cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 220 Documents
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 16 TAHUN 2013 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI KECAMATAN AMUNTAI TENGAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA (STUDI KASUS PASAR IKAN BANUA LIMA) Ramadani, Nia; Husaini, M.; Hidayatullah, Gusti Muhammad
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.939

Abstract

Pengelolaan sampah pada pasar merupakan suatu kegiatan yang melakukan penampungan, pengumpulan, pemindahan, pengangkutan dan pembuangan sampah secara terintegrasi untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan serta kesehatan masyarakat sekitar. Hal ini dikarenakan masih kurangnya tenaga kebersihan pada Pasar Ikan Banua Lima, yang mana lingkungan pasar sangat luas yang tidak memungkinkan hanya 1 orang saja petugas kebersihannya, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta kurangnya kesadaran masyarakat dan para pedagang terhadap kebersihan lingkungan pasar. Berdasarkan hal diatas, penelitian bertujuan untuk mengetahui Implementasi Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2013 Tentang Pengelolaan Sampah dan faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menggunakan metodelogi kualitatif. Dalam pegumpulan data digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sepuluh orang menjadi sumber data yang digunakan dalam proses purposive sampling. Setelah pegumpulan, data collection, data display, data condensation, dan conclusion: drawing/verifying untuk menganalisis. Hasil penelitian yang mencakup 15 indikator dari 6 subvariabel menunjukkan bahwa Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2013 tentang Pegelolaan Sampah kurang baik. Tiga indikator cukup baik dan dua belas indikator kurang baik dari lima belas indikator. Pelaksanaan yang cukup baik seperti koordinasi, kerjasama, dan kondisi politik. Sedangkan untuk yang masih kurang baik diantaranya ukuran dan tujuan keberhasilan, sumber daya manusia dan sumber daya anggaran (finansial), ketegasan, ketat, dan keras, kebutuhan, keinginan, dan permasalahan, serta kondisi sosial dan kondisi ekonomi. Dari faktor pendukung yaitu terjalinnya sinergi dan kesepahaman yang baik dan untuk faktor penghambat yaitu kurangnya pengawasan terhadap lingkungan pasar dan kurangnya pemahaman ekonomi dan partisipasi sosial. Agar meningkatkan keberhasilan suatu pengelolaan sampah di Pasar, disarankan kepada Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Hulu Sungai Utara, agar dapat memberikan peningkatan pengawasan terkait keberlangsungan di Pasar Ikan Banua Lima, dapat memberikan fasilitas lebih cepat yang nantinya sebagai penunjuang petugas kebersihan dalam menjalankan tugasnya, dapat memberikan penambahan tenaga kebersihan, serta memberikan penataan area pasar agar lebih terorganisir dan kepada Masyarakat sekitar dan para Pedagang agar tidak membuang sampah sembarangan.
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI HULU SUNGAI UTARA NO.54 TAHUN 2018 TENTANG PENERAPAN DAN PENGEMBANGAN E-GOVERNMENT PEMERINTAH KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA PADA KANTOR KECAMATAN AMUNTAI TENGAH Norhidayah, Norhidayah; Handayani, Ramona; Mahdalina, Mahdalina
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.940

Abstract

Electronic Government atau yang biasa disebut sebagai pemerintahan elektronik mengarah pada penerapan teknologi informasi dan komunikasi oleh pemerintah dengan tujuan meningkatkan akses serta kualitas layanan publik kepada masyarakat. Berdasarkan pengamatan mengenai penerapan dan pengembangan E-Government dikantor Kecamatan Amuntai Tengah, ada beberapa permasalahan yang muncul, seperti aplikasi sering mengalami gangguan, beberapa staf/operator yang belum sepenuhnya menguasai penggunaan aplikasi, pengelolaan media sosial serta website yang kurang maksimal, serta terbatasnya fasilitas pendukung diantaranya Wi-Fi dan pasokan listrik yang belum optimal. Adanya penelitian ini bertujuan agar bisa mencari tahu mengenai implementasi Peraturan Bupati Hulu Sungai Utara No. 54 Tahun 2018 mengenai penerapan dan pengembangan E-Government di Kabupaten Hulu Sungai Utara, tepatnyanya di Kantor Kecamatan Amuntai Tengah, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi implementasinya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data diperoleh dengan teknik Purposive Sampling, yang memilih informan berdasarkan kriteria tertentu, dengan total sebelas informan. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji kredibilitas menggunakan beberapa metode, termasuk perpanjangan pengamatan, triangulasi, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi peraturan tersebut sudah cukup terimplementasi, meskipun terdapat beberapa hambatan seperti kekurangan staf dan masalah teknis terkait aplikasi serta sarana pendukung.
EFEKTIVITAS APLIKASI JAMSOSTEK MOBILE (JMO) DALAM PROSES PENCAIRAN JAMINAN HARI TUA (JHT) KEPADA PESERTA BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Safitri, Nor; Arlan, Agus Sya’bani; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.941

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) memudahkan para pesertanya dengan meluncurkan aplikasi milik mereka yaitu Jamsostek Mobile (JMO). Berdasarkan observasi awal diketahui bahwa yang menjadi permasalahan berkaitan dengan kurangnya informasi yang diberikan kepada masyarakat tentang penggunaan aplikasi jamsostek mobile (JMO), Aplikasi JMO sering mengalami kegagalan login,masalah teknis,batasan saldo JHT untuk pencairan melalui JMO, kererbatasan perangkat seluler, kurangnya keterampilan teknologi, koneksi internet yang kurang stabil dan kesalahan input data, dan pada proses pemindaian wajah sering mengalami kegagalan,sedangkan batas kegagalan dalam pemindaian hanya tiga kali,maka akun JMO peserta otomatis diblokir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Efektivitas Jamsostek Mobile Application (JMO) dalam pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) kepada peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS) di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan unsur-unsur yang mempengaruhinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif, khususnya deskriptif kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Identifikasi sumber data melalui purposive sampling, dengan jumlah informan sebanyak 11 orang. Metodologi analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, perumusan kesimpulan, dan verifikasi. Dan uji kredibilitas dilakukan dengan keterpercayaan penelitian, keteralihan, kebergantungan, kepastian. Hasil penelitian menunjukan bahwa Efektivitas Aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dalam proses pencairan jaminan hari tua (JHT) kepada peserta BPJS ketenagakerjaan di Kabupaten Hulu Sungai Utara maka dapat ditarik kesimpulan dalam penelitian ini sebagai berikut: Pertama,sub variabel tingkat keberhasilan program diketahui pada indikator kemampuan operasional dalam program sudah efektif, Kedua,sub variabel keberhasilan sasaran pada indikator pertama yaitu pencapaian program cukup efektif dan indikator kedua yaitu kebijakan prosedur sudah efektif, Ketiga sub variabel kepuasan terhadap program pada indikator pertama yaitu kepuasan yang dirasakan belum efektif dan Indikator kedua yaitu kualitas yang dihasilkan masih belum efektif, keempat,,sub variabel tingkat input dan output pada indikator pertama yaitu Efisien belum efesien dan indikator kedua efektif belum efektif, kelima,sub variabel pencapaian tujuan menyeluruh pada indikator pertama yaitu penilaian, belum efektif dan indikator kedua yaitu Efektivitas Organisasi ini belum efektif. terdapat faktor pendukung yaitu masyarakat pengguna aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) mudah memahami mekanisme pencairan jaminan hari tua (JHT). Disisi lain terdapat faktor penghambat Masyarakat Pengguna aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) dalam proses pencairan jaminan hari tua bagi yang tua tidak paham dengan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO) ini karena masyarakat yang lanjut usia (lansia) tidak bisa dalam menggunakan aplikasi ini sehingga mereka saat pengisian data bisa salah salah dalam mengisi data di aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), dan Risiko foto biometrik yang gagal sebanyak 3 kali yaitu terjadi kegagalan sebanyak 3 kali akan terblokir akun peserta tersebut cara membuka nya yaitu mendatangi Kantor di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Hulu Sungai Utara.
KUALITAS PELAYANAN BALAI PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA (KB) KECAMATAN BATANG ALAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Wardani, Amelia Ika; Affrian, Reno; Paulina, Siti
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.942

Abstract

Balai Penyuluhan KB Kecamatan Batang Alai Utara merupakan salah satu instansi pelayanan publik, namun menghadapi kendala seperti kekurangan sarana, pelayanan lamban, dan ketidakdisiplinan pegawai. Penelitian deskriptif kualitatif dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 10 informan dilakukan dengan teknik purposive sampling. Proses analisis data melibatkan tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta diuji kredibilitasnya melalui berbagai teknik. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa tingkat layanan tergolong memadai, dengan indikator sarana prasarana yang belum baik, penampilan pegawai dan lingkungan pendukung yang baik. Pelayanan yang benar dan tepat dinilai baik, namun pelayanan yang sigap belum terlaksana dengan baik. Etika pelayanan dinilai baik, kemampuan pegawai cukup baik, perhatian yang tulus baik, namun pemahaman terhadap keinginan konsumen belum optimal. Faktor pendukungnya meliputi proses pelayanan yang terarah dan ketelitian pegawai, sementara faktor penghambat adalah keterbatasan sumber daya manusia dan kebiasaan pegawai menunda pekerjaan. Upaya mengatasi hambatan meliputi penambahan pegawai, evaluasi kinerja, dan pemberian motivasi untuk meningkatkan efisiensi kerja
PENGARUH KINERJA PEGAWAI TERHADAP KEPUASAAN MASYARAKAT DI UPT PUSKESMAS SUNGAI KARIAS KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Hapijah, Raina; Handayani, Ramona; Riadi, Selamat
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.943

Abstract

Ada sejumlah tantangan yang dihadapi oleh UPT Puskesmas Sungai Karias Kabupaten Hulu Sungai Utara yaitu terkait pengaruh kinerja pegawai terhadap kepuasaan masyarakat. Permasalahan yang diidentifikasi mencakup kurangnya kedisiplinan pegawai, kesesuaian dengan harapan masyarakat, serta ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas oleh pegawai. Pendekatan yang diadopsi pada penelitian ini berupa pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian asossiatif. Sementara untuk teknik pengumpulan data melibatkan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Masyarakat yang sedang mendapatkan pelayanan di UPT Puskesmas Sungai Karias Kabupaten Hulu Sungai Utara yang secara pasti jumlahnya tidak diketahui menjadi populasi penelitian ini dan sampel diambil menggunakan metode total sampling yang menghasilkan 97 responden. Selanjutnya untuk data yang dikumpulkan akan dianalisis dengan perangkat lunak SPSS versi 25. Analisis memperoleh hasil yaitu koefisien determinasi (R2) sebesar 0,916, yang mengindikasikan variabel kinerja pegawai mempengaruhi kepuasaan masyarakat UPT Puskesmas Sungai Karias Kabupaten Hulu Sungai Utara sebesar 84%. Direksi diharapkan untuk melakukan pembinaan yang lebih intensif terhadap disiplin kerja, kesesuaian antara pelaksanaan tugas dengan harapan masyarakat, serta ketepatan waktu dalam penyelesaian tugas oleh seluruh pegawai di lingkungan Puskesmas.
PENGARUH E-SAMSAT TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK KENDARAAN BERMOTOR PADA KANTOR SISTEM ADMINISTRASI MANUNGGAL SATU ATAP (SAMSAT) HULU SUNGAI UTARA Aliana, Nuraziza; Handayani, Ramona; Febriadi, Herry
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.944

Abstract

Teknologi informasi di era digital semakin penting, termasuk dalam pelayanan administrasi perpajakan. Selain SAMSAT, teknologi dapat dimanfaatkan untuk melakukan pembayaran pajak kendaraan dengan memperkenalkan e-SAMSAT sebagai sistem pembayaran pajak kendaraan secara elektronik. Namun, nyatanya penggunanya ini masih sedikit karena kurangnya sosialisasi, keterbatasan alat mengakses, belum sepenuhnya online, tidak tersedianya pajak 5 tahunan. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui apa ada pengaruh dan seberapa besar pengaruh e-SAMSAT ini kepada kepatuhan wajib ppajak Penelitian ini memakai pendekatan kuantitatif dan tipe asosiatif. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, serta dokumentasi. Populasi pada penelitian ini ialah pengguna e-SAMSAT di kantor SAMSAT Hulu Sungai Utara. Pengambilan sampel yang dipakai penelitian ialah insidental sampling dan juga rumus slovin sehingga sampel berjumlah 92 orang. Penyebaran hasil kuesioner a pada variabel e-SAMSAT dan kepatuhan wajib pajak berada kategori rendah dan sedang. Selain itu, dari 92 responden yang ada, maka dihasilkan nilai korelasi 0,472 sehingga dihasilkan juga koefisien determinasi sebesar (r2) 22,3%. Dari nilai R square dapat diketahui bahwasanya variabel e-SAMSAT (X) ada pengaruh terhadap variabel kepatuhan wajib pajak (Y) yakni sebesar 22,3%.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI CIVITAS TERHADAPKEPUASAN MAHASISWA PADA KAMPUS SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI AMUNTAI Maki, Maki; Setiawan , Irza; Paulina, Siti
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.945

Abstract

Latar belakang penelititan ini adalah berdasarkan hasil observasi peneliti menemukan beberapa fenomena masalah yaitu Pertama Terjadinya perbedaan antara jadwal yang ditampilkan di aplikasi Civitas dengan jadwal yang sebenarnya berlaku. Kedua, Keamanan akun mahasiswa yang rendah. Ketiga, Adanya beberapa fitur penting seperti presensi, bahan ajar, dan penugasan yang tidak berjalan/ digunakan. Rumusan Masalah ini tentang Apakah ada pengaruh Efektivitas Penggunaan Aplikasi Civitas Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pada Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai dan Seberapa besar pengaruh Efektivitas Penggunaan Aplikasi Civitas Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pada Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Amuntai Amuntai yang menjadi tujuan utama penelitian ini. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan tipe penelitian Kuantitatif deskriptif. Rumus untuk menentukan dalam penelitian menggunakan rumus Slovin sehingga didapatlah hasil 96 orang responden. Teknik pengumpulan data dengan cara membagikan kuesioner (Angket), observasi, dan dokumentasi. Teknik penentuan skor menggunakan skala likert. Teknik analisis data data menggunakan uji asumsi, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi (R2). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pengaruh efektivitas penggunaan aplikasi civitas terhadap kepuasan mahasiswa pada kampus sekolah tinggi ilmu administrasi amuntai dalam kategori kuat, ini terlihat dari hasil uji hipotesis menggunakan uji regresi linear sederhana didapatkan nilai Y = 4,274 + 0.392X, itu artinya setiap kenaikan 1% dari tingkat Pengaruh Efektivitas Aplikasi Civitas maka kepuasan Mahasiswa (Y) akan meningkat sebesar 0.392. Hasil uji t yaitu t-hitung sebesar 17,322.dan t-tabel (df = 94) sebesar 1,661 dengan taraf signifikan 5%, jadi t-hitung > t- tabel maka dapat ditarik kesimpulan bahwa (Ha) diterima dan (Ho) ditolak yang mana ini membuktikan bahwa efektivitas penggunaan aplikasi civitas berpengaruh terhadap kepuasan pengguna (Y). Hasil analisis korelasi dihasilkan nilai R sebesar 0,873 dengan koefisien determinan sebesar 76% yang mana itu artinya Variabel X berpengaruh kuat terhadap Variabel Y. Untuk meningkatkan kepuasan pengguna terhadap aplikasi Civitas ini disarankan kepada pengelola supaya Lebih disosialisasikan Kepada para pengguna aplikasi Civitas tersebut tentang pentingnya keamanan data pengguna. Lebih dimaksimalkan lagi fitur fitur yang ada di aplikasi Civitas tersebut. Keakuratan data pada aplikasi Civitas tersebut semoga lebih dimaksimalkan supaya tidak terjadi kesalahan
KUALITAS PELAYANAN PEREKAMAN DATA PENDUDUK UNTUK E-KTP PADA KANTOR DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL (DISDUKCAPIL) KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Jumiati, Jumiati; Setiawan , Irza; Paulina, Siti
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.946

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keterlambatan pengiriman data rekam E-KTP melalui aplikasi SIAK, kurangnya pemeliharaan alat-alat perekaman seperti kamera, sidik jari, dan iris mata, serta jaringan yang tidak stabil di Kantor Disdukcapil Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Kantor Disdukcapil Hulu Sungai Utara. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa hambatan, layanan perekaman E-KTP dinilai cukup baik. Alat rekam E-KTP sudah usang dan kurang pemeliharaan, meskipun sumber daya dan peralatan fisik memadai. Jumlah karyawan masih rendah, tetapi mereka mampu, handal, keramahan, dan responsif dalam melayani masyarakat. Alat yang terbatas, jaringan yang tidak stabil, kurangnya tenaga kerja, dan ruang yang sempit ialah faktor penghambat; sebaliknya, karyawan yang handal dan ramah ialah faktor pendukung. Untuk meningkatkan pelayanan, kepala dinas harus meningkatkan prasarana, jumlah staf, dan konektivitas jaringan SIAK.
KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN UPTD PUSKESMAS RAWAT INAP HALONG KECAMATAN HALONG KABUPATEN BALANGAN Hafizah, Rana; Baihaqi, Ahmad; Barkatullah , Barkatullah
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.947

Abstract

Pelayanan kesehatan memegang peran penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat. Beberapa masalah yang ditemukan adalah lambatnya respon petugas dalam memberikan layanan kesehatan, yang berimbas pada antrian panjang, kadang stok obat-obatan yang habis, serta terbatasnya fasilitas seperti ruang pendaftaran yang kecil dan lahan parkir yang sempit, sehingga banyak kendaraan yang diletakkan di pinggir jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong Kecamatan Halong Kabupaten Balangan, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan tersebut. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik sampling yang diterapkan adalah purposive sampling dengan 12 orang informan, dan data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan di UPTD Puskesmas Rawat Inap Halong cukup baik, dengan beberapa temuan sebagai berikut: Pertama, dari aspek berwujud, indikator terkait penampilan kantor cukup baik meskipun perlu rehab, ruangannya terbatas, fasilitas peralatan masih kurang lengkap, dan lahan parkir terbatas. Penampilan pegawai dianggap sudah baik. Kedua, dari aspek kehandalan, indikator terkait standar pelayanan cukup baik, meskipun terkadang ada kekurangan obat. Sistem operasi (SOP) cukup jelas dan kerja sama antar pegawai berjalan dengan baik. Ketiga, dari aspek ketanggapan, indikator terkait kecepatan pelayanan cukup baik meskipun antrian masih cukup panjang; sementara kecermatan pegawai dalam memberikan layanan sudah baik. Keempat, dari aspek jaminan, indikator terkait ketepatan waktu pelayanan serta kepastian biaya sudah baik. Kelima, dari aspek empati, meskipun sikap sopan santun pegawai secara keseluruhan cukup baik, masih ada beberapa pegawai yang kurang ramah terhadap pasien. Sementara itu, tidak ada diskriminasi dalam pelayanan. Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan di Puskesmas ini mencakup penghambat dan pendorong. Faktor penghambat meliputi kelambatan pegawai dalam memberikan pelayanan, tidak ada parkir khusus untuk pasien, serta sikap kurang ramah dari sebagian pegawai terhadap pasien. Sementara itu, faktor pendorong meliputi penerapan SOP yang sesuai serta layanan yang diberikan tanpa diskriminasi.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEMANDU PELAYARAN KAPAL TONGKANG DI SUNGAI KALINAPU DESA KALANIS KABUPATEN BARITO SELATAN Gudavi, Akhmad; Affrian, Reno; Jumaidi, Jumaidi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.948

Abstract

Latar belakang permasalahan penelitian ini adalah adanya karyawan pemandu yang tidak melaksanakan kebijakan keselamatan kerja, Kurangnya ketersediaan fasilitas (alat perlindungan diri) dan Tidak adanya (SOP) dalam penyelenggeraan (K3). Penelitian ini bertujuan guna mengetahui bagaimana Implementasi Kebijakan Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pemandu Pelayaran Kapal Tongkang di Sungai Kalinapu Desa Kalanis Kabupaten Barito Selatan dan Faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil dari penarikan purposive sampling yang berjumlah 9 orang informan. Setelah data terkumpul lalu di analisis dengan kondensasi data, penyajian data dan verifikasi/penarikan kesimpulan. Uji kridibilitas data penelitian ini yaitu perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi dan melakukan member check. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa masih belum terimplementasi dengan baik dilihat dari aspek yakni: Pertama; Anggaran tergolong kurang baik karena terbatas dan belum mencukupi. Kedua; Fasilitas tergolong kurang baik dan belum sepenuhnya disediakan oleh instansi terkait. Ketiga; Sikap pelaksana tergolong kurang baik dan sebagian saja yang menerima. Keempat; (SOP) tergolong tidak baik karena belum dimiliki oleh instansi terkait. Kelima; Koordinasi Antar Lembaga tergolong kurang baik dan jarang dilakukan karena tidak ada tindak lanjutnya usulan yang dilakukan oleh instansi terkait. Sedangkan kegiatan yang sudah sesuai dan sudah berjalan dengan baik yaitu Pertama; Kejelasan sudah disampaikan dengan jelas sebelum aktivitas dilakukan. Kedua; Konsistensi sudah disampaikan dengan konsisten setiap kali sebelum aktivitas dilakukan. Ketiga; Staf sudah tergolong baik karena sudah memadai dan tercukupi. Faktor Penghambat Pertama yaitu; Kurangnya ketersediaan anggaran. Kedua yaitu; Kurangnya Koordinasi antar lembaga. Faktor Pendukung Pertama yaitu: Adanya komunikasi antar petugas. Kedua yaitu: Adanya Penyelenggaraan yang sudah dilakukan dengan konsisten. Ketiga yaitu: Jumlah staf yang sudah tercukupi. Agar penerapan (K3) berjalan optimal, disarankan kepada: Direktur disarankan untuk mengalokasikan anggaran guna menyediakan fasilitas (K3) yang lengkap bagi seluruh karyawan, serta meningkatkan koordinasi antar lembaga terkait melalui pertemuan rutin dan sosialisasi (K3). Kepala Pelaksana dan Petugas lainnya diharapkan tidak hanya mengkoordinasikan proses pemanduan, tetapi juga keselamatan kerja dan melaporkan potensi bahaya kerja. Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan merekomendasikan dan meminta perusahaan membuat aturan (K3) yang jelas, mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, serta meminta perusahaan untuk terus mengevaluasi dan memperbaiki pelaksanaan (K3) secara berkala