cover
Contact Name
Sumardi Efendi
Contact Email
fanshurinstitute@gmail.com
Phone
+6285260083890
Journal Mail Official
fanshurinstitute@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daud Dariah Komplek Perumahan Cinta Kasih Paya Peunaga Kec. Meureubo Kab. Aceh Barat – Indonesia, Kode Pos 23687
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by FANSHUR INSTITUTE
ISSN : 30468949     EISSN : 30468957     DOI : -
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora merupakan Jurnal yang diterbitkan 3 (tiga) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Juni dan Oktober oleh FANSHUR INSTITUTE: Research and Knowledge Sharing in Aceh. Sebagai jurnal multidisiplin nasional yang mencakup berbagai isu dalam kajian ilmu-ilmu sosial dan humaniora, menerima tulisan hasil kajian dan penelitian dari para peneliti, dosen dan mahasiswa dalam bidang kajian meliputi: 1. Hukum, 2. Ekonomi, 3. Psikologi, 4. Komunikasi, 5. Seni dan Budaya, 6. Sosial dan Politik, 7. Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora bertujuan untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual dan hasil penelitian yang telah dicapai.
Articles 69 Documents
Strategi Orang Tua dalam Mengelola Penggunaan Gadget Anak Usia Dini di Gampong Tanjung Deah Darussalam Rawanita, Mesi; Mardhiah, Ainal
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 3 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v1i3.152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali strategi orang tua di Gampong Tanjung Deah Darussalam dalam mengelola penggunaan gadget pada anak usia dini, dengan fokus pada aspek perencanaan, upaya pelaksanaan, dan tantangan yang dihadapi. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk mendalami pengalaman dan perspektif orang tua terkait isu ini. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan sejumlah orang tua yang memiliki anak usia dini, serta observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua di Gampong Tanjung Deah Darussalam memiliki kesadaran yang tinggi terhadap pentingnya pembatasan penggunaan gadget bagi anak. Orang tua melakukan perencanaan melalui pembatasan waktu, pemilihan konten edukatif, dan pendampingan saat anak menggunakan gadget. Selain itu, usaha-usaha seperti penyediaan alternatif aktivitas fisik dan sosial serta penerapan sistem reward dan punishment menjadi bagian dari strategi mereka dalam menjaga keseimbangan penggunaan gadget. Namun, beberapa kendala juga ditemukan, antara lain kesulitan konsistensi dalam menerapkan aturan, tekanan sosial dari lingkungan, dan keterbatasan pengetahuan teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan gadget pada anak usia dini tidak hanya memerlukan peran aktif orang tua, tetapi juga dukungan dari lingkungan sosial dan edukasi terkait fitur pengaturan teknologi.
Penciptaan Perempuan Pertama dalam Al-Qur’an; Tinjauan Komparatif Studi Tafsir Al Manar dan Tafsir Munir Mairizal, T; Nur, Muhammad
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 3 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v1i3.154

Abstract

Asal usul penciptaan perempuan masih menjadi perdebatan dikalangan ulama, apakah tercipta dari unsur yang sama dengan Adam atau ia diciptakan dari salah satu bagian tubuh adam. Melalui kajian komparasi atas dua pemikiran tafsir, penelitian ini kemudian mengeksplorasi pemahaman ulama mengenai ayat-ayat penciptaan perempuan dari dua tafsir utama yakni Al Manar dan Al Munir. Melalui tafsir atas makna kata nafs al wahidah diketahui bahwa Hawa dan perempuan tidak tercipta dari sub bagian Adam, tapi mereka diciptakan dari jenis yang sama dengan tanggungjawab ontologis dan eskatologis yang sama
Tantangan dan Inovasi Pendidikan Dayah Aceh  dalam Pusaran Globalisasi dan Digitalisasi Husen, Musliadi; Rusli, Musliadi
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 3 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v1i3.164

Abstract

Dayah atau pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional telah lama menjadi pusat pembelajaran agama di Indonesia, termasuk di Aceh. Artikel ini membahas eksistensi dayah di Aceh dalam menghadapi tantangan era modernisasi, seperti perkembangan teknologi dan globalisasi, serta peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan peran dayah. Penelitian ini menyoroti pentingnya dayah dalam menjaga nilai-nilai tradisional Islam sambil merespons kebutuhan masyarakat modern. Melalui pendekatan analisis literatur, artikel ini mengidentifikasi tantangan, seperti ketertinggalan teknologi, dan peluang integrasi sistem pendidikan modern dalam kurikulum dayah. Kesimpulan menunjukkan bahwa dayah tetap menjadi pilar pendidikan Islam dengan mengedepankan fleksibilitas dan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Perlindungan Hak Anak dalam Konflik Perceraian: Analisis Hukum Keluarga Indonesia Kurniawan, Harry
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 3 (2024): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v1i3.167

Abstract

Perceraian merupakan fenomena sosial yang berdampak luas, terutama terhadap anak-anak yang menjadi pihak paling rentan dalam konflik keluarga. Dalam konteks Indonesia, perlindungan hak anak dalam konflik perceraian telah diatur melalui berbagai regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Konvensi Hak Anak yang diratifikasi Indonesia. Namun, implementasi prinsip kepentingan terbaik anak sering kali tidak maksimal dalam praktik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerangka hukum dan implementasi perlindungan hak anak dalam konflik perceraian, serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Penelitian menggunakan metode pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, mengkaji undang-undang, putusan pengadilan, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah memberikan landasan yang memadai, terdapat celah dalam pengawasan pelaksanaan hak nafkah, akses terhadap orang tua non-kustodial, dan dukungan psikologis anak. Kurangnya pemahaman tentang prinsip kepentingan terbaik anak dalam pengambilan keputusan pengadilan juga menjadi kendala utama.   Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya penguatan regulasi, peningkatan kapasitas lembaga terkait, serta edukasi masyarakat untuk melindungi hak anak dalam konflik perceraian. Pendekatan holistik yang melibatkan aspek hukum, sosial, dan emosional diperlukan untuk memastikan hak anak tetap terlindungi.
Tradisi Tulak Bala Bagi MUDAB: Perspektif, Argumen Teologis, Upaya dan Implikasinya Ismawan, Dana; Misbah, T. Lembong
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i1.160

Abstract

Tulak Bala merupakan salah satu tradisi yang setiap tahun dilaksanakan di Kabupaten Aceh Barat. Tradisi ini telah melekat dalam budaya masyarakat Aceh khususnya di wilayah Barat Selatan Aceh namun kerap dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Kajian ini bertujuan untuk memahami bagaimana ulama dayah, yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Aceh Barat, menyikapi tradisi Tulak Bala tersebut. Kajian penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif, dimana pengumpulan datanya diperoleh dari proses wawancara dan studi pustaka. Penelitian ini bertujuan menganalisis Perspektif Mubahatsah Ulama Dayah Aceh Barat (MUDAB) serta menelisik pandangan MUDAB dalam mendukung, menolak, atau memberikan sudut pandang tertentu mengenai praktik tulak bala, sekaligus alasan yang mendasari sikapnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUDAB menganggap tradisi ini sebagai manifestasi budaya lokal yang masih relevan dan dapat dilakukan untuk menjaga keselarasan antara adat dan agama, selama tidak melanggar prinsip-prinsip syariat Islam. Namun, perlu adanya edukasi dan penyampaian pemahaman kepada masyarakat untuk menghindari praktik-praktik yang dapat mengarah pada penyimpangan aqidah dan ajaran islam.
Menelisik Peran Kurikulum dalam Pendidikan: Menciptakan Agen Pengetahuan atau Menciptakan Subjek Pekerja Pusparani, Carolina; Ampuno, Sarlin; Siitay, Tresia
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i1.181

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji tentang peran kurikulum dalam pendidikan apakah menciptakan subjek pengetahuan atau justru menciptakan subjek pekerja. Tulisan ini hendak mengembalikan kesadaran masyarakat akan fungsi pendidikan sebenarnya, yaitu untuk memperoleh pengetahuan guna terlibat dalam dialog-dialog kemasyarakatan, dengan menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research). Dalam tulisan ini, penulis menggunakan buku dan artikel jurnal terkait dengan penerapan kurikulum merdeka, konstruksi sosial dalam kurikulum merdeka, dan pendidikan sebagai pemenuhan kebutuhan ekonomi akan subjek pekerja. Kesimpulan dari tulisan ini menjelaskan bahwa pendidikan tidak sekadar untuk mempersiapkan subjek pekerja, melainkan subjek pengetahuan. Oleh karena itu, kurikulum sebagai dasar pelaksanaan pendidikan harus dapat membedakan antara mengajarkan pengetahuan agar siswa dapat terlibat dalam dialog kemasyarakatan. Setiap individu memiliki hak untuk mengakses pengetahuan, sehingga pendidikan tidak seharusnya mendukung praktik kapitalisme yang mengontrol aktivitas dan kedirian individu berdasarkan kekuatan mereka akan sistem ekonomi.
Sengketa Perlindungan Hak Cipta Merek Dagang: Studi Kasus Perselisihan Antara Geprek Bensu vs I am Geprek Bensu Tua, Wulan Roma; Roito, Bella Clara; Suryana, Tb. M. Ferdiansyah; Akbar, Kartika Nuranisa; Rahmawati, Aisyah Azzahrah; Solapari, Nuryati
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i1.182

Abstract

Penelitian ini mengkaji sengketa perlindungan hak cipta merek dagang antara Geprek Bensu milik Ruben Onsu dan I Am Geprek Bensu yang dimiliki oleh PT Ayam Geprek Benny Sujono. Fokus utama dari studi ini adalah untuk memahami aspek hukum perlindungan merek di Indonesia serta mekanisme penyelesaian sengketa yang terjadi di Pengadilan Niaga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif, dengan analisis data yang bersumber dari literatur hukum dan dokumen pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sengketa ini berakar dari pendaftaran merek yang dilakukan oleh kedua pihak, di mana I Am Geprek Bensu terlebih dahulu mendaftarkan mereknya pada 3 Mei 2017, sedangkan Geprek Bensu baru terdaftar pada 7 Juni 2018. Pengadilan Niaga memutuskan untuk membatalkan pendaftaran merek Geprek Bensu karena dianggap tidak memiliki itikad baik, mengingat Ruben Onsu sebelumnya pernah menjadi brand ambassador untuk I Am Geprek Bensu. Keputusan ini mencerminkan penerapan sistem "first to file" dalam hukum merek di Indonesia, yang memberikan hak eksklusif kepada pihak yang mendaftarkan merek terlebih dahulu. Studi ini juga menyoroti pentingnya pendaftaran merek sebagai langkah strategis dalam melindungi hak kekayaan intelektual dan mencegah persaingan usaha yang tidak sehat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap merek dagang serta konsekuensi dari pelanggaran hak cipta dalam konteks bisnis kuliner di Indonesia.
Komunikasi Antara Orang Tua dan Anak Menurut Tafsir Ibnu ‘Asyur Hidayat, Fairuz; Maizuddin, Maizuddin; Djuned, Muslim
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i1.201

Abstract

Komunikasi antara orang tua dan anak merupakan elemen krusial dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis serta menjadi media utama penanaman nilai moral, spiritual, dan sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kajian mendalam tentang pola dan nilai komunikasi ideal berdasarkan perspektif Al-Qur'an, khususnya dalam Tafsir Ibnu 'Asyur. Penelitian fokus pada pola komunikasi keluarga dalam Al-Qur'an, model komunikasi (linear, interaksional, transaksional), serta nilai-nilai yang terkandung dalam Tafsir Al-Tahrir wa Al-Tanwir dan relevansinya dengan kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan kepustakaan. Data utama berasal dari Tafsir Al-Tahrir wa Al-Tanwir karya Ibnu 'Asyur, dilengkapi literatur sekunder terkait komunikasi dan tafsir Al-Qur'an. Analisis dilakukan menggunakan metode analisis isi untuk mengidentifikasi pola, model, dan nilai komunikasi. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang efektif dalam Al-Qur'an mencakup nilai kejujuran, kasih sayang, kebijaksanaan, dan kesabaran. Model linier terlihat dalam dakwah Nabi Ibrāhīm kepada Āzar (QS. Al-An'ām: 74), dengan pesan tegas satu arah. Model interaksional tercermin dalam dialog Luqmān (QS. Luqmān: 13–19), yang menggabungkan pesan jelas dengan dukungan emosional. Model transaksional yang ditampilkan dalam interaksi Nabi Ibrahim dengan ayahnya (QS. Maryam: 42–48), menggambarkan pertukaran pesan logistik dan spiritual. Penelitian ini menganjurkan penerapan komunikasi yang bijaksana dan penuh empati dalam keluarga, integrasi nilai komunikasi Al-Qur'an dalam kurikulum pendidikan keluarga, serta penguatan peran institusi pendidikan dan komunitas untuk menciptakan generasi dengan kesadaran komunikasi Islami. Hasil ini menunjukkan pentingnya penerapan nilai-nilai Al-Qur'an untuk membangun hubungan keluarga yang harmonis sesuai dengan prinsip-prinsip Islam.
Tantangan Radikalisme dan Kontribusi Sila Pertama Dalam Merawat Persatuan Indonesia Mese Baok, Deciana; Suardana, I Made; Saingo, Yakobus Adi
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i1.204

Abstract

Kemajemukan agama di Indonesia perlu dikelola secara teratur berbasis nilai-nilai Pancasila sehingga setiap warga Negara Indonesia dapat menikmati kenyamanan dan kerukunan hidup berelasi serta bersosialisasi dalam ikatan persatuan sehingga mampu menjadi tameng pengantisipasian tantangan radikalisme. Tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk menganalisis tentang tantangan radikalisme dan kontribusi sila pertama dalam merawat persatuan Indonesia. Metode penelitian dalam makalah ini menggunakan pendekatan studi pustaka dan dianalisis secara deskriptif. Hasil analisis pustaka dalam penelitian ini menjelaskan bahwa keberagaman agama yang melekat pada warga Negara Indonesia, sering kali coba digangu oleh ideologi sesat seperti radikalisme yang mengancam persatuan bangsa. Radikalisme, yang sering kali menggunakan agama sebagai dalih sehingga setiap masyarakat harus memiliki edukasi yang cukup bahwa ideology radikalisme tersebut sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya Sila Pertama: “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Setiap masyarakat sudah selayaknya memiliki wawasan yang luas tentang indahnya keberagaman dan menghidupi semangat pengimplementasian nilai-nilai Sila Pertama Pancasila melalui pendidikan, dialog antaragama dan penegakan hukum sehingga dapat menjadi tameng yang kokoh untuk menangkis tantangan radikalisme. Selain itu spirit dari Sila Pertama Pancasila yang dihidupi secara utuh dan menyeluruh oleh masyarakat Indonesia yang beragam agama dapat memperkuat persatuan dan kesatuan dalam lingkup keharmonisan.
Implementasi Galatia 5 Dalam Menciptakan Dialog Yang Kondusif Antara Pemeluk Agama Laukapitang, Jessintha Filardin; Saingo, Yakobus Adi; Neolaka, Marthen
WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 1 (2025): WATHAN: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : Fanshur Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71153/wathan.v2i1.205

Abstract

Keberagaman agama sebagai sebuah keniscayaan yang melekat pada masyarakat Indonesia sehingga setiap pihak bertanggung jawab dalam menjaga keindahan tersebut, meskipun terdapat tantangan dari pihak lain yang tidak menghendaki masyarakat Indonesia hidup dalam keharmonisan meskipun terdapat perbedaan agama. Untuk itu nilai-nilai Kristiani perlu diperkuat melalui dialog untuk mempererat hubungan masyaraakat di tengah kemajemukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi Galatia 5 dalam menciptakan dialog yang kondusif antara pemeluk agama. Metode yang digunakan dalam penelitian yang kualitatif deskriptif dengan pendekatan pustaka. Data dikumpulkan dengan menelusuri berbagai literatur ilmiah yang memiliki keterkaitan topik pembahasan serta dianalisis dengan pendekatan display sehingga mampu memaparkan hasil yang sistematis bahwa berdialog antara pemuluk agama secara kondusif menunjukkan keterbukaan diri serta menjadi salah satu cara orang percaya agar bisa memiliki relasi yang erat dengan pemeluk agama lain. Dialog yang dibangun dengan baik meningkatkan kesadaran umat manusia yang beragama yaitu sungguh-sungguh menghidupi nilai-nilai Kristiani, seperti yang terdapat dalam Kitab Galatia 5 dengan cara menghargai umat beragama lain ketika menjalankan rutinitas beribadahnya, tidak memiliki sikap radikal saat membangun dialog yang kondusif antara pemeluk agama, memiliki sikap empati maupun simpati terhadap pemeluk agama lainnya, serta berpandangan dewasa bahwa semua pemeluk agama memiliki hak asasi, derajat, harkat dan martabat yang sama sebagai makhluk ciptaan Tuhan.