cover
Contact Name
masfufatun
Contact Email
masfufatun@uwks.ac.id
Phone
+6281555465802
Journal Mail Official
semnaskusuma@uwks.ac.id
Editorial Address
Dukuh Kupang XXV no. 54 Surabaya Jawa Timur, Kode Pos 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kusuma
ISSN : -     EISSN : 30629365     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional KUSUMA merupakan terbitan berkala setiap tahun sekali pada bulan Oktober. Prosiding ini berisi kumpulan artikel hasil penelitian dan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional KUSUMA yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Prosiding ini memuat sejumlah artikel oleh para pakar, praktisi, dan mahasiswa di perguruan tinggi dalam berbagai bidang/multidisiplin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Hubungan Status Gizi dengan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Menu Sehat Bergizi bagi Lansia di SMA Ta'miriyah Surabaya Noer Kumala Indahsari; Nashita Keysha Chaniago; Nafla Dzikrina Qolbiyanti; Aniba Alvu Zahra; Anisa Rindatus Sholihah; Mukhlatul Ainiah; Okky Abimanyu; Muhammad Dody Ihsan; Mokhammad Navycia AL Ghozali; Qoid Izza Rasyad; Dewa Gede Leonda Zeppalin Karsan
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Masalah kesehatan yang sering terjadi bagi lansia searang ini adalah angka kesakitan akibat penyakit degeneratif meningkat jumlahnya disamping masih ada kasus penyakit infeksi dan kekurangan gizi lebih kurang dari 74% usia lanjut menderita penyakit kronis. Adapun lima utama penyakit yang banyak diderita adalah anemia (50%), ISPA (12,2%), kanker (12,2%), tbc (11,5%) dan penyakit jantung pembuluh darah (29%). Masalah gizi yang sering diderita di usia lanjut adalah kurang gizi, kondisi kurang gizi tanpa disadari karena gejala yang muncul hampir tak terlihat sampai usia lanjut tersebut telah jatuh dalam kondisi gizi buruk. Tujuan:  Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui: Hubungan antara status gizi dengan tingkat pengetahuan dan sikap terhadap makanan sehat dan bergizi pada lansia di SMA Ta’miriyah Surabaya. Metode: Dalam Pengabdian Kepada masyarakat ini dilakukan metode survei. Tempat dan waktu penelitian di SMA Ta’miriyah Surabaya pada bulan September 2024. Populasi penelitian adalah lansia di SMA Ta’miriyah Surabaya sebanyak 49 peserta. Pengambilan sampel sebanyak 49 secara purposive random sampling dengan rumus slovin dengan taraf kesalahan 10%. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis hipotesis menggunakan korelasi product moment. Hasil: Dengan menggunakan uji statistik analisis bivariat menujukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status gizi terhadap tingkat pengetahuan  menu makanan sehat bergizi dengan nilai p-value < 0,05 yaitu 0,047, namun tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan sikap terhadap menu makanan sehat bergizi dengan nila p- value > 0,05 yaitu 0,053. Kesimpulan: Penyuluhan yang diberikan pada pengabdian kepada masyarakat di SMA Ta’miriyah dapat bermanfaat untuk melihat hubungan yang signifikan antara status gizi terhadap tingkat pengetahuan  menu makanan sehat bergizi, namun tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan sikap terhadap menu makanan sehat bergizi
Peningkatan Kemampuan Santri dan Kelembagaan Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak Jombang Nugrahini Susantinah Wisnujati; Hary Sastrywanto; Markus Patiung
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pada era modern akhir akhir ini, pondok pesantren tetap berdiri tegak sebagai mercusuar ilmu dan karakter bagi anak muda. Pondok pesantren tidak hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi menjadi wadah pembentukan insan kamil, mewariskan nilai-nilai luhur Islam dan membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, berilmu, dan berdaya guna, Tujuan: tujuan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan ketrampilan santri dalam ekonomi pertanian dengan menyambung bibit durian variaetas bido dan meningkatkan kualitas kelembagaan pondok pesantren Bhakti Bapak Emak. Metode: metode pelaksanaan pengabdian masyarakat melalui beberapa tahap yaitu FGD dengan para pengurus mengenai sejarah dan harapan kedepan dari pondok pesantren Bhakti Bapak Emak, memfasilitasi dan mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan dan menyepakati bantuan manajemen.  Hasil: Hasil temuan pondok pesantren memfasilitasi anak santri belajar di dalam pondok tetapi juga menempuh sekolah di luar pondok. Kesimpulan: Pondok pesantren membutuhkan peningkatan kelembagaan tertutama dalam hal peningkatan kurikulum dan ketrampilan santri dalam pertanian.
Pelatihan Smart Edukasi Bagi Guru TK Az-Zahro Untuk Meningkatkan Variasi  Modul Pembelajaran Tjatursari Widiartin; Endang Noerhartati; Siti Azizah
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Proses pembelajaran di era digital saat ini membutuhkan bantuan teknologi agar dapat meningkatkan pemahaman Siswa. Tujuan: Pada kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan di Taman Kanak Az-zahro di desa Menganti Gresik akan dilakukan kegiatan pelatihan smart edukasi kepada Guru. Metode: Pelatihan smart edukasi adalah sebuah kegiatan yang memberikan pembekalan kepada Guru di Taman Kanak Az-zahro agar dapat membuat modul pembelajaran dimana menerapkan konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih efektif, efisien, dan menarik. Hasil: Dalam smart edukasi, teknologi diintegrasikan ke dalam seluruh aspek pembelajaran, mulai dari metode pengajaran, materi pembelajaran, hingga evaluasi. Kesimpulan: berdasarkan pelatihan smart edukasi diketahui bahwa Guru Taman Kanak Az-zahro mampu menghasilkan dan mengembangkan modul pembelajaran yang variatif dengan memanfaatkan literasi digital.  Modul pembelajaran selanjutnya dapat diterapkan pada Siswa taman kanak Az-zahro dimana Guru tersebut mengajar.
Perbandingan  Metode  Rapid Test Kit dengan Indikator Alami  dalam Mendeteksi Kandungan Boraks  pada Sampel Makanan Muhammad Abdul Malik; Lusiani Tjandra; Michael Djajanto; Alif Setijono; Muhammad Fadhlurrohman; Che Che Karina Putri Komarudin; Cikal Septy Buana; Dania Putri; Nur Fadiana Fadila; Aisyah Najmah Chayani
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penggunaan bahan tambahan pangan berbahaya seperti boraks dalam makanan menjadi masalah kesehatan, sehingga pengembangan metode deteksi yang akurat dan mudah diterapkan sangat penting. Rapid Test Kit adalah metode analisis cepat yang banyak digunakan dalam deteksi bahan kimia, sedangkan indikator alami melibatkan penggunaan bahan alami yang mengubah warna sebagai respons terhadap adanya bahan tambahan berbahaya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil uji metode rapid test kit dengan indikator alami   kunyit dalam mendeteksi boraks pada 30 sampel makanan. Metode: penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif,  pendekatan eksperimen dengan uji boraks. Sampel yang digunakan adalah makanan basah dan kering. Hasil: didapatkan 19 dari 30 sampel makanan positif  mengandung boraks baik pada uji  Rapid Test Kit dan uji dengan Indikator alami perasan kunyit. Kesimpulan: pengujian  menggunakan  rapid test kit boraks dan indikator alami, sampel makanan yang postif mengandung boraks sebanyak 63,33 % sedangkan yang tidak mengandung boraks sebanyak 36,66 %. Rapid Test Kit merupakan metode yang mudah, cepat serta  mempunyai keakuratan yang lebih baik dapat mendeteksi boraks  dalam konsentrasi yang sedikit pada sampel makanan. Sedangkan indikator alami kunyit dapat berfungsi sebagai indikator alternatif untuk pemeriksaan awal dimana metode ini yang lebih ekonomis, terjangkau dan ramah lingkungan, tetapi dengan keterbatasan dalam sensitivitas dan spesifisitas.
Edukasi Permainan Ular Tangga Stunting Bagi Kader Kesehatan Dukuh Pakis Sebagai Strategi Jitu Pencegahan Balita Stunting Kartika Ishartadiati; Noer Kumala Indahsari; Olivia Herliani; I Made Subhawa Harsa
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting di Asia Tenggara merupakan masalah serius, dengan prevalensi tinggi di Indonesia. Kota Surabaya telah menunjukkan penurunan signifikan dalam kasus stunting, namun masih ada tantangan yang harus diatasi. Kader Kesehatan, kini dikenal sebagai Kader Surabaya Hebat, berperan penting dalam pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu (MPASI). Tujuan: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan membuat penyampaian informasi mengenai stunting menjadi menyenangkan dan mudah diingat melalui permainan ular tangga. Metode: Metode yang dilakukan dengan memberikan kuesioner berupa pre-test sebelum edukasi dan post-test setelah edukasi kepada kader kesehatan Dukuh Kupang. Hasil: Didapatkan nilai rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan edukasi 54,38 dan setelah dilakukan edukasi meningkat menjadi 63,76. Dilakukan uji Paired T-test didapatkan p hitung = 0.000. Kesimpulan: Ada peningkatan Pengetahuan yang signifikan para kader kesehatan Dukuh Kupang dari sebelum diberikan edukasi dengan sesudah diberikan edukasi.
Meningkatkan Kewaspadaan Dini Terhadap Mpox Melalui Pengamatan Kualitas Sirkulasi Udara Ruang Belajar Ayu Cahyani Noviana; Brian Manggala Sakri; Kyla Meisara Dunda; Jazilatul Baroroh; Artika Agistya Ningsih; Andika Guruh Saputra; Zakiya Kamila Khanza; Bustanul Arifin; Muhammad &#039;Azzam &#039;Izzuddin; Wima Handika Nugraha; Valent Narwabagja Pramana; Richita Gladys
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Semakin sempitnya lahan diperkotaan membuat bangunan bertumbuh ke atas termasuk rumah sakit, sekolah dan kampus serta perkantoran. Gedung-gedung yang menjulang tinggi rerata mempunyai kondisi yang tertutup untuk alasan keselamatan dan hanya mengandalkan sirkulasi udara dari  Air Conditioner(AC). Hal ini sangat mengkhawatir apalagi dengan hadirnya wabah seperti Covid 19 dan yang saat ini sedang ramai dibicarakan yaitu MPox. Sirkulasi udara yang tidak baik memudahkan penularan wabah terutama yang ditularkan melalui bersin dan batuk atau udara nafas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap wabah secara umum dan terhadap MPox  khususnya melalui pengamatan kualitas sirkulasi udara di ruang belajar mengingat sebagian besar waktu dihabiskan di kelas tersebut. Metode yang dilakukan dengan mengamati sirkulasi udara melalui beberapa hal seperti keberadaan jendela, ventilasi permanen, AC, tirai, pintu dan penerangan. Hasil yang didapatkan ruangan jarang dibuka baik pintu dan jendela, jendela ditutupi tirai tanpa ventilasi permanen serta hanya mengandalkan AC saja, sementara sinar matahari sulit menerobos masuk ke dalam ruangan. Kesimpulan sirkulasi udara di ruang belajar kurang optimal kualitasnya.
Pangan Darurat Berbasis Bahan Lokal Ipomoea Batatas Sebagai Ketahanan Pangan Saat Bencana Fakhirah Nailah Anrofi; Alya Raguan Al Habsyi; Fibran Aryan Nahya; Prita Aulia Nastaghfiruka; Fara Disa Durry
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap terjadinya bencana alam. Kasus bencana alam terbanyak adalah banjir yang mencapai 3870 kasus sepanjang Januari-Mei 2024. Ketika bencana terjadi makanan menjadi sulit didapatkan. Sementara pada kondisi tersebut, tubuh membutuhkan banyak energi. Penyediaan pangan darurat yang mudah dikonsumsi dan mengandung kalori tinggi menjadi hal yang penting saat bencana. Ipomoea batatas atau ubi jalar merupakan sebuah alternatif yang dapat digunakan untuk pangan darurat dengan keunggulannya yang mudah dikultivasi atau kemampuan yang bisa tumbuh dalam berbagai kondisi tanah dan iklim serta disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama. Tujuan: Kajian literatur ini akan mengeksplorasi potensi Ipomoea batatas sebagai pangan darurat saat banjir menurut kandungan gizi, daya simpan, dan kemudahan konsumsi. Penelitian ini selaras dengan sustainable development goals nomor dua yakni mengatasi kelaparan. Metode: Metode yang digunakan adalah pencarian sumber literatur yang berfokus pada artikel terkait dengan ketahanan pangan saat bencana. Diperoleh hasil sebanyak 4 jurnal dengan 3 jurnal berbahasa Indonesia dan 1 jurnal berbahasa Inggris. Hasil: Berdasarkan 4 penelitian yang ditelaah diperoleh hasil bahwa pembuatan produk pangan darurat berbasis ubi jalar dengan bentuk produk berupa snack bar, cookies, dan bubur instan merupakan opsi yang tepat berdasarkan akses perolehan dan kandungan gizinya. Kesimpulan: Berdasarkan daya simpan, kemudahan distribusi dan konsumsi, snack bar merupakan solusi yang tepat bagi penyelesaian krisis pangan saat bencana banjir. Kebaruan dari penelitian ini adalah belum ada yang membahas mengenai Ipomoea batatas sebagai pangan darurat pada kondisi bencana.
Upaya Pemberdayaan Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Leptospirosis Akibat Bencana Banjir Shofie Ayu Nur Ayu Nur Firdausi; Bisarda Kanira P. P. W; Farida Nayla Kholillah R; Irfani Prajnaparamita
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : banjir merupakan salah satu bencana alam yang banyak terjadi di berbagai negara dengan kenaikan 40% air lebih tinggi dari daratan. Sebanyak 109 kejadian banjir di Indonesia telah terjadi pada tahun 2024 yang dikaitkan dengan kasus leptospirosis. Leptospirosis tersebar di seluruh dunia dengan perkiraan kejadian sebesar 1,03 juta kasus dengan 58.900 kematian. Tujuan : artikel ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap penyebaran penyakit menular khususnya leptospirosis akibat bencana banjir. Metode : berupa literature review dengan mengumpulkan informasi yang diambil dari beberapa jurnal dengan bentuk data primer. Data yang didapatkan bersumber dari basis data PubMed, NCBI, Google Scholar, Mendeley, ResearchGate, dan Scopus 5 tahun terakhir berdasarkan kata kunci. Hasil : hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kasus leptospirosis terjadi pasca banjir dimana pengetahuan masyarakat tentang leptospirosis masih terbatas, meskipun ada peningkatan pengetahuan setelah program edukasi. Kesimpulan : masyarakat ikut berperan dalam pencegahan penyakit leptospirosis yang perlu ditingkatkan sehingga mampu melakukan pencegahan mandiri dan kelompok di pemukimannya. Sudah banyak penelitian yang mengkaji tentang pemberdayaan masyarakat terhadap kejadian banjir dan leptospirosis. Namun dari beberapa jurnal hanya sedikit yang membahas pemberdayaan masyarakat terhadap leptospirosis dalam banjir. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut mungkin dapat dilakukan menggunakan analisis bibliometric.
Analisis Komparatif Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok dan Konvensional di Kota Tasikmalaya Rizki Risanto Bahar; Dwi Apriyani; Dedi Djuliansah
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Budidaya ikan nila menjadi salah satu sektor usaha yang berkembang pesat di Indonesia. Pada tahun 2021, Provinsi Jawa Barat mencatatkan produksi budidaya ikan nila sebesar 270.925 ton, yang merupakan jumlah tertinggi di antara provinsi-provinsi lain (BPS, 2023). Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki Provinsi Jawa Barat dalam sektor budidaya ikan nila. Tujuan: Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam sektor perikanan, khususnya dalam budidaya ikan nila. Terdapat dua sistem dalam budidaya ikan nila di Kota Tasikmalaya yaitu sistem bioflok dan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komparatif berdasarkan variabel produksi, benih, pelet, dedak, EM4, waktu budidaya, tenaga kerja (TK), dan efisiensi teknis. Metode: Lokasi penelitian di Kecamatan Bungursari, Kawalu, Purbaratu, dan Cibeureum dengan 52 responden menggunakan pengujian Uji T. Hasil analisis menunjukkan variabel produksi, benih, pelet, dedak, EM4, dan efisiensi memiliki nilai sig(2-tailed) > 0,05 serta variabel waktu dan tenaga kerja memiliki nilai sig(2-tailed) ≤ 0,05. Simpulan: Maka dari itu, terdapat perbedaan signifikan dalam variabel waktu budidaya dan tenaga kerja (TK), dengan nilai 0,013 dan 0,019 yang menunjukkan bahwa sistem bioflok memerlukan waktu lebih singkat dan tenaga kerja lebih banyak dibandingkan sistem konvensional.
Mitigasi Krisis Pangan Global Warming: SDGs Pencegahan Malnutrisi (Literature Review) awanda Dias Rizkia Artha Putri; Lionesya Sukma Winata; Aninda Tanggono; Fara Disa Durry
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang krisis pangan di Indonesia dipicu oleh global warming yang dapat menyebabkan penurunan produksi beras dan berdampak pada populasi hewan serta tumbuhan. Krisis ini mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap malnutrisi.  Tujuan dari literatur ini dapat memberikan edukasi program SDGs sebagai solusi dari malnutrisi yang banyak mengancam kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.  Metode studi ini menggunakan Literature Review dengan data diperoleh dari basis data google scholer, PubMed, science direct dengan jumlah 20 artikel jurnal nasional dan internasional. Hasil mitigasi krisis pangan ini diakibatkan global warming yang berdampak pada kesehatan, terutama terjadinya malnutrisi diperparah dengan konservasi liar lahan pertanian sehingga ketahanan pangan menurun dan menganggu produksi pangan. Akibatnya, dapat meningkatkan risiko penurunan kesehatan berupa malnutrisi dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh akan kekurangan nutrisi. Program SDGs dan strategi komprehensif termasuk edukasi gizi serta dukungan pemerintah terkait sektor pangan diperlukan untuk mengatasi masalah krisis pangan saat ini. Kesimpulan  Program SDGs berperan penting dalam ketahanan pangan dan kesejateraan masyarakat karena krisis pangan yang menyebabkan malnutrisi dapat melemakan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit.    

Page 8 of 14 | Total Record : 131