cover
Contact Name
ZAINAL MUNIR
Contact Email
zainalmunir@unuja.ac.id
Phone
+6285258306128
Journal Mail Official
zainalmunir@unuja.ac.id
Editorial Address
Karanganyar paiton Probolinggo 67291
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Keperawatan Profesional
ISSN : 2355679X     EISSN : 26851830     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Keperawatan Profesional is a peer-reviewed journal to discuss and spread original and critical analysis on various contemporary health issues. The journal publishes articles of interest to education practitioners, teachers, clinical practitioners, and researchers. This journal encompasses research articles, original research report, reviews in education in any fields including : 1) Public Health, 2) Nursing, 3) Midwifery, 4) Psychology, 5) Pharmacy, 6) Nutrition, 7) Medical, etc.
Articles 160 Documents
Pengaruh Expressive Writing Therapy terhadap Alexithymia pada Siswa Faizah, Hanim Nur; Suhartono, Suhartono; Fahedy, Abid Reza; Saputro, Angga Haryo; Claudiasari, Rania
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11418

Abstract

Siswa yang mengalami tekanan emosional, tuntutan untuk memenuhi harapan, konflik keluarga, serta kesulitan dalam mengenali atau mengungkapkan emosi, cenderung mengalami alexithymia. Salah satu penanganan non farmakologis untuk permasalahan tersebut yaitu dengan expressive writing therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh expressive writing therapy terhadap alexithymia pada siswa.Metode dalam penelitian ini adalah eksperimental dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan (one-group pre-post test design). Populasi penelitian ialah siswa yang mengalami ada dan kemungkinan alexithymia berjumlah 50 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Non Probability Sampling dengan jenis Purposive Sampling dengan jumlah siswa 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Totonto Alexithymia Scale-20 dan SOP expressive writing therapy. Analisis penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh antara expressive writing therapyterhadap alexithymia. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji Wilcoxon yaitu dengan nilai p = 0,000 ≤ 0,05 dapat di tarik kesimpulan bahwa H1 diterima. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa expressive writing therapy berpengaruh terhadap alexithymia pada siswa. 
Penerapan Terapi Imajinasi Terbimbing dalam Mengurangi Kecemasan pada Pasien Stroke Non Hemoragik (SNH) Karlina, Nonok; Muadi, Muadi; Sari, Yulia
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11591

Abstract

Stroke non-hemoragik (SNH) terjadi akibat adanya hambatan aliran darah ke otak yang disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah, sehingga mengganggu fungsi neurologis secara parsial maupun menyeluruh. Penulisan karya ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji pemberian asuhan keperawatan pada pasien dengan masalah psikologis berupa ansietas. Metode  yang digunakan adalah studi kasus, dengan subjek satu pasien stroke non-hemoragik yang sedang menjalani perawatan di ruang stroke unit dan menunjukkan gejala ansietas. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, serta peninjauan dokumentasi medis. Dalam proses keperawatan yang berlangsung selama tiga hari, pasien menunjukkan tanda-tanda kecemasan yang berkaitan dengan gangguan mobilitas pada sisi kanan tubuh. Intervensi yang diberikan untuk menangani ansietas tersebut berupa terapi imajinasi terbimbing, sebagai bentuk pendekatan keperawatan berbasis bukti (Evidence-Based Nursing). Hasil evaluasi menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi selama tiga hari, tingkat kecemasan pasien mengalami penurunan yang signifikan dan masalah keperwatan apat teratasi. Penerapan (EBN) yang diterapkan menunjukan hasil yang cukup baik, adanya penurunan terhadap tingkat ansietas, pasien sudah tidak cemas lagi dan pasien sudah tampak tenang.  Kesimpulannya, terapi imajinasi terbimbing efektif digunakan untuk mengurangi ansietas pada pasien stroke non hemoragik.
Pengaruh Video Edukasi terhadap Sikap dan Kontrol Diri tentang Seks Bebas Bulkis, Siti; Nito, Paul Joae Brett; Manto, Onieqie Ayu Dhea; Ariani, Malisa
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11143

Abstract

Perilaku remaja yang beresiko dimulai dari berpegangan tangan, berkencan intim, bercumbu, hingga akhirnya melakukan kontak seksual, dan berujung pada perilaku seks bebas. Faktor yang dapat mempengaruhi perilaku seks pranikah diantaranya yaitu pengetahuan dan sikap. Kurangnya pengetahuan remaja terhadap seks pranikah dapat membentuk sikap dan kontrol diri yang kurang baik terhadap seks bebas akan mengarah ke remaja yang memiliki sikap kurang baik. Pendidikan seks melalui media video adalah salah satu cara untuk meningkatkan sikap dan kontrol diri. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh video edukasi terhadap sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas. Metode penelitian ini menggunakan Pre-Experimental dengan One Grup PreTest-PostTest Design. Jumlah sampel sebanyak 87 orang dengan teknik Quota sampling. Instrumen Penelitian menggunakan kuesioner sikap dan kontrol diri, dan dilakukan Uji statistik menggunakan uji Wilcoxon. Hasil yang diperoleh p-value sebesar 0,000 (p < 0,05) yang artinya terdapat pengaruh video edukasi terhadap sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas . Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pendidikan seks menggunakan media video efektif digunakan untuk meningkatkan sikap dan kontrol diri remaja tentang seks bebas sehingga dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya seks bebas dan dapat berkontribusi dalam menurunkan angka kehamilan remaja, penyakit menular seksual, serta dampak psikologis dan sosial.
Hubungan Waiting Time Preoperatif terhadap Kecemasan Pasien Odontectomy dengan General Anestesi Adelia, Putri Mewa; Burhan, Asmat; Yanti, Linda
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11362

Abstract

Odontectomy adalah prosedur pencabutan gigi impaksi yang sering dilakukan, terutama di Jawa Barat dengan rata-rata 450 kasus per tahun. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa waiting time preoperatif yang lama dapat meningkatkan kecemasan pasien, yang berpengaruh pada kenyamanan dan hasil klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara durasi waiting time sebelum operasi dengan tingkat kecemasan pasien. Desain penelitian menggunakan metode kuantitatif cross-sectional dengan 38 responden yang dipilih melalui consecutive sampling. Meski jumlah sampel terbatas dan metode sampling ini berpotensi menimbulkan bias seleksi, peneliti berupaya meminimalkan bias dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat serta memilih responden secara sistematis berdasarkan urutan kedatangan. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan kuesioner APAIS, lalu dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan waiting time ≥ 30 menit cenderung mengalami kecemasan sedang hingga berat. Nilai p = 0,001 dan koefisien korelasi Spearman ρ = 0,533 mengindikasikan hubungan yang sedang dan signifikan antara durasi waiting time dan kecemasan. Optimalisasi manajemen jadwal operasi dan pemberian intervensi psikologis sederhana, seperti teknik relaksasi, diharapkan dapat menurunkan kecemasan pasien serta meningkatkan kualitas pelayanan praoperasi. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi praktik klinis meski terdapat beberapa keterbatasan.
The Effect of Health Education Using Flipchart Media Compliance TB medicine (OATS) in TB Clients Nurramadhani, Adelya Salsabilah; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11167

Abstract

BEdukasi kesehatan menggunakan media flipchart terhadap kepatuhan minum obat anti-tuberkulosis (OAT) pada Klien TB paru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan satu kelompok pre-post. Sebanyak 86 responden dipilih melalui total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kepatuhan yang telah teruji validitas dan reliabilitas, dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 < α 0,05, yang mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam kepatuhan minum obat OAT sebelum dan setelah edukasi kesehatan menggunakan media flipchart karakteristik responden penderita tuberkulosis (TB) paru  menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi di kalangan pria dibandingkan wanita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total data responden, mayoritas kasus TB paru diidentifikasi pada pria. Data ini didukung oleh distribusi frekuensi yang menunjukkan dominasi pria sebagai kelompok yang paling banyak mengalami TB paru. Kesimpulan: media flipchart mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan efektif, meningkatkan pemahaman Klien mengenai pentingnya kepatuhan terhadap regimen pengobatan TB, sehingga flipchart dapat digunakan sebagai alat edukasi karena secara signifikan dapat membantu memperbaiki kepatuhan pengobatan TB dengan memberikan informasi yang mudah diakses dan dipahami oleh Klien.
Hubungan Family Centered Care dengan Stress Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah Fauzi, Ahmad Kholid; Azizah, Ulfa Naila; Andayani, Sri Astutik
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11402

Abstract

Latar Belakang: Selama proses hospitalisasi, anak dapat mengalami pengalaman yang sangat serius dan traumatis sehingga menyebabkan tekanan yang penuh Stress. Anak prasekolah adalah kelompok anak yang sangat rentan terhadap stress hospitalisasi. Reaksi non-adaptif yang ditunjukkan selama  hospitalisasi pada anak prasekolah termasuk menolak makan, menangis, sering bertanya, dan tidak kooperatif dengan petugas. Selain itu, stress hospitalisasi dapat menyebabkan anak mengalami efek negatif jangka pendek dan jangka panjang, seperti perilaku lesu dan gangguan tidur. Tujuan: Menganalisis hubungan family centered care dengan Stress hospitalisasi pada anak usia prasekolah selama hospitalisasi. Metode: Penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan desain penelitian Cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi di Rumah sakit dengan tehnik purpose sampling sejumlah 130 responden. Analisis penelitian dengan menggunakan spearman rank. Hasil: Penelitian didapat bahwa terdapat hubungan signifikan antara family centered care dengan stress hospitalisasi dengan p value : 0,000 < α 0,05 serta Correlation Coefficient diperoleh nilai sebesar - 0,925 yang bermakna mendekati nilai korelasi yang sempurna. Kesimpulan: Semakin tinggi family centered care, maka semakin rendah tingkat stress hospitalisai pada anak prasekolah.
Hubungan Antara Screen Time Dan Perilaku Makan Terhadap Indeks Massa Tubuh (IMT) Mahasiswa Nolip S, Calvin Khan; Erwin, Erwin; Tampubolon, Masrina Munawarah
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.9763

Abstract

Mahasiswa yang berada pada usia remaja yang saat ini sedang berada pada perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga mempengaruhi kejadian peningkatan screen time dan perilaku makan yang berdampak terhadap kejadian indeks massa tubuh mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan screen time dan perilaku makan terhadap indeks massa tubuh (IMT) mahasiswa di Fakultas Keperawatan Universitas Riau. Penelitian ini menggunakankuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 240 orang dengan teknik pengambilan total sampling. Alat ukur yang digunakan berupa kuesioner serta pengukuran berat badan dan tinggi badan, menggunakan analisis uji Chi square. Hasil penelitian menunjukan yaitu 124 responden dengan persentase 51,7% memiliki screen time tinggi, perilaku makan responden 172 orang memiliki perilaku makan yang buruk dengan aspek external eating merupakan aspek tertinggi yang terjadi yaitu 214 responden (89,2%), analisis Chi square menunjukkan antara screen time terhadap perilaku makan pada mahasiswa fakultas keperawatan angkatan 2023 p-value = 0,745 (p>0.05), antara screen time terhadap IMT mahasiswa fakultas keperawatan angkatan 2023 p-value = 0,353 (p>0,05) dan antara perilaku makan dengan IMT mahasiswa fakultas keperawatan angkatan 2023 p-value =0,035 (p<0,05). Penelitianselanjutnya dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi dan dapat menelusuri faktor-faktor lain yang memengaruhi IMT mahasiswa tahun pertama dan mencari instrumen penelitian yang lebih mudah dimengerti oleh responden dalam penentuan intensitas screen time pada mahasiswa
Dampak Video Edukasi Animasi terhadap Pengetahuan dan Perilaku Higienis Cuci Tangan Siswa SD Qomariyah, Linda; Fauzi, Ahmad Kholid; Munir, Zainal
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11229

Abstract

Tangan yang bersih akan mencegah berbagai penularan penyakit seperti diare, tipoid, hepatitis dan berbagai penyakit infeksi dan penyakit menular lainnya. Cuci tangan sering dianggap sebagai hal yang sepele di masyarakat, terutama pada anak-anak usia sekolah yang mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan pakai sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan rancangan one-group pre-post test design dengan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Wicoxon dan uji MC Nemar. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,00 > α 0,05, yang artinya menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada tingkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku siswa sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan dengan media video animasi. Kesimpulan: Ada pengaruh edukasi kesehatan dengan media video animasi terhadap pengetahuan, keterampilan dan perilaku mencuci tangan pakai sabun pada anak kelas 1 sekolah dasar. Implikasi: daya Tarik visual tinggi, pemahaman  dan pengetahuan yang lebih baik, penyebaran pesan cepat, peningkatan perilaku hidup sehat.
Peningkatan Persepsi Positif Pasien Bipolar Affective Disorder Current Episode Depressive dengan Harga Diri Rendah Kronis: Case Report Khoirunnisa, Fadila; Sutini, Titin; Maulana, Indra
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11700

Abstract

Harga diri rendah kronis merupakan salah satu gangguan jiwa yang ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri sendiri dan adanya perasaan tidak berharga sehingga berdampak terhadap kesulitan membangun hubungan sosial dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan berfokus pada peningkatan persepsi positif pasien Bipolar Affective Disorder yang mengalami masalah keperawatan utama harga diri rendah kronis menggunakan metode case report. Implementasi yang diberikan meliputi membina hubungan saling percaya dengan menggunakan teknik komunikasi terapeutik, mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu pasien menilai aspek positif yang dapat dilatih, serta membantu pasien dalam membuat jadwal latihan dan harian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah pasien mendapatkan asuhan keperawatan, terdapat perbaikan kemampuan pasien dalam menilai diri secara positif, membangun hubungan sosial dengan orang lain, serta meningkatkan produktivitas kegiatan sehari-hari hingga pasien dinyatakan boleh pulang oleh dokter. Meskipun intervensi tidak sepenuhnya selesai karena pasien dipulangkan lebih awal, dukungan berkelanjutan dari keluarga memegang peranan penting dalam proses pemulihan. Asuhan keperawatan yang diberikan terbukti efektif dalam membantu pasien meningkatkan persepsi positif dalam mengatasi harga diri rendah kronis.
Penerapan Range Of Motion (ROM) Exercise Bola Karet Mirani, Tessa Vera; Karlina, Nonok; Muadi, Rafif
Jurnal Keperawatan Profesional Vol 13, No 1 (2025): Determinants of Health
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jkp.v13i1.11581

Abstract

Stroke non-hemoragik terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah yang menyebabkan gangguan aliran darah ke otak, sering menimbulkan masalah mobilitas fisik pada pasien. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengaruh efektivitas terapi Range of Motion (ROM) menggunakan bola karet dalam meningkatkan kekuatan otot pasien Stroke Non Hemoragik (SNH) dengan gangguan mobilitas fisik. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan satu responden yang mengalami penurunan kekuatan otot, dimana intervensi berupa terapi ROM aktif dan didapatkan hasil pengakajian yaitu sulit menggerakkan ekstremitas kiri. Pengukuran kekuatan otot dilakukan menggunakan Manual Muscle Testing (MMT) sebelum dan sesudah terapi. Hasil evaluasi pada hari ketiga setelah 3 hari latihan dengan frekuensi latihan menggenggam bola karet 2 kali sehari dengan durasi waktu 10 – 15 menit atau setara dengan 6 kali pertemuan menunjukkan keluhan susah menggerakkan ekstremitas kiri menurun dan adanya peningkatan kekuatan otot dari sebelum dilakukan terapi menggenggam bola karet yang dirasakan pasien penurunan kekuatan otot skor 3 dan setelah diberikan terapi menggenggam bola karet meningkat menjadi kekuatan otot skor 4. Simpulan penelitian ini adalah terapi ROM dengan bola karet efektif meningkatkan kekuatan otot pada pasien Stroke Non Hemoragik (SNH) sehingga dapat menjadi bagian dari asuhan keperawatan untuk mengatasi gangguan mobilitas fisik.