cover
Contact Name
Gusti muhammad Hidayatullah
Contact Email
stiappm@gmail.com
Phone
+6282251444434
Journal Mail Official
stiapppm@gmail.com
Editorial Address
Jl. Bihman Villa No.123, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al Iidara Balad : Jurnal Administrasi Negara
ISSN : -     EISSN : 26858541     DOI : https://doi.org/10.36658/aliidarabalad
Core Subject : Social,
Governance, Leadership, Public organizations, Public policy, Public service, Management, Law ethics, Bureaucratic administration and government. Human resources.
Articles 220 Documents
PENGARUH KINERJA APARATUR SIPIL NEGARA TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PUBLIK DI KANTOR KECAMATAN JUAI KABUPATEN BALANGAN Arpandi, Arpandi
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1209

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam kaitannya dengan pengaruh kompetensi terhadap kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan adala Pengaruh Kinerja Aparatur Sipil Negara Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan adalah Kepastian waktu penyelesaian pelayanan yang kurang baik, Keandalan Aparatur Sipil Negara belum sesuai dengan tugas dan fungsinya, Masih banyaknya masyarakat tidak puas dengan pelayanan yang diberikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Kinerja Aparatur Sipil Negara Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan dan besar pengaruhnya. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data angket, observasi, wawancara dan dokumentasi, dan menggunakan teknik sampling insidental untuk penentuan sampel yang berjumlah 61 responden, metode analisis data meliputi Uji Validitas, Uji Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik dan Uji Hipotesis yang kemudian dibantu dengan aplikasi pengolah data statistik yakni IBM SPSS 26.0 Statistik For Windows. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan. Hal ini dibuktikan dengan nilai Thitung sebesar 6,136 > Ttabel 2,001 maka Ha diterima (menolak H0) sehingga dapat disimpulkan bahwa variable Kinerja Pegawai (X) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Kualitas Pelayanan (Y). Besar pengaruh kinerja pegawai terhadap kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan ditunjukkan dari nilai R2 (R Square) atau koefisien determinasi sebesar 0,390 atau 39%. Hal ini menunjukkan bahwa persentase sumbangan pengaruh variabel kinerja pegawai terhadap variable kualitas pelayanan pada Kantor Kecamatan Juai Kabupaten Balangan sebesar 39% sedangkan sisanya sebesar 61% dipengaruhi dan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, saran yang dapat digaliadalah Camat Juai Kabupaten Balangan hendaknya lebih aktif dalam memberikan pengawasan kerja seperti tugas kantor dalam hal pelayanan agar dapat memberikan pelayanan yang cepat dan mencapai kualitas pelayanan yang terbaik. Pegawai hendaknya meningkatkan disiplin kerja khususnya dalam hal penyelesaian pelayanan agar tidak tertunda-tunda dan cepat terselesaikan. Peneliti Selanjutnya menambahkan variabel selain kinerja pegawai yang diduga mempengaruhi kualitas pelayanan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PROGRAM WAJIB BELAJAR 9 TAHUN KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Arsyad, M.
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1210

Abstract

Program Wajib Belajar 9 Tahun adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah dengan tujuan agar layanan pendidikan dasar berjalan dengan baik, meningkatkan prestasi siswa secara bertahap. Partisipasi Masayarakat Dalam Program Wajib Belajar 9 Tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki permasalahan seperti rendahnya minat atau kemauan anak untuk sekolah, kurangnya kemampuan masyarakat untuk dapat menyelesaikan pendidikan sampai akhir, kurangnya kemampuan dalam mendorong diri sendiri untuk melawan rasa malas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi/pengamatan, studi kepustakaan dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui informan dengan cara snowball sampling yang berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul dianalisis dengan teknik pengumpulan data mentah, transkrip data, membuat koding, kategorisasi data, penyimpulan sementara, triangulasi, penyimpulan akhir. Untuk pengujian kredibilitas data menggunakan teknik triangulasi dan mengadakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara kurang baik hal tersebut dilihat dari Pertama, aspek kesempatan untuk berpartisipasi dalam hal ini sudah baik akan tetapi masih terdapat masyarakat yang kurang mengetahui mengenai program wajib belajar 9 tahun. Kedua, kemauan untuk berpartisipasi bahwa tidak semua masyarakat dikatakan baik dan mau untuk berpartisipasi. Ketiga, kemampuan untuk berpartisipasi bahwa tidak semua masyarakat dikatakan baik dan mampu untuk berpartisipasi. Adapun faktor yang mempengaruhi terbagi dua yaitu faktor pendukung terdiri dari dorongan dan motivasi dari orang tua dan sosialisasi langsung mengenai program. Sedangkan, faktor penghambatnya yaitu rasa malas, tingkat ekonomi, tidak adanya kemauan. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program wajib belajar 9 tahun di Kecamatan Sungai Pandan Kabupaten Hulu Sungai Utara disarankan kepada Pemerintah Pusat agar dapat memperhatikan penyaluran bantuan beasiswa apakah sudah tepat sasaran atas belum. Serta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar lebih melakukan pendekatan kepada anak-anak dengan sosialisasi atau penyebaran brosur mengenai pencegahan anak putus sekolah. Orang tua diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap anak-anaknya dan anak-anak diharapkan dapat terus belajar, selalu memotivasi diri, menjaga lingkungan petemanan dan tidak mudah putus asa.
EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI DESA CANGKERING KECAMATAN AMUNTAI SELATAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Baihaqi, Ahmad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1211

Abstract

Efektivitas merupakan keberhasilan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun fenomena masalahnya yaitu penerima program bantuan langsung tunai belum tepat sasaran, masyarakat tidak memahami tentang program BLT, pelaksanaan program BLT belum tepat waktu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program BLT-DD, dan faktor-faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program BLT-DD di Desa Cangkering Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan informan secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis meliputi teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitiannya yaitu efektivitas program BLT belum efektif. Indikator yang belum efektif yaitu pengetahuan masyarakat terhadap program, sumber informasi tentang program, ketepatan penerima manfaat, kesesuaian program dengan kebutuhan masyarakat, kesesuaian waktu pelaksanaan dengan rencana yang ditetapkan, perubahan kondisi sosial masyarakat, dan perubahan kondisi ekonomi masyarakat. Sedangkan yang sudah efektif yaitu kesesuaian program dengan harapan masyarakat, keberlanjutan program, kecapaian tujuan, dan kebermanfaatan program. Adapun faktor yang mempengaruhinya yaitu, pengetahuan masyarakat terhadap program kurang, sumber informasi yang diberikan kurang, penentuan penerima BLT belum tepat sasaran, tidak sesuainya program BLT dengan kebutuhan, waktu pembagian dana BLT tidak jelas, perubahan kondisi sosial masyarakat tidak signifikan, dan perubahan kondisi ekonomi masyarakat tidak signifikan Untuk mengoptimalkan efektivitas program diharapkan kepada pemerintah desa agar mensosialisasikan program BLT, Kemudian waktu pelaksanaan disesuaikan. Kepada penerima BLT diharapkan lebih memahami mekanisme, manfaat, tujuan dari BLT. dan yang tidak menerima BLT agar menanyakan langsung kepada aparat supaya tidak ada kesalahpahaman
IMPLEMENTASI PROGRAM IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA PUSKESMAS RAWAT INAP ALABIO KECAMATAN SUNGAI PANDAN KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Barkatullah, Barkatullah
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1212

Abstract

Fenomena masalah yaitu kurangnya kesadaran, kurangnya sosialisasi/penyuluhan, faktor tradisi serta kurangnya motivasi. Tujuannya mengetahui implementasi program imunisasi dasar lengkap pada puskesmas rawat inap Alabio kecamatan Sungai Pandan kabupaten Hulu Sungai Utara, beserta faktor dan upayanya.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Sumber data melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 10 orang. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Implementasi program imunisasi dasar lengkap pada puskesmas rawat inap Alabio belum terimplementasi dengan baik. Pertama ukuran kebijakan masih belum mencapai target dan tujuan dari kebijakan ini sudah ada dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 12 Tahun 2017. Kedua, sumber daya terdiri dari sumber daya manusia yang terkendala kurang sosialiasi, sarana dan prasarana ada yang rusak, anggaran dan ketersediaan vaksin sudah mencukupi. Ketiga, karakteristik agen pelaksana terdiri dari organisasi formal yang berperan yaitu pihak Puskesmas Rawat Inap Sungai Pandan, Dinas Kesehatan dan Pemerintah Desa serta organisasi informal yang tidak berperan. Keempat, sikap/kecenderungan para pelaksana terdiri dari sikap penerimaan terhadap kebijakan sangat baik dan tidak terjadi penolakan, Kelima, komunikasi dan koordinasi antar instansi terkendala oleh kurangnya sosialisasi. Keenam, lingkungan ekonomi, sosial dan politik yang terdiri dari lingkungan ekonomi, lingkungan sosial dan lingkungan politik yang cukup berperan. Faktor yang mempengaruhi terdiri dari faktor Pendukung yaitu keahlian para pelaksana, kerjasama organisasi, sikap penerimaan terhadap kebijakan dan lingkungan politik, sedangkan faktor penghambat terdiri dari kurangnya kesadaran/pengetahuan dari orang tua, kurangnya sosialisasi/penyuluhan, faktor tradisi serta kurangnya motivasi dari keluarga. Upaya dengan cara peningkatan kesadaran dan edukasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran ornag tua bayi dan balita, meningkatkan pelayanan kesehatan dalam imunisasi dasar lengkap, memonitoring secara berkala kepada anak bayi dan balita yang masih dalam masa imunisasi. Disarankan kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas Rawat Inap Alabio dengan meningkatan kesadaran para orang tua, memberikan bantuan kepada orang tua dengan lebih meningkatkan sosialisasi. Selanjutnya kepada orang tua diharapkan ikut mensukseskan program imunisasi dasar lengkap dengan cara memberikan imunisasi dasar lengkap kepada anak mereka.
EFEKTIVITAS PROGRAM KAMPUNG KB DI DESA PAKAN DALAM KECAMATAN DAHA UTARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Fahmi, Yusran
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1213

Abstract

Program Kampung KB merupakan faktor yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar bisa membentuk keluarga sejahtera. Efektivitas Program kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan dilihat dari kurangnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan MKJP, kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan masih rendah, dan masih ada bayi lahir stunting akibat kekurangan gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Program kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan serta faktor-faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program Kampung Dalam Membentuk Keluarga Sejahtera di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sampel secara purposive sampling berjumlah 13 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Program kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan belum efektif. Dapat dilihat pada indikator perencanaan, pengawasan, Langkah program, Realisasi, pelaksanaan kegiatan, kepuasan terhadap program, standar operasional prosedur, tujuan program dan dampak positif. Adapun indikator yang masih belum efektif yaitu pelaksanaan, pencapaian target program, dan pencapaian tujuan. Faktor yang mempengaruhi Efektivitas Program Kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan diantaranya faktor pendukung yaitu adanya petugas lini lapangan, adanya tokoh agama dan tokoh masyarakat, dan adanya sosialisasi kepada masyarakat mengenai program KB, sedangkan faktor penghambatnya yaitu pendapatan perkapita masih rendah, penggunaan MKJP masih rendah, dan masih ada angka stunting. Untuk meningkatkan Efektivitas Program kampung KB di Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara Kabupaten Hulu Sungai Selatan, disarankan kepada Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Hulu Sungai Selatan hendaknya mengkoordinasikan kembali dengan Kepala Desa dan Petugas Lini Lapangan KB tentang jadwal kegiatan dan sosialisasi, serta program-program Kampung KB yang masih belum berjalan. Kepada Kepala Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara diharapkan untuk terus melaksanakan program dan kegiatan yang menjadi dasar Kampung KB sebagai upaya dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di Desa Pakan Dalam. Kepada masyarakat Desa Pakan Dalam Kecamatan Daha Utara diharapkan untuk selalu berpartisipasi dalam setiap kegiatan program Kampung KB yang ada di Desa Pakan Dalam
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR CAMAT AMUNTAI SELATAN Berkatillah, Akhmad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 2 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.2.1214

Abstract

Motivasi kerja yang baik dapat mempengaruhi hasil dan kualitas pelayanan yang baik, begitupun sebaliknya jika motivasi kerja tidak baik maka hasil kerja terhadap proses pelayanan publik juga kurang baik. Permasalahan yang terjadi terkait Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Amuntai Selatan adalah dalam motivasi kerja terdapat kendala dalam perubahan aturan yakni SK. Perencanaan awal yang sudah matang tiba – tiba berubah. Berkurangnya para pegawai karena pindah atau sudah pensiun. Sedangkan, masalah Pelayanan perlunya alur penyesuaian antara petugas dan penerima pelayan. Tetapi dalam pelayanan tidak terlalu banyak yang ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Amuntai Selatan dan seberapa besar Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Pelayanan Publik Pada Kantor Camat Amuntai Selatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yakni dengan angket, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah populasi yang berjumlah 104 orang dan sampel pengunjung Kantor Camat Amuntai Selatan yakni berjumlah 51 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling dan juga memakai rumus slovin. Perhitungan regresi sederhana yakni untuk mendapatkan hasil yang signifikan antara dua variable yang berhubungan yaitu Motivasi Kerja dan Pelayanan Publik. Kemudian, peneliti melakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh motivasi kerja (X) terhadap pelayanan publik (Y). Perhitungan koefisien sederhana didapat persamaan regresinya adalah Y = 4,001 + 3,109 X . Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh antara variable X dan Y. Sedangkan hasil perhitungan Uji T yaitu t hitung sebesar 4,001 dibandingkan dengan t tabel (df=N-2) untuk yaitu 0,275 dengan taraf signifikan 5 %, ini artinya t hitung > t tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Nilai korelasinya adalah 0,496 sehingga koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,246 atau 24,6%. Camat Amuntai Selatan akan mempertahankan kualitas pelayanan, tegas dalam menegur dan memberikan sanksi apabila ada pegawai yang melakukan pelanggaran. Serta halnya sarana prasarana teruslah lebih memperhatikan agar bisa menunjang proses pelayanan dengan baik sehingga masyarakat merasa puas akan kerja pegawai. Untuk meningkatkan Motivasi Kerja Pegawai di Kantor Camat Amuntai Selatan para pegawai harus mengedepa
ANALISIS KINERJA GURU PADA SMP NEGERI 2 AMUNTAI SELATAN Rusdi, Ahmad; Setiawan, Irza; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1312

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Kinerja Guru di SMP Negeri 2 Amuntai Selatan. Yang menjadi fokus penelitian ini adalah Bagaimana Kinerja Guru. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Kinerja Guru dan Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Kinerja Guru pada SMP Negeri 2 Amuntai Selatan, kendala yang dihadapi, serta upaya yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja guru pada SMP Negeri 2 Amuntai Selatan. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan berfokus pada kinerja guru. Proses pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini yaitu Kepala Sekolah, Pendidik, dan Peserta Didik, serta arsip di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih ada kendala yang dihadapi oleh sekolah sepertinya adanya tugas tambahan selain tugas pokok sebagai pendidik, kedisiplinan terhadap waktu, keaktifan dalam melaksanakan pelajaran, masih adanya sebagian kecil yang memanfaatkan fasilitas sekolah untuk keperluan pribadi serta masih kurangnya kesadaran pada arti sebuah keetiaan kepada Negara. Sehingga dibutuhkan kreatifitas dan keikhlasan seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai upaya untuk mencerdaskan anak bangsa dan mewujudkan tujuan pendidikan yang sebenarnya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa Kinerja Guru Pada SMP Negeri 2 Amuntai Selatan sudah cukup baik, namun amasih ada kendala yang dihadapi yang disebabkan oleh beberap faktor yang mempengaruhi seperti kecakapan yang dimilki, dasar pendidikan, pengetahuan, serta kemampuan dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru. Untuk itu disarankan agar pimpinan dalam hal ini Kepala Sekolah untuk mendisiplinkan guru dan pemberian solusi dari setiap penyelesaian masalah pekerjaan hendaknya lebih ditingkatkan agar seluruh kegiatan pembelajaran berjalan dengan lebih optimal dan sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga guru bisa meningkatkan kinerjanya supaya menjadi lebih baik. Memfasilitasi guru untuk meningkatkan kualitas kerjanya dengan memberikan pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan tugasnya atau dengan memberikan kesempatan kepada setiap guru untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi guna menunjang kinerjanya sehingga bisa meningkatkan kariernya.
KINERJA PEGAWAI PADA DINAS KESEHATAN KABUPATEN BALANGAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Rahimi, Akhmad; Dharma, Agus Surya; Norrahman, Moh. Fajar
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1313

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Kinerja Pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi Kinerja Pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan. Metode digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sample secara purposive sampling berjumlah 12 orang.. Hasil penelitian bahwa Kinerja Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan sudah cukup baik: Pertama, Kemampuan dan Keterampilan Pegawai cukup baik namun masih ada pegawai yang belum menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan standar. Kedua, Jumlah hasil kerja unit pegawai sudah baik. Ketiga, Jumlah Tugas yang diselesaikan dalam waktu tertentu sebuah unit sudah cukup baik. Keempat, indikator Waktu yang dihabiskan dalam menyelesaikan pekerjaan cukup baik karena ada sebagian pegawai yang terlambat. Kelima, Kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan prosedur sudah baik, karena pegawai mengerjakan tugas sesuai prosedur yang ada. Keenam, ketersediaan informasi sudah baik karena setiap bidangnya. Ketujuh, Penggunaan Sarana dan prsarana cukup baik karena ada beberapa pegawai dalam bekerja masih bingung/kurang paham menggunakan sarana dan prasarana yang ada. Kedelapan bekerja tanpa pengawasan, cukup baik karena ada pekerjaan pegawai yang perlu di awasi secara langsung agar berjalan maksimal. Adapun faktor yang mempengaruhi, yaitu: Faktor pendukung, Pertama Komunikasi pegawai antar bidang sudah dilaksanakan dengan lancar dalam pekerjaan. Kedua, koordinassi antar pegawai dilakukan agar dalam pekerjaan terkoordinasi dengan baik. Sedangkan, Faktor Penghambat yaitu: Pertama, Tidak ada hukuman yang konkrit apabila target pekerjaan tidak selesai sesuai waktu yang ditetapkan. Kedua, Tidak adanya pelatihan khusus bagi pegawai untuk bisa menggunakan sarana dan prasarana.
MANAJEMEN PERENCANAAN PEMBANGUNAN BERBASIS KEBUTUHAN MASYARAKAT DAN SPASIAL UNTUK PERENCANAAN PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN PADA KELURAHAN PARINGIN KOTA KECAMATAN PARINGIN KABUPATEN BALANGAN Yulianti, Lysa; Raudah, Siti; Urahmah, Nida
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Perencanaan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Dan Spasial Untuk Perencanaan Pembangunan Yang Berkelanjutan Pada Kelurahan Paringin Kota Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif-kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil secara purposive sampling yang berjumlah 13 orang. Manajemen Perencanaan Pembangunan Berbasis Kebutuhan Masyarakat dan Spasial untuk Pembangunan yang Berkelanjutan Pada Kelurahan Paringin Kota Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan cukup baik dilihat dari: Pertama, Perencanaan, Tujuan cukup baik, Anggaran memadai karena dalam perencanaan anggaran telah dilakukan Konsltasi dan koordinasi. Kedua, Pengorganisasian, Pembentukan Tim sudah baik dan Pembagian kerja sudah baik Ketiga, Pengarahan, pengarahan perencanaan sudah cukup baik, karena sudah ada koordinasi antar dengan bidang/lembaga, pelaksanaan kegiatan tim sudah cukup baik dengan sistem pengumpulan usulan dilakukan berjenjang. Keempat, Pengkoordinasian, koordinasi kegiatan cukup baik dengan melakukan musyawarah rutin dan kerjasama cukup baik. Kelima, Pengawasan, monitoring cukup baik. Evaluasi cukup baik terhadap progres pembangunan. Faktor pendukung : adanya dukungan adopsi/replikasi tentang Manajemen perencanaan pembangunan. Faktor penghambat yaitu keterbatasan SDM dan tidak berkoordinasinya Pihak ketiga pelaksana Kegiatan Pembanguna.
EFEKTIVITAS PROGRAM STOP BUANG AIR BESAR SEMBARANGAN (BABS) DI KECAMATAN PARINGIN SELATAN KABUPATEN BALANGAN (Studi Kasus Desa Paringin Selatan Dan Desa Muara Pitap) Effendi, Adie Rahman; Setiawan, Irza; Dharma, Agus Surya
Al Iidara Balad Vol. 7 No. 1 (2025): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.7.1.1315

Abstract

Kepemimpinan camat dalam meningkatkan kinerja pegawai pada kantor Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan masih mengalami beberapa permasalahan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan camat dalam meningkatkan kinerja pegawai pada Kantor Kecamatan Juai serta faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Peneliti ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe deskriptif kualitatif.Hasil dari penelitian menunjukan kurang baik. Hal ini terlihat dari beberapa indikator pertama, pengendalian emosi Camat cukup baik,. Kedua, stabilisasi emosi Camat umumnya stabil, namun perlu ditingkatkan dalam menyelesaikan masalah berat. Ketiga, hubungan kerja yang dibina oleh Camat menciptakan suasana kondusif, tetapi komunikasi masih dapat lebih efektif. Keempat, proses pemimpin dalam memulai hubungan dengan pegawai cukup terbuka dan profesional. Kelima, motivasi yang diberikan belum maksimal dan cenderung bersifat umum. Keenam, keteladanan yang ditunjukkan pemimpin bersifat positif, namun perlu lebih terbuka terhadap masukan. Ketujuh, koordinasi berjalan cukup baik. Kedelapan, kerjasama efektif ditunjukkan melalui keterbukaan yang baik, tetapi keterlibatan seluruh pegawai masih perlu ditingkatkan.Disamping itu faktor penghambat mencakup kurangnya komunikasi terbuka, keterbatasan dalam memberikan motivasi yang efektif, keteladanan pemimpin yang belum optimal, keterlibatan pegawai yang tidak merata, serta perhatian terhadap alur koordinasi yang kurang.