cover
Contact Name
Zauhani Kusnul H
Contact Email
jurnal.pamenang@gmail.com
Phone
+62354-399840
Journal Mail Official
jurnal.pamenang@gmail.com
Editorial Address
Kampus Stikes Pamenang Pare Kediri Jl.Soekarno Hatta, No.15 Bendo Pare Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdimas Pamenang
ISSN : 2988327X     EISSN : 29649625     DOI : https://doi.org/10.53599/jap.v2i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Abdimas Pamenang merupakan publikasi ilmiah enam bulanan yang diterbitkan oleh STIKES PAMENANG Kediri. Jurnal Abdimas Pamenang menyajikan informasi dan kajian ilmiah hasil pengabdian masyarakat pada lingkup keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan issu-issu terkini terkait masalah kesehatan masyarakat. Redaksi Jurnal Abdimas Pamenang menerima karya ilmiah hasil pengabdian masyarakat dari bidang keperawatan, kebidanan, administrasi kesehatan dan kesehatan masyarakat dari para intelektual, praktisi, mahasiswa serta siapa saja untuk menulis dan berbagi hasil pengabdian masyarakat maupun pemikiran secara bebas, kritis, kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. Seluruh artikel yang masuk akan melalui proses review oleh para reviewer dengan bidang kepakaran yang relevan.
Articles 99 Documents
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI DETEKSI DINI DAN PENGENDALIAN PENYAKIT DEGENERATIF PADA LANSIA KELURAHAN SERENGAN : COMMUNITY EMPOWERMENT EFFORTS THROUGH EARLY DETECTION AND CONTROL OF DEGENERATIF DISEASES IN THE ELDERLY SERENGAN SURAKARTA VILLAGE Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Wiwi Kustio Priliana; Dwi lestari Mukti Palupi; Fakhrudin Nasrul Sani; Agung Widyastuti; Annisa Yuli Kartikasari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.155

Abstract

Abstrak   Meningkatnya penyakit degeneratif secara signifikan menambah beban masyarakat dan pemerintah, komplikasi yang terjadi seperti kelumpuhan sehingga menyebabkan tidak produktif dan ketergantungan secara penuh juga penanganannya membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar. Penyakit degeneratif dapat dicegah dengan mengendalikan faktor resiko melalui deteksi dini dalam menurunkan angka kejadian penyakit degeneraif dimasyarakat, maka perlu upaya pemahamam yang sama terhadap peran dan dukungan manajemen penyakit degeneratif. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat guna melakukan deteksi dini dan tindak lanjut dalam upaya mengurangi faktor resiko meningkatnya penderita penyakit degeneratif. Metode program pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan meliputi pemeriksaan Tekanan Darah, pengukuran Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat dan edukasi perilaku gaya hidup sehat melalui kegiatan posyandu lansia sebanyak 47 orang mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di posyandu Keluarga Cemara Serengan pada 29 Oktober 2022 hingga 25 Januari 2023. Hasil yang diperoleh lansia yang mengalami Tekanan Darah Tinggi 85%, lansia dengan hasil pemeriksan Gula Darah diatas normal 79%, lansia dengan Asam Urat 53%, dan lansia dengan kolesterol tinggi 64%. Kata kunci : deteksi dini, edukasi, degeneratif Abstract   The increase in degeneratif diseases significantly adds to the burden on society and the government, complications that occur such as paralysis that causes unproductive and full dependence also treatment takes a long time and costs a lot. Degeneratif diseases can be prevented by controlling risk factors through early detection in reducing the incidence of degeneratif diseases in the community, so it is necessary to have the same understanding of the role and support for the management of degeneratif diseases. The purpose of implementing community service activities is to carry out early detection and early follow-up of risk factors for increasing sufferers of degeneratif diseases. The program method of implementing community service includes checking blood pressure, measuring blood sugar, cholesterol, gout and education on healthy lifestyle behaviors through elderly posyandu activities held at the Serengan Cypress Family Posyandu from 29 October 2022 to 25 January 2023 Keywords : early detection, education, degeneratif
PELATIHAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK-ANAK DENGAN MENGGUNAKAN FLASHCARD DI SD MATHLA’UL ANWAR, KELURAHAN SUSUKAN, KECAMATAN BOJONGGEDE, KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT: ENGLISH TRAINING FOR KIDS BY USING FLASHCARDS AT MATHLA'UL ANWAR ELEMENTARY SCHOOL, SUSUKAN VILLAGE, BOJONGGEDE DISTRICT, BOGOR REGENCY, WEST JAVA Apriliana Pipin; Ludovikus; Ellynia; Martini
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.160

Abstract

Abstrak   Pelatihan adalah bagian dari pendidikan yang merupakan sarana pembinaan dan pengembangan karir serta salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk terbentuknya kesadaran dan pengetahuan keluarga atau orang tua betapa pentingnya Bahasa inggris bagi anak-anak mereka demi masa depan yang lebih baik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode menggunakan metode action research. Kegiatan ini diikuti oleh 33 anak-anak Sekolah Dasar. Setelah penelitian, pengetahuan tentang pengetahuan anak-anak terhadap nama-nama binatang di pre-test memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 15 orang (45,5%) dan hasil post-test memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 25 orang (75,7%). Pengetahuan tentang nama-nama binatang hasil pre-test memiliki pengetahuan yang cukup sebanyak 6 orang (18,1%) dan hasil post-test memiliki pengetahuan cukup sebanyak 8 orang (24,3%) sedangkan Pengetahuan tentang anak-anak tentang binatang dari hasil pre-test memiliki pengetahuan yang kurang sebanyak 12 orang (36,4%) dan hasil post-test dengan indikator kurang tidak ada. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan anak-anak sebelum dan sesudah dilakukan kegiatan pelatihan Bahasa Inggris dengan menggunakan flashcard. Kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan peserta dalam belajar Bahasa Inggris. Kata Kunci : Pelatihan Bahasa Inggris, Flashcard Abstract   Training is part of education which is a means of coaching and career development as well as one of the efforts to improve the quality of human resources according to job requirements. This community service activity aims to form awareness and knowledge of families or parents how important English is for their children for a better future. This type of research is quantitative with the method of using the action research method. This activity was attended by around 33 elementary school children. After the research, the knowledge of children's knowledge of animal names in the pre-test had good knowledge of 15 people (45.5%) and the results of the post-test had good knowledge of 25 people (75.7%). Knowledge of the names of animals from the pre-test had sufficient knowledge of 6 people (18.1%) and the results of the post-test had sufficient knowledge of 8 people (24.3%) while the knowledge of children about animals from the results the pre-test had less knowledge as many as 12 people (36.4%) and the results of the post-test with less indicators did not exist. These results indicate an increase in children's knowledge before and after English training activities using flashcards. This training activity was very useful and broadened the participants' insight into learning English. Keywords : English Training, Flashcard
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PUBERTAS PADA SISWA KELAS 5 DAN 6 DI SDN WATES KECAMATAN WATES: HEALTH EDUCATION ABOUT PUBERTY GRADE 5 AND 6 STUDENTS AT SDN WATES, WATES DISTRICT Nurin Fauziyah; Susanti Tria Jaya; Fannidya Hamdani Zeho; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.161

Abstract

Abstrak Pubertas atau akil balig merupakan bagian dari perkembangan manusia. Masa ini merupakan masa perubahan atau masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, sikap atau perilaku, dan pematangan organ reproduksi. Umumnya dimulai pada usia 10-13 tahun dan berakhir pada usia 18-22 tahun. Dimasa ini adalah masa rawan bagi anak yang tidak dibekali dengan ilmu pengetahuan tentang pubertas, perilaku menjaga diri dan etika dalam menghadapi masa peralihan ini. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah anak dapat mengontrol dan menjaga diri di masa pubertasnya dengan memberikan pengertian-pengertian tentang perubahan pada dirinya.  Penyampaian materi yang diberikan menggunakan media LCD, lembar balik dan tanya jawab. Hasil akhir dari pengabdian ini didapatkan anak-anak mendapatkan peningkatan pengetahuan tentang perubahan pada dirinya serta kesadaran tinggi tentang bagaimana upaya-upaya untuk menjaga dirinya di masa pubertas (100%). Oleh karena itu penting untuk dibuat suatu program inovasi untuk mengoptimalisasi pelayanan kesehatan anak di masa pubertas. Diharapkan program promosi kesehatan ini terus berlanjut sehingga membentuk generasi remaja yang berkualitas. Kata Kunci: Menjaga diri., Pubertas, Perubahan diri, Abstract Puberty or puberty is part of human development. This period is a period of change or transition from childhood to adulthood, where a child experiences physical changes, attitudes or behavior, and maturation of the reproductive organs. Generally begins at the age of 10-13 years and ends at the age of 18-22 years. This period is a vulnerable period for children who are not equipped with knowledge about puberty, self-care behavior and ethics in dealing with this transitional period. The purpose of this community service is that children can control and take care of themselves during puberty by providing insights about changes in themselves. Submission of material provided using LCD media, flipcharts and questions and answers. The end result of this dedication is that children gain increased knowledge about changes in themselves and high awareness of how to take care of themselves during puberty (100%). Therefore it is important to create an innovation program to optimize child health services during puberty. It is hoped that this health promotion program will continue to form a generation of quality youth. Keywords: Take care of yourself. Puberty, Change yourself.
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMANFAATAN MORINGA OLEIFERA SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN GIZI BALITA DAN PENCEGAHAN STUNTING PADA KADER KESEHATAN DI DESA JAJAR WATES KABUPATEN KEDIRI: HEALTH EDUCATION UTILIZATION OF MORINGA OLEIFERA AS AN ALTERNATIVE FOR INCREASING TODDLER NUTRITION AND STUNTING PREVENTION IN HEALTH CADRES IN JAJAR WATES VILLAGE WATES DISTRIC KEDIRI REGENCY Luluk Susiloningtyas; Susanti Tria Jaya; Vide Bahtera Dinastiti
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v1i2.163

Abstract

Abstrak Pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberdayakan kader kesehatan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera (daun kelor) sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting. Pengetahuan kader sangat penting memberikan kontribusi pengendalian angka kesakitan, pencegahan dan penanggulangan stunting. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan pemanfaatan Moringa Oleifera karena merupakan bahan pangan kaya zat gizi makro dan mikro, memiliki nilai gizi sangat tinggi sangat berkhasiat bagi kesehatan tubuh. Program kesehatan pengendalian bebas stunting yang dilakukan tenaga kesehatan dan kader dengan fasilitas pelayanan kesehatan melakukan skrining stunting dan upaya meningkatkan pengetahuan melalui pendidikan kesehatan. Tujuan Pengabdian masyarakat ini memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera (daun kelor) sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting pada kader kesehatan. Media yang digunakan adalah leaflet. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan . Kegiatan dapat terlaksana dengan baik karena peran aktif dari 30 kader. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan pada akhir pengabdian masyarakat, pengetahuan kader kesehatan tentang pemanfaatan Moringa Oleifera sebagai alternatif peningkatan gizi balita dan pencegahan stunting sebelum pelaksanaan edukasi sebagian besar memiliki kategori cukup baik 13 orang (43,3%) dan setelah pelaksanaan pendidikan kesehatan sebagian besar memiliki kriteria baik sebanyak 25 orang (83,3 %). Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan, Rerata tingkat pengetahuan responden sebelum pendidikan kesehatan sebesar 5,75 dan sesudah pendidikan kesehatan rata-rata meningkat menjadi 78,38. Pengetahuan kader perlu ditingkatkan terutama sikap dan ketrampilan dalam pengolahan variasi olahan Moringa Oleifera sebagai alternatif peningkatan gizi dan pencegahan stunting pada balita Kata kunci: Moringa Oleifera, Gizi Balita, Stunting, Kader Kesehatan. Abstract Community service is carried out by empowering health cadres about the use of Moringa Oleifera as an alternative to improving toddler nutrition and preventing stunting. Knowledge of cadres is very important in contributing to controlling morbidity, preventing and overcoming stunting. Stunting in children under five is considered high risk, nutritional improvement is needed, prevention of stunting is one of the uses of Moringa Oleifera because it is a food ingredient rich in macro and micro nutrients, has very high nutritional value which is very beneficial for the health of the body. The stunting free control health program is carried out by workers and cadres with health service facilities conducting stunting screening and efforts to increase knowledge throgh health education. Purpose this community service provides education and increases knowledge about the use of Moringa Oleifera  as an alternative to improving toddler nutrition and preventing for health cadres. The media used is a leaflet. The method is health education. Activities can be carried out well because of the active role of 30 cadres. The results of this community service wewr obtained at the end of community service, the knowledge of health cadres about the use of Moringa Oleifera as an alternative to improving toddler nutrition and preventing stunting before the implementation of education was mostly in the fairly good category 13 people (43,3 %) and after the implementation of health education most had good criteria as many as 25 people (83,3 %). The result of the activity evaluation showed a significant increase before and after health educatipon. The average level of knowlwdge of respondents before helath education was 5,75 and after health education the average increased to 78,38. Knowledge of cadres needs to be increased, especially attitudes and skills in processing processed variations of Moringa Oleifera as an alternative to improving nutrition and preventing stunting in toddlers.  Keyword : Moringa Oleifera, Toddler Nutrition, Stunting, Health Cadres
PENDIDIKAN KESEHATAN TRANSPORTASI ORANG SAKIT PADA MASYARAKAT DI DUSUN BENDO KIDUL, BENDO, PARE, KEDIRI: HEALTH EDUCATION ON TRANSPORTATION OF PATIENT AT BENDO KIDUL, BENDO, PARE, KEDIRI Wiseno, Bambang; Didik Susetiyanto Atmojo; Suryono
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.167

Abstract

Abstrak Memberdayakan masyarakat dalam usaha meningkatkan derajat kesehatan dapat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan. Wargalah yang pertama memberikan tindakan pada kasus kesehatan yang terjadi pada masyarakat. Peningkatan pemahaman khususnya dalam memindahkan pasien dari satu tempat ke tempat lain (transportasi pasien) pada masyarakat akan mengurangi kesalahan dalam penanganan. Penanganan yang salah disaat memindahkan orang sakit akan dapat memperparah kondisi sakitnya. Kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen sebagai salah satu dari tridharma perguruan tinggi ini diberikan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman peserta dalam transportasi pasien dengan prosedur mengangkat yang benar dengan harapan peserta dapat optimal dalam kegiatan sosial kesehatan di lingkungan. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini yaitu dengan memberikan materi secara langsung, pemberian contoh mengangkat orang sakit menggunakan peralatan yang ada di sekitar yang tidak memperburuk keadaan pasien. Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 37 warga di RW. 3 Bendo Kidul, Bendo, Pare yang merupakan sebagian dari warga yang aktif dalam giat di masyarakat yang pernah mendapatkan pelatihan / pendidikan kesehatan sejenis. Hasil dari kegiatan ini didapatkan; peserta mengetahui cara mengangkat pasien dengan benar dan beberapa peserta ingat kembali cara mengangkat pasien seperti yang dahulu pernah diajarkan atau diberikan dalam program pengabdian masyarakat sekitar 4 tahun yang lalu di balai desa. Dari beberapa peserta juga mengharapkan kegiatan seperti ini sering dilakukan untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan peserta, peserta juga berharap ada materi lain terkait masalah kesehatan yang bisa di berikan kepada peserta. Diskusi: Perlu kegiatan sejenis untuk mempertahankan pengetahuan dan ketrampilan warga dalam masalah kesehatan. Kata kunci: Promkes, Masyarakat, Kesehatan, Transportasi Abstract Empowering the community in efforts to improve health status can be done by providing health education. Residents are the first to take action on health cases that occur in the community. Increasing understanding, especially in moving patients from one place to another (patient transportation) in the community, will reduce errors in handling. Wrong handling when moving a sick person can make the sick condition worse. Community service activities by lecturers as one of the tridharma of higher education are aimed at increasing participants' knowledge and understanding of patient transportation with correct lifting procedures with the hope that participants can optimize their social and health activities in the environment. The method used in this agenda is by providing material directly, give an example of lifting a sick person using equipment available nearby that does not worsen the patient's condition. This community service was attended by 37 residents in the RW. 3 Bendo Kidul, Bendo, Pare, which are some of the residents who are active in the community and have received similar health training/education. The results of this activity were obtained; Participants knew how to lift a patient correctly and several participants remembered how to lift a patient as previously taught or given in a community service program about 4 years ago at the village hall. Several participants also hoped that activities like this would be carried out frequently to maintain participants' knowledge and skills. Participants also hoped that there would be other material related to health issues that could be provided to participants. Discussion: Similar activities are needed to maintain residents' knowledge and skills in health issues. Keywords: Promotion of Health, Community, Health, Transportation
OPTIMALISASI PERAN KADER BALITA DALAM PENATALAKSANAAN STUNTING: OPTIMIZATION THE ROLE OF TODDLER CADRES IN STUNTING MANAGEMENT Africia, Fresty; Pratiwi Yuliansari; Nurin Fauziyah; Vide B. Dinastiti; Fannidya H. Zeho
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.171

Abstract

Abstrak Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita dengan tanda tinggi badannya berada di bawah standar. Stunting mempunyai dampak yang buruk pada anak jika tidak segera ditangani. Kader merupakan salah satu unsur pendukung keberhasilan dalam pemantauan pertumbuhan balita. Sehingga kader perlu untuk selalu mendapatkan edukasi untuk diteruskan ke masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran kader balita dalam penatalaksanaan stunting dengan meningkatkan pengetahuan tentang stunting. Kegiatan dilaksanakan tanggal 14-15 Juni 2023 di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri, dengan sasaran 44 kader balita. Kegiatan hari pertama berupa pendidikan kesehatan melalui media power point dengan materi stunting dan peran kader posyandu serta membagikan booklet kepada kader balita. Kegiatan hari kedua berupa kunjungan ke rumah keluarga dengan anak stunting bersama dengan kader balita, bidan desa, dan petugas Puskesmas Kota Wilayah Selatan Kediri. Evaluasi kegiatan menggunakan alat ukur kuesioner dengan hasil baik untuk peran kader balita. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat terhadap kader balita dapat meningkatkan peran dan fungsi kader balita di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri. Penalaksanaan stunting membutuhkan kader yang memiliki pengetahuan, pemahaman, keterampilan dan berperan aktif dalam melaksanakan perannya. Kata kunci: Peran, Kader, Balita, Stunting Abstract Stunting is a condition of failure to grow in children under five years old whose height was below standard. Stunting harms children if it is not treated immediately. Cadre is one of the supporters of success in monitoring the growth of children. So that cadres need to always get education for things related to the community. This community service activity aims to optimize the role of toddler cadres in the management of stunting through increased knowledge about stunting. The activity was held on August 14-15, 2023, at Kaliombo Village Kediri City, targeting 44 toddler cadres. On the first day, this activity is in the form of health education in powerpoint, the material presented was about stunting and the role of posyandu cadres and distributing booklets to toddler cadres. The second day's activities consisted of visiting the homes of families with stunted children together with toddler cadres, village midwives, and officers at the City Health Center in the Southern Region of Kediri. Evaluation of community service activities has used a questionnaire with good results for the roles of toddler cadres. The community service activity to toddler cadres can optimize the role and function of toddler cadres at Kaliombo Village Kediri City. Stunting management requires cadres who have knowledge, skills, and are active in carrying out their roles. Keywords: Role, Cadres, Toddler, Stunting
UPAYA PENINGKATAN KEMANDIRIAN LANSIA REUMATIK ARTHIRITIS DENGAN TERAPI RENDAM KAKI JAHE (DAMKIHE) DI POSYANDU MENUR X KELURAHAN MAKAM HAJI : EFFORTS TO IMPROVE THE INDEPENDENCE OF ELDERLY ARTHRITIS AND ARTHRITIS WITH GINGER FOOT SOAT THERAPY (DAMKIHE) IN POSYANDU MENUR X KELAHAN MAKAM Muzaroah Ermawati Ulkhasanah; Nur Hikmah; Niken Ayu Safitri; Rosida Ajeng Titisari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.172

Abstract

Abstrak   Reumathoid Arthritis harus mendapatkan penanganan yang serius karena kondisi nyeri pada penderitanya menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari. Penatalaksanan yang dilakukan oleh masyarakat dalam upaya menurunkan keluhan nyeri yang dirasakan dengan konsumsi obat warung, jika keluhan dirasa berkurang maka konsumsi dihentikan. Pengobatan yang kurang tepat menunjukkan kurang efisiensinya terapi, menyebabkan efek samping yang besar dan biaya yang cenderung mahal. Manajemen Reumathoid Arthritis dengan terapi modalitas sangat diperlukan dalam upaya mengurangi nyeri. Masyarakat belum banyak mengetahui penyakit dan bagaimana penanganan Reumathoid Arthritis, disamping itu terapi Rendam Kaki Jahe juga belum diketahui baik fungsi dan cara pemberian sebagai terapi menurunkan nyeri akibat Reumathoid Arthritis. Pengabdaian Kepada Masyarakat dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan Masyarakat khususnya kelompok lansia mengenai penyakit dan manajemen penyakit juga memandirikan lansia untuk mengatasi nyeri dengan Rendam Kaki Jahe. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan di Posyandu Menur X Kelurahan Makam Haji, Sukoharjo. Kata kunci : Reumathoid Arthritis, Nyeri, Rendam Kaki Jahe Abstract  Rheumatoid Arthritis must receive serious treatment because the pain in sufferers causes interference with daily activities. Management carried out by the community in an effort to reduce complaints of pain felt by consuming shop medicines, if complaints are felt to decrease then consumption is stopped. Inappropriate treatment shows a lack of therapeutic efficiency, causes major side effects and tends to be expensive. Management of Rheumatoid Arthritis with therapeutic modalities is very necessary in an effort to reduce pain. The public does not know much about the disease and how to treat Rheumatoid Arthritis, besides that the Ginger Foot Soak therapy is also not known about its function and method of administration as a therapy to reduce pain due to Rheumatoid Arthritis. Community service is carried out with the aim of increasing community knowledge, especially the elderly group, regarding disease and disease management as well as empowering the elderly to overcome pain with ginger foot soaks. Implementation of Community Service activities was carried out at Posyandu Menur X, Makam Haji Village, Sukoharjo.  Keywords : Rheumatoid Arthritis, Pain, Ginger Foot Soak
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER LANSIA DALAM MENGONTROL REGULASI TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DUSUN CANGKRING DESA PELEM KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI : INCREASING THE KNOWLEDGE OF ELDERLY IN CONTROLLING BLOOD PRESSURE REGULATION IN HYPERTENSION PATIENTS IN CANGKRING HILL, PELEM VILLAGE, PARE DISTRICT, KEDIRI DISTRICT Erni Rahmawati; Rahayu, Dwi; Astri Yunita; Didik Susetiyanto Atmojo; Erwin Yektiningsih
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.180

Abstract

Abstrak Masalah utama di berbagai negara yang berkaitan dengan kesehatan adalah penyakit jantung dan pembuluh darah. Hipertensi merupakan salah satu pemicu terjadinya kematian pertama di dunia per tahunnya. Angka penderita hipertensi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 1,5 miliar orang yang menderita hipertensi, dan diprediksi per tahunnya 10,44 juta orang meninggal yang disebabkan karena hipertensi dan komplikasinya. Manajemen hipertensi dapat dilakukan dari pengetahuan lansia mengenai hipertensi serta pengaturan diet hipertensi. Kegiatan yang telah dilakukan yaitu memberikan pendidikan kesehatan terkait penyakit hipertensi, pemeriksaan tekanan darah, tehnik relaksasi otot progresif, dan diberi pemahaman tentang pembuatan jus timun dan belimbing untuk mengontrol hipertensi. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan  ada peningkatan pengetahuan, pada lansia sehingga menyadari pentingnya menjaga tekanan darah yang dialami saat ini. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2023. Dari 60 lansia yang hadir, ditemukan 40 orang lansia dengan tekanan darah diatas normal (140/90mmHg). Hal ini dapat dikatakan prevalensi yang memiliki hipertensi hanya 37,3%, dikarenakan lansia lainnya telah terkontrol dengan menggunakan obat anti hipertensi yang diberikan dari Puskesmas Bendo. Kata kunci : Pengetahuan, Lansia, Hipertensi Abstract The main problem in various countries related to health is heart and blood vessel disease. Hypertension is one of the causes of the first death in the world every year. The number of hypertension sufferers continues to increase every year. It is estimated that by 2025 there will be 1.5 billion people suffering from hypertension, and it is predicted that 10.44 million people will die each year due to hypertension and its complications. Hypertension management can be done from the elderly's knowledge about hypertension and managing the hypertension diet. The activities that have been carried out include providing health education related to hypertension, checking blood pressure, progressive muscle relaxation techniques, and providing an understanding of making cucumber and star fruit juice to control hypertension. The aim of this activity is expected to increase knowledge in the elderly so that they realize the importance of maintaining their current blood pressure. The activity was held in August 2023. Of the 60 elderly people who attended, 40 elderly people were found with blood pressure above normal (140/90mmHg). It can be said that the prevalence of hypertension is only 37.3%, because other elderly people have been controlled using anti-hypertension drugs given from the Bendo Community Health Center. Keywords: Knowledge, Elderly, Hypertension
POLA HIDUP BERSIH SEHAT (PHBS) DAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DALAM UPAYA PENANGGULANGAN KESEHATAN : THE BEHAVIOUR OF CLEAN AND HEALTHY LIFE (PHBS) AND HOUSEHOLD WASTE MANAGEMENT FOR HEALTH MANAGEMENT Firdaus, Insanul; Marni, Marni; Desy Rahmawati Fitriana Fatikasari
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.181

Abstract

Abstrak   Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seseorang sangat berkaitan dengan peningkatkan kesehatan individu, keluarga, masyarakat dan lingkungannya. Akan tetapi minimnya promosi kesehatan menjadi salah satu faktor rendahnya perilaku pola hidup bersih dan sehat pada masyarakat. Sektor rumah tangga menjadi salah satu sektor yang menyumbang sampah makanan dalam jumlah yang cukup besar. Tujuan pengabdian masyarakat ini guna melakukan penyuluhan tentang Pola Hidup Bersih dan Sehat dan pengelolaan sampah dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menerapkan PHBS. Metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan meliputi metode pengkajian lingkungan dan pengolahan sampah, pemberian penyuluhan dengan metode ceramah dan pemberian leaflet yang berisi tentang PHBS dan pengelolaan sampah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di RT 03 Desa Pandeyan Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo pada 28 Februari- 8 Maret 2023. Sebanyak 30 orang mengikuti penyuluhan PHBS serta pengelolaan sampah. Sebelum dilakukan kegiatan penyuluhan, sebanyak 23% masyarakat memiliki pengetahuan baik mengenai PHBS dan pengelolaan sampah, sedangkan 30% memiliki pengetahuan cukup dan 46,67% memiliki pengetahuan kurang. Setelah diberikan penyuluhan kesehatan, masyarakat memiliki pengetahuan yang baik 76,67%, sedangkan yang lainnya memiliki pengetahuan cukup 16,67% dan kurang 6,67%. Kata Kunci: PHBS, Pengelolaan Sampah Abstract   The behaviour of clean and healthy life (PHBS) is closely related to improving the health of individuals, families, communities and the environment. However, the low of health promotion is one of the factors in the low level of clean and healthy lifestyle behavior among people. The household sector is one of the sectors that contributes quite large amounts of food waste and is driven by various reasons and the behavior of each individual. The aim of implementing community service activities is to provide education about clean and healthy lifestyle (PHBS) and waste management in an effort to improve the level of public health by implementing a clean and healthy lifestyle. The methods for implementing community service include environmental assessment and waste processing methods, providing counseling using the lecture method and providing leaflets containing about clean, healthy lifestyles (PHBS) and waste management as well as reviewing waste banks. 30 people took part in PHBS and waste management counseling. Before the extension activities were carried out, 23% of the community had good knowledge about PHBS and waste management, while 30% had sufficient knowledge and 46.67% had insufficient knowledge. After being given health education, 76.67% of the community had good knowledge, while others had 16.67% sufficient knowledge and 6.67% less.  Keyword: The behaviour of clean and healthy life (PHBS), Waste management
PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK PENINGKATAN PENGETAHUAN KELUARGA MENGENAI PENATALAKSANAAN KEGAWATDARURATAN KEJANG DEMAM PADA ANAK : HEALTH EDUCATION FOR FAMILY OF KNOWLEDGE INCREASE ABOUT EMERGENCY MANAGEMENT TO CHILDREN WITH FEBRILE SEIZURE Yektiningsih, Erwin; Quyumi Rahmawati, Elfi; M. Ikhwan Kosasih; Anawidhiyanti, Resa
Jurnal Abdimas Pamenang Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Abdimas Pamenang - JAP
Publisher : STIKES Pamenang Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53599/jap.v2i1.182

Abstract

Abstrak   Anak mengalami demam tinggi merupakan tanda dan gejala  terkena infeksi. Hal tersebut  dapat mempengaruhi gangguan neurologik bangkitan kejang yang mempengaruhi kondisi sasak nafas, sehingga berakibat kadar oksigen di jaringan menurun berefek pada kerusakan sel neuron otak. Kondisi anak tersebut dapat berada pada kondisi kegawatdarutan, jika tidak segera ditangani berakibat pada kematian. Sekarang ini masih terdapat banyak pada keluarga di komunitas yang belum memahami mengenai penatalaksanaan pre hospital   kegawatdarutan  kejang demam pada anak. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan keluarga dengan cara pendidikan kesehatan. Tim pengabdian kepada masyarakat  melakukan kegiatan ini  menggunakan metode yang terdiri dari tiga tahapan  adalah  persiapan, pelaksaanaan, serta evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukkan mayoritas keluarga mengalami peningkatan tingkat pengetahuan setelah diberikan tindakan pendidikan kesehatan dengan sebanyak 60% . Oleh karena itu pendidikan kesehatan  direkomendasikan sebagai promosi kesehatan dalam penanganan kegawatdaruratan pada anak. Kata kunci: anak, kejang demam, kegawatdarutan, pengetahuan, pendidikan kesehatan   Abstract   A child having a high fever is a sign and symptom of infection. This can affect neurological disorders, and seizures, which affect the condition of shortness of breath, resulting in decreased oxygen levels in the tissue, which has an effect on damage to brain neuron cells. The child's condition could be in an emergency condition, if not treated immediately it could result in death. Currently, there are still many families in the community who do not understand the pre-hospital management of emergency febrile seizures in children. The aim of this community service was to increase family knowledge by means of health education. The community service team carried out this activity using a method consisting of three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The results of this activity will show that the majority of families experienced an increase in their level of knowledge after being given good health education measures by 60%. Therefore, this health education will be recommended as health promotion for handling emergencies experienced by childrent.  Keywords: children, febrile seizures, emergencies, knowledge, health education

Page 3 of 10 | Total Record : 99