cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 104 Documents
Layanan bimbingan kelompok menggunakan teknik konseling self-management untuk mereduksi perilaku prokrastinasi akademik (Sebuah rancangan awal penelitian pre-eksperimen) Ariyana Rustam; Anaway Irianti Masyur; Wirda Hanim; Happy Karlina Marjo
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15329

Abstract

Tugas seorang pelajar ialah belajar yang meliputi mengerjakan tugas-tugas dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, dan mengumpulkan tugas tepat waktu. Namun, fenomena yang terjadi, para pelajar cenderung menunda-nunda mengerjakan tugas, lebih menyukai kegiatan bersenang-senang dan menyelesaikan tugas dekat dengan deadline. Fenomena ini dikenal dengan istilah prokrastinasi akademik yaitu fenomena menunda-nunda dalam menyelesaikan tugas akademik serta perilaku ini memberikan dampak negatif bagi siswa seperti siswa sulit mencapai kesuksesan di bidang akademiknya. Melalui rancangan awal penelitian ini, penulis mencoba untuk mereduksi perilaku prokrastinasi akademik dengan menerapkan teknik konseling self-management karena teknik ini melibatkan perubahan perilaku, melatih perilaku bertanggung jawab dan melatih kemandirian pada siswa. Teknik ini menggunakan pendekatan behavioral dengan tujuan membentuk perilaku positif dan mengeliminasi perilaku negative pada konseli. Metode penelitian yang digunakan ialah design pra-eksperimen menggunakan metode pretest dan posttest dengan one group control. Teknik analisa data pertama yang digunakan ialah rumus norma kategori untuk menentukan tingkat kriteria perilaku prokrastinasi akademik. Kedua, peneliti menggunakan uji Sign-Test untuk tingkat skor perubahan perilaku antara sesudah dan sebelum treatment diberikan. Pelaksanaan penelitian ini meliputi tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Adapun responden pada penelitian ini ialah mahasiswa jurusan Bimbingan Konseling S1 Universitas Negeri Jakarta.
Perbandingan perilaku asertif antara santri yatim dengan santri yang memiliki orang tua utuh Elsa Handayani; Abu Bakar; Khairiah Asfaruddin; Evi Rahmiyati
Jurnal Suloh Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i1.25353

Abstract

Assertive behavior is important for students because with assertive behavior, students can communicate and interact effectively in their surrounding environment. The purpose of this study was to describe the assertive behavior of orphaned students and students who have intact parents, as well as to determine the differences in assertive behavior between orphaned students and students who have intact parents. This study uses a comparative quantitative approach. The population of the study was junior high school students consisting of orphans and students who had intact parents totaling 178 students with a total sample of 150 students. Sampling used the Total Sampling technique for groups of orphaned students and Simple Random Sampling for groups of students with intact parents. Collecting data using an assertive behavior scale, the data is then analyzed using descriptive analysis and t-test. The results showed that the assertive behavior of most orphaned students fell into the moderate category while for students who had intact parents, most of the scores were included in the high category.  In the independent analysis of the t test sample, a significant value (2-tailed) was obtained with a value of 0.802 which is greater than 0.05, then based on the calculated t value of 1. 941 which is greater than t table 0.1391 which indicates that there is no significant difference in assertive behavior between orphaned students and students who have intact parents at the Imam Syafi'i Islamic Boarding School. ABSTRAK Perilaku asertif penting dimiliki oleh santri sebab dengan adanya perilaku asertif, santri dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan efektif dilingkungan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku asertif santri yatim dan santri yang memiliki orang tua utuh, serta untuk mengetahui perbedaan perilaku asertif antara santri yatim dan santri yang memiliki orang tua utuh. Penelitian ini menggunakann pendekatan kuantitatif komparatif. Populasi penelitian adalah santri tingkat SMP terdiri dari santri yatim dan santri yang memiliki orang tua utuh berjumlah 178 santri dengan jumlah sampel sebanyak 150 santri. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling pada kelompok santri yatim dan simple random sampling untuk kelompok santri yang memiliki orang tua utuh. Pengumpulan data menggunakan skala perilaku asertif, data kemudian di analisis menggunakan analisis deskriptif serta uji t. Hasil penelitian menunjukkan perilaku asertif sebagian besar santri yatim masuk dalam kategori sedang sementara untuk santri yang memiliki orang tua utuh sebagian besar skornya termasuk dalam kategori tinggi. Pada analisis independent sampel t test, diperoleh nilai signifikan (2-tailed) dengan nilai sebesar 0,802 yang lebih besar dari 0,05, kemudian berdasarkan nilai t hitung 1.941 yang lebih besar dari t tabel 0,1391 yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku asertif yang signifikan antara santri yatim dengan santri yang memiliki orang tua utuh di Pesantren Imam Syafi’i.
PENGEMBANGAN MODUL PENDIDIKAN SEKS UNTUK ANAK USIA DINI (4-6 TAHUN) Nuning Irhamna; Syaiful Bahri; Fajriani Fajriani
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14162

Abstract

Abstract: Education is a foundation for a nation for the future of the nation to become more developed and develop better. One of the important education to be taught early to children is sex education. The provision of sex education serves to prevent the occurrence of violence and sexual harassment which has been rampant among children and one of the educational media for teachers in implementing sex education learning that is still common is understood by teachers. The application of sex education in Indonesia is still relatively new, which causes a lack of teaching materials that can be used. This study aims to develop a learning medium in the form of a sex education module for AUD that is suitable for use by teaching staff as teaching material. The approach used in this research is mixed methods. The type of research used is the research method used in this study is the method of research and development (reserch development). Subjects in this study were material experts, media experts, educators. Data collection tools used in the form of validation sheets to obtain validator assessment or experts. Before the module was applied, product validation was carried out to 3 media experts and 3 material experts who produced conclusions from the material aspects with good or good categories and from the media aspect produced conclusions with good or good categories. To see the teaching staff's response to the early childhood sex education module was carried out by using the FGD method to 10 AUD educators that resulted in the module being very suitable to be applied to early childhood to recognize their identity.Keywords: Module, Sex Education, Early ChildhoodAbstrak: Pendidikan merupakan suatu landasan pijakan bagi suatu bangsa demi keberlangsungan masa depan bangsa menjadi lebih maju dan berkembang menjadi lebih baik. Salah satu pendidikan yang penting untuk di ajarkan sejak dini kepada anak adalah pendidikan seks. Pemberian pendidikan seks berfungsi untuk mencegah terjadinya kekerasan dan pelecehan seksual yang selama ini marak terjadi di kalangan anak-anak dan salah satu media edukasi bagi guru dalam menerapkan pembelajaran pendidikan seks yang masih awam dipahami oleh para guru. Penerapan pendidikan seks di Indonesia masih terbilang baru, yang menyebabkan masih kurangnya bahan ajar yang bisa digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yakni berupa modul pendidikan seks bagi AUD yang layak digunakan oleh tenaga pendidik sebagai bahan ajar. Pendekatan yang digunakan dalam penilitian ini adalah mixed methods. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan (reserch development). Subjek dalam penelitian ini adalah ahli materi, ahli media, tenaga pendidik. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar validasi untuk memperoleh penilaian validator atau para ahli. Sebelum modul diterapkan dilakukan validasi produk kepada 3 orang ahli media dan 3 orang ahli materi yang menghasilkan kesimpulan dari aspek materi dengan kategori layak atau baik dan dari aspek media menghasilkan kesimpulan dengan kategori layak atau baik. Untuk melihat tanggapan tenaga pendidik terhadap modul pendidikan seks anak usia dini dilakukan dengan menggunakan metode FGD kepada 10 orang tenaga pendidik AUD yang menghasilkan bahwa modul sangat sesuai untuk diterapkan kepada anak usia dini untuk mengenali identitas dirinya.Kata Kunci: Modul, Pendidikan Seks, Anak Usia Dini
Peranan guru kelas sebagai pembimbing pada siswa SD Nurhasanah Nurhasanah; Jamilah Aini Nasution; Zahra Nelissa; Fitriani Fitriani
Jurnal Suloh Vol 6, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v6i1.23042

Abstract

One of the roles of the homeroom teacher is as a guide. At elementary school, the teacher has complex responsibilities in addition to teaching as well as guiding students so that they can achieve developmental tasks optimally. This research destination is to know the role of homeroom teacher as a guide for elementary students in Banda Aceh by using a quantitative descriptive approach. The subject of the research total was 101 homeroom teachers in 9 elementary schools Banda Aceh. The data collection tool used was a questionnaire. The results of the descriptive data analysis show that the role of homeroom teacher as a guide in elementary schools Banda Aceh is were 95 homeroom teachers on very high category (94%), in the high category 5 homeroom teacher (5%), then in the moderate category 1 homeroom teacher (1%). The condusion that the homeroom teachers in elementry school at Banda Aceh have been as a guide on students which doing guidance there are (1) identification the needed of students, (2) the formulate of destinations in study and steer students about the destinations of study, (3) ) giving the notice to students in according with the needed and the trouble and responsible in their life, (4) giving briefing or orientation which efective in study, (5) guide relationship beetwen individu and their social, (6) make a students as an individu how have self esteem, opennes, responsible and freedom, (7) cooperate with counselors and the other teachers in giving aid which the students needed. The implication of this research is that homeroom teachers can upgrade their performance as a guide to students in elementary school at banda aceh, so the students can grow and developing in optimal.   Keywords: Roles; Homeroom Teacher; Guide; Elementary School Student ABSTRAK Salah satu peranan Guru Kelas adalah sebagai pembimbing. Pada tingkat SD Guru memiliki tanggung jawab kompleks selain mengajar juga membimbing agar siswa dapat mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan Guru Kelas sebagai pembimbing pada siswa SD Kota Banda Aceh dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 101 orang Guru Kelas dari 9 SD di Kota Banda Aceh. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa Angket. Hasil analisis deskriptif data menunjukkan bahwa Guru Kelas yang berperan sebagai pembimbing di SD Kota Banda Aceh ialah 95 orang Guru Kelas berada pada kategori sangat tinggi (94%), pada kategori tinggi 5 orang Guru Kelas (5%), kemudian pada kategori sedang 1 orang Guru Kelas (1%). Dapat disimpulkan bahwa Guru Kelas di SD Kota Banda Aceh sudah bertanggung jawab penuh dalam menjalankan perannya sebagai pembimbing pada siswa dengan melakukan kegiatan bimbingan yaitu: (1) mengidentifikasi kebutuhan peserta didik, (2) merumuskan tujuan pembelajaran dan mengarahkan siswa sesuai tujuan pembelajaran, (3) memberikan nasihat kepada siswa sesuai kebutuhan dan kesulitan yang dialaminya serta bertangung jawab dalam kehidupan, (4) memberikan pengarahan atau orientasi dalam rangka belajar yang efektif, (5) membina hubungan yang baik antar pribadi dan sosialnya, (6) memperlakukan siswa sebagai individu yang mempunyai harga diri, keterbukaan, tanggap dan kebebasan, (7) bekerja sama dengan konselor dan tenaga pendidik lainnya dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan siswa. Implikasi penelitian ini Guru Kelas senantiasa dapat meningkatkan kinerja sebagai pembimbing pada siswa SD Kota Banda Aceh, sehingga siswa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
Hubungan resolusi konflik pasangan suami istri bekerja dengan kepuasan pernikahan pada usia pernikahan 3-5 tahun Nadia Nadia; Nur Janah; Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14101

Abstract

Abstract: Marriage is a sacred thing that unites two human beings between men and women. In fact adults marry for encouragement for various reasons. However, any person who married definitely wanted happiness. Feeling happy is identical with the name of satisfaction where when one reaches or gets anything he wants her to feel satisfied and happy. In achieving a satisfaction of the wedding, the couple husband and wife need a name conflict resolution. people who have a good conflict resolution in the household will easily achieve a satisfaction of the wedding. The purpose of this study is to describe the relationship of conflict resolution to the satisfaction of the wedding. The method used is the Mix Method that combines the two methods at once (quantitative and qualitative). The subject of this study, namely married couples working on age of marriage 3-5 of the year with a total of 130 people. The results showed the styles of conflict resolution has a positive and significant relationship, however weak, to the satisfaction of the wedding (r =. 317, p =. 001). Based on five conflict resolution styles that exist, only two styles that have a direct relationship with the satisfaction of marriage i.e. domination and integration. While the other three have no connection at all (the bond compromise, and avoidance).Keywords: conflict resolution, satisfaction of the marriage, the husband and wife work Abstrak: Pernikahan merupakan suatu hal yang sakral yang menyatukan dua insan manusia antar laki-laki dan perempuan. Pada hakikatnya orang dewasa menikah karena dorongan berbagai alasan yang berbeda-beda. Namun, setiap orang yang menikah pasti menginginkan suatu kebahagian. Perasaan bahagia identik dengan yang namanya kepuasan yang dimana ketika seorang mencapai atau mendapat sesuatu yang diinginkannya dia merasa puas dan bahagia. Dalam mencapai suatu kepuasan pernikahan, pasangan suami istri membutuhkan yang namanya resolusi konflik. orang yang memiliki resolusi konflik yang baik dalam rumah tangga akan mudah mencapai suatu kepuasan pernikahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menggambarkan hubungan resolusi konflik dengan kepuasan pernikahan. Metode yang digunakan adalah Mix Method yang menggabungkan dua metode sekaligus (kuantitatif dan kualitatif). Subjek penelitian ini yaitu pasangan suami istri bekerja pada usia pernikahan 3-5 tahun dengan total 130 orang. Hasil penelitian menunjukkan gaya resolusi konflik memiliki hubungan yang positif dan signifikan namun lemah dengan kepuasan pernikahan (r = .317, p = .001). Berdasarkan lima gaya resolusi konflik yang ada, hanya dua gaya yang memiliki hubungan langsung dengan kepuasan pernikahan yaitu dominasi dan integrasi. Sementara tiga lainnya tidak memiliki hubungan sama sekali (kompromi, obligasi dan penghindaran).Kata Kunci: Resolusi Konflik, Kepuasan Pernikahan, Suami Istri Bekerja
Higher Order Thinking Skill (HOTS) Pada Anak Usia Dini Salmiati Salmiati
Jurnal Suloh Vol 5, No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v5i2.17732

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS) pada anak usia dini. Pendidikan dimulai sejak anak usia dini dan mulai memasuki fase masa kanak-kanak awal, dimana pada masa ini anak sedang dalam masa pembentukan optimalisasi fungsi otak. Pendampingan yang dapat diberikan oleh guru ataupun orangtua selama proses pembelajaran dilakukan adalah mengenali fase perkembangan yang dijalani anak. Salah satu fase yang akan dijalani anak adalah fase pembentukan kognitif. Optimalisasi fase kognitif dapat dilakukan menerapkan cara pembelajaran dengan melibatkan proses berpikir kritis. Pendekatan pola pembelajaran berpikir kritis yang dapat dijalankan adalah salah satunya dengan menerapkan pembelajaran Higher Order Thinking Skill (HOTS). Penerapan pendekatan HOTS dianggap sebagai pendekatan yang efektif dalam menumbuhkan proses berpikir kritis yang berbasis pada fitrah dan tugas perkembangan yang sedang dijalani anak. Jenis metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kepustakaan atau yang kerap disebut dengan library research, yaitu peneliti menggunakan literatur pustaka sebagai bahan kajian penulisan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan bahan-bahan dari sumber tertulis. Selain dengan sumber tertulis,pengumpulan datanya juga dapat didukung dengan studi dokumentasi, video, foto dan sumber data lainnya yang dapat menunjang serta memperkuat kajian teori dan penelitian yang dilakukan. Melatih kemampuan berpikir kritis anak usia dini dengan metode HOTS dapat mengembangkan karakter anak seperti mampu menyiapkan diri dalam menghadapi tugas perkembangan selanjutnya, kemudian anak dapat menyelesaian masalah kehidupannya secara bijak dan menyiapkan anak untuk menghadapi tuntutan abad 21 yang mengharuskan manusia memiliki kemampuan berpikir kritis, interaksi yang baik, kreatif serta inovatif sehingga dapat menyesuaikan diri dengan pergerakan dunia. Keywords: Anak Usia Dini, Perkembangan Kognitif, HOTS
FANATISME DALAM TINJAUAN PSIKOLOGI AGAMA Qurrata 'Ayuna; Said Nurdin
Jurnal Suloh Vol 1, No 1 (2016): SULOH Desember 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v1i1.8309

Abstract

ABSTRAK Artikel ini mengkaji tentang konsep teoritis fanatisme, pemicu, dan solusinya dalam telaah singkat yang berjudul fanatisme dalam tinjauan psikologi agama. Fanatisme merupakan faham atau konsekuensi logis dari kemajemukkan sosial atau heterogenitas masa. Lebih khusus, fanatisme dapat menjadi solidaritas terhadap kelompok yang sefaham, dan sikap menolak karena memiliki perspektif berpikir yang berbeda. Fanatisme dapat dipandang sebagai suatu kekeliruan berpikir di karenakan dia hanya menafsirkan sesuatu dari sudut pandang sempit. Faktor pemicu fanatisme ini adalah kurangnya pemahaman mengenai ragam perspektif ilmu di masyarakat. Fanatisme dalam tubuh Islam dipicu oleh perpecahan logika berfikir oleh faham Khawarij yang menyesatkan. Antara propaganda berpikir yang dilakukan antara lain paham bahwa orang Islam yang berbuat dosa besar hukumnya kafir, dan orang kafir halal dibunuh. Dengan logika fanatik demikian maka banyak terjadi korban pembunuhan dengan atas nama agama.
Sikap Perlindungan Diri Terhadap Pelecehan Seksual Pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Banda Aceh Ambiya, Fajarrul; Bustamam, Nurbaity; Bakar, Abu
Jurnal Suloh Vol 8, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v8i2.28156

Abstract

Sexual harassment is a form of sexual coercion in which a person makes another person the target of unwanted comments, solicitations, gestures, physical contact, or direct requests from the other party, in order to obtain a sexual advantage. Sexual harassment can occur in many settings, including the workplace, school, or consulting a therapist. The purpose of this study was to describe the knowledge of Banda Aceh junior high school students about self-protection from sexual harassment and also to obtain an overview of the availability of knowledge sources regarding self-protection from sexual harassment in junior high school adolescents in Banda Aceh. This study uses a survey method with a descriptive quantitative approach. The results showed that the percentage calculation obtained an average high category from these results, which was 84%. This shows that public junior high school students in Banda Aceh already know about self-protection from sexual harassment, although there are still 16% of public junior high school students in Banda Aceh who do not know about self-protection from sexual harassment. The calculation of the average percentage of the high category regarding the availability of sources from parents as a result of research is 85%. This shows that parents of junior high school students in Banda Aceh have provided knowledge to their children about self-protection from sexual harassment, as well as the calculation of the average percentage of the medium category regarding the availability of resources from teachers, the results of the study are 62%. This shows that junior high school teachers in Banda Aceh have provided knowledge to their students about self-protection from sexual harassment, while sources from friends indicate a low average percentage calculation from the results of the study, which is 27%. This shows that it is relatively low for junior high school students in Banda Aceh to have friends who have discussed knowledge about self-protection from sexual harassment
Simptom-Simptom Trauma pada Anak Korban Kekerasan Seksual di Aceh Zuliani, Hetti; Kee, Pau; Sapeer, Mohd Noor
Jurnal Suloh Vol 9, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v9i1.40421

Abstract

This study aims to identify and analyze trauma symptoms in child victims of sexual abuse in Aceh. Sexual violence against children is a serious issue that can cause long-term psychological impacts, significantly affecting their emotional and social development. Using a descriptive method, this research seeks to uncover the trauma symptoms in children who have experienced sexual abuse.The findings of this study indicate that child victims of sexual abuse in Aceh experience significant trauma symptoms, encompassing three main aspects: reexperience, avoidance, and hyperarousal. These symptoms not only impact the emotional condition of the children but also affect their behavior, social interactions, and future prospects. This study emphasizes the importance of appropriate and immediate intervention for child victims of sexual abuse, given the significant psychological impact. A comprehensive and sustainable approach is essential to ensure the emotional and social well-being of children who have been victims of sexual abuse, helping them build a better future
KONTRIBUSI PERSIAPAN MENGIKUTI KULIAH TERHADAP PRESTASI BELAJAR (STUDI DESKRIPTIF ANALITIK TERHADAP MAHASISWA FKIP UNSYIAH) Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Suloh Vol 1, No 1 (2016): SULOH Desember 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v1i1.8256

Abstract

ABSTRACT : This study aims to determine the contribution of lecturing preparation upon students learning achievement and the most dominant contribution preparation upon student learning achievement. This research uses descriptive quantitative approach. The population in this research were all Guidance and Counselling students of 2007- 2008 generation as many as 120. The research sample was 75% of the population by stratified proportional random sampling technique which amounts to 90 people. Data collection techniques using questionnaires and documentation. Data analysis techniques using simple linear regression and also analyzed the coefficient of determination (r2). The results showed that there is a significant contribution between lecturing preparation and learning achievement at 70.2%. Lecturing preparation which most dominant contribution was non physical preparation at 55.7%, while the physical preparation contribute to 52.7% and lecturing condition at 52%. Conclusion in this study is there is a significant contribution between lecturing preparation and learning achievement. The most dominant contribution preparation is non-physical preparation.Keyword : Preparation Follow College, Learning Achievement - Persiapan Mengikuti Kuliah, Prestasi Belajar.

Page 6 of 11 | Total Record : 104