cover
Contact Name
Yenni Fitra Surya
Contact Email
tataup84@gmail.com
Phone
+6282169039303
Journal Mail Official
tataup84@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No. 23 bangkinang, Kampar, Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge
ISSN : -     EISSN : 30318629     DOI : 10.31004/Ijisk
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Januari, April, Juli, dan Oktober.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 340 Documents
Pendidikan Seksual Berbasis Kearifan Lokal Dalam Mengoptimalkan Perilaku Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Siswa Sekolah Dasar Maisura Maisura; Zulkarnaini Zulkarnaini
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.443

Abstract

Kekerasan seksual terhadap anak merupakan salah satu kasus kekerasan dengan angka kejadian tertinggi di Indonesia. Kekerasan ini dapat terjadi di mana saja dan dilakukan oleh siapa saja, bahkan sering kali tanpa disadari. Oleh karena itu, permasalahan tersebut perlu dicegah dan ditangani secara optimal karena dapat memberikan dampak negatif terhadap siswa. Pendidikan seksual merupakan salah satu langkah pecegahan minimnya pengetahuan seksual bagi siswa, yang dapat dilakukan dengan mengintegrasikan kearifan lokal, sebagai salah satu identitas dari agar terhindar dari perbuatan yang menyimpang yang tercermin dalam akhlak sikap kehidupan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap perilaku pencegahan pelecehan seksual. Metode Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru, dan siswa. Secara keseluruhan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar memiliki pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan pelecehan seksual berbasis kearifan lokal melalui nilai-nilai budaya yang berlaku.
Kritik Sosial Dalam Hadih Maja: Analisis Nilai Dan Fungsi Edukatif Sastra Lisan Aceh Mutia Agustisa; Intan Zuhra; Novianti Novianti; Annisa Humaira
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.444

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kritik sosial serta mengidentifikasi nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam Hadih Maja sebagai Sastra Lisan masyarakat Aceh. Hadih Maja merupakan ungkapan tradisional Aceh yang diwariskan secara turun-temurun dan digunakan sebagai media penyampaian nasihat, sindiran, serta pandangan hidup masyarakat. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk kritik sosial yang terdapat dalam Hadih Maja dan nilai-nilai edukatif apa saja yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan Sosiologi Sastra dan Folklor. Data penelitian diperoleh melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber tertulis mengenai Hadih Maja serta dokumentasi ungkapan-ungkapan yang berkembang dalam masyarakat Aceh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hadih Maja mengandung kritik sosial terhadap perilaku masyarakat, kepemimpinan, pelanggaran adat, dan kemerosotan moral. Selain itu, ditemukan nilai edukatif berupa nilai moral, sosial, religius, dan budaya yang berfungsi sebagai media pendidikan karakter masyarakat Aceh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hadih Maja memiliki fungsi penting sebagai sarana kontrol sosial, pendidikan, dan pelestarian budaya Aceh.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Pt. Pahala Tirta Kencana Sejahtera Arifah Aulya; Pawit Winarto; Wiwin Surtinah
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Pahala Tirta Kencana Sejahtera. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 responden. Metode pengumpulan data menggunakan angket dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah nonprobability sampling dengan metode sampel jenuh (total sampling) , dan pengujian analisis menggunakan SPSS versi 26. Berdasarkan hasil penelitan gaya kepemimpinan transformasional (X₁) secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), dengan nilai thitung variabel gaya kepemimpinan transformasional sebesar 7,407 > ttabel 2,002 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Disiplin kerja (X2) secara parsial memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), dengan nilai thitung variabel disiplin kerja sebesar 7,127 > ttabel 2,002 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Gaya kepemimpinan transfornasional (X1) dan disiplin kerja (X2) secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y), nilai Fhitung sebesar 184,670 > Ftabel sebesar 3,16 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05.
Analysis of Factors Associated with Stunting Among Children Under Five in the Moanemani Community Health Center Area, Dogiyai Regency, Central Papua Province Agustina Patandianan; Sunardi Sunardi
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.449

Abstract

Stunting is a multifactorial growth disorder associated with maternal knowledge, child feeding practices, sanitation and clean water, and infectious diseases. This study analyzed factors associated with stunting among children under five in the service area of Moanemani Community Health Center, Dogiyai Regency, Central Papua Province. A quantitative analytic study with a cross-sectional design was conducted in April–May 2026. The population comprised 160 mothers and children aged 1–5 years, with 115 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using questionnaires and anthropometric observation, then analyzed using Pearson Chi-Square and binary logistic regression. Stunting occurred in 29 children (25.2%), while 86 (74.8%) were not stunted. Maternal knowledge was significantly associated with stunting (χ²=28.791; p<0.001), as were feeding practices (χ²=43.806; p<0.001), sanitation and clean water (χ²=54.129; p<0.001), and infectious disease risk (χ²=39.840; p<0.001). The multivariable model was significant (p<0.001) and had a Nagelkerke R² of 0.773. Infectious disease was the most dominant factor, with OR=6.190 (p=0.031). Strengthening stunting prevention should integrate nutrition education, appropriate child feeding, WASH improvement, early management of infection, and routine growth monitoring.
Peran Asam Lemak Omega-3 (EPA versus DHA) dalam Tata Laksana Gangguan Mood: Sebuah Tinjauan Naratif Jasmine Syabania Noviantri; Alexander Halim Santoso
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.450

Abstract

Latar belakang: Gangguan mood, terutama gangguan depresi mayor (major depressive disorder/MDD) dan gangguan bipolar, merupakan penyumbang utama beban disabilitas global, sementara farmakoterapi konvensional masih dibatasi oleh respons parsial, awitan lambat, dan efek samping. Asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang omega-3 (n-3 PUFA), khususnya asam eikosapentaenoat (EPA) dan asam dokosaheksaenoat (DHA), telah lama diteliti sebagai terapi tambahan, namun peran diferensial keduanya masih diperdebatkan. Tujuan: Merangkum dan menyintesis bukti mekanistik dan klinis terkini mengenai peran EPA versus DHA pada gangguan mood serta implikasinya terhadap praktik. Metode: Tinjauan naratif terhadap meta-analisis, uji acak terkontrol (randomized controlled trial/RCT), dan pedoman praktik yang ditelusuri dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Pembahasan: Bukti secara konsisten menunjukkan bahwa formulasi dengan proporsi EPA tinggi (≥60% dari total EPA+DHA) pada dosis ≤1–2 g/hari memberikan efek antidepresan, sedangkan formulasi dominan-DHA tidak. Mekanisme yang diusulkan mencakup resolusi inflamasi melalui mediator lipid pro-resolving, jalur sitokrom P-450 dan endokanabinoid yang khas EPA, serta modulasi membran, neurotransmisi, dan neuroplastisitas yang lebih terkait DHA. Pada gangguan bipolar, n-3 memperbaiki gejala depresi tetapi tidak gejala mania. Pedoman International Society for Nutritional Psychiatry Research (ISNPR) merekomendasikan 1–2 g EPA netto/hari sebagai terapi adjuvan. Kesimpulan: EPA tampaknya merupakan komponen utama yang bertanggung jawab atas efek antidepresan omega-3, dengan DHA berperan lebih struktural; penggunaannya bersifat tambahan, bukan pengganti terapi standar.
Perancangan Closet Dua Lubang Untuk Anak Dan Dewasasebagai Inovasi Sanitasi Ramah Semua Usia Kastono Kastono; Hasrydha Hasrydha; The End; Gunawan Tari
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.451

Abstract

Fasilitas sanitasi perlu dirancang agar aman, mudah digunakan, mudah dibersihkan, serta sesuai dengan keragaman usia pengguna. Salah satu persoalan pada closet jongkok konvensional adalah penggunaan satu ukuran bukaan yang tidak selalu sesuai untuk anak dan dewasa. Penelitian ini bertujuan menghasilkan rancangan konseptual closet dua lubang yang mengintegrasikan fungsi sanitasi anak dan dewasa dalam satu unit, sekaligus mempertahankan prinsip keselamatan, kebersihan, efisiensi ruang, dan kemudahan pemeliharaan. Metode yang digunakan adalah penelitian perancangan berbasis research and development yang meliputi identifikasi kebutuhan, perumusan kriteria desain, pengembangan alternatif, pemodelan tiga dimensi, analisis fungsi, dan evaluasi konseptual terhadap aspek ergonomi serta sistem pembilasan. Rancangan menghasilkan satu unit closet dengan dimensi awal 600 × 500 × 250 mm, dua bukaan dengan diameter konseptual sekitar 125 mm untuk dewasa dan 70 mm untuk anak, permukaan pijakan anti-slip, serta sistem pembilasan dual flush 3 L/6 L. Sistem aliran pada gambar rancangan dilengkapi jalur pembilas dan water seal/S-trap untuk membantu mengendalikan bau dan membatasi masuknya serangga atau gas dari saluran pembuangan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa konfigurasi dua bukaan dalam satu unit berpotensi meningkatkan fleksibilitas penggunaan keluarga, menghemat ruang dibanding dua unit terpisah, dan memberi peluang pengembangan produk sanitasi yang lebih inklusif. Namun, dimensi yang disajikan masih merupakan spesifikasi desain awal dan perlu divalidasi melalui prototipe, uji ergonomi anak-dewasa, uji hidraulik, uji kebocoran, uji stabilitas, serta uji kebersihan sebelum produksi massal.
PROFIL KONDISI FISIK ATLET TENIS MEJA PERSATUAN TENIS MEJA RAJAWALI PRIVAT M. Rivaldo Yama Putra; Yogi Arnaldo Putra; Umar; Jeki Haryanto
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.456

Abstract

This study aims to determine the physical condition profile of table tennis athletes at PTM Rajawali in Padang City based on agility, arm muscle strength, hand flexibility, eye-hand coordination, and reaction time. The study used a quantitative descriptive method. The study population and sample consisted of 8 athletes from PTM Rajawali in Padang. Data were collected through tests and measurements, including a 4 × 10-meter shuttle run to measure agility, push-ups to measure upper arm muscle strength, a goniometer to measure hand flexibility, a hand-eye coordination test to measure hand-eye coordination, and a ruler drop test to measure reaction time. The data were analyzed using descriptive statistics, including mean values, frequency distributions, and percentages based on the norms for each component. The results showed that the average agility score of 16.25 seconds fell into the “very good” category; arm muscle strength of 35.50 repetitions fell into the “poor” category; hand flexibility of 73.75° fell into the “poor” category; hand-eye coordination of 15.63 points fell into the “poor” category; and reaction time of 12.63 cm fell into the “good” category. Overall, the physical fitness profile of the Rajawali PTM athletes is not yet consistent across all measured components. Agility and reaction time show relatively good results, while arm muscle strength, hand flexibility, and eye-hand coordination still require attention in the training program.
PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAM KONTEN DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN: ANALISIS STRATEGI KOMUNIKASI DAN LITERASI DIGITAL MAHASISWA Wulan Rachmawati; Nofiana S; Indah Suci Br Tambunan
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.457

Abstract

Transformasi pembelajaran di perguruan tinggi telah menjadikan konten digital sebagai ruang penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan pengetahuan, membangun identitas akademik, dan menjalin hubungan dengan audiens, sehingga penggunaan Bahasa Indonesia perlu dipahami sebagai praktik komunikatif, sosial, dan etis. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman mahasiswa dalam menggunakan Bahasa Indonesia ketika memproduksi konten digital sebagai media pembelajaran, khususnya berkaitan dengan strategi komunikasi, literasi digital, dan tanggung jawab akademik(Bittle & El-Gayar, 2025; Chan, 2025; Jiang & Hafner, 2024; Kardika et al., 2023; Trisanti et al., 2024). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif menggunakan fenomenologi interpretatif Smith et al. (2022), dengan analisis tematik Braun dan Clarke (2021).”dengan desain fenomenologi interpretatif yang melibatkan 12 mahasiswa aktif, dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman menggunakan dan menghasilkan konten pembelajaran digital. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi praktik digital, dan analisis artefak digital, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengungkap empat tema utama, yaitu negosiasi antara ketepatan bahasa akademik dan kebutuhan membangun kedekatan dengan audiens; ketegangan antara kredibilitas informasi dan tuntutan keterlihatan platform; pembentukan pengetahuan melalui perpaduan unsur verbal, visual, audio, dan interaktif; serta perubahan peran mahasiswa dari penerima informasi menjadi produsen pengetahuan yang berhadapan dengan validasi sumber, kecerdasan buatan, dan integritas akademik. Temuan menunjukkan bahwa literasi digital tidak terbatas pada kemampuan mengoperasikan teknologi, tetapi mencakup kecakapan kritis, reflektif, komunikatif, dan etis. Secara teoretis, penelitian ini memperkuat hubungan antara konstruktivisme sosial, literasi digital, dan komunikasi multimodal. Secara praktis, penelitian merekomendasikan integrasi produksi konten, evaluasi sumber, etika kecerdasan buatan, dan tanggung jawab akademik dalam kurikulum Bahasa Indonesia, sekaligus membuka ruang kajian mengenai identitas serta otoritas pengetahuan mahasiswa pada beragam platform digital.
Gerakan Cegah Hipoglikemia Pada Keluarga Penderita DM Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung Makassar Maria Kurnyata Rante Kada; Hasniati Hasniati; Makkasau Makkasau; Muhammad Zukri Malik; I Kade Wijaya; Musmulyadi Musmulyadi
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.465

Abstract

Latar belakang: Hipoglikemia merupakan komplikasi akut diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2) yang berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran, kejang, hingga kematian apabila tidak dikenali dan ditangani secara tepat. Keluarga memiliki peran penting dalam mengenali tanda dan gejala serta memberikan pertolongan awal sebelum pasien memperoleh penanganan medis. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga pasien DM tipe 2 dalam mengenali dan melakukan penanganan awal hipoglikemia. Metode: Kegiatan melibatkan 45 keluarga pasien DM tipe 2 dan dilaksanakan dalam dua pertemuan. Pertemuan pertama meliputi pre-test, edukasi melalui ceramah dan diskusi interaktif, serta pemberian leaflet. Pertemuan kedua meliputi review materi, demonstrasi dan simulasi penanganan hipoglikemia, post-test, serta evaluasi keterampilan. Hasil: Proporsi peserta dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 11,1% sebelum edukasi menjadi 84,4% setelah edukasi, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 55,6% menjadi 0%. Hasil evaluasi keterampilan menunjukkan bahwa 95,6% peserta mampu mempraktikkan penanganan awal hipoglikemia sesuai langkah yang diajarkan, sedangkan 4,4% masih memerlukan pendampingan. Kesimpulan: Edukasi yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan simulasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan keluarga dalam penanganan awal hipoglikemia. Pendekatan ini dapat digunakan sebagai strategi edukasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan keluarga dalam memberikan pertolongan awal dan mendukung keselamatan pasien DM tipe 2 di lingkungan rumah.
Pengaruh Social Media Addiction Dan Self Control Terhadap Phone Snubbing Pada Karyawan Maleo Town Square Mamuju Ela Ela; Suwanti Suwanti; Agus Halim; Muhammad Arsyad; Muhammad Rivai
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 3 No. 3 (2026): IJISK 2026
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v3i3.467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Social Media Addiction dan Self Control terhadap Phone Snubbing pada karyawan Maleo Town Square Mamuju, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 127 karyawan, sedangkan sampel yang dianalisis sebanyak 96 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin. Analisis data meliputi uji validitas dan reliabilitas, analisis regresi linear berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), serta koefisien determinasi dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Social Media Addiction berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Phone Snubbing (t hitung 2,426 > t tabel 1,9858; sig. 0,017 < 0,05) dan Self Control juga berpengaruh signifikan terhadap Phone Snubbing (t hitung 4,843 > t tabel 1,9858; sig. 0,000 < 0,05) dengan koefisien regresi positif sebesar 0,492. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap Phone Snubbing (F hitung 22,679 > F tabel 3,09; sig. 0,000 < 0,05) dengan Adjusted R Square sebesar 0,313, yang berarti Social Media Addiction dan Self Control mampu menjelaskan 31,3% variasi Phone Snubbing, sedangkan 68,7% sisanya dijelaskan faktor lain di luar model penelitian. Arah positif pada koefisien Self Control perlu dicermati melalui pemeriksaan kembali redaksi item dan proses reverse scoring.