cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 757 Documents
Manajemen Produksi Kanal Youtube Ravacana Films dalam Membangun Branding Rumah Produksi Independen di Era Digital Putri Nurrahma Maulidya; Tsuroyya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.49716

Abstract

Perkembangan media digital mengubah cara masyarakat mengkonsumsi karya audiovisual, sehingga mendorong rumah produksi independen memanfaatkan platform digital sebagai sarana distribusi sekaligus branding. Ravacana Films aktif menggunakan YouTube untuk mendistribusikan karya sekaligus membangun identitasnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran manajemen produksi kanal YouTube Ravacana Films dalam membangun branding rumah produksi independen di era digital. Guna menyelaraskan dengan judul, aktivitas branding dalam penelitian ini difokuskan secara spesifik pada pembentukan identitas merek (brand identity). Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Informan penelitian terdiri dari sutradara, produser Ravacana Films, dan crew PMR dengan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen produksi Ravacana Films tidak hanya berfungsi mengelola proses produksi konten, tetapi secara kausalitas berkontribusi langsung dalam membentuk elemen identitas merek (brand identity) yang kuat. Keputusan manajemen dalam memitigasi risiko distribusi dan pendanaan, pengembangan konten yang konsisten mengangkat isu dan budaya lokal, serta pengelolaan organisasi secara kolektif melalui Program Magang Ravacana (PMR) menjadi pondasi utama yang membentuk karakteristik fisik, kepribadian, dan nilai budaya perusahaan. Strategi manajemen produksi tersebut berhasil membentuk citra dan identitas yang khas bagi Ravacana Films sebagai rumah produksi independen yang autentik di era digital.
Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Penjualan Langsung (Door-to-Door) Berdasarkan Model AIDA pada PT FIT BSA Rohmatun Nazila; Oni Dwi Arianto
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.80606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi pemasaran melalui metode direct selling (door to door) berdasarkan model AIDA (Attention, Interest, Desire, dan Action) pada PT FIT BSA. Metode direct selling (door to door) dipilih karena memungkinkan penyampaian pesan pemasaran secara langsung dan terarah kepada konsumen, sehingga perusahaan dapat membangun respons konsumen secara bertahap sesuai dengan tujuan pemasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Manager Marketing, Tim Manager, CE (Consultant Executive), serta konsumen PT FIT BSA. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk menggambarkan penerapan komunikasi pemasaran berdasarkan tahapan AIDA dalam kegiatan direct selling (door to door). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap Attention, komunikasi pemasaran dilakukan melalui pendekatan awal yang sopan, penggunaan bahasa yang ramah, serta penyesuaian cara penyampaian pesan dengan karakter konsumen untuk menarik perhatian. Pada tahap Interest, minat konsumen dibangun melalui penyampaian informasi dan manfaat produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen serta didukung oleh demonstrasi produk yang jelas. Tahap Desire terbentuk ketika konsumen mulai memiliki keyakinan terhadap kualitas produk dan penawaran yang disampaikan, yang dipengaruhi oleh kejelasan informasi, sikap meyakinkan, dan strategi komunikasi yang tidak memaksa. Selanjutnya, pada tahap Action, keputusan pembelian terjadi setelah konsumen memperoleh informasi yang lengkap dan merasa yakin terhadap produk yang ditawarkan. Peran Manager dan Tim Manager berkontribusi dalam perencanaan, pengarahan, serta pengawasan strategi komunikasi pemasaran agar penyampaian pesan oleh CE (Consultant Executive) berjalan konsisten dan sesuai dengan tujuan perusahaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan komunikasi pemasaran direct selling (door to door) yang terstruktur berdasarkan model AIDA mampu membentuk respons konsumen secara bertahap dan mendorong keputusan pembelian.  
Komunikasi Internal dalam Menumbuhkan Loyalitas Karyawan Generasi Z: Studi Kasus Kopi Kelana Maulana Hafiizh; Teguh Dwi Putranto
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.80770

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya loyalitas kerja karyawan Generasi Z yang ditandai dengan meningkatnya fenomena job hopping akibat perbedaan karakteristik dan ekspektasi terhadap dunia kerja, di mana Generasi Z cenderung mengutamakan makna kerja, fleksibilitas, serta keterbukaan komunikasi, sehingga menuntut perusahaan mengelola komunikasi internal secara lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi internal yang diterapkan oleh Kopi Kelana dalam menumbuhkan loyalitas karyawan Generasi Z. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan karyawan Generasi Z sebagai informan, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal di Kopi Kelana berperan penting dalam membentuk loyalitas karyawan Generasi Z, yang tercermin melalui komunikasi dua arah, kejelasan informasi, pemberian feedback terbuka, serta keterbukaan komunikasi yang membangun hubungan kerja positif, meskipun masih terdapat kendala dalam konsistensi informasi dan perbedaan gaya komunikasi. Dengan demikian, komunikasi internal yang efektif, terbuka, dan partisipatif mampu meningkatkan keterikatan serta loyalitas karyawan Generasi Z, sehingga perusahaan perlu mengembangkan strategi komunikasi yang lebih terstruktur dan adaptif guna mempertahankan karyawan dalam jangka panjang.  
PENGARUH IMPLEMENTASI STRATEGI PEMASARAN DIGITAL PADA AKUN FACEBOOK AS-STUFF SURABAYA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN HANDPHONE SECOND Mochammad Rakha Raya Pramudiya; Ade Firmannandya
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.80831

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi signifikan dari pemasaran konvensional menuju digital, salah satunya melalui pemanfaatan platform media sosial seperti Facebook yang kini banyak digunakan sebagai tempat transaksi informal produk elektronik. Akun Facebook As-Stuff Surabaya muncul sebagai salah satu pelaku usaha yang konsisten menerapkan strategi pemasaran digital terstruktur di tengah persaingan pasar di Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh strategi pemasaran digital yang dilakukan melalui akun Facebook As-Stuff Surabaya terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, linearitas, regresi linear sederhana, uji-t, dan uji koefisien determinasi. Hasil menunjukkan strategi pemasaran digital berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan nilai R² sebesar 0,493. Artinya, 49,3% keputusan pembelian dijelaskan oleh implementasi strategi pemasaran digital, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan strategi pemasaran digital melalui media sosial dalam memengaruhi perilaku konsumen.
Konstruksi Makna Fatherless Melalui Perspektif Anak Pada Film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah Alfina Damai Yanti; Danang Tandyonomanu
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.80839

Abstract

Fatherless merupakan salah satu isu sosial tentang hilangnya peran penting ayah dalam hal pengasuhan anak, baik secara fisik maupun psikologis yang termasuk masuk pada konteks ketidakharmonisan keluarga. Dalam konteks media massa isu ini dapat disebarluaskan dan direpresentasikan melalui media populer film untuk menyebarkan informasi dan alat secara menyeluruh melalui penggunaan tanda dan simbol yang ditampilkan. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dan menggunakan semiotika John Fiske melalui tiga level analisisnya, yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat konstruksi makna fatherless melalui perspektif anak pada film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayah yang ditunjukkan dengan ketidak hadiran peran ayah dalam segi emosional, seperti adanya pengaruh terhadap kontrol diri anak, tidak terbentuknya secure attachment dan adanya parentification yang dilakukan oleh tokoh Anak.
REPRESENTASI GAYA HIDUP DESTRUKTIF FOTOGRAFER PADA KARAKTER JONATHAN DALAM FILM SORE: ISTRI DARI MASA DEPAN (2025) Aldrino Dimas Putra Yuwana Yuwana; Putri Aisyiyah Rachma Dewi
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.80847

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa kerap menampilkan pekerja kreatif, termasuk fotografer, melalui gaya hidup yang tidak stabil sehingga membentuk stereotip seniman yang menderita (suffering artist). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi gaya hidup destruktif fotografer dikonstruksi melalui karakter Jonathan dalam film SORE: Istri dari Masa Depan (2025). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivistik serta metode analisis semiotika John Fiske yang membagi tanda ke dalam tiga level, yaitu realitas, representasi, dan ideologi. Data penelitian berupa dua belas scene yang menampilkan kebiasaan destruktif Jonathan, dikumpulkan melalui teknik observasi dan tangkapan layar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada level realitas, gaya hidup destruktif Jonathan dibangun melalui kode sosial berupa adiksi rokok dan alkohol serta ruang kerja yang tidak teratur. Pada level representasi, kode teknis seperti pencahayaan redup, sudut pengambilan gambar high angle, dan teknik close up digunakan untuk memperkuat kesan keterasingan dan kerapuhan emosional. Pada level ideologi, film ini mereproduksi mitos suffering artist, yakni penderitaan personal dianggap sebagai bagian yang wajar dari proses kreatif, namun sekaligus mengungkap bahwa akar dari gaya hidup destruktif tersebut adalah trauma masa kecil akibat pengabaian sang ayah. Dengan demikian, film ini tidak sepenuhnya meromantisasi gaya hidup destruktif seniman, melainkan turut menampilkan konsekuensi nyata yang dialami oleh karakter tersebut.
ANALISIS KONTEN KAMPANYE BTS LOVE MYSELF DI MEDIA SOSIAL “X” ( STUDI KASUS FANDOM BTS A.R.M.Y SURABAYA ) Shafa sekar Kinanti; Muhammad Hilmy Aziz
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.80856

Abstract

Kampanye sosial "Love Myself" yang diinisiasi olehgrup musik Korea Selatan, BTS, bekerja sama dengan UNICEF dalam menyikapi isu kesehatan mental di kalangan remaja. Fenomena kesehatan mental menjadi perhatian global seiring meningkatnya angka depresi dan kecemasan pada usia muda. Kampanye ini hadir dengan pesan utama mencintai diri sendiri (self-love) sebagai kunci untuk mengakhiri kekerasan dan meningkatkan kesejahteraan psikologis Kampanye "Love Myself" berhasil menciptakan ruang aman digital bagi remaja untuk membicarakan isu kesehatan mental tanpa stigma. Penggunaan narasi "bercerita tentang diri sendiri" (Speak Yourself) oleh BTS terbukti meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan remaja. Secara signifikan, kampanye ini membantu individu dalam membangun mekanisme koping positif melalui pesan-pesan afirmasi yang terintegrasi dalam karya seni mereka. Keberhasilan ini didorong oleh faktor identifikasi (kemiripan pengalaman antara idola dan penggemar) serta jangkauan media sosial yang masif.  
Analisis Konten TikTok Akun @realityclubofficial sebagai Media Pemasaran Lagu "Am I Bothering You?" Ve Aufara Zuhra Suhadi; Vinda Maya Setianingrum
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan frekuensi kemunculan elemen bauran pemasaran (Product, Price, Place, dan Promotion) pada konten TikTok akun @realityclubofficial dalam memasarkan lagu “Am I Bothering You?”. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis isi deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 68 video promosi lagu yang diunggah pada periode 26 Mei 2023 hingga 25 Juli 2024. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria video yang memiliki lebih dari 250.000 penayangan, sehingga diperoleh 21 video sebagai sampel penelitian. Data dianalisis menggunakan coding sheet berdasarkan teori bauran pemasaran yang terdiri atas empat kategori dengan 20 indikator penelitian. Reliabilitas data diuji menggunakan rumus Ole R. Holsti dan memperoleh nilai sebesar 0,904 (90,4%), yang menunjukkan tingkat kesepakatan sangat tinggi antar coder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori Product (51,4%) dan Promotion (28,7%) merupakan kategori paling dominan dibandingkan kategori Place (15,5%) dan Price (4,2%). Dominasi kategori Product terlihat melalui penonjolan audio lagu, lirik, dan identitas visual band, sedangkan dominasi kategori Promotion ditunjukkan melalui penggunaan konten teaser, hashtag, dan challenge. Temuan penelitian menunjukkan bahwa TikTok dimanfaatkan sebagai media pemasaran digital yang berfokus pada penguatan branding lagu dan band melalui konten kreatif dan interaktif, sementara elemen harga dan distribusi cenderung tidak ditonjolkan secara eksplisit.
Analisis Struktur Naratif Video Iklan SATSPAM #NomorModusNoMore Juang Perwira Bakti; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81058

Abstract

Tingginya penetrasi internet di Indonesia turut meningkatkan risiko kejahatan digital, khususnya scam dan spam, yang berdampak secara materiil maupun psikologis bagi masyarakat. Merespons hal ini, IM3 meluncurkan fitur keamanan berbasis AI bernama SATSPAM melalui kampanye iklan #NomorModusNoMore dalam dua versi, reguler dan Ramadhan. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur naratif kedua iklan tersebut menggunakan teori naratologi Tzvetan Todorov (equilibrium, disruption, recognition, attempt to repair, dan new equilibrium). Metode yang digunakan adalah analisis naratif kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dan studi dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan kedua iklan menerapkan kelima tahapan naratif Todorov dengan strategi berbeda. Iklan versi reguler menonjolkan dramatisasi emosional korban melalui narator tunggal Najwa Shihab, sementara versi Ramadhan berfokus pada sisi korban yang rawan dan konteks budaya Ramadhan dengan narator yang lebih beragam. Kedua iklan memposisikan penonton sebagai bagian dari gerakan kolektif melawan scam dan spam, mencerminkan pendekatan societal marketing.
Komunikasi Pemerintah Kabupaten Mojokerto Pada Program Gema Brahu Dan Kinasih Dalam Pendampingan Perizinan Usaha M. Fadhil Musthofa; Danang Tandyonomanu
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81117

Abstract

Penelitian ini membahas komunikasi Pemerintah Kabupaten Mojokerto pada Program Gema Brahu dan Kinasih dalam pendampingan perizinan usaha. Kajian ini ditempatkan dalam ranah komunikasi politik karena program pelayanan perizinan bukan hanya tindakan administratif, melainkan praktik komunikasi pemerintah daerah untuk membangun legitimasi kebijakan, kepercayaan publik, dan kepatuhan pelaku usaha terhadap legalitas usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pelayanan, wawancara mendalam dengan aparatur DPMPTSP Kabupaten Mojokerto dan pelaku usaha, serta dokumentasi program. Analisis dilakukan dengan model komunikasi Harold D. Lasswell yang mencakup unsur komunikator, pesan, saluran, komunikan, dan efek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DPMPTSP berperan sebagai komunikator institusional yang menjalankan komunikasi persuasif, edukatif, dan interpersonal. Pesan utama program dibangun melalui narasi kemudahan, kedekatan lokal, dan manfaat legalitas usaha. Saluran komunikasi memadukan layanan turun lapangan, surat kelembagaan, media sosial, dan konsultasi digital Kinasih. Komunikan bersifat heterogen, terutama dipengaruhi oleh pendidikan, usia, latar sosial budaya, skala usaha, dan letak geografis. Efek komunikasi terlihat pada meningkatnya pemahaman pelaku usaha, berkurangnya stigma bahwa perizinan selalu rumit dan berbiaya, serta meningkatnya penerbitan Nomor Induk Berusaha setelah program berjalan. Kendala utama masih terdapat pada keterbatasan sumber daya manusia, literasi digital pelaku usaha, dan ketidakmerataan jangkauan informasi digital.