ria Etikasari; aji tetuko
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 2, No 1 (2017): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v2i1.416

Abstract

AbstractHealth is basic necessity for society. This makes providers health services such as Kendal Islamic Hospital to improve quality service better. One aspect needs be improved is service aspect in pharmacy. Key factors need to be considered in patient service include: fast, precise and friendly service with guaranteed drug availability. Measurement of time something that must be done every period because it concerns excellent service and minimum service standards must be met. Analysis length of prescription time service in outpatient pharmacy installation at Kendal Islamic Hospital, adjusted minimum service standard by Kepmenkes RI No: 129 / Menkes / SK / II / 2008 on Minimum Hospital Service Standards.Research takes object of prescription concoction in outpatient pharmacy installation of Kendal Islamic Hospital. Variable is length of prescription time service required by pharmacist. Analyze data by taking 100 sheets prescription concoction, recording time from receiving prescription until it received by patient. Then average waiting time calculated, and averages calculated in percent.Results this study indicate average waiting time prescription concoction service is 23.22 minutes. Minimum waiting time at 7 minutes, maximum waiting time at 58 minutes. This study based on 100 pieces prescription concoction taken from Monday to Friday at rush hour between 14:00 to 20:00 WIB period January 2015.Keywords: Waiting time, prescription concoction, pharmacy installation AbstrakKesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Hal ini menjadikan penyedia jasa pelayanan kesehatan seperti Rumah Sakit Islam Kendal untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik. Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah aspek pelayanan di bidang farmasi. Faktor kunci yang perlu diperhatikan dalam pelayanan pada pasien meliputi : pelayanan yang cepat, tepat dan ramah disertai jaminan tersedianya obat. Pengukuran waktu merupakan hal yang harus dilakukan setiap periode karena menyangkut pelayanan prima dan standar pelayanan minimal yang harus terpenuhi. Analisa lamanya waktu pelayanan resep di instalasi farmasi rawat jalan di Rumah Sakit Islam Kendal, disesuaikan dengan standar pelayanan minimal yang ditetapkan oleh Kepmenkes RI No : 129/ Menkes/ SK/ II/ 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, khususnya waktu tunggu resep racikan.Penelitian ini mengambil obyek resep racikan di instalasi farmasi rawat jalan Rumah Sakit Islam Kendal. Variabel dari penelitian ini adalah lamanya waktu pelayanan resep racikan yang diperlukan seorang petugas farmasi. Analisa data dengan cara mengambil 100 lembar resep racikan dengan mencatat waktu dari menerima resep sampai dengan diterima oleh pasien. Kemudian dihitung lamanya waktu tunggu rata-rata, dari rata-rata tersebut dihitung  dalam presentasi.Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu resep racikan 23,22 menit. Waktu tunggu minimal 7 menit, waktu tunggu maksimal 58 menit. Penelitian ini berdasarkan 100 lembar resep racikan yang diambil dari Senin sampai Jum’at pada jam sibuk antara 14.00 – 20.00 WIB periode Januari 2015.Kata Kunci: Waktu tunggu, resep racikan, instalasi farmasi
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PARIJOTO (MEDINILLA SPECIOSA BLUME) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA SEDIAAN SPRAY ANTISEPTIK Setyowati, Endang; Fadel, Muhammad Nurul; Husna, Ulviani Yulia; Febrianisa, Sabila
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL FARMASI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i2.2266

Abstract

Parijoto memiliki potensi sebagai antibakteri, daun parijoto berpotensi untuk di kembangkan menjadi sediaan antiseptik. Antiseptik tangan merupakan salah satu produk higienis sebagai antibakteri dan praktis penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat daya hambat setiap konsentrasi semprotan antiseptik ekstrak etanol daun parioto (Medinilla speciosa Blume) terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Ekstrak daun pariote diambil dengan metode perendaman menggunakan pelarut etanol 70%. Konsentrasi ekstrak daun parioto yang dipake di semprotan antiseptik yaitu1%, 3% dan 5%. Enam formula yang digunakan pada penelitian ini yaitu Formula 1 (ekstrak murni 1%), Formula 2 kontrol negatif (base spray dengan Pariote 1%), Formula 3 (base spray dengan Pariote 1%), Formula 4 (base spray dengan Pariote 3%), Formula 5 (basic spray dengan Parioto 5%) dan formula 6 dengan kontrol positif (antiseptik antiseptik). Uji antibakteri pada perkembangan Staphylococcus aureus dengan metode difusi lempeng (Kirby-Bauer).Ekstrak daun parijoto positif mengandung senyawa fitokimia yang meliputi flavonoid, tanin, dan saponin. Spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto memenuhi persyaratan pada uji karakteristik fisik yang meliputi uji Organoleptis, uji pH, uji homogenitas dan uji hedonik. Hasil uji daya hambat spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada formula 1 memiliki zona hambat 7,5 mm, formula 2 tidak terdapat zona hambat, formula 3 zona hambatnya 7,9 mm, formula 4 zona hambatnya 9 mm, formula 5 zona hambatnya 9,2 mm dan formula 6 zona hambatnya 9,8 mm.Sediaan spray antiseptik ekstrak etanol daun parijoto (Medinilla speciosa Blume) terbukti mampu menghambat perkembangan bakteri Staphylococcus aureus kategori sedang yaitu berkisar 6-10 mm.
EVALUASI PELAYANAN INFORMASI OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS DI PUSKESMAS SAYUNG PERIODE TAHUN 2020 Wahid Sabaan; Julia Megawati Djamal; Vivin Rosvita
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 7, No 1 (2022): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v7i1.1424

Abstract

AbstrakLatar belakang: Pelayanan informasi obat (PIO) merupakan salah satu bagian dari pelayanan kefarmasian. PIO memegang peranan penting dalam keberhasilan terapi, karena informasi yang tepat dan benar dalam penggunaan obat sangat penting dalam menunjang keberhasilan terapi pada pasien Tuberkulosis (TBC) dikarenakan terapi ini membutuhkan waktu yang lama. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh Pelayanan Informasi Obat terhadap pasien TBC di Puskesmas Sayung I Demak. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah analitik dengan pendekatan        cross sectional  dengan pengambilan sampel purpose sampling, analitis statistik dilakukan untuk mengetahui pengaruh pelayanan PIO kepada pasien  Tuberkulosis, dilakukan dengan SPSS kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil Penelitian; Berdasarkan hasil penelitian, responden mengatakan belum informasi tentang efek samping yang mungkin timbul setelah minum  obat TBC, dan sebanyak 9 pasien (52,9%) mengatakan  belum menerima informasi tentang interaksi obat TBC.         Faktor pertama adalah usia responden dimana terdapat usia 50 tahun sebanyak 3 orang. Faktor yang kedua adalah rendahnya tingkat pendidikan dimana   didapatkan 1 orang (5,9%) tidak tamat SD/Sederajat dan 6 orang (35,3%). Faktor yang ketiga adalah pekerjaan, dimana didapatkan 2 orang lansia tidak bekerja. Kesimpulan: Evaluasi pelayanan informasi obat pada pasien tuberkulosis diberikan oleh petugas mencapai yang ditargetkan yakni 100%.        Namun ada kesenjangan di pelayanan PIO tentang efek samping obat, interaksi    obat dan masih terjadi kesenjangan negatif sebesar 9 pasien (52,9%).
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES EKSTRAK DAUN SIRSAK (Annona muricata L.) PADA MENCIT YANG DIINDUKSI ALOKSAN Muhammad Nurul Fadel; Emma Jayanti Besan
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 5, No 2 (2020): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v5i2.1170

Abstract

Diabetes mellitus masih menjadi salah satu penyakit dengan peringkat yang tinggi di Dunia. Penatalaksanaan diabetes yang masih cukup mahal dengan beberapa efek samping obat hipoglikemik oral, membuat tanaman herbal mulai menarik perhatian. Salah satu tanaman yang telah digunakan secara empiris sebagai antidiabetes adalah sirsak (Annona muricata L.) terutama bagian daun sirsak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dan dosis efektif ekstrak etanol daun sirsak terhadap penurunan kadar glukosa darah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode induksi aloksan. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor. Kelompok I kontrol negatif CMC 0,5%, kelompok II kontrol positif glibenklamid, kelompok III ekstrak etanol daun sirsak 2,8 mg/20 g BB mencit, kelompok IV ekstrak etanol daun sirsak 4,2 mg/20 g BB mencit, kelompok V ekstrak etanol daun sirsak 5,6 mg/20 g BB mencit. Pemberian larutan uji dilakukan selama 14 hari setelah induksi aloksan dan pengukuran dilakukan pada hari ke-7 dan ke-14, Data yang diperoleh dianalisis dengan Kolmogorov-Smirnov dilanjutkan dengan anova satu arah dan uji post hoc. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirsak mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang diduga memiliki aktivitas antidiabetes. Pada dosis 4,2 mg/20 g BB mencit merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah karena memiliki efek penurunan yang sebanding dengan glibenklamid.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA LAMA MENDERITA DIABETES MELITUS DAN STATUS PEMBIAYAAN DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN RAWAT JALAN DI PUSKESMAS KOTA NGAWI Rosyidah, Kharisma Aprilita; Kurniawan, Galih; Dahbul, Nura Ali; Muslim, Ahmad Suriyadi; Fitriani, Ervina Rizki
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 8, No 1 (2023): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v8i1.2038

Abstract

Berdasarkan data tahun 2020, prevalensi diabetes mellitus (DM) di Indonesia adalah sebesar 8,2% sedangkan prevalensi rata-rata di negara dengan pendapatan menengah ke bawah adalah 7,5%, sehingga prevalensi DM di Indonesia sedikit di atas rata-rata. Berdasarkan data dari WHO pada tahun 2005, tercatat bahwa 70% angka kematian dunia disebabkan oleh penyakit tidak menular dimana 2% diantaranya penyebabnya adalah DM. Salah satu yang memiliki dampak signifikan terhadap outcome terapi adalah kepatuhan pasien. Pada penelitian sebelumnya diketahui bahwa outcome terapi, yaitu pencegahan komplikasi pada penderita DM, dapat tercapai secara maksimal salah satunya dengan adanya peningkatan kepatuhan. Lama menderita DM juga memiliki hubungan terhadap self care management DM tipe 2. Selain itu kepatuhan terapi pasien rawat jalan juga merupakan tujuan utama untuk menghindari efek samping sehingga beberapa studi difokuskan pada prediktor seperti demografis pasien diantaranya adalah usia pasien dan status asuransi. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama menderita DM dan status asuransi terhadap kepatuhan minum obat pada pasien. Metode penelitian observasional kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di 5 puskesmas yang ada di kota Ngawi pada bulan Mei-Oktober 2022. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 502 pasien. Analisis data dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan odd ratio (OR). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang terdiri dari 2 bagian yaitu biodata responden dan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherance Scale-8) untuk mengukur kepatuhan pasien minum obat. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara lama menderita DM dan status pembiayaan terhadap kepatuhan pasien minum obat DM dengan nilai p-value berturut-turut 0,006 dan 0,000 (p-value 0,05). Hasil uji OR juga menunjukkan lama menderita DM lebih berpengaruh terhadap kepatuhan dengan estimasi 4x lipat dibandingkan dengan status pembiayaan yang memiliki estimasi 0,022x lipat. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa status pembiayaan dan lama menderita DM memiliki hubungan terhadap kepatuhan pasien dalam meminum obat DM, namun lama menderita DM lebih berpengaruh terhadap kepatuhan pasien minum obat DM dibandingkan status pembiayaan.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SURUHAN (PEPERONIA PELLUCIDA (L.) KUNTH) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES DENGAN METODE DIFUSI CAKRAM Riana Putri Rahmawati; Laksmi Anggun; Arina Zulfah Primandana; Ulfah Dwiyanti
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 6, No 1 (2021): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v6i1.1196

Abstract

Pemanfaatan antibakteri dari bahan alam telah dilakukan penelitian untuk menguji aktivitas antibakteri dari daun suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth. Senyawa Flavonoid, alkaloid, tannin dan saponin yang terkandung dalam daun suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth dapat berfungsi sebagai antibakteri alami yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Bakteri Propionibacterium acnes merupakan bakteri penyebab jerawat. Penggunaan antibiotik sebagai terapi jerawat dapat menimbulkan efek resistensi yang merugikan sehingga digunakan alternatif lain untuk terapi jerawat yaitu menggunakan bahan alam.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan metode difusi cakram dengan 7 perlakuan yaitu konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, kontrol positif clindamycin dan kontrol negatif aquadest. Metode pembuatan ekstrak daun suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth dengan cara maserasi selama 5x24 jam dengan pelarut etanol 96%. Filtrat yang didapat kemudian diuapkan sampai menguap dengan waterbath sampai didapatkan ekstrak kental dan dilanjutkan untuk pengujian antibakteri.Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth ) dengan konsentrasi 10% paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Uji SPSS one way anova menunjukkan p0,05 yang artinya terdapat perbedaan daya hambat pada berbagai konsentrasi ekstrak terhadap pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes penyebab jerawat. 
SKRINING AKTIVITAS ANTIBAKTERI TANAMAN FAMILI MYRTACEAE TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA Endang Setyowati; Eko Retnowati; Vivin Rosita; Leily Hardianti Rosiana
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v4i1.798

Abstract

Pseudomonas aeruginosa menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Kejadian infeksi P.  aeruginosa pada pasien dengan PPOK berkisar dari 4% hingga 15%. P. aeruginosa resisten terhadap antibiotik seftriakson, sefiksim, eritromisin, sulfametroksazol, dan ampisilin, namun masih sensitif terhadap antibiotik kloramfenikol dan siprofloksazin. Tujuan penelitian ini mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol 70% daun tanaman famili Myrtaceae yaitu Kayu Putih dan Salam terhadap P. aeruginosa, serta mengetahui golongan senyawa aktif dalam ekstrak daun tanaman yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa. Daun tanaman diekstraksi menggunakan penyari etanol 70% dengan metode maserasi, selanjutnya diuji aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa menggunakan metode difusi disk. Tahap selanjutnya identifikasi kromatografi lapis tipis (KLT) untuk mengetahui golongan senyawa yang terkandung pada ekstrak daun tanaman, sedangkan golongan senyawa yang mempunyai aktivitas antibakteri dideteksi menggunakan uji bioautografi. Hasil uji t probabilitas 0,004 0,05 menunjukkan bahwa ekstrak daun tanaman memiliki perbedaan yang tidak signifikan dengan kontrol positif. Sehingga dapat disimpulkan bahwa daun salam dan daun kayu putih memiliki aktivitas antibakteri. Daun kayu putih (Melaleuca leucadendra) memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan diameter zona hambat sebesar 23,17 ± 1,53 mm dan kontrol positif 26.67 ± 3.06 mm. Golongan senyawa yang diduga mempunyai aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa yaitu polifenol dan tanin.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DENGAN PERIODE RAWAT INAP PASIEN COVID-19 YANG MENDAPAT TERAPI FAVIPIRAVIR Endang Setyowati; Rika Muharyanti; Ari Simbara; Nura Ali Dahbul
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 7, No 2 (2022): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v7i2.1753

Abstract

Background: Covid-19 is a disease caused by the SARS-CoV-2 (Server acute respiratory syndrome coronavirus 2) virus. The transmission of Covid-19 was so fast the on January 30, 2020 WHO declared Coronavirus as KKMD. The high number of cases of Covid-19 has resulted in a lack of capacity for health facilities, thus making inpatient medical services less than optimal and adequate.    Objective: To determine the relationship between characteristics with the period of hospitalization of Covid-19 patients receiving favipiravir therapy at the Mitra Bangsa Hospital, Pati.Methods: this type of analytic observational study with a retrospective approach, was conducted in May-June 2021 at Mitra Bangsa Hospital, Pati. Purposive sampling, and data collection using Covid-19 patient medical record. The number of sampels obtained was 59 respondents, and data analysis was carried out statistically using bivariat analysis with Chi Square test.Results: the most gender was male 32 patients (54.2%), the most age 46-59 as many 29 patients (49.2%), then Covid-19 patients had the most comorbidities as many as 39 patients (67.8%) with the most common disiase was diabetes melitus with 19 patiens (32.2%). The result of the Chi Square test showed that there was a relationship between gender with lengts of stay p-value: 0.640, relationship between age with length of stay p-value: 0.806, and comorbid relationship with length of stay p-value: 0.301.Conclusion: There is relationship between characteristics with the period of hospitalization of Covid-19 patients receiving favipiravir therapy at the Mitra Bangsa hospital Pati.Keywords: Covid-19, Favipiravir, Hospitalization
UJI TOKSISITAS AKUT AIR REBUSAN UMBI GADUNG (DIOSCOREA HISPIDA DENNST) DAN GAMBARAN MIKROSKOPIS ORGAN HEPAR PADA MENCIT GALUR SWISS Aji Tetuko; Ria Etikasari; Tunik Saptawati
IJF (Indonesia Jurnal Farmasi) Vol 1, No 1 (2016): Indonesia Jurnal Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijf.v1i1.103

Abstract

Umbi gadung merupakan tanaman yang digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit seperti kusta, sifilis, keputihan, nyeri haid, anti inflamasi, reumatik dan diabetes mellitus.  Selain itu umbi gadung biasa dikonsumsi masyarakat sebagai makanan ringan (keripik). Kasus keracunan umbi gadung juga sering dijumpai dalam masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui toksisitas akut dengan melihat LD50 dan gejala toksik dari air rebusan umbi gadung  (Dioscorea hispida Dennst) serta gambaran mikroskopis organ hepar pada mencit galur swiss.Pada penelitian ini menggunakan 42 ekor mencit galur swiss, umur 2-3 bulan dan berat antara 20-40 gram. Hewan uji dikelompokan menjadi 7 yaitu kelompok kontrol diberikan aquadestilata. Perlakuan I, II, III, IV, V dan VI dipejani air rebusan umbi gadung dosis 5,46 g/Kg BB; 10,92 g/Kg BB; 21,84 g/Kg BB; 43,68 g/Kg BB; 87,36 g/Kg BB, dan 174,72 g/Kg BB. Pengamatan dilakukan 3 jam secara intensif, dilanjutkan selama 24 jam, jika tidak ada hewan uji yang mati pengamatan diteruskan hingga 14 hari. Hasil penelitian didapatkan potensi ketoksikan air rebusan umbi gadung adalah  praktis tidak toksik dan nilai LD50 menurut FI edisi IV adalah 49,1439 g/KgBB. Gejala efek toksisitas akut pada mencit ditandai dengan penurunan aktifitas dan diam pada dosis 87,36 g/KgBB dan 174,72 g/KgBB. Keadaan gemetar mulai timbul dari dosis 43,68 g/KgBB; 87,36 g/KgBB dan 174,72 g/KgBB. Hasil pengamatan mikroskopis pada hewan uji yang mati menunjukkan dosis air rebusan umbi gadung yang diberikan berbanding lurus dengan degenerasi sel hepar, namun pada hasil pengamatan setelah 14 hari pemberian air rebusan umbi gadung sudah tidak ada kesesuian antara peningkatan dosis dengan degenerasi sel hepar.