cover
Contact Name
NIA APRILLA
Contact Email
niaaprilla.ariqa@gmail.com
Phone
+6285271713592
Journal Mail Official
admin@excellent-health.id
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No 23 Bangkinang Kota
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
EXCELLENT HEALTH JOURNAL
ISSN : -     EISSN : 29854822     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Journal focuses to attract, reviewing, and publishing high-quality original research that contributes to advancing public health science and using it as an important means to improve health quality worldwide. This journal is committed to tackling the most pressing issues across all aspects of public health in emerging and developing countries according to International Monetary Fund. We have a strong commitment to publishing original research articles that explore the topic from a broad array of academic disciplines, methodologies, and public health perspectives
Articles 120 Documents
Hubungan Tingkat Stres Dengan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi S1 Keperawatan Stikes Hang Tuah Tanjungpinang Sari, Lala; Putri, Mawar Eka; Kurniati, Safra Ria
Excellent Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v1i2.18

Abstract

Siklus menstruasi idealnya teratur setiap bulan dengan rentang waktu 21-35 hari setiap hari dengan lama waktu menstruasi 3-7 hari setiap kali periode menstruasi. Siklus menstruasi sendiri banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi S1 Keperawatan. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan studi korelasi analitik dan menggunakan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 44 mahasiswi S1 Keperawatan Stikes Hang Tuah Tanjungpinang. Penelitian menggunakan alat ukur Kuesioner Perceived Stres Scale dan Kuesioner siklus mentruasi. Hasil penelitian ditemukan usia menarche terbanyak adalah 11-13 tahun (75,0%). 11 (25,0%) responden mengalami stres ringan, 19 (43,2%) stres sedang, 14 (31,8%) stres berat. Responden yang mengalami siklus menstruasi normal sebanyak 24 (54,5%) dan responden yang mengalami siklus menstruasi tidak normal sebanyak 20 (45,5%). Hasil dari uji statistic dengan menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p value sebesar 0,010 ≤ α (0,05). Ada hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada mahasiswi S1 Keperawatan Stikes Hang Tuah Tanjungpinang. Disarankan kepada mahasiswi agar mampu beradaptasi terhadap stressor dengan cara mensubstitusikan menjadi sebuah tantangan yang positif sehingga mahasiswa bisa tetap produktif tanpa harus terpuruk dengan stres yang dialami.
Pengaruh Aromaterapi Peppermint Terhadap Mual Muntah  Pasien Yang Menjalani Kemoterapi di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang Nirnasari, Meily; Diki, Alsyad; Putri, Mawar Eka; Fadhilla, Umu; Sitindaon, Soni Hendra
Excellent Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v1i2.19

Abstract

Mual dan muntah merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan pasien setelah beberapa hari menjalani kemoterapi. Ada 80,5% pasien yang mengalami mual dan muntah setelah menjalani kemoterapi. Mual muntah adalah efek samping dari obat sitotosik yang paling membuat pasien kemoterapi menjadi tidak nyaman. Mual dan muntah dapat ditangani secara farmakologi dan non farmakologi. Aromaterapi peppermint merupakan salah satu terapi non farmakologi yang digunakan untuk mengatasi mual muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pasien yang menjalani kemoterapi di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasy Eksperimen dengan rancangan pre test and post test without control group. Subjek Penelitian ini adalah pasien yang menjalani kemoterapi di RSUD Raja Ahmad Tabib yang berjumlah 16 responden. Alat yang digunakan untuk mengukur mual dan muntah yaitu, Rhodes Index for Nausea, Vomiting, and Retching (INVR). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan taraf signifikan ≤ 0,05. Hasil Penelitian pada kelompok eksperimen (p = 0,001 < 0,05) menunjukkan bahwa ada pengaruh aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pasien yang menjalani kemoterapi di RSUD Raja Ahmad Tabib Tanjungpinang. Berdasarkan hasil tersebut, maka pemberian aromaterapi peppermint bisa menjadi referensi intervensi tambahan untuk mengurangi gejala mual muntah pada pasien yang menjalani kemoterapi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Peran Kader Jumantik Dalam Pemberantasan DBD di Wilayah Kerja Puskesmas Kampar Syafriani, Syafriani; Afiah, Afiah; Aprilla, Nia
Excellent Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v1i2.20

Abstract

Peran jumantik di bidang kesehatan berarti keikutsertaan seluruh anggota masyarakat dalam memecahkan masalah kesehatan secara mandiri. Peran jumantik memiliki kedudukan yang demikian penting, sehingga peran diharapkan dapat semakin bermutu sesuai dengan proses dan tingkat kemajuan yang terjadi dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peran para kader Jumantik terhadap pemberantasan DBD. Ini merupakan penelitian kuantitatif cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 responden, keseluruhan kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam pemberantasan DBD. dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh yang bermakna antara pendidikan, penghasilan, dan jenis pekerjaan dengan peran kader jumantik dalam pemberantasan penyakit DBD dengan nilai (p value 0,000, 0,039 dan 0,030 ) sedangkan faktor ketersediaan fasilitas tidak mempengaruhi dengan nilai p value 0,719. Adapun saran bagi peneliti melakukan penelitian dengan variabel yang berbeda dan melakukan penelitian sampai ke analisis multivariat sehingga kita akan mengetahui seberapa besar nilai-nilai dalam setiap variabel yang diteliti tentang pengaruh antar variabel.
Penerapan Teknik Slow Stroke Back Massage Terhadap Tekanan Darah Pada pasien Hipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Utari, Dewi; Haq, Rosma Karinna; Prajayanti, Eska Dwi
Excellent Health Journal Vol. 1 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v1i2.22

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah berada diatas 140/90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti gagal ginjal, diabetes, stroke, jantung. Hipertensi menjadi factor resiko terjadinya kerusakan organ penting di manusia seperti, otak, jantung, ginjal, pembuluh darah besar,dan pembuluh darah perifer. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan secara farmakologis maupun non farmakologis. Pengobatan non farmakologi yang telah ditemukan untuk membantu menurunkan tekanan darah yaitu berupa tanaman tradisional (Herbal), akupuntur, akupresur, terapi relaksasi, pijat refleksi, massage punggung, senam berupa senam lansia, senam yoga dan lain-lain. Slow stroke back massage merupakan salah satu tindakan massage dengan gerakan sentuhan dan penekanan pada kulit area punggung dengan usapan perlahan selama 3-10 menit yang memberikan efek relaksasi pada otot, tendon dan ligament. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil implementasi pemberian Slow Stroke Back Massage terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Ruang Aster 5 RSUD Dr.Moewardi Surakarta, menggunakan metode studi kasus. Sebelum diberikan intervensi Slow Sroke Back Massage pada Ny. F didapathan hasil tekanan darah 142/92 mmHg, sedangkan Tn.S didapatkan hasil tekanan darah 155/91 mmHg. Tekanan darah pada Ny.F sesudah diberikan penerapan Slow Stroke Back Massage yakni 129/85 mmHg, sedangkan Tn.S didapatkan hasil tekanan darah 143/85 mmHg. Pada Tn.S hasil tekaanan darah masih tergolong tinggi diatas 140/90 mmHg. Didapatkan penurunan tekanan darah pada Ny.F dan pada Tn.S, namun pada Tn. S tidak menunjukan hasil yang signifikan. Diharapkan perawat dapat menggunakan teknik Slow Stroke Back Massage dalam menurunkan tekanan darah pada psien dengan hipertensi.
PENERAPAN TEKNIK ALTERNATE NOSTRIL BREATHING EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH DAN FREKUENSI NAFAS PADA PASIEN CHF DI RSUD DR MOEWARDI SURAKARTA Inawijaya, Deya; Haq, Rosma Karinna; Sari, Irma Mustika
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/ce5ynh51

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan salah satu dari penyakit kardiovaskuler yang menjadi penyebab utama kematian secara global. Hal ini menjadi suatu tantangan utama bagi dunia kesehatan di abad ke-21. CHF merupakan penyakit progresif yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas tinggi baik di negara maju maupun negara berkembang termasuk Indonesia. CHF juga diartikan sebagai ketidakmampuan jantung untuk melakukan tugasnya sehingga kebutuhan jaringan dan nutrisi ke seluruh tubuh belum mencukupi. Observasi yang dilakukan didapatkan hasil bahwa pasien yang dirawat rata-rata mengalami perubahan tanda-tanda vital, dan sesak nafas. Untuk mengurangi permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan terapi non farmakologis salah satunya dengan teknik alternate nostril breathing exercise (ANBE). Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengetahui hasil implementasi pemberian teknik alternate nostril breathing exercise dalam menstabilkan tekanan darah dan frekuensi nafas pada pasien CHF di RSUD Dr Moewardi Surakarta. Intervensi pada kasus ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan sebelum dilakukan intervensi responden mengalami ketidaknormalan pada tekanan darah dan frekuensi nafas namun setelah dilakukan penerapan alternate nostril breathing exercise responden mengalami perubahan pada hasil tekanan darah dan frekuensi nafas. Hal tersebut menunjukan, terdapat perbedaan hasil tekanan darah dan frekuensi nafas sebelum dan sesudah dilakukan teknik alternate nostril breathing exercise pada pasien CHF dalam menstabilkan vital sign. Alternate Nostril Breathing Exercise dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri pada pasien CHF yang mengalami ketidakstabilan tekanan darah dan napas pasien.
PENERAPAN TEKNIK SLOW STROKE BACK MASSAGE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI RSUD DR.MOEWARDI SURAKARTA Utari, Dewi; Haq, Rosma Karinna; Prajayanti, Eska Dwi
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/mfheqe34

Abstract

Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah berada diatas 140/90 mmHg. Hipertensi merupakan salah satu pintu masuk atau faktor risiko penyakit seperti gagal ginjal, diabetes, stroke, jantung. Hipertensi menjadi factor resiko terjadinya kerusakan organ penting di manusia seperti, otak, jantung, ginjal, pembuluh darah besar,dan pembuluh darah perifer. Pengobatan hipertensi bisa dilakukan secara farmakologis maupun non farmakologis. Pengobatan non farmakologi yang telah ditemukan untuk membantu menurunkan tekanan darah yaitu berupa tanaman tradisional (Herbal), akupuntur, akupresur, terapi relaksasi, pijat refleksi, massage punggung, senam berupa senam lansia, senam yoga dan lain-lain. Slow stroke back massage merupakan salah satu tindakan massage dengan gerakan sentuhan dan penekanan pada kulit area punggung dengan usapan perlahan selama 3-10 menit yang memberikan efek relaksasi pada otot, tendon dan ligament. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil implementasi pemberian Slow Stroke Back Massage terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di Ruang Aster 5 RSUD Dr.Moewardi Surakarta, menggunakan metode studi kasus. Sebelum diberikan intervensi Slow Sroke Back Massage pada Ny. F didapathan hasil tekanan darah 142/92 mmHg, sedangkan Tn.S didapatkan hasil tekanan darah 155/91 mmHg. Tekanan darah pada Ny.F sesudah diberikan penerapan Slow Stroke Back Massage yakni 129/85 mmHg, sedangkan Tn.S didapatkan hasil tekanan darah 143/85 mmHg. Pada Tn.S hasil tekaanan darah masih tergolong tinggi diatas 140/90 mmHg. Didapatkan penurunan tekanan darah pada Ny.F dan pada Tn.S, namun pada Tn. S tidak menunjukan hasil yang signifikan. Diharapkan perawat dapat menggunakan teknik Slow Stroke Back Massage dalam menurunkan tekanan darah pada psien dengan hipertensi.
Penerapan Terapi Generalis Dan Terapi Khusus Musik Klasik Kepada Tn. D Dengan Halusinasi Pendengaran  Di Ruangan Mandau 2 RS Jiwa  Tampan Provinsi Riau 2023 Syafitri, Ayuni; Aprilla, Nia; Daud, Syaparuddin
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.26

Abstract

Dampak yang dapat ditimbulkan dari halusinasi adalah kehilangan kontrol dirinya. Dalam kondisi ini klien dapat melakukan bunuh diri (suicide), membunuh orang lain (homicide), dan bahkan merusak lingkungan disekitarnya. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi halusinasi pendengaran yaitu non farmakologi terapi generalis dan terapi khusus musik klasik. Tujuan karya ilmiah akhir ini adalah untuk menganalisa intervensi terapi generalis dan terapi khusus musik klasik dalam mengurangi frekuensi halusinasi pada klien dengan halusinasi pendengaran di ruangan Mandau 2 RS Jiwa Tampan Provinsi Riau. Metode penulisan dengan studi kasus dengan quasy eksperiment pre-post intervensi terapi generalis dan terapi khusus musik klasik. Terapi ini dilakukan secara berurutan selama 4 hari. Hasil implementasi selama 4 hari pemberian terapi generalis dan terapi khusus musik klasik dapat menurunkan frekuensi halusinasi pendengaran dari frekuensi 1 pada hari pertama dan frekuensi 0 pada evaluasi hari ke-3. Kesimpulan terdapat perubahan frekuensi pada klien dengan halusinasi pendengran setelah diberikan terapi generalis dan terapi khusus musik klasik. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melakukan studi kasus yang lebih mendalam dengan kelompok klien, durasi dan waktu yang agak lama serta dengan instrument penelitian yang lebih mendalam dan spesifik untuk melihat penurunan tanda dan gejala pada klien halusinasi pendengaran.
Asuhan Keperawatan Keluarga Tn. Z Dengan Teknik Slow Stroke Back Massage (SSBM) Terhadap Penurunan Nyeri Pada Penderita Hipertensi Di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air tiris Mahfuzah, Mahfuzah; Indrawati, Indrawati; Aprilla, Nia
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.27

Abstract

Hipertensi merupakan silent killer dimana gejala dapat bervariasi pada masing-masing individu serta hampir sama dengan gejala penyakit lainnya. Gejala yang paling sering menyertai hipertensi adalah nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran asuhan keperawatan pasien hipertensi yang mengalami nyeri akut dengan intervensi keperawatan melakukan teknik slow stroke back massage. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan. Penelitian ini dilakukan di Desa Simpang Kubu Wilayah Kerja UPT Puskesmas Air Tiris Tahun 2023 dengan 1 responden dengan fokus melakukan teknik slow stroke back massage. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 01 Juni sampai dengan 07 Juni 2023. Pada awal pengkajian didapatkan skala nyeri pasien 6 (nyeri sedang) dan setelah dilakukan teknik slow stroke back massage pada hari ke-7 didapatkan skala nyeri turun menjadi 0 (tidak ada rasa nyeri). Intervensi dengan teknik slow stroke back massage ini efektif dalam menurunkan skala nyeri pada pasien hipertensi yang mengalami nyeri. Diharapkan teknik slow stroke back massage ini dapat menjadi salah satu tindakan keperawatan yang ditujukan dalam mengatasi masalah keperawatan nyeri pada pasien hipertensi.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual (IMS) Di Wilayah Kerja Puskesmas Pangkalan Kerinci Nislawaty, Nislawaty; Aprilla, Nia; Siahaan, Reginawaty
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.28

Abstract

Infeksi menular seksual merupakan masalah kesehatan yang besar dan merupakan salah satu penyebab utama kesakitan, dan bahkan kematian di dunia. Faktor berhubungan dengan penyakit IMS antara lain status perkawinan, status ekonomi dan berganti pasangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahiui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian infeksi menular seksual (IMS) di wilayah kerja Puskesmas Pangkalan Kerinci. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita pekerja seksual yang berkunjung ke Puskesmas Pangkalan Kerinci sebanyak 143 orang. Sampel dalam penelitian ini menggunakan perbandingan 1:1, yaitu 62 dengan sampel kasus (wanita pekerja seks yang mengalami IMS) dan 62 dengan sampel kontrol (wanita pekerja seks yang tidak mengalami IMS). Alat pengumpulan data (instrument) yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan status perkawinan dengan kejadian IMS dengan p value 0,004 (p ≤ 0,05), ada hubungan status ekonomi dengan kejadian IMS dengan p value 0,001 (p ≤ 0,05), dan ada hubungan berganti pasangan dengan kejadian IMS dengan p value 0,004 (p ≤ 0,05). Diharapkna kepada petugas kesehatan untuk dapat meningkatkan penyuluhan pada responden mengenai penularan, pencegahan dan gejala mengenai Infeksi Menular Seksual
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan  Self Care Management Pada Pasien Hipertensi Di Puskesmas Batu X Tanjungpinang Kepulauan Riau Nirnasari, Meily; Wati, Liza; Pujiati, Wasis; Arianingsih, Tri
Excellent Health Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v2i1.29

Abstract

Salah satu golongan penyakit degeneratif yang hingga saat ini sangat sering ditemukan di masyarakat yaitu penyakit hipertensi. Hipertensi disebut sebagai the silent killer karena sering tanpa keluhan, sehingga penderita tidak mengetahui dirinya menyandang hipertensi dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Dalam upaya untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi pada penderita hipertensi dapat dilakukan self care management. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan self care management pada pasien hipertensi. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien hipertensi yang berobat di Puskesmas Batu X Tanjungpinang. Jumlah populasi sebanyak 155 responden. Jumlah sampel sebanyak 31 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rho. Berdasarkan hasil univariat didapatkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 21 (67,7 %), usia pra lansia 27 (81,1%), tingat pendidikan tinggi sebanyak 26 (83,1 %), lama menderita hipertensi diatas lima tahun sebanyak 25 (80,1 %), self efikasi baik sebanyak 16 (51,6 %), self care management baik sebanyak 18 (58,1%). Hasil analisis bivariat didapatkan faktor-faktor yang berhubungan dengan self care management jenis kelamin (p value = 0,369 > 0,05), usia (p value = 0,737 > 0,05), tingkat pendidikan (p value = 0,0039 ≤ 0,05) lama menderita hipertensi (p value = 0,293 > 0,05) dan self eficacy (p value = 0,0038 ≤ 0,05). Dapat disimpulkan bahwa didapatkan 2 faktor yang ada hubungan dengan self care management pada pasien hipertensi yaitu tingkat pendidikan dan self efficacy. Disarankan agar masyarakat dapat meningkatkan pendidikan dan self efficacy sehingga kejadian hipertensi dapat dikendalikan.

Page 2 of 12 | Total Record : 120