cover
Contact Name
NIA APRILLA
Contact Email
niaaprilla.ariqa@gmail.com
Phone
+6285271713592
Journal Mail Official
admin@excellent-health.id
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
EXCELLENT HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 29854822     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Journal focuses to attract, reviewing, and publishing high-quality original research that contributes to advancing public health science and using it as an important means to improve health quality worldwide. This journal is committed to tackling the most pressing issues across all aspects of public health in emerging and developing countries according to International Monetary Fund. We have a strong commitment to publishing original research articles that explore the topic from a broad array of academic disciplines, methodologies, and public health perspectives
Articles 137 Documents
Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Lansia Febby Zafira Shofa; Ridha Hidayat; Erlinawati Erlinawati
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.214

Abstract

Kualitas tidur buruk pada lansia berdampak signifikan pada gangguan fisik dan mental termasuk gangguan konsentrasi, kecemasan dan meningkatkan resiko penyakit kronis dan demensia yang keseluruhan berdampak pada menurunnya kualitas hidup lansia. Kecemasan seringkali menjadi pemicu kekhawatiran negatif dan berlebihan sehingga banyak orang yang tidak dapat menenangkan pikirannya sehingga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Ruang Penyakit Dalam Aulia Hospital. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 28-30 Januari 2026 dengan jumlah sampel 56 lansia dengan menggunakan teknik accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner tingkat kecemasan GAS (25 item dinyatakan valid dengan hasil alpha cronbach 0,8 dan realibilitas total 0,905 dan pada kuesioner kualitas tidur PSQI dinyatakan sudah valid dengan hasil r-alpha 0,837 > 0,844.  Analisis data yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil Analisis univariat didapatkan 35 lansia (62,5%) pada kategori kecemasan berat dan 38 lansia (67,9%) dengan kualitas tidur buruk. Hasil uji statistik didapatkan hasil p value = 0,005 yang artinya ada hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia. Terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lansia di Poliklinik Penyakit Dalam Aulia Hospital tahun 2026. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi dan referensi bacaan bagi para tenaga kesehatan terutama perawat dalam menangani tingkat kecemasan dan kualitas tidur pada lansia.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Marta Anggraini; Alini Alini; Rizki Rahmawati Lestari
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.215

Abstract

Gangguan tidur yang terjadi pada pasien diabetes mellitus (DM) dapat mempengaruhi pasien dalam pengelolaan penyakitnya. Adanya gangguan tidur pada penderita DM berarti penderita sering terbangun malam hari, biasanya sulit kembali tidur, dan kualitas tidurnya buruk atau berkurang. Kekurangan tidur  mempunyai resiko peningkatan berat badan, memicu produksi hormon kortisol yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Rawat Inap Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pasien DM yang masuk rumah sakit dan di rawat inap Aulia Hospital yang berjumlah 58 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan glucometer. Hasil analisis univariat didapatkan bahwa dari 58 responden, terdapat kualitas tidur responden yang buruk sebanyak 35 orang (60,3 %) dan terdapat responden yang hiperglikemia yaitu sebanyak 32 orang (55,2 %). Hasil analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan ada hubungan kualitas tidur dengan status hiperglikemia (p ≤ 0,05; OR=12,150). Diharapkan pada pasien DM tipe 2 dan keluarga  untuk dapat menjaga kadar gula darah tetap bisa terkontrol dengan cara patuh minum obat sesuai waktu dan dosis yang seharusnya, pengendalian berat badan melalui olahraga dan makan sehat dan memperbaiki kualitas tidurnya.
Hubungan Motivasi Kerja Perawat Dengan Kepatuhan Pelaksanaan Surgical Safety Checklist Oktaria Nengsih; Putri Eka Sudiarti; Agus Riawan
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.217

Abstract

Keselamatan pasien menjadi masalah utama yang harus diperhatikan di rumah sakit karena masih banyaknya Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) dan Kejadian Nyaris Cedera (KNC). Risiko kecelakaan sangat tinggi terjadi pada tindakan pembedahan apabila pelaksanaanya tidak sesuai standar prosedur operasional yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist di Ruang Bedah Aulia Hospital. Penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 05-15  Januari 2026. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat bedah yang bertugas di Ruang Bedah Aulia Hospital yang berjumlah  30 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perawat bedah yang bertugas di Ruang Bedah Aulia Hospital yang berjumlah  30 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner motivasi kerja perawat dan kuesioner penerapan surgical  safety checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat responden yang motivasi kerjanya kurang yaitu sebanyak 18 orang (60 %), dan responden yang tidak patuh terhadap pelaksanaan Surgical Safety Checklist (SSC) yaitu sebanyak  16 orang (53,3 %). Hasil uji statistik Chi-Square (X²) didapatkan ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja perawat dengan kepatuhan pelaksanaan surgical safety checklist dengan P value 0,004. Diharapkan perawat dapat meningkatkan motivasi kerja untuk meningkatkan keselamatan pasien terutama di ruang bedah dengan cara mengisi lembar  surgical  safety checklits dengan lengkap.
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Efikasi Diri Ibu Dalam Upaya Pencegahan Stunting Rukia Riskita Dewi Harahap; Yolanda Sukarma
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.219

Abstract

Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) merupakan periode emas yang menentukan kualitas hidup individu sejak kehamilan hingga usia dua tahun. Kekurangan nutrisi pada periode ini dapat menyebabkan stunting yang berdampak pada penurunan perkembangan kognitif, motorik, dan kemampuan berbicara. Peran ibu sangat penting dalam pencegahan stunting, yang dipengaruhi oleh pengetahuan, sikap, dan efikasi diri. Penelitian ini telah dilakukan 02 hingga 27 Februari 2026. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan efikasi diri ibu dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 30 responden dengan teknik total sampling di Posyandu Berkah Bersama Tenayan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang diadopsi dari penelitian (Setiawan et al., 2026), yang telah teruji validitas dan reliabilitas terdiri dari kuesioner pengetahuan dengan Cronbach’s Alpha sebesar α= 0,83, kuesioner sikap dengan Cronbach’s Alpha sebesar α= 0,74 dan kuesioner efikasi diri dengan Cronbach’s Alpha sebesar α= 0,84. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian rata-rata pengetahuan 8,97 (tinggi), sikap 52,7 (positif), dan efikasi diri 52,67 (tinggi). Uji bivariat tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan efikasi diri (p=0,773) maupun sikap dengan efikasi diri (p=0,269). Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk mengintegrasikan variabel eksternal seperti dukungan sosial keluarga serta hambatan lingkungan dalam menganalisis determinan efikasi diri ibu.
Hubungan Perubahan Status Kesehatan Pasien  Kritis  Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Di  Ruang  Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital Olga Bella Pista; Alini Alini; Rizki Rahmawati Lestari
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.223

Abstract

Pasien yang dirawat di ICU mempunyai kondisi kritis beresiko terhadap kegawatan, mengancam jiwa akibat kegagalan organ sehingga menyebabkan keluarga menjadi cemas dan takut terhadap kondisi keluarga yang berada di ruang ICU. Perubahan status kesehatan pasien kritis menyebabkan suatu ketakutan atau kekhawatiran atas ancaman kehilangan anggota keluarga yang kritis sehingga dapat menimbulkan respon cemas seperti menangis, sedih, stres, tidak mampu berfikir panjang, pusing dan susah tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perubahan status kesehatan pasien  kritis  dengan tingkat kecemasan keluarga di  Ruang  Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital. Pendekatan penelitian ini yaitu cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua keluarga pasien kritis yang dirawat di Ruang Rawat Inap Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital pada tanggal 21 Januari – 12 Februari tahun 2026 sebanyak 40 orang dengan teknik acidental sampling. Analisa data pada penelitian menggunakan uji chi-square. Alat ukur yang digunakan adalah kuisoner HARS .Hasil penelitian ini yaitu sebagian besar responden mengalami perubahan status kesehatan koma sebanyak 25 orang (62,5%), responden mengalami kecemasan sebanyak 24 orang (60%). Berdasarkan hasil uji statistik dengan analisa chi-square diketahui bahwa nilai p value (0,020) ≤  α (0,05). Kesimpulan yaitu terdapat hubungan yang bermakna antara perubahan status kesehatan pasien kritis dengan tingkat kecemasan keluarga di Ruang Rawat Intensive Care Unit (ICU) Aulia Hospital. Diharapkan pada perawat untuk dapat melakukan pendekatan secara fisik berupa tepuk pundak, merangkul atau memeluk keluarga pasien dan berada di dekat pasien sehingga dapat menurunkan kecemasan yang dialami keluarga pasien.
Penerapan Terapi Okupasi Berkebun Pada Pasien Dengan Harga Diri Rendah Kronis Yosevin Berutu; Luri Mekeama
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.226

Abstract

Harga diri rendah kronis merupakan masalah psikososial yang ditandai dengan penilaian negatif terhadap diri sendiri yang berlangsung dalam waktu lama sehingga individu merasa tidak berharga, gagal, malu, dan kurang percaya diri. Kondisi ini dapat menghambat fungsi sosial serta proses pemulihan pasien dengan gangguan jiwa. Berdasarkan survei awal yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Pakuan Baru Kota Jambi, ditemukan dua pasien dengan harga diri rendah kronis, yaitu Tn. M dan Tn. S, yang menunjukkan perasaan menjadi beban keluarga, merasa tidak berguna, kurang percaya diri, serta cenderung menarik diri dari lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan terapi okupasi berkebun pada pasien dengan harga diri rendah kronis. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan pada dua pasien menggunakan instrumen Rosenberg Self Esteem Scale (RSES). Penelitian dilaksanakan selama empat hari, yaitu pada 13–16 Mei 2026, melalui kegiatan menanam dan merawat tanaman. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor RSES pada Tn. M dari 10 menjadi 23 dan pada Tn. S dari 9 menjadi 22, yang menunjukkan perubahan dari kategori harga diri rendah menjadi normal. Selain itu, pasien tampak lebih percaya diri, aktif berinteraksi, dan mampu mengenali kemampuan positif yang dimiliki. Terapi okupasi berkebun terbukti efektif meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah kronis. Oleh karena itu, terapi ini dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis untuk mendukung pemulihan psikososial pasien.  
Penerapan Intervensi Kombinasi Menghardik dan Activity Daily Living (ADL) dalam Meningkatkan Kontrol Halusinasi Pendengaran pada Pasien dengan Halusinasi Tria Atika Juliani; Luri Mekeama
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i2.228

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan gejala yang sering dialami pasien skizofrenia dan dapat mengganggu kemampuan individu dalam mengontrol perilaku, berinteraksi sosial, serta melakukan aktivitas sehari-hari. Terapi menghardik dan Activity of Daily Living (ADL) merupakan intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat membantu pasien mengontrol halusinasi. Penelitian ini bertujuan menerapkan kombinasi terapi menghardik dan Activity of Daily Living (ADL) untuk meningkatkan kontrol halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di Wilayah Kerja Puskesmas Pakuan Baru. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua pasien. Intervensi dilakukan dari tanggal 18 – 21 Mei 2026 melalui latihan mengenali halusinasi, teknik menghardik, aktivitas harian terstruktur, dan pelibatan keluarga. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi keperawatan. Setelah intervensi, kedua pasien mampu mengenali isi, waktu, dan situasi munculnya halusinasi serta menerapkan teknik menghardik secara mandiri. Terjadi penurunan tanda dan gejala halusinasi yang ditunjukkan oleh skor observasi pada Tn. I yang menurun dari 7 menjadi 0 dan pada Tn. A dari 4 menjadi 0. Kemampuan kontrol halusinasi meningkat, ditandai dengan peningkatan skor kemampuan dari 7 menjadi 9 pada Tn. I dan dari 8 menjadi 10 pada Tn. A. Keterlibatan dalam aktivitas sehari-hari, interaksi sosial, dan kepercayaan diri pasien juga meningkat. Kombinasi terapi menghardik dan Activity of Daily Living (ADL) efektif meningkatkan kontrol halusinasi pendengaran dan dapat digunakan sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam mendukung proses pemulihan pasien.