cover
Contact Name
masfufatun
Contact Email
masfufatun@uwks.ac.id
Phone
+6281555465802
Journal Mail Official
semnaskusuma@uwks.ac.id
Editorial Address
Dukuh Kupang XXV no. 54 Surabaya Jawa Timur, Kode Pos 60225
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Kusuma
ISSN : -     EISSN : 30629365     DOI : -
Prosiding Seminar Nasional KUSUMA merupakan terbitan berkala setiap tahun sekali pada bulan Oktober. Prosiding ini berisi kumpulan artikel hasil penelitian dan kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dipresentasikan dalam Seminar Nasional KUSUMA yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. Prosiding ini memuat sejumlah artikel oleh para pakar, praktisi, dan mahasiswa di perguruan tinggi dalam berbagai bidang/multidisiplin
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 134 Documents
Inovasi Spray Perasan Daun Pandan (Pandanus amarylifolius Roxb) Sebagai Insektisida Alami Terhadap Lalat Stomoxys Calcitrans Ummi Rahayu; Freshinta Jellia Wibisono; Hana Cipka Pramuda Wardhani Wardhani; Palestin Palestin; Miarsono Sigit
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kebutuhan daging sapi secara nasional tidak dapat terpenuhi. Permasalahan utama ialah permintaan daging sapi yang tinggi dipasaran, namun terkendala oleh lambatnya pertumbuhan populasi sapi potong. Faktor penurunan produksi salah satunya disebabkan oleh vektor yaitu lalat Stomoxys calcitrans. Stomoxys calcitrans dapat menyebabkan kerugian ekonomi pada industri peternakan karena dapat menyebabkan stres pada hewan, menurunkan produktivitas dan kualitas susu dan daging, mengalami penurunan berat badan, serta menyebarkan penyakit infeksi yang dapat berdampak pada kesehatan hewan dan manusia. Tujuan Penelitian: Mengidentifikasi apakah perasan daun pandan dapat menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan dengan insektisida kimia. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan daun pandan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kematian lalat Stomoxys calcitrans. Perlakuan P3 dengan konsentrasi 60% perasan daun pandan menunjukkan perbedaan yang nyata dibandingkan dengan P1 (20%) dan P2 (40%). Namun, konsentrasi yang paling efektif dalam membunuh lalat adalah pada perlakuan P4 (80%) dan P5 (100%), di mana kedua konsentrasi ini menunjukkan tingkat kematian lalat yang tertinggi. Kesimpulan: Perasan daun pandan memiliki potensi sebagai insektisida alami yang efektif terhadap lalat Stomoxys calcitrans. Konsentrasi perasan daun pandan sebesar 80% (P4) dan 100% (P5) menunjukkan efektivitas yang paling tinggi dalam membunuh lalat penghisap darah tersebut. Penelitian ini memberikan bukti bahwa daun pandan dapat menjadi alternatif insektisida alami yang ramah lingkungan dan efektif untuk pengendalian hama, khususnya lalat penghisap darah.
Uji Kandungan Boraks, Formalin dan Rhodamin B pada Berbagai Jenis Kerupuk di Sidoarjo Divanza Ranastasia Qolbuque; Anisa Maharani; Faiqah Ghaniyah; Meysha Anastasia; Waode Nurul Iman Albaiti; Mochammad Daffa Azzary; Kadek Darmawan; Zacky Muhammad Naufal; Rifqy; Riyanur Rahmatullah; Rini Purbowati
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:  Kebutuhan masyarakat akan makanan yang aman, sehat dan bergizi semakin meningkat. Fakta masih ditemukan makanan mengandung bahan berbahaya yang sering disalahgunakan. Bahan berbahaya tersebut berisiko berupa gangguan pada organ tubuh ataupun timbulnya kanker. Kerupuk merupakan makanan yang bersifat kering, ringan dan porus yang terbuat dari bahan-bahan berpati yang cukup tinggi dan produk ini merupakan makanan khas yang digemari oleh masyarakat. Sidoarjo sebagai pusat penghasil kerupuk diharapkan dapat menghasilkan produk kerupuk yang bermutu dan aman dari kandungan bahan berbahaya tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis secara kualitatif keberadaan boraks, formalin dan rhodamin B pada berbagai jenis sampel kerupuk di Sidoarjo. Metode penelitian: merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Lab. Biokimia FK-UWKS pada September 2024. Pengambilan sampel secara simple random sampling dengan kriteria produk kerupuk yang dijual di pusat grosir krupuk Sidoarjo sebanyak 30 sampel. Tes keberadaan boraks, formalin dan rhodamine B secara kualitatif menggunakan merek Labstest Reagen. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase kerupuk yang mengandung boraks, formalin dan rhodamine B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 sampel kerupuk (33,3%) mengandung boraks dan tidak ditemukan sampel kerupuk yang mengandung formalin (0 %) dan tidak ditemukan sampel kerupuk yang mengandung rhodamine B (0 %) . Kesimpulan: Masih terdapat zat bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti boraks dengan persentase yang relatif kecil namun tidak ditemukan bahan formalin dan rhodamine B pada berbagai jenis sampel kerupuk di Sidoarjo. Perlu dilakukan sosialisasi terkait dampak pemakaian zat bahan tambahan pangan yang berbahaya terhadap kesehatan pada seluruh masyarakat dan produsen kerupuk di Sidoarjo
Kewenangan Pemerintah dalam Pendayagunaan Tanah Terlantar Berdasarkan PP Nomor 20 Tahun 2021 Joko Nur Sariono; Cita Yustisia Serfiyani; Ari Purwadi
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pemerintah melalui PP Nomor 20 Tahun 2021 juga telah memberikan amanat bahwa tanah yang telah terdaftar atau belum terdaftar yang sengaja tidak diusahakan, tidak dipergunakan, tidak dimanfaatkan, dan/atau tidak dipelihara, menjadi objek penerbitan tanah terlantar. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan advokasi hukum atas fenomena makin banyaknya tanah yang tidak diusahakan, dimanfaatkan, dan dipergunakan dengan optimal oleh pemiliknya sehingga apabila tanah tersebut tidak dimanfaatkan dengan optimal dan kuatirnya menyebabkan penurunan kualitas tanah maka kepentingan perseorangan dan kepentingan kelompok masyarakat lainnya harus saling mengimbangi agar kemakmuran, keadilan, dan kebahagiaan bagi rakyat dapat tercapai seluruhnya sesuai amanat Pasal 2 ayat (3) UUPA. Metode: Penelitian yang menjadi hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di Kapas Krampung dengan metode penelitian hukum empiris. Hasil: Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya kesadaran hukum masyarakat Kapas Krampung terkait penguasaan dan pendaftaran tanah. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menyimpulkan bahwa masyarakat berhak atas tanah yang telah dikuasai oleh masyarakat serta menjadi perkampungan, dan/atau dikuasai oleh pihak lain secara terus-menerus selama 20 tahun, dan/atau fungsi sosial Hak Atas Tanah karena sesuai dengan UUPA dan PP Nomor 20 Tahun 2021 sehingga diperlukan sosialisasi dan advokasi hukum yang koheren.
Gambaran Status Gizi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya 2024 Sukma Sahadewa; Achmad Luqmanul Hakim; Rayhanah Nadzifiah; Adjen Falah Muhammad; Keysha Amira Hanny; Ni Made Shinta Putri Kesumantara; Hannah Izzati; M. Rizky Cahyo; Ni Luh Komang Ayu Hertina Sintara; Zulfi Zaskia Ramadhini; Mohammad Irgi Hamdani
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan dan status gizi mahasiswa merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, terutama bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran yang memiliki beban akademik yang berat. Pemeriksaan status gizi pada mahasiswa juga menjadi penting mengingat adanya tren kesehatan global terkait masalah gizi seperti gizi tidak seimbang, kelebihan berat badan, dan obesitas. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tahun 2024. Metode: Studi cross-sectional dilakukan pada 89 mahasiswa dengan pengumpulan data melalui pengukuran antropometri dan wawancara. Hasil penelitian: Sebagian besar mahasiswa sebesar 55% memiliki status gizi normal. Sebanyak  30,3% memiliki status gizi overweight, dan 14,6% memiliki status gizi kurang/ underweight. Faktor yang memengaruhi status gizi mahasiswa antara lain pola makan, jenis makanan, aktivitas fisik, dan stres akademik. Kesimpulan: Diperlukan upaya promotif dan preventif untuk mempertahankan status gizi mahasiswa yang optimal demi mendukung prestasi akademik.
Edukasi dan Pemeriksaan Kesehatan tentang Gizi Seimbang dengan Komposisi Isi Piringku Untuk Pencegahan Penyakit di Ta’miriyah Surabaya Noer Kumala Indahsari; Masfufatun; Olivia Herliani; Lusiani Tjandra; Rini Purbowati
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut BPS (Badan Pusat Statistik), 190,98 juta orang (69,25%) di Indonesia hidup dalam usia kerja, yaitu 15-64 tahun, sedangkan 84,8 juta orang (30,75%) merupakan lansia. yang tidak produktif. Ini semacam bonus demografi yang menjadi faktor penting untuk meningkatkan pembangunan Indonesia. Namun berdasarkan data penelitian sebelumnya ditemukan bahwa pekerja TP Ta'miriyah yang masih produktif hampir sebagian besar mengalami obesitas dan masuk dalam kategori gemuk yaitu 70,31%. Sehingga, negara ini merupakan negara yang rawan terhadap berbagai penyakit. Tujuan: Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat  ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan guru dan pegawai TP Ta'miriyah Surabaya tentang gizi seimbang dan komposisi isi piringku, sehingga diharapkan munculnya berbagai penyakit yang disebabkan oleh tubuh yang tidak ideal. berat badan dapat diminimalkan.  Metode: Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan edukasi dan skrining kesehatan yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi, Glukosa, dan Asam Urat (GCU). Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di aula SMA Ta’miriyah Surabaya. Yang di hadiri oleh 70 peserta dari kalangan guru dan pegawai Ta’miriyah Surabaya untuk mendapatkan edukasi dan cek kesehatan tentang Menu makanan Sehat bergizi dengan komposisi isi piringku. Hasil: Berdasarkan pemberian pre test dan post test, dengan menggunakan analisa statistik dengan nilai p-value = 0,000 maka didapatkan bahwa didapatkan peningkatan tingkat pengetahuan tentang menu makanan bergizi sehat peserta. Kesimpulan: Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan terhadap guru dan pegawai TP Ta’miriyah setelah dilakukannya edukasi gizi seimbang dengan komposisi isi piringku.
Penjelasan Ringkas Seluk Beluk Konsumsi Ubi Jalar di Kelurahan Tenggilis Surabaya Ni Made Ayu Gea Niquita; Fadilla Lutvi Aryanti; Ni Kadek Evita Vara Rosieana; Olivia Rahayu Ramadhani; Athaya Azalia Yasirah; Syeira Rigita Noptavia; Maverick Nathanael Adirangga; Ahnaf Farel Al Raihaan; Muhammad Collin; Marcela Anindita; Amirotul Khifana; Ahista Saskirana Putri; Putu Oky Ari Tania
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Peran ibu sebagai sumber pengetahuan dan penggerak kesehatan keluarga perlu menjadi prioritas. Pertumbuhan  dan perkembangan anak berawal dari kecukupan gizi di rumah. Gizi yang ideal berkaitan dengan perkembangan kecerdasan, kesehatan, keterampilan dan mendukung pertumbuhan anak secara normal sesuai usianya. Gerakan pola makan sehat yaitu ‘real food’ dalam hal ini adalah konsumsi ubi, banyak digaungkan beberapa tahun belakangan. ‘Real food’ atau makanan yang mengalami proses minimal sangat baik untuk kesehatan pencernaan khususnya usus. Usus yang bermasalah akan berdampak ke berbagai masalah seperti kecemasan, obesitas, bahkan berisiko terhadap terjadinya kanker usus. Semua faktor yang mendukung kesehatan di atas, diperankan oleh ibu sebagai ujung tombak di lingkungan keluarga. Tujuan: untuk mensosialisasikan dan memberikan wawasan mengenai kesehatan pencernaan yaitu konsumsi ubi jalar di wilayah kerja Kelurahan Kendangsari, Surabaya. Metode: kegiatan pengabdian ini akan memberikan edukasi kepada para ibu-ibu dan kader puskesmas sebanyak 50 orang, dan monitoring efektivitas edukasi dengan 10 soal pre dan post test. Hasil: 50 peserta yang diundang, hadir 49 orang yang semuanya mengisi pre dan post tes. Rata-rata nilai pre test adalah 68,18 sedangkan nilai post test adalah 79,79 dari total skor 100. Hasil uji statistik dengan paired T test didapatkan nilai 0,001 yang berarti ada perbedaan skor pre dan post test. Kesimpulan: Sosialisasi mengenai konsumsi ubi jalar berlangsung dengan efektif.
Aktivitas Fisik pada Balita Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Gunung Anyar Surabaya Emilia Devi Dwi Rianti; Wahyuni Dyah Parmasari; Sukma Sahadewa
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Stunting merupakan kondisi dari malnutrisi yang berhubungan dengan kepadatan tulang, aktivitas fisik pada anak. Salah satu faktor untuk menjadikan  perhatian pada anak yaitu aktivitas. Karena dengan aktivitas dengan  melakukan gerakan tubuh serta kerja otot – otot tubuh merupakan kerja motoric kasar. Motorik kasar merupakan salah satu dari perkembangan anak. Tujuan: pengabdian masyarakat yaitu, mengetahui aktivitas fisik pada balita stanting di wilayah kerja puskesmas Gunung Anyar Surabaya. Metode: menggunakan yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang stunting dan pemberian kuesioner tentang aktivitas. Hasil: aktivitas balita dengan melakukan lompat tali diperoleh data tertinggi 42 % dengan tidak melakukan aktivitas lompat tali, dan melakukan aktivitas 1-2 kali sebesar 18 %. Aktivitas melakukan berlari dalam 7 kali atau lebih sebesar 47 % dan aktivitas bersepeda yang tidak bersepeda 23 %, melakukan bersepeda 7 kali atau lebih 23 %. Kesimpulan: Aktivitas balita di wilayah kerja puskesmas Gunung Anyar lebih banyak berlari dengan 47 %  (8 balita) dan berlari dapat membantu memperbaiki kualitas otot untuk bergerak.  
Status Hukum Tanah yang Dikuasai secara Turun Temurun dalam Sengketa Kepemilikan Tanah di Kapas Krampung Cita Yustisia Serfiyani; Ari Purwadi; Ardhiwinda Kusumaputra
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tanah yang tidak diusahakan, dimanfaatkan, dan dipergunakan dengan optimal oleh pemiliknya telah menyebabkan penurunan kualitas tanah.  Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2021 telah memberikan amanat terhadap tanah yang telah terdaftar atau belum terdaftar yang sengaja tidak diusahakan, tidak dipergunakan, tidak dimanfaatkan, dan/atau tidak dipelihara dapat dikuasai oleh masyarakat serta menjadi perkampungan dan/atau dikuasai oleh pihak lain yang telah mendayagunakannya secara terus-menerus selama 20 tahun. Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan advokasi hukum kepada mayarakat serta agar kepentingan perseorangan dan kepentingan kelompok masyarakat lainnya terhadap tanah tersebut tetap berimbang sehingga kemakmuran, keadilan, dan kebahagiaan bagi rakyat dapat tercapai seluruhnya sesuai amanat Pasal 2 ayat (3) UUPA. Metode: Penelitian yang menjadi output kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan penelitian hukum normatif. Hasil: Meningkatnya kemandirian masyarakat Kapas Krampung dalam melakukan upaya hukum litigasi dan non litigasi atas sengketa tanah mereka. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pentingnya penertiban status hukum tanah yang dikuasai secara turun temurun ini yang juga berperan untuk mencegah timbulnya sertipikat ganda atas obyek tanah yang sama akibat klaim yang tidak mengindahkan prosedur penetapan bukti kepemilikan tanah yang dikuasai secara turun temurun tersebut oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.  
Rumah Sehat Dalam Lingkungan Keluarga Guna Mencegah Penyakit Di Kelurahan Kendangsari Surabaya Raihan Hafizh Prasetyawan; Emilia Devi Dwi Rianti; Putu Eza Ananta Villareal Rinov; Daniel Okifrits Yeuwun; Davina Shofa Ari Agustina1; Wanda Zulaiha; Faise Riftika Agustin; Nur Syefiatur Rohmah; Puteri Salsabila; Geaneda Erli Inayah; Qorratul Aini; Maha Putri Dealofa Anugrah Illahu; Marsyanda Rambu Kirana
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia salah satunya adalah rumah, yang memiliki fungsi sebagai tempat tinggal agar yang ada didalamnya terlindung dari panas dan dingin. Kesempatan yang digunakan kali ini di Kelurahan Kendangsari Surabaya yang memiliki wilayah padat penduduk. Tujuan: mengedukasi tentang rumah sehat dalam lingkungan keluarga guna mencegah penyakit di Kelurahan Kendangsari Surabaya. Metode: memberikan edukasi kepada ibu-ibu kader Kelurahan Kendangsari Surabaya. Hasil: dari pengabdian masyarakat diketahui bahwa di Kelurahan Kendangsari Surabaya yang berada di wilawah kota Surabaya yang tepatnya di Kecamatan Tenggilis Mejoyo memiliki luas wilayah 131 Ha, dengan 5 Rukun Warga (RW) dan 34 Rukun Tetangga (RT). Wilayah ini merupakan wilayah industri dan berada di kawasan padat penduduk yang mayoritas bekerja disektor industri, pedagang dan sektor informasi. Berdasarkan profil Kelurahan Kendangsari menjelaskan jumlah kepala keluarga 4.156 dengan jumlah jiwa 15.089, berdasarkan usia jumlah jiwa terbanyak pada usia 35-39 tahun yaitu perempuan 694 dan laki-laki 664. Hasil data dari kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa 69 % menjawab pre tes dengan benar dan untuk post tes 58 % menjawab dengan benar. Kesimpulan: Warga Kelurahan Kendangsari Surabaya telah melaksanakan rumah sehat untuk mencegah penyakit berdasarkan 69 % menjawab pre tes dengan benar dan untuk post tes 58 % menjawab dengan benar.
Inovasi Teknologi Mesin Pengrai Roasting Dalam Pengolahan Dan Pemasaran Produk Olahan Kopi Muslichah Erma Widiana; Suyanto; Arif Arizal; Bagus Ananda Kurniawan; Fah Rizal Ma'ruf
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Dengan program pendanaan pengabdian kepada masyarakat Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah (PMUPUD), yang dikelola oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), tujuan dari program ini adalah untuk mendorong inovasi insan-insan untuk menyelesaikan masalah dan memberikan kontribusi kepada masyarakat. Salah satunya adalah penelitian yang dibuat oleh tim dosen dari Universitas Bhayangkara Surabaya dan ITS Surabaya dengan judul "Teknologi mesin pengrai roasting dalam Pengolahan dan Pemasaran Produk Olahan Kopi". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan produktivitas produk unggulan kopi di Kabupaten Tuban. Beberapa pabrik kopi di Kabupaten Tuban dikelola oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka mengolah kopi dengan cara sederhana, menggunakan drum roaster atau sangrai dengan drum. Metode roaster memiliki banyak kekurangan, yang berdampak pada kualitas kopi yang dihasilkan. tujuan program pengabdian masyarakat ini hasil riset yang dilakukan bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat di sekitar. tindakan yang diambil untuk menerapkan solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah mitra sasaran. Metode: yang digunakan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat setiap tahun, seperti sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program Desa Pakel Kecamatan Montong Tuban untuk meningkatkan potensi bisnis dan kemampuan ekspor. agar memiliki daya saing baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Hasil temuan dan kesimpulan dari program pengabdian kepada masyarakat ini meliputi Pelatihan, praktek dan pendampingan penggunaan industri teknologi tepat guna mesin untuk sangrai biji kopi bubuk.  

Page 7 of 14 | Total Record : 134