cover
Contact Name
Giantomi Muhammad
Contact Email
giantomi.muhammad@unisba.ac.id
Phone
+6282118753780
Journal Mail Official
masagi@unisba.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Lantai 2, Gedung Dekanat Universitas Islam Bandung. Jl. Tamansari No.24, Tamansari, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat, Indonesia 40116.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
ISSN : 30476453     EISSN : 30474663     DOI : https://doi.org/10.29313/masagi.v1i1
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter diterbitkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Bandung. Penerbitan artikel dimulai pada tahun 2024. Artikel diterbitkan setiap bulan Maret dan November setiap tahunnya. Jurnal ini menyasar kalangan akademisi, guru, mahasiswa dan masyarakat luas yang tertarik melakukan pendalaman penelitian terkait pendidikan karakter. Fokus dan cakupan artikel yang dimuat pada jurnal ini berkaitan dengan pembangunan karakter, pendidikan moral, pendidikan umum, pendidikan nilai, pendidikan kewarganegaraan, karakter dan pendidikan keagamaan, filsafat karakter, serta kajian tasawuf.
Articles 42 Documents
Teaching Character in the 21st Century: Lessons from Surat Al-Jumu'ah Ayat 2 for Educational Reform Nadri Taja; Nabilah Nuraini
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.8156

Abstract

Surah Al-Jumu'ah, Verse 2, provides a deep understanding of the purpose of education in Islam, which focuses not only on intellectual knowledge but also on the purification of the soul (tazkiyah) and the teaching of wisdom. This verse teaches important principles in character education that are relevant to the challenges of education in the 21st century, where the formation of holistic individuals, encompassing moral, spiritual, and intellectual aspects, is a primary need. This study uses a qualitative approach with a literature study method to analyze the influence of Surah Al-Jumu'ah, Verse 2, on character education. The sources used include books, journal articles, and academic references relevant to the theme of character education and learning theories. The main findings indicate that Surah Al-Jumu'ah, Verse 2, can be used as a basis for character education reform in the 21st century by integrating three main aspects: knowledge and deeds, holistic education encompassing spiritual and moral aspects, and strengthening social responsibility. The values contained in this verse offer an inclusive and relevant approach to pluralistic global education, helping students develop not only academically but also morally and ethically. Further discussion shows that the implementation of these principles can shape a generation that is more responsible, ethical, and ready to face global challenges with integrity.
Konseptualisasi Interaksi Manusia dan Tuhan Perspektif Syaikh Sa’id Ramadhan Al-Buthi serta Relevansinya dalam Pendidikan Muhammad Rifaldi; Muhammad Sofian Hadi
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.8193

Abstract

Penelitian ini mengangkat fenomena kenakalan remaja yang terjadi di Indonesia sebagai masalah yang perlu diperhatikan. Hal ini diindikasikan pada data kasus-kasus kenakalan dan kriminalitas yang dilakukan pelajar yang memprihatinkan, seperti data 49 ribu lebih siswa terlapor melakukan tindak kriminal hanya dalam rentang waktu Januari hingga awal Agustus 2025. Strategi yang diimplementasikan sejauh ini memberikan penekanan pada aspek pembiasaan aktivitas psikomotorik dan kognitif, sedangkan aspek afektif agaknya masih perlu diberikan dorongan yang lebih terstruktur. Untuk itulah penelitian ini bertujuan untuk mengkonseptualisasikan konsep interaksi manusia dan Tuhan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan strategi pendidikan agar lebih komprehensif dan holistik. Mempertimbangkan hal tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif yang berbasis pada metode library research. Sumber penelitian primernya mengacu pada Al-Hikam Al ‘Atha’iyah Syarah wa Tahlil karangan Syaikh Sa’id Ramadhan Al-Buthi, sedangkan sumber sekundernya mengacu pada referensi dan jurnal yang relevan yang akan dianalisisi dengan teknik analisis konten. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa konseptualisasi manusia dan Tuhan dikonstruk berdasarkan tiga wawasan fundamental, yakni wawasan tentang eksistensi manusia dan Tuhan, wawasan tentang amal dan balasannya, serta wawasan tentang degradasi dan taubat yang diinterpretasikan secara rasional, argumentatif, analogis, dan dialektis. Sehingga memberikan efek positif dalam relevansinya pada pendidikan. Efek positif ini setidaknya berkontribusi pada pendidikan secara filosofis, metodologis, dan psikologis.
Penerapan Storytelling Interaktif sebagai Media Edukasi Karakter Anak Usia Dini Berbasis 9 Pilar Karakter Delia Swantiana; Arti Damayanti
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.8429

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fase strategis dalam pembentukan kepribadian dan karakter anak, khususnya pada masa golden age (0–6 tahun). Pada periode ini, anak memiliki kapasitas besar untuk menyerap nilai, pengetahuan, dan pengalaman dari lingkungannya. Oleh karena itu, PAUD tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga penguatan nilai moral, sosial, dan karakter. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam menanamkan nilai karakter adalah storytelling interaktif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan storytelling interaktif dalam membentuk sembilan pilar karakter bangsa pada anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di TK Mutiara Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles & Huberman melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpuln. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai media storytelling seperti buku pilar, boneka tangan, dan bermain peran untuk meningkatkan keterlibatan anak. Storytelling interaktif terbukti mendorong anak lebih aktif, antusias, dan mampu memahami serta mempraktikkan nilai karakter dalam keseharian, misalnya dalam sikap kerapihan, tanggung jawab, dan empati. Guru juga menilai metode ini lebih efektif dibanding ceramah karena menyentuh ranah kognitif, afektif, dan imajinatif anak. Meski demikian, tantangan masih ditemui, terutama dalam menjaga fokus anak selama kegiatan. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa storytelling interaktif berpotensi menjadi strategi pedagogis unggulan dalam pendidikan karakter PAUD. Temuan ini memberi kontribusi penting bagi penguatan praktik pembelajaran karakter di Indonesia serta membuka peluang penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas.
Efektivitas Metode Qira'ati, Iqro', dan Ummi dalam Pembelajaran Membaca Al-Qur'an: Meta-Analisis Komparatif, Relevansi Kontekstual, dan Implikasi Pedagogis Sugeng Riyadi
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.8851

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pemilihan metode pembelajaran membaca Al-Quran yang efektif dan relevan dengan konteks peserta didik di Indonesia, terutama dengan berkembangnya metode Qiraati, Iqro, dan Ummi yang masing-masing memiliki keunggulan dan tantangan berbeda. Tujuan penelitian adalah melakukan meta-analisis komparatif terhadap efektivitas ketiga metode tersebut, mengidentifikasi faktor moderator, serta memberikan rekomendasi model pembelajaran terintegrasi yang adaptif. Penelitian menggunakan pendekatan meta-analisis kuantitatif dengan mengintegrasikan 28 publikasi primer dari tahun 2010 hingga 2025 yang melibatkan total 3.247 peserta didik di berbagai setting pendidikan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui systematic literature review dengan kriteria inklusi eksperimental atau quasi-eksperimental, outcome kuantitatif, dan publikasi dalam periode terkini. Analisis data menggunakan model random-effects untuk menghitung effect size (Cohen’s d), uji heterogenitas, subgroup analysis, dan meta-regression untuk mengidentifikasi faktor moderator seperti usia, durasi program, dan kualifikasi guru. Hasil menunjukkan ketiga metode efektif dengan effect size besar (Qiraati d=0.78, Iqro d=0.66, Ummi d=0.62), namun efektivitas dipengaruhi signifikan oleh usia peserta didik, durasi program, dan kualifikasi guru, sementara setting geografis tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Penelitian merekomendasikan pendekatan eklektik-terstruktur yang mengintegrasikan elemen terbaik dari masing-masing metode sesuai konteks, guna meningkatkan mutu pembelajaran Al-Quran secara berkelanjutan.
Komparasi Metode Belajar Membaca Al-Qur'an Antara Metode Iqro dengan Metode Al-Barqy Yeni Ernia; Willy Fratama; Dedih Surana
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.8860

Abstract

Banyak sekali metode pembelajaran Al-Qur’an yang bisa diterapkan kepada peserta didik sehingga memberikan alternatif agar peserta didik dapat lebih cepat memiliki kemampuan dalam membaca Al-Qur’an. Penelitian yang dilakukan oleh Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta menunjukan angka 72,25% dari 3.111 responden masuk dalam kategori belum mampu membaca Al-Qur’an dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif Metode Iqro’ dan Metode Al-Barqy dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an. Kedua metode ini merupakan pendekatan yang paling banyak digunakan di Indonesia dan memiliki karakteristik pedagogis yang berbeda. Penelitian menggunakan pendekatan  kualitatif dengan desain metode studi kepustakaan (library research), yaitu menelaah buku, artikel jurnal, dan sumber ilmiah lain yang relevan dengan kedua metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa Metode Iqro’ memiliki keunggulan pada penyajian materi yang sistematis, bertahap, dan sesuai untuk anak usia dini maupun pembelajaran klasikal di TPA/TPQ. Sementara itu, Metode Al-Barqy mengutamakan kecepatan melalui pendekatan Struktur Analitik Sintetik (SAS) dan penggunaan mnemonic, sehingga efektif untuk remaja dan dewasa pemula yang membutuhkan hasil cepat. Perbandingan menunjukkan bahwa pemilihan metode harus mempertimbangkan usia, tujuan pembelajaran, dan kompetensi guru. Hasil dari penelitian ini melahirkan kesimpulan yang secara keseluruhan, kedua metode ini dapat saling melengkapi apabila digunakan secara adaptif sesuai kebutuhan peserta didik. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran membaca Al-Qur’an yang lebih efektif, fleksibel, dan kontekstual.
Transformasi Nilai Gotong Royong dalam Pendidikan Karakter di Era Digital: Kajian Pustaka Anna Nurbaiti; Hadi Chandra
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.9059

Abstract

Teknologi digital mengubah cara interaksi sosial dan memengaruhi pendidikan karakter peserta didik. Gotong royong yang telah berubah menjadi individualisme digital adalah nilai budaya Indonesia yang menghadapi tantangan di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana nilai gotong royong dapat diinternalisasi dalam konteks digital melalui strategi pendidikan karakter yang adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) yang berfokus pada konsep pendidikan karakter digital terhadap nilai gotong royong dalam budaya Indonesia. Sumber data berupa data sekunder yang diperoleh dengan menganalisis buku, jurnal nasional dan internasional, dan laporan relevan terkait pendidikan karakter digital, digital citizenship, serta konsep gotong royong dalam budaya Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan menelusuri dan menyeleksi literatur yang sesuai dengan fokus penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) melalui tahapan reduksi data, pengelompokan konsep serta interpretasi dan sintesis data untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gotong royong digital dapat ditumbuhkan melalui; integrasi literasi digital ke dalam pembelajaran untuk membangun kesadaran kolaboratif dan etika bermedia dan penciptaan ekosistem pembelajaran digital yang mendorong kerja sama, empati, dan partisipasi aktif. Penelitian ini menegaskan bahwa gotong royong tetap relevan dalam era digital apabila direkonstruksi menjadi konsep kolaborasi digital, empati online, dan partisipasi berbasis teknologi. Temuan ini memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan kurikulum dan strategi pendidikan karakter di Indonesia.
P PERAN LINGKUNGAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER MAHASISWA PGSD DI UNVERSITAS PERJUANGAN Mochammad Rizki Abdilah; Kayla Milka Nirwana; Desvi Awalia; Sashi Rihadatul Aisy; Lista Amalia; Sahrona Harahap
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.9496

Abstract

Pembentukan karakter merupakan aspek penting dalam mencetak calon pendidik yang profesional dan berkepribadian luhur, khususnya bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Karakter seperti kedisiplinan dan tanggung jawab tidak hanya dibentuk melalui proses pembelajaran, tetapi juga melalui peran lingkungan yang melingkupinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan dalam pembentukan karakter mahasiswa PGSD di Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner online menggunakan Google Form. Responden penelitian ini adalah mahasiswa aktif dari berbagai angkatan. Data dianalisis dengan perhitungan persentase dan rata-rata skor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kampus, dosen, dan keluarga berperan cukup kuat dalam membentuk karakter mahasiswa, dengan skor rata-rata 3,3 hingga 4,0 pada skala 1–5. Kebijakan akademik kampus (4,00) dan dukungan keluarga (4,00) menjadi faktor dominan dalam membentuk kedisiplinan dan tanggung jawab. Keteladanan dosen (3,93) dan lingkungan pertemanan (3,93) juga berpengaruh signifikan. Namun, peran teman sebaya sebagai teladan disiplin (3,36) dan dukungan keluarga dalam pengaturan waktu belajar (3,29) masih perlu ditingkatkan. Temuan ini menegaskan bahwa lingkungan kampus dan keluarga merupakan faktor eksternal yang penting dalam proses internalisasi nilai-nilai karakter mahasiswa PGSD. Upaya penegakan aturan yang konsisten, pembudayaan disiplin, dan peningkatan kepedulian kampus menjadi saran tindak lanjut untuk memperkuat pembentukan karakter calon guru secara optimal.
Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama melalui Pembelajaran Al Qur’an dan Hadits tentang Toleransi di Madrasah Tsanawiyah Eva Puswani; Dedih Surana
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.9501

Abstract

Di tengah meningkatnya tantangan keberagaman dan potensi berkembangnya narasi ekstremisme di lingkungan pendidikan, internalisasi nilai-nilai moderasi beragama menjadi kebutuhan yang mendesak dalam sistem pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual bagaimana pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis bertema toleransi dapat dijadikan sebagai media internalisasi nilai-nilai moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah (MTs). Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka dengan teknik analisis isi terhadap literatur akademik, dokumen kurikulum, serta kebijakan moderasi beragama. Hasil kajian menunjukkan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis yang mengajarkan keadilan, penghormatan terhadap perbedaan, perlindungan hak non-Muslim, serta penolakan terhadap sikap ekstrem memiliki relevansi kuat sebagai dasar pendidikan karakter moderat. Pembelajaran akan efektif sebagai media internalisasi nilai apabila dirancang melalui pendekatan tematik, kontekstual, dialogis, dan reflektif, serta didukung oleh keteladanan guru dan penguatan budaya sekolah yang inklusif. Dengan demikian, pembelajaran Al-Qur’an dan Hadis tidak hanya berfungsi sebagai transmisi pengetahuan normatif, tetapi juga sebagai instrumen transformasi nilai dalam membentuk generasi yang religius, toleran, dan berorientasi pada harmoni sosial.
Strategi Pembinaan Karakter Peserta Didik dalam Program Moral Action di Sekolah Ajeng Anggraeni; Nan Rahminawati
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.9573

Abstract

Peningkatan pembinaan karakter peserta didik di Sekolah Dasar Islam Mutiara Sahara menjadi hal yang sangat penting karena anak usia sekolah dasar masih berada pada tahap perkembangan kognitif konkret. Pada tahap ini, anak-anak belajar paling efektif melalui pengalaman langsung serta meniru perilaku orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, penerapan nilai-nilai moral melalui kegiatan nyata akan lebih mudah dipahami dan diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun demikian, masih terdapat peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menerapkan nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial secara konsisten. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya bimbingan yang terarah, pembiasaan yang berkelanjutan, serta pendampingan dari seluruh warga sekolah agar nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi bagian dari karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembinaan karakter melalui program Moral Action di SDI Mutiara Sahara. Program ini dipandang sangat penting karena tidak hanya membentuk kebiasaan baik, tetapi juga meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, religiusitas, kepedulian sosial, serta kemampuan sosial dan kepemimpinan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembinaan karakter program Moral Action dilaksanakan secara sistematis melalui kebijakan dan keteladanan kepala sekolah, peran aktif guru dalam membimbing, dukungan tenaga kependidikan, serta pembiasaan rutin seperti do’a bersama, sholat berjamaah, budaya 5S, kegiatan Islamic Character Building (ICB), dan penguatan positif. Strategi ini terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang berakhlak mulia, mandiri, dan peduli lingkungan.
Kritik Tasawuf terhadap Paradigma Pendidikan Islam Modern: Analisis Tazkiyat al-Nafs Tri Yugo
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 3 No 1 (2026): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v3i1.9675

Abstract

Paradigma pendidikan Islam modern cenderung mengalami pergeseran orientasi menuju aspek kognitif, teknis, dan instrumental, sehingga dimensi spiritual dan pembentukan batin peserta didik semakin terpinggirkan. Kondisi ini melahirkan krisis makna pendidikan Islam yang tidak lagi sepenuhnya berorientasi pada pembentukan insan berakhlak dan sadar akan relasinya dengan Tuhan. Artikel ini bertujuan menganalisis kritik tasawuf terhadap paradigma pendidikan Islam modern dengan menempatkan konsep tazkiyat al-nafs sebagai kerangka utama analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan analisis filosofis terhadap karya-karya tasawuf klasik dan literatur pendidikan Islam kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tasawuf menawarkan kritik epistemologis dan aksiologis terhadap reduksi pendidikan Islam yang bersifat rasionalistik dan pragmatis. Konsep tazkiyat al-nafs diposisikan sebagai fondasi reorientasi tujuan pendidikan Islam yang menekankan penyucian jiwa, pembentukan akhlak, dan integrasi antara ilmu, etika, serta spiritualitas. Artikel ini berkontribusi pada penguatan paradigma pendidikan Islam yang lebih holistik dan berakar pada tradisi spiritual Islam.