cover
Contact Name
Dewi Sholeha
Contact Email
dewisoleha@gmail.com
Phone
+6285361555506
Journal Mail Official
dewisholeha@risetilmiah.ac.id
Editorial Address
Perum Vila Batu Asri Jl. Lap. Golf, Kp. Tengah, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20138
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 29637333     DOI : https://doi.org/10.59086/jti
Impression accepts articles in the fields of Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Civil Engineering, Marine Technology Industrial Engineering, Marine Fisheries Technology, Agricultural Technology, Informatics Engineering, Information Systems, Computer, Expert systems, Decision Support Systems, Artificial Intelligence systems, Data Mining, Image processing, Genetic Algorithms, Designing Information Systems, Business Intelligence, Internet of Thing Database System, Big Data, Internet of Thing.
Articles 90 Documents
Analisis Optimalisasi Kinerja Injector Pada Mesin Induk Type 6UEC52LA di MT Ginga Bobcat Fahmi, Achmad; Dirhamsyah; Gupron, Akhmad Kasan; Robbi, Shofa Dai; Gunarti, Monika Retno
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i1.786

Abstract

Injector adalah bagian dari sistem bahan bakar suatu mesin yang digunakan, khususnya pada mesin pembakaran dalam, untuk menyemprotkan bensin ke dalam ruang bakar. Untuk menjamin kelancaran pengoperasian dan mencegah hambatan jalan serta penundaan kapal, maka harus dilakukan perawatan rutin pada injector untuk mendukung operasional pelayaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan fishbone untuk mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian ditemukan bahwa faktor yang menyebabkan gas buang tinggi adalah injector pada mesin induk type 6UEC52LA di kapal MT Ginga Bobcat, masinis tidak mengikuti Manual Book pada saat melakukan perawatan dan perbaikan pada main engine, nozzle yang tersumbat dan adanya tetesan bahan bakar pada injector, tidak adanya maintenance checklist, kualitas bahan bakar juga sangat mempengaruhi kinerja injector. Tindakan yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut ialah masinis harus membaca dan memahami sebelum melakukan perawatan dan perbaikan rutin pada komponen injector dan sistem bahan bakar juga harus melakukan pemeliharaan dan perbaikan rutin, masinis 1 harus sering memeriksa dan mengganti filter bahan bakar untuk menjaga kinerja mesin dan mencegah penyumbatan, serta harus menggunakan bahan tambahan pembersih bahan bakar untuk membantu membersihkan sistem bahan bakar dan memilih bahan bakar berkualitas tinggi untuk mesin utama. Injector is a part of an engine's fuel system that is used, particularly in internal combustion engines, to spray gasoline into the combustion chamber. To ensure smooth operation and prevent road obstacles and ship delays, routine maintenance must be carried out on the injectors to support shipping operations. This study uses the fishbone approach to collect data through documentation, interviews, and observations. The results of the study found that the factors that cause high exhaust gases are the injectors in the type 6UEC52LA main engine on the MT Ginga Bobcat ship, the driver did not follow the Manual Book when carrying out maintenance and repairs on the main engine, clogged nozzles and the presence of fuel droplets in the injector, the absence of a maintenance checklist, fuel quality also greatly affects the performance of the injector. The actions that need to be taken to solve these problems are that the driver must read and understand before carrying out routine maintenance and repairs on the injector components and fuel system must also carry out routine maintenance and repairs, the 1st driver must frequently check and replace the fuel filter to maintain engine performance and prevent blockages, and must use fuel cleaning additives to help clean the fuel system and choosing high-quality fuel for the main engine  
Analisis Kerusakan Bearing Turbine Side di Turbocharger Type VTR-160 pada Auxiliary Engine Ashari, Muhammad Sadeli; Robbi, Shofa Dai; Sandi, Wulan Marlia; Kristiyono, Antonius Edy; Prawoto, Agus
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i1.787

Abstract

Turbocharger adalah alat bantu yang digerakkan oleh gas buang auxiliary diesel engine dan berfungsi memompa udara untuk proses pembilasan dan pembakaran di dalam silinder. Kinerja mesin ini sangat bergantung pada turbocharger. Kerusakan pada turbocharger, khususnya pada bearing, dapat menurunkan performa mesin secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan bearing turbocharger, dampaknya terhadap auxiliary engine, serta upaya perbaikannya di MV Armada Sejati. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fishbone. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan disebabkan oleh tercampurnya oli pelumas dengan gas buang, keausan sealing bush, dan tersumbatnya lubang oil pump. Dampaknya antara lain berkurangnya suplai udara, kerusakan ring piston, dan pembakaran yang tidak sempurna sehingga daya mesin menurun. Upaya pencegahan dilakukan dengan perawatan rutin turbocharger, penggantian komponen lama, serta pergantian oli pelumas secara berkala. A turbocharger is an auxiliary exhaust device that is driven by the auxiliary exhaust of a diesel engine and functions to pump air for the rinsing and combustion process inside the cylinder. The performance of this engine is highly dependent on the turbocharger. Damage to the turbocharger, especially to the bearings, can significantly degrade engine performance. This study aims to identify the cause of damage to the turbocharger bearing, its impact on the auxiliary engine, and its repair efforts in MV Armada Sejati. The method used is qualitative descriptive with a fishbone approach. Data was collected through observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that the damage was caused by the mixing of lubricating oil with exhaust gases, the wear of the sealing bush, and the clogging of the oil pump holes. The impact includes reduced air supply, damage to the piston rings, and imperfect combustion so that engine power decreases. Prevention efforts are carried out with regular maintenance of turbochargers, replacement of old components, and periodic changes of lubricating oil  
Analisis Proses Pengelolaan Arsip Dinamis Di Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan Lestari, Dian; Oktarina, Tri
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i1.848

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat implementasi pengelolaan arsip dinamis berbasis digital pada Dinas Kearsipan Provinsi Sumatera Selatan, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul selama proses penerapan sistem tersebut. Arsip dinamis memiliki peran strategis dalam mendukung sistem administrasi pemerintahan, karena berfungsi sebagai sumber informasi, alat bukti hukum, dan dasar dalam pengambilan keputusan. Melalui penerapan sistem digital seperti SRIKANDI, diharapkan proses penciptaan, penyimpanan, pengelolaan, hingga penemuan kembali arsip dapat berjalan secara lebih efisien, cepat, dan aman. Akan tetapi, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah hambatan, seperti kurangnya kompetensi teknis aparatur dalam mengoperasikan sistem, keterbatasan perangkat dan infrastruktur teknologi, serta belum maksimalnya pelaksanaan prosedur operasional standar secara menyeluruh di setiap bidang. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kesesuaian antara kebijakan digitalisasi arsip yang ditetapkan dengan kondisi faktual di lapangan, sehingga dapat menjadi landasan dalam merumuskan rekomendasi pengembangan sistem pengelolaan arsip yang lebih modern, profesional, dan berkelanjutan dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif. This study was conducted with the aim of evaluating the level of implementation of digital-based dynamic archive management at the South Sumatra Provincial Archives Service, as well as identifying various obstacles that arise during the process of implementing the system. Dynamic archives have a strategic role in supporting the government administration system, because they function as a source of information, legal evidence, and a basis for decision making. Through the implementation of a digital system such as SRIKANDI, it is hoped that the process of creating, storing, managing, and rediscovering archives can run more efficiently, quickly, and safely. However, implementation in the field still faces a number of obstacles, such as the lack of technical competence of the apparatus in operating the system, limited technological devices and infrastructure, and the less than optimal implementation of standard operating procedures in every field. This study also aims to analyze the suitability between the established archive digitization policy and the factual conditions in the field, so that it can be a basis for formulating recommendations for developing a more modern, professional, and sustainable archive management system in supporting effective governance
Optimasi Biaya Bahan Bakar pada Permasalahan Unit Commitment Sistem Microgrid Kabupaten Sumbawa Darmawan, Indra; Susilawati, Tri
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i1.860

Abstract

Salah satu komponen terbesar dalam sistem tenaga listrik yaitu biaya bahan bakar. Salah satu solusi untuk meminimalkan permasalahan tersebut adalah sistem microgrid. Konsep microgrid ini mengombinasikan antara pembangkit termal dengan pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Integrasi antara kedua jenis pembangkit harus baik untuk mencapai sistem keandalan yang baik pula. Salah satu cara untuk mengoptimalkan penggunaan kedua sistem pembangkit ini yaitu penerapan unit commitment (UC). UC merupakan cara operasi ekonomis, untuk melakukan penjadwalan operasi setiap unit pembangkit pada periode waktu tertentu. Fokus penelitian ini adalah penyelesaian permasalahan unit commitment untuk sistem kelistrikan microgrid di Kabupaten Sumbawa. Pada proses penyelesaianya dikembangkan 2 model yaitu: model pertama seluruh sistem dilayani pembangkit diesel dan model kedua integrasi pembangkit diesel, pembangkit angin, panel surya dan baterai dengan penetrasi 5%, 10% dan 15%. Metode enumerasi digunakan sebagai metode penyelesaian. Tujuan dilakukannya penelitian ini selain untuk meminimalkan biaya bahan bakar juga ingin diketahui seberapa baik metode enumerasi dalam menyelesaikan masalah. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh efisiensi biaya pada sistem microgrid pada setiap penetrasi sebesar 6%,12% dan 18% jika dibandingkan sistem pembangkit yang menggunakan pembangkit diesel saja.   One of the largest components in the electric power system is the cost of fuel. One solution to minimize this problem is the microgrid system. This microgrid concept combines thermal power plants with renewable energy (EBT) power plants. Integration between the two types of power plants must be good to achieve a good reliability system. One way to optimize the use of these two power plant systems is the application of unit commitment (UC). UC is an economical operating method, to schedule the operation of each power plant unit in a certain period of time. The focus of this study is solving the unit commitment problem for the microgrid electricity system in Sumbawa Regency. In the solution process, 2 models were developed, namely: the first model, the entire system is served by diesel power plants and the second model, the integration of diesel power plants, wind power plants, solar panels and batteries with penetration of 5%, 10% and 15%. The enumeration method is used as a solution method. The purpose of this study, in addition to minimizing fuel costs, is also to find out how good the enumeration method is in solving the problem. Based on the calculation results, the cost efficiency of the microgrid system at each penetration is 6%, 12% and 18% when compared to the generating system that only uses diesel generators.  
Analisis Karakteristik Marshall dari Campuran Aspal Beton Lapis Aus (AC-WC) dengan Penambahan Limbah Styrofoam (Polystyrene) pada Aspal Penetrasi 60/70 Tisnawan, Rahmat; Husaini, Rizki Ramadhan; Yazid, Muhammad; Saventina, Ega Marta
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i1.892

Abstract

Jalan memegang peranan krusial dalam pembangunan Indonesia, di mana kualitasnya berbanding lurus dengan kelancaran transportasi darat. Material penyusun jalan, terutama aspal dan agregat, menjadi penentu utama kualitas tersebut. Penggunaan aspal murni secara terus-menerus dapat mengancam ketersediaannya, sehingga inovasi penggunaan aspal modifikasi menjadi penting. Aspal modifikasi melibatkan pencampuran aspal dengan material lain untuk mengurangi penggunaannya. Salah satu material yang berpotensi sebagai campuran aspal adalah styrofoam, yang dikenal ringan, kaku, tembus cahaya, dan ekonomis. Pemanfaatan styrofoam sebagai campuran didasari oleh ketersediaannya yang melimpah namun pemanfaatannya yang masih terbatas. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif untuk menguji pengaruh penambahan styrofoam terhadap karakteristik Marshall campuran aspal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi styrofoam 6% menghasilkan nilai flow terendah (2,70 mm) dan nilai Marshall Quotient (MQ) tertinggi (986,60 Kg/mm), memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi II. Kadar Aspal Optimum (KAO) sebesar 6,5% menghasilkan nilai stabilitas 1317,4 Kg, flow 3,47 mm, MQ 380,02 Kg/mm, VMA 15,71%, VFA 79,64%, dan VIM 3,32%, juga memenuhi persyaratan. Secara keseluruhan, variasi styrofoam 6% dan 8% dengan kadar aspal optimum 6,5% menunjukkan karakteristik Marshall yang memenuhi klasifikasi Bina Marga. Sementara variasi 10% dan 12% tidak sepenuhnya memenuhi persyaratan. Kesimpulannya, variasi styrofoam 6% dan 8% berpotensi menjadi campuran yang baik untuk aspal modifikasi, memenuhi standar yang ditetapkan
Pengaruh Kerusakan Cargo dalam Proses Pemuatan Clinker oleh PT. Varia Usaha Bahari di Pelabuhan Maspion Gresik Naufal, Atalla; Sihaloho, Otri Wani; Rakhman, Rizqi Aini; Pribadi, Teguh
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.894

Abstract

Clinker merupakan bahan baku utama pembuatan semen yang termasuk dalam muatan yang bersifat mudah rusak apabila tercampur dengan benda asing terutama air. Namun pada saat kegiatan berlangsung di Pelabuhan banyak ditemukan kejadian rusaknya atau terkontaminasinya cargo clinker sehingga menyebabkan terhambatnya kegiatan bongkar muat. Kondisi alat penutup yang kurang layak serta faktor cuaca yang kurang mendukung menjadi penghambat kelancaran proses bongkar muat. Tujuan dari penelitian ini adalah membahas tentang apakah kerusakan cargo berpengaruh terhadap proses pemuatan clinker pada PT. Varia Usaha Bahari. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kuantitatif, sedangkan untuk Teknik analisis data penulis menggunakan regresi linear sederhana untuk mengidentifikasi masalah dan untuk menghasilkan prioritas penyelesaian. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kerusakan cargo berpengaruh terhadap kegiatan proses pemuatan clinker pada PT. Varia Usaha Bahari, didapatkan nilai sig 0.000 lebih kecil dari pada 0.05 serta pada uji regresi menunjukan Y : 2968 + 1,022X menunjukan setiap pertambahan pada variabel x akan menyebabkan pertambahan pada variabel y secara positif dan berpengaruh signifikan.   Clinker is the main raw material for cement production which is included in the cargo that is easily damaged when mixed with foreign objects, especially water. However, during the activity at the Port, there were many incidents of damage or contamination of cargo clinker that caused the inhibition of loading and unloading activities. The condition of the cover equipment is not suitable and the weather factors are not conducive to the smooth loading and unloading process. The purpose of this study is to discuss whether cargo damage affects the clinker loading process at PT. Marine Business Varia. In this study, the author used a quantitative method, while for the data analysis technique, the author used simple linear regression to identify problems and to generate priority solutions. The results in this study show that cargo damage affects the clinker loading process activities at PT. The Marine Business Varia, obtained a sig value of 0.000 is smaller than 0.05 and the regression test shows Y: 2968 + 1.022X showing that every increase in variable x will cause an increase in variable y positively and has a significant effect.
Pemanfaatan Limbah Galian Aspal Hot Mix Pada Campuran Lapisan Pondasi Atas Terhadap Nilai California Bearing Ratio (Daya Dukung) Basri, Doni Rinaldi; Tisnawan, Rahmat; Edriansyah , Dede
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i1.898

Abstract

Limbah hasil galian Aspal Hot Mix (AHM) umumnya tidak dimanfaatkan kembali dan hanya menjadi tumpukan material bongkaran yang terbengkalai di lingkungan sekitar proyek. Material ini sering dianggap memiliki kualitas rendah dan tidak layak digunakan kembali sebagai bahan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah galian AHM sebagai bahan campuran dalam pembuatan Lapis Pondasi Atas (LPA) pada konstruksi perkerasan jalan. Pengujian dilakukan dengan metode laboratorium menggunakan lima variasi campuran limbah galian AHM, yaitu 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%, menggantikan batu pecah ukuran 1–2 cm. Evaluasi kinerja dilakukan berdasarkan nilai rendaman California Bearing Ratio (CBR). Hasil pengujian menunjukkan bahwa campuran dengan 20% limbah galian AHM menghasilkan nilai CBR rendaman sebesar 100,2%, sedangkan campuran 30% menghasilkan nilai CBR rendaman sebesar 94,4%. Kedua nilai tersebut melebihi batas minimum yang disyaratkan dalam Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2, yaitu sebesar 90%. Dengan demikian, limbah galian AHM memiliki potensi yang baik sebagai material alternatif untuk LPA, yang tidak hanya mendukung efisiensi biaya, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan limbah konstruksi.   Excavated Hot Mix Asphalt (HMA) waste is generally not reused and often accumulates as discarded demolition material in the vicinity of project sites. This material is frequently considered to be of low quality and unsuitable for reuse as construction material. This research aims to evaluate the potential of utilizing excavated HMA waste as a mixed material in the production of Base Course (LPA) for road pavement construction.The study was conducted using laboratory methods with five variations of excavated HMA waste mixtures: 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, and 50%, replacing 1-2 cm crushed stone. Performance evaluation was based on the soaked California Bearing Ratio (CBR) values.The test results showed that the mixture with 20% excavated HMA waste yielded a soaked CBR value of 100.2%, while the 30% mixture resulted in a soaked CBR value of 94.4%. Both of these values exceed the minimum requirement of 90% stipulated in the Bina Marga General Specification 2018 Revision 2.Therefore, excavated HMA waste has good potential as an alternative material for Base Course (LPA), which not only supports cost efficiency but also contributes to the reduction of construction waste.  
Perancangan Solar Tracker Sistem Otomatis Secara Real-Time pada Panel Surya Lubis, Pausan; Faisal, Ahmad; Juliangga, Reza
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.912

Abstract

Energi alternatif dari sinar matahari memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan energi di era modern saat ini. Salah satu teknologi yang memanfaatkan energi matahari adalah panel surya (solar cell) yang berfungsi mengubah energi matahari menjadi energi listrik. Namun, kebanyakan panel surya yang digunakan masih bersifat statis, hanya menghadap ke satu arah sehingga penyerapan energi hanya optimal pada waktu tertentu saja, terutama saat posisi matahari tepat di depan panel. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pembangunan sistem solar tracker otomatis dengan menggunakan mikrokontroler Arduino Nano ATmega328 dan modul RTC (Real Time Clock) sebagai input waktu. Panel surya dirancang agar dapat bergerak secara dinamis mengikuti posisi matahari dari pagi hingga sore hari secara real-time. Sistem ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan energi matahari sepanjang hari. Dengan menggunakan metode perancangan berbasis waktu (time-based tracking), sistem ini mampu mempertahankan posisi panel surya agar selalu tegak lurus terhadap arah datangnya sinar matahari. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah peningkatan daya output yang dihasilkan panel serta efisiensi sistem secara keseluruhan dalam pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi terbarukan. Alternative energy from sunlight has great potential in meeting energy needs in today's modern era. One technology that utilizes solar energy is solar panels (solar cells) which function to convert solar energy into electrical energy. However, most solar panels used are still static, only facing one direction so that energy absorption is only optimal at certain times, especially when the sun is directly in front of the panel. In this study, the design and construction of an automatic solar tracker system was carried out using an Arduino Nano ATmega328 microcontroller and an RTC (Real Time Clock) module as a time input. The solar panels are designed to move dynamically following the position of the sun from morning to evening in real-time. This system aims to increase the efficiency of solar energy absorption throughout the day. By using a time-based tracking design method, this system is able to maintain the position of the solar panels so that they are always perpendicular to the direction of the incoming sunlight. The expected results of this study are an increase in the output power produced by the panels and the overall system efficiency in utilizing solar energy as a renewable energy source.
Implementasi UML dalam Desain Sistem Informasi Program Studi SI di Universitas Merangin Ichsandi, Ichsandi; Yanto, Widja; Alhaq , Hawari; Sari, Rica Syofiana; Juanda, Muhammad
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.902

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Unified Modeling Language (UML) dalam desain sistem informasi Program Studi Sistem Informasi di Universitas Merangin. UML dipilih karena kemampuannya dalam memodelkan sistem secara terstruktur dan memfasilitasi komunikasi antara pengembang dan pemangku kepentingan. Metode penelitian menggunakan pendekatan berorientasi objek, dimulai dari identifikasi kebutuhan, pembuatan use case diagram, serta perancangan diagram aktivitas dan diagram kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan UML dapat menggambarkan kebutuhan fungsional sistem secara jelas, memetakan interaksi antar pengguna utama seperti mahasiswa, dosen, dan admin, serta memperjelas alur proses bisnis. Implementasi UML pada tahap desain terbukti meningkatkan efisiensi pengembangan sistem dan meminimalisir kesalahan interpretasi kebutuhan. Rekomendasi dari penelitian ini adalah penerapan UML secara konsisten dalam perancangan sistem informasi di lingkungan akademik untuk menghasilkan desain yang terstruktur dan mudah dipahami.     This study aims to implement Unified Modeling Language (UML) in the design of the Information Systems Study Program information system at Merangin University. UML was chosen for its ability to model systems in a structured way and facilitate communication between developers and stakeholders. The research method uses an object-oriented approach, starting from requirements identification, creating use case diagrams, and designing activity and class diagrams. The results show that UML usage can clearly illustrate the system’s functional requirements, map interactions among main users such as students, lecturers, and administrators, and clarify business process flows. Implementing UML in the design phase has proven to increase system development efficiency and minimize misinterpretation of requirements. The recommendation from this study is the consistent application of UML in information system design within academic environments to produce structured and easily understood designs.  
Identifikasi Penyebab Tidak Optimalnya Kinerja Kompresor Terhadap Pengisian Botol Angin Di Kapal MV. HL Dalrymple Bay Fahrizal, Hasdan; Simatupang, Rama Syahputra; Yudianto, Prima Yudha; Kristiyono, Antonius Edy; Gunarti, Monika Retno
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 4 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v4i2.936

Abstract

Pengisian botol angin pada kapal merupakan proses vital untuk mendukung sistem air starting mesin utama dan bantu. Namun, pada kapal MV. HL Dalrymple Bay ditemukan indikasi penurunan kinerja kompresor, khususnya saat manuver, ditandai dengan lamanya waktu pengisian dan tekanan udara yang tidak mencapai standar. Permasalahan ini berisiko mengganggu operasional kapal secara keseluruhan. Penelitian ini difokuskan pada faktor yang menyebabkan turunnya kinerja kompresor pada proses pengisian botol angin, dan apa dampak dari penurunan kinerja tersebut terhadap efisiensi dan keselamatan operasional kapal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama praktik laut selama 12 bulan, serta dokumentasi teknis lapangan. Data dianalisis untuk mengidentifikasi gejala, akar permasalahan, serta solusi teknis yang relevan. Ditemukan bahwa penyebab utama turunnya performa kompresor adalah sistem pelumasan yang tidak optimal, kebocoran pada cylinder head, serta keausan pada piston dan ring piston. Dampaknya adalah waktu pengisian botol angin menjadi lebih lama dari standar, serta munculnya potensi gangguan pada manuver kapal. Rekomendasi meliputi pelaksanaan perawatan berkala, penggantian komponen aus, serta peningkatan keterampilan kru melalui pelatihan teknis.   Filling the air bottle on the ship is a vital process to support the main and auxiliary engine air starting system. However, on the MV. HL Dalrymple Bay was found to indicate a decrease in compressor performance, particularly during maneuvering, characterized by long charging times and air pressure that did not reach the standard. This problem risks disrupting the overall operation of the ship. This study focuses on the factors that cause the decline in compressor performance in the process of filling air bottles, and what is the impact of this decrease in performance on the efficiency and operational safety of the ship. This study uses a descriptive qualitative approach. Data collection was carried out through direct observation during marine practice for 12 months, as well as technical field documentation. The data is analyzed to identify symptoms, root causes, and relevant technical solutions. It was found that the main causes of the decline in compressor performance were suboptimal lubrication systems, leaks in the cylinder head, and wear on the pistons and piston rings. The impact is that the time to fill the air bottle becomes longer than standard, as well as the appearance of potential interference with the ship's maneuvers. Recommendations include the implementation of periodic maintenance, replacement of worn components, and improvement of crew skills through technical training