cover
Contact Name
Herna Hirza
Contact Email
hirzaherna0@gmail.com
Phone
+6281397728339
Journal Mail Official
grenek@unimed.ac.id
Editorial Address
JL. Willem Iskandar Pasar v Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek: Jurnal Seni Musik
ISSN : 23015349     EISSN : 25798200     DOI : https://doi.org/10.24114/grenek.v10i1
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles 403 Documents
Analisis Musikal dan Non Musikal pada Ansambel Krumungan di Desa Kuripan Barnawi, Erizal; Hernanda , Agung Hero; Afandi , Sony
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.63469

Abstract

Tujuan dari penelitian Ansambel Krumungan yang ada di Desa Kuripan Lampung Selatan adalah untuk mengetahui Musikal dan Non Musikal yang terdapat di dalamnya. Penelitian kualitatif deskriptif digunakan sebagai upaya memberikan keterangan secara rinci dengan penggunaan pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selanjutnya, penggunaan konsep dari E. Barnawi dan Hasyimkan dalam bukunya Musik Perunggu Lampung (2019) menjadi pisau bedah dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa kajian musikal Ansambel Krumungan yakni terdapat alat musik-alat musik seperti Krumungan, Ketapak, Petuk Khuwa, Petuk Sai, Canang, Khujih, Kulintang, Gung Khenik dan Gung Balak. Tabuhan dalam Ansambel Krumungan yang menjadi ciri khas Desa Kuripan yakni Tabuh Ganjor dan Tabuh Arus. Tangga Nada dalam Ansambel Krumungan yang di ambil dari keseluruhan alat musik krumung yakni E-B-D-E-F#-G-A#-C-D#. Serta, untuk Tabuh Ganjor dan Tabuh Arus yakni G#-B–D–F#-G–B. Kajian non musikal dalam Ansambel Krumungan yakni tempat latihan selalu dilakukan di rumah keluarga yang masih keturuan Keratuan Darah Putih. Pendukungnya yakni warga Desa Kuripan yang selalu menonton pertunjukkan serta membantu dalam bentuk materil maupun moril. Kostum yang digunakan selalu mencirikhaskan dari adat Saibatin Pesisir Lampung Selatan. Waktu latihannya selalu sore menjelang magrib, maupun setelah bada Isha karena waktunya panjang serta malam Jumat tidak latihan. Untuk pemain/penabuh dibebaskan boleh pria maupun wanita, akan tetapi sampai saat ini masih dominan pria. Sementara pengeras suara maupun lighting yang digunakan masih menggunakan vendor umum dalam prosesi acara.
Diskografi Musik Berbasis Digital pada Pertunjukan Uroeh Rapai Pasee Rozak, Abdul; Rahman, Surya
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.63587

Abstract

Rapai Pasee merupakan sebuah seni pertunjukan perkusi tradisi berasal dari Kabupaten Aceh Utara yang dimainkan pada sebuah pertunjukan Uroeh, yaitu pertunjukan dua kelompok perkusi Rapai Pasee yang memiliki ciri khas unik pada teknik penyajian pertunjukannya, baik dari segi permainan ritme motif musik maupun sajian permainan tekniknya. Perkembangan dan pelestarian sebuah seni pertunjukan tradisi, khususnya Rapai Pasee, dapat dilakukan dengan diskografi yang merupakan upaya dalam katalogisasi rekaman suara berbasis digital dengan pengidentifikasian bentuk penyajian dalam musik tradisi yang kemudian diolah menggunakan media pengolahan rekaman musik dengan teknik live recording. Tujuan penelitian ini yaitu katalogisasi rekaman suara/musik (diskografi) secara digital terhadap pertunjukan Uroeh Rapai Pasee di Kabupaten Aceh Utara. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan penelitian kualitatif, dengan pendekatan deskriptif dengan tujuan dapat menciptakan sebuah katalogisasi rekaman suara berupa salinan diskografi musik tradisi Uroeh Rapai Pasee, dengan tahapan pelaksanaan: pra lapangan, lapangan, pengolahan data, penyajian data, dan publikasi. Hasil penelitian ini berupa diskografi musik tradisional Rapai Pasee yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pembelajaran, apresiasi, dan pelestarian seni tradisional di Aceh. Dengan pendekatan berbasis teknologi, penelitian ini diharapkan menjadi model dalam mendokumentasikan seni tradisional secara digital.
Sistem Microtonal pada Gitar Klasik untuk Repertoar Anatolian Folksong Karya Carlo Domeniconi Prakosa, Mardian Bagus
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.63598

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis teks dan konteks musik Anatolian Folksong karya Carlo Domeniconi dalam rangka perancangan desain gitar klasik (khususnya bagian fretboard) untuk karya tersebut. Upaya ini dilakukan untuk mencari peluang dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap musik gitar klasik melalui penguatan manifestasi gagasan komposer. Karya musik klasik dalam beberapa periode khususnya modern banyak mengambil gagasan dari musik tradisi. Pada jenis komposisi tertentu 12 TET tidak benar-benar dapat mencerminkan gagasan dari komposer di sisi lain tugas musisi adalah merealisasikan gagasan. Oleh karena itu penelitian ini diperlukan sebagai upaya penulis untuk merealisasikan gagasan komposer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Tahapan yang dilakukan untuk mendapatkan data kualitatif adalah analisa kebutuhan, pembuatan desain dan pengembangan, validasi desain oleh ahli, dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukan bahwa Carlo Domeniconi untuk merepresentasikan musik Turki adalah melalui penggunaan tangga nada Hüseyni. Dimana dalam sistem barat dikenal sebagai gabungan antara natural minor dan modus dorian. Perbedaan ditemukan pada perbedaan jarak interval dimana musik Turki memiliki Microtonal Tuning System (MTS). Perubahan interval tersebut ada di nada nada B dan E, atau disebut dengan B dan E microtonal karena dibawah jarak cent pada umumnya. MTS pada gitar klasik dapat dicapai dengan menggunakan reposisi fret berdasarkan 3 (tiga) tahap perhitungan. Secara teknis, fret tambahan diaplikasikan ke gitar sehingga interval yang dihasilkan di gitar klasik dapat sesuai dengan interval microtonal yang diharapkan. Dalam sudut pandang musisi, secara teknis karya Anatolian Folksong akan mengalami perbedaan khususnya perbedaan posisi jari tapi perubahan tersebut dirasa tidak signifikan.
Program Musik Islami: Solusi untuk Tantangan Psikososial Siswa MTsN 1 Lima Puluh Kota Hakim, Uswatul; Hadi, Harisnal; Armez Hidayat, Hengki
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v13i2.63665

Abstract

Remaja dan pelajar merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah psikologis dan sosial, termasuk kesehatan mental, kenakalan remaja, serta pengaruh media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan psikososial yang dihadapi pelajar di MTsN 1 Lima Puluh Kota serta mengevaluasi intervensi preventif dan kuratif melalui program musik Islami, sebagai bagian dari Program Kemitraan Masyarakat oleh Universitas Negeri Padang. Pendekatan kualitatif deskriptif dan partisipatoris digunakan untuk menggali tantangan seperti kecemasan akibat tekanan akademik, isolasi sosial, dan dampak negatif media sosial. Intervensi musik Islami terbukti efektif dalam mengurangi perilaku kenakalan, meningkatkan interaksi sosial, serta menyediakan sarana ekspresi diri yang positif. Guru dan kepala sekolah berperan penting dalam mendukung program ini, yang juga meningkatkan dinamika sosial di sekolah. Triangulasi data dari wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi memperkuat temuan bahwa musik Islami memiliki dampak signifikan dalam mendukung perkembangan remaja. Rekomendasi mencakup ekspansi program ke sekolah lain, pelatihan bagi guru, serta kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan perguruan tinggi.
Regional Pop Music in Indonesia Aryandari, Citra; Setyawan, Aris
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.63812

Abstract

Music is an essential part of our cultural life, a power to enrich our lives, build relationships between people, and shape identities and places. Indonesia's contemporary artistic and cultural life is very diverse, considering that Indonesia has a wide geographical area in Southeast Asia, with more than 17,000 islands “ and is the 4th most populous country in the world. Indonesia has a music landscape that is increasing. Some music is Karawitan from Java and Bali, Keroncong in Java, and Music with Sape from Kalimantan to Malay music in most areas of Sumatra. Indonesian musicians combine the elements of traditional music with elements of pop music. This paper will discuss how pop music from urban areas is combined with traditional music from each region in Indonesiaand then gives a new genre known as musik pop daerah (regional pop music)”the methodology used for this paper qualitative methodwith literature study. The result showed that pop music is a sign that culture”or, in this case, music”is fluid and can change according to the times.
Expressive and Structural Ornamentation in Handel’s Vocal Music: A Literature and Score-Based Study Chenchen, Xiong; Hin, Yap Jin
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.64500

Abstract

This study investigates the stylistic features and functions of ornamentation in Handel’s vocal arias, addressing the challenge posed by the absence of detailed notations in his works. The research focuses on the dual role of ornamentation as both decorative and structural, aiming to bridge historical scholarship with modern performance practices. The methodology involves a comprehensive literature study of historical treatises, including works by Tosi, Agricola, and Quantz, alongside a score-based analysis of selected Handel arias to identify and interpret ornamentation practices. Findings highlight the expressive and structural functions of ornaments, such as enhancing melodic connectivity, harmonic depth, and emotional expression. The study emphasizes the performer’s discretion in applying ornaments, particularly in improvisatory contexts like da capo arias. This research contributes to understanding Handel’s compositional intentions and offers valuable insights for historically informed performance (HIP). Future studies could explore cross-genre ornamentation, technological applications, and evolving audience perceptions of Baroque vocal embellishments
The Fusion of Tradition and Modernity: Reviewing the Lyrics and Vocal Style of Chinese Art Songs Lin, Li Mao; Sabri , Shafizan bin
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.64501

Abstract

This study explores the characteristics of Chinese art songs, with a particular focus on their lyrics and vocal style, through a literature review approach. Chinese art songs (yishu gequ) emerged during the May Fourth Movement as a fusion of Western compositional techniques and traditional Chinese cultural elements. The lyrics are deeply rooted in Chinese ancient poetry, drawing on classical themes such as nature, emotions, and philosophy, while maintaining structural integrity through poetic forms like shi (詩) and ci (詞). The linguistic complexities of Mandarin Chinese, a tonal language, present unique challenges for composers in balancing melodic expression with tonal accuracy. Additionally, the vocal style integrates Western operatic traditions with elements from traditional Chinese vocal aesthetics, such as those found in Peking opera and folk music. Performers face interpretative challenges due to the hybrid nature of the genre, requiring technical mastery and cultural sensitivity. The findings highlight the cultural and artistic significance of Chinese art songs as a unique genre that bridges traditional Chinese heritage and modernity. This research underscores the importance of further study on the lyrics and vocal styles to enrich understanding and appreciation of this musical form.
Kajian Organologi Alat Musik Tradisional Kadiding Kampung Reta Desa Pura Kabupaten Alor Elu, Agustinus Renaldus Afoan; Kian , Melkior; Hingmadi , Wasti Rambu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65488

Abstract

Alat musik tradisional Kadiding merupakan warisan budaya dari Kampung Reta, Desa Pura Selatan, Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, yang berfungsi sebagai sarana hiburan bagi masyarakat setempat. Namun, keberadaan Kadiding kini terancam punah karena kurangnya pengetahuan mengenai teknik pembuatan dan cara memainkan alat musik ini di kalangan masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam organologi alat musik Kadiding guna memastikan pengetahuan tersebut dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai upaya pelestarian budaya. Pendekatan kualitatif dan metode etnografi digunakan dalam penelitian ini, dengan melibatkan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk memperoleh data yang komprehensif. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Kadiding melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu pemilihan bambu tua yang berkualitas, pengolahan dan pembentukan bambu sesuai dengan ukuran yang diinginkan, penciptaan senar dengan mencungkil permukaan bambu, serta pembuatan lubang resonansi untuk menghasilkan suara yang baik. Teknik permainan Kadiding memerlukan keterampilan khusus agar bunyi yang dihasilkan terdengar indah dan harmonis. Selain itu, kajian ini juga mencakup karakter bunyi, elemen-elemen, dan fungsi Kadiding, yang dapat menjadi acuan penting dalam upaya pelestarian. Penelitian ini menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan alat musik tradisional Kadiding agar tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang seiring perkembangan zaman.
Eksplorasi Extended Technique Vokal Aceh dengan Sentuhan Musik Elektronik dalam Upaya Memperkuat Rasa Identitas Budaya Lokal Aceh Erlinda, Erlinda; Rozak, Abdul
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65489

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan teknik vokal perluasan (extended vocal techniques) dalam musik tradisional Aceh, dengan integrasi musik elektronik sebagai upaya memperkuat rasa identitas budaya lokal. Fokus penelitian ini adalah pada vokal tradisional Aceh yang diambil dari genre musik seperti Didong, Saman, dan Seudati, serta bagaimana teknik vokal baru seperti overtone singing dan multiphonics dapat diterapkan tanpa kehilangan esensi budaya lokal. Musik elektronik ditambahkan untuk memperkaya tekstur musik dan memperkenalkan inovasi modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik-teknik baru ini dapat meningkatkan ekspresivitas vokal Aceh, sementara elemen elektronik memberikan sentuhan kontemporer yang tetap mempertahankan nilai-nilai budaya tradisional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan penggunaan teknik-teknik baru dalam vokal Aceh sambil memelihara nilai-nilai budaya tradisional. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan tahapan: pemetaan literatur dan analisis data; eksperimen teknik vokal perluasan; integrasi musik elektronik; serta pengumpulan data dan wawancara seniman.
Pembelajaran Piano Klasik sebagai Latihan Fokus Anak Penderita ADHD Indyana, Luth; Sabri , Indar; Abdillah , Autar; Suryandoko, Welly
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65490

Abstract

Anak berkebutuhan khusus selalu menarik perhatian dari berbagai pihak antara lain pendidik. ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder meurpakan salah satu penyakit yang menyebabkan penderita sangat sulit untuk memfokuskan dirinya sendiri sehingga mengganggu rangkaian aktivitas dalam kehidupannya sehingga diperlukan penanganan dan pendidikan yang tepat bagi penderita ADHD. Salah satu terapi yang dapat dilakukan untuk mengurangi ADHD adalah dengan bermain piano klasik. Memainkan lagu dengan piano akan membantu penderita ADHD untuk lebih fokus dan mampu memusatkan perhatian secara perlahan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi terhadap 5 anak penderita ADHD, wawancara kepada orang tua anak penderita ADHD, psikolog, hingga pengajar piano klasik. Peneliti juga menggunakan studi literatur dari jurnal ilmiah serta buku sebagai pendukung data inti. Hasil yang didapatkan adalah anak penderita ADHD mampu dilatih fokusnya dengan belajar piano klasik jika diberikan metode pengajaran yang tepat, antara lain (1) Metode drill and practice, (2) Metode time out, (3) Games.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 8 No. 2 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 8, No 2 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 1 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 2 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 1 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 6 No. 2 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 1 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 1 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal More Issue