Articles
51 Documents
Waktu Tunggu Pelayanan (Waiting Time) dan Kepuasan Pasien di IGD: Meta Analisis
Atmojo, Joko Tri;
Anasulfalah, Hakim;
Handayani, Rina Tri;
Nurhayati, Isnani;
Yuniarti, Tri;
Widiyanto, Aris
Jurnal Gawat Darurat Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/jgd.v6i1.2145
Kepuasan pasien adalah evaluasi positif yang diberikan pasien terhadap layanan kesehatan yang diterimanya, termasuk aspek medis, komunikasi, dan pengalaman keseluruhan. Salah satu aspek yang terlibat kepuasan di IGD adalah waktu tunggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi besarnya tingkat kepuasan dilihat dari waktu tunggu yang kama di layanan IGD. Penelitian ini merupakan systematic review dan meta analisis dengan PICO sebagai berikut, population: Pasien. Intervention: Waktu tunggu lama, Comparison: Waktu tunggu cepat. Outcome: Kepuasan pasien. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari tiga database yaitu Google Scholar, Pubmed, dan Science Direct. Kata kunci untuk mencari artikel “waiting time” AND “patient satisfaction” AND “Health Worker” AND Multivariate. Artikel yang digunaan dari tahun 2018 – 2023. Pemilihan artikel dilakukan dengan menggunakan PRISMA flow diagram. Artikel dianalisis menggunakan aplikasi Review Manager 5.3. Sebanyak 5 studi Cross sectional yaitu Asia (Indonesia), Eropa (Italia), dan Amerika (Amerika) terpilih untuk dilakukan systematic review dan meta analisis. Berdasarkan hasil forest plot studi cross sectional menunjukkan bahwa waktu tunggu cepat meningkatkan kepuasan pasien sebanyak 2.14 kali dibandingkan dengan yang memiliki waktu tunggu lama (aOR= 2.14; CI 95%= 1.38 hingga 3.32), dan hasil tersebut secara statistik signifikan (p<0.001).
Hubungan Kondisi Overcrowded dengan Ketepatan Tindakan Initial Assessment di IGD Rumah Sakit Wilayah Boyolali
Puspitasari, Dewi;
Saelan, Saelan;
Suryandari, Dewi
Jurnal Gawat Darurat Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/jgd.v6i1.2247
Overcrowded atau kepadatan di bagian instalasi gawat darurat merupakan keadaan atau peristiwa yang terjadi karena banyaknya permintaan atau kunjungan kesehatan dan tidak diimbangi dengan keadaan dan kondisi yang ada di instalasi. Dalam melaksanakan kewajiban dan profesi kerjanya, perawat medis harus ahli pada penyelesaian kasus krisis dan bisa menyelesaikan situasi pasien. Initial Assessment merupakan evaluasi mendasar yang dilakukan pada menit-menit pertama pada penanganan krisis pada pasien cedera yang sangat parah dan menentukan kesehatan pasien. Tujuan dari penelitian ini ialah guna bisa diketahui hubungan antarakondisi overcrowded dengan Ketepatan Tindakan Initial Assessment di IGD Rumah Sakit Wilayah Boyolali. Jenis penelitian ini ialah kuantitatif, pada penelitian ini digunakan metode analitik deskriptif cross sectional. Sampel pada penelitian ini ialah 30 perawat yang ada di IGD RSUI Banyubening Boyolali dan RS PKU Aisyiyah Boyolali. Teknik sampling dalam penelitian ini dengan total sampling. Intrumen penelitian menggunakan alat ukur NEDOCS (National Emergency Department Overcrowding Scale dan kuesioner Initial Assesment. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji korelasi Chi Square dan Spearman's rho. Penelitian kondisi overcrowded di IGD Rumah Sakit Wilayah Boyolali sebagian besar dalam kategori level 4 (Overcrowded) yaitu 12 responden (40,0%). Menunjukkan ketepatan Tindakan Initial Assessment dalam kategori tepat yaitu 17 responden (56,7%). Dalam kategori kurang tepat yaitu 13 responden (43,3%). Hasil uji Spearman's rho didapatkan nilai r = - 0,707 nilai p-value 0,000 < 0,05. Ada hubungan antara kondisi overcrowded dengan Ketepatan Tindakan Initial Assessment di IGD Rumah Sakit Wilayah Boyolali.
Pengujian Desain Poster Komunikasi Verbal De-Eskalasi di Kegawatdaruratan Psikiatri dengan Rasch Model
Pragholapati, Andria;
Fitrikasari, Alifiati;
Handayani, Fitria
Jurnal Gawat Darurat Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi desain poster komunikasi verbal de-eskalasi sebagai strategi intervensi untuk menurunkan tingkat kebisingan dan kegelisahan di kegawatdaruratan psikiatri. Kegawatdaruratan psikiatri seringkali menjadi lingkungan yang penuh tekanan, di mana komunikasi yang efektif dapat menjadi kunci untuk menenangkan pasien yang mengalami krisis mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi keefektifan poster komunikasi verbal de-eskalasi sebagai strategi intervensi di kegawatdaruratan psikiatri. Metode penelitian ini melibatkan langkah-langkah desain grafis yang mempertimbangkan prinsip-prinsip komunikasi verbal de-eskalasi yang efektif dengan menggunakan RASCH Model. Poster yang dihasilkan kemudian dievaluasi melalui pendekatan partisipatif. Data diambil melalui kuesioner untuk mengukur pemahaman dan efektivitas poster. Data dianalisis menggunakan RASCH Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain poster komunikasi verbal de-eskalasi efektif. Partisipan menilai poster sebagai alat yang membantu dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang teknik komunikasi yang tenang dan mengurangi potensi konflik. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah adopsi dan penerapan poster sebagai sumber informasi yang mudah diakses untuk tenaga medis dan pihak terkait di kegawatdaruratan psikiatri, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pasien.
Tingkat Kepatuhan Pasien Pasca Stroke dalam Mengikuti Terapi di Unit Fisioterapi
Sukmawanti, Yunita;
Munthe, Dewi Sartika;
Siregar, Siti Arofah;
Silitonga, Lisbet Laora;
Saragih, Ruth Sarah Julfrida
Jurnal Gawat Darurat Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/jgd.v6i1.2272
Kepatuhan adalah bentuk perilaku manusia yang mengikuti aturan, peraturan tetap, prosedur dan aturan yang harus diikuti. Stroke adalah gejala klinis yang ditandai dengan defisit neurologis fokal atau global yang tiba-tiba berlangsung selama 24 jam atau lebih atau kurang dari 24 jam, yang dapat menyebabkan kematian akibat penyakit pembuluh darah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pasien pasca stroke. pada terapi selanjutnya Teknik pengambilan sampel adalah teknik total sampling sampel (total sampel) dengan jumlah 30 responden. Penelitian ini dengan metode deskriptif di mana data nya di peroleh dari dataa primer yang diambil langsung dari responden dengan alat ukur kuesioner, dan data sekunder dari data di unit fisioterapi. Data yang telah diperoleh dikumpulkan dan diolah melalui analisa data univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tingkat kepatuhan pasien pasca stroke dalam mengikuti terapi di unit fisioterapi RSU Royal Prima Medan adalah patuh dikategorikan pada karakteristik mayoritas perempuan sebanyak 21 orang (67.7%). Diharapkan kepada responden agar lebih meningkatkan kepatuhan dalam mengikuti terapi yang telah dianjurkan.
The Relationship of Age and Gender with Disaster Preparedness among Emergency Nurses
Su’aida, Desi Holifatus;
Fujianti, Mery Eka Yaya;
Istibsaroh, Faridatul
Jurnal Gawat Darurat Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/jgd.v6i1.2273
Disasters are events that threaten life. It is likely that disaster events will increase globally as a result of climate change. Therefore, there is a need for a strategy to overcome disasters, namely by carrying out disaster management. Nurses have an important role in disaster management, namely by implementing disaster preparedness. Disaster preparedness among nurses is influenced by many factors including age and gender. The aim of this research is to determine the relationship between age and gender and disaster preparedness among emergency nurses at the Sumenep Regency regional health center. The research design is Cross-Sectional. The population in this study was Emergency Nurses at the Sumenep Regency Regional Health Center which involved 7 health centers with a population of 96 nurses. The sampling technique used was total sampling with the independent variables namely gender and age, while the dependent variable was disaster preparedness in emergency nurses. Data collection was carried out using a questionnaire which was filled out directly by nurses working in the Emergency Room. At the beginning, before filling out the questionnaire, the researcher first explained the aims and objectives of the research. Once the respondent understands and is willing to participate, the respondent can immediately fill out the questionnaire. Respondent characteristics and disaster preparedness were analyzed using descriptive statistics, while to determine the relationship between respondent characteristics and disaster preparedness in emergency nurses using the Spearman Rank test. The significance level for analysis was set at 0.05. Results: The results of the study showed that there was a relationship between gender and age and disaster preparedness in emergency nurses (p value <0.05). Conclusion: the older a person gets, the higher their ability to think and work, where women tend to work carefully while men prioritize the end result.
Asuhan Keperawatan Myiasis Orbital pada Pasien dengan Karsinoma Sel Squamous
Astari, Dewanti Widya;
Lestari, Ade;
Febrian, Ilham Rohmat;
Putri, Kreati Hanna
Jurnal Gawat Darurat Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Myiasis adalah penyakit parasit yang disebabkan oleh larva lalat dari ordo Diptera yang menginfeksi manusia dan vertebrata lainnya. Myiasis orbital adalah infeksi yang berpotensi merusak jaringan orbital. Kami menyajikan kasus myiasis orbital pada seorang wanita berusia 56 tahun dengan riwayat sensasi benda asing, nyeri, dan keluarnya darah dari mata kanannya selama satu minggu. Pada pemeriksaan, terdapat luka nekrotik yang menganga dengan ukuran sekitar 12x3x5 cm di bawah mata kanan. Luka tersebut terinfeksi larva dan terdapat nanah. Sebuah kombinasi antibiotik sistemik dan antibiotik-steroid topikal diberikan. Penatalaksanaan definitif untuk myiasis orbital adalah dengan membuang larva dari permukaan mata. Karsinoma sel skuamosa telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan patologi anatomi dan pasien dilakukan operasi eksenterasi. Asuhan keperawatan berfokus pada manajemen nyeri, pencegahan infeksi, dan risiko perdarahan, serta edukasi tentang pentingnya kebersihan luka. Kasus ini menyoroti pentingnya deteksi dini dan perawatan yang tepat pada SCC kelopak mata untuk mencegah komplikasi berat seperti myiasis orbital.
Pengalaman Perawat dalam Tatalaksana Rujukan Pasien dengan Cardiac Arrest di Kabupaten Hulu Sungai Utara: Studi Fenomenologi
Heryadi, Abdi Taofan;
Mohtar, M. Sobirin;
Budi, Indra
Jurnal Gawat Darurat Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Gawat Darurat: Desember 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/jgd.v6i2.3588
Kejadian cardiac arrest merupakan kondisi kegawatdaruratan dari penyakit jantung yang sering terjadi. Penanganan pasien cardiac arrest pada fase akut harus meliputi pengenalan dan aktivasi sistem respon gawat darurat, resusitasi jantung paru yang berkualitas, layanan gawat darurat dasar dan lanjut pada fase transportasi, serta perawatan paska henti jantung fase lanjut. Pasien dirujuk dalam keadaaan kritis mempunyai resiko saat transport. Kemampuan setiap anggota melakukan prosedur tindakan yang tepat dan benar akan berefek pada outcome pasien. Mengetahui pengalaman perawat dalam tatalaksana rujukan pasien dengan cardiac arrest di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian kualitatif dengan desain pendekatan fenomenologi. Partisipan penelitian ini adalah perawat yang pernah melakukan rujukan pasien cardiac arrest berjumlah 7 orang. Penelitian dilakukan bulan Februari 2023. Persepsi tentang cardiac arrest adalah kondisi henti jantung, henti nafas ditandai penurunan kesadaran. Data dianalisa dengan narrative analysis. Respon pertama menemui pasien cardiac arrest, cek nadi, cek nafas pasien. Intervensi selama trasnfortasi rujukan berusaha semampunya membantu pasien dan pemeriksaan TTV secara berkala. Golden period tindakan rujukan secepatnya dan merujuk pasien dengan kondisi sudah stabil, lamanya waktu dibutuhkan persetujuan dari keluarga. Faktor keterlambatan terkendala dengan kondisi jalan saat melakukan tindakan, lamanya waktu perjalanan dan persetujuan dari keluarga. Respon emosional saat melakukan rujukan merasa gugup, panik dan takut. Makna merujuk pasien bagi perawat merasa lega, tenang dan bersyukur pasien sudah sampai ke rumah sakit. Pengalaman perawat selama rujukan pasien dengan cardiac arrest memberikan makna yang mendalam. Sangat cemas ketika masih diperjalanan dan sangat puas ketika sudah sampai di rumah sakit.
Efektifitas Simulasi Mitigasi dalam Upaya Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir
Syahrani, Riduan;
Basit, Mohammad;
Asmadianoor, Asmadianoor;
Riduansyah, Muhammad
Jurnal Gawat Darurat Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/jgd.v7i1.3774
Kurangnya kesiapan masyarakat saat terjadi banjir menjadikan bencana banjir pada waktu tersebut sangat merugikan mayoritas masyarakat terutama dalam hal kesehatan. Maka dari itu, masyarakat Desa Uren di Kecamatan Halong sangat perlu mendapatkan pendidikan kesehatan terkait mitigasi bencana. Salah satu metode pendidikan kesehatan yang dapat diterima dan dinilai efektif untuk membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait mitigasi bencana banjir adalah metode simulasi. Tujuan untuk menganalisis efektifitas simulasi mitigasi dalam meningkatkan pengetahuan menghadapi banjir pada masyarakat wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental design, one group pre test-post test. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 15 orang yang merupakan kelompok Karang Taruna Desa Uren. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian yang didapat karakteristik responden mayoritas laki laki 13 orang (86,7%), kategori usia remaja akhir 6 orang (40%), pendidikan SD 6 orang (40%) dan bekerja sebagai petani 9 orang (60%). Hasil pre test menunjukan tingkat pengetahuan 100% pada kategori kurang. Hasil post test meningkat menjadi tingkat pengetahuan pada kategori cukup (73,3%). Analisis hasil Wilcoxon Signed Rank Test nilai Asymp. Sig (2-tailed) = 0,001 atau kurang dari 0,05. Ada pengaruh simulasi mitigasi dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat menghadapi bencana wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren.
Pengaruh Komunikasi Terapeutik Perawat terhadap Tingkat Kepuasan Pasien
Efendi, Zainudin;
Sugiarto, Kresna Bagus
Jurnal Gawat Darurat Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Komunikasi merupakan dasar dari proses keperawatan. Kurangnya komunikasi antara perawat dengan pasien merupakan salah satu alasan keluhan umum pasien di Rumah sakit/Puskesmas. Pasien sering tidak puas dengan kualitas dan jumlah informasi yang diterima dari tenaga kesehatan. Kepuasan pasien akan tergantung pada bagaimana komunikasi yang dilaksanakan oleh perawat memenuhi harapan-harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RPD RSU Bakti Mulia Banyuwangi.Penelitian ini menggunakan desain survei analitik Cross Sectional dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel yang diteliti sebanyak 30 responden pasien rawat inap. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dilakukan analisa ststistik Spearman-Rank Correlation dengan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan 50% responden menyatakan komunikasi terapeutik perawat cukup baik dan 53,3% responden menyatakan puas terhadap komunikasi terapeutik perawat. Berdasarkan uji satatistik Spearman-Rank dengan bantuan program SPSS diperoleh p hitung kecil 0,027 < nilai signifikan 0,05. Dari hasil ini maka Ho ditolak dan Ha diterima, ini berarti ada pengaruh komunikasi terapeutik terhadap tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap RPD RSU Bakti Mulia Banyuwangi.Komunikasi terapeutik perawat di Ruang Rawat Inap RPD RSU Bakti Mulia Banyuwangi berjalan cukup efektif namun masih terdapat permasalahan yang membuat ketidakpuasan pasien, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti bahasa dan keterampilan komunikasi perawat yang belum maksimal dalam pelayanan.
Pengaruh Kombinasi Relaksasi Finger Hold dan Aromaterapi Lavender terhadap Tingkat Nyeri Pasien Post Operasi Appendectomy
Solehah, Eka Lutfiatus;
Ariantini, Nyoman Sri;
Surviana, Ni Wayan
Jurnal Gawat Darurat Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Gawat Darurat: Juni 2025
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tindakan apendiktomi sering kali menimbulkan respons nyeri akibat stimulasi ujung saraf oleh zat kimia yang dilepaskan selama proses inflamasi. Nyeri pasca operasi, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menghambat proses penyembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi relaksasi finger hold dan aromaterapi lavender terhadap tingkat nyeri pasien post operasi appendectomy. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel sebanyak 30 pasien post operasi appendectomy diambil menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi secara merata ke dalam kelompok intervensi dan kontrol. Data tingkat nyeri dikumpulkan menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik paired t-test dan independent t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan serta perbedaan antara kelompok. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat nyeri pada kelompok yang mendapatkan kombinasi relaksasi finger hold dan aromaterapi lavender dibandingkan dengan kelompok kontrol (p < 0,05). Kesimpulannya, kombinasi teknik relaksasi dan aromaterapi ini efektif dalam mengurangi nyeri pasca operasi appendectomy.