cover
Contact Name
Ni Nyoman Tri Sukarsih
Contact Email
litera@undhirabali.ac.id
Phone
+62361426450
Journal Mail Official
litera@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jln. Raya Padang Luwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali, 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Litera : Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 24426865     EISSN : 25487639     DOI : 10.36002
Core Subject : Education,
Jurnal ini menyajikan hasil-hasil penelitian dan hasil pemikiran yang berada pada ranah bahasa dan sastra. Kajian-kajian ilmiah terdiri atas delapan artikel yang menerapkan teori mikro dan makro linguistik untuk membedah fenomena kebahasaan yang ada pada masyarakat. Peran bahasa dan sastra sangat besar terhadap perkembangan dan pembangunan kebahasaan khususnya, yang diharapkan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa secara umum.
Articles 175 Documents
LINGUISTIC FEATURES FROM ADVERTISEMENT: THE SUBMISSION OF NEW UNIVERSITY STUDENTS IN BALI Komang Dian Puspita Candra; IGA Vina Widiadnya Putri
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i1.701

Abstract

ABSTRACTThis study was conducted to analyze about the use of linguistic features inadvertisement. The data sources of this study were used advertisements of submission for newstudent in several universities in Bali especially for the academic year 2018/2019. Then,observations with note taking technique were applied in collecting the data. The data wereanalyzed qualitatively using the theory of semiotic by Barthes (1998) and theory from Leech(1966) about English Advertising. The data presented in the form of formal and non-formal.The results of the analysis found that these kinds of advertisements used linguistic features aswell to give information about the campus itself and also to attract the attention from the targetmarket so they will have a good opinion about the campus and finally choose one of thecampuses to continue their study. The linguistic features in this type of advertisements can beanalyzed in several terms, those are: 1) lexical choice, the advertiser mostly used verb andadjective. 2) There were four types of sentence structure found namely declarative,interrogative, imperative and exclamative sentence. Declarative sentence is more dominantthan other. 3) It also used abbreviation and acronym which has a correlation with the context.Key words: advertising, linguistic fitur, verbal signABSTRAKPenelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis tentang fitur-fitur linguistik dalamiklan. Sumber data yang digunakan adalah iklan penerimaan mahasiswa baru di Bali untuktahun akademik 2018/2019. Metode observasi dan teknik mencatat digunakan dalampengumpulan data. Data yang sudah terkumpul dianalisis secara kualitatif menggunakan teoritentang Semiotic dari Barthes (1998) dan teori tentang English Advertising dari Leech (1966).Data disajikan dalam bentuk formal dan non- formal. Hasil analisis memeperlihatkan bahwa,jenis iklan ini menggunakan fitur-fitur linguistik dengan baik untuk memberikan informasitentang keberadaan masing-masing kampus, dan juga menarik perhatian pembaca sehinggamemiliki opini yang baik tentang kampus yang diiklankan dan memilih kampus tersebut untukmelanjutkan studi. Adapun jenis-jenis fitur linguistik yang ditemukan adalah: 1) dalampemilihan kata, pembuat iklan lebih banyak menggunakan kata kerja dan kata sifatdibandingkan dengan jenis kata lainnya. 2) Iklan penerimaan mahasiswa baru menggunakanempat jenis kalimat secara berkesinambungan dalam iklan yaitu kalimat berita, kalimat tanya,kalimat perintah, dan kalimat seru dan penggunaan jenis kalimat berita mendominasi diantarajenis kalimat lainnya. 3) dalam iklan juga ditemukan penggunaan akronim dan singkatan yangterkadang menimbulkan kebingungan bagi pembaca karena membutuhkan pemikiran yanglebih lanjut dan memperhatikan korelasi dengan kontekksnya untuk memahami makna darimasing-masing singkatan dan akronim.Kata Kunci : iklan, fitur linguistic, tanda verbal
PELATIHAN BAHASA INGGRIS DI PANTI ASUHAN HINDU SUNYA GIRI DENPASAR Ni Wayan Suastini; Ni Made Verayanti Utami
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i1.702

Abstract

ABSTRAKKegiatan penelitian ini merupakan bentuk dari pengabdian kepada masyarakat. Pengabdianini dilaksanakan dalam bentuk pelatihan bahasa Inggris yang diberikan kepada anak-anak di pantiasuhan Hindu Sunya Giri Denpasar. Tujuan dari diadakannya pelatihan ini adalah untukmemberikan pelajaran tambahan (dalam hal ini bahasa Inggris general) kepada anak-anak di pantiasuhan hindu Sunya Giriri Denpasar agar mereka memiliki kompetensi sehingga bisa mandiri danmampu bersaing di era globalisasi ini. Anak-anak yang akan mengikuti pelatihan ini terdiri darianak yang berisua sebelas sampai tujuh belas tahun dan memiliki kemampuan yang berbeda.Perbedaan kemampuan yang dimiliki setiap anak membutuhkan suatu metode pembelajarantertentu dalam pencapaian belajar, oleh karena itu pelatihan bahasa Inggris ini juga akan mencobaaplikasi dari metode role play (bermain peran). Pengukuran kemampuan awal berbahasa Inggriskelompok sasaran ini dilakukan melalui pre-test sebelum pelatihan dimulai. Setelah diperoleh nilaipasti yang menjadi tolak ukur kemampuan anak-anak maka dapat ditentukan materi pelatihan yangakan diberikan. Tingkat keberhasilan pelatihan ini kemudian diukur kembali dengan test prakteklangsung.Kata kunci: pelatihan, bahasa inggris, panti asuhan, role playABSTRACTThis research activity is a form of community service. This service was carried out in the form ofEnglish language training given to children in the Hindu Sunya Giri Denpasar orphanage. Thepurpose of this training was to provide additional lessons (in this case general English) to childrenin the Hindu Sunya Giriri orphanage so that they have competence so they can be independentand able to compete in this era of globalization. Children who will take part in the training consistof children who are eleven to seventeen years old and have different abilities. The different abilitiespossessed by each child requires a particular learning method in achieving learning, thereforethis English language training will also try the application of the role play method. Themeasurement of the initial English proficiency of the target group is done through a pre-test beforethe training begins. After obtaining a definite value that becomes a benchmark for the ability ofchildren, training materials will be determined. The level of success of this training is then remeasuredwith a direct practice test.Keywords: training, English, orphanages, role play
STRATEGI PENERJEMAHAN ISTILAH BUDAYA BALI PADA MEDIA PROMOSI PARIWISATA DI KABUPATEN BADUNG Ni Luh Putu Krisnawati; Ni Ketut Alit Ida Setianingsih
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i1.703

Abstract

ABSTRAKBali merupakan destinasi yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.Mereka datang ke Bali untuk melihat budaya Bali yang bergitu terkenal di mata dunia. Jikawisatawan yang berkunjung adalah wisatawan domestik maka Bahasa bukanlah menjadimasalah karena Bahasa ibu kita sama yaitu Bahasa Indonesia sehingga mereka dengan mudahdapat memahami budaya Bali. Akan tetapi jika yang datang berkunjung ke Bali adalahwisatawan mancanegara, maka Bahasa akan menjadi kendala, terutama kata-kata yangberhubungan dengan budaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuanuntuk meneliti terjemahan istilah budaya Bali ke Bahasa Inggris pada media promosipariwisata Wilayah Badung. Secara khusus penelitian ini akan mengidentifikasi istilah budayaBali apa saja yang digunakan pada media promosi pariwisata di wilayah Badung,mengklasifikasikan istilah budaya Bali tersebut ke dalam jenis-jenis cultural terms lalu untukmengetahui strategi penerjemahan yang digunakan untuk menerjemahkan istilah budaya Balitersebut dan jika istilah-istilah dalam budaya Bali yang sudah diterjemahkan maknanya masihkurang tepat maka akan diberikan makna yang benar yang bisa digunakan nantinya. Data yangdigunakan dalam penelitian ini diambil pada laman web Dinas Pariwisata Kabupaten Badungdan beberapa pamflet yang disediakan oleh jasa perjalanan wisata. Metode yang digunakanadalah metode dukumentasi dengan melakukan tehnik screenshoot pada laman web danpemotretan pada pamflet yang berisi istilah budaya Bali dan terjemahannya. Selanjutnya, datadiklasifikasi menurut jenis cultural terms lalu mengidentifikasi strategi terjemahan yangdigunakan untuk menerjemahkan istilah budaya Bali tersebut dan yang terakhir adalahmenyediakan makna yang sepadan untuk terjemahan istilah budaya Bali yang masih kurangsepadan. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah cultural terms oleh Newmark (1988)dan teori strategi penerjemahan oleh Molina dan Alber (2002). Dengan penelitian inidiharapkan bahwa terjemahan istilah budaya Bali tersebut sudah benar ke dalam Bahasa Inggrissehingga wisatawan manacanegara dapat memahami budaya Bali dengan baik dan benar.Kata Kunci: terjemahan, istilah budaya bali, strategi penerjemahan istilah budayaABSTRACTBali is a destination that is visited by many local and foreign tourists. They come to Bali to seeBalinese culture that is so famous in the eyes of the world. If tourists visiting are domestictourists, language is not a problem because our mother tongue is the same that is Indonesian,so they can easily understand Balinese culture. But if those who come to visit Bali are foreigntourists, then the language will become an obstacle, especially words related to culture. Thisresearch is a descriptive study that aims to examine the translation of Balinese cultural terms into English in the Badung region tourism promotion media. In particular, this study willidentify any Balinese cultural terms used in tourism promotion media in the Badung region,classify these Balinese cultural terms into types of cultural terms and then find out thetranslation strategies used to translate these Balinese cultural terms and if the meaning of theBalinese culture terms that has been translated is still inaccurate the correct meaning will begiven. The data used in this study was taken from the Badung Regency Tourism Office webpageand several pamphlets provided by tourist travel services. The method used is thedocumentation method by performing a screenshot technique on a webpage and shooting on apamphlet containing Balinese cultural terms and translations. Furthermore, the data isclassified according to cultural terms and then identifies the translation strategies used totranslate the terms of Balinese culture and the last is to provide matching meanings for thetranslation of Balinese cultural terms that are still not accurate. The theory used in this studyis cultural terms by Newmark (1988) and the theory of translation strategies by Molina andAlber (2002). With this research, it is expected that the translation of the Balinese cultural termis correct in English so that tourists from all over the world can understand Balinese cultureproperly and correctly.Keywords: translation, Balinese cultural term, strategy for translating cultural termsinto English in the Badung region tourism promotion media. In particular, this study willidentify any Balinese cultural terms used in tourism promotion media in the Badung region,classify these Balinese cultural terms into types of cultural terms and then find out thetranslation strategies used to translate these Balinese cultural terms and if the meaning of theBalinese culture terms that has been translated is still inaccurate the correct meaning will begiven. The data used in this study was taken from the Badung Regency Tourism Office webpageand several pamphlets provided by tourist travel services. The method used is thedocumentation method by performing a screenshot technique on a webpage and shooting on apamphlet containing Balinese cultural terms and translations. Furthermore, the data isclassified according to cultural terms and then identifies the translation strategies used totranslate the terms of Balinese culture and the last is to provide matching meanings for thetranslation of Balinese cultural terms that are still not accurate. The theory used in this studyis cultural terms by Newmark (1988) and the theory of translation strategies by Molina andAlber (2002). With this research, it is expected that the translation of the Balinese cultural termis correct in English so that tourists from all over the world can understand Balinese cultureproperly and correctly.Keywords: translation, Balinese cultural term, strategy for translating cultural terms
TINGKAT KESEPADANAN HASIL TERJEMAHAN ABSTRAK SKRIPSI MAHASISWA PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA Made Detriasmita Saientisna
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i1.704

Abstract

ABSTRAKMenerjemahkan merupakan suatu proses pengalihan bahasa sumber ke bahasa sasaran. dalamproses terjemahan, seorang penerjemah wajib mencari padanan kata dalam bahasa sasaran yangdianggap dapat mewakili kata dalam bahasa sumber. akan tetapi, dalam praktiknya belum tentusemua kata dalam bahasa sumber terdapat padanan kata dalam bahasa sasaran. Fenomenaseperti inilah yang dapat menimbulkan suatu masalah dalam penerjemahan. Oleh karena ituseorang penerjemah wajib memiliki pengetahuan baik secara linguistik ataupun budayanmengenai bahasa sumber. (Larson, 1984).Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kesepadanan hasil terjemahan abstrakmahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UniversitasUdayana. Data yang diambil adalah abstrak dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris yangterdapat dalam skripsi mahasiswa. Teori yang digunakan untuk mendeskripsikan temuanadalah teori penerjamahan dinamis oleh Nida (1964) dan faktor-faktor ketidaksepadanan olehBaker (1992). Hasil dari penelitian ini diharapakan bisa memberikan masukan dalampenambahan sub pokok bahasan terjemahan dalam mata kuliah Bahasa Inggris yang didapatpada Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UniversitasUdayana. Kata Kunci: terjemahan, istilah budaya bali, strategi penerjemahan istilah budayaKata Kunci: tingkat kesepadanan, terjemahan, terjemahan dinamisABSTRACTTranslating is a process of transferring source languages to the target language. In the translationprocess, a translator is required to find equivalent words in the target language which areconsidered to represent words in the source language. However, in practice, not necessarily allwords in the source language have equivalent words in the target language. This phenomenon cancause a problem in translation. Therefore a translator must have both linguistic and budayanknowledge regarding the source language. (Larson, 1984).This study aims to analyse the level of equivalence of the results of abstract translations of studentsof the Economic Development Study Program, Faculty of Economics and Business, UdayanaUniversity. The data were taken from the abstract in Indonesian and English in the student thesis.The theory used to describe the findings is the dynamic translation theory by Nida (1964) andequivalent factors by Baker (1992). The results of this study are expected to be able to provideinput in the addition of sub-topics of translation in English courses obtained at the DevelopmentEconomics Study Program, Faculty of Economics and Business, Udayana University.Keywords: level of equivalence, translation, dynamic translation
DICTION ANALYSIS IN MAKING EMPATHETIC RESPONSES FOR DIABETIC OF NURSING STUDENT IN STIKES BINA USADA BALI Si Putu Agung Ayu Pertiwi Dewi; Ni Komang Purwaningsih; Ni Putu Lindawati
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 3 No. 1 (2017): LITERA JURNAL BAHASA DAN SASTRA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v3i1.716

Abstract

ABSTRACTEnglish for specific purposes is useful to be used in some sectors like tourism, hospital, law,and so on. In STIKES Bina Usada Bali especially, the students as the second language learnermay face some errors during learning how to use the correct English expression. They hardlychoose the correct word or expression when they try to speak to the patient in makingempathetic responses especially for diabetic. This study aimed at describing diction byidentifying meaning and supporting element context and the implication toward Englishlearning especially in making empathetic responses for diabetic of nursing student of StikesBina Usada Bali. This research used the descriptive qualitative method. In the form of researchword used in making empathetic responses for diabetic when the student do speaking activity.Data analysis based on the use of word meaning denotation and connotation context.Keywords: diction, speaking, empathetic responses, diabeticABSTRAKEnglish for Spesific Purposes berguna untuk digunakan di beberapa sektor seperti pariwisata,rumah sakit, hukum, dan sebagainya. Di STIKES Bina Usada Bali khususnya, siswa sebagaipelajar bahasa kedua mungkin menghadapi beberapa kesalahan selama belajar bagaimanamenggunakan ekspresi bahasa Inggris yang benar. Mereka tidak memilih kata atau ungkapanyang benar saat mereka mencoba berbicara kepada pasien dalam membuat respons empatiterutama untuk penderita diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi denganmengidentifikasi makna dan elemen pendukung dan implikasinya terhadap pembelajaranbahasa Inggris terutama dalam membuat tanggapan empati untuk penderita diabetes pada siswaKeperawatan Bina Usada Bali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalambentuk kata penelitian yang digunakan dalam membuat respons empati untuk penderitadiabetes saat siswa melakukan aktivitas berbicara. Analisis data didasarkan pada penggunaankata yang berarti denotasi dan konotasi konteks.Kata kunci: diksi, berbicara, respon empati, diabetes
IMPLICATURES IN CHARACTERS’ SPEECH IN PRIDE AND PREJUDICE MOVIE Desak Putu Eka Pratiwi
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i2.903

Abstract

ABSTRACTPeople use spoken language in delivering their purposes. However, their utterancesusually have wider meaning than their literal meaning. This is mostly influenced by the contextwhen the speech occurred and the intention of the speaker. This research is aimed at identifyingimplicatures used by characters in Pride and Prejudice movie in their conversation. The termof ‘implicature’ is used to account for what a speaker can imply, suggest, or mean, as distinctfrom what the speaker literally says. Every utterance said by people does not consist only of aword with its literal meaning but also an intended meaning inside it. People’s intended meaningis mostly tied with the context of time when the utterance is uttered by the speaker. Thissituation makes each person or the hearer possibly have a different interpretation. Therefore, itis important to study language use. In conducting research, the researcher used descriptivequalitative method to identify and describe the implicatures. Observation method was used tocollect the data by watching the movie repeatedly and taking notes the dialogues which haveimplicatures. Then the selected data were analysed by using relevant theory about implicature.The finding shows that there are three types of implicatures in the character’s speech in Prideand Prejudice movie, i.e. (a) conventional implicatures in which the utterances can beautomatically interpreted by the words literally said; (b) generalized conversationalimplicatures in which no special knowledge is required in the context to calculate the additionalconveyed meaning; and (c) particularized conversational implicature in which specific contextis required to make an inference to reach the conveyed meaning.Keywords: conversation, implicature, conventional, generalized, particularizedABSTRAKOrang-orang menggunakan bahasa lisan dalam menyampaikan tujuan mereka.Namun, ucapan mereka biasanya memiliki makna yang lebih luas daripada makna harfiahnya.Ini sebagian besar dipengaruhi oleh konteks ketika pidato terjadi dan niat pembicara.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implikatur yang digunakan oleh karakterdalam film Pride and Prejudice dalam percakapan mereka. Istilah 'implikatur' digunakanuntuk menjelaskan apa yang disiratkan, disarankan, atau diartikan oleh pembicara, berbedadari apa yang secara harfiah dikatakan oleh pembicara. Setiap ucapan yang diucapkan olehorang-orang tidak hanya terdiri dari sebuah kata dengan makna literalnya tetapi juga maknayang dimaksudkan di dalamnya. Makna yang dimaksudkan orang sebagian besar terikatdengan konteks waktu ketika ucapan itu diucapkan oleh pembicara. Situasi ini membuat setiaporang atau pendengar mungkin memiliki interpretasi yang berbeda. Karena itu, penting untukmempelajari penggunaan bahasa. Dalam melakukan penelitian, peneliti menggunakan metodedeskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi dan menggambarkan implikasinya. Metode mencatat dialog yang memiliki implikasi. Kemudian data yang dipilih dianalisis denganmenggunakan teori yang relevan tentang implikatur. Temuan ini menunjukkan bahwa ada tigajenis implikatur dalam pidato karakter dalam film Pride and Prejudice, yaitu (a) implikaturkonvensional di mana ucapan dapat diinterpretasikan secara otomatis oleh kata-kata yangdiucapkan secara harfiah; (B) implikatur percakapan umum di mana tidak ada pengetahuankhusus diperlukan dalam konteks untuk menghitung makna yang disampaikan tambahan; dan(c) implikatur percakapan khusus di mana konteks spesifik diperlukan untuk membuatkesimpulan untuk mencapai makna yang disampaikan.Kata kunci: percakapan, implikatur, konvensional, percakapan umum, percakapan khusus
ANALISIS PENGGUNAAN DIKSI PADA CERPEN BERBAHASA BALI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 DENPASAR Ni Putu Melda Andini; I Ketut Riana; Ni Made Dhanawaty
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i2.904

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan diksi dalam cerpen berbahasa Balisiswa kelas VII SMP Negeri 5 Denpasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsikualitatif. Data penelitian ini adalah kalimat yang mengandung diksi. Sumber data dalampenelitian ini adalah 28 cerpen karya siswa kelas VII SMP Negeri 5 Denpasar pada tahun 2019.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara studi dokumentasi. Hasil penelitian ini, yaitu:(1) jenis diksi yang digunakan pada cerpen berbahasa Bali siswa, meliputi alus singgih, alussor, alus madya, alus mider, basa andap dan (2) penggunaan diksi yang kurang tepat, meliputipemakaian kata tidak tepat dan mubazir.Kata kunci: Penggunaan diksi, cerpen.ABSTRACTThis research aimed at reviewing the use of diction in Balinese Language short storiesof the 7th grade students of SMP Negeri 5 Denpasar. The type of this research was descriptivequalitativeresearch. The research data included the sentences that contained dictions. Thesources of data in this research were 28 short stories written by 7th grade students of SMPNegeri 5 Denpasar in 2019. The data collection technique was conducted throughdocumentation study. The results of this research were: (1) the type of consisted of alus singgih,alus sor, alus madya, alus mider, basa andap and (2) the improper uses of dictions includedthe use of improper and redundant words.Key words: Use diction, short stories.
GAYA BAHASA DAN REFERENSIAL DALAM PUISI ‘DOA YANG DITUKAR’ KARYA FADLI ZON Ni Wayan Mekarini
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i2.905

Abstract

ABSTRAKPuisi berjudul 'Doa yang Ditukar' (Doa dipertukarkan) menjadi kontroversial di bulankedua tahun 2019. Beberapa komentar mengemuka yang sebagian besar dari merekamenyalahkan penulis. Dalam puisi ini, Fadli Zon, penulis memilih gaya bahasa informal.Tampaknya tetap pada tujuannya agar dapat diakses dengan mudah oleh setiap penutur asliBahasa Indonesia. Gaya ini tidak perlu pengetahuan ekstra dari pembaca untukmemahaminya karena menggunakan kata-kata umum. Penulis menggunakan media sosialuntuk mendukung karya ini yang tersebar luas sekaligus. Dalam hal pilihan kata, puisi diisidengan ekspresi emosional di balik doa suci yang dinyatakan di awal. Pada bait pertama,emosi dilakukan dalam struktur kalimat dengan strategi garis depan. Dalam strategi ini iamembangun Non-Subjek Fokus bukan Subjek Fokus. Dalam bait berikutnya, pergeseranmuncul pada pilihan kata daripada posisi struktural seperti yang terlihat sebelumnya.Serangkaian kata-kata positif muncul dalam jumlah yang lebih kecil daripada konotasinegatif yang terjadi. Secara referensi, penyair memilih kombinasi sistem referensiendophoria dan exophoria. Pada awalnya, penyair menggunakan referensi kataforis dandiikuti dengan sistem anaforis. Dalam bait penutup, itu adalah sistem referensi exophoria dimana pembaca membutuhkan pengetahuan yang baik untuk menemukan anteseden.Untungnya, exophoric ini tidak memaksa pembaca seperti teks lainnya, karena latarbelakangnya sudah dipublikasikan di stasiun TV atau media sosial.Kata kunci: puisi, gaya Bahasa, kata-kata umum, referensiABSTRACTThe poem entitled ‘Doa yang Ditukar’ (Prayers are exchanged) become controversialin the second month of 2019. Some comments raised which most of them blamed the writer.In this poem, Fadli Zon, the writer chooses informal language style. It seems fixed to his goalto be accessed easily by every native speaker of Bahasa Indonesia. This style need not extraknowledge from the reader to understand it since it uses common words. The writer usedsocial media to supports this piece of work spread widely at once. In terms of word choices,the poem is filled with emotional expression behind the sacred prayer which is stated at thevery beginning. At the first couplet, the emotion was carried out in the structure of thesentence with the fronting strategy. In this strategy it built the Non-Subjects Focused insteadof Subject Focused. In the next couplet, a shift appeared to the word’s choice rather thanstructural position as seen before. A series of positive words come up in smaller number thannegative connotations occurred. Referentially, the poet chooses combination of endophoriaand exophoria reference system. In the beginning, the poet used cataphoric reference andfollowed with anaphorical system. In the closing couplet, it is exophoria reference systemwhere the reader needs a good knowledge to find the antecedent. Luckily, this exophoric did  not force the reader much as the other text, since the background is already published on TVstation or social media.Key words: poem, language style, common words, reference
MEDIA KARTU BERGAMBAR SEBAGAI MEDIA PENGAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PADA KELOMPOK BELAJAR B ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK BALI KIDDY Putu Jessica Dewi Anggraeni; I Nyoman Sedeng; Anak Agung Putu Putra
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i2.906

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang bertujuan untuk mengetahuipeningkatan keterampilan membaca pada siswa kelompok belajar B melalui media kartubergambar (flashcard). Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang masing-masing siklusterdapat 8 pertemuan dimana data yang diperoleh akan disajikan dalam deskriptif kualitatif.Penelitian ini didasari atas teori pembelajaran kognitif oleh Jean Piaget. Pengajaran membacamelalui media kartu bergambar dinilai dapat meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalammembaca tahap awal dikarenakan media yang digunakan sangat menarik untuk dilihat dan caraguru menyampaikan materi sangat menyenangkan sehingga siswa tidak merasa bosan.Kata kunci : Keterampilan Membaca, Media Gambar, Anak usia dini.ABSTRACTThis research is a Classroom Action Research, which aimed to determine theimprovement of reading skills of Kindergarten B students through a flashcard. This researchconducted in 2 cycles, which had eight meetings for each cycle. The data obtained would bepresented in qualitative descriptive. The theory applied in this research is Cognitive Learningby Jean Piaget. Teaching through flashcard considered to increase students' interest andunderstanding in pre-reading stage because it is very interesting and the way teacher deliveredthe material is very attractive, therefore, the students do not feel bored.Keywords: Reading skill, Pictures Media, Kindergarten Students.
ANALISIS KESALAHAN PELAFALAN BAHASA JEPANG MAHASISWA MANAJEMEN PERHOTELAN UNIVERSITAS DHYANA PURA Ni Komang Pariadi; I Nengah Sudipa; Ida Ayu Made Puspani
LITERA : Jurnal Bahasa Dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2019): LITERA : Jurnal Litera Bahasa Dan Sastra
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/litera.v5i2.907

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan pelafalan bahasa Jepang mahasiswaUniversitas Dhyana Pura. Selain itu penelitian ini dilakukan untuk menjabarkan penyebabterjadinya kesalahan pelafalan bahasa Jepang pada mahasiswa manajemen perhotelan UniversitasDhyana Pura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif,yaitu memaparkan fenomena yang terjadi pada saat mahasiswa manajemen perhotelan melafalkanbunyi bahasa Jepang. Dua jenis data dalam penelitian ini yaitu data hasil rekaman pelafalan dandata hasil wawancara. Penelitian ini ditempuh dengan tiga tahap yaitu pengumpulan data, analisisdata, dan penyimpulan hasil analisis data. Dari hasil penelitian ini, terdapat bunyi-bunyi bahasaJepang yang sulit dilafalkan oleh mahasiswa manajemen perhotelan Universitas Dhyana Pura.Sebagian besar kesalahan pelafalan terjadi pada bunyi frikatif. Bunyi yang sulit dilafalkan rataratakarena perbedaan tempat dan cara artikulasi, selain itu karena perbedaan bunyi yang memangtidak terdapat pada bunyi bahasa Indonesia. Faktor lain yang mempengaruhi kesulitan mahasiswadalam melafalkan bunyi bahasa Jepang adalah lamanya belajar, faktor kesadaran saat melafalkanbunyi dan kurangnya pengetahuan mengenai ilmu fonetik.Kata Kunci: Pelafalan, Bunyi bahasa, Bahasa JepangABSTRACTThis study aims to determine the Japanese pronunciation errors of DhyanapuraUniversity students. In addition, this study was conducted to describe the causes of Japanesepronunciation errors in Dhyanapura University hospitality management students. The methodused in this study is a descriptive qualitative method, which describes the phenomenon that occurswhen hotel management students pronounce the sound of Japanese. Two types of data in this studyare data recorded by pronunciation and data from interviews. This research was conducted inthree stages namely; data collection, data analysis, and conclusion of the results of data analysis.The results of this study are Japanese language sounds that are difficult to pronounce byhospitality management students of Dhyanapura University. Most pronunciation errors occur inthe fricative sound. Sounds that are difficult to pronounce on average because of differences inplaces and ways of articulation, besides that because of differences in sound that is not found inthe sound of Indonesian. Other factors that affect students' difficulties in reciting the sounds ofJapanese are the length of learning, the awareness factor when reciting sounds and the lack ofknowledge about phonetic science.Keywords: Pronunciation, Phonetic, Japanese language

Page 6 of 18 | Total Record : 175