EXCELLENT HEALTH JOURNAL
Journal focuses to attract, reviewing, and publishing high-quality original research that contributes to advancing public health science and using it as an important means to improve health quality worldwide. This journal is committed to tackling the most pressing issues across all aspects of public health in emerging and developing countries according to International Monetary Fund. We have a strong commitment to publishing original research articles that explore the topic from a broad array of academic disciplines, methodologies, and public health perspectives
Articles
163 Documents
Hubungan Kecanduan Game Online Terhadap Perilaku Agresif Pada Remaja
Aulia Sura;
Riska Amalya Nasution;
Luri Mekeama
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.231
Kecanduan game online pada remaja merupakan masalah kesehatan mental yang semakin meningkat dan berpotensi memunculkan perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kecanduan game online terhadap perilaku agresif pada remaja di SMP Negeri 16 Kota Jambi. Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 85 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari populasi siswa kelas VIII berjumlah 329 siswa. Instrumen yang digunakan adalah Indonesian Online Game Addiction Questionnaire (IOGAQ) yang memiliki nilai validitas r=0,361–0,733 dan reliabilitas Cronbach’s alpha 0,892, serta Buss & Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) dengan nilai validitas r=0,361–0,719 dan reliabilitas Cronbach’s alpha 0,812. Analisis bivariat menggunakan uji Correlation Gamma. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami adiksi ringan (50,6%) dan perilaku agresif kategori rendah (49,4%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value = 0,000 dengan koefisien Gamma = 0,508, yang berarti terdapat hubungan yang signifikan dan positif dengan kekuatan sedang antara kecanduan game online dan perilaku agresif (semakin tinggi kecanduan, semakin tinggi perilaku agresif). Temuan ini mendukung penerapan social learning theory bahwa remaja cenderung meniru perilaku agresif yang ditemukan dalam game online. Diperlukan edukasi dan intervensi dini dari sekolah dan orang tua untuk mencegah dampak negatif kecanduan game online pada remaja.
Literature Review: Pengaruh Hipnotis Lima Jari Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Pasien Diabetes Mellitus (DM)
Irma Yuni;
Diyan Marsella Sirait;
Fahrul Azmi
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.232
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi hipnotis lima jari terhadap penurunan tingkat kecemasan pada pasien Diabetes Mellitus (DM). Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelusuri artikel melalui database Google Scholard an Science Direct pada periode 2019–2025. Hasil pencarian awal menemukan 1.700 artikel. Selanjutnya dilakukan proses seleksi berdasarkan kesesuaian judul dan abstrak, kriteria inklusi dan eksklusi, ketersediaan artikel full text, serta kelengkapan data penelitian. Artikel yang duplikat, tidak dapat diakses dalam bentuk PDF, memiliki data yang tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan tujuan penelitian dikeluarkan dari proses seleksi. Setelah dilakukan penyaringan, diperoleh 9 artikel yang memenuhi kriteria untuk dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa terapi hipnotis lima jari dapat membantu menurunkan tingkat kecemasan pada pasien diabetes mellitus. Hasil penelitian yang dianalisis melaporkan adanya penurunan kecemasan setelah pemberian terapi hipnotis lima jari. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi hipnotis lima jari memberikan landasan teori sebagai intervensi non farmakologis yang efektif untuk membantu mengatasi kecemasan pada pasien diabetes mellitus.
Hubungan Lama Menderita Diabetes Mellitus Dengan Kejadian Luka Gangren Pada Penderita Diabetes Mellitus
Devi Muliani;
Indrawati Indrawati;
Milda Hastuty
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.234
Luka gangren terjadi karena lama menderita DM sampai bertahun-tahun yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan syaraf atau masalah sirkulasi yang serius yang dapat menimbulkan efek pembentukan luka gangren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama menderita DM dengan kejadian luka gangren pada penderita DM Di Rumah Sakit Aulia Pekanbaru. Populasi penelitian ini adalah seluruh penderita DM yang datang berobat jalan di Poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Aulia Pekanbaru berjumlah 671 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah sebagian penderita DM yang berobat jalan di Ruang Poliklinik Penyakit dalam Rumah Sakit Aulia Pekanbaru yaitu 87 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah lembar kuesioner yang diadopsi dari kuesioner peneliti (Masrolan, 2017) sudah uji valid. Nilai Cronbach Alpha yaitu 0,841 yang berarti ≥ 0,60, maka dinyatakan reliabel. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21-30 Januari 2026. Berdasarkan hasil penelitian lama menderita DM dalam kategori berisiko ada sebanyak 53 orang (60,9%) dan mengalami luka gangren ada sebanyak 48 orang (55,2%). Berdasarkan uji statistik dengan uji chi-square diperoleh nilai p value ≤ (0,02) dengan tingkat kepercayaan 95%, maka Ho ditolak yang artinya artinya ada hubungan lama menderita DM dengan kejadian luka gangren pada pasien penderita Diabetes Mellitus di Ruang Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Aulia Pekanbaru. Disarankan penderita DM bisa mengontrol pola makan dan pola hidup sehat dengan cara mengelola asupan karbohidrat, meningkatkan konsumsi serat, serta menjaga berat badan ideal supaya kadar gula darahnya bisa terkontrol.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap Perawat dengan Kepatuhan Dalam Menerapkan Five Moments For Hand Hygiene di Ruang Poliklinik Aulia Hospital
Uswatun Hasanah;
Nur Afrinis;
Alini Alini
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.235
Kepatuhan perawat dalam menerapkan five moments for hand hygiene merupakan salah satu faktor yang mempunyai pengaruh terhadap kesehatan perawat dan lingkungan sekitar dalam hal mencegah terjadinya infeksi nosokomial. Kepatuhan perawat dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap perawat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap perawat dengan kepatuhan dalam menerapkan five moments for hand hygiene. Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di Poliklinik Aulia Hospital yang berjumlah 43 orang dengan teknik pengambilan sampel total populasi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 30 Januari-08 Februari 2026. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan cuci tangan dengan nilai r hitung lebih besar (>0,643) dari pada r tabel (0,632). Kuesioner sikap dengan nilai r hitung lebih besar (>0,643) dari pada r tabel (0,632. Kemudian kuesioner kepatuhan cuci tangan pada perawat sudah dilakukan uji validitas dengan face validity dan dinyatakan valid. Nilai cronbach alpha yang diperoleh sebesar 0,957 yang mana instrument ini dinyatakan reliable. Analisa data menggunakan uji chi-square. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 29 responden (67,4%), 24 responden (55,8%) memiliki sikap positif, dan 23 responden (53,5%) tidak patuh dalam menerapkan five moment for hand hygiene. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam menerapkan five moments for hand hygiene (p-value 0,189) dan ada hubungan yang signifikan antara sikap perawat dengan kepatuhan dalam menerapkan Five moments for hand hygiene (p value 0,000). Diharapkan petugas kesehatan di Aulia Hospital dapat meningkatkan kepatuhan akan pentingnya melakukan five moments for hand hygiene yang telah ditetapkan.
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme Koping Pasien Congestive Heart Failure
Amelia Elisabeth Naibaho;
Dedi Dedi;
Lia Mayang Sari Sijabat
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.237
Gagal Jantung Kongestif (CHF) merupakan salah satu penyakit kardiovaskular dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis pasien, salah satunya berupa kecemasan yang dapat mempengaruhi mekanisme koping dalam menghadapi penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada pasien CHF di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Poli Jantung Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia pada tanggal 9 Maret hingga 8 Mei 2026. Sampel penelitian berjumlah 96 responden dengan menggunakan rumus slovin dari populasi sebanyak 2.174 pasien CHF dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji Chi-square untuk menguji hubungan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping. Mayoritas pasien CHF mengalami tingkat kecemasan sedang hingga sangat berat. Ditemukan 51,0% responden dengan mekanisme koping adaptif, sedangkan 49,0% lainnya memiliki mekanisme koping maladaptif. Analisis chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan mekanisme koping pasien CHF (p=0,000). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi tenaga kesehatan dalam mengembangkan intervensi yang berfokus pada pengelolaan kecemasan dan peningkatan mekanisme koping pasien CHF.
Hubungan Pengetahuan Self Care Management Keluarga Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Anak
Lia Mayang Sari Sijabat;
Dedi Dedi
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.238
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang menjadi penyebab utama kedaruratan medis dan kematian pada anak akibat kebocoran plasma. Keluarga seringkali memiliki keterbatasan dalam mengenali warning signs dan manajemen cairan, sehingga memerlukan pengelolaan diri yang disiplin. Self-care management mencakup praktik PSN 3M Plus, pemantauan suhu tubuh, dan rehidrasi adekuat untuk mencegah perburukan klinis. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan self-care management keluarga dengan kejadian DBD pada anak di RSU Mitra Medika. Metode penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga anak yang dirawat di RSU Mitra Media Tanjung Mulia Medan dari Januari-November 2025 sebanyak 74. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 74 responden teknik accidental sampling yang dilakukan pada tanggal 01 Januari-30 Mei 2026. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Family Self-Care Management of Dengue dan format rekam medis untuk verifikasi diagnosa klinis serta hasil laboratorium. Berdasarkan hasil uji statistik chi-square yang telah dilakukan, diperoleh nilai p-value = 0,008 (a ≤ 0,05), maka dalam penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan self-care management keluarga dengan kejadian DBD pada anak. Kesimpulan penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self-care management keluarga dengan kejadian DBD. Kemampuan pengelolaan mandiri di rumah menjadi prediktor utama dalam mencegah keparahan klinis dan trombositopenia berat. Diharapkan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi mengenai teknik rehidrasi dan pengenalan bintik merah guna meningkatkan kemandirian keluarga dalam penanganan dini DBD secara optimal.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Pola Makan Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Diyan Marsella Sirait;
Irma Yuni
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.239
Aktivitas fisik dan pola makan merupakan komponen penting dalam pengelolaan diabetes melitus tipe 2. Ketidakseimbangan kedua faktor tersebut dapat memengaruhi kondisi kesehatan pasien dan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan pola makan pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes melitus tipe 2 yang menjalani rawat jalan di Rumah Sakit Umum Mitra Medika Tanjung Mulia berjumlah 82 orang. Sampel berjumlah 82 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan instrumen International Physical Activity Questionnaire Short Form (IPAQ-SF) sedangkan pola makan diukur menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan pola makan pada pasien diabetes melitus tipe 2 nilai p-value = 0,001 (p ≤ 0,05. Disimpulkan bahwa aktivitas fisik memiliki hubungan yang bermakna dengan pola makan pada pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perawat dan tenaga kesehatan dalam merancang program edukasi dan intervensi terpadu yang berfokus pada peningkatan aktivitas fisik dan perbaikan pola makan guna mendukung pengelolaan diabetes melitus tipe 2 serta menurunkan risiko komplikasi.
Penerapan Brain Gym Exercise dan Memory Training terhadap Perubahan Fungsi Kognitif pada Lansia dengan Demensia
Sari Triyulianti;
Sepdina Harlianti;
Ayu Permata;
Nova Relida Samosir;
Siti Muawanah;
Salsabila Putri Syahrika
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.240
Demensia merupakan gangguan neurodegeneratif yang menjadi permasalahan kesehatan global karena menyebabkan penurunan fungsi kognitif progresif yang berdampak terhadap kemampuan lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Gangguan kognitif pada demensia ditandai dengan penurunan memori, orientasi, perhatian, dan kemampuan berpikir yang dapat menurunkan kualitas hidup. Salah satu pendekatan nonfarmakologis untuk mempertahankan fungsi kognitif adalah Brain Gym Exercise dan Memory Training melalui stimulasi aktivitas otak, koordinasi, konsentrasi, dan kemampuan mengingat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan fungsi kognitif setelah pemberian Brain Gym Exercise dan Memory Training pada lansia dengan demensia. Studi kasus dilakukan pada seorang pasien lansia berusia 73 tahun dengan diagnosis demensia yang diberikan intervensi Brain Gym Exercise dan Memory Training sebanyak 12 sesi selama 4 minggu. Evaluasi fungsi kognitif dilakukan menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE) sebelum dan setelah intervensi. Hasil menunjukkan skor MMSE meningkat dari 14 sebelum intervensi yang termasuk kategori demensia sedang menjadi 23 setelah intervensi yang termasuk kategori demensia ringan. Brain Gym Exercise dan Memory Training menunjukkan perubahan positif terhadap fungsi kognitif lansia dengan demensia dan berpotensi diterapkan sebagai intervensi fisioterapi berbasis stimulasi kognitif yang praktis, noninvasif, serta dapat diintegrasikan dalam program rehabilitasi lansia.
Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Tingkat Kepatuhan Cuci Tangan
Resi Gusrita;
Putri Eka Sudiarti;
Agus Riawan
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.242
Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan medis secara rutin dan benar merupakan langkah kunci dalam mengurangi risiko penyebaran infeksi. Cuci tangan sangat berperan dalam upaya membunuh kuman penyakit yang ada ditangan. Dampak yang terjadi jika tidak melakukan pencegahan infeksi dengan baik, maka akan menyebabkan terjadinya infeksi nosokomial. Perawat yang memiliki beban kerja berlebih akan menyebabkan kemampuan perawat tidak dapat maksimal dalam menampilkan praktik keperawatan secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja perawat dengan tingkat kepatuhan cuci tangan di ruang Poliklinik Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 19 - 29 Januari tahun 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Poliklinik Aulia Hospital yang termasuk dalam kriteria inklusi yang berjumlah 43 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat Poliklinik Aulia Hospital yang termasuk dalam kriteria inklusi yang berjumlah 43 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner beban kerja perawat dan kuesioner kepatuhan cuci tangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara beban kerja perawat dengan kepatuhan cuci tangan dengan p value 0,002. Diharapkan perawat dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran diri akan pentingnya cuci tangan dalam upaya mencegah dan mengendalikan infeksi di pelayanan kesehatan.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Tingkat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi
Fiona Prima Malia;
Muhammad Nurman;
Milda Hastuty
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.70437/excellent.v4i2.245
Kualitas tidur yang buruk dapat menimbulkan peningkatan risiko terjadinya peningkatan tekanan darah (hipertensi). Hal ini dapat membuat pasien kurang memiliki pengendalian diri dalam menjalani aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan tingkat hipertensi pada pasien hipertensi di Ruang Rawat Inap Naimah Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien hipertensi yang dirawat di Ruang Rawat Inap Naimah RS Aulia Hospital yaitu dengan rata-rata perbulan 61 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien hipertensi yang dirawat di Ruang Rawat Inap Naimah RS Aulia Hospital yang berjumlah 61 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Penelitian ini d lakukan pada tanggal 03-13 Februari 2026. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan tensi digital. Hasil analisa univariat menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 37 orang (60,7%) dan sebagian besar responden mengalami hipertensi sedang-berat yaitu sebanyak 34 orang (78,7%). Hasil analisa bivariat dengan uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan tingkat hipertensipada pasien hipertensi di ruang rawat inap Naimah Aulia Hospital dengan P value 0,000. Diharapkan pada pasien hipertensi dan keluarga untuk dapat menjaga tekanan darah tetap bisa terkontrol dengan cara patuh minum obat sesuai waktu dan dosis yang seharusnya, mengatur gaya hidup sehat dan memperbaiki kualitas tidurnya.