cover
Contact Name
masfufatun
Contact Email
masfufatun@uwks.ac.id
Phone
+6281555465802
Journal Mail Official
semnaskusuma@uwks.ac.id
Editorial Address
Dukuh Kupang XXV no. 54 Surabaya Jawa Timur, Kode Pos 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kusuma
ISSN : -     EISSN : 30629365     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional KUSUMA merupakan terbitan berkala setiap tahun sekali pada bulan Oktober. Prosiding ini berisi kumpulan artikel hasil penelitian dan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional KUSUMA yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Prosiding ini memuat sejumlah artikel oleh para pakar, praktisi, dan mahasiswa di perguruan tinggi dalam berbagai bidang/multidisiplin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 131 Documents
Peran Status Gizi terhadap Aktivitas Fisik, Prestasi Belajar Dan Body Image Mahasiswa di Indonesia: Tinjauan Literatur Fara Disa Durry; Alya Shofiyah Zahira; Kendra Callista Satyafebrianti; Putri Noviana Agustina4; Rafi Auliya Arbani; Irma Seliana
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi yang optimal memainkan peran kunci dalam mendukung aktivitas fisik yang sehat dan produktif pada mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki status gizi yang seimbang cenderung memiliki tingkat energi dan kebugaran yang lebih baik sehingga dapat memotivasi dan meningkatkan partisipasi mereka dalam aktivitas fisik dan kinerja akademik. Ketidakseimbangan status gizi dapat memberi dampak negatif terhadap kemampuan kognitif, konsentrasi hingga berdampak pada hasil akademik mahasiswa. Selain itu, mahasiswa dengan status gizi kurang atau obesitas cenderung memiliki pandangan negatif terhadap bentuk tubuhnya. Tekanan sosial, standar kecantikan media, serta norma-norma sosial menjadi faktor yang ikut memengaruhi persepsi body image mahasiswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh status gizi terhadap aktivitas fisik, prestasi belajar, dan body image mahasiswa di Indonesia. Metode penelitian merupakan tinjauan literatur dari google scholar dan garuda sebagai pencarian database. Kata kunci yang digunakan adalah status gizi, indeks massa tubuh, antropometri, aktivitas, prestasi, body image, dan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan mahasiswa dengan status gizi kurang cenderung memiliki aktivitas dan prestasi belajar lebih rendah dibandingkan dengan status gizi yang normal. Status gizi yang tidak optimal berkaitan dengan body image mahasiswa. Kesimpulan: Penting bagi institusi pendidikan dan pihak terkait di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pola makan sehat dan seimbang, aktivitas fisik yang teratur untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan mahasiswa. Dengan memperhatikan status gizi yang optimal, diharapkan dapat meningkatkan aktivitas fisik, prestasi belajar, dan body image yang positif pada mahasiswa di Indonesia. Kata Kunci: status gizi, indeks massa tubuh, antropometri, aktivitas, prestasitatus gizi, prestasi, gizi, mahasiswa
Tinjauan Literatur: Analisis Penanggulangan Banjir terhadap Penyakit Diare di Indonesia Mikael Krishna Putra Arrya Artanto; Aisyah Nur Shafira; Salsabillah Haya Pratama; Tia Maya Affrita
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Bencana banjir sering terjadi di Indonesia dapat menimbulkan suatu permasalahan kesehatan yaitu timbulnya penyakit infeksius salah satunya diare. Diare yang disebabkan infeksi adalah inflammatory dan non inflammatory. Tujuan: Pada salah satu artikel yang diambil sebagai acuan dalam literatur review ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami hubungan pengaruh bencana banjir terhadap diare, serta memberikan edukasi pada masyarakat tentang penanggulangan diare saat bencana hingga pasca bencana. Metode: Penelitian ini metode yang digunakan adalah studi literatur review dengan menggunakan strategi PICO (Population, Intervention, Comparison, Outcome) merupakan metode analisis yang digunakan dalam penelitian kesehatan untuk memahami dan mengidentifikasi informasi yang relevan. Jurnal yang digunakan pada studi ini dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Terdapat lima jurnal yang ditelaah untuk mengetahui korelasi antara banjir, penanggulangan banjir dan angka kejadian diare yang menunjukkan adanya korelasi berbanding lurus anatara banjir dan angka kejadian diare dan korelasi berbanding terbalik antara penanggulanganbanjir dan diare Kesimpulan : Diperlukan adanya penanggulangan banjir dan dampak banjir untuk menekan angka kejadian diare pasca banjir .
Pelatihan Scratch Coding untuk Media Pembelajaran bagi Guru di Kota Malang Maslihah; Emmy Wahyuningtyas; Nonot Wisnu Karyanto; Wisnu Yudo Untoro; Siska farizah mauludiah
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dalam era digital saat ini, pemanfaatan teknologi informasi dalam proses pembelajaran menjadi semakin penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan pelatihan Scratch Coding sebagai media pembelajaran bagi guru-guru di Kota Malang. Pelatihan ini dilaksanakan di SMK PGRI 3 Malang dan diikuti oleh guru- guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK hingga SMA/SMK. Metode: Metode yang digunakan adalah project-based learning, dimana peserta dapat langsung menerapkan materi yang diajarkan dengan membuat proyek kecil menggunakan platform Scratch. Hasil: Hasil dari pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dari peserta, yang berhasil menyelesaikan proyek dalam waktu yang ditentukan dan menunjukkan keinginan untuk mengikuti pelatihan lanjutan. Kesimpulan: Dengan meningkatnya kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis multimedia, diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan inovatif, sehingga dapat meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa.
Studi Keterkaitan Ukuran Ikan Asin dengan Tingkat Penggunaan Formalin sebagai Bahan Pengawet Freshinta Jellia Wibisono; Laili Dyah Sitaresmi; Rondius Solfaine; Ady Kurnianto; Ummi Rahayu
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Ikan asin merupakan produk perikanan yang populer di Indonesia dan sering digunakan sebagai bahan makanan sehari-hari. Untuk memperpanjang masa simpan, sering kali digunakan formalin sebagai pengawet. Penggunaan formalin dalam jumlah berlebih dapat membahayakan kesehatan konsumen. Tujuan: Mengetahui ada tidaknya hubungan antara ukuran ikan asin terhadap penggunaan formalin sebagai bahan pengawet. Metode: Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling, 100 ikan asin yang berasal dari 20 pedagang yang menjual ikan asin di Pasar Tradisional Kota Surabaya dan Pengujian formalin menggunakan uji kualitatif menggunakan tes kit formalin. Analisis data menggunakan analisis analitik chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan secara keseluruhan sebanyak 55% ikan asin yang dijual di pasar tradisional mengandung bahan pengawet formalin. Dari 100 ikan asin yang berukuran besar terdapat 72 ikan asin yang menggunakan bahan pengawet ikan asin, dan dari 100 ikan asin yang berukuran kecil, terdapat 44 ikan asin yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet. Berdasarkan hasil analisis Chi-Square yang menunjukkan nilai c2 hitung (7.29) lebih dari c2 tabel, sehingga H1diterima dan H0 ditolak, terdapat hubungan antara ukuran ikan asin dengan penggunaan formalin sebagai bahan pengawet. Nilai OR = 3, artinya penggunaan formalin pada ikan asin yang berukuran besar 3 kali lebih banyak daripada ikan asin ukuran kecil. Kesimpulan: Penggunaan formalin sebagai bahan pengawet ikan asin masih cukup tinggi, hal ini dapat membahayakan kesehatan bagi konsumen dan perlu dilakukan adanya edukasi ke produsen ikan asin terkait penggunaan bahan pengawet atau cara pengawetan yang sesuai.
Penyuluhan Kesehatan Tahap 2 untuk Memonitor Upaya Pencegahan Stroke dan Penyakit Jantung di Dupak Badarejo Surabaya Olivia Herliani; Suhartati; Noer Kumala Indahsari; Chenny Andriani Wiyono; Masfufatun; Ayu Cahyani Noviana
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit katastropik meningkat tajam 18,6% pada tahun 2022 berdasarkan data Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan untuk skrining penyakit jantung dan stroke telah dilakukan pada Pengabdian kepada Masyarakan (PkM) tahap 1 di Dupak Bandarejo, namun sesuai roadmap PkM dan data JKN terbaru, maka rangkaian kegiatan ini perlu dilanjutkan. Tujuan: PkM Tahap 2 ini bertujuan melakukan pengawasan terhadap upaya pencegahan stroke dan penyakit jantung di Dupak Bandarejo Surabaya.   Metode: Kegiatan PkM tahap 2 ini dimulai dengan penyuluhan lanjutan mengenai penyakit jantung dan stroke. Pengabdi kemudian mengadakan pemeriksaan kesehatan, berupa pemeriksaan vital sign (terutama tekanan darah), anamnesis keluhan yang dimiliki, pemeriksaan darah (kolesterol, glukosa darah, dan asam urat), memfasilitasi konsultasi dokter agar peserta mendapat saran dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Hasil: Peserta sejumlah 41 orang terdiri dari 22 orang wanita dan  19 orang laki-laki, dengan rata-rata usia di atas 50 tahun. Rata-rata nilai posttest mengalami kenaikan dibandingkan rata-rata nilai pretest. Hasil pemeriksaan menunjukkan 42% peserta (17 orang) memiliki tekanan darah lebih tinggi dari nilai normal, 39% peserta (16 orang) memiliki kadar glukosa darah lebih tinggi dari nilai normal, 59% peserta (24 orang) memiliki kadar kolesterol lebih tinggi dari nilai normal, dan 27% peserta (11 orang) memiliki kadar asam urat lebih tinggi dari nilai normal. Kesimpulan: Penyuluhan memperbaiki pengetahuan peserta namun karena faktor usia dan kondisi kesehatan, maka hasil penyuluhan kurang maksimal. Pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol dan glukosa darah yang dilakukan, sudah sesuai untuk memonitor pencegahan penyakit jantung dan stroke.
Uji Aktivitas  Madu Apis dorsata sebagai Antifungi dalam Menghambat Pertumbuhan Candida albicans Syahrefi Syahrefi; Masfufatun
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Candida terjadi sebagai jamur komensal yang menyerang saluran pencernaan dan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti kandidiasis mulut dan vagina. Madu memiliki senyaawa yang dapat memnghambat pertumbuhan mikroba, seperti flavonoid, asam fenolik asam askorbat, katalase, peroksidase, dan karotenoid. Tujuan: penelitan ini bertujuan untuk menentukan efektifitas madu dalam menghambat pertumbuhan C. albicans. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian true eksperimental dengan pendekatan Post-Test Only Control Group Desain . Uji antifungi menggunakan metode mikrodilusi dengan 5 kali replikasi. Kemudian Absorbansi diamati menggunakan ELISA reader. Nilai KHM50 ditentukan dengan analisis porbit. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan madu dengan konsentrasi 100%; 50%; 25%; 12,5%; 6,25% dan 3,13% memiliki kemampuan sebagai antifungi dengan persentase penghambatan masing masing sebesar 86.03, 73.22, 15.13, 4.51, 3.07 dan 5.15%. Berdasarkan analisis probit dengan SPSS diperoleh nilai KHM50 madu Apis dorsata sebesar 41.8%. Kesimpulan: Madu A. dorsata mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan dari C. albicans sehingga dapat digunakan sebagai obat alternatif untuk terapi penyakit infeksi akibat C. albicans
Penguatan Pengetahuan ASI Eksklusif pada Kader Kecamatan Sukomanunggal Untuk Pencegahan Stunting melalui Program Emotional-Demonstration Sukma Sahadewa; Andiani; Wike Herawaty; Sri Lestari Utami
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak akibat gizi buruk, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Kota Surabaya mempunyai prevalensi stunting terendah di Jawa Timur karena berbagai program pada penanganannya melibatkan berbagai pihak termasuk kader kesehatan. Peningkatan kapasitas kader sangat diperlukan mengingat peran kader kesehatan dalam pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan menguatkan pengetahuan ASI Eksklusif pada kader Kecamatan Sukomanunggal (Kader Surabaya Sehat) untuk pencegahan stunting melalui Program Emotional-Demonstration. Metode: Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui edukasi dengan penyuluhan, pemberian brosur, dan materi. Pretest dan posttest diberikan untuk melihat ada atau tidaknya penguatan pengetahuan atas materi yang diberikan. Pertanyaan yang diberikan berjumlah 10 buah. Uji korelasi Spearman digunakan untuk menganalisis hubungan diantara hasil keduanya. Hasil: Responden kader yang berperan serta berjumlah 195 orang. Perbandingan hasil pretest dan postest yang menunjukkan penguatan pengetahuan berturut-turut adalah peningkatan nilai rata-rata 46,26 dan 87,13. Selain itu juga ditunjukkan pada nilai dengan frekuensi (persentase) terbanyak adalah nilai 40 (50 orang dan 25,6%) pada pretest dan nilai 100 (83 orang dan 42,6%) pada posttest. Uji statistik menunjukkan ada hubungan antara nilai pretest dan posttest (nilai p = 0,002 < 0,05). Kesimpulan: Adanya penguatan pengetahuan ASI Eksklusif pada kader Kecamatan Sukomanunggal melalui Program Emotional-Demonstration diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader untuk menunjang program pencegahan stunting Kota Surabaya, yaitu “zero growth stunting” .  
Edukasi Senam Pembebanan pada Osteoporosis dan Pemeriksaan Densitas Mineral Tulang Lansia Desa Kedanyang (Gresik) Sri Lestari Utami; Ira Idawati; Pratika Yuhyi Hernanda
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Osteoporosis (penyakit keropos tulang) menyebabkan peningkatan risiko patah tulang, yang akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas penderitanya karena imobilitas.  Osteoporosis dapat dicegah atau dihambat melalui peningkatan kepadatan massa tulang, diantaranya dengan senam pembebanan. Tujuan: Tujuan kegiatan adalah edukasi osteoporosis, kepadatan massa tulang dan pengukurannya, serta senam dengan pembebanan di Posyandu Lansia RW 7 Desa Kedanyang (Kecamatan Kebomas, Gresik), karena hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya. Metode: Kegiatan yang dilakukan adalah edukasi manajemen pemeliharaan kesehatan tulang agar terjaga kepadatannya pada osteoporosis melalui penyuluhan untuk peningkatan dan penguatan pengetahuan serta pemahaman tentangnya (diukur melalui pemberian pretest dan postest). Kegiatan lainnya adalah pengukuran kepadatan/densitas massa tulang (Bone Mineral Density/BMD) dan demontrasi atau pelatihan gerakan-gerakan senam dengan pembebanan pada Lansia melalui SEDAP BUGAR LANSIA. Kuesioner faktor risiko osteoporosis yang diisi akan digunakan untuk konsultasi dokter terkait hasil BMD. Pemeriksaan pendukung lainnya yang bisa dikaitkan adalah kadar gula darah acak, Hb, hematokrit, tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan nadi). Brosur berisi informasi yang disampaikan dalam kegiatan, yang berguna untuk Lansia. Hasil: Kegiatan ini diikuti oleh 86 orang (51 laki-laki dan 35 perempuan). Hasil pengukuran BMD (berdasarkan nilai skor T) didapatkan persentase osteoporosis, osteopenia dan normal sebesar 39,5; 40,7; dan 19,8 berturut-turut. Hasil perbandingan jawaban pada pre dan post-test dari 5 pernyataan menunjukkan penurunan jawaban yang salah, tidak ada jawaban atau tidak tahu hingga 0%. Kesimpulan: Penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk menyelidiki faktor risiko yang berpengaruh terhadap kepadatan tulang karena hasilnya menunjukkan persentase massa tulang rendah (osteopenia) yang lebih besar dibandingkan dengan osteoporosis
Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Desa Tejoasri Laren Lamongan Suharnanik Suharnanik; Umar Sholahudin; Samuel Gading Napitupulu; Victoria Rani Deviana
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan perbuatan terhadap seseorang yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan fisik, seksual, psikologi dan atau penelantaran rumah tangga termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan dalam ruang lingkup keluarga. Pengabdian pada masyarakat ini berbasis urgensi yang berbasis data, dimana terdapat 1 diantara 3 perempuan Indonesia mengalami KDRT, korban kekerasan dalam rumah tangga mencapai 1340 kasus tahun 2022, tahun 2024 kekerasan dilakukan oleh suami, pacar/teman dan bahkan orang tua sebanyak 494 kasus. Persoalan ini sangat urgen, dan harus menjadi perhatian program pendampingan masyarakat untuk civitas akademika. Banyak dampak yang ditimbulkan jika KDRT tidak di tekan angka kasusnya dan dicegah, diantaranya akan berakibat pada melemahnya peran perempuan dalam pembangunan, meningkatnya stunting dan kasus perceraian. Program pengmas ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kepercayaan diri perempuan melalui pemberdayaan dengan konsep sisterhood agar KDRT dapat dicegah dan ditanggulangi. Metode yang digunakan adalah dengan sosialisasi, pelatihan keterampilan komunikasi, membangun jaringan dan pelatihan pemberdayaan ekonomi. Pelaksanaan dari pengabdian masyarakat ini dihadiri oleh perempuan perempuan yang terkoordinir dengan baik oleh organisasi masyarakat yaitu PKK atau yang disebut dengan pemberdayaan kesejahteraan keluarga. dihadiri oleh 55 orang perempuan di balai desa Tejoasri. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini menunjukkan bahwa antusiasme perempuan dalam mengikuti sosialisasi pencegahan KDRT ini cukup baik, mereka menyimak dan banyak yang bertanya sesi tanya jawab. Kesimpulan: Dukungan kerjasama para pihak terutama pemerintah desa juga memberikan dukungan baik secara sarana dan prasarana dalam menekan angka kekerasan dalam rumah tangga, kader PKK Desa Tejoasri berperan aktif dalam memberikan pendampingan jika ada korban kekerasan dalam rumah tangga di desa Tejoasri.
Aspek Hukum dan Kesehatan dalam Perkawinan Dini Berdasar UU Perkawinan Endang Retnowati; Joko Nur Sariono; Ahmad Basuki
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Perkawinan merupakan hak setiap orang. Perkawinan merupakan bagian untuk membangun keberlanjutan keluarga. Ada norma (peraturan perundang-undangan), adat-istiadat, syariat (atau sesuai agama), yang harus dipatuhi dalam melakukan perkawinan. Hal itu juga dimaksudkan untuk menjamin kesehatan, keselamatan dan keberlanjutan perkawinan. Secara normatif, sebagai upaya untuk menjamin kesehatan, keselamatan dan keberlanjutan perkawinan (keharmonisan rumah tangga), maka negara juga menetapkan syarat-syarat perkawinan, diantaranya adalah usia minimal 19 tahun. Namun, masih terdapat masyarakat yang melakukan perkawinan di bawah usia 19 tahun (perkawinan dini), khususnya pada masyarakat di wilayah Kelurahan Kalianyar. Terdapat dua persoalan krusial, yaitu pertama, apa yang menjadi penyebab masih adanya perkawinan dini? Kedua, bagaimana upaya mencegah perkawinan dini? Tujuan: Tujuannya adalah untuk meminimalisir adanya perkawinan dini dan lebih taat pada undang-undang perwakinan. Metode: Dilakukan kegiatan sosialisasi yang dimaksudkan untuk dapat menemukan jawaban dari pokok persoalan, sekaligus dapat memberikan alternative penyelesaian dan peningkatan wawasan masyarakat, khususnya di lingkungan Kelurahan Kalianyar Kecamatan Bangil, yang dilakukan pada 10 Juli 2024. Hasil: Adapun yang menjadi temuan bahwa masih adanya perkawinan dini adalah karena tuntutan kondisi ekonomi. Masih terdapat pemikiran jika menikah lebih cepat dapat membantu menyelesaikan masalah ekonomi keluarga. Tidak jarang pula yang menikah dini karena memang karena telah hamil lebih dulu saat sekolah. Disinilah pentingnya untuk memberikan wawasan dalam upaya pencegahan dini melalui pemberian wawasan tentang regulasi. Bukan hanya mengenai UU Perkawinan, tetapi juga kaitannya dengan aturan lain yang dihubungkan dengan dunia pekerjaan, misalnya saja ketika terdapat lowongan pekerjaan tetapi terbatas pada yang belum menikah di usia yang sangat muda (dini). Kesimpulan: Masyarakat masih banyak yang belum memaham regulasi perkawinan. Maka dari itu, melalui sosialisasi ini masyarakat menjadi paham dan lebih peka terhadap aturan perkawinan, termasuk resiko yang ditimbulkan baik secara normatif maupun dampaknya pada kesehatan. Melalui organisasi kemasyarakat tingkat kelurahan seperti organisasi PKK dapat membantu meminimalisir terjadinya perkawinan dini

Page 9 of 14 | Total Record : 131