cover
Contact Name
Purniadi Putra
Contact Email
jurnaljurpendis@gmail.com
Phone
+6285252101729
Journal Mail Official
jurnaljurpendis@gmail.com
Editorial Address
Dusun Turusan RT/RW 004/002 Desa Lorong Kecamatan Sambas
Location
Kab. sambas,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Dasar Islam
Published by CV putra publisher
ISSN : -     EISSN : 2986612X     DOI : https://doi.org/10.58540/jurpendis.v2i1.570
Core Subject : Education,
JURPENDIS: Journal of Islamic Basic Education aims to develop and disseminate science and technology through scientific research articles and reviews through review articles (meta-analysis) as an effort to enrich knowledge in the field of education and teaching in basic education. This journal includes original research articles, review articles (meta-analyses), or systematic reviews including, but not limited to: 1. Social science education in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 2. Mathematics education in elementary education/Madrasah Ibtidaiyah 3. Language education in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 4. Science education in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 5. Art and cultural education in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 6. Citizenship Education in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 7. Religious education in basic education / Madrasah Ibtidaiyah 8. Sports education in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 9. Learning and teaching in elementary education/ Madrasah Ibtidaiyah 10. Psychology in basic education/ Madrasah Ibtidaiyah 11. Learning media in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 12. Management of education in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 13. Learning media and educational technology in basic education/Madrasah Ibtidaiyah 14. Music education in elementary education/Madrasah Ibtidaiyah 15. Dance and drama education in elementary education/Madrasah Ibtidaiyah 16. Extracurriculars in elementary education/Madrasah Ibtidaiyah 17. Environmental education in basic education/Madrasah Ibtidaiyah
Articles 117 Documents
Manajemen Mutu Pendidikan Islam Berbasis Pesantren Dapat Meningkatkan Nilai Afektif Siswa Saefrudin
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 3 No. 4 (2025): Desember
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v3i4.1796

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia menghadapi tantangan signifikan dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara kognitif, tetapi juga memiliki nilai-nilai afektif yang kuat. Pesantren sebagai institusi pendidikan Islam tertua di Indonesia memiliki potensi besar dalam membangun dimensi afektif siswa melalui pendekatan manajemen mutu yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi manajemen mutu pendidikan Islam berbasis pesantren terhadap peningkatan nilai afektif siswa. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menerapkan manajemen mutu berbasis pesantren dan kelompok kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Subjek penelitian terdiri atas 70 siswa Madrasah Aliyah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket terstruktur, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji-t berpasangan dan uji beda rata-rata antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan nilai afektif yang signifikan pada aspek religiusitas, kejujuran, tanggung jawab, dan kedisiplinan dibandingkan kelompok kontrol. Rata-rata skor afektif kelompok eksperimen meningkat sebesar 21,4% dari kondisi awal, sedangkan kelompok kontrol hanya meningkat 5,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan manajemen mutu berbasis pesantren yang holistik, mencakup pengelolaan kurikulum tersembunyi, budaya pesantren, dan pembinaan akhlak secara konsisten, terbukti efektif dalam membentuk karakter afektif siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan model pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan karakter.
Peran Pembelajaran Seni Tari Berbasis Budaya Lokal Dalam Mempertahankan Identitas Budaya Siswa SDN 28 Kelakik Muharani; Mardiana
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1771

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal dalam meningkatkan pemahaman dan sikap siswa terhadap budaya daerah di kelas V SDN 28 Kelakik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah 1 orang guru dan 24 siswa kelas V yang berperan sebagai informan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal mampu meningkatkan keterlibatan dan antusiasme siswa dalam kegiatan belajar. Siswa juga menunjukkan sikap positif serta rasa bangga terhadap budaya daerah. Namun, pemahaman siswa terhadap makna budaya dalam tari belum merata. Sebagian siswa lebih memahami aspek gerakan dibandingkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Selain itu, peran guru dan penggunaan media pembelajaran terbukti menjadi faktor penting dalam membantu meningkatkan pemahaman siswa. Secara keseluruhan, pembelajaran seni tari berbasis budaya lokal efektif dalam meningkatkan sikap dan keterlibatan siswa, namun perlu strategi yang lebih kontekstual dan reflektif agar pemahaman nilai budaya dapat berkembang secara optimal dan merata.
Pengaruh Hustle Culture Terhadap Work Life Balance Pada Karyawan Tambang Generasi Z di Kecamatan Bengalon Suci Cahyani; Desti Purnamasari; Alfiza Fakhriya Haq
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hustle culture terhadap work life balance pada karyawan tambang Generasi Z di Kecamatan Bengalon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sebanyak 325 karyawan tambang Generasi Z berusia 20–28 tahun dipilih sebagai responden melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Hustle culture berdasarkan teori Balkeran dan skala Work life balance berdasarkan Fisher, Bulger, dan Smith yang telah memenuhi kriteria reliabilitas tinggi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hustle culture berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work life balance (p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 43,8%. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecenderungan individu mengadopsi hustle culture, maka semakin rendah tingkat work life balance yang dimiliki. Dengan demikian, budaya kerja yang menekankan produktivitas secara berlebihan berpotensi mengganggu keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi karyawan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan budaya kerja yang lebih seimbang guna mendukung kesejahteraan dan kualitas hidup karyawan Generasi Z di sektor pertambangan
Religious Influencer dan Transformasi Otoritas Keagamaan Remaja Muslim di Yogyakarta Ngatipan; Martasandy, Billy; Lubis, Masruroh; Burhan, Agus; Hidayati, Permata Ika
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1811

Abstract

Perkembangan media digital telah mengubah pola akses dan pembentukan pengetahuan keagamaan di kalangan remaja Muslim, termasuk melalui kemunculan religious influencer sebagai sumber rujukan baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran religious influencer serta transformasi otoritas keagamaan di kalangan remaja Muslim di Daerah Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap remaja Muslim pengguna media sosial, guru pendidikan agama, pengelola komunitas dakwah digital, dan akademisi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi salah satu sumber utama rujukan keagamaan bagi remaja. Pergeseran otoritas keagamaan tampak dari meningkatnya kepercayaan terhadap religious influencer yang membangun kredibilitas melalui komunikasi yang sederhana, interaktif, relevan, dan dekat dengan pengalaman generasi muda. Namun demikian, ulama dan lembaga keagamaan tradisional tetap dipandang sebagai sumber legitimasi dan verifikasi atas informasi keagamaan yang diperoleh di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa transformasi otoritas keagamaan tidak berlangsung sebagai penggantian sepihak, melainkan melalui proses adaptasi dan koeksistensi antara otoritas tradisional dan otoritas digital dalam membentuk praktik keberagamaan remaja Muslim.
Proses Reparenting Inner Child Dalam Membangun Pola Komunikasi Suami Istri: Studi Kasus Psikologi Feminis Rodliyah, Firda
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1833

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola komunikasi pasangan suami istri melalui perspektif inner child. Berangkat dari pendekatan psikologi feminis, penelitian ini memandang bahwa hubungan pernikahan merupakan ruang reproduksi inner child dan cara pandang terhadap relasi gender, sehingga membentuk pola komunikasi antar pasangan suami istri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui studi kasus yang disajikan dalam bentuk life history, dan dianalisis dengan metode interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman masa anak-anak (inner child) direproduksi dalam pola komunikasi pasangan, yakni setara, pemisah seimbang, dan monopoli. Pola-pola ini berkaitan dengan internalisasi peran gender, sehingga berpengaruh pada cara memaknai kedekatan emosional, pembuatan keputusan, dan penyelesaian konflik dalam pernikahan. Konsep reparenting inner child dalam penelitian ini digunakan untuk memahami upaya tiap individu dalam menegosiasikan ulang pola komunikasi kepada pasangan ketika dewasa.
Peran Budaya Organisasi Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru SMP Yanih Rusyanih; Hendro Prasetyono
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1895

Abstract

Budaya organisasi sekolah berperan penting dalam mendukung profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya organisasi sekolah dalam meningkatkan profesionalisme guru SMP melalui kajian terhadap nilai-nilai disiplin, kerja sama, komunikasi terbuka, komitmen terhadap mutu, dan penghargaan terhadap prestasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, buku, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya organisasi sekolah yang positif mampu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif sehingga meningkatkan motivasi, tanggung jawab, kolaborasi, dan kompetensi profesional guru. Selain itu, dukungan kepala sekolah dan sistem penghargaan yang baik turut memperkuat profesionalisme guru. Meskipun demikian, pengembangan profesionalisme masih menghadapi kendala berupa beban administrasi, keterbatasan fasilitas, dan kesenjangan kemampuan teknologi. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan profesionalisme guru dan mutu pendidikan.
Pengaruh Media Pembelajaran Lapbook Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas IV I Ory Efata Oroh; Canni Loren Sianturi; Maria Barus
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i1.1960

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar ilmu pengetahuan alam (IPAS) di kalangan siswa kelas 4 di UPTD SD Negeri 124398, Jl. Perwira, Pematangsiantar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan lapbook sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar siswa kelas 4 di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental berupa desain satu kelompok pre-test-post-test. Penelitian ini dilakukan di UPTD SDN 124398, Jl. Perwira, dengan melibatkan 23 siswa kelas 4, yang sekaligus merupakan populasi dan sampel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes yang dilaksanakan pada dua kesempatan, yaitu pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan menggunakan uji N-Gain dan uji t sampel berpasangan. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 49,57 pada pra-tes menjadi 82,87 pada pasca-tes. Nilai N-Gain sebesar 0,6898 termasuk dalam kategori sedang. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t yang dihitung (13,852) lebih besar daripada nilai t tabel (2,074) pada tingkat signifikansi 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media lapbook memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA (IPAS).
Pengaruh Kecerdasan Emosi dan Dukungan Keluarga Terhadap Resiliensi Santri Pondok Pesantren Al Fatwa Fatra Adjis; Salahuddin Liputo; Muhammad Mursyid; Lenny Syamsuddin
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1786

Abstract

Santri di pondok pesantren menghadapi berbagai tekanan psikologis yang kompleks, termasuk kerinduan terhadap keluarga (homesickness), beban akademik ganda antara kurikulum umum dan kurikulum keagamaan, serta minimnya layanan bimbingan dan konseling. Kondisi tersebut berpotensi melemahkan resiliensi apabila tidak didukung oleh faktor internal dan eksternal yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan keluarga terhadap resiliensi santri di Pondok Pesantren Al-Fatwa, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi berganda. Sampel penelitian terdiri atas 67 santri yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari total populasi sebanyak 109 santri. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga skala yang telah tervalidasi, yaitu Skala Resiliensi, Skala Kecerdasan Emosional, dan Skala Dukungan Keluarga, kemudian dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap resiliensi santri (t = 2,917; sig. = 0,005 < 0,05), dukungan keluarga tidak berpengaruh signifikan secara parsial (t = 0,723; sig. = 0,472 > 0,05), sedangkan kecerdasan emosional dan dukungan keluarga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap resiliensi santri (F = 7,744; sig. = 0,001 < 0,05). Mayoritas santri berada pada kategori sedang untuk ketiga variabel penelitian. Kecerdasan emosional terbukti menjadi prediktor utama resiliensi, sementara dukungan keluarga berperan secara lebih tidak langsung. Oleh karena itu, penguatan kecerdasan emosional perlu menjadi prioritas dalam program pembinaan santri di lingkungan pondok pesantren
Hubungan Antara Toxic Masculinity Dengan Alexithymia Pada Remaja Laki-Laki di SMK Negeri 3 Gorontalo Intan Sekar Andini; Salahuddin Liputo; Sitti Rojiyah Nur Insyirah Puhi
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1787

Abstract

Remaja laki-laki, khususnya di sekolah menengah kejuruan, menghadapi tekanan sosial untuk mematuhi norma maskulinitas tradisional yang menekankan ketangguhan, penekanan emosi, dan penghindaran karakteristik yang dianggap feminin. Kondisi ini dapat menghambat kemampuan mengenali dan mengekspresikan emosi yang dikenal sebagai alexithymia . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara toxic masculinity dengan alexithymia  pada remaja laki-laki di SMK Negeri 3 Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis korelasi Pearson Product Moment. Responden berjumlah 207 siswa laki-laki kelas XII yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Toxic masculinity dan skala Alexithymia . Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,006 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,174, yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara toxic masculinity dan alexithymia, meskipun kekuatan hubungannya sangat rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat toxic masculinity pada remaja laki-laki, semakin tinggi pula kecenderungan mengalami alexithymia . Hasil penelitian menegaskan pentingnya pendidikan emosi dan layanan konseling berbasis gender di sekolah untuk membantu remaja mengembangkan kemampuan mengenali serta mengekspresikan emosi secara sehat.
Hubungan Antara Self-Esteem Dengan Self-Adjustment Pada Santri di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin Sintiyawati Ladiku; Salahuddin Liputo; Muhammad Mursyid; Anik Indarwati
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2026): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v4i2.1790

Abstract

Kehidupan di pondok pesantren menempatkan santri dalam lingkungan asrama yang sarat aturan, jadwal terstruktur, dan pola interaksi sosial yang berbeda jauh dari kehidupan keluarga. Kondisi ini menuntut kemampuan adaptasi yang tinggi, terutama bagi santri yang baru pertama kali meninggalkan lingkungan keluarganya. Kemampuan penyesuaian diri (self adjustment) santri diduga berkaitan erat dengan tingkat harga diri (self esteem) yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self esteem dengan self adjustment pada santri di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Kabupaten Gorontalo. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik analisis korelasi pearson. Populasi berjumlah 94 santri MTs Sirojuth Tholibin, dan sampel ditetapkan sebanyak 76 santri menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling berdasarkan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan melalui skala self esteem dan skala self adjustment yang disebarkan secara langsung.Hasil analisis korelasi pearson diperoleh nilai signifikan sebesar p = 0,000 (p < 0,05) dan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,492, yang menandakan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dengan self adjustment, yang bermakna bahwa semakin tinggi tingkat self esteem yang dimiliki santri, maka semakin rendah tingkat self adjustmentnya dan sebaliknya. Temuan ini menunjukkan bahwa santri dengan harga diri yang sangat tinggi cenderung merasa lebih sulit untuk menyesuaikan diri dengan norma dan aturan di lingkungan pesantren yang menuntut kepatuhan kolektif. Dengan demikian, keseimbangan antara harga diri dan kemampuan beradaptasi menjadi hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembinaan santri.

Page 10 of 12 | Total Record : 117