cover
Contact Name
NIA APRILLA
Contact Email
niaaprilla.ariqa@gmail.com
Phone
+6285271713592
Journal Mail Official
admin@excellent-health.id
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
EXCELLENT HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 29854822     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Journal focuses to attract, reviewing, and publishing high-quality original research that contributes to advancing public health science and using it as an important means to improve health quality worldwide. This journal is committed to tackling the most pressing issues across all aspects of public health in emerging and developing countries according to International Monetary Fund. We have a strong commitment to publishing original research articles that explore the topic from a broad array of academic disciplines, methodologies, and public health perspectives
Articles 163 Documents
Hubungan Kesepian Dengan Tingkat Stres Pada Lansia Aktif Dalam Kegiatan Integrasi Layanan Primer (ILP) Zuraidah Zuraidah; Tri Rafitri; Endang Abdullah
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.246

Abstract

Kesepian pada lansia bisa muncul karena menurunnya interaksi sosial, kehilangan pasangan hidup, serta perubahan peran sosial, yang pada akhirnya dapat memicu peningkatan tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan tingkat stres pada lansia aktif mengikuti kegiatan integrasi layanan primer (ILP) di Puskesmas Tanjung Pinang. Penelitian ini adalah pendekatan asosiatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 268 dengan sampel 73 lansia yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner UCLA Loneliness Scale Version 3 untuk mengetahui kesepian dan DASS-2 untuk mengetahui tingkat stess lansia. Analisis data yamg digunakan yaitu univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mayoritas lansia  mengalami tingkat kesepian rendah sebanyak 39 orang (53,4%) dan sebagian besar lansia mengalami tingkat stres berat  63 orang (86,3%). Hasil uji spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kesepian dengan tingkat stres (p = 0,000) dengan nilai koefisien korelasi (r = 0,489). Ada hubungan yang signifikan antara kesepian dengan tingkat stres pada lansia. Semakin tinggi tingkat kesepian, maka semakin tinggi pula tingkat stres yang dialami lansia. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan dukungan sosial dan keterlibatan lansia dalam kegiatan sosial untuk mengurangi kesepian dan menurunkan tingkat stres
Pengaruh Pemberian Seduhan Kelopak Bunga Rosella Terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi Angenia Itoniat Zega; Ani Rahmadhani Kaban
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.247

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskular. Penggunaan terapi komplementer berbasis herbal, seperti seduhan kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.), berpotensi membantu pengendalian tekanan darah karena mengandung antosianin, flavonoid, dan polifenol yang memiliki efek antihipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian seduhan kelopak bunga rosella terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di wilayah kerja UPT Puskesmas Tanjung Morawa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental Pretest-Posttest Non-Equivalent Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 148 penderita hipertensi dengan jumlah sampel 64 responden yang terdiri dari 32 kelompok intervensi dan 32 kelompok kontrol yang sesuai dengan kriteria peneliti, dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan paired t-test dan independent t-test dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi terjadi penurunan rerata tekanan darah sistolik dari 156,84 mmHg menjadi 138,25 mmHg (Δ=18,59 mmHg; p=0,000) dan tekanan darah diastolik dari 95,31 mmHg menjadi 84,69 mmHg (Δ=10,62 mmHg; p=0,000). Sementara itu, kelompok kontrol hanya mengalami penurunan sistolik sebesar 3,13 mmHg dan diastolik sebesar 1,28 mmHg (p>0,05). Hasil uji independent t-test menunjukkan adanya perbedaan penurunan tekanan darah yang bermakna antara kedua kelompok (p=0,002). Disimpulkan bahwa seduhan kelopak bunga rosella efektif sebagai terapi komplementer dalam membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dan berpotensi mendukung pengendalian hipertensi di pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Pola Makan Dengan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Sondang LM Pakpahan; Muhammad Nurman; Afiah Afiah
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.248

Abstract

Pola makan yang salah akan menyebabkan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2 meningkat, sehingga faktor diet atau perencanaan makan sangat penting dalam pengendalian kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien DM yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam Aulia Hospital yang berjumlah 106 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam Aulia Hospital yang berjumlah 96 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner  menggunakan kuesioner pola makan, kuisioner pola makan  terdiri dari 25 pertanyaan menggunakan kuisioner dengan skala likert maka uji validitas yang digunakan uji cronbach’ Alpha sebesar 0.873 dan  kuisioner untuk mengukur kadar gula darah yaitu menggunakan glucometer. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa sebagian besar pola makan responden pada kategori  buruk sebanyak 55 orang (57,3 %) dan sebagian besar responden mengalami hiperglikemia yaitu sebanyak 59 orang (61,5 %). Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pola makan terhadap kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus tipe 2 dengan P value 0,000. Diharapkan pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2  dan keluarga  untuk dapat memperbaiki pola makan, mengendalikan berat badan dan meeningkatkan aktivitas fisik agar kadar gula darah dapat dikendalikan dengan baik.
Rasionalitas Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Sesar Muhammad Iqbal Maulidin; M. Alif Fajri; Aji Tetuko
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.249

Abstract

Penggunaan antibiotik profilaksis pada tindakan bedah sesar bertujuan untuk mencegah infeksi luka operasi. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri dan menurunkan efektivitas terapi. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis agar sesuai dengan pedoman terapi yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD Panglima Sebaya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan desain deskriptif observasional dan pengambilan data secara retrospektif menggunakan rekam medis pasien periode Januari–Desember 2025. Penelitian dilaksanakan pada 03 Maret-03 April 2026. Populasi penelitian sebanyak 223 pasien bedah sesar, dengan sampel 143 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Evaluasi rasionalitas dilakukan berdasarkan parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan metode Gyssens. Kelompok usia terbanyak adalah 20–35 tahun sebesar 76,22%. Antibiotik profilaksis yang paling banyak digunakan adalah cefazolin sebesar 65,03%, diikuti ceftriaxone 32,17%, clindamycin 2,10%, dan cefotaxime 0,70%. Hasil evaluasi rasionalitas menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 97,90%, ketepatan pasien 100%, ketepatan obat 65,03%, dan ketepatan dosis 99,30%. Berdasarkan metode Gyssens, penggunaan antibiotik rasional sebesar 65,03%, sedangkan 34,97% termasuk tidak rasional karena terdapat alternatif antibiotik dengan spektrum yang lebih sempit. Penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah sesar di RSUD Panglima Sebaya sebagian besar telah rasional berdasarkan metode Gyssens. Cefazolin menjadi antibiotik yang paling banyak digunakan dan paling sesuai dengan pedoman terapi sebagai profilaksis bedah sesar. Evaluasi penggunaan antibiotik secara berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap pedoman dan rasionalitas penggunaan antibiotik profilaksis.
Hubungan Status Gizi  Dengan Perkembangan Motorik Pada Balita Usia 12-17 Bulan Anisa Rahma Fahla; Sawitri Dewi; Ikhwah Mu’minah; Khamidah Achyar
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.251

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan periode penting yang menentukan kualitas hidup di msa mendatang. Status gizi yang baik berperan dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan motorik yang optimal. Permasalahan gizi dapat menyebabkan gangguan perkembangan motorik, terutama pada balita usia 12-17 bulan yang berada pada masa golden age, sehingga perlu diteliti hubungan status gizi dengan perkembangan motorik pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan motorik pada balita usia 12-17 bulan di desa teluk. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional pada 40 balita usia 12-17 bulan yang dipilih melalui total sampling. Status gizi dinilai berdasarkan pengukuran berat badan dan tinggi badan menggunakan grafik z-score, sedangkan perkembangan motorik diukur menggunakan kuesioner pra-skrining perkembangan motorik. Hasil analisis uji statistik Spearman rank diperoleh p value 0,020<0,05 yang artinya terdapat hubungan status gizi dengan perkembangan motorik pada balita usia 12-17 bulan. Hasil uji korelasi spearman diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,336 atau rendah. Hal tersebut dapat diartikan status gizi bukan menjadi faktor utama yang mempengaruhi perkembangan motorik, tetapi banyak faktor lain yang dapat mempengaruhinya. Kesimpulan Ada Hubungan status gizi dengan perkembangan motorik pada balita usia 12-17 bulan di desa Teluk. Bagi orangtua agar lebih memperhatikan gizi anak dan hal-hal lain yang bisa meningkatkan perkembangan motorik anak.
Analisis Kejadian Hipertensi pada Pasien Usia Produktif Tri Endrina Nafsiah; Ali Harokan; Gema Asiani; Muhammad Prima Cakra Randana
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.216

Abstract

Hipertensi kerap disebut sebagai silent killer karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan tanda atau keluhan yang jelas. Jika tidak ditangani, hipertensi dapat menimbulkan komplikasi serius seperti penyakit jantung koroner, stroke, gagal ginjal, dan kerusakan organ lainnya yang dapat mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian hipertensi pada pasien usia produktif di Puskesmas Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim Tahun 2026. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada tanggal  05-25 April 2026. Populasi mencakup 15.005 pasien yang berkunjung ke Puskesmas Tanjung Agung periode Januari–Desember 2025, dengan sampel sebanyak 94 responden dihitung menggunakan rumus Slovin (tingkat kesalahan 10%) dan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner terstandar meliputi Perceived Stress Scale (PSS-10), Glover Nilsson Smoking Behavior Questionnaire (GN-SBQ), dan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) yang merupakan kuesioner baku tervalidasi secara internasional. Analisis data menggunakan uji Chi-Square untuk bivariat dan regresi logistik untuk multivariat. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 56,4%. Terdapat pengaruh signifikan usia (p=0,01; OR=3,18) dan tingkat stres (p=0,00; OR=5,41) terhadap kejadian hipertensi. Tidak terdapat pengaruh jenis kelamin (p=0,69), pengetahuan (p=0,38), IMT (p=1,00), perilaku merokok (p=0,49), dan aktivitas fisik (p=0,44). Variabel paling dominan adalah tingkat stres (p=0,00; OR=5,41). Puskesmas disarankan menyelenggarakan kegiatan promotif dan preventif berbasis masyarakat, termasuk penyuluhan, konseling individu, dan kelompok pendukung bagi penderita hipertensi.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) Meyin Aprianike; Ali Harokan; Lilis Suryani; Dewi Suryanti
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.227

Abstract

Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) merupakan kontrasepsi efektivitas tinggi dengan angka kegagalan rendah. Namun penggunaan MKJP di Puskesmas Pegayut terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun dan masih jauh dibawah target nasional RPJMN 2020–2024 sebesar 28,9%. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP di UPT Puskesmas Pegayut Kabupaten Ogan Ilir Tahun 2026. Desain penelitian adalah survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel sebanyak 136 responden diambil menggunakan teknik purposive sampling dari 233 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pada tanggal 10-24 April 2026. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara usia (p=0,01), pengetahuan (p=0,00), tingkat kecemasan (p=0,02), dukungan suami (p=0,01), dan peran petugas kesehatan (p=0,03) dengan penggunaan MKJP. Tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,54) dan ketersediaan alat kontrasepsi (p=0,49) dengan penggunaan MKJP. Variabel paling dominan adalah pengetahuan (p=0,00; OR=6,14). Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan Pasangan Usia Subur (PUS) melalui Komunikasi, Informasi, dan  Edukasi (KIE) secara langsung maupun melalui platform digital.
Analisis Kepuasan Pasien Hipertensi terhadap Mutu Posbindu PTM Desva Afrida; Ali Harokan; Nurul Fitriah; Dewi Suryanti
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.230

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM), khususnya hipertensi, merupakan tantangan kesehatan utama di Indonesia. Posbindu PTM berperan sebagai garda terdepan dalam deteksi dini dan pengendalian hipertensi berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis kepuasan pasien hipertensi terhadap mutu Posbindu PTM di Puskesmas Pengandonan Kota Pagar Alam tahun 2026. Desain penelitian menggunakan survei analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 06-25 April 2026 dengan jumlah populasi sebanyak 4.592 pasien hipertensi yang berkunjung tahun 2025. Sampel yang digunkana sebanyak 98 responden menggunakan purposive sampling dan rumus Slovin. Analisis data meliputi univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil menunjukkan 57,1% responden merasa puas, responden berumur tua 51%, pendidikan tinggi 59,2%, sebagian besar berjenis kelamin perempuan 68,4%, Tangibles baik sebanyak 81,6%, Reliability baik 87,8%, Responsiveness baik 75,5%, Anssurance baik 70,4% dan Emphaty baik 93,9% baik. Terdapat hubungan bermakna antara tangibles (p=0,04; OR=3,33; 95% CI=1,13-9,81) dan reliability (p=0,03; OR=4,81; 95% CI=1,21-19,09) dengan kepuasan pasien. Analisis multivariat menunjukkan tangibles sebagai variabel paling dominan (p=0,02; OR=3,33). Puskesmas direkomendasikan meningkatkan dimensi tangibles melalui penyediaan fasilitas memadai, kebersihan lingkungan pelayanan, kelengkapan alat medis, serta penampilan profesional tenaga kesehatan.
Analisis Kebutuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Puskesmas KTMSungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir Umi Fadillah; Ali Harokan; Chairil Zaman; Yusnila Sari
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.229

Abstract

Ketersediaan sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang memadai merupakan faktor kunci dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di puskesmas. Puskesmas KTM Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir menghadapi tantangan pemenuhan kebutuhan SDMK sesuai standar Permenkes Nomor 19 Tahun 2024. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan SDMK berdasarkan karakteristik wilayah, jumlah dan jenis tenaga kesehatan, kesenjangan ketenagaan, serta rencana pemenuhannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap 7 informan (Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan, Kepala Seksi Sumber Daya Manusia,  PJ Sumber Daya Manusia, PJ Kepegawaian Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas KTM Sungai Rambutan, PJ Kepegawaian Puskesmas KTM Sungai Rambutan, PJ SDMK Puskesmas KTM Sungai Rambutan), observasi, dan telaah dokumen. Penelitian dilaksanakan tanggal 9-22 April 2026. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa Puskesmas KTM Sungai Rambutan merupakan puskesmas non rawat inap di kawasan perdesaan transmigrasi. Dari 37 tenaga kesehatan yang tersedia, masih terdapat kekurangan pada tenaga dokter gigi, dokter keluarga layanan primer, epidemiolog, psikolog klinis, fisioterapis, tenaga sistem informasi kesehatan, dan tenaga administrasi keuangan. Terdapat kesenjangan antara kondisi ketenagaan dengan standar Permenkes 19/2024 (kebutuhan 40–47 orang). Rencana pemenuhan dilakukan melalui rekrutmen CPNS, PPPK, BLUD, redistribusi, dan program Nusantara Sehat. Simpulannya adalah kebutuhan SDMK di Puskesmas KTM Sungai Rambutan belum terpenuhi secara optimal. Diperlukan strategi pemenuhan SDMK yang komprehensif berbasis analisis beban kerja dan karakteristik wilayah.
Pengaruh Terapi Psikoreligius Dzikir Terhadap Nyeri Dismenorea NIA APRILLA; Wirdayani Wirdayani
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.269

Abstract

Dampak utama dari dismenore (nyeri haid) meliputi gangguan aktivitas sehari-hari, keluhan fisik seperti mual dan lemas, serta beban mental. Kondisi ini dapat menghambat produktivitas dan menurunkan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik. Adapun salah satu cara untuk mengobati nyeri dismenorea adalah dengan terapi psikoreligius dzikir, karena terapi psikoreligius dzikir dapat menstimulasi tubuh untuk menurunkan hormon stres, mengaktifkan hormon endorfin dan meningkatkan perasaan rileks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi psikoreligius dzikir terhadap nyeri dismenorea pada mahasiswi program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai kampus 2 Pekanbaru Tahun 2020. Desain penelitian ini adalah quasi eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design dengan metode pengambilan sampel purposive sampling. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 63 orang dengan jumlah sampel sebanyak 24 orang. Alat ukur yang digunakan adalah numeric rating scale dan lembar observasi. Analisa yang digunakan adalah univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan nyeri dismenorea dengan p-value 0,000 (p≤0,05), dengan rata-rata penurunan 2,7. Hasil penelitian ini diharapkan pada penderita dismenorea untuk menggunakan terapi psikoreligius dzikir dalam menrunkan nyeri dismenorea saat haid.