Articles
131 Documents
Optimalisasi Peran Gerakan PKK dalam Mencegah Pelecehan Seksual terhadap Anak Melalui Program Gotong Royong dan Pendidikan
Ardhiwinda Kusumaputra;
Endang Retnowati;
Agam Sulaksono
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Lembaga Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), pada dasarnya mempunyai peran krusial terhadap pembangunan masyarakat, baik dalam lingkup misalnya pendidikan, sosial, budaya dan ekonomi. Namun, keberadaan PKK yang sampai pada tingkat lokal (kelurahan), ternyata masih belum sepenuhnya optimal. Apalagi jika dihadapkan dengan isu sosial dan hukum, salah satunya adalah pelecehan seksual terhadap anak. Salah satu wilayah yang menjadi sorotan atas permasalahan tersebut adalah di Kelurahan Kalianyar. Adapun yang menjadi sorotan pokok permasalahannya adalah apakah yang menjadi kendala bagi PKK dalam upaya pencegahan pelecehan seksual terhadap anak? Bagaimana optimalisasi peran PKK dalam mencegah kekerasan seksual terhadap anak? Tujuan: Tujuannya adalah memberikan alternatif solusi atas pokok permasalahan sekaligus meningkatkan kompetensi PKK dengan tetap berdasar pada aspek hukum. Metode: Dilakukan kegiatan sosialisasi yang dimaksudkan untuk dapat menemukan jawaban dari pokok persoalan, sekaligus dapat memberikan alternative penyelesaian dan peningkatan wawasan masyarakat, khususnya di lingkungan Kelurahan Kalianyar Kecamatan Bangil. Hasil: Adapun yang menjadi temuan bahwa terdapat kendala diantaranya masih banyak masyarakat yang belum memahami secara tepat peran dari PKK. Masyarakat masih beranggapan jika PKK adalah wadah perkumpulan saja, tanpa punya peran yang krusial. Masih belum meratanya PKK pada setiap warga, yang dibuktikan dengan masih ada warga yang tidak terlibat dalam kegiatan PKK. Atas dasar itulah, maka bentuk optimalisasinya dilakukan dengan menguatkan program gotong royong dan pendidikan. Dalam hal ini perlu ada peran dari Kepala Kelurahan Kalianyar untuk lebih aktif mengajak masyarakatnya. Kesimpulan: Perlunya untuk memberikan wawasan kepada masyarakat (umum), khususnya anggota PKK untuk aktif dan peka terhadap tindakan / pontensi aktifitas yang mengarah pada pelecahan seksual terhadap anak di lingkungan terdekat yaitu keluarga dan tetangga.
Identifikasi Senyawa Rhodamin B, Boraks dan Formalin pada Berbagai Makanan Basah di Kecamatan Kenjeran Surabaya
Jonathan;
Masfufatun;
Meilya Putri Syahida;
Ni Made Putri Pradnyandari;
Tikapa Muwawiyai Pigome;
Fehima Syachsiyat Alya;
Andini Risma Ayunda Dewi;
Muhammad Rozzan Prananda;
Nurma Fitri;
Mohammad Ali Izzudin;
Rachmawati Dwi Apriliyani
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latarbelakang: Penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai peruntukan dan melebihi batas maksimum residu (BMR) pada makanan merupakan masalah serius yang dapat membahayakan kesehatan konsumen. Boraks, formalin, dan Rhodamin B adalah beberapa bahan kimia berbahaya yang sering disalahgunakan dalam industri pangan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penggunaan bahan tambahan berbahaya pada makanan basah yang dijual di pasar kecamatan Kenjeran, Surabaya. Metode: merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya pada bulan Agustus 2024. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan kriteria produk makanan basah seperti frozen food, cilok, cimol, cireng, mie dan tahu yang dijual di lima penjual di daerah kecamatan Kenjeran Surabaya sebanyak 30 sampel. Tes keberadaan boraks, formalin dan rhodamine B dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan rapid test merk Labstest Reagen. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase yang mengandung boraks, formalin dan rhodamine B. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 30 sampel yang diuji mengandung boraks (100%), 4 sampel yang diuji mengandung formalin (13.3 %), dan tidak ada sampel yang mengandung Rhodamin B (0%). Sampel yang mengandung boraks terdapat pada semua makanan basah. Kesimpulan: Masih terdapat zat bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti boraks dan formalin pada berbagai jenis makanan basah yang dijual di wilayah Kenjeran Surabaya. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan kesadaran produsen dan penjual makanan tentang bahaya penggunaan bahan tambahan berbahaya serta upaya pengawasan yang lebih intensif dari pihak berwenang.
Evaluasi Buku Teks Tematik Kelas VI: Representasi Nilai Multikultural dalam Pembelajaran
Diah Yovita Suryarini;
Amiruddin Hadi Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Buku teks memegang peranan penting dalam pendidikan dasar, berfungsi sebagai media utama untuk mengajarkan berbagai konsep termasuk nilai-nilai multikultural. Buku Sekolah Dasar Kelas VI Tema 2 "Persatuan Dalam Perbedaan" dirancang untuk mengenalkan siswa pada konsep persatuan di tengah keberagaman. Mengingat kompleksitas keberagaman budaya dan etnis di Indonesia, evaluasi terhadap buku ini penting untuk memastikan bahwa buku tersebut secara efektif menyampaikan nilai-nilai multikultural. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana Buku Sekolah Dasar Kelas VI Tema 2 "Persatuan Dalam Perbedaan" merepresentasikan nilai-nilai multikultural. Penelitian ini juga bertujuan untuk menilai integrasi nilai-nilai tersebut dalam materi pembelajaran dan bagaimana buku ini mencerminkan keberagaman budaya serta kekayaan alam negara-negara ASEAN. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan pustaka. Data dikumpulkan melalui teknik membaca dan pencatatan dari buku teks. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif yang mencakup empat tahap: pengumpulan data, pemadatan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik sampling diterapkan untuk memastikan data yang relevan dan fokus pada aspek pendidikan multikultural. Hasil: Evaluasi menunjukkan bahwa buku ini secara efektif mengintegrasikan nilai-nilai multikultural, mencakup berbagai aspek budaya dan kekayaan alam dari negara-negara ASEAN. Buku ini berhasil menyampaikan pesan persatuan di tengah perbedaan dengan baik. Kesimpulan: Buku Sekolah Dasar Kelas VI Tema 2 "Persatuan Dalam Perbedaan" berhasil merepresentasikan nilai-nilai multikultural secara komprehensif. Buku ini sesuai dengan tujuan kurikulum dan efektif dalam mengajarkan konsep persatuan serta keberagaman kepada siswa, meskipun masih ada potensi untuk penambahan konten yang lebih mendalam.
PkM Peningkatan Kemampuan Bermain Musik Melalui Metode Garap pada Siswa Panti Asuhan Arif Rahman Hakim
jarmani;
Desi Eka Pratiwi;
Suprihatin;
Panji Agung Prayogi
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Asrama panti asuhan arif rahman hakim berlokasi di Jl. Arif Rahman Hakim-Deles II/12 yang menaungi anak-anak yang kurang beruntung di wilayah surabaya dan sekitarnya. Banyak kegiatan yang sering dilakukan di panti asuhan misalnya (1) kegiatan bermain bersama anak panti Misalnya melalui game atau musik (2) Pengajian dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT (3) berbagi bingkisan kepada anak anak yatim baik berupa barang maupun uang tunai (4) Berbagi Ilmu melalui pemberian materi penting dengan penghuni panti asuhan. Diantara beberapa kegiatan yang sering dilakukan diatas, kegiatan musik merupakan salah satu kegiatan yang banyak diminati oleh siswa di asrama panti asuhan arif rahman hakim dalam menyalurkan bakat dan kreativitas di bidang seni dan budaya. Tujuan: pengusul bekerjasama dengan asrama panti asuhan arif rahman hakim memberikan wadah untuk menyalurkan minat dan bakat siswa-siswi di bidang bermain musik garap. Metode: yang digunakan pada Program Pengabdian Masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahap yaitu: Pada tahap pertama pendampingan dan pengenalan tentang materi bermain musik garap; tahap kedua para siswa di asrama panti asuhan arif rahman hakim mempraktikkan bermain musik garap dengan didampingi tim pengusul. Tahap ketiga para siswa bekerjasama dan membentuk kelompok untuk melakukan pementasan bermain musik garap di depan tim pengusul dan para pengelolah panti asuhan Hasil: Melalui program pengabdian masyarakat ini pengusul ingin memberikan pengetahuan dan pendampingan terhadap anak-anak di asrama panti asuhan melalui pendampingan bermain musik melalui metode garap sehingga kemampuan dan daya imajinasi siswa inklusi dapat berkembang. Kesimpulan: Pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran musik di Panti Asuhan Arif Rahman Hakim berhasil dan berkelanjutan.
Training to Prevent the Spread of Hoaxes among New Voters during the 2024 Election in High Schools
Rizca Yunike Putri;
Ahmad Sufaidi;
Mandra Nur Alia;
Caroline Nur Halizah;
Septiana Syahra Choiriyah;
Ainun Tafsil Mufidah
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Pemilih pemula masih banyak yang belum sepenuhnya memahami dan merasakan urgensi peran mereka dalam proses demokrasi. Tahun 2024 di Indonesia merupakan tahun politik yang tidak hanya akan melakukan pemilihan umum pada 14 Februari 2024 untuk memilih presiden, wakil presiden serta legislative, tapi juga pilkada serentak pada 27 November 2024 untuk memilih pemimpin daerah serentak secara nasional meliputi Gubernur, Wali Kota dan Bupati. Total jumlah DPT secara nasional adalah 204.8 juta jiwa. Pemilih pemula yang merupakan generasi Z dengan usia 17-20 tahun pada Pemilu 2024 secara kuantitas menduduki posisi ke 3 dengan jumlah 46,8 juta jiwa. Nyatanya kuantitas populasi dengan posisi ke-3 tidak membuat pemilih pemula yang merupakan generasi-Z telah menentukan pilihannya secara pasti saat Pemilu dan Pilkada pada 27 November 2024. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman, minat dan partisipasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan berdemokrasi. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan PRA (Participatory Rural Appraisal). Metode ini digunakan agar mitra sasaran terlibat aktif sebagai perencana, peneliti dan pelaksanaan. Hasil: Kegiatan yang melibatkan banyak pihak yakni stakeholder, mitra dan katalisator (sebagai satu kesatuan tim PKM) dapat memberikan pemahaman serta melatih pelajar untuk aktif memberikan hak suara serta mampu membedakan informasi terkait masalah-masalah pemilu yang mereka terima. Kesimpulan: Pemilih pemula yang masuk dalam kategori generasi muda, merupakan aset berharga bagi perkembangan negara demokrasi. Pelaksanaan pemberian edukasi khusus bagi pemilih pemula dengan tujuan meningkatkan pemahaman, minat dan partisipasi pemilih dalam berbagai aspek kehidupan berdemokrasi.
Bimbingan Tehnis (Bintek) Penguatan Perolehan Hak Cipta Atas Motif Batik Tradisionil Di Sanggar Batik Ka'wung Sari Sidoarjo
Tatak Subagiyo, Dwi;
Wibisono, Hari;
Widjangkoro, Hanung
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Hak Cipta Atas Motif Batik, merupakan suatu hal yang sangat penting bagi Unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah, selanjutnya disebut dengan UMKM yang ada di Sidoarjo. Akan tetapi tentunya yang sangat disayangkan dalam hal ini adalah banyaknya Unit UMKM yang masih belum mengerti mengenai pentingnya hak cipta atas motif batik dan belum melakukan pendaftaran hak cipta atas motif batik dalam bentuk apapun. Masyarakat Kelurahan Magersari, khususnya wilayah Rukun Warga 07, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo jarang memiliki pengetahuan hukum baik terkait dengan hukum keperdataan,ataupun hukum pidana, terutama terkait tentang perlindungan hukum di bidang Hak Cipta Atas Motif Batik dalam hal ini hak cipta dan tata cara pendaftarannya. Padahal banyak masyarakat Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo yang membuka usaha dalam bentuk UMKM, bidang usaha batik tradisional kawung sari. Tujuan: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan penjelasan mengenai pentingnya perlindungan Hak Cipta Atas Motif Batik khususnya hak cipta terhadap produk UMKM yaitu motif batik tradisional serta memberikan Bimbingan Teknis dan Tata Cara Pendaftaran Hak Cipta Atas Motif Batik khususnya hak cipta atas motif batik dari Produk UMKM di Kelurahan Megersari Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran pendaftaran sertifikat hak cipta Batik Ka’wung dan meningkatnya pengetahuan mengenai perlindungan Hak Cipta Atas Motif Batik oleh masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyimpulkan bahwa transfer pengetahuan mengenai perlindungan hukum serta pendaftaran hak cipta atas motif batik terlaksana secara efektif melalui penyuluhan hukum dan bimbingan teknis kepada masyarakat di Kelurahan Magersari, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.
Isolasi Bakteriofag Dari Limbah Burung Walet Menggunakan Metode Plaque Assay
Savitri, Ananda Maudya;
Ningrum, Siti Gusti
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Bakteriofag atau phage adalah virus yang menyerang sel bakteri. Karena fag adalah musuh alami bakteri yang sering terdapat dalam air limbah, fag dapat digunakan sebagai agen biokontrol yang efisien untuk mikroorganisme bawaan yang berbahaya. Manfaat bakteriofag adalah kemampuannya menghasilkan enzim lisozim, yang memungkinkan mereka menginfeksi dan melisiskan bakteri tertentu. Ini adalah salah satu manfaat penggunaan bakteriofag untuk melakukan biokontrol bakteri dengan cara yang lebih aman. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengisolasi bakteriofag dari limbah di lingkungan rumah burung walet menggunakan metode plaque assay. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observational laboratorik. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara acak dengan menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil dari 2 rumah burung walet, dengan jumlah 20 sampel limbah burung walet yang diperoleh dari rumah burung walet di Sumedang. Kultur bakteri yang digunakan sebagai inang untuk isolasi bakteriofag adalah Lysinibacillus sp. Spot test dilakukan dengan mencampurkan 500μl bakteri dan TSA semisolid lalu dituangkan ke media TSA kemudian filtrat bakteriofag di teteskan sebanyak 10μl dan diinkubasi. Setelah zona bening muncul maka dilakukan plaque assay dengan pengenceran 10-1 – 10-6 kemudian masing-masing pengenceran dicampur ke TSA dan diinkubasi pada suhu 30°C. Picking plaque dilakukan dengan mengambil single plaque. Hasil: Hasil spot test dalam penelitian ini terdapat 2 sampel LHW dan LPW yang menunjukkan zona clear, hasil plaque assay diperoleh satu sampel LPW dengan titer 2,5 x 105 PFU/ml. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, isolasi bakteriofag dari limbah burung walet menggunakan metode plaque assay dapat mengisolasi satu bakteriofag terhadap bakteri penghasil nitrit Lysinibacillus sp. Kesimpulan: Penelitian ini berhasil mengisolasi bakteriofag terhadap Lysinibacillus sp.
Host Range Bakteriofag Yang Diisolasi Dari Limbah Di Lingkungan Rumah Burung Walet
Dewantoro, Bagas Satrio Dewantoro;
Siti Gusti Ningrum
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang Bakteriofag adalah salah satu organisme hidup mikroskopis paling umum yang menghuni bumi ini. Bakteriofag merupakan virus yang dapat menginfeksi bakteri. Bakteriofag merupakan virus yang memiliki sifat parasit obigat terhadap bakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status narrow atau broad host range dari bakteriofag yang diisolasi dari limbah di lingkungan rumah burung walet. Kultur bakteri Stenotrophomonas maltophilia, Pseudomonas putida dan Priestia megaterium digunakan dalam uji host range metode spot test kemudian dilanjutkan dengan metode plaque assay untuk mengetahui jumlah titer bakteriofag. Media yang digunakan adalah Tryptone Soya Agar, Tryptone Soya Agar semi solid, dan Brain Heart Infusion Broth. Kultur bakteri Stenotrophomonas maltophilia, Pseudomonas putida dan Priestia megaterium pada media Tryptone Soya Agar dan diinkubasi selama 24 jam dalam suhu 30˚C. Bakteri diambil koloni terpisah dengan ose bulat lalu dicelupkan pada erlen mayer yang berisi Brain Heart Infusion Broth dan diinkubasi sampai terlihat keruh pada inkubator shaker dengan suhu 30˚C. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif observasional. Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa bakteriofag mampu melisiskan bakteri Stenotrophomonas maltophilia dikonfirmasi terbentuknya plak clear atau zona bening metode spot test pada cawan petri. Pada percobaan uji host range dengan menggunakan tiga bakteri Stenotrophomonas maltophilia, Pseudomonas putida dan Priestia megaterium didapatkan hasil bahwa bakteriofag hanya dapat menginfeksi dan melisiskan bakteri Stenotrophomonas maltophilia. Dapat disimpulkan bahwa host range bakteriofag yang diisolasi dari limbah di lingkungan rumah burung walet adalah memiliki kisaran inang Narrow atau sempit. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kesimpulannya bahwa host range atau kisaran inang bakteriofag dari limbah dilingkungan rumah burung walet adalah narrow atau sempit. Karena hanya mampu melisiskan satu bakteri Stenotrophomonas maltophilia dikonfirmasi munculnya clear plak pada uji spot test.
Morfologi Bakteriofag Yang Di Isolasi dari Air Di Lingkungan Rumah Burung Walet (Aerodramus fucip)hagus)
Mutiara Putri, Junita;
Gusti Ningrum, Siti
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar belakang: Data tentang bakteriofag yang diisolasi dari air yang ditemukan di lingkungan rumah burung walet tidak ditemukan dalam sumber daya yang disediakan. Namun, beberapa sumber menemukan bakteri lain seperti Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Bacillus sp, Pseudomonas sp, Erwina sp, Enterobacter, dan Shigella sp pada feses dan sarang burung walet. Tujuan: Untuk mengetahui tipe plaque dari bakteriofag Pseudomonas putida yang diisolasi dari air di lingkungan rumah burung walet. Metode: Kultur Bakteri Pseudomonas putida media yang digunakan adalah BHIA dan BHIB. Kultur bakteri Pseudomonas putida pada media BHIA dengan teknik kuadran dan diinkubasi selama 24 jam dalam suhu 30C˚. Bakteri diambil koloni terpisah denga ose bulat lalu dicelupkan pada erlen yang berisi BHIB dan diinkubasi sampai terlihat keruh pada incubator shaker dengan suhu 30C˚. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif. Deskriptif yang dimaksud adalah dengan menerangkan dan memaparkan hasil dari penelitian yang didapat. Hasil: Hasil penelitian yang menunjukkan bahwa bakteri Pseudomonas putida membentuk fag turbid mengindikasikan bahwa bakteriofag yang diisolasi tidak dapat secara efektif melisiskan atau menginfeksi bakteri tersebut. Fag turbid biasanya menghasilkan zona pertumbuhan bakteri yang tidak jelas atau buram di sekitar titik aplikasi fag pada media kultur. Fenomena ini menandakan kegagalan fag untuk membentuk lisis atau pembentukan zona jelas di sekitar area infeksi, yang biasanya terlihat sebagai area yang jernih atau "transparan" di sekitar tempat fag aktif dalam menginfeksi dan membunuh bakteri inang. Selain bakteri Pseudomonas putida, terdapat bakteri lain seperti Ralstonia solanacearum dan Aerodramus fuciphagus yang terdapat hasil turbid. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kesimpulan bahwa bakteriofag uji Pseudomonas putida yang diisolasi dari air di lingkungan rumah burung walet memiliki morfologi tipe plak turbid yang menunjukkan bahwa bakteriofag tersebut tidak efektif dalam melisiskan atau menginfeksi bakteri yang di uji (Pseudomonas putida).
Pemberdayaan Santri dengan Pemanfaatan Lahan Sempit di Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak Jombang
Widya Inti, Ristani;
Herawati, Jajuk;
Indarwati;
Pratama Dhinata, Yhogga;
Gardiana Murni, Maria;
Susilo, Achmadi
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Latar Belakang: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan di Pondok Pesantren Bhakti Bapak Emak (Ponpes-BBE) yang berdomisili di Bareng Jombang dalam mendukung kemandirian pangan melalui pengelolaan tanaman sayuran khususnya Solanaceae. Tujuan: kegiatan PkM membantu mitra di dalam pemanfaatan lahan pekarangan, sehingga mitra mengenal dan tahu teknik budidaya serta pemeliharaan tanaman Solanaceae. Kegiatan PkM dilakukan dalam mendukung pemecahan permasalahan mitra dalam pemanfaatan lahan yang ada di seputar pondok, yang belum termanfaatkan secara optimal. Metode: Program dilakukan melalui keterlibatan aktif baik secara partisipatif maupun inisiatif, melalui metode Rapid Rural Appraisal (RRA) dan Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demplot dan pendampingan pada masyarakat pondok baik para santri maupun pengurus pondok untuk memberikan tambahan ilmu pengetahuan, dan ketrampilan di bidang pertanian dalam optimalisasi lahan seputar pondok. Hasil: Hasil dari optimalisasi lahan dengan budidaya tanaman solanaceae dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari di pondok, mengurangi pengeluaran pondok, serta dapat meningkatkan gizi masyarakat pondok. Diharapkan dengan adanya kegiatan PkM ini, para santri sebagai masyarakat pondok tidak hanya belajar tentang agama saja, tetapi juga belajar di bidang pertanian untuk menambah wawasan dan ketrampilan, sehingga bisa membantu dalam memanfaatkan dan mengoptimalkan lahan yang ada di sekitar pondok. Selain itu juga bisa digunakan sebagai bekal ketrampilan setelah lulus dari pondok. Kesimpulan: Terjadi perubahan perilaku pada masyarakat ponpes BBE baik para santri maupun pengurus ponpes, dalam optimalisasi lahan di sekitar pondok dengan budidaya tanaman Solanaceae.