cover
Contact Name
Raekha Azka
Contact Email
raekha.azka@uin-suka.ac.id
Phone
+6281217781179
Journal Mail Official
polynom2021@gmail.com
Editorial Address
Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika Sekolah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Polynom: Journal in Mathematics Education
ISSN : 28288521     EISSN : 28080777     DOI : https://doi.org/10.14421/polynom
Core Subject : Education,
Polynom: Journal in Mathematics Education mencakup penelitian asli dalam pendidikan matematika dan tidak diserahkan ke jurnal atau konferensi lain dari berbagai bidang penelitian seperti penelitian dan pengembangan, penelitian eksperimental, survei, penelitian tindakan kelas, dll. Jurnal ini dirancang dan dikhususkan untuk mahasiswa, dosen , guru pendidik, sarjana, instruktur sekolah matematika, yang ingin mempublikasikan laporan penelitian mereka. Ruang Lingkup Inovasi pendidikan matematika Teknologi di pendidikan matematika Pembelajaran matematika kemampuan matematis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) RME (Realistic Mathematics Education) Ethnomathematics dll
Articles 93 Documents
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PADEPOKAN SANGHYANG AGUNG JATI DI KABUPATEN CILACAP eullis; Nurul Arfinanti
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 6 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2026.61.44-57

Abstract

Padepokan Sanghyang Agung Jati merupakan tempat spiritual, meditasi, dan wisata religi yang terletak di Gunung Selok, Desa Karangbenda, Kabupaten Cilacap. Padepokan ini menjadi wadah pembelajaran spiritual yang terbuka bagi berbagai kalangan agama dan budaya sehingga mencerminkan nilai toleransi dan keberagaman. Selain memiliki nilai-nilai budaya dan religius, bangunan serta ornamen yang terdapat pada padepokan juga mengandung konsep-konsep matematika yang dapat dikaji melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep etnomatematika yang terdapat pada Padepokan Agung Sanghyang Jati di Kabupaten Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang mengacu pada kerangka kerja etnomatematika Alangui, meliputi tahapan where to look, how to look, what it is, dan what it means. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi dengan subjek penelitian pengelola serta abdi dalem padepokan. Keabsahan data diuji melalui Focus Group Discussion (FGDs), sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Padepokan Sanghyang Agung Jati terdapat berbagai konsep matematika yang terintegrasi dengan unsur budaya dan arsitektur bangunan. Konsep matematika  yang ditemukan yaitu konsep bangun datar, bangun ruang,  transformasi geometri berupa translasi, rotasi dan refleksi serta konsep garis sejajar dan kekongruenan. Penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi sumber belajar matematika yang kontekstual dan bermakna sehingga mampu membantu peserta didik memahami konsep matematika secara lebih nyata dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Eksplorasi Etnomatematika Pada Kesenian Kentongan Banyumasan Rahayu, Arin; Arfinanti, Nurul
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2026.62.72-82

Abstract

Kesenian kentongan Banyumasan merupakan salah satu warisan budaya lokal yang berkembang di masyarakat Banyumas dan memiliki potensi untuk dikaji melalui pendekatan etnomatematika. Namun, penelitian yang mengkaji keterkaitan kesenian kentongan Banyumasan dengan konsep-konsep matematika masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan konsep-konsep matematis yang terkandung dalam kesenian kentongan Banyumasan melalui pendekatan etnomatematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Subjek penelitian terdiri atas anggota dan ketua grup kesenian kentongan Senopati di Desa Pasingganan, Kabupaten Banyumas. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan kerangka etnomatematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian kentongan Banyumasan mengandung berbagai konsep matematika, yaitu garis lurus sejajar, kesebangunan, barisan dan deret aritmatika, lingkaran, tabung, dan kerucut terpancung. Konsep-konsep tersebut ditemukan pada bentuk geometris dari berbagai jenis alat musik yang digunakan dalam kesenian kentongan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa budaya lokal dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar matematika yang dekat dengan kehidupan peserta didik. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat mendukung pengembangan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika sekaligus menjadi upaya pelestarian budaya lokal Banyumasan.
Penggunaan Aplikasi Qanda Sebagai Media Pembelajaran untuk Membentuk Pembelajaran yang Mandiri Matematika di Era Digital  Yani, Ariyani; Herlan Sanjaya
Polynom: Journal in Mathematics Education Vol. 6 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/polynom.2026.62.66-71

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital di era industri 4.0 menuntut inovasi media pembelajaran matematika yang mampu mendorong kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada kemandirian belajar matematika antara siswa kelas X yang menggunakan aplikasi Qanda sebagai media pembelajaran dengan siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional pada materi trigonometri; dan (2) mengetahui apakah terdapat peningkatan yang signifikan pada kemandirian belajar matematika siswa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi Qanda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pretest-Posttest Control Group Design. Sampel terdiri dari 63 siswa kelas X SMAN 3 Parepare yang dipilih melalui teknik Cluster Random Sampling, terbagi menjadi kelas eksperimen (n=31) yang menggunakan aplikasi Qanda dan kelas kontrol (n=32) yang menggunakan pembelajaran konvensional selama 4 pertemuan. Data dikumpulkan melalui instrumen tes uraian dan dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, independent sample t-test, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat perbedaan signifikan kemandirian belajar antara kelas eksperimen (mean=74,19) dan kelas kontrol (mean=63,67) dengan nilai sig.=0,045<0,05; dan (2) terdapat peningkatan signifikan kemandirian belajar kelas eksperimen dengan peningkatan rata-rata sebesar 29,03 poin dan sig.<0,001. Disimpulkan bahwa aplikasi Qanda efektif sebagai media pembelajaran matematika untuk membentuk kemandirian belajar siswa di era digital.   

Page 10 of 10 | Total Record : 93