cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 220 Documents
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN DESTINASI PARIWISATA AIR TERJUN BATARIUS DI DESA MAMIGANG KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN Dika, Dika; Jumaidi, Jumaidi; Dharma, Agus Surya
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.918

Abstract

Permasalahan terkait implementasi pengembangan destinasi pariwisata air terjun batarius meliputi kurang terawatnya fasilitas yang sudah dibangun, akses menuju tempat wisata yang hanya bisa dilakukan oleh pejalan kaki dan juga fasilitas yang belum memadai di objek wisata, kurangnya partisipasi masyarakat untuk mendukung pengembangan pariwisata dan minimnya kegiatan pemberdayaan masyarakat. Tujuan penelitian untuk mengetahui implementasi pengembangan destinasi pariwisata air terjun batarius dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi implementasi pengembangan destinasi pariwisata air terjun batarius. Metode penelitian yang dipakai yaitu metode deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Informan penelitian ditentukan menggunakan metode snowball sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Uji kredibelitas data yang digunakan adalah perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dalam penelitian, triangulasi, menggunakan bahan referensi, membercheck, dan analisis kasus negatif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa implementasi pengembangan destinasi pariwisata air terjun batarius belum terimplementasi dengan baik dilihat dari aspek kondisi lingkungan, hubungan antar organisasi, sumber daya, dan karakter institusi implementor. Faktor yang mempengaruhi meliputi faktor penghambat yakni minimnya pembinaan dan pelatihan teknis, terbatasnya anggaran, dan sulitnya akses jalan. faktor pendorong yakni tersedianya sumber daya manusia petugas pengelola destinasi pariwisata dan tingginya komitmen petugas dalam melaksanakan program.
EFEKTIVITAS SAPTA PESONA DI OBJEK WISATA CANDI AGUNG KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Malkhan, Ibnu; Raudah, Siti; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.919

Abstract

Permasalahan adalah belum tercapainya tujuan dari dasar sapta pesona karna banyaknya masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan, dalam agenda kegiatan di Objek Wisata Candi Agung belum sepenuhnya terlaksana dan tidak adanya pengawasan. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriftif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah Pertama, target belum sesuainya target sapta pesona yang membuat banyak keluhan para pengunjung. Kedua, kesesuaian Sasaran belum efektif dikarnakan sangat minimnya keamanan di wisata Candi Agung, dan kelalaiannya dalam pengawasan didalam wisata Candi Agung. Ketiga, sosialisasi hanya dilaksanakan untuk petugas wisata dan belum melaksanakan untuk para pengunjung wisata Candi Agung itu sendiri agar menambah pemahaman masyarakat. Keempat, dari segi sarana dan prasarana yang masih sangat kurang memadai dan harus diperbaiki. Adapun indikator yang sudah baik Adalah : Satu, Tujuan Program. Kedua, Kerja Sama. Ketiga, Koordinasi. faktor- faktor penghambat dan faktor-faktor pendorong atau pendukung adalah : Faktor Penghambat yaitu kurangnya kebersihan dan juga keamanan dalam Wisata Candi Agung dan Faktor Pendorong atau Pendukung yaitu adanya anggaran yang untuk pengembangan wisata juga dipergunakan sebagaimana mestinya untuk memperbaiki sarana dan prasarana yang ada diwisata. Untuk Kepala Dinas agar lebih giat lagi dalam pelaksanaan sosialisasi. Untuk pegawai agar lebih mendalami lagi ilmu ataupun pengetahuan bidang pekerjaannya.
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI BAGIAN UMUM SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Fachri, Fachri; Raudah, Siti; Herlinda, Sri Agusmila Aneta
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.920

Abstract

Permasalahannya permasalahannya adalah Beberapa pegawai yang tidak menyelesaikan pekerjaanya sesuai dengan waktu, Kurangnya evaluasi yang dilakukan oleh Kepala Baian Umum dan unsur pimpinannya dan Kurangnya perencanaan RKA yang telah disusun. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dan fokus pada dampak Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai. Populasi penelitian ini berjumlah 33 orang sehingga Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pelayanan publik pada Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai di Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara berpengaruh signifikan. Hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan uji t variabel kualitas pelayanan nilai t hitung 2.793 lebih besar dari t tabel 1.988. Maka hipotesis diterima, artinya ada pengaruh variabel pengawasan terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan perhitungan koefisien determinasi dihasilkan nilai R2 (R Square) adalah sebesar 0,450 hal ini berarti kualitas pelayanan publik dipengaruhi oleh kinerja pegawai hanya sebesar 45.0% dan sisanya 53,9% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam variabel penelitian ini. Disarankan kepada Kepala Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara agar melakukan pengawasan secara langsung agar dapat mengurangi sedikit beban pegawai yang mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaannya dengan cara meningkatkan meningkatkan efektivitas pengawasan, pimpinan harus secara intensif memeriksa hasil pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai dan Pegawai Kantor Sekretraiat Daerah Kabupaten Balangan agar lebih memperhatikan kinerja serta lebih proaktif dalam penyelesaian pekerjaannya dengan cara meningkatkan kedisiplinan pegawai dan berupaya untuk membangkitkan rasa hormat pegawai kepada berbagai peraturan yang berlaku didalam organisasi
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA UPT PUSKESMAS SUNGAI MALANG KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Masratu, Masratu; Setiawan, Irza; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.921

Abstract

Memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat merupakan salah satu tanggung jawab negara. Oleh karena itu, negara menyediakan klinik kesehatan masyarakat dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya di setiap kota. Tujuan Kualitas Pelayanan Publik adalah masyarakat dapat memberikan pendapat dalam mengukur bagaimana pelayanan yang diberikan pegawai kesehatan UPT Puskesmas Sungai Malang kepada masyarakat, apakah pelayanan nya sudah cukup baik, sangat baik, baik dan kurang baik. Terdapat beberapa permasalahan dalam Kualitas Pelayanan Publik yang sudah berjalan cukup lama, antara lain sebagai berikut : Pada jam kerja pelayanan sudah dimulai, adanya beberapa pegawai yang terlambat datang, sehingga menangani pasien hanya pegawai yang ada di dalam ruangan; kurangnya perhatian petugas pelayanan terhadap arahan informasi yang di dapatkan pasien masih kurang, sehingga membuat mereka kebingungan (seperti menuju alur ruangan, penyerahan resep); obat-obatan yang masih kurang lengkap, sehingga pasien disarankan untuk membeli di apotik luar. Mengkaji bagaimana Kualitas Pelayanan Publik Pada UPT Puskesmas Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah dan fakor-faktor mempengaruhinya yang menjadi tujuan utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif-kualitatif. Selain itu, pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Untuk memberikan data, sepuluh informan dipilih melalui penggunaan porposive sampling. Kondensasi data dan menampilkan data, serta membuat kesimpulan dan memverifikasinya, merupakan bagian dari analisis data. Perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negatif, diskusi dengan teman sejawat, mengadakan membercheck adalah bagian dari uji kredibiitas. Kualitas Pelayanan Publik Pada Upt Puskesmas Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara, sudah berkualitas. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang sudah berkualitas yaitu : Pertama, sikap pegawai. Kedua, pelayanan dengan cepat tanggap. Ketiga, pelayanan dengan tepat. Keempat, kredibilitas pegawai. Kelima, Keamanan / kepercaayaan pasien / masyarakat. Keenam, memahami pasien / masyarakat. Ketujuh, pegawai tidak diskriminatif kepada pasien / masyarakat. Adapun indikator yang cukup berkualitas yaitu : Pertama, fasilitas fisik seperi sarana dan parasarana, obat-obatan. Kedua, komunikasi pegawai. Selanjutnya indikator yang kurang berkualitas. Pertama, penampilan pegawai. Kedua, ketepatan waktu dalam melayani pemeriksaan pasien. Ketiga, kepastian biaya. Disamping itu ada faktor-fakor yang mempengaruhi Kualitas Pelayanan Publik Pada UPT Puskesmas Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara, terbagi menjadi dua, yaitu : faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorong ialah adanya kredibilitas pegawai yang bagus, pegawai memiliki keahlian/keterampilan sesuai dengan bidang nya masing-masing, dan mereka adalah orang-orang yang terpilih dan terpercaya dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan fakor penghambat ialah penampilan pegawai yang kurang disiplin dan tidak lengkap, tidak adanya ketepatan waktu dalam melayani pemeriksaan terhadap pasien dan kepastian biaya / daftar rincian biaya pemeriksaan yang tidak ada terlihat di area puskesmas, ketiga hal ini dapat berdampak buruk terhadap kualitas pelayanan di puskesmas tersebut, karena dapat menimbulkan beberapa masalah.
PENGARUH PROGRAM KAMPUS MENGAJAR TERHADAP PENINGKATAN SOFT SKILL MAHASISWA STIA AMUNTAI Irlinda, Irlinda; Jumaidi, Jumaidi; Paulina, Siti
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.922

Abstract

Kampus Mengajar termasuk komponen dari Program Kampus Merdeka yang diprakarsai pemerintah, dalam memberi kesempatan pada mahasiswa untuk belajar serta berkembang sebagai individu di luar ruang kuliah. Ada beberapa masalah dengan Program Kampus Mengajar, termasuk: pembekalan tidak sebaik yang seharusnya dilakukan melalui Zoom Meeting; banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini, yang membuat mereka kurang tertarik untuk belajar; serta banyak mahasiswa yang berpartisipasi dalam program ini tetapi tidak tertarik untuk mengajar. Tujuan pennelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh program kampus mengajar Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif serta pengumpulan data menggunakan survei, dokumentasi, dan observasi. Dengan sampel sebanyak 71 responden, populasi terdiri dari 250 responden. Probability sampling adalah metodologi yang digunakan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa variabel independen (learning campus) memiliki pengaruh sebesar 49,5% terhadap variabel dependen (soft skill), dengan nilai korelasi/hubungan (R) 0,704 serta nilai R Square 0,495. Hasil koefisien regresi linier sederhana adalah Y = 7,184 + 0,621 X. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan, Ha diterima dan Ho ditolak karena rhitung = 8,228 > rtabel = 0,233 pada tingkat signifikansi 0,000 < 0,05. Dengan demikian, variabel (X) memengaruhi variabel (Y) secara signifikan, yang menghasilkan penerimaan Ha dan penolakan Ho. Hal ini mengindikasikan bahwasannya Program Kampus Mengajar memengaruhi pengembangan soft skill mahasiswa STIA Amuntai.
KUALITAS PELAYANAN NON PERIZINAN DI KANTOR KECAMATAN MUARA HARUS KABUPATEN TABALONG Hermawati , Hermawati; Jumaidi, Jumaidi; Mahdalina, Mahdalina
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.923

Abstract

Fenomena masalah dalam penelitian ini, proses yang rumit, penjelasan tentang prosedur tahapan alur belum sepenuhnya diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Kualitas Pelayanan Non Perizinan Di Kantor Kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan Purposive sampling dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 10 orang. Uji kridebilitas data yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, trigulasi, dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Kualitas Pelayanan Non Perizinan Di Kantor Kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong cukup baik terlihat dari indikator: Pertama, Bukti Langsung (Tangible), sarana dan prasarana kurang baik karena perlu adanya peningkatan. Keberadaan pegawai sudah cukup baik karena kemampuannya dalam menjalankan tugas. Sarana komunikasi kurang baik karena terdapat kendala penyampaian informasi. Kedua, Kehandalan (Reliability), kemampuan pegawai dalam memberikan pelayanan sudah cukup baik, karena pegawai memiliki kompetensi. Ketiga, Ketanggapan (Responsiviness), merespon kebutuhan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan sudah cukup baik, karena sudah dilayani dengan baik. Petugas melakukan pelayanan dengan tanggap sudah cukup baik, karena petugas sangat tanggap dalam memberikan solusi atau menjawab pertanyaan. Keempat, Jaminan (Assurance). Melayani dengan baik sudah cukup baik, karena petugas memahami tanggung jawab. Melayani dengan sikap ramah, sopan santun sudah cukup baik, karena petugas berkomitmen untuk memastikan pelayanan yang adil. Tidak diskriminatif cukup baik karena petugas melayani tanpa membeda-bedakan. Kelima, Empati (Empathy), kemudahan dalam melakukan hubungan sudah cukup baik, karena telah memberikan dampak positif bagi masyarakat. Komunikasi yang baik sudah cukup baik, karena merupakan kunci utama dalam pelayanan publik. Memahami kebutuhan pelanggan sudah cukup baik, karena harus memberikan pelayanan yang berkualitas. Faktor pendukung yakni: Sumber Daya Manusia yang Berkualitas. Tidak Ada Sistem Diskriminasi. Faktor penghambat yakni: Keterbatasan jumlah pegawai pada saat tertentu. Keterbatasan anggaran untuk peningkatan infrastruktur. Kurangnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur pembuatan dokumen. Disarankan Kepada Kepala Kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong, peningkatan fasilitas dan sarana perlengkapan, pemeliharaan fasilitas yang ada dan melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur pembuatan dokumen penting.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DI UPT PUSKESMAS SUNGAI KARIAS KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nadami, M. Ihsa; Setiawan, Irza; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.924

Abstract

Sebagai bagian dari inisiatif kesehatan masyarakat, pemerintah mendirikan Pusat Kesehatan Masyarakat di setiap kecamatan sebagai pusat akses masyarakat setempat terhadap layanan kesehatan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi elemen-elemen yang berpengaruh terhadap standar layanan kesehatan yang diberikan oleh UPT Puskesmas Sungai Karias di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten HSU. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa UPT Puskesmas Sungai Karias di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, memberikan layanan kesehatan yang berkualitas tinggi. Pertama, Reability meliputi indikator pelayanan akurat sudah baik karena selama proses pelayanan tidak terjadi kesalahan dalam memasukan data. Dan indikator ketepatan waktu kurang baik karena masih banyak petugas yang terlambat karena lebih dahulu pasien datang dari petugas. Kedua Tangible meliputi indikator penampilan pegawai sudah baik petugas berpenampilan rapi sesuai aturan. Dan indikator sarana dan prasarana belum baik, karena beberapa yang kurang seperti lahan parkir kurang luas sehingga parkir pasien sampai dipinggir jalan raya,kursi tunggu kurang serta fasilitas pelayanan seperti laptop yang masih menggunakan fasilitas pribadi. Ketiga Responsiveness meliputi indikator kecepatan pelayanan belum baik karena masih ada masyarakat yang merasa pelayanan yang kurang cepat dikarenakan jaringan untuk mengakses aplikasi pelayanan untuk pendaftaran sering terjadi gangguan. Keempat Assurance, meliputi indikator keamanan sudah baik, petugas mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan rasa aman selama pelayanan. Indikator kemampuan pegawai cukup baik, karena pegawai mampu memberikan pelayanan administrasi dengan baik. Kelima Emphaty meliputi indikator keinginan masyarakat sudah baik karena masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat dan hal tersebut sudah terwujud dan indikator kebutuhan masyarakat sudah baik karena masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENANGGULANGAN STUNTING PADA UPT. PUSKESMAS PAMINGIR KECAMATAN PAMINGGIR KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Dahliani, Dahliani; Dharma, Agus Surya; Fakhri, Fakhri
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.925

Abstract

Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis pada 1000 hari pertama kehidupan yang dialami oleh balita di dunia saat ini. Untuk menanggulangi masalah tersebut intervensi spesifik yang diharapkan dapat mengurangi stunting adalah Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Pada UPT. Puskesmas Paminggir Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan yang dilaksanakan pada tahun 2023 selama 90 hari dan 2024 selama 56 hari. Tujuan penelitian untuk mengetahui program dan faktor yang mempengaruhi penanggulangan stunting. Efektivitas Program Penanggulangan Stunting pada UPT. Puskesmas Paminggir Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara cukup efektif, dapat dilihat dari jumlah indikator yaitu 11, terdapat 7 indikator yang sudah efektif, 4 indikator yang belum efektif. Dua faktor pendorong, dan empat faktor penghambat. Guna meningkatkan Efektivitas Program Penanggulangan Stunting pada UPT. Puskesmas Paminggir. Maka disarankan agar lebih sering mengadakan sosialisasi, kerjasama dan koordinasi antar pemerintah desa, dan edukasi kepada keluarga tentang asupan gizi yang baik.
KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR URUSAN AGAMA KECAMATAN BANJANG KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Zaini , Muhammad; Budiman, Arif; Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.926

Abstract

Kualitas pelayanan mengacu kepada kepuasan masyarakat, suatu pelayanan yang dihasilkan baru dikatakan berkualitas apabila sesuatu keinginan masyarakat dimanfaatkan dengan baik. KUA Kecamatan Banjang memberikan jenis pelayanan keagaman seperti pencatatan pernikahan, bimbingan pranikah, wakaf, konsoltasi zakat dan hak waris, serta bimbingan manasik haji. Namun masih terdapat beberapa permasalahan di KUA Kecamatan Banjang yaitu minimnya informasi yang disediakan seperti kosongnya papan informasi kurang sarana dan perasarana seperti komputer, dan akses internet kurangnya kedesiplinan pegawai di saat jam pelayanan dan Keterbatasan waktu bimbingan pranikah yang hanya dilaksanakan kurang dari 1 jam sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Kualitas Pelayanan Publik Pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor yang mempengaruhinya. Hasil penelitian menunjukan Tangible (Bewujud), indikator (a) Fasilitas fisik kantornya kurang baik. (b) Sarana dan Prasarana kurang baik. (c) Perlengkapan pegawai, sudah baik. Reliability (Kehandalan), indikator (a) Waktu yang tepat, cukup baik. (b) Konsistensi Penyampaian Informasi yang diberikan kurang (c) Informasi Jelas yang diberikan kurang baik. Responsiviness (Ketanggapan), indikator (a) pelayanan Cepat yang diberikan kurang baik (b) Kedisiplinan pegawainya kurang baik. (c) Komitmen memenuhi kebutuhan kurang baik. Assurancce (Jaminan) indikator (a) Kompetensi Pemberian layanan materi sudah baik. (b) Kualitas materi yang disampaikan cukup baik. (c) Sesuai SOP, pemberian pelayanannya cukup baik. Empaty (Empati) indikator (a) Kepedulian dan perhatian pegawai cukup baik. (b) Sikap ramah pegawai dalam meberikan pelayanan sudah baik. (c) Menanggapi Kebutuhan Masyarakat cukup baik. Adapun beberapa Faktor-faktor yang mempengaruhi teridiri dari faktor pendukung: Kompotensi Kualitas materi yang diberikan, sikap ramah pegawai, pelayanan tepat waktu. Faktor Penghambat teridiri dari: Sarana dan prasarana, konsistensi Penyampaian Informasi kepada Masyarakat, kedisiplinan Pegawai dan kurangnya Informasi yang jelas.
EFEKTIVITAS PROGRAM PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DALAM MENGATASI STATUS GIZI ANAK DI DESA MURUNG PANTI HILIR KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nida, Hayatun; Raudah, Siti; Mahdalina, Mahdalina
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.927

Abstract

Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara mengalami stunting yang terus meningkat dari tahun ketahun. Angka stunting tertinggi di dominasi oleh Kecamatan Babirik, Danau Panggang, dan Paminggir. Melihat hal tersebut pemerintah gencar melakukan pencegahan dan penurunan angka stunting, salah satunya di desa Murung Panti Hilir Kecamatan Babirik. Berdasarkan data yang diperoleh dari Puskesmas Babirik, angka stunting di desa ini selalu meningkat setiap tahunnya. Untuk mengurangi angka tersebut, maka desa ini menjalankan Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program PMT dalam Mengatasi Status Gizi Anak di Desa Murung Panti Hilir Kecamatan Babirik dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan Kualitatif tipe deskriptif dengan 13 orang informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas program PMT dalam mengatasi status gizi anak cukup efektif diukur melalui model Campbell J.P dalam (Dyah Mutiarin & Arif Zaenudin, 2014: 96-97) yaitu: Pertama Sub-variabel Keberhasilan Program indikator Kemampuan Petugas dalam Melaksanakan Program kurang sesuai dan Mekanisme Program cukup sesuai. Kedua Sub-variabel Keberhasilan Sasaran indikator Kebijakan Organisasi untuk Mencapai Tujuan cukup sesuai dan Prosedur untuk menentukan sasaran sudah sesuai. Ketiga Sub-variabel Kepuasan Terhadap Program indikator Pemenuhan Kebutuhan Program dan Kualitas Pelayanan cukup sesuai. Keempat Sub-variabel Tingkat Input dan Output indikator Hasil Program kurang sesuai dan Dampak Program cukup sesuai. Kelima Sub-variabel Pencapain Tujuan Menyeluruh indikator Tepat Sasaran sudah sesuai dan Target Program cukup sesuai. Adapun faktor pendorong program ini adalah kerjasama dan dukungan multisektor serta penyuluhan atau edukasi kepada masyarakat. Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, pola asuh orang tua yang salah, menu PMT yang tidak lengkap dan kurang disukai sasaran; dan minimnya dana untuk melaksanakan program.