Articles
40 Documents
APLIKASI TEKNOLOGI PHT BIOINTENSIF UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KETAHANAN TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens)
Setiawan, Wawan;
Athallah, Faris Nur Fauzi
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.70
Cabai rawit merupakan komoditi yang memerlukan perawatan dan aplikasi pestisida kimia yang tinggi. Namun, Penggunaan pestisida kimia secara intensif belum sepenuhnya mampu mengatasi permasalahan hama dan penyakit tanaman cabai dan justru berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) Biointensif terhadap pertumbuhan vegetatif dan insidensi hama serta penyakit pada tanaman cabai rawit. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan percobaan komparatif yang membandingkan dua sistem budidaya, yaitu budidaya konvensional dan budidaya dengan PHT Biointensif, masing-masing terdiri atas 30 sampel tanaman. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, serta insidensi penyakit bercak daun dan serangan hama trips dan belalang. Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PHT Biointensif secara signifikan meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun pada seluruh waktu pengamatan dibandingkan dengan sistem konvensional. Selain itu, PHT Biointensif mampu menurunkan insidensi penyakit bercak daun dan serangan hama trips, meskipun belum berpengaruh terhadap insidensi serangan belalang. Peningkatan pertumbuhan dan penurunan insidensi hama dan penyakit tersebut diduga berkaitan dengan perbaikan kesehatan tanah, peningkatan aktivitas mikroba bermanfaat, serta terinduksinya ketahanan tanaman. Penerapan PHT Biointensif berpotensi menjadi strategi budidaya cabai rawit yang berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan terhadap input kimia.
POTENSI POC LIMBAH PISANG UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERONG UNGU (Solanum melongena L.)
Dahlianah, Inka;
Firman;
Syahputra, Andika
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.71
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pupuk organik cair batang pisang terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong (solanum melongena, L.). Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh, telah dilaksanakan dari bulan Januari sampai bulan April 2024. Metode yang diterapkan pada penelitian ini Adalah RBD (Randomized Block Design atau Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Parameter Tinggi tanaman terong berdasarkan uji F analisis keragaman diperoleh pada perlakuan P4 (450 ml per liter air sebesar 60,88 cm, Jumlah Cabang, Tanaman, dan Jumlah Buah dan berat buah Pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P5 (Konsentrasi limbah Tanaman Pisang 550 ml per liter air mendapatkan capaian tertinggi untuk jumlah cabang (3,66 cabang), Jumlah Buah(4,29 buah), dan Berat buah(100,06 g) dan tinggi tanaman terong berdasarkan uji F analisis keragaman diperoleh pada perlakuan P5 (550 ml per liter air sebesar 60,88 cm.
STUDI POPULASI DAN SEBARAN MONYET EKOR PANJANG (Macaca fascicularis) DI TAMAN WISATA ALAM PUNTI KAYU KOTA PALEMBANG PROVINSI SUMATERA SELATAN
Sudiana, Nana;
Aluyah, Cik;
Sosilawati, Endang
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.72
Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) merupakan salah satu satwa yang statusnya tidak dilindungi, namun pada saat ini menurut IUCN (2022) Monyet Ekor Panjang (MEP) dikategorikan kedalam kriteria Endangered yang artinya terancam punah. Ancaman utama bagi spesies ini di sebagian besar wilayahnya adalah perburuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah populasi dan pola sebaran MEP di Taman Wisata Alam Punti Kayu Palembang. Penelitian dilaksanakan di Taman Wisata Alam Punti Kayu Kota Palembang pada bulan Maret 2025, menggunakan metode Consentration Count dan eksploratif dengan pengambilan data primer dan sekunder terhadap populasi dan pola sebaran MEP. Pengamatan dilakukan pada 5 lokasi yaitu lokasi Danau, Rekreasi, Kantor Gakkum Kehutanan, Wahana, dan Kantor Resort Punti Kayu. Hasil penelitian menemukan ada 175 ekor individu MEP di Taman Wisata Alam Punti Kayu dengan kepadatan populasi sebesar 3,5 individu/Ha. Sex Ratio individu monyet ekor panjang yang ditemukan secara umum lebih banyak jantan daripada betina yang terdapat pada lokasi Rekreasi, lokasi Danau, lokasi Wahana dan pada lokasi Kantor Resort kecuali pada lokasi Kantor Gakkum lebih banyak betina dibanding jantan. Sebaran Individu monyet ekor panjang terdiri dari 3 kelompok yaitu lokasi Kantor Gakkum, lokasi Rereasi dan lokasi Kantor Resort yang didasarkan pada hasil perjumpaan dan ploting peta sebarannya.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG PUTIH (Solanum Melongena L.) VARIETAS KANIA F1 TERHADAP BERBAGAI DOSIS PUPUK NPK DAN MIKORIZA
Khosadila, Dea;
Karneta, Railia;
Delita, Krisna
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.73
Budidaya terung putih masih rendah karena tantangan kesuburan tanah dan terbatasnya pengetahuan tentang praktik pemupukan yang optimal. Permasalahan utama kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakan terung putih dikarenakan terung varietas kania ini masih belum tersebar di kalangan masyarakat. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dengan melakukan pengenalan cara menyajikan keunggulan serta manfaat dari tanaman terung putih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi terung putih terhadap berbagai dosis pupuk NPK dan mikoriza. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) menggunakan 2 faktor perlakuan, yaitu perlakuan pertama dosis pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf dan perlakuan kedua dosis mikoriza terdiri dari 4 taraf perlakuan, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan. Berdasarkan dari hasil penelitian ini dapat di ambil kesimpulan pemberian dosis pupuk NPK 15 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung putih. pemberian dosis pupuk Mikoriza 15 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung putih. interaksi dosis pupuk NPK dengan dosis 15g/polybag dan dosis pupuk Mikoriza 15 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung putih.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI DAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) DI POLYBAG
Fitriyadi;
Midranisiah;
Aryanti, Ida;
Akbar, Reza Aulia
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.75
Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) mengandung banyak vitamin dan gizi yang tinggi serta bermanfaat bagi kesehatan, akan tetapi roduktivitas terung mengalami penurunan sehingga perlu upaya penerapan teknologi budidaya yang maksimal untuk bisa meningkatkan nilai produktivitas tersebut, salah satunya yaitu dengan penerapan teknologi pemupukan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang kotoran sapi dan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu di polybag. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga didapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Setiap unit terdiri dari 3 sampel percobaan, sehingga secara keseluruhan terdapat 108 unit tanaman sampel. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran sapi dengan dosis 600 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu. Pemberian POC dengan konsentrasi 20 ml/l memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu. Kombinasi perlakuan pupuk kandang kotoran sapi dengan dosis 600 g/polybag dan POC dengan konsentrasi 20 ml/l memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) TERHADAP JENIS MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NPK DI POLYBAG
Laradita, Meva;
Karneta, Railia;
Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.76
Tanaman mentimun merupakan salah satu sayuran yang digemari karena kandungan gizi dan manfaat kesehatannya. Peningkatan produktivitas mentimun dapat dicapai melalui praktik budidaya yang tepat seperti pemilihan media tanam dan dosis pupuk yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis media tanam dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun di polybag. Penelitian dilaksanakan pada April–Juli 2025 di Desa Lebung Batang, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor perlakuan, yaitu media tanam M1= tanah dan sekam mentah, M2= tanah dan sekam bakar dan M3= tanah dan serbuk gergaji. Faktor kedua yaitu dosis pupuk NPK K1= 3 g/polybag, K2= 6 g/polybag dan K3= 9 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam tanah dan sekam bakar memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun. Pemberian pupuk NPK 6 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik, sedangkan kombinasi perlakuan media tanam tanah dan sekam bakar dengan pupuk NPK 6 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman mentimun di polybag.
PENGARUH DOSIS PUPUK NPK DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI POLYBAG
Muhadi;
Karneta, Railia;
Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.78
Tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai ekonomi penting di Indonesia, namun produktivitasnya menurun terutama di dataran rendah akibat keterbatasan kesuburan tanah dan faktor lingkungan. Upaya peningkatan produksi tomat dapat dilakukan melalui pemupukan berimbang antara pupuk anorganik dan pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NPK dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat di polybag. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua terdiri dari 4 taraf perlakuan sehingga didapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan dan pada setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman yang diteliti yaitu sebanyak 144 tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa dosis pupuk NPK 12,5 g/tanaman memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat, konsentrasi pupuk organik cair sebanyak 3 ml/liter air memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat. Interaksi antara dosis pupuk NPK dengan dosis 12,5 g/tanaman dan konsentrasi pupuk organik cair 3 ml/liter air memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat
PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA HIJAU (Lactuca sativa L.)
Dikkiansyah, Muhammad;
Meihana;
Aryani, Ida
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.79
Tanaman selada hijau (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditas sayuran bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Namun, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Salah satu alternatif yang ramah lingkungan adalah penggunaan pupuk organik cair yang mengandung unsur hara dan zat perangsang tumbuh yang mudah diserap tanaman dengan frekuensi pemberian yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan frekuensi pemberian pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau (Lactuca sativa L.). Penelitian ini menggunakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi POC (2, 4, dan 6 ml/l) dan faktor kedua adalah frekuensi aplikasi (3, 5, dan 7 hari sekali), sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 4 tanaman contoh, sehingga jumlah tanaman yang diteliti adalah 108 tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian pupuk organik cair dengan konsentrasi 4 ml/l memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau, pemberian pupuk organik cair dengam frekuensi 3 hari sekali memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau. Kombinasi perlakuan pupuk organik cair dengan konsentrasi 4 ml/l dan frekuensi 3 hari sekali memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hijau.
PENGARUH JENIS ZAT PENGATUR TUMBUH DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN OYONG (Luffa acutangula L.) DI POLYBAG
Sukarman;
Karneta, Railia;
Midranisiah
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.80
Oyong (Luffa acutangula L.) merupakan tanaman sayuran yang memiliki nilai gizi dan potensi ekonomi. Peningkatan produktivitasnya dapat dicapai melalui teknik budidaya yang tepat, termasuk penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) dan pemupukan berimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis ZPT dan dosis pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong di polybag. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Juni 2025 di Desa Terate, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan dua faktor perlakuan, yaitu jenis ZPT (P1 = 3 ml/l ZPT formulasi, P2 = 2 ml/l Natrium para-nitrofenol, dan P3 = 0,5 ml/l Giberelin) serta dosis pupuk NPK (N1 = 10 g/polybag, N2 = 15 g/polybag, dan N3 = 20 g/polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ZPT Natrium para-nitrofenol memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong. Pemberian pupuk NPK dosis 20 g/polybag memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong. Kombinasi ZPT Natrium para-nitrofenol dan pupuk NPK dengan dosis 20 g/tanaman memberikan pertumbuhan dan produksi terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman oyong.
KAJIAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN HORTIKULTURA
Waruwu, Windi Syahputri Mawar;
Lombu, Sri Oktafiyanti;
Harefa, Forni Wati
Agriwana Jurnal Pertanian dan Perkebunan Vol 3 No 2 (2025): Agriwana Jurnal Pertanian dan Kehutanan
Publisher : LPPM STIPER Sriwigama Palembang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.64528/agriwana.v3i2.82
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan pupuk organik dalam meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura dan dampaknya terhadap kualitas tanah. Masalah utama yang dihadapi dalam pertanian hortikultura adalah penurunan kualitas tanah akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (literature review) yang mengevaluasi berbagai penelitian terkait pupuk organik dan pupuk kimia, dengan fokus pada perbandingan dampaknya terhadap tanah dan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik dapat meningkatkan produktivitas tanaman hortikultura dengan cara meningkatkan kandungan vitamin, kadar gula, serta berat segar tanaman. Selain itu, pupuk organik juga memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan kandungan bahan organik, porositas tanah, dan aktivitas mikroba tanah, yang mendukung pertumbuhan tanaman yang lebih sehat. Sebaliknya, penggunaan pupuk kimia dapat merusak struktur tanah, menurunkan keanekaragaman mikroba, serta menyebabkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pupuk organik menawarkan keuntungan jangka panjang bagi keberlanjutan tanah dan produktivitas pertanian