cover
Contact Name
Arif Fiandi
Contact Email
ariffiandi03@gmail.com
Phone
+6285274823488
Journal Mail Official
admin@jicnusantara.com
Editorial Address
Jorong Nyiur, AGAM, Sumatera Barat
Location
Kab. agam,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Intelek Insan Cendikia
ISSN : -     EISSN : 30477824     DOI : -
Jurnal Intelek Insan Cendikia (JIIC) adalah jurnal MULTI DISIPLIN ILMU. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dari seluruh bidang ilmu, seperti : keagamaan, pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan, hukum, manajemen, dan seluruh bidang keilmuan lainnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,218 Documents
Representamen, Objek, dan Interpretant dalam Lirik Lagu “Tabola Bale”: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Muhamad Fajar; Muhammad Luthfie; Ruhimat Ruhimat
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna tanda dalam lirik lagu “Tabola Bale” menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Fokus penelitian terletak pada hubungan triadik antara representamen, objek, dan interpretant dalam setiap bait lirik. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis semiotika. Data utama berupa lirik lagu, sedangkan data pendukung diperoleh melalui wawancara dengan informan ahli dan informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda dalam lirik lagu didominasi oleh representasi kondisi emosional seperti ketertarikan, kekaguman, kegelisahan, serta harapan dalam hubungan interpersonal. Objek yang dirujuk mengarah pada pengalaman emosional yang berkembang secara bertahap, sementara interpretant menunjukkan bahwa makna bersifat dinamis dan terus berkembang. Penelitian ini menegaskan bahwa makna dalam lirik lagu terbentuk melalui proses semiosis yang berkelanjutan serta dipengaruhi oleh konteks emosional dan sosial.
Inovasi: Program Kewirausahaan Tahunan PAUD Rizca Naura Intan A; Arum Firda Lutfiana; Fetty Ernawati
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengembangkan inovasi manajemen keuangan pada lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) melalui pendekatan kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif dan prinsip Systematic Literature Review (SLR) sederhana terhadap jurnal nasional periode 2020–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen keuangan PAUD umumnya telah dilakukan secara sistematis melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pembukuan, serta pelaporan. Namun, masih terdapat kendala seperti sistem pembukuan manual, keterbatasan sumber pendanaan, dan ketergantungan pada dana pemerintah serta kontribusi orang tua. Di sisi lain, integrasi nilai kewirausahaan dalam PAUD terbukti mampu meningkatkan kreativitas, kemandirian, serta keterlibatan anak dan orang tua. Berdasarkan sintesis literatur, dikembangkan konsep Program Kewirausahaan Tahunan PAUD sebagai inovasi dalam manajemen keuangan. Program ini melibatkan seluruh stakeholder melalui kegiatan produktif yang bernilai ekonomi dan edukatif. Dengan demikian, program ini berpotensi meningkatkan kemandirian finansial lembaga sekaligus memperkaya proses pembelajaran anak secara kontekstual dan berkelanjutan.
Asuhan Keperawatan dengan Penerapan Jus Wortel pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur Arie Abri Zatama Syahputra; Tiarnida Nababan; Sri Wartini; Adi Saparuna; Armia Armia; Sifani Sifani
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang. Dampak dari hipertensi bisa menjadi penyebab utama kematian. Untuk mencegah terjadinya tekanan darah pada penderita hipertensi Salah satu terapi komplementer yang dapat diaplikasikan adalah dengan mengkonsumsi jus wortel yang kaya akan kalium untuk menurunkan tekanan darah. Tujuan studi kasus ini untuk memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan pemberian jus wortel untuk menurunkan tekanan darah pada pasien dengan hipertensi. Metode pengumpulan data dilakukan secara wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi. Asuhan keperawatan di lakukan di Puskesmas simpang jernih kabupaten aceh timur. Hasil pengkajian pada Ibu A dengan hipertensi yaitu nyeri kepala, pusing dan tidak bisa tidur akibta nyeri kepala yang dirasakan. Diagnose keperawatan yang muncul pada pasien hipertensi yaitu nyeri akut, resiko perfusi perifer tidak efektif dan gangguan pola tidur. Perencanaan asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien dengan hipertensi yaitu pemberian jus wortel merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Hasil evaluasi didapatkan hasil asuhan keperawatan menunjukan ada penurunan tekanan darah setelah meminum jus wortel  sebanyak 200 cc yaitu sebelum meminum jus wortel tekanan darah pasien 180/80 mmHg dan sesudah meminum jus wortel tekanan darah 130/80 mmHg sehingga adanya pengaruh dalam pemberian jus wortel terhadap penurunan tekanan darah pada Ibu A dengan hipertensi di Puskesmas Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur.
Penerapan Pasal 3 dalam Tindak Pidana Korupsi: Analisis Kesesuaian Antara Ketentuan Undang-Undang dan Fakta Perkara (Studi Putusan Nomor: 64/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Bdg) Nopi Puji Wahono; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang berdampak luas terhadap keuangan negara dan sistem pemerintahan. Dalam praktik penegakan hukum, sering terjadi perbedaan penerapan Pasal 2 dan Pasal 3 dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, khususnya dalam menilai unsur perbuatan melawan hukum dan penyalahgunaan kewenangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Pasal 3 dalam Putusan Nomor 64/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Bdg serta menilai kesesuaiannya dengan ketentuan hukum yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis hakim tidak menerapkan Pasal 2 karena tidak terbukti secara sah dan meyakinkan, namun menerapkan Pasal 3 karena terbukti adanya penyalahgunaan kewenangan oleh terdakwa selaku pejabat publik dalam pengelolaan anggaran Program P3K yang mengakibatkan kerugian negara. Penerapan Pasal 3 dalam kasus ini secara normatif dapat dinilai sesuai dengan fakta hukum, namun tetap menimbulkan perdebatan terkait konsistensi penegakan hukum dan efektivitas pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, diperlukan keseragaman interpretasi hukum agar tercipta kepastian hukum dan keadilan dalam penanganan perkara korupsi.
Analisis Yuridis Tindak Pidana Suap dalam Proses Penegakan Hukum (Studi Putusan Nomor: 50/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt Pst) Moh. Rendi Febriyani; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana korupsi dalam bentuk suap merupakan salah satu kejahatan yang memiliki dampak serius terhadap integritas sistem penegakan hukum. Praktik suap tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan. Fenomena ini semakin kompleks ketika melibatkan aparat penegak hukum dan profesi hukum lainnya yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip keadilan dan profesionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk tindak pidana suap dalam proses penegakan hukum serta mengkaji penerapan hukum terhadap pelaku berdasarkan Putusan Nomor: 50/Pid.Sus-TPK/2025/PN Jkt Pst. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa, yang berprofesi sebagai advokat, bersama-sama dengan pihak lain telah melakukan perbuatan memberikan atau menjanjikan sejumlah uang kepada seorang jaksa dengan tujuan mempengaruhi pelaksanaan tugasnya dalam pengembalian barang bukti pada perkara investasi bodong robot trading. Perbuatan tersebut dilakukan melalui kesepakatan untuk memanipulasi jumlah pengembalian barang bukti sehingga terdapat selisih dana yang kemudian dibagi di antara para pelaku. Total dana yang digunakan dalam praktik suap tersebut mencapai sekitar Rp11.700.000.000,00, yang diberikan melalui mekanisme transfer rekening untuk menghindari deteksi langsung. Perbuatan tersebut secara yuridis memenuhi unsur tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yaitu memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya. Selain itu, keterlibatan beberapa pihak dalam perkara ini menunjukkan adanya pola korupsi yang bersifat kolaboratif dan terorganisir. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa praktik suap dalam proses penegakan hukum dapat terjadi akibat lemahnya pengawasan internal serta adanya penyalahgunaan kewenangan oleh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan, peningkatan integritas profesi hukum, serta penegakan hukum yang tegas untuk mencegah terjadinya praktik serupa di masa yang akan datang.
Evaluasi Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi dalam Proyek Infrastruktur BTS 4G Kominfo (Studi Putusan Nomor: 34/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Jkt.Pst) Almansyah Almansyah; Hudi Yusuf
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G yang dikelola oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika merupakan salah satu bentuk kejahatan korupsi yang berdampak luas terhadap pembangunan nasional. Proyek yang bertujuan untuk pemerataan akses telekomunikasi justru disalahgunakan melalui praktik pengaturan tender, manipulasi proses pengadaan, serta penerimaan imbalan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kewenangan dalam proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi dalam Putusan Nomor: 34/Pid.Sus-TPK/2024/PN.Jkt.Pst, dengan fokus pada kesesuaian antara ketentuan hukum yang berlaku dengan penerapannya dalam putusan pengadilan. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) jo. Pasal 18 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 KUHP. Perbuatan tersebut meliputi pengaturan proses pengadaan, pembentukan tim tidak resmi, serta penerimaan sejumlah uang dan barang dari pihak terkait proyek BTS 4G. Selain itu, perkara ini juga melibatkan banyak pihak dengan nilai kerugian negara yang sangat besar, yaitu mencapai triliunan rupiah. Meskipun secara yuridis unsur-unsur tindak pidana telah terpenuhi, kompleksitas perkara serta keterlibatan banyak aktor menunjukkan adanya tantangan dalam penegakan hukum, terutama dalam menjamin akuntabilitas dan memberikan efek jera yang maksimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem pengawasan serta konsistensi dalam penjatuhan sanksi pidana agar penegakan hukum terhadap tindak pidana korupsi dapat berjalan lebih efektif dan optimal.
Hubungan Dukungan Keluarga dan Motivasi Sembuh dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberculosis Paru di Puskesmas Tenjolaya Tahun 2025 Siti Herlina; Indri Sarwili; Lannasari Lannasari
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis paru merupakan penyakit menular yang memerlukan pengobatan jangka panjang serta kepatuhan tinggi untuk mencapai kesembuhan. Ketidakpatuhan minum obat masih menjadi masalah utama yang dapat menyebabkan kegagalan pengobatan dan resistensi obat. Dukungan keluarga dan motivasi sembuh berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan motivasi sembuh dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Tenjolaya Kabupaten Bogor tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dengan 83 responden tuberkulosis paru yang sedang menjalani pengobatan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga, motivasi sembuh, dan kepatuhan minum obat (Morisky Medication Adherence Scale). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 42 responden (51%) mendapatkan dukungan keluarga baik dan 43 responden (52%) mempunyai motivasi sembuh baik. Hasil uji statistik Chi-Square (p-value = 0,000 dan 0,012; p < 0,05) dan nilai Odds Ratio sebesar 390,000 dan 3,467 menunjukkan bahwa adanya hubungan antara dukungan keluarga dan motivasi sembuh dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberculosis paru. Dukungan keluarga dapat diberikan untuk meningkatkan Tingkat motivasi sembuh sehingga responden akan patuh dalam pengobatan sampai mencapai kesembuhan total.
Representasi Nilai Multikultural dalam Interaksi Digital Siswa pada Grup Whatsapp Kelas di Lingkungan Multietnis: Studi Literatur Syandikha Andana; Gabriel Nainggolan; Karel Benyamin Obet Nego Kay; Suthan Muzakky; Oemar Ghibran Maftuh; Bisru Hafi
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi komunikasi digital telah mengubah pola interaksi siswa, khususnya melalui penggunaan aplikasi WhatsApp sebagai media komunikasi utama dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk interaksi digital siswa dalam grup WhatsApp kelas serta mengkaji representasi nilai-nilai multikultural yang muncul dalam interaksi tersebut. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi literatur, melalui analisis terhadap berbagai jurnal dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi digital siswa dalam grup WhatsApp bersifat dinamis dan efektif dalam mendukung kegiatan pembelajaran, seperti diskusi, penyampaian informasi, dan berbagi materi. Nilai-nilai multikultural seperti toleransi, saling menghargai, dan kesantunan berbahasa tercermin dalam komunikasi siswa, meskipun masih terdapat potensi pelanggaran norma komunikasi. Selain itu, perbedaan latar belakang budaya dapat menimbulkan miskomunikasi akibat keterbatasan komunikasi berbasis teks. Oleh karena itu, literasi komunikasi digital dan peran guru menjadi faktor penting dalam membangun interaksi yang inklusif dan harmonis
Strategi Pengendalian Tata Ruang Menyeimbangkan Ekspansi Industri Terintegrasi dan Perlindungan Lahan Pertanian Sabang Maglyn Angel Stefanny; Cantika Reika Viana; Nurfadilla Risa Aulia; Adinda Aulia; Muhammad Adymas Hikal Fikri
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kawasan industri terintegrasi menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi daerah, namun di sisi lain berpotensi menekan keberlanjutan lahan pertanian pangan. Kabupaten Subang sebagai salah satu lumbung pangan nasional menghadapi tantangan serius akibat meningkatnya alih fungsi lahan pertanian ke sektor industri, khususnya dalam pengembangan kawasan Rebana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab tingginya alih fungsi lahan meskipun telah terdapat regulasi perlindungan tata ruang, serta merumuskan strategi pengendalian ruang yang efektif dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan industri dan pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Teori Keseimbangan Kepentingan dan Teori Pengendalian Hukum. Data diperoleh melalui studi literatur, analisis kebijakan, dan kajian terhadap implementasi tata ruang di daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya alih fungsi lahan disebabkan oleh lemahnya penegakan hukum, inkonsistensi kebijakan, tekanan investasi, serta kurangnya insentif bagi perlindungan lahan pertanian. Strategi pengendalian tata ruang yang efektif meliputi penguatan regulasi berbasis zonasi yang tegas, peningkatan pengawasan dan penegakan hukum, pemberian insentif bagi petani, serta integrasi perencanaan lintas sektor. Selain itu, diperlukan harmonisasi kebijakan yang menyeimbangkan kepentingan ekonomi dan ketahanan pangan melalui pendekatan keseimbangan kepentingan. Dengan demikian, pengendalian tata ruang yang optimal tidak hanya bergantung pada regulasi formal, tetapi juga pada komitmen implementasi dan sinergi antar pemangku kepentingan guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Kuta Baro Kabupaten Aceh Besar Erliana Erliana; Cut Nurhasanah; Cut Sriyanti
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 05 (2026): MEI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnancy remains a significant public health problem worldwide and contributes to maternal and fetal morbidity and mortality. The World Health Organization (WHO) reported that approximately 40% of pregnant women globally experience anemia, with higher prevalence in developing countries. Several factors such as maternal age, parity, nutritional status, education level, and compliance with iron supplementation influence the occurrence of anemia during pregnancy. This study aimed to identify factors associated with anemia among pregnant women in the working area of Kuta Baro Community Health Center, Aceh Besar. This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The population consisted of pregnant women who attended antenatal care services, with a total sample of 72 respondents selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires and maternal health records. Data were analyzed using Chi-Square test with a significance level of 0.05. The results showed that there were significant relationships between maternal knowledge (p = 0.004), compliance with iron tablet consumption (p = 0.001), and nutritional status (p = 0.012) with the incidence of anemia. Meanwhile, maternal age (p = 0.214) and parity (p = 0.187) were not significantly associated. In conclusion, knowledge, iron supplementation compliance, and nutritional status are important factors related to anemia in pregnancy. Strengthening health education and nutritional programs is essential to reduce the prevalence of anemia among pregnant women.