cover
Contact Name
Muhammad Alfan
Contact Email
jitpro.ppg@um.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jitpro.ppg@um.ac.id
Editorial Address
Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Negeri Malang (UM), Gedung A21 Lantai 2, Jalan Semarang 5, Kota Malang, 65145 Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Innovation and Teacher Professionalism
ISSN : -     EISSN : 30248604     DOI : 10.17977/um084
JITPro is fundamentally concerned with the improvement of teacher education, curriculum, policy, and in-service training. Besides these, the journal also accepts researches related to the problems of teacher educators and researchers in the field of educational sciences.
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2025)" : 30 Documents clear
Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Kelas V SD dalam Kegiatan Diskusi Kelompok Fazhari, Batricia Albafirda; Yuniawatika, Yuniawatika
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p317-324

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model Project-Based Learning (PjBL) pada kelas V SD dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas V di SD Negeri Gadingkasri, Malang, dan penelitian ini dilakukan selama Siklus 1-3 dalam kegiatan PPL 1 untuk Program Pendidikan Guru Prajabatan (PPG) Universitas Negeri Malang pada Januari-Februari 2024. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan wawancara untuk menangkap gambaran keterampilan kolaborasi peserta didik. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung dan dokumentasi di lapangan untuk memahami keterampilan kolaborasi peserta didik dalam pembelajaran PjBL, sementara wawancara memberikan wawasan dari perspektif peserta didik mengenai pengalaman belajar mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL mendorong peserta didik untuk saling berinteraksi dan bekerja sama dalam kelompok guna mencapai tujuan bersama. Melalui tugas kelompok, peserta didik terbiasa saling mendukung dan membantu teman sekelompok yang membutuhkan, baik dengan memberi dorongan maupun berbagi informasi yang relevan. Peserta didik yang lebih paham menunjukkan kesadaran dan inisiatif untuk menjelaskan materi kepada teman-teman yang kurang memahami, sehingga tercipta suasana belajar yang kooperatif.
Inovasi Pembelajaran Informatika di Sekolah Menengah Pertama: Tinjauan Publikasi 2023-2024 Meriatami, Alfeina Zakkya; Indrasari, Novita Tri; Anggoro, Bayu Koen; Wirawan, I Made
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p325-332

Abstract

Mata pelajaran Informatika telah ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib dalam Kurikulum Merdeka. Sebelumnya, dalam kurikulum yang lama, Informatika tergabung dalam mata pelajaran Prakarya, yang menjadikannya sebagai mata pelajaran pilihan. Oleh karena itu, pembelajaran Informatika merupakan bidang baru bagi para pendidik dan peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis inovasi-inovasi dalam pembelajaran Informatika selama rentang waktu tertentu, yaitu dari tahun 2023 hingga tahun 2024. Analisis dilakukan melalui database Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka (literature review), dengan kriteria artikel yang dipublikasikan pada tahun 2023 sampai dengan tahun 2024 menggunakan kata kunci “inovasi dalam pembelajaran Informatika SMP” dan “inovasi dalam mata pelajaran Informatika SMP.” Kategori artikel diseleksi berdasarkan kesesuaian dengan kata kunci, mengacu pada 20 besar teratas, di mana peringkat yang lebih tinggi menunjukkan relevansi yang lebih baik. Hasil analisis mengungkapkan bahwa terdapat 16 artikel yang memenuhi kriteria, terdiri dari 12 artikel dengan metode pengembangan, satu artikel penelitian tindakan kelas (PTK), dua artikel dengan metode eksperimen, dan satu artikel kuantitatif deskriptif.
Penggunaan Design Thinking dalam Mengatasi Kebosanan Peserta Didik di Kelas Handayani, Lina; Zen, Ella Faridati
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p333-339

Abstract

Pada era saat ini, dalam kegiatan pembelajaran baik mata pelajaran umum maupun kegiatan Bimbingan dan Konseling, peserta didik sering merasakan kejenuhan atau kebosanan. Setelah ditelusuri, ternyata alasan peserta didik merasa jenuh dan bosan adalah karena kegiatan belajar mengajar yang terlalu monoton dari tahun ke tahun, di mana mereka tetap duduk di tempat duduk dan mendengarkan guru menjelaskan. Hal ini menyebabkan kejenuhan dalam belajar, melewati berbagai mata pelajaran dan kondisi belajar yang berbeda, serta guru pengajar yang berbeda untuk tiap mata pelajaran, salah satunya adalah pelajaran Bimbingan dan Konseling di sekolah. Kegiatan layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah memiliki empat komponen layanan yang perlu dilaksanakan. Tujuannya adalah untuk memberikan ide atau pengembangan dengan kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan, melalui permainan dan aktivitas menarik yang disesuaikan dengan tujuan layanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif ini dilakukan melalui observasi terkait pemberian layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah dengan menerapkan desain thinking dalam layanannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan desain thinking efektif digunakan dalam kegiatan layanan untuk meningkatkan peran aktif peserta didik di kelas.
Penerapan Pembelajaran Dilatasi dengan Pendekatan Kontekstual Berbasis Etnomatematika Prastica, Axellya Dian; Suliantoro, Tamyis; Irawati, Santi
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p340-347

Abstract

Pembelajaran matematika seringkali dirasakan kurang relevan dengan kehidupan nyata siswa, sehingga menurunkan minat dan pemahaman mereka terhadap materi. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pendekatan kontekstual berbasis etnomatematika yang mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal dan pengalaman sehari-hari siswa. Studi ini bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan pembelajaran dilatasi melalui pendekatan etnomatematika terhadap pemahaman dan motivasi belajar siswa kelas VIII. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test, melibatkan 30 siswa sebagai subjek penelitian. Instrumen pengumpulan data meliputi tes kemampuan dan angket motivasi belajar yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran dilatasi berbasis etnomatematika meningkatkan pemahaman siswa, dengan persentase ketuntasan klasikal mencapai 73,3 persen. Selain itu, hasil angket menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar siswa, yang merasa pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan dengan kehidupan mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan kontekstual berbasis etnomatematika efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika.
Pemanfaatan LKPD Berbasis Model Kooperatif Think Pair Share untuk Melatih Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Materi Sumber Energi Listrik Alternatif Kelas 9 SMP Fitriana, Dewi Khajar; Dasna, I Wayan; Wardati, Dahlia
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p348-356

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang dirancang berdasarkan Model Kooperatif Think Pair Share (TPS) dalam meningkatkan kemampuan kolaborasi siswa pada materi sumber energi listrik alternatif di kelas 9 SMP Negeri 12 Malang. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, keterampilan kolaborasi menjadi semakin krusial, mengingat tantangan yang dihadapi siswa di era informasi ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain One Shot Case Study, di mana data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan tes untuk mengukur keterampilan kolaborasi dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model TPS secara signifikan meningkatkan keterlaksanaan pembelajaran oleh guru, dengan sebagian besar siswa mencapai ketuntasan belajar. Meskipun sebagian besar siswa menunjukkan keterlibatan aktif, terdapat tantangan dalam mempertahankan tingkat keterlibatan tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan model TPS berbasis LKPD tidak hanya meningkatkan keterlibatan peserta didik, tetapi juga berkontribusi pada hasil pembelajaran yang lebih baik. Temuan ini menunjukkan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang interaktif dan kolaboratif untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih efektif.
Tantangan dan Inovasi dalam Pembelajaran IPS Sekolah Menengah Pertama di Era Globalisasi Widyarini, Fianisya; Suharto, Yusuf
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p357-362

Abstract

Inovasi adalah penerapan hal-hal baru yang bertujuan untuk membawa perubahan positif, terutama oleh orang-orang yang berkeinginan kuat untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Inovasi sangat penting dalam dunia pendidikan, di mana berbagai teknik baru dikembangkan untuk membentuk generasi mendatang. Pendidikan dihadapkan pada tuntutan untuk mempersiapkan siswa menguasai teknologi dan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tantangan dan inovasi dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial. Model penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yang berarti data dijelaskan secara mendalam. Studi pustaka dilakukan dengan menggunakan sumber-sumber dari Google Scholar untuk memperoleh referensi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk menyongsong era globalisasi, peningkatan kualitas pendidikan perlu didukung oleh kebijakan dan budaya pendidikan yang mampu mengatasi berbagai tantangan secara holistik. Pendidikan merupakan kunci untuk menghasilkan individu berkualitas, dan negara-negara maju bergantung pada kualitas pendidikan mereka. Inovasi dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran IPS, diperlukan agar proses belajar mengajar berlangsung dengan lancar, menyenangkan, dan kreatif, sehingga memotivasi siswa untuk belajar dan mencapai tujuan pembelajaran dengan meningkatkan kinerja mereka.
Pengaruh Model Pembelajaran Role Playing terhadap Motivasi, Hasil Belajar, dan Keterampilan Kolaboratif Siswa Kelas XI IPS pada Pembelajaran Biologi Hendrawan, Hendrawan; Sulisetijono, Sulisetijono; Rakhmawati, Yunita
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p363-373

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mengubah secara drastis cara pembelajaran, berpengaruh besar pada kualitas pendidikan yang diterima siswa. Hal ini berdampak tidak hanya pada motivasi dan hasil belajar siswa, tetapi juga pada keterampilan yang penting untuk abad ke-21, khususnya keterampilan kolaborasi. Dalam menghadapi tantangan ini, model pembelajaran role-playing muncul sebagai alternatif yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh model role-playing terhadap motivasi belajar, hasil belajar kognitif, dan keterampilan kolaborasi siswa pada materi pencernaan manusia selama masa pandemi. Menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan eksperimen semu, penelitian ini membandingkan dua kelas: kelas eksperimen yang menerapkan model role-playing dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran lain yang setara. Sampel penelitian terdiri dari 34 siswa yang diambil melalui purposive sampling, dengan kelas XI IPS 1A sebagai kelas eksperimen dan XI IPS 1B sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes motivasi belajar, pre-test dan post-test untuk hasil belajar kognitif, serta penilaian keterampilan kolaborasi menggunakan rubrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model role-playing memberikan pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar (koefisien uji 0,41, kategori sangat kuat), hasil belajar kognitif (koefisien uji 0,486, kategori sangat kuat), dan keterampilan kolaborasi siswa (koefisien uji 0,79, kategori sangat kuat).
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching terhadap Hasil Belajar Siswa di Kelas VII SMP Islam Terpadu Kriswanto, Diyo; Wahyuningsih, Sapti
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p374-382

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa melalui penerapan model pembelajaran berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching pada materi matematika, khususnya perbandingan senilai. Observasi awal di SMPIT Insan Permata Kota Malang menunjukkan bahwa siswa kelas VII kurang aktif dalam mengikuti pelajaran matematika, yang merupakan salah satu mata pelajaran wajib di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil observasi menunjukkan peningkatan keaktifan belajar siswa, dengan skor rata-rata pada siklus I sebesar 72,94, yang meningkat menjadi 83,78 pada siklus II. Peningkatan ini juga tercermin dalam hasil belajar siswa, di mana ketuntasan klasikal pada siklus I hanya mencapai 30% dengan kriteria rendah, sedangkan pada siklus II meningkat signifikan menjadi 76 persen dengan kriteria tinggi, melampaui indikator keberhasilan yang ditetapkan (lebih besar samadengan 75,00). Berdasarkan indikator keberhasilan yang telah tercapai, penelitian ini dinyatakan berhasil dan dihentikan pada siklus II. Peningkatan yang signifikan dalam aktivitas dan hasil belajar menunjukkan efektivitas penerapan model PBL dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi matematika.
Membangun Minat Belajar IPA Siswa SMP melalui Strategi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Prasetyo, Septian Wahyu; Hanafi, Yusuf; Sagitha, Ferdi Dwi
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p383-390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana minat siswa terhadap mata pelajaran IPA pada semester II di SMP Negeri 5 Kota Malang selama tahun ajaran 2023/2024. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode gabungan kuantitatif dan kualitatif, dengan kuesioner dan daftar cek sebagai instrumen pengumpulan data untuk mengukur minat siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, hanya 4 siswa (12,9 persen) yang menunjukkan minat belajar, sementara 24 siswa (77,4 persen) kurang berminat, dan 3 siswa (9,6 persen) tidak berminat terhadap mata pelajaran IPA. Setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif Jigsaw, ditemukan adanya peningkatan yang signifikan dalam minat siswa terhadap mata pelajaran IPA, ditunjukkan oleh hasil uji t yang menghasilkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 lebih kecil dari 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa. Dengan demikian, model ini dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi kurangnya minat belajar siswa sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Implementasi model Jigsaw dapat menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan kolaboratif, yang berdampak positif pada keterlibatan siswa dalam proses belajar, sehingga memperkuat hasil pembelajaran dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Integrasi E-Modul Pembelajaran Pemrograman Dasar Berbasis Project-Based Learning dengan CAI untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa SMK Ananda, Sagita Regina Putri; Herwanto, Heru Wahyu
Journal of Innovation and Teacher Professionalism Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um084v3i22025p391-402

Abstract

Pemrograman dasar adalah mata pelajaran dasar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada program keahlian Teknik Komputer dan Informatika yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan dasar pemrograman komputer bagi siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berbasis Project Based Learning dan Computer-Assisted Instruction (CAI) sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Pemrograman Dasar guna mendukung pembelajaran yang efektif. Pengembangan e-modul dilakukan dengan model 4D, yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. E-modul ini diuji pada siswa kelas X jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) di SMKN 6 Malang untuk mengamati peningkatan kemandirian belajar. Validasi dari ahli media menunjukkan persentase kelayakan sebesar 94,53 persen, sedangkan validasi dari ahli materi menunjukkan persentase 92,74 persen, dengan nilai gabungan dari keduanya mencapai 93,63 persen. Pada tahap uji coba, dua siswa menghasilkan skor rata-rata 88,75 persen, uji coba kelompok kecil dengan delapan siswa menghasilkan 80,52 persen, dan uji coba kelompok yang lebih besar dengan 17 siswa memperoleh 84,41 persen. Secara keseluruhan, e-modul ini dinilai sangat layak untuk mendukung pembelajaran siswa kelas X semester ganjil. Uji kemandirian belajar dengan menggunakan 30 soal valid dan reliabel pada 33 siswa menunjukkan rata-rata persentase 86,46 persen, yang mengindikasikan tingkat kemandirian belajar yang sangat tinggi ketika menggunakan e-modul ini.

Page 2 of 3 | Total Record : 30