cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 220 Documents
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM TRIBINA DI KAMPUNG KB MAPAN DESA SUNGAI DURAIT TENGAH KECAMATAN BABIRIK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Rajimah, Rajimah; Handayani, Ramona; Riadi, Selamat
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.928

Abstract

Partisipasi Masyarakat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program. Partisipasi masyarakat pada Program Tribina di Kampung KB Mapan desa Sungai Durait Tengah belum sepenuhnya optimal karena beberapa faktor yang dapat dilihat dari kurangnya partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi kepada masyarakat lain, kurangnya kehadiran masyarakat yang menjadi sasaran, kurangnya umpan balik oleh masyarakat dan masih ada pernikahan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Partisipasi Masyarakat berpengaruh terhadap Efektivitas Program dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Partisipasi Masyarakat terhadap Efektivitas Program Tribina di Kampung KB Mapan Desa Sungai Durait Tengah. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif, sampel yang digunakan sebanyak 87, teknik pengumpulan data yang digunakan melalui kuesioner, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan SPSS 30 for windows. Hasil dari penelitian ini yaitu Partisipasi Masyarakat memiliki pengaruh terhadap Efektivitas Program Tribina di Kampung KB Mapan Desa Sungai Durait Tengah dengan hasil yang diperoleh dari uji t dan analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa nilai Thitung (3,396) > Ttabel (1,666) dan sig. 0.001 < 0,05. dari uji R Squere medapatkan hasil bahwa pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program tribina sebesar 11,9%. Dari penelitian ini sebaiknya masyarakat dan petugas saling bekerjasama agar program Tribina yang ada di Desa Sungai Durait Tengah dapat di rasakan oleh seluruh masyarakat.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PLN MOBILE DALAM MENINGKATKAN PELAYANAN PADA PT. PLN (PERSERO) ULP AMUNTAI Astuti, Rini; Baihaqi, Ahmad; Hidayatullah, Gusti Muhammad
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.929

Abstract

Salah satu penerapan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pelayanan publik pada PT. PLN (Persero) ULP Amuntai atau Unit Layanan Pelanggan Amuntai, yaitu dengan mengembangkan aplikasi PLN Mobile. Terdapat beberapa permasalahan dalam penggunaan program aplikasi PLN Mobile, antara lain sebagai berikut: kurangnya sosialisasi kepada pelanggan; koordinasi dengan pegawai lapangan belum berjalan optimal dan masih banyak pelanggan yang belum menggunakan aplikasi PLN Mobile. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana Efektivitas Penggunaan Aplikasi PLN Mobile dalam Meningkatkan Pelayanan pada PT. PLN (Persero) ULP Amuntai dan faktor – faktor yang mempengaruhinya. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif – kualitatif, metode pengumpulan data observasi, wawancara dan dokumentasi dengan sebelas informan dan menggunakan teknik purposive sampling untuk menyediakan data. Reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan merupakan bagian dari analisis data serta melakukan perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, menganalisis kasus negatif, menggunakan bahan referensi dan melakukan membercheck adalah bagian dari uji kredibilitas. Efektivitas Penggunaan Aplikasi PLN Mobile dalam Meningkatkan Pelayanan pada PT. PLN (Persero) ULP Amuntai dikategorikan cukup efektif. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang efektif, yaitu: Pertama, pelayanan mudah, cepat dan akurat. Kedua, kecepatan respon. Ketiga, waktu pemprosesan pengaduan. Keempat, kualitas pelayanan meningkat. Adapun indikator yang cukup efektif, yaitu: Pertama, fitur mudah dipahami. Kedua, kepuasaan pelanggan. Ketiga, lebih efesien. Indikator yang belum efektif, yaitu: Informasi Penggunaan. Selanjutnya indikator kurang efektif, yaitu: Pertama, sasaran yang dituju. Kedua, sosialisasi merata. Ketiga, jumlah pengguna. Disamping itu terdapat faktor – faktor yang mempengaruhi Efektivitas Penggunaan Aplikasi PLN Mobile dalam Meningkatkan Pelayanan pada PT. PLN (Persero) ULP Amuntai terbagi menjadi dua, yaitu: faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung ialah kemudahan mengakses PLN Mobile dan pelayanan yang diberikan menjadi lebih cepat. Sedangkan faktor penghambatnya ialah kelompok usia yang lebih tua dan tingkat pendidikan serta kurangnya sosialisasi. Berdasarkan kesimpulan, disarankan kepada pimpinan dan petugas PT. PLN (Persero) ULP Amuntai untuk lebih meningkatkan sosialisasi dan menginformasikan kepada pelanggan lebih ekstra untuk menggunakan PLN Mobile bukan hanya mendownload saja, tetapi juga menggunakan sepenuhnya, dan untuk pelanggan disarankan agar lebih aktif dalam menggunakan PLN Mobile.
IMPLEMENTASI PENGADUAN DAN PERMINTAAN MASYARAKAT TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA DINAS PERTANAHAN DAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BALANGAN Nor, Hazizah; Raudah, Siti; Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.930

Abstract

Permasalahan yang ada adalah Penurunan lingkungan hidup pada Kabupaten Balangan, Kurangnya Pengawasan yang dilakukan Dinas Pertanahan Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan dan Kurangnya sarana dan prasarana dalam pengendalian pencemaran lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data: wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini. Pertama, koordinasi sudah baik,. Kedua, sosialisasi sudah baik. Ketiga, kerjasama sudah baik. Keempat, jumlah petugas belum baik. Kelima, sumberdaya finansial kurang baik. Keenam, fasilitas belum baik, wewenang sudah baik. Kedelapan, target kurang baik. Kesembilan, jadwal pelaksanaan sudah baik. Kesepuluh, SOP sudah baik. Kesebelas, tanggung jawab sudah baik. Faktor penghambat adalah kurangnya jumlah petugas menangani pengaduan, kurangnya anggaran dalam pengaduan dan capaian kinerja yang kurang. Sedangkan faktor pendukung adalah adanya penerimaan pengaduan offline dan online, adanya peningkatan pemahaman masyarakat dalam sosialisasi, adanya bukti pengaduan masyarakat, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, pengaduan yang sesuai dengan hari kerja dan pengaduan yang sesuai dengan tahapan. Kepala Dinas agar menambahkan petugas atau pegawai pada lingkungan hidup sehingga dalam pengaduan dilakukan secepat mungkin dengan cara merekrut pegawai yang sesuai dengan keahlian dan bidangnya tersebut. Kepada pegawai agar dalam meningkatkan kinerja yang dilakukan terkait dalam pengaduan masyarakat dan lebih respon cepat dalam penanggulangan pengaduan tersebut dan Masyarakat agar diharapkan semua masyarakat ikut serta dalam mengatasi masalah sehingga teratasi dengan mudah
IMPLEMENTASI PENYELENGGARAAN PROGRAM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) MELALUI PROGRAM KAMPUS MENGAJAR PADA PRODI ADMINISTRASI PUBLIK DI SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Hermansyah, Hermansyah; Raudah, Siti; Barkatullah , Barkatullah
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.931

Abstract

Tujuan program Kampus Mengajar adalah untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, khususnya di daerah yang membutuhkan, melalui partisipasi aktif mahasiswa. Terdapat beberapa permasalahan dalam Implementasi Penyelenggaraan Program Kampus Mengajar di STIA Amuntai yang sudah berjalan hampir 5 tahun ini, antara lain sebagai berikut: ketidaksesuaian bidang studi administrasi publik dengan kebutuhan pengajaran di sekolah; program di daerah terpencil terkendala oleh masalah infrastruktur seperti akses transportasi dan jaringan internet dan Belum maksimalnya evaluasi dari pihak kampus kepada mahasiswa setelah selesainya program Kampus Mengajar. Mengkaji bagaimana Implementasi Penyelenggaraan Program MBKM Melalui Program Kampus Mengajar pada Prodi Administrasi Publik di STIA Amuntai dan faktor-faktor mempengaruhinya yang menjadi tujuan utama penelitian ini. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif-kualitatif. Serta metode dokumentasi, wawancara, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Dua belas informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk menyediakan data. Kondensasi data dan menampilkan data, serta membuat kesimpulan dan memverifikasinya, merupakan bagian dari analisis data. Triangulasi, memeriksa atau menganalisis contoh-contoh negatif, menggunakan bahan referensi, melakukan member check, meningkatkan ketekunan, dan memperpanjang pengamatan adalah bagian dari uji kredibilitas. Implementasi Penyelenggaraan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Melalui Program Kampus Mengajar Pada Prodi Administrasi Publik di STIA Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator yang sudah baik yaitu: Pertama, transmisi. Kedua, sumber daya manusia atau petugas. Ketiga, komitmen. Keempat, dukungan. Kelima, wewenang. Keenam, koordinasi. Ketujuh, prosedur rekrutmen. Adapun indikator yang masih belum berjalan dengan baik yaitu: Pertama, konsistensi, Kedua, sasaran. Ketiga, fasilitas. Disamping itu ada faktor-faktor yang mempengaruhi Implementasi Penyelenggaraan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Melalui Program Kampus Mengajar Pada Prodi Administrasi Publik di STIA Amuntai Kabupaten Hulu Sungai Utara terbagi dua, yaitu: faktor pendorong dan faktor penghambat. Faktor pendorongnya adalah Dukungan Penuh dari Pihak Kampus, Fleksibilitas Program MBKM, dan Kesempatan Mengasah Soft Skills. Sedangkan faktor penghambatnya adalah Kebijakan Kemendikbudristek yang membolehkan semua jurusan untuk ikut Program Kampus Mengajar, dan Kebijakan Kemendikbudristek yang menempatkan penugasan ke tempat terpencil.
PENGARUH PENGETAHUAN TENTANG SAMPAH TERHADAP PERILAKU MASYARAKAT DALAM MENYIKAPI SAMPAH PADA MASYARAKAT DI DESA RANTAU BUJUR HILIR KECAMATAN SUNGAI TABUKAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Nurkhalisa, Bunga; Dharma, Agus Surya; Salim, M. Hasbi
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.932

Abstract

Sampah adalah bahan buangan yamg tidak dipakai lagi. Pengetahuan hanyalah salah satu faktor; konvensi masyarakat, kebiasaan, dan dukungan masyarakat dan pemerintah berperan dalam membentuk perilaku pengelolaan sampah masyarakat. Rendahnya pengetahuan masyarakat, kurangnya kesadaran akan dampak lingkungan, serta tidak adanya sarana dan prasarana menjadi kendala dalam pengelolaan sampah. Di Desa Rantau Bujur Hilir, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kesadaran persampahan terhadap perilaku masyarakat dalam menyikapi sampah. Teknik kuantitatif digunakan dalam strategi penelitian ini. Observasi, survei, dan pencatatan adalah metode pengumpulan data yang digunakan. Sebanyak 158 orang dipilih sebagai sampel dengan menggunakan metode probability sampling. Normalitas data, linearitas, korelasi, regresi linear sederhana, uji-t, uji-f, dan uji koefisien determinasi adalah beberapa metode yang digunakan untuk analisis data. Nilai signifikansi sebesar 0,128 lebih besar dari 0,05, menunjukkan hasil yang normal dan signifikan (0,340 > 0,05), sesuai dengan penelitian mengenai pengaruh pengetahuan sampah terhadap perilaku masyarakat dalam menyikapi sampah di Desa Rantau Bujur Hilir, Kecamatan Sungai Tanukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara. Karenanya, kedua set data tersebut terhubung secara linier. Korelasi antara variabel X dan Y adalah 0,312. Dapat dikatakan bahwa variabel Pengetahuan (X) terhadap variabel Perilaku (Y) yaitu Ha diterima dengan menggunakan regresi linier sederhana, yang menghasilkan nilai r hitung sebesar 4,107 > r tabel 0,156. Hasil pengujian dua variabel, X terhadap Y, menghasilkan t-hitung sebesar 4,107 > t-tabel sebesar 0,156, yang mengarah pada penolakan Ho dan penerimaan Ha. Kita dapat menyimpulkan bahwa X memiliki dampak simultan terhadap Y karena nilai t hitung 16.867 > t tabel 0.156 untuk variabel X terhadap variabel Y. sedangkan koefisien determinasi adalah 47%.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT PADA UPT PUSKESMAS ILUNG KECAMATAN BATANG ALAI UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH Nisa, Rusmatun; Fahmi, Yusran; Affrian, Reno
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.933

Abstract

Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan tingkat satu yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas baik dari penyedia layanan kesehatan. Puskesmas dituntut untuk selalu menjaga kepercayaan dan kepuasan pasien atau masyarakat dengan meningkatkan kualitas pelayanannya agar dapat meminimalisir terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, observasi, dan dokumentasi. Populasi penelitian ini adalah 4.846 orang yang mengunjungi Puskesmas Ilung dalam 3 bulan terakhir (Juni, Juli dan Agustus). Sedangkan sampel yang diperoleh menurut rumus Slovin adalah 100 orang. Hasil analisis data kualitas pelayanan terhadap kepuasan masyarakat diperoleh nilai korelasi kedua variabel sebesar 0,625 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 artinya kedua variabel tersebut mempunyai hubungan yang erat dan hipotesis penulis diterima karena terdapat pengaruh yang signifikan antara kedua variabel tersebut. Hubungan antar variabel bersifat positif artinya semakin tinggi kualitas pelayanan maka kepuasan masyarakat akan semakin tinggi dan sebaliknya semakin rendah kualitas pelayanan maka kepuasan masyarakat akan semakin rendah. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan Puskesmas Ilung dapat meningkatkan efisiensi operasionalnya seperti memberikan pelayanan sesuai jadwal yang telah ditentukan dan melayani dengan sikap ramah sehingga kepuasan warga yang mencari pelayanan pengobatan juga semakin meningkat. Untuk kepala UPT Puskesmas agar bisa melakukan pengusulan kepada pihak terkait masalah sarana dan prasarana seperti tempat parkir, ruang tunggu dan media informasi. Untuk petugas Puskesmas Ilung diharapkan untuk meningkatkan kinerjanya seperti memberikan pelayanan yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan melayani dengan sikap ramah.
EVALUASI KINERJA PEGAWAI PADA SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN BARITO TIMUR Noormilasari, Noormilasari; Handayani, Ramona; Raudah, Siti
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.934

Abstract

Permasalahan berkaitan dengan kinerja Sekretariat DPRD Kabupaten Barito Timur meliputi Sumber daya yang terbatas, Ketelitian beberapa pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang masih rendah, Sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk menunjang Kinerja, Munculnya peraturan baru yang menyebabkan pembagian tugas dan pelaksanaan tugas fungsi menjadi kurang teratur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui Evaluasi Kinerja Pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Barito Timur dan faktor-faktor yang mempengaruhi Evaluasi Kinerja Pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Barito Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penentuan informan secara Snowball Sampling, teknik analisis yang digunakan adalah reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kinerja pegawai Sekretariat DPRD Kabupaten Barito Timur tergolong cukup baik dengan beberapa catatan. Pada tahap identifikasi, ditemukan bahwa kompetensi pegawai belum optimal akibat perbedaan latar belakang pendidikan, kurangnya pelatihan, dan kekurangan tenaga administrasi serta informatika. Ketelitian dalam penyusunan laporan juga perlu ditingkatkan. Pada tahap pengukuran, pelaksanaan tugas sesuai tupoksi dan sistem kerja yang jelas mendukung efisiensi dan pencapaian target. Namun, pada tahap manajemen, ketidaksesuaian antara tugas dan waktu menyebabkan hasil individu kurang optimal, meski tanggung jawab sudah dilaksanakan dengan baik. Faktor penghambat kinerja meliputi keterbatasan formasi tenaga ahli di bidang administrasi dan informatika serta belum adanya alokasi anggaran untuk perbaikan fasilitas kerja. Faktor pendukung mencakup keberadaan SOP yang jelas, membantu struktur kerja, efisiensi, koordinasi, serta produktivitas pegawai.
IMPLEMENTASI PROGRAM KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) PADA DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KABUPATEN BALANGAN (Studi Kasus Kecamatan Halong) Rahmadayanti, Anggi; Dharma, Agus Surya; Hidayatullah , Gusti Muhammad
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.935

Abstract

KIA merupakan salah satu perwujudan sebagai tanda bukti kependudukan untuk anak di bawah 17 Tahun dengan namun masih banyak anak-anak dari Kecamatan Halong Kabupaten Balangan yang belum memilikinya, permasalahannya adalah fasilitas yang masih kurang memadai dalam bidang KIA, kurangnya sosialisasi yang disampaikan kepada masyarakat, dan tingkat pemahaman masyarakat masih rendah dikarenakan informasi yang masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam terkait pelaksanaan KIA khususnya di Kecamatan Halong dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deksriptif-kualitatif. Hasil dari penelitian cukup terimplementasi. Pertama, indikator transmisi belum sesuai karena tidak adanya sosialisasi. Kedua, indikator kejelasan belum sesuai karena masyarakat belum memahami dengan jelas manfaat dan persyaratannya. Ketiga, indikator konsisten belum sesuai karena sosialisasi yang diberikan belum konsisten. Keempat, staf sudah sesuai karena sudah cukup, memadai dan berkompeten. Kelima, indikator informasi tidak sesuai karena tidak tersampaikan ke semua masyarakat. Keenam, indikator wewenang sudah sesuai karena sudah diberikan wewenang penuh. Ketujuh, indikator fasilitas belum sesuai karena belum cukup dan memadai. Kedelapan, indikator sikap para pelaksana sudah sesuai karena sudah didukung dan diterima. Kesembilan, indikator insentif tidak sesuai karena pelayanan dilakukan secara gratis. Kesepuluh, indikator koordinasi antar pelaksana sudah sesuai karena sebagian masyarakat mengetahui KIA melalui pihak ke 3 (tiga). Kesebelas, indikator SOP sudah sesuai karena petugas sudah melakukan tugasnya sesuai dengan SOP. Disarankan kepada Kepala Dinas terkait agar meningkatkan kerjasama dengan stakeholder. Kepada pegawai perlu adanya peningkatan sosialisasi tentang Program KIA agar Masyarakat lebih paham.
EFEKTIVITAS SISTEM PELAYANAN ONLINE LANGSUNG AMBIL (SIPOLA) PADA KANTOR KECAMATAN DAHA SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Annor, Ahmad; Affrian, Reno; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.937

Abstract

Efektivitas merupakan ukuran sejauh mana suatu program, kebijakan, atau layanan publik berhasil mencapai tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dalam konteks pelayanan publik, efektivitas berfokus pada bagaimana layanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan dan harapan masyarakat secara optimal. Adapun penelitian ini berdasarkan permasalahan yang ditemukan saat observasi yaitu Kehadiran pegawai yang jarang ada di kantor desa, Kurangnya Informasi Kepada Masyarakat, Kurangnya Kualitas Jaringan Internet. Setelah melaksanakan penelitian maka hasil yang di dapat terkait Efektivitas Sistem Pelayanan Online Langsung Ambil (SIPOLA) Pada Kantor Kecamatan Daha Selatan Kabupaten Hulu Sungai Selatan yaitu sudah cukup efektif.
KEPEMIMPINAN CAMAT DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN JUAI, KABUPATEN BALANGAN Syahrusiani , Syahrusiani; Humaidi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 6 No. 2 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.6.2.938

Abstract

Kepemimpinan camat dalam meningkatkan kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan masih mengalami beberapa permasalahan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan camat dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Juaiserta faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukan kurang baik. Hal ini terlihat dari beberapa indikator pertama, pengendalian emosi Camat cukup baik,. Kedua, stabilisasi emosi Camat umumnya stabil, namun perlu ditingkatkan dalam menyelesaikan masalah berat. Ketiga, hubungan kerja yang dibina oleh Camat menciptakan suasana kondusif, tetapi komunikasi masih dapat lebih efektif. Keempat, proses pemimpin dalam memulai hubungan dengan pegawai cukup terbuka dan profesional. Kelima, motivasi yang diberikan belum maksimal dan cenderung bersifat umum. Keenam, keteladanan yang ditunjukkan pemimpin bersifat positif, namun perlu lebih terbuka terhadap masukan. Ketujuh, koordinasi berjalan cukup baik. Kedelapan, kerjasama efektif ditunjukkan melalui keterbukaan yang baik, tetapi keterlibatan seluruh pegawai masih perlu ditingkatkan. Disamping itu faktor penghambat mencakup kurangnya komunikasi terbuka, keterbatasan dalam memberikan motivasi yang efektif, keteladanan pemimpin yang belum optimal, keterlibatan pegawai yang tidak merata, serta perhatian terhadap alur koordinasi yang kurang.