cover
Contact Name
Nurbaity Bustamam
Contact Email
nurbaity.bustamam@gmail.com
Phone
+6282165551099
Journal Mail Official
jurnalsuloh@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tgk Hasan Krueng Kale, Desa Kopelma Darussalam, Kec Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia, 23111
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Suloh
ISSN : 24075809     EISSN : 27145484     DOI : 10.24815
Jurnal Suloh is an open access journal by the Department of Guidance and Counseling, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh, Indonesia. The journal presents research and development in the field of Guidance and Counselling In School and Outside School, Psychology Counseling, Career Counseling, Marriage and Family Counseling, Special Needed Child and Mental Health. From the years 2014-2017, Jurnal Suloh published once a year, in Desember. From 2018 onwards, it publishes two times a year in Juni and December.
Articles 104 Documents
KETERAMPILAN DASAR KONSELING: LAPORAN TES DAN LANGKAH BERIKUTNYA Nurbaity Bustamam
Jurnal Suloh Vol 1, No 1 (2016): SULOH Desember 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v1i1.8259

Abstract

ABSTRAK Keterampilan dasar konseling adalah modal awal bagi mahasiswa calon konselor untuk dapat mengembangkan kemampuan kerjanya terutama dalam layanan konseling baik konseling individu maupun konseling kelompok secara berkelanjutan. Oleh karena itu penguasaan keterampilan ini merupakan salah satu tujuan inti dalam program pendidikan sarjana bimbingan dan konseling selain penguasaan berbagai teori dalam konseling dan praktis penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling dalam seting sekolah dan luar sekolah.  Artikel ini melaporkan hasil pengukuran aspek kognitif keterampilan dasar konseling dari 205 mahasiswa dan alumni Program Studi Bimbingan dan Konseling di Aceh. Temuan-temuan positif dan negatif dijabarkan secara hati-hati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep attending, questioning, observing dan responding masih belum memuaskan. Masih banyak poin-poin konsep yang hanya dipahami oleh sejumlah kecil peserta tes. Hal ini menunjukkan bahwa pengajar dalam mata kuliah yang mengajarkan kemampuan ini harus lebih memberikan penekanan terhadap pemahaman konseptual daripada hanya langkah-langkah prosedural saja.   Pengajar juga diajak untuk memeriksa kembali konsep awal pelatihan keterampilan dasar konseling agar dapat digunakan di dalam pembelajaran mata kuliah yang terkait dengan pengembangan keterampilan dasar konseling ini. Kata Kunci: Keterampilan dasar konseling, tes aspek kognitif
PENGARUH LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KEDISIPLINAN WAKTU PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 MENDO BARAT Muhammad, Fadhil; Oktariana, Dina; Raisa, Zarul
Jurnal Suloh Vol 8, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v8i2.35837

Abstract

Discipline is a significant cultural value to be instilled and developed in every student's life at school. This article examines the effect of group tutoring services on the time discipline of students in grade X of SMA Negeri 1 Mendo Barat. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental design. The instrument used is the scale of student discipline. Data analysis using score and percentage of N-Gain. The results showed that there was an influence of group guidance services on the time discipline of grade X students of SMA Negeri 1 Mendo Barat was in the medium category with an average N-Gain value of 0.47, and the N-Gain percent of 47.40% meant that the group guidance services provided were less effective in improving student learning discipline. Some limitations and implications of the results of this study are discussed.Kedisiplinan merupakan nilai budaya yang penting untuk ditanamkan dan dikembangkan dalam setiap kehidupan peserta didik di sekolah. Artikel ini bertujuan untuk menguji pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan waktu peserta didik di kelas X SMA Negeri 1 Mendo Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimental. Instrumen yang digunakan adalah skala kedisiplinan peserta didik. Analisis data menggunakan Skor dan Persen N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap kedisiplinan waktu peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Mendo Barat berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0.47, dan persen N-Gain sebesar 47.40% bermakna bahwa layanan bimbingan kelompok yang diberikan kurang efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar peserta didik. Beberapa keterbatasan dan implikasi hasil penelitian ini dibahas.
Profil ketahanan akademik siswa di tengah arus tantangan revolusi industri 4.0 Fadhil Muhammad
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15328

Abstract

Tantangan terbesar yang dialami oleh siswa dalam perkembangan revolusi industri 4.0 di Indonesia saat ini adalah kemampuan siswa untuk menghadapi tuntutan akademik. Perubahan budaya akademik, pembaruan sistem kurikulum yang relatif cepat, kegelisahan dan kebingungan dalam menentukan karir adalah serangkaian tuntutan akademik di era Revolusi Industri 4.0. Berbagai tuntutan dan tantangan akademis berpotensi menyebabkan tekanan akademik di kalangan siswa yang cenderung berdampak negatif pada pola belajar siswa dan perkembangan psikologis siswa di sekolah. Adapun artikel ini bertujuan untuk menggambarkan profil ketahanan akademik siswa di unit pendidikan formal, yang berfokus pada ruang lingkup dan batas-batasannya. Oleh karena itu, artikel ini diharapkan dapat berkontribusi secara  praktis dan teoritis di dunia pendidikan, terutama studi yang terlibat dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Hubungan Bimbingan Orangtua Dengan Kemandirian Belajar Siswa Di SMP N 1 Darussalam Aceh Besar Eva Surianingsih; M Husen; Nurhasanah Nurhasanah; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 7, No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v7i1.25352

Abstract

Learning independence is important for students and one of them can be influenced by the guidance provided by parents in the learning process. The purpose of this study was to describe the conditions of parental guidance and learning independence as well as the relationship between the two variables in students of SMPN 1 Darussalam Aceh Besar. The type of research is descriptive and correlational with the method of total sampling and data collection using a scale with the choice of answers of the Likert scale type. The results of the study showed that parental guidance and learning independence in students of SMPN 1 Darussalam were predominantly in a combination of high and very high categories.  Meanwhile, the correlation analysis between the two variables produced a correlation index of 0.642. This indicates that the two variables are positively and strongly related. This means that there is a relationship between parental guidance and learning independence in students of SMPN 1 Darussalam. The implications of the study will be discussed. Keywords: Parental Guidance, Independent Learning, Descriptive Correlational Design ABSTRAKKemandirian belajar merupakan yang penting bagi siswa dan salah satunya dapat dipengaruhi oleh bimbingan yang diberikan oleh orangtua dalam proses belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi bimbingan orang tua dan kemandirian belajar serta hubungan kedua variabel pada siswa SMPN 1 Darussalam Aceh Besar. Jenis penelitian adalah deskriptif dan korelasional dengan metode total sampling dan pengumpulan data menggunakan skala dengan pilihan jawaban jenis skala Likert. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan orangtua dan kemandirian belajar pada siswa SMPN 1 Darussalam dominan berada pada gabungan kategori tinggi dan sangat tinggi. Sementara analisis korelasi antara kedua variabel menghasilkan indeks korelasi sebesar 0,642. Hal ini mengindikasikan bahwa kedua variabel berhubungan secara positif dan kuat. Artinya ada hubungan antara bimbingan orangtua dengan kemandirian belajar pada siswa SMPN 1 Darussalam. Implikasi dari penelitian akan didiskusikan.Kata Kunci; Bimbingan Orangtua, Kemandirian Belajar, Korelasi deskriptif
MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA BIDIKMISI DITINJAU DARI INDEKS PRESTASI KUMULATIF (SUATU STUDI PADA MAHASISWA FKIP UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2016) Cut Irmasita; Dahliana Abd.; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 3, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v3i2.14161

Abstract

Abstract: Motivation to learn can determine achievement. One that strengthens learning motivation is the given support including educational costs. The purpose of this study was to describe the Bidikmisi students' learning motivation and explain the differences in Bidikmisi students' learning motivation in terms of the cumulative grade point average (GPA). The data collection technique used was a questionnaire. The data analysis technique used Anova and Tukey HSD. Based on the results, it can be concluded that more than half (57.5%) of students have learning motivation which is in the moderate category, the rest have motivation in the high category (42.5%) and no one has low learning motivation. The results also show that there are 20% of students whose GPA is below 3. In addition, the data also shows that bidikmisi students with GPA above 3.00 have an average motivation score lower than bidikmisi students with GPA below 3.00, although significant differences in motivation are only obtained between GPA groups of 2.50-2.99 and 3 00-3.49. Based on these results it is recommended that students who receive scholarships to increase motivation can maintain their achievements and scholarships. Keywords: Learning motivation, Bidikmisi awardee, Grade Point Average.Abstrak: Motivasi belajar dalam perkuliahan dapat menentukan prestasi yang dicapai. Salah satu yang memperkuat motivasi belajar adalah adanya dukungan termasuk biaya pendidikan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar mahasiswa bidikmisi dan motivasi belajar mahasiswa bidikmisi ditinjau dari indeks prestasi kumulatif (IPK). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis dalam bentuk deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Anova dan Tukey HSD. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari sebagian (57,5%) mahasiswa Bidikmisi FKIP Unsyiah memiliki motivasi belajar yang berada pada kategori sedang, sisanya memiliki motivasi pada kategori tinggi (42,5%) dan tidak ada yang memiliki motivasi belajar rendah. Hasil juga menunjukkan bahwa ada 20% mahasiswa yang IPKnya di bawah 3. Selain itu data menunjukkan bahwa mahasiswa bidikmisi dengan IPK di atas 3,00 memiliki rata-rata skor motivasi lebih rendah daripada mahasiswa bidikmisi dengan IPK di bawah 3,00, walaupun perbedaaan motivasi yang signifikan hanya diperoleh antara kelompok IPK 2,50-2,99 dan 3,00-3,49. Berdasarkan hasil ini disarankan agar mahasiswa penerima beasiswa untuk meningkatkan motivasi agar dapat mempertahankan prestasi sekaligus beasiswanya.Kata Kunci: Motivasi belajar, Mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi, Indeks Prestasi Kumulatif.
Efektivitas teknik konseling menulis ekspresif untuk mereduksi motif agresi siswa Nurul Rahmi; Martunis Yahya; Abu Bakar; Fitra Marsela
Jurnal Suloh Vol 6, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v6i1.23039

Abstract

Aggression motive is a driving force for the emergence of aggressive behavior by individuals. This study, entitled "The Effectiveness of Expressive Writing Counseling Techniques to Reduce Aggression Motives in MAN 4 Aceh Besar Students", aims to see the level of aggression motives of students in MAN 4 Aceh Besar before and after being given expressive writing counseling techniques, as well as to determine whether there is a decrease in the level of aggression motives that are used. significant. The approach used is a quantitative approach, in the form of pre-experiment, one group pretest-posttest design. The population of this study were all students in grade XI of MAN 4 Aceh Besar who have a high level of aggression motives. The samples obtained totaled 11 people who have high levels of aggression motives. Sampling was done by random sampling. Collecting data using a scale of 1-5. The research data were analyzed using statistical analysis paired sample t-test. The results of data analysis indicate that expressive writing counseling techniques have an effectiveness in reducing aggression motives for students of MAN 4 Aceh Besar. Before being given (pretest) the score of aggression motive was 179.64 and the score after being given (posttest) was 104.55. The level of students' motive for aggression has decreased significantly after being given expressive writing counseling techniques. The results of the calculation of the paired sample t-test statistical test found that the mean for pretest posttest was 179.64 104.55, while for the t-count value was 10.621 and t-table (0.05; 11) was 2,228 because tcount ttable meant that there was a significant decrease at the motive level. aggression of MAN 4 Aceh Besar students who have a high level of aggression motive after being given expressive writing counseling techniques. Keywords: aggressive motive, expressive writing; counseling technique  ABSTRAKMotif agresi merupakan suatu penggerak timbulnya perilaku-perilaku agresi yang dilakukan oleh individu. Penelitian ini berjudul “Efektivitas Teknik Konseling Menulis Ekspresif untuk Mereduksi Motif Agresi Siswa MAN 4 Aceh Besar”. Tujuan penelitian untuk melihat ada tidaknya penurunan tingkat motif agresi yang signifikan setelah diberikan teknik konseling menulis ekspresif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dalam bentuk pre-ekspreriment, one grup pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 2 MAN 4 Aceh Besar yang memiliki tingkat motif agresi yang tinggi. Sampel yang diperoleh berjumlah 11 orang yang memiliki tingkat motif agresi yang tinggi. Penarikan sampel dilakukan secara random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket dengan skala 1-5. Analisis statistik menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan bahwa teknik konseling menulis ekspresif memiliki efektivitas untuk mereduksi motif agresi siswa MAN 4 Aceh Besar. Sebelum diberikan (pretest) skor motif agresi 179.64 dan skor setelah diberikan (posttest) adalah 104.55. Tingkat motif agresi siswa mengalami penurunan yang signifikan setelah diberikan teknik konseling menulis ekspresif. Hasil uji statistik  paired sample t-test didapati bahwa mean untuk pretest posttest adalah 179.64 104.55, sedangkan untuk nilai  sebesar 10.621 dan  (0.05;11) sebesar 2.228 oleh karena  artinya terdapat penurunan yang signifikan pada tingkat motif agresi siswa MAN 4 Aceh Besar yang mempunyai tingkat motif agresi yang tinggi setelah diberikan teknik konseling menulis ekspresif.
Analisis perilaku altruisme pada santri di pondok pesantren modern Babun Najah Banda Aceh Dina Mahmuliana; Dahliana Abd.; Martunis Yahya
Jurnal Suloh Vol 2, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v2i2.14099

Abstract

Abstract: Altruism is an attitude of caring and willing to help despite the lack of benefits offered or the absence of hope to get rewarded, but people nowadays influenced of bad globalization in various joints of human life has begun to eliminate humanities velues in possession, including students in boarding school, majorities studens become selfish. The purpose of this research is to observe altruism in students of Babun Najah boarding school also to know the factor causing they‘re altruism habits. This research used descriptive qualitative method with 10 students as sample research. Observer using observation and interview get the data after all analysis with data reduction, display data, and tondution from the fact. The results of data analysis show that there students here still owned altruism in they‘re habits. It shows from they help friends, feel what their friends feel. Willing to give what is owned for others even though he is also in need, still and all also get that there are students selfish, ignoring friends who need help. So, from these fact students still need guidance to be a person who created a noble personality and be responsible also need their parents and lectures support.Keywords: Altruism, santri, pesantren Abstrak: Perilaku altruisme merupakan sikap kepedulian dan mau membantu meskipun tidak adanya keuntungan yang ditawarkan atau tidak adanya harapan untuk mendapatkan imbalan, namun akibat pengaruh globalisasi dalam berbagai sendi kehidupan manusia telah mulai menghilangkan nilai-nilai kemanusian yang dimiliki, termasuk santri di pondok pesantren, berupa nilai-nilai atau kebiasaan saling tolong-menolong sesama teman secara ikhlas menjadi sikap yang tidak baik yaitu mementingkan diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku altruisme santri di pondok Pesantren Modern Babun Najah Banda Aceh dan untuk mengetahui faktor penyebab timbulnya perilaku altruisme pada santri di pondok Pesantren Modern Babun Najah Banda Aceh. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 10 orang santri. Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Analisis data dalam penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data (display data) dan menarik kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perilaku altruisme masih dimiliki oleh sebahagian santri seperti mau menolong temannya yang sedang kesulitan, sedih melihat temannya yang kesusahan dan rela memberikan apa yang dimiliki untuk orang lain walaupun dirinya juga sedang membutuhkan, namun pada santri lainnya perilaku ini tergolong kurang seperti mementingkan dirinya sendiri, enggan untuk menolong teman yang kesulitan serta tidak pernah sungguh-sungguh dalam memberikan pertolongan, dengan begitu santri masih membutuhkan bimbingan, arahan dan pengembangan agar perilaku tersebut dapat dimiliki oleh seluruh santri yang menetap di pondok pesantren, sehingga terciptalah kepribadian yang berbudi luhur dan bertanggung jawab. Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku altruisme pada santri, diantaranya orang tua dan kepribadian santri itu sendiri.Kata Kunci : Altruisme, santri, pesantren
Kontrol diri mahasiswa yang kecanduan game online di Asrama Kaway XVI Khairiah Asfaruddin; Said Nurdin; Rezki Saifan
Jurnal Suloh Vol 4, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v4i2.15764

Abstract

Addicted to online games are harmful behaviors, dangerous and can even be classified into mental disorders that need to be avoided. Individuals who are addicted to online games are characterized by behavior unable to break away from thinking about games, neglecting work and not being able to control themselves which causes more intensity and duration of playing time and drains the mind. The study aims to describe the self-control of college students who have the characteristics of online game addicts employing a qualitative with descriptive approach. Research subjects were three teenagers who have the characteristics of online game addiction. Data collection techniques are done through interviews. The results showed that students were sometimes unable to control themselves, especially when playing online games. They will forget or rule out other things that need to be done. But there are times when students are able to avoid playing online games for example when there are class schedules and other assignments and jobs. Students are in the early period of adulthood; this was predicted what underlies the change of ability and inability to control themselves in playing online games. Keywords: Self-control, College Student, Game Online addiction ABSTRAK Kecanduan game online adalah perilaku yang merugikan, berbahaya bahkan dapat digolongkan ke dalam gangguan mental sehingga perlu dihindari. Individu yang mengalami kecanduan game online ditandai dengan perilaku selalu memikirkan game, mengabaikan pekerjaan, kehilangan kontrol diri, sehingga intensitas dan durasi bermain game semakin banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontrol diri mahasiswa yang memiliki ciri pecandu game online dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tiga orang mahasiswa yang memiliki ciri kecanduan game online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa terkadang tidak mampu mengontrol dirinya terutama saat sedang bermain game online. Mereka akan melupakan atau mengesampingkan hal-hal lain yang perlu dikerjakan. Namun ada waktunya mahasiswa mampu menghindar dari bermain game online misalnya saat ada jadwal perkuliahan maupun tugas dan pekerjaan lain. Mahasiswa berada pada periode awal masa dewasa, ini yang diperkirakan mendasari adanya perubahan dari kemampuan dan ketidakmampuan mengontrol diri dalam bermain game online.   Kata Kunci: Kontrol Diri, Mahasiswa, Kecanduan Game Online 
KAJIAN PRAKTIK-PRAKTIK TERBAIK PENGEMBANGAN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DALAM RANGKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Bahrun Bahrun
Jurnal Suloh Vol 1, No 1 (2016): SULOH Desember 2016
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v1i1.8308

Abstract

Penelitian ini penting dilakukan untuk tujuan mengindentifikasi, menganalisis dan memetakan wujud praktik terbaik pendidikan karakter dalam lingkungan sekolah. Telah dipilih tiga Sekolah Menengah Atas (SMA) di Banda Aceh sebagai situs penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, mengkaji secara intens praktik terbaik pendidikan karakter, mengindentifikasi, menganalisis dan mengkomperasikan praktik-praktik itu secara terpola sehingga menghasilkan sebuah taxonomi pendidikan karakter di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada prinsipnya banyak kesamaan praktik pengembangan  pendidikan di tiga sekolah yang dikaji, di samping juga ada praktik-praktik khusus yang berbeda. Hasil penelitian juga mengungkapkan bahwa ada faktor filosofis, sosiologis, psikologis, dan manajemen yang mempengaruhi sukses atau tidaknya implementasi Kurikulum 2013 terutama dalam pengembangan pendidikan karakter di sekolah. Kata kunci: karakter, pendidikan karakter, implementasi kurikulum.
Motivasi Belajar Peserta Didik MTSN 1 Sabang Pasca Kematian Orang Tua Azmi, Shabana; Bahri, Syaiful; Bustamam, Nurbaity
Jurnal Suloh Vol 8, No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling, FKIP, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/suloh.v8i2.38022

Abstract

Peserta didik yang kehilangan orang tua karena kematian dapat mengalami perasaan berduka (grief) yang kemudian dapat mempengaruhi seluruh kehidupannya termasuk dalam proses pembelajaran, beberapa ada yang mengalami penurunan motivasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran motivasi belajar pada peserta didik MTsN 1 Sabang pasca kematian orang tuanya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan total sampling sebanyak 30 peserta didik yang mempunyai kriteria yatim, piatu dan yatim piatu. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket motivasi belajar disusun berdasarkan 5 aspek yang dikembangkan oleh Sardiman. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil distribusi frekuensi menunjukkan bahwa lebih dari setengahnya (67%) peserta didik berada dalam kategori rendah yang menunjukkan bahwa kematian orang tua mempengaruhi minat dan motivasi belajar mereka. Sebagian kecil (16%) peserta didik memiliki tingkat motivasi belajar yang tinggi, yang menunjukkan bahwa kematian orang tua sama sekali tidak menurunkan motivasi belajar mereka dan sebagian kecil (13%) peserta didik berada di kategori sedang. Motivasi belajar yang rendah pada peserta didik dapat diartikan bahwa kehilangan sosok orang tua dapat memberikan dampak fisik, kognitif, emosional yang berat yang dipengaruhi oleh kedekatan peserta didik dengan orang tua yang meninggal, sehingga berpengaruh pada penurunan motivasi belajar juga.

Page 4 of 11 | Total Record : 104